Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto

Author : Hani Yuya

Judul : My Little Princess

Rate : M ( for lime)

Pairing : SasuSaku, Slight ItaSaku.

Gendere : Au,Ooc,Romance,Comedy,Lime

Warning: Jika tAk suka langsung klik back. Ok. DLDR


.

.

Pagi hari di rumah keluarga Haruno, tampak seluruh keluarga berkumpul di ruang tengah. Kali ini sang nenek yang membuat onar hadir ditengah mereka. Semua mata menatap tajam kearahnya, terlebih tatapan paling menusuk dipancarkan dari manik emerald gadis pink yang menjadi korbannya.

"Haaaa, kenapa kalian semua menatapku begitu?" Tanya Tsunade polos, tanpa merasa bersalah.

"Kenapa Baa - chan menjadikan diriku bahan taruhan, Ha?" Manik emeraldnya menatap tajam sang nenek. Meminta penjelasan darinya.

Ha... Ha... Ha...

Sang nenek yang mendengar amarah cucunya ini hanya tertawa terbahak - bahak. Membuat semuanya speechless, kecuali Sakura.

Ekspresi wajah Tsunade berubah serius, ia memajukan wajahnya mendekati wajah cucunya.

"Dengar Sakura, meski saat itu aku dilanda mabuk tapi aku pun melihat dengan teliti siapa lawan bermainku, aku tak akan menyerahkanmu pada sembarang orang. Sebelumnya aku tau dia sedang mencari jodoh untuk cucunya tapi tak kusangka dia langsung menyetujuinya," dia menyeringai, "aku punya sebuah rencana besar Sakura" Lanjutnya.

Sakura mengernyit, "Apa yang Baa- chan rencanakan?"

"Tentu saja... membeli semua tempat perjudian di Konoha,... berkat kau, si tua bangka Madara mau mengabulkan permintaanku. Hohoho" Tsunade tertawa nista.

"Heeeeee...!" Semua berteriak kaget, jadi tujuan utama sang nenek menguasai perjudian di Konoha, sampai rela menjadikan cucunya taruhan.

Sakura menggeram kesal, ia beranjak dari duduknya,"Baa chan keterlaluan, AKU BENCI BAA - CHAN!"

Gadis soft pink itu pergi meninggalkan semua keluarga, ia berencana menghirup udara segar untuk menenangkan pikirannya di taman. Baru saja sang gadis membuka daun pintu rumahnya.

Kreeeett

"Selamat pagi nona Sakura, atas perintah Madara sama kami datang untuk menjemput anda"

Dua orang pemuda berjas hitam rapih berdiri di ambang pintu, membungkukkan badan sopan ketika mereka bicara pada Sakura. Ya, mereka harus bersikap sopan di depan calon istri tuan mudanya. Yang sebentar lagi akan berganti nama Uchiha ini

Sakura terdiam, tak bergeming dari tempatnya.

Seorang anak laki-laki memperhatikan sang gadis sejak tadi melalui celah jendela mobilnya, ia berdecih melihat sakura yang diam bagai patung selamat datang di ambang pintu. Dia memutuskan turun dari mobil mewahnya, lalu menghampiri sang gadis.

Greeeppp

Sang gadis terlonjak kaget saat bocah laki-laki yang bahkan lebih pendek darinya menggendong tubuhnya ala bridal style dengan ringannya dan berjalan menuju mobilnya.

"Sasuke, turunkan aku!" Perintah sang gadis meronta-ronta.

"Tck, diam dan tenanglah sedikit, atau kau mau kuhukum, he?" Ancamnya, lalu menyeringai .

Sakura menelan ludahnya, melihat seringaian Sasuke membuat dirinya tak bisa berkutik. "Kau... menyebalkan"

Sasuke terkekeh geli melihat gadis pink nya langsung terdiam dan pasrah di gendongannya. Sakura duduk manis di bangku tengah dan Sasuke disampingnya.

"Jalankan mobilnya!" Perintah Sasuke.

"Baik tuan muda"

Sakura memijit keningnya pelan, 'Kami sama, aku akan menikah dengan pria yang lebih muda 6th dariku. Ini gila, meski kuakui dia punya tampang yang menawan dan dapat memikat hati para wanita... tapi...' Sakura menoleh , menatap Sasuke yang duduk disampingnya.

Sasuke yang merasa dirinya diperhatikan menoleh, "Kenapa?Kau mulai terpesona oleh ketampananku,he?"

Muncul seperempat siku di jidat lebarnya,dia hanya tersenyum kaku menanggapinya, 'Tch, tapi tetap saja dia seorang bocah, bahkan bocah mesummm dan narsis... Hiks'

Sakura menggigit bajunya, terisak pelan meratapi nasibnya yang malang. Hei! Sakura bukankah kau beruntung dijodohkan dengan salah satu pewaris Konoha Group yang terkenal kemansyurannya di seluruh Konoha. Bahkan wajah tegas, menawan , tampan dan penuh pesona yang jelas mewarisi darah Uchiha. Beberapa tahun lagi dia pasti akan menjadi rebutan wanita sekonoha.

.

.

.

Setelah 30 menit menempuh perjalanan, Sakura tiba di kediaman Uchiha. Mulutnya terbuka lebar, dia terkesiap melihat betapa megahnya tempat hunian keluarga Uchiha.

Alis Sakura terangkat, melihat banyak kerumunan orang berpakaian formal disana. Mengucak matanya berulang kali, banyak orang penting Konoha datang hari ini. Banyak hiasan-hiasan mewah memenuhi setiap sudut rumah.

Dia melangkah mundur, ingin melarikan diri saat ini juga.

Dukk

Tubuhnya bertubrukan dengan seseorang dibelakang.

"Mau kemana kau?" Ucap Sasuke mengintimidasinya.

"Anooo, aku..."

"Jii-san sudah mengadakan pesta penyambutan untukmu, lihat betapa bahagianya dia saat ini" Sasuke menunjuk jari telunjuknya ke arah sang kakek yang sedang bersenda gurau dengan salah satu tamunya, "Selama ini, ia tak pernah tersenyum lepas seperti saat ini." Sasuke tersenyum tulus menatap sang kakek.

Membuat jantung Sakura berdetak kencang melihat senyumnya. "Manis" gumamnya pelan.

Tak lama kemudian para maid membawa Sakura ke ruang rias lantai 2 untuk mengganti pakaian dengan gaun pesta yang sudah disiapkan. Sasuke menunggunya di ruang tengah, sedikit bosan sudah 1jam Sakura tak kunjung datang. Dia beranjak pergi, mendatangi Sakura di ruang riasnya.

Setiap ia melangkah banyak sekali wanita yang jauh diatasnya menyapa lembut bahkan menggoda dirinya. Tapi sayangnya Sasuke tak tertarik dengan wanita yang dianggapnya tante-tante ini. Dia hanya tertarik dengan wanita berwajah imut seperti Sakura. Hei,bukankah Sakura juga bisa disebut tante?wanita yang bahkan lebih tua 6 tahun dari Uchiha bungsu ini. Tapi jika Sakura tidak akan dipermasalahkan olehnya, tubuhnya yang pendek dan bertubuh kecil membuat ia serasi ketika bersanding bersebelahan dengan sang gadis.

Sasuke berjalan cuek dan angkuh, manik Onyxnya mendelik tajam saat seorang gadis berhelai merah berkacamata menahan dirinya. Dia tak suka teman sekelasnya ini yang selalu bergelayut manja dengan dirinya, dia menepis tangan sang gadis saat tangannya disentuh. Sang gadis tetap tak menyerah, berulang kali ia berusaha bergelayut manja pada Sasuke.

"Karin, sudahlah, dasar genit lihat Sasuke tak suka didekati olehmu bodoh" Ucap bocah laki-laki bergigi runcing dengan helaian perak mendekati Sasuke, disusul bocah bertubuh besar dengan helaian orange jabrik dibelakangnya.

"Hn, kau datang tepat waktu sui" Sasuke mendorong tubuh karin ke depan bocah laki bernama sui itu.

Dengan sigap Sui menangkap tubuh Karin yang terdorong ke arahnya, lalu memeluknya.

"Pergilah,Sasuke, biar dia kuurus"

"Kyaaa, lepaskan aku gigi runcing" Teriak karin berusaha melepaskan diri dari Sasuke.

"Hn"

Sasuke beranjak pergi dari tempatnya.

.

.

.

.
Tok... tok... tok...

"Sakura, sampai kapan kau di dalam?"

Sasuke berteriak kencang, berulang kali jarinya mengetuk daun pintu kamar rias gadisnya. Nmun tak ada jawaban, Sasuke menggeram kesal.

TOK... TOK... TOK...

Dia mengetuk lebih kencang lagi dari sebelumnya.

"CEPAT BUKA ATAU KUDOBRAK!" Teriaknya yang mulai kesal dengan nada yang mulai meninggi.

Baru saja Sasuke berencana ingin mendobraknya, daun pintu terbuka , memunculkan sosok gadis mungil bersurai pink memakai gaun pesta sewarna dengan rambutnya. Namun bukan gaun indah sexi yang dipakainya melainkan gaun berukuran mini yang biasa dipakai anak kecil.

Sakura bagai menjelma menjadi little Princess meski usianya sudah 18th. Dia masih cocok menggunakan baju anak kecil. Sasuke terpesona melihat wajah Sakura yang masih terlihat baby face, tapi sikapnya tetap datar, dia berusaha menyembunyikan ekspresi kagumnya di balik wajah stoicnya.

Sedangkan Sakura mengembungkan pipinya kesal, para maid di rumah Sasuke dengan seenaknya memakaikan baju anak kecil padanya. Sasuke yang melihat ekspresi kesal Sakura hanya terkekeh pelan, "Kenapa dengan wajahmu Sakura?" Tanyanya.

"Ck, aku bukan bocah sepertimu Sasuke, aku kesal pada semua maid dirumah ini yang dengan seenaknya memakaikan gaun anak kecil padaku, aku sudah dewasa, aku ingin menggunaan gaun sexi seperti lain... "

Cuupp

Tiba-tiba Sasuke mencium bibir Sakura sekilas, membungkam mulut sang gadis yang tak berhenti mengomel, alhasil membuat sang gadis diam dari ocehannya.

"Hn, sudah bicaranya, ayo kita turun. Jii -san menunggu kita di bawah"

Sreett

Ditarik tangan sang gadis mengikuti langkahnya.

"Kau... mesummm!"

Teriak Sakura yang baru menyadari perbuatan Sasuke padanya.

"Hn, dasar otak udang"

.

.

.

.

Semua orang yang hadir bertepuk tangan melihat Sasuke menggandeng tangan Sakura saat menuruni anak tangga.

Karin mendelik tak suka pada Sakura, ia tak suka melihat Sasuke dengan mudahnya menggenggam tangan seorang gadis di hadapannya. Tangannya mengepal, padahal ia sendiri selalu ditolak oleh Uchiha bungsu itu.

Madara melangkah mendekati Sasuke dan Sakura, berdiri ditengah keduanya.

"Baiklah semuanya tolong dengarkan, aku Madara Uchiha akan mengumumkan hal yang penting"

Madara memegang pundak sang gadis dan cucu bungsunya secara bersamaan. Sakura hanya bisa menunduk, tak berani menatap para tamu saking malunya. Karena baru kali ini dia berdiri dan menjadi pusat orang banyak.

"Seminggu lagi, tepat dihari ulang tahunku. Aku akan mengadakan acara pertunangan cucu bungsuku Uchiha Sasuke dengan cucu kerabatku Haruno Sakura, lalu setelah Sasuke berusia 18th mereka akan kuikat dengan tali pernikahan"

Pok... Pok... Pok...

Suara tepuk tangan meriah dari seluruh tamu, mereka satu persatu memberi selamat dan berjabat tangan Madara sang tuan rumah.

"Selamat ya Madara-san"

"Selamat ya Sasuke-kun, tunanganmu gadis yang manis" Ucap salah satu tamu undangan.

Sakura mengendap endap pergi menjauhi Madara dan Sasuke yang sedang dikerubungi banyak orang. Sakura kini bersyukur dilahirkan dengan tubuh kecil, karena memudahkan dirinya menyusup diantara banyak orang.

'Lebih baik aku mencari udara segar, pengap rasanya terus disini' Batinnya.

Ia segera berlari keluar meninggalkan keramaian, Karin tak sengaja melihat Sakura yang pergi keluar meninggalkan Sasuke. ia menyeringai, membetulkan kacamatanya, lalu mengambil segelas air putih di atas meja.

Manik Shappirenya melirik kanan kiri lalu merogoh tas selempangnya, diam-diam ia memasukkan obat tidur di dalam gelas yang dipegangnya membuang bungkusnya begitu saja, lalu segera berlari menyusul gadis pink itu.

Juugo yang sejak tadi melihat gerak gerik Karin yang mencurigakan, ia memungut kertas bekas obat yang dipakai karin tadi. Juugo mencoba sedikit bubuk yang masih tersisa yang menempel dikertas, "Obat perangsang?" Juugo mengernyit, ia tau betul sifat Karin "Sepertinya dia salah memberikan obat".

Juugo yang yang tau rencana Karin, segera menghampiri Sasuke masuk ke dalam keramaian, ia harus memberiitau Sasuke.

.

.

Angin berhembus mengombang ambing helaian soft pink nya, gaunnya pun ikut terbang terbawa hembusan angin yang cukup kenjang hari ini. Sakura meregangkan otot-ototnya yang kaku. Manik emeraldnya terkesiap memandang hamparan bunga yang indah tersaji di depan matanya.

Seperti anak ayam yang baru saja keluar dari kandangnya, ia berlari mengejar kupu-kupu yang terbang di atas kepalanya, hingga kupu-kupu itu hinggap disalah satu bunga matahari.

"Huwaaa, cantiknya"

Sakura memekik senang ketika melihat makin banyak kupu-kupu yang terbang menghampirinya, sampai seorang menepuk pundaknya pelan, menganggu kesenangannya.

"Hei, sedang apa kau disini?" Ucap gadis bersurai merah berkacamata, Dia berpura-pura sok manis di depan Sakura.

"Ah, aku sedang mencari udara segar" Sakura yang tidak tau apa-apa mengenai Karin membalas senyumannya.

"Minumlah, sepertinya kau haus" Karin menyodorkan minuman yang dibawanya.

"Eh... untukku?" Sakura sempat merasa heran tiba-tiba gadis yang tak dikenalnya membawakan air untuknya.

"Ya, minumlah" Karin tersenyum licik dibelakang.

"Arigatou, hmmm... siapa namamu" Sakura mengambil gelas ditangan Karin dan meminumnya.

Karin menyeringai, melihat Sakura meminum habis minumannya,"Uzumaki Karin... yang akan membuatmu pergi menjauhi Sasuke, dia milikku" Karin menatap tajam Sakura.

Sakura tersentak kaget, namun tiba-tiba tubuhnya panas, nafasnya memburu, gelas yang ditangannya terlepas dan jatuh.

Tubuhnya lemas, dan jatuh tersungkur diatas hamparan rumput. Bulir keringat membasahi wajahnya. Pandangannya mulai mengabur , namun sayup-sayup mendengar seseorang memanggil namanya.

"Ra... Sakura"

Ia merasa tubuhnya digendong seseorang, lalu hilang kesadaran.

.

.

.

.

"Ngggg... "

Suara leguhan gadis bersurai pink yang terusik ditengah tidurnya. Nafasnya sesak, tubuhnya sulit digerakkan. Ia merasa ada sesuatu benda berat yang menindihnya dari dada sampai ujung kaki.

Masih dengan mata yang tertutup dan setengah sadar tangan kirinya maraba-raba benda apa diatas dadanya.

Greepp

Tangan kirinya merasakan sesuatu yang lebat mencuat ke belakang menempel di dadanya. 'Hmmm, pantat ayam?' Gumamnya tak sadar.

Deg

Sontak manik emeraldnya terbuka penuh.

"Nggg..."

Suara leguhan terdengar jelas ditelinganya, ini jelas bukan ulahnya. Sakura menelan ludahnya berkali- kali, saat merasakan kulit lainnya menempel langsung tanpa terhalang apapun diatasnya. Bulu kuduknya meremang merasakan hawa dingin menerpa masuk melalui pori-pori kulitnya.

'Mungkinkah?'

"Hn... Sakura?"

Manik emeraldnya membulat, ketika sebuah suara memanggil namanya, mengangetkan lamunannya.

"Hoaaamm..." Pemuda itu menguap, mengecup sekilas bibir Sakura yang menganga, gadis itu tak percaya melihat pemandangan yang tersuguhkan di hadapannya.

Seakan tak peduli dengan tatapan syok gadis pinknya, sang pemuda bertubuh kecil yang hanya beda 10 cm darinya, beranjak turun dari atas tubuh sang gadis. Dengan tenangnya Sasuke berjalan menuju kamar mandi dengan tubuh polosnya meninggalkan Sakura yang mematung.

Dengan tangan yang gemetar sang gadis meraba tubuhnya, berharap ia masih menyisahkan pakaian menempel pada tubuhnya, dia beranjak duduk memastikan. Badannya lemas seketika saat mengetahui dirinyapun bertubuh polos. Ditarik selimut menutupi tubuhnya.

"SASUKEEE, BERHENTI, JELASKAN PADAKU APA YANG TERJADI!"

Sasuke tetap berjalan mengabaikan teriakan sang gadis yang memekakkkan telinganya, ia tak peduli dan terkekeh geli. Membiarkan sang gadis berkutat dengan pemikirannya sendiri.

BLAMMMM

Suara pintu kamar mandi ditutup Sasuke. Membuat Sakura makin menggeram kesal, karena pertanyaannya diabaikan begitu saja oleh bocah pantat ayam mesum itu.

"SASUKE, DASAR BOCAH HENTAAAIIII!"

Tanpa Sakura ketahui Sasuke sedang tertawa geli tanpa suara di dalam kamar mandi. Mengerjai Sakura kini menjadi kegemarannya mengisi waktu luang yang selama ini membosankan baginya. Sepertinya mulai hari ini ia tak akan penah bosan lagi.

"Tak kusangka ia gadis yang sangat menarik, fufufu"

.

.

.

TBC

Makasih buat yang udah baca karya gajeku ini, maaf ga bisa nyebutin satu persatu. sekali lagi Arigatou jangan lupa R&R ya ^_^

Top of Form

Bottom of Form