love in the first sight

"baiklah. Mulai hari ini kau adalah kekasihku" jawab sehun akhirnya. Bisa di rasakan setiap orang melihat kejadian tersebut menahan nafas karena shock mendadak mendengar ucapan sehun yang pertama kalinya menerima seorang gadis untuk menjadi kekasihnya.

Kekagetan itu tidak saja menyerang para penonton bahkan sang pelakon utama drama inipun tersentak kaget mendengar jawaban sehun. Ia tidak menyangka jika pernyataan cintanya akan diterima oleh sehun. Dan setelah lepas dari kekagetannya ia pun tersenyum bahagia.

Chanbaek dan kaisoo yang mendengar langsung ucapan sehun hanya melongo kaget dan berpikir apa yang sedang direncanakan oleh sehun.

Walau sama kagetnya dengan para kerumunan yang menyaksikan kejadian tersebut, namun seoarang laki-laki yang melihat kejadian tersebut dari jauh memandang mereka dengan pandangannya yang sendu. "chukae yoong-ah" ucapnya lirih dan segera meninggalkan tempatnya berdiri dan menenangkan hatinya yang hancur.


MY TRUE LOVEStory

by kiranaaaaa

Cast(s):Sehun, Luhan(gs), YoonA, Donghae, Wu Yifan

Official pairing, crack pair

Genre : drama, romance

Rated : T

Length : chapters


kejadian yang menghebohkan kemarin, tersebar dengan cepat beritanya. Hampir setiap orang di kampus mengetahui perihal oh sehun yang menerima pernyataan cinta dari seorang gadis. Saat ini berita tersebut menjadi trending topic di seluruh penjuru kampus. Tidak satupun yang tidak membicarkan keduanya, karena kepopuleran mereka.

Tidak ada yang tidak mengenal sehun yang pangeran kampus dan seorang im yoona sang primadona. Selama ini kedua orang yang baru saja menjadi sepasang kekasih itu kurang lebih memiliki reputasi yang sama. Sama-sama selalu menolak laki-laki dan perempuan yang menyatakan cinta kepada mereka. Hingga kejadian luar biasa itu terjadi dimana sang primadona menyatakan cinta kepada sang pangeran.

Hal itu semakin mengejutkan karena tidak ada yang tau bahwa im yoona menyukai seorang oh sehun. Orang mengira im yoona adalah kekasih dari lee donghae. Bagaimana tidak dianggap sebagai sepasang kekasih jika mereka selalu terlihat bersama. Jadi intinya adalah berita hubungan antara im yoona dan oh sehun adalah hal yang sangat mengejutkan.

Sehun pov

"yak! Oh sehun, kau mendengarkan ku tidak?"

"aku mendengar mu chanyeol hyung, berhenti berteriak."

" itu salahmu tidak menjawab pertanyaan ku. Bagaimana bisa kau menerima pernyataan cinta dari yoona?"

"ku rasa baekhyun noona menularkan kecerewetannya kepadamu chanyeol hyung. Kalian sendiri yang selalu menyuruhku untuk memiliki kekasih, saat ini aku sudah memiliki kekasih, tapi kalian tetap ribut juga. Aku pergi."

Hhh… mereka itu selalu saja menggangu ketenanganku. Padahal baru kemarin mereka menyuruhku untuk segera memiliki kekasih, tapi saat sekarang aku memiliki kekasih mereka kembali ribut menanyakan hal yang tidak jelas.

" yak kau ingin kemana sehun-ah" kali ini kim jongin menghalangi jalanku untuk keluar dari ruangan ini.

"mencari udara segar" aku hanya menjawabnya singkat dan kembali berjalan ke luar

"yak sehun! Oh sehun! kita harus berlatih, pertunjukkan…"

"aku akan cepat kembali"

Mereka itu memang benar-benar berisik. Aku pusing dan hanya ingin mencari udara segar sebentar. Aku sangat penat dengan jadwal latihan yang begitu padat akhir-akhir ini, ditambah dengan kejadian kemarin yang seolah menggemparkan dunia. Semua orang membicarakan ku saat ini, terlebih kedua pasang kekasih sahabat idiotku itu. Mereka memberondongiku pertayaan seperti "kenapa kau melakukannya", "bagaimana bisa kau merimanya" dan pertanyaan-pertanyaan serupa yang semakin membuat kepalaku ingin pecah.

Tanpa mereka perlu bertanyapun sebenarnya aku sudah pusing menanyakan diriku sendiri kenapa aku melakukannya. Akupun tidak mempunyai jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan itu. Aku tidak berpikir apapun saat itu, aku hanya ingin menunjukkan kepada chanyeol hyung dan kim jongin kalau aku bisa dengan mudah mendapatkan kekasih dan bermesraan di depan mereka seperti yang mereka lakukaqn dengna kekasih mereka di hadapanku.

Kalau kalian bertanya apakah aku menyukai im yoona, akupun tidak tau jawabannya. Aku hanya mengenal seorang im yoona sebagai gadis yang cukup popular di kampus ini. Semua orang mengenalnya bahkan banyak namja yang menyukainya. Aku pun mengenal dirinya karena banyak teman-temanku yang selalu mebicarakan dirinya, banyak pula yang ingin menjadikannya sebagai kekasih. Dan yah, walaupun ia baru memasuki tahun pertama di universitas, ku dengar ia sudah banyak menerima pernyataan cinta.

Tapi sama seperti ku, ia selalau menolak namja-namja itu, sehingga tersebar berita jika ia adalah seorang kekasih dari donghae sunbae. Senior yang sedang menyusun skripsinya saat ini. Berita itu tidak muncul begitu saja, itu karena mereka yang selalu terlihat bersama. Datang bersama, makan siang bersama, bahkan pulang bersama. Hal-hal itulah yang sering ku dengar dari orang-orang. Hahh… tak ku sangka aku mengetahui cukup banyak mengenainya.

.

.

.

.

.

.

Author pov

Saat ini oh sehun sedang menyamankan dirinya di bawah pohon rindang di belakang kampus. Tempat yang sangat nyaman untuk menenangkan diri. Posisinya yang berada di belakang kampus dan di tutupi oleh banyak pohon membuat tempat ini tidak di kunjungi oleh banyak orang yang lebih memilih menghabiskan waktu di taman kampus. Tapi karena itulah tempat ini menjadi favorite oh sehun karena suasananya yang sunyi namun sejuk.

Ia tertidur beralaskan kursi kayu panjang dan lengannya sebagai bantal. Di bawah pohon yang rindang, ntah sudah berapa lama oh sehun tertidur. Bahkan ia tidak sadar sedari tadi ada seorang gadis yang asik menatapnya dalam keheningan. gadis yang juga merangkap sebagai kekasih dari pria yang sedang tertidur pulas itu. Im yoona memandang oh sehun dalam keheningan, namun senyuman tidak luntur dari wajahnya.

Ia -yoona- tadi sedang berjalan ke arah gudang untuk mengambil beberapa peralatan tambahan untuk tim basket yang sedang latihan untuk turnamen. Saat berjalan Kearah gudang ia melihat seorang pria yang familiar sedang berjalan ke arah halaman belakang yang sepi. Karena penasaran ia mengikuti pria itu dan mengabaikan tujuan awalnya.

Ia melihat pria itu duduk termenung seperti sedang memikirkan hal yang berat dan setelahnya pria itu merebahkan diriku di atas kursi kayu. Saat itulah yoona mengenali pria itu sebagai kekasihnya, oh sehun. Melihat oh sehun memejamkan matanya beberapa saat, yoona memutuskan untuk menghampirinya dan melihat lebih dekat.

Keragu-raguan melingkupi hatinya, haruskah ia membangunkan oh sehun dan menyuruhnya kembali ke dalam kelas atau tidak. Setelah mengalami perdebatan yang lama dengan dirinya sendiri, akhirnya yoona memutuskan untuk semakin mendekat dan berjongkok untuk melihat wajah sehun lebih dekat. Dengan ragu-ragu ia meletakkan jari telunjukny di atas pipi pria yang sedang tertidur itu. Semakin lama jari telunjuknya berpindah menyusuri hidung mancungnya dan matanya yang tertutup dengan tenang. Tidak mendapatkan reaksi apapun dari orang di depannya, yoona memberanikan dirinya untuk meletakkan tangannya di atas bibir pria itu.

Sebelum akhirnya ia terkejut…

oh sehun pov

tak tau sudah berapa lama aku tertidur di sini hingga melupakan latihan ku. Sebelum aku membuka mataku, bisa kurasakan sesuatu menyentuh pipiku dan berakhhir di atas bibir ku. Karena penasaran, aku membuka matanya dan terkejut mendapatkan gadis yang baru saja menjadi kekasih ku. Walau terkejut sebentar namun aku bisa dengan mudah kembali menguasai ekspresiku kembali datar. Dapat ku lihat wajah gadis di hadapanku penuh dengan keterkejutan.

Melihatnya dengan jarak sedekat ini, membuatku menyadari gadis ini sangat cantik, seperti yang dikatakan oleh banyak orang. Lalu, tanpa ku sadari tiba-tiba saja aku ingin menciumnya. Bibirnya yang merah merona membuat ku tergoda untuk merasakannya. Aku dengan segera mendekatkan wajahku dengannya dan menahan tengkuknya. Tidak banyak yang terjadi, aku hanya menempelkan bibirku pada bibirnya, mengecupnya sekilas tanpa melumat. Aku bisa dengan mudah merasakan tubuhnya yang menegak kaku. Sama sepertinya aku sendiripun terkejut dengan yang baru saja ku lakukan.

Aku menjauhkan kepalaku dan mendudukkan diriku.

"kemarilah" melihatnya yang hanya berdiri mematung di sampingku, membuat ku tidak nyaman dan memintanya untuk duduk di sampingku. Mau bagaimana lagi, dia kan kekasihku sekarang, sudah semestinya aku memperlakukannya dengan baik

yoonA pov

belum selesai keterkejutanku karena ciuman mendadak dari sehun oppa, aku kembali terkejut mendengar suaranya yang menyuruhku untuk duduk di sebelahnya. Aku merasa seperti hidup di dalam dunia mimpi sejak kemarin. Laki-laki berhasil membuat ku tidak dapat mengontrol detak jantungku sendiri. Awalnya, aku tidak menaruh harapan yang besar bisa menjadi kekasih dari oh sehun. Aku hanya ingin menyampaikan perasaanku yang telah lama ku pendam tanpa mengharapkan balasan apapun darinya. Namun, bagaimanapun aku sangat senang bisa menjadi kekasih dari seorang oh sehun, sang pangeran kampus.

"duduklah di sebelahku, kau pasti lelah berdiri di sana" suara sehun oppa kembali tersedengar meminta ku untuk duduk di sebelahnya.

Aku bergerak pelan dan menyamankan diriku di sebelahnya. Pipi ku terasa sangat panas, sudah bisa di pastikan wajahku sudah sangat memerah karena malu saat ini.

Ku bisa merasakan sehun oppa yang melihat ke arahku, dan setelahnya ia berkata, "bagaimana kau bisa berada di sini? Ini bukan tempat yang sering di kunjungi."

Aku pun menceritakan tujuanku dan bagaimana aku bisa berakhir di sampingnnya saat ini.

"ohh.. apakah kau manager tim basket sehingga harus mengambil peralatan di gudang?"

"hm.. aku adalah manager tim basket yang baru, baru menjabat dua bulan yang lalu"

"aaa… begitu, yoona-ya, sejak kapan kau menyukaiku?"

DEG

Tidak ku duga sehun oppa akan menanyakan hal tersebut. Walau sebenarnya sudah sewajarnya ia mengetahui hal tersebut

"apa oppa benar-benar ingin tau?"

Sehun oppa menganggukkan kepalanya dan melihatku kearahku dengan pandangan serius.

"tapi aku tidak tau harus mulai darimana…"

"cukup katakan apa yang ingin kau katakan"

Aku menganggukkan kepalaku untuk meyakinkan diriku sendiri. Tanpa ku sadari bibirku terangkat ke atas tersenyum mengingat pertemuan pertama ku dengan sehun oppa.

" mungkin oppa sudah lupa, saat itu kau hari pertama aku masuk universitas. Aku sedang berdiri sendiri di tengah koridor mencari ruang kelas ku. Tiba-tiba saja seseorang menabrak pundakku dan setelah ia berlalu, ria itu menengokkan kepalanya ke hadapanku namun aku tidak memperhatikannya karena aku sudah terpesona oleh ketampanannya. Ya, sejak saat itulah aku menyukainya hingga saat ini."

"wow… jadi kau jatuh cinta pada pandangan pertama kepadaku, begitu?" aku menganggukkan kepalaku dan bisa ku rasakan pipiku terasa panas dan aku yakin sudah sangat memerah saat ini. Ntah apa yang telah ku lakukan mengapa aku bisa begitu mudah menceritakan hal ini kepadanya.

"baiklah, kirimkan alamatmu kepadaku, aku akan menjemputmu pukul lima sabtu ini. Kau pasti sudah memiliki nomorku kan?" sehun oppa berlalu pergi, namun sebelumnya ia sempat menusap kepalaku. Aaa… apa aku akan berkencan dengannya? Yaampun.. yaampun… bagaimana inii… aku senang sekali.

Author pov

Dengan wajah datarnya sehun kembali berjalan ke arah ruang latihan bandnya. Bagaimanapun ia harus latihan untuk pertunjukkan yang akan diadakan sebentar lagi.

"tidak buruk juga" ucapnya lirih dan kembali menengokkan kepalanya sebentar ke arah kekasihnya berada. Bisa ia lihat gadis itu menyentuh kepalanya, lalu tersenyum malu sembari memegang pipinya dengan kedua tangan.

Sepertinya pangeran kita sudah memutuskan untuk menjalani apa yang dimulainya kemarin. Saat ini ia sudah memiliki kekasih dan itu akibat perbuatannya sendiri yang tidak berpikir panjang, dan sekarang ia harus memperlakukan gadis itu dengan baik sebagai kekasihnya. Karena ia sudah pernah berjanji kepada dirinya sendiri bahwa ia akan memperlakukan setiap kekasihnya dengan baik, walaupun ia tidak memiliki perasaan apapun kepadanya.

.

.

.

"apa yang harus aku kenakan hari ini ya? Aku harus tampil cantik hari ini" bergelung di atas kasurlah yang sedang saat ini yoona lakukan. Ia tengah melihat-lihat gambar ootd di instagramnya. Seperti kebanyakan gadis yang bingung untuk berpenampilan seperti apa di hari pertama kencan, hal itu juga tengah di rasakannya. Tapi, bukannya mengobrak-abrik lemari pakaiannya, gadis ini malah sibuk bermain dengan handphonenya. Kadang ia membuka referensi style, namun ia lebih sering membuka linenya dan membaca kembali chatnya bersama sehun. Ckckck…

" aduh,aduh, aduh… bagaimana ini, apa yang harus aku kenakan? Sejam lagi sehun oppa pasti akan datang dan aku malah membuang waktuku seperti ini. Eommaaa apa yang harus lakukan?"

Tok tok tok tok tok tok bissorie

Talk talk talk talk talk talk

Mareul hamyeon

Tok tok tok tok tok tok

Daedaphaneun neo

Segera saja yoona mengangkat panggilan yang masuk ke handponenya dan tersenyum senang saat melihat nama "donghae oppa" di layar handphonenya.

" donghae oppa! A.. oppa, kebetulan sekali kau menelponku saat ini" seru yoona keras. Ia beranjak dari kasurnya dan berjalan ke lemari pakaiannya, melihat-lihat gaun yang dimilikinya.

" ada apa? Tumben sekali kau terdengar senang menerima panggilan telfon dariku"

"ya oppa.. aku memang selalu senang menerima panggilan darimu, walaupun aku lebih senang lagi jika itu sehun oppa. Oppa, apa yang harus aku kenakan? Aku akan pergi berkencan dengan sehun oppa sejam lagi. Sejam lagi oppaa namun aku belum tau ingin menggunakan pakaian yang mana, oppa bantu aku"

"apapun yang kau kenakan tidak menjadi masalah yoong, kau akan terlihat cantik memakai apapun juga"

"yang benar? Tumben sekali kau memujiku oppa. Biasanya kau selalu mengejekku" yoona mengeluarkan sebuah gaun yang tidak berlengan berwarna pastel yang dipenuhi oleh bunga-bunga. Ia mencocokkan gaun itu di tubuhnya dan tersenyum senang. "oppa, aku sudah menemukan pakaian yang akan ku kenakan. Oh iya, oppa ada apa kau menelfonkku?"

"ah tidak, tadinya aku ingin mengajakmu untuk menemaniku membeli buku tapi sepertinya aku lupa kau akan pergi dengan oh sehun sore ini"

"oppa mianhe, lain kali pasti aku akan menemanimu"

"baiklah. Kau segeralah bersiap-siap pasti oh sehun akan datang sebentar lagi, aku akan pergi membeli buku ku sekarang. Bye yoong"

"bye oppa"

"ah tidak, tadinya aku ingin mengajakmu untuk menemaniku membeli buku tapi sepertinya aku lupa kau akan pergi dengan oh sehun sore ini"

"oppa mianhe, lain kali pasti aku akan menemanimu"

"baiklah. Kau segeralah bersiap-siap pasti oh sehun akan datang sebentar lagi, aku akan pergi membeli buku ku sekarang. Bye yoong"

"bye oppa"

.

.

.

Author pov

Sungai han. Kesanalah seorang oh sehun sang pengeran kita mengajak kekasih barunya pergi berkencan. Jalan-jalan sore sambil menikmati pemandangan sungai han dan angin yang berhembus. Terlihat banyak pasangan yang juga sedang menikmati waktu bersama. Sepasang kekasih yang terlihat mesra, berjalan sambil berpegangan tangan, berpelukan, bahkan ada juga yang tidak tau malunya sedang berciuman mesra tanpa melihat keadaan sekitar, seperti dunia hanya milik berdua. Namun berbeda dengan pasangan yang satu ini, ntah mungkin karena seorang oh sehun yang dingin dan datar atau im yoona yang hanya bisa diam membisu, suasana sangat awkward di antara mereka. Mereka hanya berjalan dalam diam mengitari sungai tanpa ada satupun yang berniat untuk mengawali pembicaraan. Lelah berjalan tanpa tujuan yang jelas, mereka akhirya mengakhirinya dengan berhenti dan duduk di bangku yang disediakan.

"hari ini sangat panas, apa kau ingin makan es krim?" sehun segera berdiri dan berjalan kearah penjual es krim setelah mendapatkan anggukan persetujuan dari yoona.

Ya, musim panas seperti ini memang cocok jika di temani es krim. Sehun berjalan sambil melihat ponselnya dan tidak memperhatikan jalannya. Dan tiba-tiba saja seseorang menabraknya dengan sangat keras sampai membuat handphonenya terjatuh. Ia sudah akan ingin memarahi pelaku kejahatan yang menabraknya, tapi bukannya memarahi, ia malah diam memerhatikan seorang gadis yang sedang merapatkan keduanya tangannya di atas dadanya meminta maaf. Ya, seseorang yang menabraknya adalah seorang gadis yang sangat memesona. Wajahnya yang cantik dan rambutnya yang berkibar karena tiupan angin. Oh sehun hanya diam bahkan matanya pun tidak berkedip sama sekali. Sampai ia merasakan sebuah tepukan di lengannya. Dan akhirnya suara yang merdu masuk ke dalam gendang telinganya.

"hei, kau tidak apa-apa? Maafkan aku, aku tidak sengaja menabrakmu, aku benar-benar minta maaf" ucap gadis itu dengan cepat, seperti cepatnya kereta apa berjalan. Melihat tidak ada reaksi apapun dari seseorang di hadapannya gadis itu kembali nemepuk lengan pemuda itu dengan keras.

"ya! Kau mendengarku? Mengapa kau melamun? Kau tidak sedang terpesona denganku kan?"

"ah, ya! Kau sangat cerewet ya, kau seharusnya meminta maaf padaku bukannya berteriak padaku" akhirnya setelah sadar dari acara melamunnya, sehun membalas ucapan gadis itu dan menoyor kening gadis di hadapannya. Bisa ia rasakan kelembutan kulitnya walaupun hanya dari keningnya.

"hei, tuan muda aku sudah minta maaf padaku sedari tadi, tapi kau saja yang tidak mendengarkanku dan asik dengan lamunannmu sendiri. Hah… aku malas berurusan denganmu, banyak orang yang sedang menungguku, aku akan pergi sekarang" tidak perlu menunggu jawaban dari pemuda di depannya, gadis itu langsung pergi berlari dari hadapan oh sehun. Walau begitu, pandangan oh sehun tidak pernah lepas darinya. Ia melihat dari kejauhan gadis itu berlari ke arah anak-anak yang sedang bermain dan membagikan sesuatu yang ada di tangannya kepada semua anak-anak yang ada di sana. Terlihat keceriaan terpancar dari gadis itu, senyumnya yang indah merekah membuat jantung seorang oh sehun berdebar dengan sangat kencang. Menyadari hal itu, sehun meletakkan telapak tangannya di atas dadanya dan mereasakan sendiri detak jantungnya yang menggila

"ada apa denganku?"

tbc