Enjoy Guys!

"Dari tadi aku tidak melihat Itachi-sama. Kemana dia? Ada urusan OSIS yah? Tidak biasanya dia tidak member tahu kita lebih dulu," Keluh Kakuzu panjang lebar yang terlihat seperti mulai khawatir akan Uchiha Itachi, ketua genknya.

"Gak tau tuhh. . . Tapi setahu gue sih gak ada kumpulan OSIS atau semacamnya."

Ucar Sassori sambil memainkan boneka buatannya yang terbaru dan keren (Sassori anggota OSIS dan juga KM di kelasnya).

Tiba-tiba para Fans Girl teriak histeris. Dan terdengar suara yang tak asing lagi….

"Oe… "

Semua anggota Akatsuki memalingkan wajahnya ke arah datangnya suara itu.

Kakuzu dan anggota Akatsuki melihat Uchiha Itachi; ketua mereka, dikerumuni oleh para Fans Girlnya.

Namun Sang Uchiha prodigy selalu punya cara untuk menghindar dari ancaman para Fans Girlnya. Ia pun melancarkan serangan mautnya yaitu senyumannya yang sangat terkenal dan…Yes! Ia berhasil membuat semua Fans Girlnya menyingkir; karena pingsan.

Lalu Itachi melanjutkan jalannya dengan cool dan seolah malas. Ia menghampiri Ganknya. Mereka pun sudah tak kaget dan heran lagi dengan kejadian-kejadian seperti ini, malah.. yang ada mereka sudah muak dan bosan karena hampir setiap hari harus melihatnya.

"Apa itu boneka barumu, Sassori?"

Tanya Itachi sambil mengarahkan pandangannya ke arah tangan Sassori yang dengan santainya memainkan boneka baru buatannya.

Itachi sebenarnya tidak terlalu peduli namun ia pikir seharusnya ia lebih bisa memperhatikan anggota genknya agar kebersamaan diantara mereka tetap terjaga dan tidak ada pertentangan tentunya.

"Ah?"

Sassori kebingungan dengan pertanyaan yang Itachi lancarkan namun ia lebih memilih untuk menjawabnya karena walau bagaimanapun Itachi tetaplah ketua di Sassori mengalihkan pandangannya dari Itachi ke boneka di tangannya.

" Yeah. . Ne Itachi, sejak kapan kamu peduli."

Lebih terdengar seperti sebuah pernyataan daripada sebuah pertanyaan.

Itachi hanya tersenyum kecil lalu ia duduk di dekat Madara dan Deidara yang terlihat asyik mengobrol dengan memasang tampang mesum seperti Jiraya-Sensei.

Deidara dan Madara yang menyadari kehadiran Itachi langsung menengok dan menegurnya;

"Itachi-nii. . Kemana saja? Kenapa baru nongol? Kami semua mencari mu sejak tadi tahuuu! "

Seru Madara, adik sepupu Itachi dengan semangat Gai-sensei dan nada suaranya yang seperti anak kecil yang merengek pada kakaknya.

"Benar un, Itachi-sama kemana saja. . . ?" tegur Deidara yang sama penasarannya dengan Madara.

"Bukankah hari ini tidak ada kumpulan OSIS atau semacamnya. Lagipula, ini hari pertama masuk sekolah sehabis libur panjang. Jadi mana mungkin—"

Sassori tidak sempat menyelesaikan apa yang hendak ia katakana karena omongan Sassori terpotong.

"—Justru karena habis libur panjang, jadi banyak yang harus dikerjakan. Tidakkah kau mengerti." Sela Itachi dengan Jawabannya singkat, padat dan jelas juga datar seperti biasanya.

'Ia selalu terlihat tenang.' ucap Deidara dalam hati mengagumi sikap ketuanya itu.

'Uchiha prodigy memang selalu berpikir dengan cara yang berbeda.' pikir Sassori.

"Ahh. . Kau memang Uchiha sejati Itachi."

Komen Sassori sambil memandang ke arah Itachi dengan sebuah senyuman dan kekaguman terlihat jelas di raut wajahnya.

Itachi hanya membalas dengan mengernyitkan alisnya tanpa berkomentar apapun.

Sikapnya yang selalu tenang itu selalu menjadikannya sulit untuk ditebak, tidak ada yang tahu apa yang sedang dipikirkan oleh seorang Uchiha Itachi selain dirinya sendiri dan Tuhan.

Tiba-tiba semua mata tertuju pada Madara setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Sassori, mereka semua memikirkan hal yang sama. "Dan hanya kaulah yang berbeda diantara para Uchiha" Dengan serentak anggota Akatsuki melontarkan kata-kata yang berhasil membuat Madara naik darah dan akhirnya ia melempar Sassori dengan sebuah apel yang tengah ia makan.

"Sassori sialan! Sini kamu kalau berani!" Madara beranjak dari kursinya dan melotot pada sassori sampai-sampai matanya hampir keluar! (wqwqwq,cEyeeemmm).

Sassori pun dengan gampangnya menghindar dari lemparan Madara, biasanya ia akan menangkap buah itu lalu dengan baik hati mengembalikannya pada Madara dengan lemparan mautnya. Namun kali ini berbeda, karena buah itu telah dimakan oleh Madara hingga membuat Sassori jijik untuk memegangnya (Sassori tuh steril).

Suasana semakin kacau dengan hawa membunuh yang terdeteksi dari tubuh Madara dan Sassori.

Namun tiba-tiba suara Itachi yang terdengar marah, berhasil menghentikan mereka berdua.

"Hentikan!"ucapnya lantang.

Lalu ia beranjak dari duduknya dan berjalan hingga sampai tepat di depan buah apel yang dilemparkan Madara. Dengan lincahnya ia ambil buah apel itu tanpa membungkuk dan layaknya seperti bola, Itachi memainkanya dengan indah lalu di arahkan tepat sasaran! Yupz, pada Madara yang terlihat masih kesal.

"Jika kau sudah selesai dengan itu. Maka buanglah ke tempatnya. Jangan mengotori tempat ini." Ucapnya datar namun mematikan.

Dengan itu Madara langsung pergi meninggalkan Kantin dan entah kemana sambil membawa sebuah apel bekas di tangannya.

Itachi dengan santainya duduk kembali di samping Deidara. Dan Sassori kembali duduk tenang tanpa expresi di wajahnya. Seolah semua itu tidak pernah terjadi.

Untuk mencairkan suasana, akhirnya Deidara memulai pembicaraan dengan Kakuzu dan bersikap seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa.

"Kakuzu un, menurut mu diantara mereka siapa yang paling sexy?"

Dan dengan semangat Jiraya-Sensei juga cengiran kecilnya sambil mengamati anak kelas 10 yang sedang bercanda di depan kelas mereka, Kakuzu langsung mengamati ke arah Deidara menunjuk.

Ia amati dengan keras dan serus.

"Kurasa yang berambut merah dan pendek itu, kelihatannya dia adalah wanita yang pintar berhemat!" Jawabnya dengan bangga dan PD.

' Aku yakin gadis itu pasti pintar mengatur keuangan, buktinya dia tidak boros!' pikir Kakuzu.

'Huh? Dia berpikir begitu karena hanya wanita itu yang terlihat tidak sedang memakan apapun. . Dasar otak pelit!' maki Deidara dalam hati.

"Ah… Bertanya padamu tak ada gunanya!" tegas Deidara yang sudah muak dengan jawaban yang selalu diberikan oleh Kakuzu.

"Menurutku, yang paling sexy itu cewek yang rambutnya diikat dua seperti gadis china," Seru Hidan.

Deidara pun mengalihkan padangannya pada Itachi, tanpa menghiraukan pendapat Hidan. Tiba-tiba ia bertanya, "Oe…Itachi un, menurutmu siapa?"

Mendengar ada yang menanyakan pendapat Itachi, menyebabkan seluruh anggota Akatsuki yang lain menoleh dan mengalihkan pandangannya pada Itachi.

Itachi yang sedang menikmati makan siangnya dengan sepotong roti dan jus pun menoleh.

"Ah. . ?"

Hanya itu yang keluar dari bibir sexy Sang Uchiha Itachi yang menyebabkan semua anggota Akatsuki hampir jatuh dari kursi mereka karena kecewa mendengarnya.

'Ternyata terkadang Uchiha bisa bodoh juga ya…' pikir Deidara sambil cengir.

"Maksudku, menurutmu. . Di antara mereka siapa yang paling se—em—cantik? Atau menawan mungkin,"

Deidara mengulangi pertanyaannya sambil mengarahkan pandangan ke aras kelas 10 dan sekalian merepisi pertanyaannya karena Itachi bukanlah Jiraya-Sensei ataupun Hidan dan dirinya sendiri.

Itachi adalah seorang Uchiha yang tidak pernah berpikiran mesum (!)

"Oh. . " Jawab Itachi sambil mengalihkan pandangannya ke arah kelas yang Deidara tunjukan.

Matanya terus mencari-cari sesosok wanita cantik, namun tak sekalipun ia menemukannya.

Sampai pandangannya jatuh pada seorang gadis yang sedang memunguti bola basket dari lapangan, yang masih mengenakan pakaian olah raganya. Sepertinya gadis itu sedang menjadi korban untuk melakukan piket lapangan setelah olah membikin Itachi syok dan kaget!

"Gadis ituu…"

Gumam Sang Uchiha Itachi dengan expresi serius dan sedikit kaget yang berhasil membuat semua anggota Akatsuki menoleh dan beruha mencari sosok gadis yang berhasil membuat seorang Itachi, sang ketua Akatsuki, Gank paling keren se-sekolah, seorang prodigy Uchiha yang smart, ganteng, Ketua OSIS, dan tak pernah memiliki expresi di wajahnya yang juga tidak pernah mempedulikan soal gadis, kini memiliki expresi di wajahnya karena melihat sesosok gadis.

Kenapa Itachi sampai terkejut? Apakah dia mengenalnya? Lalu gadis seperti apakah dia. . Hingga berhasil mendapatkan perhatian sang Uchiha prodigy?

TBC…

Author Note: Ma'f yAc Nevin telat update cuz Nevin byk p'R sekolah.. Nevin kn skarang klz 9 jadi blajar xtra! Nevin ada sedikit kendala… (ceEee'iLeuu…Nevin cUrhaDz) skaLi lg Nevin mta maf!

To Hyuuga Felix; Sebelumnya makasih banged yc kak dah mo review! Hatur Nuhun…! Anggota Akatsuki emang sengaja Nevin buat sdikit, cuz sisa yang lainnya tuh dah kuliah n mereka memutuskan kuliah di luar negeri, jadi mereka gx ada di cerita ini.. tp,gx nutup kmungkinand wad mreka untuk hadir kembali di crita ini,cuz itu tergantung para reader…Hehee ,oyac kak..qlo typo itu apa? Maaf Nevin gx ngerti..maklum katrox,,tunggu chapter berikutnya yaw! ^_^

To amumu-chan; Hallo jg kak,salam knal…! Qu pgl z aqUu Nevin.. naq baru ^_^ dan trimakachih atas review'y.. Maksud Nevin pke huruf tebal byar lbih gampang di baca,jadi kn ketauand.. di mana aja letak percakapan di FanFic'nya… maaf kalo hasil'y mengecewakan, Nevin akan coba untuk perbaiki.. dan maaf tentang huruf-huruf kapital, Nevin dh brusaha untuk sebaik mungkin tp mgkn dha yg terlewat jd gx pke hurup kapital… Heheee,


Smoga kali inich,Lbih bagus dan ada peningkatan!

Sankyuuuu….,! ^_^

Nevin: "Hi guys..! I hope it`s better now. Please review"

Please Review….,!

I'll be waiting…!

`I do it all in one night, because tomorrow is my Exam…! Sankyuuuuu…!`