Judul: Putri Penyembuh.
Rate: M (for lime )
Pairing: SasuSaku, Slight NejiSaku,GaaSaku,SaiSaku, ItaSaku.
Genre : Fantasi, romance, comedy,lime
Chap 2-Pertemuan pertama Pangeran Kirin
Sasuke terdesak, sekitar 10 orang prajurit dengan baju besinya menyudutkan dirinya, membuat lingkaran dan mengarahkan ujung tombak ke arah Sasuke yang terjebak di dalamnya. Ia tak bisa berkutik, bergerak sedikit saja, ujung tombak itu bisa melayang menembus tubuhnya.
Ini diluar akal sehatnya, kini hidupnya tergantung pada gadis tetangga bocah berusia 13tahun, meski kini gadis itu menjelma menjadi gadis remaja yang cantik. Tunggu! Oh, tak kusangka Sasuke sekarang menganggap Sakura yang berpenampilan remaja seusianya cantik.
Ia menatap sang gadis tajam, mengisyaratkan untuk membantunya lepas dari kepungan prajurit berbaju besi itu. Sakura yang ditatap hanya mengerjapkan matanya, sepertinya ia tak paham maksud dari tatapan pemuda raven itu. Ia malah memiringkan kepalanya bingung.
Sasuke menggeram tertahan, menepuk jidatnya frustasi, ia lupa jika gadis tetangganya itu memang sedikit telmi. Atau bisa dibilang gadis polos yang masih bertingkah layaknya anak kecil dan tidak terlalu paham dengan bahasa isyarat. Sasuke sibuk dengan pemikirannya, memutar otaknya yang cerdas mencari jalan keluar sendiri.
"Baiklah Sakura - hime kita kembali ke istana, sebentar lagi pangeran Uchiha Itachi dari kerajaan Kirin akan datang berkunjung, dan anda harus memyambutnya" Ucap wanita blonde kuncir pony tail.
Sakura menatap Sasuke, "Lalu bagaimana dengan Sasuke - nii? " tanyanya polos.
Wanita blonde itu menganga, sebelah dahinya terangkat keatas, ia tak salah dengarkan?sang putri memanggil Sasuke dengan suffix 'nii', bukannya ia selalu memakai suffix 'kun'?
Apakah sang putri sedang demam saat ini? Ia menempelkan punggung tangannya ke jidat lebar sang putri. Mengecek suhu badannya.
'Tidak panas' batinnya.
"Sasuke san akan dimasukkan ke penjara bawah tanah karena dia hampir melecehkan Sakura -hime " Jelasnya.
Sakura terbelalak tak percaya mendengar penuturan wanita blonde, ia tak setuju bila Sasuke dipisahkan olehnya.
"TIDAK BOLEH!" jawabnya tegas.
Sakura berjalan menghampiri Sasuke yang sedang dikepung itu, tanpa rasa takut melewati para perajurit berbaju besi dengan tombak tajam ditangannya. Ia langsung memeluk erat, dan menenggelamkan wajah pemuda raven itu didadanya. Membuat sang pemuda tersentak kaget menerima perlakuan sang gadis.
Wajahnya merona merah, bahkan sangat merah seperti tomat kesukaannya. Bayangkan saja sang gadis yang memeluk dirinya itu, hanya menggunakan selembar kain untuk menutupi tubuhnya tanpa pakaian dalam. Hei, apakah sang gadis lupa akan keadaannya kini?
Apalagi sekarang wajahnya berada di tengah-tengah dada sang gadis. Sampai ia bisa merasakan dua buah tonjolan yang sudah tumbuh besar itu menyenggol kulit wajahnya. Sasuke tak bisa berlama-lama dalam keadaan seperti ini.
Sreett
Ia melepaskan pelukan sang gadis. Menghirup udara sebanyak-banyaknya guna menghilangkan hawa panas yang menerpa tubuh dan perasaannya. Ia juga seorang pria bukan? Mana tahan jika disuguhkan pemandangan yang menggoda dirinya.
Ia menatap sang gadis, ia baru sadar kain yang dipakainya hanya menutupi tubuh sang gadis sampai sebatas paha, membungkuk sedikit saja bisa mengexpos bokong sang gadis, Sasuke mendecih, melepaskan baju atasannya dan langsung dipakaikan pada sang gadis.
Lalu menjadikan kainnya sebagai rok, menutupi bagian tubuh bawah sang gadis sampai ujung kaki. Wanita blonde yang sejak tadi memperhatikan mereka berdua, sampai tersipu dibuatnya. Ia tak menyangka Sasuke sangat perhatian terhadap sang Sakura.
"Aku tak akan pergi kalau tidak bersama Sasuke-nii, Ino - san!"
Sakura menatap tajam wanita yang dipanggil Ino itu. Sedangkan Sasuke terkejut, karena tetangganya itu tau nama wanita blonde di hadapannya.
"Baiklah, kami tak akan mengirimnya ke penjara bawah tanah. Kita harus bergegas, sebentar lagi Itachi - sama akan datang"
Sakura tersenyum, mengenggam tangan Sasuke. Membuat pemuda raven itu mengalihkan pandangannya karena malu, tapi kini Sasuke pun memperat genggamannya, mulai sekarang ia harus melindungi sang gadis. Selalu bersamanya, dan mencari cara agar mereka berdua bisa kembali pulang kedunianya. Akhirnya mereka berjalan saling berpegang tangan.
.
.
.
-000-
.
.
"Sakura - hime kenapa berhenti berjalan?"
Sebuah pertanyaan yang terlontar dari mulut wanita blonde melihat sang putri dan Sasuke berhenti melangkah dengan ekspresi terkejut melihat pemandangan menakjubkan di hadapannya. Sekitar kurang lebih 100 m dari tempat mereka berdiri, terpampang jelas berdirinya sebuah Istana kokoh yang menjulang tinggi membelah langit.
"Sasuke - nii, sepertinya kita benar-benar berada di dalam dongeng putri penyembuh, di Tokyo tak akan ada Istana" Gumamnya pelan, matanya tak berkedip sedikitpun.
"Hn" hanya jawaban absurd yang keluar dari mulut di tanya bagaimana keadaan hatinya. Tentu saja detak jantungnya tak beraturan, membayangkan nasibnya setelah ini.
Di benaknya terlintas beberapa gambaran dirinya yang tertimpa kesialan, bagaimanapun juga kini ia berperan sebagai Sasuke, seorang pemuda yang mempunyai kutukan 'Kematian' di kisah putri penyembuh. Sepertinya ia harus menyediakan perisai untuk menangkis serangan keempat pangeran yang akan menyerangnya mati-matian kelak.
Sebuah senyuman mengembang dari bibir Sakura, "Ne, Sasuke - nii berarti aku punya kekuatan 'Penyembuh' kan. Bisa menghidupkan hewan yang sudah mati?"
Sasuke menoleh menatap sang gadis, baru saja ia ingin menjawab seorang memotongnya...
"Tentu saja, bukan hanya bisa menghidupkan hewan yang sudah mati, Sakura -hime juga bisa menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang yang sudah mati dan menyuburkan ladang yang kering, lalu bisa juga membuat bunga yang layu menjadi mekar kembali" Jelas Ino terperinci. "Nah, sebaiknya kita cepat sedikit. Aku takut kita tak sempat menyambut Itachi - sama"
Sakura tersenyum lebar, ia mengangguk melanjutkan perjalanan yang sempat terhenti. Ia terlihat begitu bersemangat sampai sedikit menyeret Sasuke saat berjalan.
Sasuke hanya bisa mendesah pelan, ia tau tetangganya itu sejak dulu selalu memimpikan mempunyai kekuatan 'Penyembuh' sama seperti sang putri di dalam dogeng kesukaannya.
Dan akhirnya ini menjadi kenyataan, sialnya lagi dia pun ikut terlibat di dalamnya menjadi tokoh Sasuke pemuda yang mempunyai kutukan 'Kematian'. kalau bisa menangis dia sudah menangis darah saat ini, tapi tak mungkin bukan! Itu bukan Uchiha sekali.
"Hei,cepat sedikit Itachi - sama dan pasukannya sudah sampai di pintu gerbang Istana"
"Apakah, Sakura- hime sudah siap?"
"Beliau sedang didandani oleh Ino - san didalam"
"Baiklah, aku akan sampaikan kepada Jiraiya - sama."
Terdengar suara riuh di luar ruangan. Terlihat banyak dayang Istana berlarian kesana kemari guna menyiapkan perlengkapan pesta. Di depan ruangan juga terdapat dua orang pengawal yang menjaga pintu ruang ganti sang putri.
Sasuke, Sakura dan Ino berada didalamnya, mereka sedang mempersiapkan diri berganti pakaian. Sasuke yang sudah berganti pakaian dengan kimono biru dongker sewarna dengan warna rambutnya dengan motif segilima ditengahnya terdapat tiga titik tomoe, membuat dirinya terlihat mempesona dan elegan.
Sedangkan Sakura yang saat ini sedang di dandani Ino dengan Kimono pink dengan motif perpaduan bunga mawar dan bunga sakura. Ia jadi semakin terlihat cantik dan bercahaya. Sasuke yang sejak tadi berdiri dibalik jendela, mengawasi keadaan di luar ruangan, tersentak kaget ketika mendengar teriakan Ino.
"Waahh, cantiknya... tak heran 4 pangeran kerajaan mau menjadikan Sakura -hime sebagai permaisurinya...fufufu" Puji Ino.
Sasuke pun dibuat mematung melihat perubahan Sakura yang drastis ini, 'Cantik' gumamnya pelan tanpa sadar apa yang diucapkannya. Deg... jantungnya tiba-tiba berdetak tak karuan, tubuhnya memanas, perutnya seperti dikocok-kocok seperti ada sesuatu yang ingin keluar dari dalam.
Selama 8 tahun mengenal Sakura kini entah mengapa ada perasaan berbeda dibenaknya. Ini tak seperti dirinya, baru kali ini dia rasakan. Lihat saja, pemuda raven itu tak berkedip sama sekali melihat sang gadis yang sedang bersenda gurau dengan wanita blonde itu. Sesekali sang gadis tertawa renyah dan memutar-mutarkan badannya, pemuda raven itu tak sadar jika ia pun ikut menyunggingkan senyum tipis diwajahnya.
"Baiklah, ayo kita pergi ke ruang pesta" Ucap Ino menyadarkan lamunan Sasuke. Kini wajah pemuda raven itu berubah serius.
.
.
.
"Selamat datang di istanaku pangeran Kirin" Sambut sang Raja seraya membungkukkan badannya.
"Hn, tak usah sungkan Jiraiya - sama, panggil saja 'Itachi'." Ucapnya seraya memberikan salam hormat.
"Oh, baiklah Itachi - kun, mari silahkan duduk"
"Hn, terimakasih" ia tersenyum, namun manik Onyxnya sejak tadi tak berhenti mencari sosok gadis bersurai soft pink sang putri di kerajaan ini.
Karena tujuan utama ia kesini adalah untuk meminang sang putri kerajaan Konoha menjadi permaisuri di kerajaannya.
"Sebentar lagi anak itu pasti datang, bersabarlah Itachi - kun" Ucap sang Ratu frontal seraya menepuk pundak sang pemuda raven sepunggung itu. "Ah, lebih baik kita minum saja dulu, aku sudah menyediakan sake terenak di kerajaan Konoha" Ajaknya.
Itachi hanya tersenyum tipis, menganggukan kepalanya. Lalu ikut duduk di salah satu kursi yang khusus disediakan untuknya. Tak beberapa lama kemudian, sosok yang ditunggu -tunggu akhirnya datang.
"SAKURA-HIME DATANG"
Seorang prajurit istana berteriak memberitau kepada semua penghuni ruangan pesta, jika sang putri sudah tiba. Semua dayang dan prajurit serentak berdiri disisi kanan dan kiri memberi jalan kepada sang putri. Dengan anggunnya Sakura berjalan perlahan memasuki ruangan pesta itu. Itachi yang melihat sang putri tiba, langsung melangkah mendekat.
"Sakura - hime" Panggilnya ketika berdiri dihadapannya.
Emerald dan Onyx bertemu. Bibir sang gadis tertarik keatas menyunggingkan sebuah senyuman. Lalu menghambur memeluk pemuda raven panjang sepunggung itu. Membuat sang pemuda memekik kaget dibuatnya.
"Itachi - nii, kau juga ada disini? Senangnya " Ucap Sakura dengan polosnya.
Itachi merasa bingung dengan sikap aneh sang putri, tumben sekali Sakura langsung menghambur memeluknya?Biasanya ia selalu cuek dan menghindarinya setiap kali berkunjung.
Apalagi sang putri memanggilnya dengan suffix 'nii'? Berbagai macam pertanyaan terlintas di benaknya, namun sepertinya untuk sekarang ia kesampingkan dulu. Karena ini adalah peristiwa langka baginya, Itachi mempererat pelukannnya. Meresapi wangi cherry yang menguar dari tubuh sang gadis.
Tak sengaja pandangannya bertemu dengan pemuda raven yang berdiri tepat di belakang sang putri. Pandangan yang sulit diartikan terpancar di kedua bola mata pemuda itu. Onyx dan Onyx saling bertemu.
Sang putri melepaskan pelukannya lalu melangkah mendekati pemuda raven dibelakangnya. di depan mata Itachi, Sakura melingkarkan tangannya di lengan kekar Sasuke, bergelayut manja padanya.
"Ne, Sasuke - nii, lihat ternyata Itachi -nii juga ada disini. Hehe"
"Hn"
Sasuke tertawa kaku, ia tau jika pemuda raven sepunggung dihadapannya ini bukanlah kakak kandungnya, ia adalah pangeran Kerajaan Kirin. Tubuhnya tiba-tiba meremang. Ia merasakan pandangan menusuk dari pemuda didepannya, Sasuke menoleh, benar saja, Itachi menatapnya dengan tatapan marah, aura membunuh terpancar dari tubuhnya.
'Kami sama dia benar-benar mirip baka Aniki ketika marah' Batinnya.
"Hn, SASUKE" Ucapnya sarkastis penuh penekanan.
Sasuke hanya bisa menelan ludahnya berkali-kali, 'Sepertinya perang sudah dimulai' ucapnya dalam hati.
.
.
.
TBC
