Disclaimer: Naruto (c) Masashi Kishimoto
.
.
-Bullshit-
(Omong Kosong)
.
.
2
08 Mei 2007
Sakura POV
Air mata ku tak sanggup lagi untuk ku bendung, perasaan sabar ku kini telah lenyap berganti dengan perasaan sakit, kecewa, benci, lelah, bingung semua itu bercampur aduk dikepalaku.
Aku sungguh tak kuat lagi berpura-pura untuk tegar. Aku mengeratkan pelukkan ku pada Karin, sungguh sekarang aku hanya membutuhkan ketenangan.
Karin mencoba menenangkan ku dengan kata-kata nya yang cukup untuk menguatkan hatiku. "Kau tahu, aku sebentar lagi akan menjadi seorang ibu-" Karin mengangguk setuju, aku dapat merasakan gerakkan dagunya diatas kepalaku.
"Apa salah ku? Aku selalu mencoba menjadi istri yang baik dan selalu memenuhi segala kebutuhannya, aku bahkan sama sekali tak pernah mengeluh apapun padanya."
"Kau benar," ucap Karin lembut, ia mengelus rambutku, "kau tak pernah mengeluh tentang apapun, kau selalu mengerjakan hal dengan baik. Tapi sekarang dia berhasil membuat mu mengeluh."
Tangisku semakin deras. "Aku bahkan selalu menyiapkan air hangat untuknya mandi, selalu memasak-masakkan yang ia suka, dan selalu menyambutnya saat ia pulang. Dan kini kami akan segera memiliki anak-" aku sesegukkan, "ia bahkan belum tahu apapun tentang hal ini dan menyelingkuhiku. Aku tahu, mungkin aku memang membosankan."
Aku melepaskan pelukkan ku, menatap nanar Karin meminta persetujuan darinya, ia menggeleng.
"Itu tidak benar, ia hanya tak pernah merasa cukup dengan apa yang ia miliki sayang. Kau tak boleh berpikir seperti itu." Ia bersikap layaknya seorang ibu, yang mencoba menenangkan anaknya. Ia selalu memberiku rasa nyaman, dan aku merasa aman didekatnya. Aku benar-benar bersyukur pada tuhan akan hal ini, paling tidak ia telah memberikan ku seorang Kakak yang luar biasa dan sangat menyayangiku, membuatku tak membutuhkan lagi sosok seorang ibu, karena ia sudah seperti ibuku sendiri. Terimakasih tuhan.
Karin memegang kedua sisi wajahku, "kau harus menjelaskan hal ini pada Sasuke, aku akan selalu mendukung segala keputusanmu." Ia benar-benar luar biasa.
Aku mengangguk. "Aku akan menemui Sasuke dan mengatakan hal ini padanya." Karin mengangguk, aku melihat kesedihan terpancar dari matanya.
Aku memeluk Karin sekali lagi, sebelum memutuskan untuk berpamitan.
Aku langsung keluar dari apartementnya. Karin tinggal bersama suaminya Suigetsu dan anak laki-lakinya yang manis Mitsuki, namun Suigetsu sedang tak berada dirumah karena ada urusan bisnis yang harus ia tangani dan Mitsuki ia masih berada disekolahnya.
Aku menuju ketempat parkir, lalu masuk kedalam mobilku. Aku melajukan mobil ku keluar dari area apartement, menuju ke perusahaan yang dikelola oleh Sasuke. Aku melajukan mobilku, aku sungguh tak sabar ingin mengatakan hal ini padanya.
Aku takkan memintanya menceraikanku karena aku tak ingin anak ku nanti hidup tanpa seorang Ayah. Aku benci mengatakan ini, tapi aku akan merestui hubungannya dengan selingkuhannya agar mereka segera menikah saja.
Aku sudah mengetahui hubungan mereka sejak 5 bulan yang lalu, dan aku benci mereka selalu bermain dibelakang ku. Dan selama itu aku tetap menjalankan kewajiban ku sebagai istri yang baik seperti biasa tanpa membuatnya curiga sedikitpun. Tapi seperti nya hal itu tak cukup. Ia menginginkan sesuatu yang lebih.
Aku semakin melajukan mobilku. Mataku membulat saat ku tersadar rambu lalu lintas kini sudah berganti warna menjadi merah. Aku mencoba mengerem mobil ku mendadak, dan berhasil. Kecelakaan lalu lintas tak terjadi.
Tapi hal itu takkan menghindari orang lain akan melakukan kesalahan yang sama. Sebuah Truk melaju kencang dibelakangku.
BRakKKKk!
End Sakura POV
BRakKKKk!
Truk pengangkut barang menabrak mobil hitam Sakura dengan kencang, berhasil memecahkan kaca mobil Sakura. Mobil Sakura terdorong kedepan, sebuah mobil mewah berwarna merah menyala melaju dari arah kiri dan menghantam mobil Sakura dengan kecepatan tinggi, membuat mobil Sakura terguling.
Tabrakan beruntun terjadi, orang-orang berteriak histeris. Sebagiannya orang langsung menghubungi pihak rumah sakit. Pria-pria dewasa yang berada ditempat kejadian, membantu menyelamatkan korban-korban kecelakaan keluar dari dalam mobil.
Tak berapa lama bunyi sirine mobil ambulans terdengar. Semua orang mendesah lega. Para petugas yang bertanggung jawab keluar membawa korban-korban masuk kedalam mobil.
Beberapa orang bubar setelah polisi datang untuk menangani tempat kejadian. Beberapa saksi mata yang bersangkutan ditanyai.
Sasuke POV
Dering ponsel menghentikan aktivitasku, hari ini aku benar-benar melelahkan. Aku menengok melihat ponselku yang berada diatas meja untuk mengetahui siapa yang berani mengganggu disaat seperti ini.
Sakura. Aku mendesah, aku merasa enggan untuk menjawab panggilan dari Sakura, apa yang ia inginkan lagi.
Aku mencoba untuk mengabaikannya saja, tapi ponsel ku terus berbunyi. Dan aku muak sekarang.
Dengan gerakkan cepat aku meraih ponselku, berdehem untuk menetralisir kan perasaan jengkelku. "Halo?" ucapku, aku mendengar suara keributan disana. Aku menaikkan alis ku bingung ada suara sirine disana. Apa yang dilakukan Sakura.
"Halo," balasnya, tunggu dulu ini suara pria, "apakah ini kerabatnya nyonya Uchiha?" tanyanya, apa yang sedang terjadi, ini membuatku semakin bingung.
"Aku suaminya-" Jawab ku cepat, "apa yang sedang terjadi?" tanyaku khawatir, aku sungguh-sungguh khawatir sekarang.
"Aku turut berduka tuan, istri anda mengalami kecelakaan." Jelasnya, jantungku berdetak cepat, keringat dingin mulai memandikan tubuhku.
"Sakura di mana ia sekarang?"
"Di rumah sakit Konoha."
"Baiklah, terimakasih." Aku langsung mengambil jas ku lalu kunci mobilku. Aku berlari keluar dari ruanganku.
Sekreketaris ku mencoba menghentikan langkahku. "Sebentar lagi akan ada meeting tuan Uchiha." Ia memperingatiku.
Aku menutup mataku, mengusap wajahku kasar.
"Apa yang sedang terjadi Tuan?" tanya nya penasaran.
"Istri ku berada dirumah sakit sekarang, tolong batalkan semua janji dan jadwalku hari ini. Katakan pada mereka aku mempunyai urusan mendadak, dan ganti ke jadwal berikutnya." Ia mengangguk mengerti, ia tak mencoba untuk bertanya lagi karena ia tahu aku takkan menjawab lebih lanjut pertanyaannya.
Sungguh jalanan sangat macet, ditengah perjalanan aku melihat sebuah mobil hitam dalam posisi terbalik dan hancur, dan sebuah mobil merah yang kini depan nya rusak parah, lalu aku mengalihkan pandanganku kearah lain, dan aku penglihatan ku menemukan Truk yang ku asumsikan biang dari kecelakaan ini.
Aku kembali mengarahkan pandanganku ke mobil hitam, bukankah itu mobil Sakura. Aku benar-benar mengenalnya, aku hafal nomor platnya. Ya tuhan.
Bagaimana keadaan Sakura sekarang.
Aku memutuskan tak turun, untuk mengamati tempat kejadian lebih lanjut, aku jauh lebih mengkhawatirkan Sakura. Dan melajutkan perjalanan ku menuju rumah sakit tempat dimana Sakura berada.
Aku memarkirkan mobilku, lalu keluar. Berlari cepat kedalam, aku menuju ketempat resepsionis, untuk menanyakan korban kecelakaan lalu lintas hari ini, ia menunjukkan tempatnya.
Aku berlari menuju UGD, dan menemukan Sakura terbaring lemah dengan luka disekujur tubuhnya dari balik kaca. Ia masih tak sadarkan diri.
Seorang dokter keluar, ia menatapku sejenak. Ia terlihat jauh lebih muda dari ku. Ia berjalan kearahku. "Apa kau kerabatnya nyonya Uchiha?" sudah dua orang hari ini, menanyakan hal yang sama padaku.
"Aku suaminya" Dan dua kali pula aku harus menjelaskan statusku.
Ia tersenyum. "Mari keruanganku, aku akan menjelaskan beberapa hal tentang istri anda." Aku mengangguk lalu mengikutinya dari belakang.
Kami masuk kedalam dan ia mempersilahkan ku untuk duduk didepannya. "Aku harap tuan bisa bersabar dan tabah saat aku mengatakan hal ini." Aku mengangguk mencoba untuk menerima kemungkinan terburuk yang akan terjadi.
"Bayi anda tak dapat diselamatkan, istri anda mengalami keguguran dan pendarahan serius. Anehnya tak ada cidera seperti patah tulang, ini sangat jarang terjadi. Ia hanya mendapatkan luka-luka kecil akibat pecahan kaca dan gesekkan dari alat keras lainnya." Perasaan lega menghampiriku.
Tapi, sebentar..
Mataku membulat tak percaya, Sakura keguguran? Oh tuhan apa yang sedang terjadi.
"Istriku Hamil?"
Ia mengernyit bingung dengan pertanyaanku."Ya, istri anda hamil dan sudah memasukki 2 bulan lebih." Tuhan dosa apa yang sudah ku perbuat.
Aku pasti sedang dihukum.
Tbc
Waktunya balas review^^
fuyukiameyuri : Sama kok, tapi beda char nya..
AmmaAyden : Terimakasih, sudah menunggu ^^
hanazono yuri : Tetap tunggu chap berikutnya yah..
Jamurlumutan434 : Sebenarnya mau word nya lebih panjang, tapi entah kenapa setiap chap aku cuman bisa 1k.. Wkwkwk.. Sipp, tapi nggak janji cepat yah..
sofi asat : Chap ini sudah mulai menjelaskan penyebabnya, chap berikutnya bakal lebih mendalam ke permasalahan..
hayaaeeh : Wahh ^^
Bininya siwon : Terimakasih, akan usahakan supaya tidak mengecewakan ^^
Terimakasih untuk pembaca^^ jangan lupa beri aku kritik dan saran yang membangun yah..
Salam hangat, Lolipop Cherry
