Pernahkah kamu berpikir
Apa arti mimpimu?
Pernahkah kamu bertanya
Apa maksud mimpimu?
Ramalan masa depan?
Wujud dari perasaanmu?
Hal yang kamu impikan?
_____-w-_____
Eyeshield 21
By: Yusuke Murata & Inagaki Riichiro
Nightmare chapter 2
A Man Who Bring The Gun
By: Fami-chan
WARNING: GAJE, LEBAY, ANEH, ABAL, MAKSUD, GARING MAX, DON'T WANT TO READ? DON'T READ IT!
_____-w-_____
"Sena.. Sena.. Sena..!", Monta membangunkan Sena yang tertidur di bus-ya iyalah, diculik tengah malem.
"Mmm..ada apa Monta?", kata Sena sambil mengulet.
"Kak Hiruma suruh kita siap-siap, sebentar lagi sampai"
"Ekh?! Sebentar lagi?!", muka Sena langsung pucat lagi.
"Kenapa sih Sena? Sejak kemarin kamu paranoid terus?"
"Ah, nggak apa-apa kok", Senapun bangun dan bersiap-siap.
Setelah melewati terowongan panjang, bus yang disetiri oleh Musashi itupun sampai ditempat tujuan, tempat yang sama persis dengan latar di mimpi Sena.
"Kenapa Sena? Ayo turun!", kata Monta yang melihat Sena berdiri kaku di daun pintu(?) bus.
"I..iya!".
Merekapun check-in di penginapan tua yang masih tradisional. Sena sekamar dengan Monta, Yukimitsu dan Taki.
Lalu mereka berkumpul di lapangan di depan penginapan tersebut atas perintah Hiruma.
"Teri-teri sialan! Kuberi kalian waktu bebas 10 menit! Lalu setelah itu langsung latihan mati-matian sampai 5 hari kedepan!"
Sena yang khawatir setengah mati, antara benar tidaknya mimpinya itu, iapun memberanikan diri. "Kak..kak Hiruma! Aku mau kita latihan sekarang juga!", membuat yang lain keheranan.
"Kekeke, bagus cebol sialan! Sekarang lari semuanya lari keliling lapangan 100 kali!", Hiruma memainkan senjatanya.
"APAAAAAAAAA?!", semuanya histeris.
"Ahhh, bukan itu maksudku...", Sena jadi minder sendiri,"maksudku latihan ringan dahulu..".
_____-w-_____
Akhirnya berakhir pada sore hari yang indah, namun membawa kengerian. Meski begitu, satu hari telah dilewati Sena dengan lancar.
"Mukyaaa! Akhirnya latihan hari ini selesai!", Monta melempar tubuhnya ke kasur tidurnya.
"Yang begini bakal berlangsung selama 5 hari..yah, setidaknya tidak separah death march", Yukimitsu menyiapkan baju untuk mandi.
"A ha ha! Yang segini sih aku bisa tahan sampai setahun!", kata Taki sambil muter-muter(?).
"Anu, maaf. Aku membuat kalian tidak bisa bebas meski 10 menit", ucap Sena ragu-ragu.
"Ahh, tidak apa-apa deh Sena! Lumayan buat pemanasan kan!", Montapun menghiburnya,"tapi kau harus jelaskan pada kami kenapa kau begitu takut akan trip neraka ini!".
"Aduuh. Aku..", Sena minder lagi.
"Sudahlah! Tidak apa-apa!"
Akhirnya, Sena menceritakan mimpinya.
Muka Monta langsung berubah 100% mirip monyet nahan pipis(?).
Yukimitsu dahinya makin lebar(?).
Taki memeluk kakinya(?).
Suasana kamar itu begitu sunyi, lebih sunyi daripada kuburan di gurun Sahara. Setelah Sena menceritakan mimpinya, tak ada yang berani bicara. Sampai tiba-tiba ada suara yang tak dikenal..
"Anu.."
"GYAAAAAAA.....!!!!", Semuanya langsung lari kebirit-birit ke kamar mandi buat berlindung, takut dibunuh.
"I,ishimaru?!", kata Yukimitsu setelah melihatnya dengan tampang tak bersalah.
"Ya ampun, bikin kaget saja. Sejak kapan ada disini?"
"Sejak kita selesai latihan..", wajahnya innocent lagi.
Semuanya saling diam, merasa bersalah. Tak ada yang sadar kalau Ishimaru sekamar dengan mereka. Lagi-lagi suasana sunyi.
GREEEK!
"Gyaaaaa!!", semuanya lari kebirit-birit lagi, kali ini disertai Ishimaru.
"Maaf, membuat kaget ya", ternyata yang membuka pintu kamar mereka tiba-tiba adalah pelayan hotel. "Ini, ada teh".
"...terima kasih, bu", Sena menerima baki teh itu.
"Anu..boleh aku bertanya?", kata Monta.
"Silahkan..tanya apa?", jawab ibu paruh baya itu dengan lembut.
"Apakah di daerah ini pernah terjadi sesuatu? Maksudku..sesuatu yang tragis?",Monta ternyata bertanya seputar mimpi Sena.
"Monta! Kau ini bicara apa sih?", Sena tidak mau terjadi salah paham.
Ibu itu terdiam sejenak. Lalu ia angkat bicara.
"Dulu..30 tahu yang lalu kota Y dan kota X berselisih, sampai terjadi perang. Desa S ini mendukung penuh kota Y. Desa kami menyumbang banyak relawan untuk menjadi tentara buat kota Y, maka dibangunlah bimbingan untuk para relawan agar jadi tentara yang 'matang'", ibu itu bercerita panjang lebar.
"Lalu? Sekarang dimana tempat bimbingan itu?", tanya Yukimitsu.
"Simpan pertanyaanmu buat akhir cerita, nak", kata ibu itu. "Ada dua orang relawan kebanggaan desa kami, namanya Wataru dan Tomoya. Mereka bersahabat erat. Disaat mereka sedang latihan ditempat bimbingan itu, datanglah relawan baru yang juga orang baru didesa ini, bernama Okina. Tanpa sepengatahuan semua orang didesa ini, ternyata Okina adalah mata-mata kota X, untuk menyerbu dan menghancurkan tempat bimbingan relawan tersebut..".
"Maaf, apa Okina juga bersahabat dengan Wataru dan Tomoya?", Monta bertanya dengan polosnya.
"Iya..ikuti saja jalan ceritanya", kata ibu itu lalu melanjutkan ceritanya,"lalu, disuatu sore, saat dimana cuma Wataru,Tomoya, dan Okina yang masih latihan, sedangkan yang lain sudah pulang. Wataru dan Tomoya tanpa sengaja mengetahui kalau Okina adalah mata-mata kota X, lalu dia dengan sadisnya membunuh Wataru, namun Tomoya melindunginya sehingga Tomoyalah yang terbunuh, Wataru berhasil melarikan diri-tentunya dengan hati yang sangat hancur".
"Ku..kurang ajar..",Sena mulai menghayati cerita.
"Lalu dengan peristiwa Okina ketahuan itulah, kota X menyerbu desa kami secara besar-besaran, Wataru dan Okina berkelahi satu lawan satu. Disatu sisi, Wataru yang membalas dendam atas kematian Tomoya, disisi lain Okina ingin mendominasi kotanya. Pemenangnya adalah Wataru, namun karena luka parahnya, Wataru meninggal dengan pistol yang tergenggam ditangannya. Tapi, ternyata, Okina yang tewas dihadapan Wataru ternyata masih bisa diselamatkan. Dan sejak saat itu, kami yakin Wataru masih ada disini, dia tak bisa toleran terhadap yang namanya 'pendatang baru', dikarenakan masih dendam dengan Okina yang belum terbunuh olehnya dan ia mencoba membunuh semua pendatang baru mungkin karena ia hanya tidak mau peristiwa yang sama terulang. Setiap wisatawan, orang baru, pasti berakhir dengan naas disini. Lalu dukun desa kami menyarankan agar Wataru di'tahan' dikarenakan hanya membawa masalah saja jika terus didunia. Maka gerbang bimbingan relawan tersebut dikunci dengan gembok suci(halah) dan desa kami pun damai"
"Hiks..menyedihkan sekali..", Taki mengelap air matanya.
"Iya..padahal ia hanya mau melindungi desanya tapi malah dianggap pengganggu..huhuhu", Yukimitsu menghapus air matanya.
"Kurang ajar max! Kalau aku jadi Wataru-san mungkin bakal aku bunuh si baka-Okina!", Monta berapi-api sendiri.
"Lalu..kenapa aku bermimpi kami semua terbunuh disini?", tanya Sena.
"Benarkah? Jujur, sekarang aku juga tidak menjamin keselamatan kalian disini..", kata ibu itu tiba-tiba.
"Maksudnya?"
"Setelah itu tempat bimbingan menjadi tempat latihan militer, namun semua prajurit dan seisinya tewas karena kecelakaan bom yang disimpan disana meledak. Dan sampai sekarang, tempat itu tak berpenghuni"
"Jadi..saat diubah jadi latihan militer, gembok suci dibuka?", tanya Monta.
"Benar. Dan sampai sekarang, cuma kalian pendatang baru yang mampir kesini"
"HIIIIIII!!!!"
_____-w-_____
Kenapa aku dianggap pengganggu?
Temanku, meski kami sudah terpisah dengan jasad kami
Namun kami tetap tak bisa bertemu..kenapa?
Didalam hati ini sudah tertancap sebuah janji yang terkunci permanen dengan yang namanya balas dendam
Untuk bertemu dengannya, cuma bisa menghilangkan balas dendam, caranya hanya melampiaskannya..
Namun, aku tak bisa. Tidak bisa. Aku tidak bisa lepas dari yang namanya perasaan iba..
Tolong..tolong aku!
Atau kau akan mengalami peristiwa paling mengerikan
_____-w-_____
Sena sentak bangun dengan keringat bercucuran.
Tadi itu..apa?
To-Be-Continued
_____-w-_____
Seiring berjalannya chapter..sepertinya genrenya mulai melenceng ya?
Huhuhuhuhuhu...
Ya sudahlah, apa mau dikata..
BTW, maaf kota-kotanya sama desanya nggak kukasih tahu(bilang aja kalau emang ga tau mau tulis apa)
Fami-chan mau minta tolong, author sekalian maunya endingnya happy ending atau sad ending ya?
REVIEW PLEASE
