Chap 2

Hari keberangkatan siswa-siswi sudah tiba, siap-tidak siap semua yang telah terpilih harus pergi ke Love Senior High School. Mereka dikirim dari sekolah masing-masing menggunakan bus yang telah disediakan oleh pihak sekolah.

Banyak dari mereka yang menangis dan berteriak tidak ingin bersekolah di LSHS, namun seperti yang dikatakan oleh kage konoha "bagi yang menolak akan dikirim ke luar Negara bersama orang tuanya" itu sama saja dengan pengusurin dari Negara sendiri. Itu jelas hal yang sangat buruk. Bukan tanpa alasan setiap orang takut dengan sanksi itu. Bagi seseorang yang telah diusir dari negeri sendiri dipastikan tidak akan bisa hidup dengan baik di Negara lain. Hal ini disebabkan anggapan bahwa mereka adalah seorang pembangkang Negara dan akhirnya dibuang.

Di dalam bus setiap orang hanya diam saja terkecuali pada salah satu bus yang bertuliskan SHS. Bangku belakang terdapat tiga orang yang berbisik-bisik. Tak disangka usaha mereka selama seminggu ternyata jadi bahan pertimbangan guru-guru untuk memberikan nilai yang cukup tinggi. Itu terbukti dari skor yang mereka dapatkan sebagai urutan tiga teratas dari seluruh murid Star High School.

"Ino-chan bagaimana sekolah baru kita ya?" Tanya sakura pelan.

"Aku tidak tau sakura. Apa aku terlihat seperti seseorang yang sudah pernah melihatnya?" Tanya ino dan sakura hanya menggelengkan kepalanya.

Benar. Tak sembarang orang yang dapat masuk ke LSHS dikarenakan pengawasan yang sangat ketat. Ini dilakukan untuk melindungi murid-murid dari musuh-musuh ke lima Negara. Disekolah ini banyak sekali murid-murid yang merupakan orang terkenal maupun seorang penerus keturunan besar seperti klan hyuuga. Maka tidak heran jika ada seseorang yang tidak tau tentang keadaan LSHS kecuali para orang tua murid yang berkunjung tiga bulan sekali dan para alumni LSHS.

Mendengar pertanyaan sakura, tenten pun menanggapi "Aku pernah dengar bahwa sekolah itu sangat besar dan mewah. Namun aku juga tidak tau sebesar apa dan seluas apa sebenarnya lokasi LSHS."

Jawaban tenten membuat mereka membayangkan tempat seperti apa yang akan mereka tempati selama tiga tahun nantinya. Setelah itu mereka terdiam dengan pikirannya masing-masing sampai tanpa disadari mereka sudah sampai di parkiran LSHS. Dan benar saja tempat itu lebih luas dibandingkan dengan sekolah mereka.

Mereka pun dibawa ke sebuah aula -tempat yang SANGAT LUAS- di tengah ruangan dan di empat sudutnya tertera nama salah satu Negara. Tenyata sudah banyak murid yang berkumpul dan diperkirakan sekitar tiga ratus orang siswa dan guru yang mengajar sekitar seratus orang lebih –jumlah terbanyak dalam sejarah siswa LSHS.

Guru gay selaku guru Pembina SHS membawa kami ke tempat yang bertuliskan Konohagakure yang telah dipenuhi oleh para siswa-siswi. Setiap orang saling berbicara dan memandang rendah setiap murid dari Negara lain sehingga menyebabkan suasana canggung dan bising. Dapat dilihat, belum apa-apa semua siswa sudah menunjukkan sikap tak bersahabat.

"sakura-chan sepertinya kita datang paling akhir" kata tenten yang berdiri di samping kanannya sedari tadi. Sakura yang mendengar hanya mengangguk.

Namun ino hanya memandang sekitar menikmati pemandangan yang jarang dilihatnya, "Sakura-chan, tenten-chan lihat! Banyak sekali murid tahun ini dan beberapa juga tampan'' kata ino penuh semangat. Melihat tingkah ino mereka hanya tersenyum malu.

"Anak-anak karena bus terakhir dari konoha sudah sampai. Sensei akan membagi buku peraturan sekolah. Dan untuk hari ini dan besok semua murid akan tidur di aula ini sampai guru-guru menentukan penempatan kamar kalian di dalam asrama.'' Selesai memberi penjelasan kurenai-sensei bertanya "apa ada yang kurang jelas?"

"s-sensei… a-apakah te-tempat tidur tak akan dipisah?" seorang gadis mengangkat tangan dan bertanya. Gadis itu sangat cantik dengan mata berwarna ungu pudar tanpa pupil dan rambut indigo yang tergerai lurus. Wajahnya tampak memerah saat mengajukan pertanyaan. Dan jelas saja itu membuat semua orang terkagum-kagum dengan kecantikan gadis itu.

"Tidak. Saat akan tidur pria dan wanita akan dipisah." kata kurenai senpai.

"seorang hyuga." Kata tenten berbisik kepada ino dan sakura. "dia maniskan?" Tanya tenten lagi dan disetujui oleh ino dan sakura.

"Sensei. Tadi menyatakan untuk sementara kami tidur di ruangan yang disediakan berarti asrama kami tidak di dalam sekolahkan? Jadi dimana asrama yang akan kami tempati nanti? Dan fasilitas apa yang akan kami gunakan untuk kesekolah?" Tanya seorang laki-laki berambut coklat dengan bentuk nanas sambil menguap.

"Benar. Asrama kalian diluar sekolah. Tapi tenang saja kalian dapat menuju sekolah memakai sepeda atau bus yang telah disediakan" selesai mendengar penjelasan, semua murid hanya menggangguk. "Apakah kamu dari sekolah Nara high school?" tanya kurenai sensei yang merasa tabjuk dengan pertanyaan itu.

"ya" jawab pria itu singkat sambil menguap.

Namun semua orang memandang sinis padanya dan ada juga yang tersenyum melihatnya dan jelas itu hanya para gadis.

"Ino-chan, tenten-chan… bukankah itu sekolah yang siswa-siswinya paling berprestasi di konoha?" tanya sakura.

"ya." jawab keduanya serempak.

'bagaimana ini, jika aku tak bisa mendapatkan peringkat di sekolah ini.' Pikir sakura dengan wajah khawatir. Dan tentu saja kedua sahabatnya itu tau apa yang menjadi kekhawatiran sakura. Sambil merangkul sakura, tenten dan ino berkata "kamu pasti bisa sakura. Kamukan kebanggaan star high school dan tsunade-sama…" dan perkataan itu dibalas senyuman oleh sakura.

Setelah mendengar seluruh penjelasan, mereka akhirnya diperbolehkan untuk berkeliling dan kembali satu jam lagi.

Terdapat dua orang pria berambut coklat berbentuk nanas dan seorang lagi berambut kuning yang asyik duduk melihat kerumunan orang-orang yang sedang berlalu-lalang. Pria itu adalah teman sejak lama karena tempat tinggal yang bertetangga dan hubungan kedua orang tua mereka yang sangat baik.

"Shikamaru. Kamu tau siapa anak yang bertanya sebelummu?" pria berambut kuning yang seperti durian bertanya tapi pria yang ditanya hanya membaringkan badannya bersandar dan mencari posisi nyaman untuk tertidur. "Ayolah Shikamaru jawab pertanyaanku dan setelah itu kamu boleh tidur" kata yang berambut kuning sambil menggoyang badan shikamaru.

"ahh… aku tidak tau siapa namanya naruto. Tapi setahuku dia dari klan hyuuga. Kamu kan bisa tau dari mata mereka" Mendengar itu Naruto malah semakin penasaran dan ingin bertanya lagi tapi shikamaru sudah tidur. Dia pun memutuskan untuk pergi berkeliling.

Di saat dia berjalan dan tidak memperhatikan orang yang berjalan di depannya, akhirnya menghasilkan tabrakan yang cukup keras. Hingga orang yang ditabraknya jatuh terduduk.

BRUKK..

"ittai…" terdengar suara yang sangat pelan namun masih terdengar jelas oleh naruto.

"maaf-kan aku… Aku tak memperhatikan dengan baik saat berjalan" katanya sambil membungkuk dan kemudian mengulurkan tangan dengan senyum khas seorang uzumaki naruto.

Saat gadis itu menerima uluran tangan naruto dan berdiri, barulah naruto tau siapa yang ditabraknya. 'ya ampun… gadis ini cantik sekali dari dekat. Kami-sama terima kasih karena aku dapat menabraknya' namun kemudian suara yang sangat lembut membangunkan lamunan naruto.

"i-iya. A-aku juga salah k-karna tidak memperhatikan sen-pai di depanku." Kata anak indigo itu sambil menunduk.

Merasa terperangkap dengan pesona gadis itu, naruto hanya bisa terdiam sambil menatap gadis yang sekarang menunduk itu. Kemudian mereka saling terdiam hingga terdengar suara yang memanggil.

"Hinata." Gadis itu menoleh. "Segera kemari." Kata seorang laki-laki yang tak jauh dari mereka dan dengan jelas terlihat mata yang sama dengan gadis yang dipanggil. Gadis itu hanya mengangguk dan segera pergi meninggalkan naruto yang tetap terdiam.

"Hyuuga Hinata ya… Nama yang cantik." Guman naruto pelan dan kembali ke tempatnya lagi. "akan kuceritakan pada shikamaru"

Saat shikamaru sedang tertidur dengan pulas sambil bersandar pada tembok, tiba-tiba tak sengaja ada kaki yang menyenggol kakinya keras. Merasa terganggu dengan orang yang menyenggol atau lebih tepatnya menendang kakinya membuatnya terpaksa terbangun.

"hei!" kata seorang gadis bercebol empat.

"eh?" kata shikamaru.

"hei! Bangun." Katanya lagi dan menendang kaki shikamaru dengan keras.

"menyebalkan. Apa mau mu?" kata shikamaru sambil menghembuskan cari kelingkingnya.

"Segera pindah ketempat lain. Kamu mengganggu banyak orang yang berlalu lalang." Kata gadis itu.

"Dasar menyebalkan. Tempat seluas ini, haruskah kamu melewati tempatku yang jelas-jelas ini adalah tempat siswa konoha." Kata shikamaru malas.

"apa!" terlihat empat siku di kepalanya

"sudahlah temari-chan biarkan saja dia seperti itu. Lagian ini memang tempat siswa konoha." kata salah satu temannya.

"Karna dia tidur di sini, aku hampir terjatuh matsuri-chan…" katanya menahan amarah.

"Kau dengar itu lebih baik kamu pergi segera dari sini dan dengarkan kata temanmu itu. Dasar menyebalkan." Kata shikamaru sambil kembali menutup matanya, seolah tak memperhatikan perkataan gadis itu yang hampir jatuh karena ulahnya yang tidur di sembarang tempat.

Amarah gadis bercebol empat yang ternyata bernama temari itu sudah sampai ke ubun-ubun. Namun dia tidak lagi dapat membalas perkataan laki-laki dihadapannya karena temannya terus saja menarik tangannya. Akhirnya untuk meredakan amarahnya temari pun menginjak kaki shikamaru sekuat tenaga. Dan terdengar suara kesakitan dari pria itu.

"rasakan itu!" kata temari begitu saja tanpa mendengar kata-kata yang dilontarkan laki-laki yang kakinya diinjak olehnya –shikamaru- dan menarik matsuri yang kaget dengan tingkah temari yang biasanya tenang tapi hari ini sangat pemarah.

Kemudian datang naruto dengan wajah berseri-seri namun berubah bingung melihat raut wajah shikamaru.

"ada apa dengan mu?" kata naruto.

"menyebalkan" hanya kata itu lah yang keluar dari mulut shikamaru yang malah membuatnya semakin bingung.

"eh?"

"sudahlah" kata shikamaru dan kembali tidur.

Awalnya naruto ingin menceritakan pertemuannya dengan gadis indigo tadi yang sudah diketahui siapa namanya. Tapi ketika melihat shikamaru yang kembali tidur membuatnya mengurungkan niatnya.