Because I'm Namja

Or

NAN NAMJA GEODEUN

.

.

Cast

Cho Kyuhyun as Cho Kyuhyun

Shim Changmin as Max Changmin

Kim Jongwoon as Kim Yesung

Park Jiyeon as Park Jiyeon

And Others.

(Other Cast Tebak Sendiri :p)

Pair :

Yeyeon! Changkyu? KyuMin? KyuSung! YeKyu? Omo! Or, ChanSung? :o

Rating : T

Genre : Romance, Humor, Hurt/Comfort

Disclaimer : Semua character milik diri mereka sendiri dan Tuhan YME. Author hanya sekedar meminjam nama. Kalau ada kesamaan alur cerita, mohon maaf karena cerita ini memang terinspirasi dari beberapa cerita. Juga, cerita ini terinspirasi dari lagu 'Only Tears – Infinite' dan 'Hate U, Love U – Super Junior'. Dilarang keras membash character. Gomawo :)

Warning! : Yaoi! (akhirnya buat FF yaoi juga ._.v), Typo bertebaran! Penggunaan bahasa tidak sesuai dengan EYD! Gaje! Cerita pasaran! Aneh! OOC! Beserta kekurangan lainnya yang membuat Fanfiction ini jauh dari kata sempurna.

Oh ya, baca sampai akhir ne? Mian kalau nyesek, author juga nyesek TT_TT

.

.

.

_Nan Namja Geodeun_

Bagian 2

.

.

.

Setelah memastikan namja itu keluar dari toilet tersebut, ia melangkahkan kakinya. Ia menatap potongan-potongan mobilephone yang hancur akibat menghantam lantai yang tak jauh dari posisinya. Perlahan, ia lalu berjongkok dan memungut potongan-potongan itu satu persatu. Segaris senyuman pedih melintas di bibirnya.

"Kau terlalu mencintai dan mendewakannya, eoh? Cho Kyuhyun?"

.

_Nan Namja Geodeun_

.

Ctak.. ctak..

Manik caramel Kyuhyun bergerak-gerak liar mengikuti animasi bergerak yang ada di layar komputer tersebut. Sedangkan tangannya bermain lincah, tangan kiri di keyboard dan tangan lainnya di mouse. Selain suara keyboard yang di tekan dengan penuh semangat itu, tak ada lagi suara yang menghiasi di ruangan tersebut.

Hal yang aneh bukan? Padahal beberapa saat yang lalu ruangan itu heboh dengan berbagai teriakan, bahkan orang-orang yang melewati ruang santai yang memang sengaja di buat Sooman di kantor SM Entertaiment itu terheran-heran. Jangankan orang-orang, Changmin pun bingung menatap keheningan temannya yang juga menyandang predikat 'Evil Maknae' itu.

"Argh!"

Kyuhyun berteriak frustasi. Namja itu menghempaskan punggungnya ke sandaran kursi dan memejamkan matanya. Rasa frustasi yang menggerogoti seluruh tubuhnya, dari ujung ibu jari kaki hingga ujung rambutnya, meledak-ledak tak karuan. Bahkan perasaan itu semakin membuat dadanya sesak tak karuan.

"Gwenchanayo? Sejak kembali dari toilet tadi mukamu berlipat-lipat seperti itu." Changmin yang baru tiba, segera menghempaskan tubuhnya ke atas sofa yang terletak di belakang Kyuhyun. Yang ditanya hanya mengangguk pelan sedangkan matanya tetap terpejam. Suara desahan kembali terdengar dari bibir Kyuhyun sedari namja berambut ikal itu membuka matanya.

"Aku pergi dulu, Min." Ia lalu berjalan mendekati meja yang terletak di depan Changmin dan meraih sebuah benda kecil bewarna hitam. "Kau tidak ada jadwal sore ini?" tanya Changmin. Kyuhyun menggeleng, "Ani. Malahan sebenarnya aku tak ada jadwal sama sekali hari ini." Changmin mengangkat sebelah alis matanya, "Lalu kau kenapa datang ke kantor hari ini?"

'Karena aku ingin bertemu dengannya,'

Perkataan itu tentu saja dikatakan Kyuhyun di dalam hatinya. "Aku hanya bosan mendekam di apartemen seharian. Makanya aku ke sini." Sahutnya tanpa memperhatikan perubahan air muka Changmin. Ia tahu, bukan itu alasan sebenarnya. Ia sangat tahu, tapi namja itu lebih memilih diam dan tak bersuara.

"Nah, aku pergi dulu, Min! Annyeong!"

"Ne, annyeong. Hati-hati!" Changmin melambaikan tangannya. Setelah punggung Kyuhyun benar-benar menghilang dari pandangannya, barulah namja itu menurunkan tangannya. "Aku tahu Kyu, aku sangat tahu." Bisiknya, bermonolog pada dirinya sendiri. ".. dan aku juga mengerti perasaanmu, karena aku juga merasakannya saat ini.."

.

_Nan Namja Geodeun_

.

"Oppa! Gwenchanayo? Aku sudah mendengar kabar itu dari Manager ku." Jiyeon menatap Yesung yang baru saja keluar dari mobilnya. Yesung mengangguk, "Ne. Nan gwenchanayo. Kajja, lebih baik kita tidak mengobrol di sini." Ia lalu membukakan pintu untuk yeoja itu dan segera berlari ke pintu di sisi lain setelah memastikan Jiyeon duduk dengan nyaman.

.

_Nan Namja Geodeun_

.

Yesung menyesap minumannya. Ia lalu menegapkan tubuhnya dan menatap yeoja di hadapannya dengan lembut, "Jadi, Ryeji Noona memutuskan untuk mengadakan press-confrence itu besok?" yang ditanya mengangguk. "Ne. Kira-kira begitulah yang dibilang Ryeji Eonnie padaku tadi, tapi aku tak tahu bagaimana dengan keputusan Donjoo Oppa. Bisa saja mereka memutuskan untuk mengadakan press-confrence terpisah." Jiyeon berceloteh panjang lebar.

"Itu tidak mungkin, Jiyeon Chagi.. rumor ini menyangkut aku dan kau. Dan sebagai namjachingu yang bertanggung jawab, aku akan terus berada di sampingmu sampai berita ini mereda." Sedari tersenyum jail, Yesung meraih tangan mungil Jiyeon yang terletak di atas meja tersebut. Namja itu lalu tersenyum, "Kau tahu? Mereka itu, para wartawan itu, sangat menyeramkan kala mengejar 'mangsa'nya." Jiyeon tergelak, "Ne ne, aku tahu. Haha." Ia membalas genggaman tangan Yesung.

"Dan kau tahu, Oppa?" Yesung menaikkan alisnya. "Apa?" tangan Jiyeon yang tadinya bebas, kini turut menggenggam tangan Yesung. "Semua orang di dunia ini tak seberuntung aku. Tak seberuntung aku yang mendapati cintamu seutuhnya," ujar Jiyeon bahagia.

Tubuh Yesung mendadak tegang. Entah mengapa, fikiran namja itu beralih ke orang lain. Orang selain Jiyeon. Nama orang yang selalu melayang-layang di fikirannya, melayang bagai menghantuinya. Dan setitik keinginan tertanam dalam hatinya, keinginan dan harapan kalau saja yang memanggilnya dengan penuh sayang itu adalah Kyuhyun. Kyuhyun. Yah, nama itulah yang menghantuinya. Tapi lagi, fikiran itu hancur diikuti dengan sebuah fakta menyakitkan yang harus diterima Yesung : 'Kyuhyun itu normal, sedangkan aku tidak.'

Senyuman miris hinggap di bibir Yesung. Bahkan kini hatinya semakin kelabu mengingat fakta itu. "Hyung!" Tersentak, Yesung segera mendaratkan pandangannya kembali ke wajah di hadapannya.
"Wae, Kyu?"

Jiyeon menarik tangannya perlahan dari tangan Yesung yang masih menggenggamnya. "Ternyata, aku belum memiliki cintamu seutuhnya, ne Oppa?" Yesung tersadar, dengan cepat ia segera menarik kembali tangan yeoja itu. "Mianhada, jeongmal mianhada.." matanya menatap manik bening milik Jiyeon. "Bertahanlah, jebal. Aku membutuhkanmu untuk melupakannya, melupakan perasaan ini.. jebal,"

Hening, tak ada jawaban yang keluar dari bibir mungil Jiyeon. Yeoja itu balas menatap Yesung. "Baiklah. Aku akan bertahan. Maka dari itu, kau juga harus berusaha melupakannya, Oppa." Yesung tersenyum, "Ne. Aku akan mencoba. Gomawoyo, Jiyeon.."

Untuk apa kau berusaha melupakannya kalau kau sudah tahu bahwa dia adalah satu-satunya?

.

_Nan Namja Geodeun_

.

-Kyuhyun POV-

Kalut.

Itulah yang kurasakan saat ini. Entahlah, walau sudah berkali-kali kurasakan hal yang sama, mungkin ini yang terparah. Dadaku sejak tadi siang terasa sesak. Amat-amat sesak..

Perlahan, jemariku menyusuri foto yang terdapat di figura tersebut. Dan manik mataku menjalar ke figura lainnya. Masih dengan objek yang sama dan kesempurnaan yang sama. Dan figura satu lagi. Dan yang lainnya. Ah, ada banyak potret dirinya, baik yang aku ambil diam-diam atau yang kudapat dari orang lain. Andai kalian tahu betapa sempurnanya objek yang ada di figura-figura ini. Dan andai saja kau tahu.. Hyung..

Sebut aku terobsesi dengannya, dengan Yesung Hyung. Ya, aku sangat sangat terobsesi akan dirinya. Tapi tidak sebegitu terobsesi sampai menghalalkan semua cara untuk mendapatinya. Tidak. Kalian pasti akan tahu sebesar apa rasa obsesi ku itu dengan melihat figura-figura yang tertempel di salah satu dinding kamarku ini. Dinding itu dipenuhi belasan, mungkin puluhan fotonya.

Kim Yesung. Sosok luar biasa sempurna yang tak kukira akan memasuki ruang lingkup kehidupanku. Sosok yang melebihi keindahan manapun. Bahkan di awal pertemuan kami enam tahun yang lalu, aku sudah merasakan sesuatu yang berbeda. Sesuatu yang.. sulit untukku jelaskan.

[Flashback]

Dengan bermodal nekat dan suara yang belum cukup stabil, aku yang pada saat ini masih berumur tujuh belas tahun, pergi menuju Seoul seorang diri. Kabur dari rumah? Kira-kira begitu. Bukannya aku berniat untuk membangkang pada Appa dan Eomma ku, aku hanya ingin mengejar cita-citaku, menjadi seorang penyanyi. Apa itu salah? Menurutku tidak. Dan nanti, kalau aku sudah sukses aku akan mengunjungi mereka dan membuktikan pada Appa dan Eomma bahwa menjadi penyanyi itu bisa mensukseskanku, walau tidak menjadi pengusaha.

Dan di sinilah diriku saat ini, terlunta-lunta di tengah jalan karena sama sekali tak mengetahui arah jalan. Dengan tersauk-sauk, kulangkahkan kakiku di tepi jalan. Kehidupan di Seoul dan di kampung halamanku pada malam hari jelas saja berbeda. Walau sudah tengah malam seperti ini, kota tetap saja ditemani dengan keramaian.

Aku tetap melangkah, menguatkan diri agar tidak terjatuh saat itu juga dikarenakan perutku yang belum diisi sejak tadi pagi. Dengan limbung, kakiku terus menyeretku tak tentu arah, membuatku tak terlalu memerhatikan keadaan sekitar.

Ckkiit!

"Ya, apa kau mau mencoba untuk bunuh diri?!" aku menatap orang yang keluar dari audi silver itu. Belum sempat aku mengatakan barah sepatah katapun, tubuhku mendadak kebas dan kegelapan menghampiriku.

.

_Nan Namja Geodeun_

.

"Jadi kau datang ke sini untuk menjadi penyanyi?" aku mengangguk. Yesung Hyung, orang yang telah berbaik hati menolongku dan kalian pasti mengenalnya karena dia seorang penyanyi terkenal, menatapku yang sedang menyantap ramen yang dibuatkannya untukku tadi. "Dan modalmu apa?" tanyanya tajam. Keberanianku sedikit surut, orang mana yang berani menjawab pertanyaan seperti itu jika diajukan oleh seorang penyanyi profesional? "Hanya suaraku," cicitku pelan. Yesung Hyung mendesah, "Sudah kuduga.." ia lalu beranjak dari ruang makan dan menuju ke kamarnya.

Tak lama kemudian ia kembali dan ia duduk di hadapanku, "Ini," ia lalu menyerahkan sehelai kertas padaku. Kutatap sesaat kertas itu dan lalu meletakkan sendok dan sumpit yang masih ada di genggaman tanganku ke atas mangkok. "Manajemenku dua hari lagi mengadakan audisi. Kalau kau mau, kau bisa ikut itu." Jelas Yesung Hyung. Aku membaca isi kertas itu. SM Entertaiment.

Well, boleh dicoba. Baiklah, aku akan mengikuti audisi ini.

"Gomawoyo, Hyung! Ini sangat berarti bagiku." Yesung Hyung tersenyum, "Ne, cheonma." Aku kembali membaca isi kertas yang diberikannya tadi. "Ah iya Kyu, apa orangtuamu mengetahui ini?" aku menengadahkan kepalaku dan menatap Yesung Hyung. "Ani, mereka tak mengizinkanku."

Yesung Hyung tak menjawab, ia menatapku sesaat dan lalu berucap, "Aku mengerti. Nah, sekarang kau lebih baik fokus pada audisi ini, ne? Masalah-masalah lain biar aku yang urus, aku janji. Mulai saat ini kau adalah namdongsaengku. Arra?" aku mengangguk, "Nee, arrachi! Gomawo, Hyuung ~"

.

_Nan Namja Geodeun_

.

Dua hari kemudian, aku mengikuti audisi tersebut dan lolos. Dan selama dua tahun, aku mengikuti pelatihan. Yah pelatihanku ini lebih cepat dari pada trainee yang lain karena, menurut Yesung Hyung dan beberapa pelatih lainnya, aku ini berbakat.

Selama dua tahun itu pulalah Yesung Hyung menepati janjinya. Dia mengurus semua masalahku, terutama meyakinkan orangtuaku agar memperbolehkanku masuk ke dalam dunia tarik suara. Dan dia berhasil. Entah bagaimana caranya, aku tak tahu. Yang jelas, Yesung Hyung berhasil membujuk baik Eomma maupun Appa ku. Dan mereka sangat menyukai Hyung ku itu.

Dan sejak dia berhasil menemukan apartmen kosong tepat di samping apartmennya untukku, aku mulai merasakan sesuatu yang berbeda. Aku mulai merubah cara pandangku terhadapnya. Kalau pada awalnya aku memandangnya dengan kagum sebagai seorang Hyung, perlahan rasa kagum itu berubah. Aku mulai memandangnya sebagai.. pasangan.

Bilang aku gila. Namun itulah kenyataannya. Memang akupun pada awalnya tak menerima kenyataan bahwa aku gay. Tapi, hati nuraniku seolah berkata, setiap cinta itu sama sucinya. Dan aku mulai menerimanya. Kalian heran kenapa aku bisa mendapati julukan 'Evil Maknae'? itu di sebabkan oleh keusilan dan kejahilanku. Aku sengaja melakukan itu agar Yesung Hyung memerhatikanku, dan yap! Sudah menjadi rutinitasnya setiap malam untuk menceramahiku, dan itu membuatku senang.

[End of Flashback]

Tapi, satu fakta menyakitkan harus kutelan bulat-bulat. Yesung Hyung itu normal. Buktinya dia memiliki Jiyeon. Dan aku.. aku tidak.

Aku menghentikan gerakan tanganku pada figura. Aku menundukkan kepalaku. Hyung.. apa kau tahu apa obat untuk rasa sesak ini? Dadaku sangat sakit. Sangat sesak.

Cinta itu memang menakutkan, ne?

Aku perlahan berjalan keluar dari kamarku dan menuju keluar apartment ku. Ku tatap pintu di samping apartmentku. Sepi. Dia belum pulang sepertinya. Aku sudah hendak keluar ketika sebuah suara memecah keheningan.

"Nah Yesung, bersiaplah untuk besok. Press-confrace ini harus terlaksana esok, kalau tidak para wartawan itu akan semakin menggila dan terus-terusan memburumu dan Jiyeon. Aku pergi dulu." Aku melihat Donjoo Hyung melangkah keluar dari apartment Yesung Hyung, diikuti dengan pemiliknya sendiri. "Ne arasseo, hati-hati Hyung."

Aku menatap Yesung Hyung, begitupula ia. Namun tak lama kemudian, ia kembali melangkahkan kakinya ke dalam apartmennya. Akupun tersadar, "Hyung, changkkaman!" syukurlah, ia berhenti. "Wae?" tanyanya tanpa memutar tubuhnya. "Jadi.. kau benar-benar berpacaran dengannya..?" tak ada jawaban. Ayolah, Hyung.. jawab pertanyaanku.. kali ini saja..

"Bukan urusanmu."

Blam.

Dan di sinilah aku, berdiri menelan penolakan yang Yesung Hyung berikan. Dan dalam kebingungan.. apa yang kuperbuat? Kenapa aura penolakan yang ditampakannya begitu dalam..? Apa aku terlalu ikut campur?

-Kyuhyun POV End-

.

_Nan Namja Geodeun_

.

Mata Yesung bergerak-gerak liar di balik kelopak matanya. Ia tampak tak nyaman dalam istirahat sejenaknya di atas sofa tersebut. Jiyeon yang melihat itu sebenarnya tak tega untuk membangunkan namja itu, tapi apa boleh buat.

"Oppa, ireonna.." ujarnya pelan sambil menggoyangkan tubuh Yesung. Namja itu tak bergeming. Jiyeon sekali lagi menggoyangkan tubuh Yesung, "Oppa, ireonna. Sudah waktunya, para wartawan sudah menunggu kita." Dan berhasil. Namja itu membuka matanya, dan perlahan Yesung bangkit dari posisi berbaringnya. "Kau pergilah dulu, aku dibelakangmu." Ujar namja itu dan tersenyum meyakinkan Jiyeon. "Baiklah. Palli, ne?" dan yeoja itu berlalu dari hadapan Yesung.

Yesung menunduk ketika Jiyeon sudah berlalu dari hadapannya. "Mianhae.." lirihnya pelan, entah kepada siapa.

.

_Nan Namja Geodeun_

.

Namja itu menatap layar TV di hadapannya. Manik matanya sama sekali tak berkedip. Ia terlalu terguncang untuk mengedipkan matanya. Dan hatinya terlalu hancur melihat dua sosok itu saling menyatukan bibir mereka yang muncul di layar TV tersebut.

"Aku tidak akan menangis. Andwe, tidak akan pernah." Ujarnya pelan, menguatkan diri sendiri. "Nan namja geodeun."

.

To Be Continued.

.

Kyaaa, author melanggar janjii DD: author bukannya nyiapin Bittersweet, malah nyiapin chapter 2 ini -_-v #plak kya kyaa. Author siap dibante kok -_- author sadar itu scene Yeyeon nya terlalu banyak dan terlalu menyayat hati. Author tahu, sangat tahu -_-v bante aja, gapapa kok -_-v *author cari mati * mianhae, ELFdeul, terutama Clouds -_- dan maaf juga kalo chap 2 ini kalo kurang memuaskan TT_TT dan mohon kritik dan sarannya, ne? :D Gamshae sebelumnya XD

Big Thanks to :

kyuhyuk25 - wonkyushipper - LalaClouds - sjflywin – chohee – AfrilClouds – Guest 1 - Cloud'yeppa - maycloudself13 - dennisbubble1004 – aiiukiu - dina3424 - Jisaid – KiyuHiyun - Just sparkyu – Kyuminjoong - - Kitsune Syhufellrs – KyuNie – Guest 2 - - cloud3024 - Maya KMS - magie april

RNR again, ne? :3

.

Chat Box

.

Just sparkyu : siapa yang merindukanmu, eoh? -_-"

Maya KMS : waa, ghamsaee chingu! :D

Magie april : wkwk mian ne -_-v nee, cheonmma

AfrilClouds : kabarnya sih begitu, tapi Yeppa sama author itu udah pacaran lama sekali #plak #disate -_-v hehe

.

_Nan Namja Geodeun_

.

Mian author gabisa bales semuanya, tapi readers yang nanya pairingnya ini apa, rahasia dong :p mungkin aja nanti author sama yeppa ato kyuppa #plak oke, cukup bercandanya. Yang udah mau baca ama yang udah mau ngereview jeongmal ghamsanida, saranghaeyo :D my silent readers, gomawoyo nee? Tetep baca cerita author nee? Saranghaeyoo! XD

Mind to RNR?

Gomawo sebelumnya :D

.

_Nan Namja Geodeun_

.

Hee