Disc: Karakter by Masashi Kishimoto
Sum: Namikaze Naruto atau Uzumaki Naruto adalah orang kaya kedua setelah Uchiha Corp yang terbilang serba mandiri dan tak ingin dibilang manja tinggal di sebuah apartemen sederhana milik keluarga Akasuna. Tiba-tiba saja kakaknya menyuruhnya untuk rapat dan mengurus cafenya, saat rapat ia di perkenalkan oleh tunangannya yang ternyata salah satu pegawai dari café kakaknya. Sialnya tunangannya itu adalah cowok menyebalkan yang tidak sengaja menjadi tetangganya di apartemennya. Akankah cowok itu menyadari penyamarannya?
Warning : BoyxBoy, OOC, typo, dll
Rate: T-M (untuk sekarang masih T)
Ganre: Romance
Note: Fanfic ini terinspirasi dari novel karya Ilan* Tan berjudul Winter in Tokyo dan salah satu fanfic yang author sukai hanya saja author sendiri lupa namanya dan tidak menemukan fanfic itu yang tidak berlanjut bahkan hilang? Tapi yang jelas fanfic ini tidak sama dengan karya yang sudah di katakan tadi ini murni dari kepala author (: Fanfic ini menerima komentar dan kritikan yang membangun, Selamat menikmati :D
-happy-~(^_^)~-reading-
-Café Prince-
Vol 2: Who You?
"Outoto kau sudah mendapat apartemen?"
Sasuke mengalihkan perhatian dari kameranya lalu memandang pria berusia tiga puluhan dan berpenampilan rapi yang duduk di bangku di hadapannya. Ia menggeleng.
Uchiha Itachi mendesah memandang adiknya yang kelihatan terlalu santai dan terkesan tidak ambil pusing. Sasuke sudah menjadi salah satu fotografer yang cukup terkenal oleh karena itu ia selalu langganan pulang pergi ke luar negri untuk panggilan pekerjaan atau sekedar mencari inspirasi bahkan ia baru tiba dari New York kemarin malam. Dan sekarang ia berniat untuk mencari apartemen, bukannya dia tidak ingin tinggal di rumahnya hanya saja entah kenapa ia ingin mencari suasana baru, bosan dengan rumahnya yang terlalu besar dan terbilang sangat sepi diakibatkan sibuknya sang pemilik rumah walaupun terdapat banyak pelayan di sana. Lagipula rumahnya itu terletak jauh dari kampus dan galeri foto miliknya.
"Baiklah aku akan bantu kau carikan apartemen pribadi tentu saja dengan kualitas yang terbaik"
"Hn" Sasuke menggeleng pelan. "Aku ingin apertemen sederhana yang lumanyan dekat dengan pinggiran kota" Itachi mengerutkan dahinya.
"Kenapa?"
Sasuke mengangkat kedua bahunya. "Mencari suasana baru mungkin" ucapnya sebelum meneguk kopi pahit yang telah dipesannya di restoran sederhana yang terletak dengan Harajuku. Itachi mengangguk mengerti. Tak lama setelah itu terdengarlah dering pesan dari ponsel milik Itachi. Itachi membalas pesan itu dengan cepat dan kembali memandang adiknya.
"Maaf outoto, sepertinya aku harus pergi sekarang, Kyuubi sudah menungguku di bandara" ucap Itachi dan beranjak pergi dari bangku yang didudukinya tadi. Tapi tak beberapa lama Itachi kembali lagi dan berdiri dihadapan Sasuke. "Oh iya ku rasa Sasori punya satu apartemen, kau bisa menghubunginya jika berminat" ucapnya terakhir kali.
Sasuke menggeleng pelan melihat tingkah itachi yang terlihat buru-buru dan hampir menabrak pelayan disana, dengan sikap Itachi seperti itu sepertinya Kyuubi sudah marah karena menunggu Itachi terlalu lama. Tak mau ambil pusing dengan tingkah Itachi, Sasuke mengangkat kameranya dan memandang sekelilingnya dari balik lensa, berusaha mencari objek yang cukup menarik untuk dipotret. Harajuku benar-benar mengesankan, penuh warna dan inovatif. Sumber inspirasi.
Sebaliknya, Itachi Uchiha tidak terlalu suka dengan Harajuku. Tentu saja karena kawasan itu adalah kawasan yang dikuasai para remaja. Sejauh mata memandang yang terlihat hanyalah para remaja yang berdandan seronok. Itachi termasuk aliran konservatif. Ia lebih suka penampilan yang bersih dan rapi tapi terkadang Sasuke bingung dengan kakaknya yang memilih Kyuubi yang terkesan urakan untuk menjadi kekasihnya. Sasuke bahkan teringat dengan wajah Itachi yang berkerut memandang tak suka, ketika ia melihat remaja laki-laki yang rambutnya dicukur habis dan hanya menyisakan tiga garis tipis ditengah-tengah kepalanya, pakaiannya yang sobek disana-sini yang katanya adalah gaya masa kini, dan bukan hanya telinganya yang ditindik tapi alis dan hidungnya juga. Mengingat Itachi dengan tampang tidak suka seperti itu membuat Sasuke terkekeh pelan. Sasuke segera beranjak dari tempat duduknya setelah membayar pesanan miliknya dan kakaknya lalu keluar dari restoran itu meninggalkan pelayan dan pelanggan yang menatapnya terpesona.
Sasuke menyusuri Omotesando dengan tenang sambil mencari inspirasi, sesekali membidik dan memotret objek-objek yang dianggapnya menarik. Disisi lain seorang laki-laki berambut blonde sedang asik menelpon dan terus berjalan tanpa melihat sekelilingnya karena terlalu fokus dengan handponenya. Mereka terus berjalan pelan dengan fokus mata yang berbeda-beda tanpa melihat kearah depan dan tabrakan pun tak bisa dihindari. Laki-laki blonde yang notabenenya lebih pendek dari Sasuke tentu saja terjatuh dan handphonenya yang ikut jatuh berceceran. Sasuke yang sadar telah menabrak seseorang pun membantu seseorang yang ia kira gadis itu untuk memungut handphone yang isi nya tersebar di tanah. Tanpa sadar tangan mereka bersentuhan dan saat itu juga onyx dan shapier pun bertemu dengan pandangan yang cukup dekat. Sasuke yang melihat mata shapier yang terlihat bulat dengan bulu mata yang lentik itu mau tak mau terpesona begitu juga dengan orang itu, ia menatap kagum mata onyx yang terlihat tajam dan tegas itu bahkan wajahnya sedikit merona ketika ia merasa wajahnya dan wajah laki-laki dihadapannya begitu dekat bahkan karena saking dekatnya jika disenggol sedikit bisa dipastikan jika ia akan berciuman dengan pria itu. Tersadar jika mereka saling menatap cukup lama, pemuda yang dianggap gadis itupun memutuskan kontak mata mereka.
"Maaf aku tidak sengaja menabrakmu" ucap orang itu sambil beranjak dari jongkoknya setelah ceceran dari handponenya sudah terkumpul. Iapun membukuk dihadapan Sasuke yang masih berjongkok. Sasuke menatap wajah orang itu dari bawah, 'cantik' pikirnya. Merasa tak ada tanggapan dari orang dihadapannya pemuda blonde itupun mengeluarkan suaranya lagi "Maaf"
Sasuke berdiri dari jongkoknya dan menjawab laki-laki yang dianggapnya gadis itu dengan gumaman khasnya. Sasuke mendengus geli ketika ia melihat blonde dihadapannya menyerngit bingung. Baru saja Sasuke akan mengulang perkataannya namun terhenti akibat suara panggilan yang berasal dari belakangnya dan berjalan mendekat kearahnya dan sang blonde ini.
"Naruto!"
"Ah! Paman!"
"Kau dari mana saja dari tadi aku sudah menunggumu"
"Maaf paman tadi banyak sekali yang harus aku kerjakan" Sasuke memandang interaksi antara dua orang didepannya terlihat sang blonde yang sudah ia ketahui namanya itu sedang menggaruk belakang kepalanya dengan grogi.
Kakashi mendesah lelah. "Sudahlah kita harus cepat"
"Tunggu dulu paman aku mau berbicara dengan orang ini dulu" ucap Naruto, Kakashi yang tidak melihat orang yang di ajak bicara dengan Naruto hanya bisa mengiyakan.
"Yayaya cepatlah. Paman akan menunggumu di mobil" ucap Kakashi terakhir kali dan pergi menuju mobil tanpa melihat orang yang dimaksud oleh Naruto. Merasa pamannya sudah cukup jauh darinya Narutopun menoleh kearah orang yang di tabraknya tadi. Merasa diperhatikan Sasuke pun ikut menatap kearahnya.
Naruto membungkuk kembali. "Sebelumnya maaf telah menabrakmu dan maaf aku sedang terburu-buru jadi aku harus pergi sekarang sekali lagi maafkan aku" ucapnya terakhir kali dan pergi meninggalkan Sasuke.
Sasuke menatap kepergian orang itu. Dilihatnya orang bernama Naruto itu tertawa gugup pada pria yang dipanggil paman oleh sang blonde itu didepan mobil yang berjarak cukup jauh dari Sasuke. Karena tak mau meninggalkan momen senyum sang blonde ia pun membidikan kameranya dan memfotonya. Sasuke tersenyum tipis puas ketika melihat hasil jepretannya. "Benar-benar cantik". Sasuke memandang Naruto lagi, kali ini Naruto terlihat sibuk dengan beberapa kertas yang di sondorkan Kakashi. Sasuke tidak tahu berapa lama ia memandangi Naruto, tapi ia yakin tidak lama walaupun rasanya cukup lama. "Siapa kamu?" gumam Sasuke pada dirinya sendiri sambil melamun, Ia baru tersadar ketika ia mendengar dering telpon. Sasuke mengangkat dan menjawab panggilan tersebut.
"Moshi moshi (halo)" Sasuke diam sebentar untuk mendengar apa yang dikatakan oleh orang yang ada di sebrang telpon."Hn, aku mengerti, aku akan segera kesana" ucapnya, menutup telponnya, dan beranjak pergi dari tempatnya berdiri meninggalkan sang blonde.
-~(^_^)~-
"Haaah~" Naruto mendesah lelah ketika ia telah menyelesaikan berkas yang disodorkan Kakashi sebelum ia memasuki mobil tadi. Kakashi yang sibuk memperhatikan jalan melihat sekilas kearah Naruto yang duduk bersender di kursi penumpang bagian tengah. Tampak Naruto memejamkan matanya guna untuk mengistarahatkan matanya, kancing bajunya yang sedikit terbuka memperlihatkan leher jenjangnya sehingga membuat Kakashi menegukkan ludahnya.
"Eghhm" Kakashi berdeham untuk membunyarkan lamunan nistanya terhadap anak majikannya. Naruto yang mendengarnya membuka matanya dan mengusapkan matanya.
"Ada apa paman?"
"Tidak ada apa-apa tenggorokanku hanya gatal tadi" ucap Kakashi berbohong.
"Oh~" Naruto menggangguk mengerti, terdiam sebentar ia jadi teringat akan pesan dari kakaknya semalam. Iapun menengok kearah Kakashi yang masih sibuk memperhatikan jalanan dan mengendarai mobilnya. "Kata Kyuubi aku akan rapat dengan Uchiha corp tapi dengan siapa paman? Itachi-nii kan pergi sama aniki?" tanya Naruto bingung memecahkan keheningan yang sempat terjadi. "apa aku akan rapat dengan Karin?" Karin adalah saudari jauhnya dan sekaligus sekertaris dari direktur Uchiha corp.
"Tidak, kau akan rapat dengan tuan Fugaku"
"Eh?! Tousan Fugaku? Benarkah? Sudah lama aku tak bertemu dengannya. Aku jadi tak sabar dengan rapat nanti" ucap Naruto sambil tersenyum senang.
"Ingat Naru ini rapat dan bukan acara reuni atau sejenisnya" ucap Kakashi memperingatkan.
Naruto mengembungkan pipinya sekilas. "Ia aku tahu" ucapnya dan tersenyum lebar setelahnya.
Kakashi menghentikan mobilnya ketika tujuan perjalanan ke pusat Namikaze corp sudah sampai. Kakashi dan Naruto turun dari mobilnya dan di sambut dengan petugas keamanan. Kakashi menyerahkan kunci mobil kepada pegawai tersebut untuk diparkirkan dan merekapun memasuki gedung. Pegawai yang melihat mereka membungkuk hormat memberikan salam, sedangkan Naruto yang diberi sapaan pun membalas dengan tersenyum lembut pada mereka semua sehingga membuat para pegawai disana terpesona. Siapa yang tidak kenal dengan aktor yang dicintai semua orang karena manis dan sikapnya yang ramah, sopan dan baik hati.
"Shion apa Uchiha-sama sudah datang?" tanya Kakashi pada salah satu pegawai disana.
"Kakashi-san, Uchiha-sama sudah menunggu dari tadi" ucap Shion, ia pun melihat kearah sosok yang dibelakang Kakashi dan sempat terkejut ketika ia melihat anak dari pemilik perusahaan ini. "Selamat datang Naruto-sama, maaf saya baru melihat anda" ucap Shion dan membungkuk hormat pada Naruto.
"Tidak apa-apa Shion-neesan. panggil aku Naruto saja, aku kan lebih muda dari Shion-nee" ucap Naruto sambil tersenyum lebar memperlihatkan giginya.
"Aa-ah iya Naruto-san sudah lama tidak melihat anda" ucap Shion terbata tidak biasa memanggil salah satu bosnya tanpa embel-embel.
"Naruto sapa-sapanya lanjutkan nanti saja kau sudah sangat terlambat" ucap Kakashi yang merupakan salah satu sekretaris kepercayaan Namikaze Minato.
"Haik! Haik! Maaf Shion-san kita lanjutkan obrolannya nanti saja aku sudah sangat terlambat" ucap Naruto dan berlalu pergi mengikuti Kakashi.
Kakashi membuka pintu ruangan yang dipakai untuk rapat kali ini.
"Maaf anda sudah menunggu kami" ucap Kakashi ketika memasuki ruangan dan menjabat tangan direktur utama dari Uchiha corp Fugaku Uchiha dan seketarisnya Karin. Fugaku pun membalas jabatan tangan Kakashi begitupula dengan Karin.
"Hn, Naruto mana?" tanyanya pada Kakashi. Fugaku memang sudah tahu jika ia akan rapat bersama anak dari sahabatnya itu karena memang sahabatnya sendiri lah yang mengatakannya.
"Paman!" Naruto berlari tergesa kearah Fugaku dan memeluk paman yang sudah ia anggap ayah keduanya itu dengan tiba-tiba.
Fugaku membalas pelukan Naruto dan mengelus kepala Naruto lembut. "Dari mana saja kau kenapa lama sekali? Dan sudah berapa kali ku katakan untuk memanggil tousan" ucap Fugaku lembut.
Naruto nyengir dan melepas pelukannya. "Hehehe iya tousan, maaf tadi Naru habis selesai syuting dan tadi Naru ke toilet sebentar makanya baru sampai" ucap Naruto sedikit menyesal pada Fugaku.
"Eghm!" Kakashi dan Karinpun berdeham memperingatkan Naruto dan Fugaku untuk segera memulai rapatnya dan menyadarkan mereka dari acara reuni mereka. Tersadar dari sikap OOC nya Fugaku pun berdeham sedikit.
"Hn, baiklah kita mulai saja rapatnya sekarang supaya nanti kau bisa langsung beristirahat kau pasti lelah" ucap Fugaku pada Naruto.
Naruto mengangguk mengiyakan "Hng! Ayo kita mulai rapatnya!" ucap Naruto bersemangat dan membuka beberapa lembar berkas. Merekapun menjalani rapat dengan serius dengan Kakashi membuka topik rapat. Fugaku adalah orang yang sangat profesional dan perfec jika menyangkut masalah pekerjaan jadi walaupun orang yang diajaknya untuk rapat adalah kerabat atau salah satu keluarganya ia tidak akan segan untuk bertindak tegas jika apa yang dilakukannya tidak sesuai atau berkenan bagi Fugaku, oleh karena itu anak-anaknya sudah sangat hebat dari kecil berkat didikan dari Fugaku sendiri.
"Naru, aku akan memperkenalkanmu pada seseorang" ucap Fugaku yang sedikit melenceng dari topik rapat.
"Eh? Siapa tousan?" tanya Naruto bingung.
"Anak tousan"
"Itachi-nii?" tanya Naruto bingung dan Fugaku menggeleng pelan. Naruto memeringkan kepalanya sedikit setahunya ayahnya yang ini tidak memiliki anak selain Itachi-nii, tapi tunggu dulu rasanya Itachi pernah menceritakan seseorang padanya dan yang diceritakannya itu adalah adik dari Itachi sendiri.
"Siapa tousan? Naru tidak pernah melihat anak tousan yang itu bahkan Naru tak pernah sedikitpun melihatnya di setiap pesta resmi yang diadakan"
Fugaku terkekeh pelan sehingga membuat Kakashi dan Karin yang jarang melihat senyum seorang direktur utama Uchiha corp yang terkenal arrogant dan tegas itu menganga tidak percaya. "Tentu saja kau tidak pernah melihatnya, dia adalah orang yang sangat sibuk"
"Sangat sibuk bahkan melebihi tousan sekalipun?" tanya Naruto.
"Ya. Dia sangat mandiri sepertimu" ucap Fugaku tersenyum ketika ia mengingat anak keduanya itu.
"Oh ya? Apakah ia berwajah datar seperti dirimu tousan?" ucap Naruto polos dan sedikit bercanda.
"Naruto jaga ucapanmu" peringat Kakashi.
"Hahaha tidak apa-apa Kakashi, aku sudah biasa bercanda dengan Naruto seperti ini. Dan Naruto, dia memang datar sepertiku dan bahkan ia anti dengan keramaian termasuk pesta sekalipun" ucap Fugaku sambil meminum kopi pahit yang disediakan disana.
"Aah tidak asik dong, aku jadi punya dua orang yang tidak suka dengan pesta untung saja Itachi-nii tidak terlalu anti sosial seperti tousan(Fugaku) jika tidak Naru jadi merana sendiri karena Kyuu-nii tidak terlau asik jika diajak kepesta dia pasti selalu menjahili orang disekelilingnya termasuk adiknya sendiri, untung saja Itachi-nii selalu melindungiku dan menjadi tameng bagiku. Padahal Naru sangat suka pesta karena ada banyak makanan tapi gara-gara Kyuu-nii aku jadi tidak bebas mengambil makanan. Jika saja anak tousan(Fugaku) itu suka pesta aku pasti akan selalu mengajaknya agar dia bisa menjadi tameng keduaku" ucap Naruto panjang lebar sambil mempautkan bibir cherynya sedangkan yang lainnya tertawa mendengar keluhan Naruto.
"Hn, maaf aku terlambat tadi aku mencari apartemen" ucap seseorang yang baru memasuki ruang rapat. Naruto yang terlalu fokus dengan kertas yang digenggamannya tidak menyadari kedatangan seseorang. Kakashi menyapa Sasuke dan dibalas dengan anggukan pelan dari Sasuke tak lupa ia memperkenalkan dirinya.
"Hn, kau sudah menemukan apartemen yang kau inginkan?" tanya Fugaku.
"Hn, apartemen sederhana milik akasuna"
"Akasuna? Akasuna Sasori?"
"Hn" Sasuke nama dari orang itu mengangguk pelan menjawab pertanyaan ayahnya, ia pun menyodorkan tangannya kearah Karin yang sudah pindah tempat duduk disebelah kirinya untuk meminta materi yang akan dibahas dalam rapat kali ini. Karin yang tahu akan isyarat itu dengan sigap memberikan materi rapat yang akan dibahas dan Sasuke langsung mengambilnya dan membaca materi dari bahan rapat tersebut dengan serius dan cepat. Fugaku tersenyum ketika ia menyadari Naruto yang tak merespon keberadaan anaknya karena terlalu serius dengan bacaannya, ia memegang tangan Naruto guna menyadarkan Naruto yang tengah serius. Naruto menoleh kearah Fugaku.
"Naruto aku ingin memperkenalkannya sekarang" ucap Fugaku, Sasuke yang mendengar nama Narutopun terkejut dan dengan cepat ia menoleh pada rekan kerja ayahnya yang duduk di sofa yang ada dihadapannya tepat di sebelah Kakashi dan bahkan Sasuke tidak melihat keberadaan Naruto karena terhalang dari badan Kakashi yang cukup besar dari Naruto yang memang bertubuh mungil. 'Oh iya orang inikan paman dari blonde, pantas saja rasanya aku sedikit familiar dengan wajahnya. Apakah ia ada disini?' pikir Sasuke sekaligus harap-harap cemas jika ia tidak salah dengar, dan orang tesebut memang sang blonde yang ditemuinya tadi, orang yang telah membuatnya terpesona, orang yang bernama Naruto.
Fugaku pun menepuk bahu Sasuke pelan, Naruto merespon dan menoleh kearah orang yang dilihat oleh Fugaku. "Perkenalkan Naruto dia anakku Sasuke, Uchiha Sasuke tunanganmu"
5%
Naruto berKedip bingung.
30%
Naruto masih tahap proses berkedip memandang kearah Fugaku dan Sasuke bergantian.
80%
Naruto sedikit tersenyum.
95%
"Oh anak tousan adalah tunanganku" ucapnya polos sambil tersenyum singkat dan menyapa Sasuke sekilas dan kembali menatap berkasnya dengan sedikit bingung dan alis yang sedikit terangkat.
100% loading complete. "AAPAA TUNANGANKU?!" teriak Naruto yang baru menyadari ucapannya sedangkan yang lainnya yang mendengar terikan super dasyat dari Naruto dengan tiba-tiba menutup telinganya. "Tu-tu-tunanganku?! Ma-maksudmu apa tousan(Fugaku)?! Naru tak mengerti!"
'Hn, sepertinya Minato lupa memberitahu Naruto' pikir Fugaku dalam hati. "Iya kau akan bertunangan dengan Sasuke dan ini adalah permintaan perjodohan dari ibumu dan istriku Mikoto" ucap Fugaku. Naruto yang mendengarnya menganga tidak percaya sedangkan Sasuke sendiri yang tidak tahu mengenai masalah perjodohan ini juga sedikit terkejut dengan pengumuman yang di ucapkan ayahnya tadi.
"Ta-tapi tousan Naru kan belum cukup umur!" ucap Naruto lantang.
"Tidak apa-apa Naruto pertunanganmu akan dilakukan tepat di hari ulang tahunmu ke 17 tahun lusa, tousan tidak mau ada kata tapi-tapian karena perjodohan ini sudah mutlak dilaksanakan" ucap Fugaku dengan aura yang tidak ingin dibantah dan membuat Naruto bungkam walau ia masih tidak terima dan merekapun melanjutkan rapatnya dengan Sasuke yang baru datang.
Fugaku tersenyum puas ketika mendengar argument yang Naruto berikan padanya begitupula dengan Sasuke yang memandang takjub Naruto yang berdiri menjelaskan materi dari slide yang ditanyangkan. Naruto yang mengenakan setelan baju casual dan terkesan santai berwarna putih ketat memperlihatkan lekuk tubuhnya yang terbilang langsing itu menggunakan dasi dan rompi yang berwarna biru muda dan jangan lupakan celana jens panjang yang berwarna senada dengan dasi dan rompi bahkan sepatunya yang berwana krem itu menambah point plus pada Naruto yang memang sangat cocok dikenakan olehnya membuat Sasuke makin yakin jika Naruto memang cocok menjadi pendamping hidupnya kelak. Sesi rapatpun telah selesai dan merekapun membereskan kertas-kertas yang berserakan di meja rapat tersebut, Naruto yang telah selesai membereskan bawaannya segera beranjak keluar tanpa pamit pada yang lainnya.
"Naruto!" Kakashi yang melihat itu akan mengejar Naruto dan akan memarahinya karena bersikap tidak sopan namun terhenti akibat cegahan dari Fugaku. "Maafkan Naruto yang bersikap tidak sopan pada anda" ucap Kakashi pada Fugaku dan Sasuke.
"Hn, Sasuke sebaiknya kau menyusulnya karena tidak baik bagi Naruto berkeliaran sendiri" ucap Fugaku yang menyuruh Sasuke menyusul Naruto sekaligus agar mereka menjadi akrab. Sasuke yang mendengar perintah ayahnya segera menyusul Naruto. "Hn, sepertinya Naruto sangat marah. Apakah Minato sama sekali tak menyinggung perjodohan ini pada Naruto?" tanya Fugaku pada Kakashi.
Kakashi menggeleng lemah. "Tidak bahkan Minato-sama tidak tahu tuan muda Naruto tinggal dimana saat ini dan saat di telpon pun tuan muda Naruto selalu menutup telponnya" ucap Kakashi mendesah lelah.
"Haah, itulah sebabnya jika Minato terlalu proktektif pada Naruto. Kau pasti tahu Naruto paling jengah jika diperlakukan seperti itu" ucap Fugaku. "Yah biarkan mereka yang muda saja yang akan menyelesaikan masalah ini kita sebagai orang tua hanya memperhatikan dari jauh saja" lanjut Fugaku sambil meminum kopi pahitnya terakhir kali sebelum beranjak meninggalkan ruang rapat itu.
Sasuke berjalan cepat mengejar Naruto dan menggenggam tangan sang blonde. Tahu orang yang memegangnya adalah calon tunangannya Naruto melepaskan tangan itu dengan kasar.
"Jangan sentuh aku berengsek!" ucap Naruto pada laki-laki dihadapannya. Naruto menatap laki-laki jakung itu dengan tajam. Sasuke membalasnya dengan tatapan tajam juga, hei siapa yang suka jika orang yang baru ditemuinya tadi mengatakan berengsek padamu yang jelas-jelas tidak melakukan kesalahan apapun? Bahkan Sasuke sendiri baru mengetahui orang yang dijodohkan olehnya adalah sang blonde yang ia kagumi tadi.
"Hati-hati dengan ucapanmu nona" Naruto makin memelototkan matanya ketika mendengar kata 'nona' pada Sasuke.
"Hei dengar ya tuan aku adalah laki-laki dan aku masih straight jadi maaf saja aku tidak tertarik padamu. Oh iya kau itu orang yang tadi kan? Pasti kaulah yang menabrakku duluan, kau pasti sengaja kan menabrakku. Ternyata kau memang laki-laki yang berengse—" belum sempat Naruto menyelesaikan ucapannya namun Sasuke telah mendorongnya kedinding dan memerangkap tubuhnya.
"Hn, aku juga tidak tertarik padamu bahkan aku tidak tahu kau adalah tunanganku karena aku baru saja kembali dari New York. Aku bahkan tidak menyadari jika kau seorang laki-laki dan aku juga seorang straight jadi aku juga tidak tertarik padamu, terimakasih kau telah memperingatkanku" ucap Sasuke terakhir kali sebelum meninggalkan Naruto seorang diri.
Naruto menatap tajam punggung Sasuke yang berjalan jauh darinya. "Iiis apa-apaan sih, benar-benar menyebalkan! Siapa sih kamu sampai-sampai berani menantangku, kalau kau berani ayo cepat kemari dan selesaikan urusan kita secara jantan!" ucap Naruto keras sambil mengacak rambut pirangnya emosi. Naruto mengambil androidnya. "Halo paman Iruka kau bisa menjemputku sekarang?"
Sasuke melajukan mobilnya dengan cepat sedikit kesal dengan ucapan Naruto tadi, dia sendiri tak tahu Naruto adalah laki-laki lagipula mana ada laki-laki berwajah manis dan cantik seperti itu tapi jika dipikir-pikir dia tidak sepenuhnya salah karena dari awal ia memang tidak tahu, salahkan saja pada ayahnya yang irit kata itu yang hanya menjelaskan ia akan dijodohkan tanpa memberitahu siapa dan rupa dari orang yang akan dijodohkan padanya. Sasuke terdiam sebentar ketika ia menyadari jika ia selalu memikirkan laki-laki blonde itu walaupun ia baru beberapa jam bertemu. Sasuke jadi teringat dengan wajah Naruto dari pertama ia melihatnya sampai pada saat ia memerangkap tubuh mungil Naruto dan memperpedek wajah mereka bahkan Sasuke sempat terbuai dengan aroma citrus yang menguar dari tubuh Naruto sempat terbayang Sasuke akan menerkamnya jika saja ia tidak ingat dimana ia berada tadi. Cih! apa dia sudah berubah haluan? "Ck! Kalian ada dimana sekarang?" ucap Sasuke melalui handponenya yang telah diangkat oleh orang yang ditelponnya.
"O-o-o tenang Sasuke ada apa? Kau sudah kembali? Kami ada di tempat biasa" ucap orang yang disebrang.
"Hn, aku akan kesana sekarang" ucap Sasuke dan menutup telponnya tanpa menunggu jawaban dari orang yang di telponnya. Sasuke pun semakin mempercepat laju kendaraannya menuju tempat dimana ia bisa melupakan si blonde.
"Aneh sekali" ucap utakata sambil memandang hpnya.
"Ada apa utakata-san?" tanya Tobi yang sedang sibuk membersihkan peralatan memasak.
"Tidak, hanya saja Sasuke sedikit aneh" ucap utakata sambil mengangkat kedua bahunya tidak ambil pusing.
"Eh Sasuke sudah pulang?" tanya Kiba.
"Ya, dia akan segera kesini" ucap Utakata lagi.
"Sebaiknya kita cepat-cepat menyelesaikan ini, café sebentar lagi buka" ucap Gaara memperingati dan diberi anggukan setuju oleh host disana.
-~(^_^)~-
Sluurrpp! Naruto memakan ramennya dengan lahap tak ia pedulikan kuah kaldu itu menempel di pipinya.
"Naruto pelan-pelan makannya"
"Uummh!" Naruto tak mempedulikan perkataan Iruka, ia tetap memakan ramennya dengan cepat dan menikmatinya. Ia melampiaskan kekesalannya pada ramen yang ia makan. Tak ia pedulikan apa kata orang-orang yang melihat ia makan seperti ini.
"Paman nanti selesai makan ini antarkan aku ke café milik Kyuu-nii" ucap Naruto ketika ia menyelesaikan makannya dengan 5 mangkok kosong dihadapannya.
"Eh? Kau yakin Naru? Untuk apa kau kesana?" tanya Iruka bingung.
"Ung! Aku terpaksa paman kalau aku tidak diancam mana mungkin mau kesana!"
"Baiklah tapi kau kesana dengan dirimu yang sebenarnya?" tanya Iruka bingung.
"Tentu saja tidak aku akan menjadi Uzumaki Naruto"
"Baiklah.. tapi jaga dirimu Naru"
"Ia tenang saja paman, aku pasti bisa menghadapi hari ini!" ucap Naruto sedikit percaya diri.
"Baguslah, kalau begitu cepatlah bersiap-siap dan ganti bajumu"
"Haik!" Naruto pun menuju ke kamarnya untuk berganti pakaian dan bersiap menuju tempat dimana kehidupannya akan berubah 190o… selamat berjuang Naru…
TBC
Halo minaaa…. Kembali lagi bersama Shizuka Kirarin disini… apa kabar kalian semua?
Rin kali ini akan membahas review kalian sekaligus di sini, oke cekidot!
Orang-orang sawah tu Kakashi
Lumba-lumba itu Iruka
Kalau keriput itu kalian sudah tau kan siapa orangnya? Tentu saja Itachi hehehehe…
Oh iya Rin sudah milih nama yang cocok untuk café itu chap depan baru Rin akan bahas, jadi sabar yaa…
Kayaknya episode skrg trsa sgt gaje ya? Apa cmn perasaan Rin?
Jika kalian merasa janggal pada episode ini mohon untuk memberitahu Rin karena Rin bisa belajar dari kesalahan…
Ok segini aja balasannya … Maaf Rin ga bisa bales satu-satu review kalian, entah kenapa rasanya kepala Rin lagi cenat-cenut kebayakan begadang kali ya?
Terimakasih bagi para reader, favorit, follower, dan me-review ff kedua Rin.. tetap dukung Rin yaa :D
Byee … :D
