A/N : annyeonghaseyo readers... nebar kemenyan (?). senengkan ketemu dengan author yang kece nan unyu ini? :p . selamat membaca, readersku yang aku cintai #plaak *apaan nih sih author*

Warning : mengandung banyak typo, biasa saja, abal – abal, dan banyak kekurangan. "NO BASH!" "NO PLAGIAT!"

Disclaimer : EXO milik kita semua :D . OC is mine and the story original from me.

Summary : sebuah obat aneh yang membuat hidupku terasa sangat berantakan. *summary gagal*

Cast : "Do Kyungsoo" as "D.O" [EXO/EXO K]

"Fauziah Ifha" as "Ifha" [OC]

"A. Indah Febrianti" as "Indah" [OC]

And other member EXO :D

Genre : friendship, and entahlah *ngga tau mau nulis apa lagi*

Chapter 2

THE DRUG

Author's POV:

Ifha dan namja yang berpakaian serba hitam itu sangat terkejut. Sang supir bus yang membangunkan mereka hanya memandang mereka dengan pandangan aneh. "chogiyo. Agasshi ahjussi, apakah kalian ingin turun?" , sontak mereka berdua melihat ke arah sang supir bus. Tanpa mengucapkan apa – apa mereka berdua turun dari bus.

Keterkejutan mereka masih tetap berlanjut saat mereka telah turun dari bus, hingga salah satu dari mereka yaitu namja berpakaian hitam berteriak memecah keheningan yang hadir di antara mereka berdua.

"yaak... apa – apaan kamu, eoh?" , teriaknya pada Ifha.

"seharusnya aku yang bertanya" , timpal Ifha.

"kenapa kamu bisa berada di tubuhku?" , teriak namja pakaian hitam.

"molla" , Ifha menjawab dengan ketus.

Namja pakaian hitam yang berada di tubuh Ifha hanya berkacak pinggang. "aiisshh... sekarang aku harus pergi", ujarnya sambil melihat arlojinya. Ifha yang berada dalam tubuh namja pakaian hitam menatap dirinya yang tengah berkacak pinggang sambil bergumam, "nado".

Gumaman Ifha terdengar oleh namja pakaian hitam, ia pun berdiri di hadapan Ifha yang kini berada dalam tubuhnya. "hmm... sementara ini kita tidak perlu memikirkan masalah ini. kamu datang ke tempat yang aku ingin datangi dan aku datang ke tempat yang ingin kamu datangi, otte?".

Ifha yang berada dalam tubuh namja pakaian hitam tampak berpikir hingga akhirnya ia menjawab, "mmm... baiklah, tapi setelah urusan kita masing – masing selesai, kita datang ke taman itu", ujarnya sambil menunjuk sebuah taman yang dekat dengan pemberhentian bus.

Namja pakaian hitam yang berada di tubuh Ifha melihat ke arah taman yang di tunjukkan oleh Ifha yang berada dalam tubuhnya, "eoh, arrasseo. Hmm.. tapi siapa namamu?". "Ifha, neo?". "Kyungsoo, Do Kyungsoo. Eh? Kamu bukan orang korea?", namja pakaian yang ternyata adalah Kyungsoo duduk di samping Ifha yang berada dalam tubuhnya.

Tanpa menjawab pertanyaan Kyungsoo, Ifha memeriksa saku jaket yang dipakainya *jaket kyungsoo*, ia menemukan sebuah ponsel kemudian mengaktifkannya. Melihat hal itu, kyungsoo melakukan hal yang sama. Tetapi ponsel tersebut memiliki password. "passwordnya apa?", pertanyaan kyungsoo tidak dijawab Ifha. Saat Kyungsoo hendak bertanya lagi, Ifha langsung menjawab "SECRET". "mwo? Cepat beritahu apa passwordnya", dan lagi-lagi perkataan Kyungsoo tak dijawab. Setelah ia mengulangi perkataannya beberapa kali hingga hampir membuatnya stress, barulah Ifha menjawab, "aku sudah mengatakannya, password dari ponsel itu SECRET. Apa kau mengerti?", jawaban dari Ifha hanya dibalas anggukan oleh Kyungsoo.

Ifha mengirim sebuah SMS ke Kyungsoo. setelah melihat SMS tersebut, Kyungsoo menengok ke arah Ifha "hei.. kenapa kamu tidak memberi tahuku dari tadi kalau kurang dari 30 menit aku akan terlambat ke tempat yang akan kamu tuju? Aaahh... halke!". "yaakk.. kamu belum memberitahuku alamat yang akan kamu tuju!" Ifha berteriak dengan keras. Kyungsoo yang mendengarnya memberitahu Ifha bahwa alamatnya berada disaku jaket.

Do Kyungsoo's POV:

Aku berdiri di depan sebuah gedung yang banyak di masuki oleh para yeoja. Aku melangkahkan kakiku masuk ke dalam gedung itu, tetapi tiba – tiba seorang yeoja memegang lenganku. Dia tersenyum, senyum yang sangat indah, "kajja", ucapnya lalu menarikku masuk ke sebuah ruangan.

Mwo?! Kenapa ruangan ini seperti dapur? Atau memang sebuah dapur?. Yeoja itu kembali menarikku ke sebuah ruangan kecil, ia menaruh tas yang ia bawa ke dalam loker. "waeyo? kenapa kamu tidak memasukkan tasmu?", yeoja itu memandangku heran. "ah? Eoh. Chakkammanyo", aku pergi ke sudut ruangan dan menelpon seseorang.

"..."

"yaakk.. yeoja aneh!"

"..."

"aiiisshh... tidak usah marah – marah dulu, dimana kamu menaruh kunci lokermu?"

"..."

"eoh, arrasseo!"

"..."

Bip. Aku segera mengambil kunci loker dari tas kemudian menghitung loker dari arah kiri. Cha! Aku menemukannya. Aku segera memasukkan tas lalu menguncinya kembali kemudian memasukkannya ke dalam saku celanaku. Ku lihat yeoja yang bersamaku, memandangku aneh, "waeyo?". "ah? Ani, kajja ifha-ah" , lagi – lagi ia memegang lenganku.

Ifha's POV:

Aiiisshhh! Apa namja itu salah memberiku alamat? Kenapa aku belum menemukan tempat yang ia maksud? Apa namja itu mempermainkanku?. Aku mengelilingi sekali lagi jalan yang tertulis di alamat yang di berikan namja pabo itu. Oh? Aku melihat sebuah gedung yang alamatnya sama yang di berikan namja pabo itu. Saat aku hendak memasuki gedung itu, seseorang menelponku. Aku melihatnya tak ada nama, tapi eh? Bukankah ini nomor handphoneku?

"yoboseyo?"

"..."

"mwo? Kau mengataiku yeoja aneh? Yaak... kau yang namja pabo!"

"..."

"ada di tas bagian samping, lokerku , hmmm... hitung saja dari kiri sebanyak 6 loker, loker ke 7 itu milikku"

"..."

"aku tutup telponnya"

Bip. aku pun memasuki gedung yang sempat tertunda karena namja pabo itu. Tiba-tiba seorang ahjussi menarikku memasuki sebuah ruangan yang didalamnya terdapat 10 namja. Ahjussi yang mengantarku telah pergi entah kemana tanpa aku sadari. Saat aku hendak pergi karena kurasa ruangan yang kumasuki saat ini salah, salah seorang dari namja yang ada dalam ruangan itu memanggilku, ah.. ani, namja pabo itu.

Author's POV:

Suho memanggil Kyungsoo (Ifha) yang hendak membuka pintu kemudian menghampirinya. "Kyungsoo-ah, kajja... kita latihan", Suho menarik Kyungsoo (Ifha) ke tengah-tengah ruangan. "mwo?", Kyungsoo (Ifha) tampak terkejut sehingga membuat namjadeul yang ada diruangan itu merasa heran. "waeyo?" tanya Suho dan dijawab dengan gelengan kepala dari Kyungsoo (Ifha). Mereka semua pun memulai latihan.

Setelah kegiatan yang dilakukan oleh Ifha dan Kyungsoo selesai, mereka pun bertemu di taman didekat pemberhentian bus. Mereka berdua tampak membicarakan hal yang serius."jadi kita harus bagaimana?", tanya Ifha."untuk sementara ini kita menjalani hidup masing-masing, aku menjalani sebagai dirimu dan kamu sebagai aku. Hanya itu pilihan untuk saat ini" jawab Kyungsoo."aiiisshh... kalau begitu berikan alamat rumahmu dan ini alamat apartemenku" ujar Ifha seraya menyerahkan sebuah kertas berisi alamat.

Kyungsoo menerima alamat tersebut kemudian memberikan juga sebuah kertas berisi alamat. "aku tidak tinggal dirumahku, aku tinggal bersama para namja yang kau temui tadi" ujar Kyungsoo. Ifha mengingat suatu hal yang membuatnya penasaran setelah latihan gerakan dance "yaakk.. namja pabo, pekerjaanmu apa? Aiisshh... kau tau badanku jadi pegal-pegal karena latihan dance tadi, tapi kau beruntung karena aku suka dance jadi tidak terlalu sulit".

Kyungsoo tersenyum "aku adalah seorang member dari boyband terkenal, kau tidak mengenalku?". "aku tidak tahu, nama boy bandmu apa? Dan bagaimana rasanya setelah kursus memasak tadi? Pasti membosankan kan?", tanya Ifha bertubi-tubi. "nama boy band ku EXO, itu kursus memasak yah? Aku merasa senang dan sama sekali tidak membosankan" jawab Kyungsoo. "eeeyy... kamu benar-benar namja pabo, bagaimana bisa seorang namja seperti kamu menyukai memasak?" tanya Ifha.

Kyungsoo balik bertanya kepada Ifha "apakah seorang namja tidak boleh memasak?". "hmm... tidak juga, aahh.. badanku pegal-pegal, nan halke" ucap Ifha. Kyungsoo teringat seseorang saat kursus memasak tadi "chankamman, siapa nama temanmu yang selalu menemanimu kursus memasak?". "hmm... aku hanya punya satu teman di kursus memasak dan itu pun... aaahh... mungkin maksudmu Indah eonni" jawab Ifha. "ooohh... jadi namanya Indah" ujar Kyungsoo sambil tersenyum. "kalau begitu nan halke" ujar Ifha kemudian pergi meninggalkan Kyungsoo.

Ifha's POV:

Aku tiba disuatu tempat dan segera masuk. Aku melihat namjadeul yang kutemui tadi, mereka menatapku lekat-lekat atau hanya aku saja yang merasa. "waeyo?", mereka langsung kembali ke aktivitas masing-masing. Aneh. Aku memasuki sebuah kamar lalu tertidur tetapi sebuah suara membangunkanku.

Seorang namja tengah berdiri di ambang pintu sambil memperhatikanku, "hyung, kenapa kamu tidur di kamarku?", tanyanya lagi. "a-a-aku kelelahan dan salah memasuki kamar, bisakah kamu mengantarku?". Ia mengangguk kemudian pergi, aku mengikutinya dan dia berhenti tepat didepan sebuah pintu lalu pergi lagi.

Do Kyungsoo's POV:

Kreeekk... *bunyi pintu terbuka*

Pintu ini sudah berkarat, apakah yeoja itu tidak pernah memberinya oli? Aaahh... sudahlah jangan pikirkan itu. Aku melangkah memasuki apartemennya lalu menyalakan lampu dan... Apa yang terjadi di sini?! Apakah telah terjadi peperangan? O_O?. Ruang tengahnya begitu berantakan, dapurnya? Entahlah tak bisa dijelaskan bagaimana keadaannya. Aaahhh... apakah yeoja itu tak pernah membereskannya? Mencuci piring? Aiiissshh... benarkah dia seorang yeoja?

Melihat keadaan yang begitu tak karuan, aku segera membereskannya mulai dari ruang tengah hingga dapur. Aaahh lelahnya... sekarang sudah jam berapa yah?. Aku melihat jam tangan yang kukenakan, haaaahh?! Pukul 01:13? Pantas saja aku sangat lelah membereskan apartemen ini, padahal tadi aku memulainya jam 08:15. Aahhh.. lebih baik aku tidur dulu.

Aku memasuki sebuah ruangan yang sepertinya sebuah kamar. Aku menyalakan lampu dan... lagi-lagi kata BERANTAKAN yang tertera di pikiranku, bantal yang berserakan kecuali bantal guling yang berada di aksur, banyak pecahan kaca didekat tembok, dll. Aiisshh.. padahal aku sudah sangat lelah. Hufft... lebih baik aku membereskannya segera. Setelah membereskan kamar itu, aku langsung tertidur.

Author's POV:

Saat Kyungsoo (Ifha) masuk kekamar untuk beristirahat, para namjadeul yang berada di ruang tengah membicarakan sesuatu yang menarik perhatian mereka semua. "hyung, aku juga merasa kalau kyungsoo hyung aneh hari ini", ujar Kai. "apa yang membuatmu aneh? Kalau aku tadi dia menyuluhku mengantarnya sampai depan kamalnya, sepelti balu pertama kali saja kesini", ujar Sehun. "Hmm... tadi saat kita latihan dia sering melakukan kesalahan, padahal sebelum latihan kita hari ini dia bisa melakukannya", ujar Kai lagi. Yup, mereka membicarakan tentang Kyungsoo dan keanehan yang terjadi.

Do Kyungsoo's POV:

Ifhaaa... Ifhaaa... ireonaa! Ireonaa!

Ifhaaa... Ifhaaa... ireonaa! Ireonaa!

Aiiisshhh.. bunyi bising apa ini? aku segera bangun dan mencari asal suara yang membangunkanku. Ooohh... ternyata dari jam weker ini, kenapa suaranya seperti itu? Aahh... jangan dipikirkan. Kruyuukk... aahh.. aku lapar, mungkin ada makanan di dapur. Aku segera mencari bahan makanan di kulkas, tetapi yang kutemukan hanya air mineral dan telur. Aku mencari lagi di dalam lemari dan yang kutemukan hanya ramen setelah itu tak ada lagi bahan makanan yang kutemukan. Terpaksa, aku memakan ramen saja.

Ifha's POV:

Kring... kring.. kring...

Aiiisshh... aku mulai mencari asal suara dengan mata masih terpejam. Aha! Akhirnya aku menemukannya, tapi eh? Kalau ini jam wekerku? Kenapa bentuknya tipis? Bunyinya juga beda. Ck, aku tidak berada di apartemenku, hufft.. hampir saja aku melemparnya.

Aku segera bangun lalu mencari makanan kemudian mencari informasi tentang EXO. Aku mulai mencari dari member-member EXO hingga lagu-lagunya serta dancenya. Mumpung semua member masih tidur, lebih baik aku latihan dulu. Sekarang jam berapa yah? Ck.. pantas saja member lain masih tidur, ini masih jam 03:00. Huaaah... namja pabo itu benar-benar rajin sampai dia bangun sepagi itu.

Aku mulai latihan hingga, oh? Sekarang sudah jam 05:12. Hmm... hari ini kegiatanku apa yah? Sepertinya Cuma kuliah saja. lebih baik aku segera memberi tahu namja pabo itu.

"..."

"yaaakk! Namja pabo!"

"..."

"hari ini aku ada kuliah jam 8 di universitas Kyunghee juruan sosiologi, arra?"

"..."

"oh yah, hari ini jadwalmu apa?"

"..."

"ooohh... kalau begitu aku matikan telponnya"

Bip. hufft... aku sudah selesai latihan dance, sekarang tinggal menghapal lagu-lagunya saja. oh yah... namja pabo itu seorang lead vokal yah? Sepertinya tidak, mana mungkin dia seorang lead vocal? Palingan dia hanya penyanyi biasa. *mian uri kyungie*

Do Kyungsoo's POV:

Hufft... kenapa aku sial seperti ini? baru tiba di kelas, sudah dikerumungin ama yeojadeul dan namjadeul yang ada dikelas itu, bahkan yang bukan dari kelas itu pun banyak yang datang. Siapa yeoja ini sebenarnya? Mengapa ia sangat terkenal di kampus ini? dan dari semua orang yang berkerumun tadi, mengapa permintaan mereka seperti "sampaiin salamku ke oppa yah, kamu pasti taukan?" lalu "lu bawa album dari band yang ku bilang kemarinkan?" terus "tolong kasi ini ke oppa yang aku tunjukin kemarin, ok!".

Ternyata yeoja yang seyumannya indah itu sekampus dengan yeoja ini *maksudnya ifha*, ngga apa-apa dikelas tadi kena sial tapi sekarang keberuntungan berpihak padaku. Dia ngajakin aku makan siang, pergi ke perpustakaan untuk membaca, ngobrol di halaman kampus. Tetapi yang aku herankan, kenapa saat aku memanggil dia indah eonni... dia malah bertanya "eh? Indah eonni?". Tapi ngga apa-apalah, hari ini keberuntungan aku biar bisa dekat dengan indah. Setelah mengerjakan tugas dari dosen, aku segera tertidur.

Indah's POV:

Hmm... kenapa ifha aneh sekali? Keanehannya mulai sejak kemarin. Bagaimana bisa dia pintar memasak? Kursus memasak saja dia dipaksa oleh ibunya. Terus tadi dia memanggilku 'indah eonni'? biasanya dia memanggilku 'chagi' biarlah aku malah senang dia tidak memanggilku 'chagi' lagi. Dan dia juga nurut dengan apa yang aku katakan. kalau biasanya aku nyuruh dia nemenin aku di perpustakaan, dia malah ngajak ke kantin, padahal udah makan. Kalau ngajak ngobrol, biasanya dia duluan dan ngga bisa diem, tapi hari ini? dia hanya diam mendengarkan perkataanku.

Hari ini dia benar-benar berubah drastis, it's fantastic! Oh god! Thank you very much...

Ifha's POV:

Aiisshh... pantas saja namja pabo itu mengatakan kalo kursus memasak itu menyenangkan, ternyata oh ternyata dia seorang koki di tempat ini. untung aja tadi gw langsung tidur, jadi ngga disuruh masak. Tapi akibatnya, perut gw udah konser berjam-jam non-stop... ooohhh help me! Siapa saja, beri aku makan... :'( miris banget hidupku.

Setelah memastikan kalo semua member udah tiba di alam masing-masing, gw langsung teleport(?) ke dapur buat nyari makan. Tetapi oh tetapi, tak ada makanan! Oh god! Help me! Terpaksa gw cuma minum air saja. kemudian tidur dengan keadaan perut lagi konser yang nambah seru aja.

TBC

A/N: yeeehh... akhirnya selesai juga nih chap 2. Ada yang nungguin nggak? Kayaknya banyak ^_^ #PD oh yah readers, epep ini udah agak kepanjangankan? Iyakan? Jawab aja. hmm... author sepertinya bakalan hiatus agak lama... kalau ada yang nungguin, sabar aja yaeh... *kalo ada, kalooooo-nya itu loh*.

Ppaaiii... ~~ V-sign