CLASSICAL MUSIC

Author : HanDik

Main Cast : Jung Dae Hyun (BAP), Byun Baek Hyun (EXO)

Support Cast : Park Chan Yeol (EXO), Yoo Young Jae (BAP)

Inspiration Story: Shigatsu Wa Kimi No Uso

-,

-,

-8888-

-,

Daehyun terus memandangi namja manis tersebut tanpa berkedip, sejujurnya Daehyun bukan hanya ternganga dengan suara permainannya tapi juga wajah namja manis itu yang begitu imut dan tenang saat memainkannya. Dan Daehyun tentu saja dapat merasakan degupan jantungnya yang begitu terasa dengan jelas.

"Ada apa denganku ? Kenapa jantung ini berdegup terus" Batin Daehyun.

"BAEKHYUUUUUUN!"

Deg Deg

"Baekhyun ? Jadi Namanya Baekhyun ? Dan tunggu suara ini tidak asing, seperti suara Chanyeol" Batin Daehyun.

"Wow Daehyun, ternyata kau sudah ada disini, kukira kau masih dijalan"

"Chanyeol, kau datang tepat waktu"

Namja bernama Baekhyun kemudian membereskan biola nya dan turun kebawah namun sialnya saat mau turun ia malah terpeleset kebawah dan jatuh tepat diatas Daehyun dan…. CUPPPP!

Bibir mereka saling bertemu dan tatapan mereka pun saling memandang satu sama lain sementara Chanyeol dan Youngjae yang melihat itu hanya bisa shock melihat mereka berdua masih diam dengan posisi sama yaitu bibir mereka yang saling menempel satu sama lain.

"Huaaaaaaaaaaaa! Kau merebut ciuaman pertama ku! Dasar namja pervert!" Ucap Baekhyun dengan heboh.

"Heh! Seenaknya saja! kau sendiri yang jatuh seenaknya meniban dan menuduhku mengambil ciuman pertamamu. Harusnya aku yang bilang kalau kau merebut ciuman pertamaku" Ujar Daehyun tidak mau kalah.

"Kau kan namja seharusnya menangkapku dong yang jatuh gimana sih! Otakmu aja yang mau mesum dan menginginkan menciumku kan ?"

"Kau sendiri juga namja seharusnya bisa gesit mendarat dong bukannya menibanku"

"Gimana aku mau gesit kalau aku terpeleset, kau kira aku sedang melompat. Kalau aku melompat baru aku bisa mendarat dengan baik"

"Ckck.. Alasan biasa!" Ucap Daehyun yang kemudian berbalik namun..

/BRUK/

"ADAAAAW!" Erang Daehyun kesakitan memegang kepalanya

"Rasain, mangkanya jangan seenaknya nuduh!" Ucap Baekhyun kesal karena habis memukul Daehyun dengan tempat biolanya.

"Sudah-sudah kalian jangan berantem ini kan sudah waktunya pementasanmu Baek" Ucap Youngjae.

"Oh iya, Yuk Jae kita jalan" Ucap Baekhyun yang kemudian berjalan menggandeng Youngjae.

"Kau ini mangkanya hati-hati kalau berbicara" Ucap Chanyeol yang membantu Daehyun berdiri.

"Ya mana ku tahu kalau dia seperti itu" Rutuk Daehyun.

Mereka berempat kini berjalan menuju gedung pertunjukkan, sementara Baekhyun, Chanyeol dan Younje sedang berbincang, Daehyun merasakan hawa yang mencekat dalam dirinya. Perasaan ketakutan akan yang datang kembali merasuki tubuhnya , rasanya ia ingin sekali pergi dari tempat itu sebelum bayang-bayang itu kembali merasuki dirinya.

-,

-,

-8888-

-,

FlashBack On

Daehyun yang kembali setelah penampilannya keluar dari gedung pertunjukkan dan disana eomma-nya bersama Nyonya Park dan Nyonya Yoo sudah menunggunya tapi terlihat dengan jelas raut marah di mata ibunya. Daehyun tahu kalau ini karena ia memainkan permainannya tadi terdapat bait yang miss karena keterlambatan dan kecepatannya saat bermain.

Daehyun dengan rasa takut berjalan menuju eomma nya dan berdiri dengan menunduk sampai sebuah tongkat melayang begitu saja. Entah sudah berapa pukulan dari tongkat sang eomma yang menghantam Daehyun begitu saja, banyak mata yang memandang Daehyun dengan rasa iba sementara Nyonya Park dan Nyonya Yoo terus mencoba menghentikan eomma Daehyun namun eomma Daehyun terus saja memukul Daehyun tanpa henti.

"Jung, hentikan kau tidak kasian dengan anakmu. Kau sudah sering memukulnya berkali-kali"

"Dia pantas mendapatkannya Park, lagu begitu saja ia bisa miss bagaimana bisa"

"Sudah hentikan Jung, kau tidak lihat banyak mata memandangmu"

"Aku tidak peduli Yoo, yang terpenting menghukum anak ini"

Eomma Daehyun terus saja memukuli Daehyun tanpa henti sampai darah pun keluar dari tubuh Daehyun sementara Daehyun hanya bisa diam karena ia sudah sering mendapat perlakuan seperti ini dari eomma nya sendiri.

"Kau ini tidak berguna! Lagu seperti itu kau tidak bisa mamainkannya! Mau jadi apa kau hah! Aku sudah mengajarimu pagi siang malam hanya untuk lagu itu dan hasilnya apa!"

"Tapi eomma, Dae kan mendapat juara satu"

"Aku tidak perlu juara satu, percuma juara satu kalau permainanmu itu banyak miss nya! Permainan begini mau dibawa ke final seminggu lagi ? Jangan harap kau bisa menang!"

Terus dan terus eomma Daehyun terus memukuli Daehyun, Daehyun yang letih menutup mukanya dengan kedua tangannya sehingga tangannya lah yang terkena pukulan demi pukulan oleh sang eomma.

"Dasar ibu tidak punya perasaan"

"Anak sendiri dihukum seperti itu. Masih untung bisa juara satu"

"Aku tidak akan memperlakukan anak ku seperti itu"

"Kasian sekali dia, dijadikan alat untuk memenuhi ambisi ibunya yang tidak berhasil menjadi pianis ternama malah dilampiahkan ke anaknya sendiri"

Seperti itulah umpatan-umpatan yang didengar oleh Nyonya Park dan Nyonya Yoo, mereka berdua hanya bisa mengelus dada dan prihatin akan nasib Daehyun, sementara eomma Daehyun tidak peduli perkataan-perkataan yang ia terima baginya ini semua untuk Daehyun agar Daaehyun bisa tumbuh lebih baik.

-,

-,

-8888-

-,

Seminggu telah berlalu dan Daehyun kini terngah bersiap-siap untuk menaiki stage untuk penampilannya. Raut wajah yang begitu datar seakan tidak menggambarkan kondisinya sekarang, padahal tiga hari yang lalu eomma nya telah tiada namun ia tetap mengikuti pentas ini. Dengan santai Daehyun masuk dan duduk dan bersiap memainkan permainannya.

"Lihat dia, benar-benar tidak ada raut kesedihan yang tergambar diwajahnya"

"Benar-benar. Padahal ibu nya baru saja tiada tapi ia masih bisa mengikuti pentas ini"

"Ibu dan anak ternyata sama saja tidak punya perasaan"

"Namanya juga sudah dilatih sama ibunya yang tidak punya perasaan itu sebagai Metronome Machine"

Walau terdengar samar-samar namun Daehyun dapat mendengar dengan jelas setiap perkataan yang keluar tapi ia tetap memfokuskan permainannya kembali. Daehyun memulai permainannya dengan baik dan dapat dilihat dengan jelas raut wajah juri yang puas dengan permainannya dan para penonton yang yang berbicara seperti itu tetap terkesima dengan permainanya.

Musik yang beralun dengan merdu dan sesuai dengan tempo dan ritme. Sementara dalam permainannya Daehyun terus memandang kemana saja sampai matanya menatap tempat biasa sang eomma melihat penampilannya dan saat itu ia melihat sosok eomma nya dengan jelas dan tersenyum tapi bukan senyum bahagia.

"Daehyun kau tidak akan bisa hidup dengan tenang tanpa musik" Bisikan yang keluar dari mulut eommanya dapat terdengar dengan jelas ditelinga Daehyun dan seketika Daehyun tidak dapat mendengar suara permainannya sendiri.

"Kenapa.. Kenapa suaranya tidak keluar. Aku tidak bisa mendengar suara permainanku. Bagaimana ini ?"

"Ya Seperti itu Daehyun. Bagaiamana rasanya tidak bisa mendengar suara pianomu sendiri ? Menarik bukan ? Hiduplah tanpa bisa mendengar suara permainanmu sendiri. Ini adalah hukumanmu untuk mu Daehyun, anakku" Terus dan terus bisikan seperti itu terdengar ditelinga Daehyun.

Daehyun terasa frustasi karena tidak bisa mendengar permainannya sendiri sungguh ia ingin mendengar permainannya sendiri. Dengan keinginannya sendiri ia berhenti bermain dan berlari keluar stage dengan menutup kedua telinganya sendiri.

FlashBack Off

-,

-,

-8888-

-,

Daehyun, Chanyeol dan Youngjae kini tengah duduk didalam aula pertunjukan, sudah banyak vionis yang memulai pertunjukkannya dengan pengiringnya yang bermain piano. Chanyeol dan Youngjae sangat terpana dengan permainan para vionis tersebut, namun berbeda dengan Daehyun yang mendengar permainan tersebut namun ada yang kurang sampai giliran Baekhyun.

Baekhyun memulai permainannya dengan baik dan dan begitu juga dengan pengiringnya pun mulai dengan baik, banyak penonton yang mendenger begitu terkesima begitu pula yang dirasakan oleh dewan juri yang menyukai permainannya. Daehyun terus mendengar dengan perlahan setiap permainan Baekhyun baginya permainan ini hampir sempurnua.

"Permainan yang indah dan sesuai dengan ritme dan temponya pas sekali. Ternyata dia pemain yang baik juga, eh apa-apaan ini kenapa jadi seperti ini"

Daehyun yang memuji permainan Baekhyun tiba-tiba berubah dan kabur dari ritme yang sesungguhnya. Para juri yang mendengar permainan yang berubah tersebut hanya bisa menggeram tidak suka hingga langsung mencoret nama Baekhyun karena telah menyalah gunakan musik yang seharusnya.

"Wow baru pertama kalinya aku mendengar permainan seperti ini"

"Terlihat berbeda dari vionis yang lain"

"Aku menyukai permainannya"

Berbeda dengan dewan juri, para penonton sangat menyukai permainan Baekhyun begitu pula dengan Youngjae dan Chanyeol yang bersemangat mendengar permainan Baekhyun. Berbeda dengan Daehyun yang masih bingung kenapa Baekhyun mengubah permainannya seperti itu. Sesaat permainan Baekhyun selesai dan mendapat kan tepuk tangan yang meriah dari para penonton dan itu membuatnya tersenyum begitu bahagia.

-,

-,

-8888-

-,

Baekhyun kini yang telah selesai , berdiri menungu Daehyun, Chanyeol dan Youngjae dan menunjukkan hasilnya kepada mereka bertiga.

"Yooo Baekhyun! Bagaimana hasilnya ? Apa kau lolos ?"

"Tentu saja Chanyeol! Dan kau! Bagaiman permainanku tadi ?"

"Aku ?"

"iya kau, memang siapa lagi ?"

"Permainanmu bagus diawal dan apa itu mengubah permainan yang semesetinya"

"loh itu malah bagus kali! Aku berarti berbakat"

"Tapi itu tidak semestinya kau lakukan di musik klasik!"

"Yang penting permainanku disukai orang banyak!"

"Tapi dewan juri mencoretmu dari list mereka"

"Yang penting aku lolos!"

"Kau lolos karena pilihan penonton!"

"Biarkan sa…"

"Sudah-sudah sebaiknya kita pulang, Ayo Yeol pulang" Youngjae yang lelah karena melihat pertengkaran Baekhyun dan Daehyun akhirnya menyeret Chanyeol pulang dan diikuti oleh mereka berdua yang terus berantem,

-,

-,

-8888-

-,

Busan Senior High School

Baekhyun tengah berjalan dengan santainya karena ia berniat mengelilingi sekolahnya seorang diri walau ditawarkan Youngjae teman sekelasnya untuk menemaninya namun ia menolak. Sesaat ia melewati ruang musik yang sebelumnya pernah ia kunjungi, dirinya dapat melihat lagi Daehyun duduk menatap piano ruang musik tersebut dalam diam.

"Dia itu kenapa sih, selalu saja menatap piano itu. Kalau mau main kan tinggal main kenapa mesti menatapnya seperti" Gerutu Baekhyun.

"Tapi aku masih kesal dengannya, bairkan sajalah" Ucap Baekhyun yang kemudian pergi meninggalkan Daehyun.

"Sok-sokan menilai permainan orang tapi sendirinya tidak mampu bermain padahal dulu ia kan pianis berbakat"

Baekhyun yang tanpa henti terus berbicara seorang diri mengenai sosok Daehyun dengan suara kecilnya. Ia sangat tahu siapa Daehyun, karena Daehyun dulu cukup terkenal karena kemampuan bermain pianonya yang baik dan tepat dalam usianya yang kedelapan tahun dan selalu mendapatkan kemenangan.

"Aku akan membuatnya bermain piano dan aku tahu caranya" Ucap Baekhyun dengan bersmirk yang kemudian berlari menuju kelasnya.

-,

-,

-8888-

-,

"HEY KAU TEMANI AKU MAKAN KUE SEKARANG!:"

Daehyun yang tengah membereskan keperluan sekolahnya dan bersiap untuk pulang tiba-tiba dikagetkan oleh suara Baekhyun yang masuk kedalam kelasnya dan memasukan peralatan sekolah Daehyun dengan seenaknya dan lansung menarik Daehyun keluar kelas.

Sementara Daehyun yang menjadi korban penarikan tersebut berusaha menahan degupan jantung yang ia rasakan sama seperti melihat Baekhyun untuk pertama kalinya. Entah mengapa ia tidak tahu perasaan apa yang dirinya rasakan ini, sementara ia hanya bisa berusaha menahan degupannya begitu saja.

"Hey! Hey! Tunggu jangan tarik aku seperti ini! Aku bukan hewan tahu!"

"Lagi kau ini lama sekali sih! Namja atau bukan ? Jangan-jangan kau ini namja jenis uke ya ? Mangkanya lama sekali! Kalau iya mana bisa aku denganmu. Kita sama-sama uke dong!" Tanpa sadar Baekhyun mengucapkan hal tersebut dan membuat Daehyun bingung dengan kata-kata 'sama-sama uke'

"Seenaknya saja! Aku ini namja ingat namja dan aku ini seme bukan uke ingat itu!"

"Yakin seme ? Mana ada seme jalannya lama begini. Tunjukin dong kalau kau ini seme!" Tantang Baekhyun

"Baiklah kalau itu maumu"

Daehyun yang merasa tertantang dengan sekuat tenaga menahan jalan Baekhyun dan dengan sekejap membalik tubuh Baekhyun dan mendorongnya kearah sebatang pohon. Kini posisi Baekhyun tengah ditahan oleh Daehyun, sementara Daehyun dengan cepat melepas kacamatanya dan memperlihatkan sorot mata tajam yang ia miliki.

"Dia begitu tampan saat kacamatanya dilepas" Batin Baekhyun.

"Ternyata dia begitu manis disaat raut wajah ketakutannya" Batin Daehyun.

Baekhyun yang melihat sorot tajam pada mata Daehyun hanya bisa pasrah dan menelan kasar salivanya, sementara Daehyun terus memajukan wajahnya begitu saja dan Baekhyun dengan seksama menutup matanya.

"Bagaimana ? Aku seme kan?" Ucap Daehyun dengan suara beratnya tengah berbisik ditelinga Baekhyun dan membuat Baekhyun merasa merinding.

"Sudah ayo kita kekedai teh katanya mau makan kue" Ucap Daehyun yang menarik tangan Baekhyun dan tentunya dengan smirk yang sukses membuat Baekhyun ketakutan.

-,

-,

-8888-

-,

Myungsoo's Tea

Baekhyun dan Daehyun kini tengah duduk sambil menunggu pesanan mereka dan tentunya dengan sedikit perbincangan dan tidak lupa mereka saling berkenalan karena sejak awal mereka belum berkenalan sama sekali.

Setelah pesanan mereka berdua tiba dan mereka makan dengan diselingi oleh obrolan singkat mereka. sesaat Baekhyun menangkap dua anak kecil yang tengah bermain-main dengan piano yang segera menghampiri mereka.

"Adik kecil sedang bermain piano ya ? Lagu apa yang kau mainkan ?"

"Iya oppa. Tadi disekolah aku diajarkan lagu twinkle twinkle little star. Apa oppa bisa mengajarkanku ?"

"Oppa tidak bisa tapi oppa disana yang berkacamata itu bisa mengajarkanmu"

"Benarkah ?"

"Ne"

"Oppa, ajarkan aku main piano" Ucap anak kecil yang satu kepada Daehyun.

"Eh tapi aku tidak bisa bermain paino"

"Ayolah appa"

"Ta… Baiklah" Ucapan Daehyun yang awalnya akan menolak namun saat menatap tatapan berbahaya Baekhyun yang mengartikan 'Kau mau mengajarkan atau kau mati ditanganku setelah ini Daehyun' dan mau tidak mau Daehyun pun harus melalukan perintah Baekhyun dari pada ia mati muda.

Daehyun dengan perlahan mulai memainkan pianonya dengan baik dan semua pengunjung dan pemilik kedai sampai terperangah mendengar permainan yang indah dan bagus itu. Sementara kedua anak kecil tersebut takjub atas permainan Daehyun. Namun sesaat Daehyun merasakan tangannya keram dan tidak bisa mendengarkan permainannya lagi dan seketika permainannya yang indah itu terhenti dan membuat semua yang mendengarnya menatap bingung.

"Oppa kenapa berhenti ? Yang tadi itu kan bagus sekali"

"Aku tidak bisa melanjutkannya lagi"

"Tap.. eh oppa mau kemana ?" Ucap anak kecil itu yang melihat Daehyun pergi berlari keluar kedai.

Baekhyun yang melihat itu langsung membayar kue mereka dan bergegas mengejar Daehyun sekuat tenaga sampai ia menemukan Daehyun tengah duduk dibangku taman dan menghampirinya.

"Kau ini kenapa sih ?"

"Aku tidah bisa bermain piano lagi dan kau tahu itu"

"Ya aku tahu, kau ini tidak bisa mendengar permainanmu sendiri kan?"

"Kalau kau tahu kenapa kau masih menyuruhku bermain ?"

"Karena aku mau mendengar permainan calon pengiringku ini difinal nanti dan aku tidak terima penolakan Daehyun!"

"APAAAAA!"

Bersambung…..

-,

Ah lanjut cerita yang ini, walau hanya sedikit respons tapi saya berniat melanjutkan cerita ini.
mungkin cerita ini tidak begitu menarik perhatian sehingga saya mencoba membuat cerita ini menjadi lebih menarik lagi di chapter ini..
semoga saja menjadi lebih menarik :)
Terima kasih atas reviewnya YOONA dan darkhyuners shinning

Semoga cerita ini lebih menarik untuk kalian readers.