.
.
PRANG
.
.
PRANG
.
.
DUG
.
.
Suasana pagi hari di kediaman Chanyeol dan Baekhyun begitu ramai, suara benda berjatuhan dan debuman keras suara orang terjatuh menghiasi pagi yang cerah ini. Bukan karena mereka sedang bertengkar atau saling melemparkan barang satu sama lain, tapi itu karena Baekhyun sedang mencoba membuat cake ulang tahun untuk sahabat karibnya Xiao Lu.
Chanyeol yang merasa tidurnya terganggu lalu pergi mendekati asal suara ribut itu, setelah menggunakan boxernya tentu saja.
Dengan mata setengah terbuka dan rambut acak acakan khas orang bangun tidur, Chanyeol memasuki dapur. Tanpa Chanyeol sadari, ia menginjak cairan telur yang tercecer di lantai. Dan akhirnya suara debuman kencang terdengar oleh Baekhyun yang sedang mengeluarkan loyang cake dari oven.
"Akkhh..."
Chanyeol mengusap pantatnya yang baru saja mendarat di lantai. Baekhyun berjalan ke arah Chanyeol dan berjongkok d hadapannya.
"Astaga. Kau tidak apa-apa Yeollo?" Baekhyun menyibakkan poni yang sedikit menutupi wajah Chanyeol.
"Aduh.. Bokongku sakit sekali sayang..." Chanyeol meringis dan mencebikkan bibirnya. Baekhyun mendengus.
"Kau sih, jalan tidak lihat-lihat. Cepat bangun dan mandi. Kau bau sperma." Baekhyun kembali dengan cakenya. Dengan langkah malas Chanyeol pergi ke kamar mandi.
.
.
Chanyeol sedang berkaca sambil melipat lengan kemejanya sampai ke sikut dan memandang intens pantulan wajahnya di cermin.
"Kau sangat tampan Park Chanyeol." Ucapnya diakhiri dengan kedipan mata sebelah kirinya. Narsis sekali.
.
Chanyeol berjalan keluar kamar dan menuruni tangga menuju ke dapur untuk sarapan.
Ia melihat Baekhyun yang sedang serius menghias cakenya dan sesekali memberenggut imut saat krim cakenya sedikit berantakan.
.
"Pagi sayang, apa cakemu baik-baik saja?" Chanyeol mengambil sepotong roti yang ada di meja makan dan mengoleskan selai cokelat pada rotinya lalu memakannya.
"Cakenya memang baik-baik saja, tapi wajahku yang tidak baik-baik saja." Baekhyun mengangkat kepalanya dan...
TARAAAA
Wajah Baekhyun penuh dengan krim.
Mungkin saat itu tangannya yang belepotan krim tak sengaja menggaruk pipi dan hidungnya. Dan jadi lah pipi san hidung mulus Baekhyun terkena krim.
Chanyeol yang melihat itu terkekeh kecil dan menghampiri Baekhyun.
"Jangan ditertawakan Chanyeollo~" baekhyun semakin mencebikkan bibirnya saat Chanyeol sedikit tertawa. Karena melihat ekspresi wajah Baekhyun yang seperti itu, Chanyeol akhirnya menahan tawanya dengan susah payah agar tidak membuat baekhyun kesal.
Dengan wajah memerah karena menahan tawa, Chanyeol menghampiri Baekhyun dan menangkup kedua pipinya.
CHUP
Chanyeol mencium pipi Baekhyun dan menjilatnya tepat di pipi yang terkena krim.
CHUP
Ia lalu mencium hidung Baekhyun, membersihkan krim yang juga mengenai hidung Baekhyun. Baekhyun memejamkan matanya karena merasa geli.
CHUP
Terakhir ia mencium bibir Baekhyun. Sebenarnya tidak ada krim di bibir Baekhyun. Chanyeol modus saja agar bisa mencium bibir menggoda milik Baekhyun.
Sedikit menghisap bibir atas dan bawahnya membuat Baekhyun kehilangan nafas. Ia menepuk nepuk dada Chanyeol agar melepaskan ciumannya.
"Hahh... Hahh... Hah..." Chanyeol tersenyum lebar saat melihat Baekhyun menarik nafasnya dengan kasar.
"Kau ini mau membunuhku eoh?" Sungut Baekhyun. Wajahnya memerah karena kehabisan nafas dan juga malu.
Chanyeol sih nyengir saja saat di sembur oleh Baekhyun. Menurut Chanyeol, Baekhyun itu sangat manis saat wajahnya memerah seperti itu.
"Aku kelepasan, hehehe." Chanyeol kembali duduk di kursinya dan memakan sarapannya yang tadi sempat tertunda. Dan Baekhyun mendengus mendengar jawaban Chanyeol.
"Modus..."
"Tapi kau suka 'kan?" Chanyeol menaik turunkan kedua alisnya sambil tersenyum lebar yang terlihat aneh -menurut Baekhyun.
Baekhyun memutar bola matanya malas.
"Aku tak menyukainya." Baekhyun kembali berkutat dengan cakenya dan sedikit merapikan camisolenya dari tepung. Chanyeol tersenyum menggoda.
"Bohong." Baekhyun tak membalas ucapan Chanyeol. Biarkan saja Chanyeol bicara semaunya, toh Baekhyun selalu kalah jika pembicaraannya menyangkut hal hal mesum.
Chanyeol itu sangat mesum, asal kalian tahu.
.
Suasana menjadi hening saat Baekhyun selesai menghias cakenya dan menaruhnya di lemari es. Baekhyun lalu duduk di kursi yang bersebrangan dengan Chanyeol yang sedang memakan rotinya -entah roti keberapa, sambil memainkan ponselnya.
"Maaf ya, aku hanya bisa menyiapkan roti dan selai saja." Baekhyun mengoleskan selai strawberry kesukaannya dan melahapnya. Sementara Chanyeol hanya bergumam sebagai jawaban.
"Kau memang selalu menyiapkan roti saat kau sibuk. But... Its okay that's love.." Chanyeol mengedikkan bahunya dan kembali memainkan ponselnya.
"Oh.. Berhentilah mencantumkan judul film itu di setiap kata-kata gombalmu itu Chanyeollo." Baekhyun menunjuk wajah Chanyeol menggunakan sendok selai.
"Jauhkan sendok selai itu, atau aku akan membuatmu mengangkang di atas meja makan ini."
Baekhyun kehabisan kata-kata. Sudah ia katakan bukan, jika Chanyeol adalah masternya jika itu menyangkut hal-hal mesum.
"Oh iya, pesta ulang tahun Luhan dimulai pukul berapa?" Chanyeol bertanya dengan mata yang melihat kearah Baekhyun.
"Pukul lima sore."
Chanyeol hanya mengangguk dan Baekhyun kembali makan. Selesai makan, Baekhyun lalu membereskan semua kekacauan yang ia buat tadi. Mulai dari menyapu tepung-tepung yang berserakan, mengelap telur yang tadi sempat terinjak Chanyeol, mengelap meja makan dan washtafel yang penuh cairan lebgket dari tepung, juga membersihkan wajahnya yang masih belepotan krim meskipun sudah di bersihkan -ekhem, di jilat oleh Chanyeol.
"Aku berencana memakai gaun pemberianmu saat ulang tahun pernikahan kita yang ke satu tahun ke pesta ulang tahun Xiao Lu, apa tidak apa-apa?" Baekhyun menatap Chanyeol sebentar dan kembali menyapu kekacuan yang tadi ia buat.
"Tentu saja, aku membelikanmu gaun itu untuk kau pakai sayang. Bukan untuk pajangan." baekhyun tersenyum lebar, untuk kedua kalinya Baekhyun bisa menggunakan gaun itu.
Sebenarnya Baekhyun pernah sekali memakai gaun pemberian Chanyeol itu; saat hari ulang tahun perusahaan yang Chanyeol pimpin, dan Baekhyun terlihat sangat cantik dengan gaun itu. Namun saat Baekhyun menggunakan gaun itu banyak sekali pria pria yang menatap Baekhyun kagum sekaligus lapar. Karena gaun itu mencetak lekukan tubuh dan terbuka di bagian dada.
Karena itulah Chanyeol sempat melarang Baekhyun menggunakan gaun itu lagi karena ia takut Baekhyun di goda oleh lelaki lelaki mesum diluar sana. ya, meskipun Chanyeol juga pria mesum, tapi setidaknya Chanyeol adalah suaminya. Jadi tak apa-apa jika baekhyun digenjot oleh Chanyeol, toh itu sudah kewajibannya sebagai seorang istri.
.
Chanyeol memperhatikan gerak gerik istrinya sambil tersenyum. Baekhyun terlihat sangat seksi saat dia sedang berada di dapur.
Benar apa kata Yifan sepupunya; wanita akan terlihat seratus kali lebih cantik saat ia ada di dapur. apalagi saat ini Baekhyun hanya menggunakan camisole bertali spageti dan hotpants yang memperlihatkan bagian tubuhnya yang menggoda. Membuatnya terlihat semakin Seksi.
Chanyeol menghampiri Baekhyun yang sedikit membungkuk karena sedang menyapu. Tangannya ia letakkan di atas pinggul Baekhyun dan mengusapnya sensual, membuat Baekhyun meremang.
"A-apa yang kau lakukan Yeollo?" Baekhyun berbalik ke arah Chanyeol tapi ditahan olehnya. Chanyeol menyeringai dan semakin gencar mengelus bongkahan bokong indah milik Baekhyun.
Baekhyun merasakan sesuatu yang keras mengenai bagian belakangnya saat ia sedikit memundurkan bokongnya. Baekhyun tidak bodoh untuk tidak mengetahui benda keras apa yang mengenai bagian belakangnya itu. Penis Chanyeol sudah mengeras.
"Baekhhh.. Ayo kita lakukan sayang..."
Chanyeol membalikkan tubuh Baekhyun dan menuntun tangannya untuk menyentuh penisnya yang membesar.
"Apa yang ingin kau lakukan? Eum?" Baekhyun menatap Chanyeol nakal sambil terus mengelus gundukkan Chanyeol yang sudah sangat mengeras.
"Arghh..." Chanyeol mengerang nikmat saat Baekhyun meremas penisnya. Dia menyukai Baekhyun yang nakal. Err~~ Sungguh menggoda.
"Arghh aku sudah tidak tahan sayang." Chanyeol dengan gemas mencium bibir Baekhyun dan meremas payudaranya.
"Ahhh Yeolhh nghhh..." Desah baekhyun nikmat saat jemari Chanyeol mencubit nipplenya yang sudah menegang Dari balik camisolenya. Chanyeol menyingkap lalu melepas camisole dan juga hotpants Baekhyun yang melekat di tubuhnya, hingga menyisakan bra dan underwear berwarna hitam yang tampak kontras dengan kulit putih nan bersih milik Baekhyun.
Baekhyun kemudian membalikkan posisi. Kini ia berjongkok di hadapan Chanyeol dan menurunkan resleting celana Chanyeol dan mengeluarkan penisnya yang sudah menegang tanpa membuka jeansnya.
"Mmhhh..." desah Baekhyun tertahan karena ia memasukkan penis tegang itu ke dalam mulutnya yang hangat.
Baekhyun mengeluar masukkan penis tegang itu dan mengurut sebagian penis yang tidak masuk di mulutnya.
Baekhyun merasakan jika penis Chanyeol semakin tegang di dalam mulutnya.
Chanyeol menjauhkan wajah Baekhyun dari penisnya kemudian mengangkat gadis itu untuk duduk di atas meja makan.
Baekhyun mengangkang lebar dan Chanyeol melepaskan underwear Baekhyun yang menghalangi vagina basahnya yang ugh~ sangat menggoda.
"Ayo kita lakukan beberapa ronde sebelum pergi ke rumah Luhan, Baekboo.." Chanyeol melahap vagina Baekhyun dan menjilatnya penuh nafsu. Membuat Baekhyun menggeliat geli. Ia memainkan klitorisnya sendiri, sementara Chanyeol menjilatinya.
"Anghhh..." Baekhyun mendapatkan orgasme pertamanya. Badannya terkurai lemas di atas meja makan dengan kaki yang mengangkang.
Chanyeol menaiki meja makan dan melepaskan pakaian yang melekat di tubuhnya. Ia lalu mengeluarkan payudara Baekhyun dari atas bra nya tanpa membuka bra itu terlebih dahulu kemudian mengulumnya nikmat.
Baekhyun yang kembali terangsang lalu menekan kepala Chanyeol agar lebih memperdalam kulumannya. Chanyeol memperdalam kulumannya di puting Baekhyun sampai bibirnya mencekung.
setelah puas bermain dengan dua bongkahan yang menggoda itu Chanyeol kemudian membalikkan tubuh Baekhyun dan bersiap memasukkan penisnya yang sudah menegang. Doggy style, gaya kesukaan Chanyeol saat ia sedang sangat bernafsu, ugh~
"Bersiaplah sayang..." Chanyeol menggesekkan penisnya ke permukaan vagina Baekhyun dan memasukkan kepala penisnya, membuat wanita itu mengerang nikmat. baru masuk kepalanya saja sudah nikmat, apalagi jika sudah masuk semuanya. Ugh, memikirkannya saja sudah membuat vagina Baekhyun gatal ingin segera di masuki.
"Anghhhh..." Baekhyun mendesah saat penis Chanyeol telah masuk sepenuhnya.
Chanyeol mulai memaju mundurkan penisnya dengan perlahan, membuat Baekhyun kewalahan dengan kenikmatan yang Chanyeol berikan.
"Arrghhh.. Sshhh.." Chanyeol menggeram saat merasakan dinding vagina Baekhyun menjepit penisnya karena Baekhyun dengan sengaja mengetatkan otot vaginanya.
Chanyeol terus menggerakkan bagian bawahnya, membuat payudara Baekhyun yang menggantung itu ikut bergoyang.
"Ahhh ahhhh ahh..." Baekhyun semakin kuat mendesah saat tangan Chanyeol meremas payudaranya yang menggantung itu.
Genjotan Chanyeol memang tiada duanya, terbukti dengan meja makan yang ikut berderit seolah ikut memanaskan suasana yang sudah sangat panas itu.
"Ahhh... Sshhh... Anghh..." Baekhyun mendesah nikmat. Ia hampir orgasme. chanyeol yang mengetahui semakin mempercepat genjotannya di vagina Baekhyun.
"Anghh... Yeollhhh... Akhh.. Akhh.."
TING TONG
"Akhhh ada... Eunghhh... Tamuuuhh ahhh lebih cepat sayang..."
"Yeahh... Ouhhh... Kau eunghhh..."
TING TONG
"Sayanghhhh.. Ssshh tamu nya..." Baekhyun berujar denga susah payah karena Chanyeol tak berhenti menungganginya.
"Biarkan sajaaahhh ouhh kau nikmat ... ahhh shhh..."
"Ahhh... Ahhhhh.. Sayang... Ahhhh..."
"Yeah babe... Ughhh..."
TING TONG TING TONG TING TONG
"Astaga.. Ughh.. Park Chanyeol... Tamu nya.."
Baekhyun menegakkan tubuhnya dan mendorong bahu Chanyeol agar menjauh. Baekhyun turun dari meja makan dan berjalan kearah pintu sambil bertelanjang dada. Sementara Chanyeol yang ditinggal hanya menggeram. Ia sudah hampir sampai, tapi Baekhyun malah meninggalkannya.
.
Baekhyun menekan tombol intercom yang ada di dekat pintu. Dan tampaklah dua orang wanita cantik sedang berkacak pinggang dengan wajah sebal di depan pintu.
Baekhyun membulatkan matanya terkejut.
'Yatuhan bagaimana ini... Gawat.." Baekhyun menggigit jarinya dan segera berlari ke dapur, dimana Chanyeol sedang memainkan penisnya, mencoba menuntaskan hasratnya. Baekhyun dengan cepat memunguti pakaiannya dan juga Chanyeol. Sementara Chanyeol memperhatikan istrinya.
.
"Cepat pakai bajumu. Eommonim dan Yura eonni ada di depan... Ppalli..." Baekhyun berlari menuju kamar mandi, sementara Chanyeol dengan santai menggunakan celana jeansnya tanpa menggunakan kaos dan berjalan ke arah pintu.
'CLEK'
Chanyeol membukakan pintu depan rumah dengan wajah sayu dan rambut berantakan. Kentara sekali jika dia habis bercinta, ditambah bau khas sex yang menyeruak dari tubuhnya.
"Kenapa lama sekali eoh?" Nyonya Park, ibunda Chanyeol melotot sambil berkacak pinggang. Namun setelah melihat keadaan Chanyeol yang seperti itu, wajahnya menjadi sumringah. Ia mengendus tubuh Chanyeol dab senyumannya semakin merekah.
"Kau habis bercita ya?" Nyonya Park berujar dengan semangat, sementara Yoora hanya memutar bola matanya malas. Adiknya ini sungguh maniak seks -pikirnya.
"Lebih tepatnya 'sedang bercinta', bu. Ayo masuk." Chanyeol menekankan kata 'sedang bercinta' lalu mempersilahkn dua wanita cantik itu masuk.
Setelah dua wanita itu duduk, Chanyeol berdiri untuk membuat minuman untuk mereka.
"Akan kubuatkan minuman, ibu dan noona duduk saja."
Chanyeol hendak pergi ke dapur, namun di cegah oleh Nyonya Park.
"Tidak! Tidak usah, ibu akan membuatnya sendiri sambil membuat sedikit camilan di dapur kalian dengan Noonamu, kau panggilkan Baekhyun saja."
Nyonya Park bergegas pergi ke dapun beserta Yoora dengan kedua jinjingan bersar mereka. Namun saat berada di dapur, mata mereka terbelalak melihat pemandangan dapur yang cukup mengenaskan. Meja makan yang sudah beralih posisi menjadi sedikit menyerong -sepertinya akibar gerakan Chanyeol yang kuat *uhuk. Kemeja putih Chanyeol, dan underwear Baekhyun sepertinya tadi tak terbawa. Dan tunggu... Apa itu...
"Ewhh CHANYEOL SPERMA MU!. Menjijikkan sekali."
Yoora lah yang menemukan cairan menjijikkan itu di atas kursi yang akan ia duduki.
"YA! KALIAN BERCINTA DI DAPUR EOH?!" Yoora berteriak dari dapur dan terdengar sampai ke seluruh penujuru rumah.
Baekhyun yang mendengar teriakan Yoora dari dapur hanya meringis. Ia sungguh malu.
"Aigoo... Rasanya aku tidak mau turun ke bawah.."
Baekhyun menghela nafasnya kasar. Ia menjatuhkan tubuhnya di ranjang dan bergerak gerak, membuat rambut dan sprainya menjadi kusut.
"Sayang, apa yang kau lakukan eoh?" Chanyeol menarik tubuh Baekhyun dan menuntunnya untuk duduk dipangkuannya.
Baekhyun memeluk leher Chanyeol dan menggerakkan tubuhnya ke kiri dan ke kanan.
"Aku malu Chanyeollo.. Aku tidak mau bertemu ibu dan Yoora eonni... Huwaaaa..." Baekhyun merengek sambil terus menggerakkan badannya. Chanyeol tertawa keras membuat tubuhnya bergetar.
"Hahaha.. Jadi karena itu? Yatuhan Baek, tidak apa-apa.. Ayo kita turun. Mereka pasti menunggu kita." Chanyeol menangkat tubuh Baekhyun yang masih bergelayut di tubunya, seperti koala. Kemudian berjalan keluar kamar dan menuruni tangga menuju ruang tengah. Menaruhnya di atas sofa. Yoora yang baru saja masuk ke ruang tengah langsung mendengus.
"Kalian ini mentang-mentang masih pengantin baru, terus saja bermesraan. Membuat orang iri saja." Yoora menaruh salad buah di meja dan duduk di sofa tunggal yang ada di samping Baekhyun.
"Bu-bukan seperti itu eonni..." Baekhyun menyela.
"Makannya, cari suami itu yang romantis sepertiku, noona. Jangan seperti Jaeyeol hyung yang sangat kaku itu." Yoora kembali mendengus mendengar ucapan adiknya itu.
"Dan harus maniak seks sepertimu? no no no. bisa bisa aku di bobol setiap hari olehnya." Yoora menggerakkan jari telunjuknya ke kanan dan ke kiri, begitu juga dengan kepalanya. sementara Baekhyun terkekeh imut melihat kelakuan dua bersaudara ini.
"sudah sudah.. Jangan bertengkar terus.." Nyonya Park datang dari dapur sambil membawa nampan berisi potongan buah semangka dan jus strawberry kesukaan Baekhyun. Dan ikut bergabung bersama mereka.
"Kau tidak akan memakai baju Yeollo?" Baekhyun memandang Chanyeol yang berada di belakangnya.
"Pakaikan baju untukku Baekboo~" Chanyeol merengek manja sambil memajukan bibirnya. Baekhyun terkekeh sementara Yoora dan Nyonya Park memasang ekspresi ingin muntah saat melihat kelakuan manja Chanyeol.
"Baekboo dan Chanyeollo eoh? Imut sekali~" Yoora menangkup kedua pipinya dan tertawa.
"Berhenti mengejekku Nyonya Jang."
Yoora melotot kearah Chanyeol dan dibalas mehrong oleh Chanyeol.
"Sudah sudah.. Chanyeol cepat pakai bajumu. Nanti kau masuk angin." Akhirnya Nyonya Park angkat bicara. Chanyeol akhirnya meninggalkan ruang tengah untuk memakai pakaiannya.
"Eonni.. Boleh aku mencoba salad buah itu? Sepertinya enak." baekhyun menunjuk salad buah yang berada di dekat Yoora dengan wajah berbinar. Tentu saja Yoora mengizinkannya. Ia lalu mengambil mangkuk kecil dan mengisinya dengan salad buah dan memberikannya pada Baekhyun.
Baekhyun memakan salad buah itu. Baru tiga kali kunyahan Baekhyun merasa seperti ada sesuatu di dalam perutnya yang menolak makanan itu. Baekhyun menggembungkan mulutnya dan segera berlari ke kamar mandi dan memuntahkan semua isi di dalam perutnya.
Chanyeol yang baru saja turun dari kamar memandang heran ke kamar mandi. Ada apa denan Baekhyun?-pikirnya.
Baekhun keluar dari kamar mandi dengan wajah yang pucat.
"Kau kenapa sayang?" Chanyeol menghampiri Baekhyun dan memapahnya. Baekhyun menyandarkan tubuhnya yang lemas di dada Chanyeol.
"Ntahlah, akhir akhir ini aku selalu merasa tidak cocok dengan makanan-makanan tertentu yang biasa aku makan." Nyonya Park dan Yoora saling berpandangan kemudian tersenyum lebar.
"Kau hamil Baekhyun." Ucap mereka serempak.
Chanyeol mengerutkan dahinya. Tidak mungkin, seingatnya Baekhyun selalu meminum pil kontrasepsinya agar dia tidak hamil karena sebentar lagi ia akan sidang skripsi. Sementaa Baekhyun menggigit bibir bawahnya.
'Benarkah itu?'
"Kau selalu meminum pil kontrasepsimu kan Baek?" Chanyeol menatap Baekhyun meminta penjelasan. Baekhyun gugup.
"Eummm... Sebenarnya itu.. Aku sudah tiga bulan tidak meminumnya. Karena kurasa.. Aku tak seharusnya meminum pil itu lagi. Karena aku ingin segera mempunyai buah hati."
Baekhyun menjawab pertanyaan Chanyeol sambil menunduk dan menggigit bibir bawahnya.
"Maafkan aku Chanyeollo.."
Chanyeol menghela nafasnya, kemudian tersenyum kearah Baekhyun.
"Kenapa harus meminta maaf Baekboo sayang~ aku malah bersyukur kau sudah berhenti meminum pil itu." Chanyeol memeluk Baekhyun erat. Nyonya Park dan Yoora pun ikut tersemyum melihat adegan romantis Chanyeol dan Baekhyun.
"Tunggu apalagi sayang? Cepat periksa. Apakah kau hamil atau tidak." Nyonya Park mengibaskan tangannya meminta Baekhyun pergi.
"Kau punya testpack 'kan?" Tanya Yoora. Baekhyun mengangguk sebagai jawaban.
Baekhyun mask ke kamar mandi setelah sebelumnya membawa testpack dari kotak obat.
.
.
Baekhyun mencelupan testpack kedala wadah yang menampung urin nya. Dengan hari bergetar, Baekhyun menunggu hasil dari test pack tersebut. Dan hasilnya adalah...
Haahhhh...
Baekhyun menghela nafasnya sambil menggigit bibir bawahnya. Rasanya ia ingin menangis saat itu juga.
Baekhyun keluar dari kamar mandi dan meberjalan ke ruang tengah dengan membawa test pack di tangannya.
"Bagaimana hasilnya? Bagaimana hasilnya?" Chanyeol bertanya dengan semangat. Sementara Baekhyun hanya menunduk menahan tangisannya agar tidak pecah.
Tapi melihat ekspresi Chanyeol yang terkihat sangat bahagia Baekhyun menjadi semakin ingin menangis.
"Hiks..." Isakan itu akhirnya lolos dari mulut Baekhyun. Ia lalu berlari menubruk tubuh Chanyeol dan memeluknya.
"Hiks..."
"Hey, kau kenapa sayang?" Chanyeol mengelus surai Baekhyun dan mengusap punggungnya menenangkan.
"Hiks... Chanyeol.. Eomma.. Eonni... Hikss..."
Maafkan aku.. Hiks.." Chanyeol tahu arti dari permintaan maaf ini. Ia lalu meraih testpack yang sedari tadi di pegang Baekhyun dan melihat satu garis yang terdapat pada testpack itu lalu memberikannya pada Nyonya Park.
"Mungkin Tuhan belum mengizinkan kita memiliki malaikat kecil sayang."
"Hiks.. Tapi.. Chanyeollo... Hiks.."
Nyonya Park dan Yoora mendesah kecewa. Ia lalu ikut mengelus pundah Baekhyun.
Sudahlah Baekhyunie.. Mungkin memang bukan waktunya." Ucap Yoora menenangkan.
"Benar Baekhyunie sayang.."
Baekhyun masih menangis hingga sesegukkan. Chanyeol kemudian menggendong Baekhyun seperti koala menuju kamarnya. Melingkarkan kaki dan tangannya pada leher dan pinggang Chanyeol.
"Aku akan keatas eomma, noona." UcapChanyeol lalu dijawab anggukan oleh Nyonya Park. Ia lalu berjalan menuju kamarnya di lantai dua.
.
Chanyeol merebahkan tubuh Baekhyun di atas ranjang dan menyelimutinya kemudian mengecup kenig istri tercintanya. Baekhyun meneluk Chanyeol yang berbaring disampingnya dan menenggelamkan kepalanya di dada Chanyeol.
"Kau tidurlah. Akan ku bangunkan jika kita akan pergi ke pesta ulang tahun Luhan."
Baekhyun berhenti menangis dan mulai memejamkan matanya.
"Yeollo-ya... Mianhae." Ucap Baekhyun lirih ia kemudian tertidur.
"Its okay babe. Its okay." Chanyeol kembali mengecup pucuk kepala Baekhyun dan mengusap punggungnya sayang.
T B C .
Oh iya, maaf yaa buat kesalahan yang ada di chapt 1 kemaren, itu bener-bener gak terduga banget, soalnya itu tuh udah di edit cuma ko jadi hilang yaa pas udah di postingnya. Jujur author juga bingung. Tapi chapter sebelumnya udah di benerin ya.
- Deestacia : untuk panggilan Yeollo sama Baekboo, author emang terinspirasi dari ffnya Dardara sunbae. Soalnya kedengernya tuh manis banget.. Nahh dan yang adegan breast feeding itu author enggak niru dari adegan manapun, author cuma pinjem namanya doang 'breast feedig' hehe, semoga bisa menjawab semua pertanyaannya ya.. Thank you for Review ^_^
- septianaditya1997 : kita liat aja yaa chingu gimana cerita selanjutnya, hehe. Thanks for review ^_^ .
- : kalau konflik pasti ada ta chingu... Thanks for review ^_^ .
- vinashiners : pil apa hayoooo~~
