Intro
"Hyung, jika aku sekarat dan membutuhkan hatimu, ginjalmu juga jantungmu, apa kau akan memberikannya?"—Cho Kyuhyun.
"Percayalah Kyuhyun-ah, hanya keluarga kita yang menganggap pengorbanan itu merupakan tindakan sia-sia."—Cho Siwon.
"Jika aku boleh memilih, aku lebih baik mati daripada melihatmu terus menderita, Kyuhyun-ah."—Cho Kibum.
Pemuda itu hanya ingin seperti bintang. Jika boleh memilih, ia ingin seperti Sirius, bintang paling bersinar di langit malam. Tak peduli jikalau cahaya yang dipancarkan butuh kekuatan besar, hingga tanpa sadar mengurangi umurnya. Selama ia dapat dilihat—dengan mata telanjang sekalipun—ia rela melakukan apapun.
Akan tetapi, menjadi Sirius sangat menyedihkan. Dimana semua pengorbanan yang ia lakukan adalah sia-sia. Dengan mata telanjang pun, keindahan dari cahayanya tak dianggap. Sirius sendirian, selalu sendirian. Cahaya terangnya meredupkan bintang lainnya. Hingga ia ditinggalkan, membiarkan ia membakar diri sendiri dengan cahaya pengorbanannya.
Namun, pemuda itu masih ingin menjadi Sirius. Walau garis takdir telah diluar nalarnya, ia masih ingin menjadi bintang yang paling bersinar dilangit malam. Tepat setelah kejadian itu, dimana keluarganya yang semula baik-baik saja, tiba-tiba berubah hingga ia merasa bumi telah terbalik. Afeksi mereka terombang-ambing, layaknya roller coaster yang selalu membuat jantungnya terasa mati.
Baginya, keluarga adalah segalanya. Penderitaannya yang tak berujung, mereka anggap sebagai pembayaran hutang. Pemuda itu tidak mengerti. Selama ini—yang ia tahu—ia tidak pernah melakukan kesalahan apapun.
"Hidupnya adalah keharusan." Perubahan afeksi mereka, ia dapat membayarnya. Hingga pembayaran itu terjadi. Berdampak buruk bagi dirinya, takdirnya, dan masa depannya. Sampai saat itu, ia mulai merasa bahwa pengorbanannya selama ini merupakan tindakan yang sia-sia.
"Tempat apa yang paling ingin kau kunjungi, Kyuhyun-ah?"—Cho Siwon.
"Aku ingin ke langit, Hyung. Di kehidupanku selanjutnya, aku ingin menjadi Sirius, bintang yang paling bersinar di langit malam."—Cho Kyuhyun.
ainadaysmn
Publish 28 April 2017
