ICE CREAM PRINCE

Author : Hyundan-Byun

Cast : Park Chanyeol, Wu Yifan, Byun Baekhyun, Huang Zitao and Other

Rate : T

Genre : Drama, Romance

Lenght : Chaptered

Warning : Yaoi, BL, Gaje, DLDR. Typos. Ini akan jadi sangat panjang dan membosankan, so aku saranin baca di deket ember, oke. -_-

Disclaimer : Cerita milik saya, Tokoh milik Tuhan dan milik kalian yang merasa memiliki. -_-

Note : Maaf kalo nggak akan sebagus ekspektasi kalian.

.

.

.

Enjoy^^

.

.

CHAPTER 1

1. Wu Baekhyun

Memiliki adik seperti Wu Baekhyun memang sebuah tantangan tersendiri. Sangat sulit mencari satu alasan yang bisa membuatnya tersenyum, tapi mudah menemukan seribu alasan untuk membuat jelmaan puppy satu ini marah. Sebutlah Wu Yifan sebagai salah satu dari alasan itu, yang selama belasan tahun hanya menjadi pemicu dari terciptanya setiap amarah adiknya. Ya, bukan rahasia lagi kalau Wu Baekhyun yang brother complex akan langsung marah bahkan hanya karena seekor semut menggigit jempol kaki Yifan. Pengalaman yang terparah, memanfaatkan sabuk hitam hapkido miliknya, Baekhyun pernah menantang dosen Yifan berkelahi karena dosen cantik itu mengatai Yifan 'tak pantas'. (Ceritanya Yifan menyatakan cinta pada dosennya dan ditolak). Ternyata alasan dosen itu menolak dan berkata tak pantas karena Ia sudah punya suami. Baekhyunpun meminta maaf dengan wajah datar andalannya.

"Gege, traktir aku ice cream strawberry ya~"

Mungkin semua orang mengenal Baekhyun sebagai sosok 'brother complex pemarah banyak bicara yang miskin ekspresi'. Tapi siapa yang akan menyangka sosok ini bisa menjadi sangat cute saat meminta ice cream?

Pertama kali Yifan menyadari binar di mata dan seulas senyum yang berasal dari Baekhyunnya karena sebuah 'ice cream', Yifan tersenyum bangga dalam hati karena telah menemukan setidaknya satu alasan yang mampu membuat Baekhyun tersenyum. Dan suatu hari nanti Yifan harap adiknya menemukan 'seseorang' yang akan menciptakan seribu kebahagiaan untuknya.

Omong-omong tentang 'seseorang'...

"25 tahun menjomblo, gege tidak bosan?"

Yifan sendiri belum menemukan seseorang yang bersedia menyumpal status jomblonya.

"Kau sendiri 18 tahun tapi jomblo. Tidak iri pada teman-temanmu?"

Sebenarnya Yifan punya firasat Ia dan Baekhyun akan mendapatkan jodoh di tempat yang sama dalam waktu yang bersamaan. Tapi entahlah, hanya firasat.

"Tidak, karena aku ingin menemani gege. Kan kasian kalau gege jadi perjaka tua sendirian."

Kurang ajar.

Ternyata Baekhyun masih si 'Brother complex pemarah banyak bicara yang miskin ekspresi'. Tapi Yifan bisa apa? Inilah Baekhyunnya. Dan sialnya ia sangat menyayangi adik semata wayangnya yang kurang ajar itu.

"Oh. Terima kasih saja Wu Baekhyun."

.

2. Problem Solved by Ice Cream

Biasanya, saat Yifan mendapat masalah yang tak bisa Ia atasi sendiri, Ia akan melarikan diri ke rumah Luhan. Seperti saat ini. Berbekal masalah setumpuk yang butuh segera diselesaikan, Ia bercerita panjang lebar pada sahabatnya itu. Dimulai dari penunjukan tiba-tiba dirinya sebagai CEO Wu Rise Company padahal Ia tak tertarik dengan jabatan CEO, Penolakan cintanya oleh pemuda yang baru ditaksirnya yang bernama Zhang Yixing, hingga yang paling tidak penting tapi paling memusingkan : kecintaan Baekhyun terhadap Ice Cream yang menjurus ke overdosis. Masa 2 jam sekali ia akan menelfon Yifan untuk menagih ice cream. Benar-benar memusingkan.

Luhan, yang yifan akui sangat bijak dalam mengambil keputusan (biasanya) manggut-manggut dan mulai menyusun tabel, diagram, kurva atau apalah itu di selembar kertas. Entah berguna untuk apa Yifan tidak terlalu peduli. Ia hanya butuh penjelasan dari pendapat Luhan terhadap masalahnya. Itu saja.

"Aku punya satu cara untuk menyelesaikan tiga masalahmu." Luhan berucap dengan tegas. Mendengarnya, Yifan merasakan harapan tumbuh di benaknya.

"Caranya?"

"Dengan ice cream."

Dan harapan itu tiba-tiba layu.

"Jangan bercanda Xi Luhan, Kau bermaksud menyuruhku menyuap ayah dengan ice cream agar menarik jabatan itu? dan menyatakan cinta pada Yixing dengan Ice cream agar diterima? Dalam hal ini Baekhyun sih pasti senang. Tapi jaminannya aku pasti sengsara." Setelah mengucapkan ini Yifan langsung mendapat death glare dari Luhan.

"Panggil aku gege bodoh! Aku ini lebih tua darimu. Lagipula maksudku bukan seperti itu. Dengar ya, kau bilang ayahmu bersedia membatalkan jabatan CEO untukmu kalau kau bisa sukses dengan usahamu sendiri. Dalam hal ini aku memintamu mendirikan kedai ice cream elit di distrik gangnam."

Yifan nampak bingung.

"Kenapa harus kedai ice cream? kenapa bukan cafe atau restoran atau bar atau hotel atau-"

"Atau 'kupukul kepalamu'?" Tangan Luhan sudah siap melayangkan pukulan sebelum akhirnya Yifan tutup mulut karena takut. "Tentu saja karena Baekhyun suka ice cream, bodoh. Dengan mendirikan kedai ice cream ini masalah jabatan CEO dan keinginan Baekhyun makan ice cream setiap waktu bisa teratasi. You understand what i mean?"

Yifan mengangguk tidak mengerti. Salahkan IQ-nya yang hanya tiga perempat IQ Luhan.

"Lalu, bagaimana dengan yixing? Dan bagaimana kau yakin kedai ini bisa sukses?"

Mungkin kalau Luhan adalah keturunan hulk, tubuhnya mungkin sudah menghijau dan membesar karena marah. Bagaimana tidak? Ia tak pernah menyangka Yifan akan sebodoh ini. Dan bisa-bisanya paman Wu menunjuk pemuda pentium 4 sebagai CEO. Wu Baekhyun bahkan seratus persen lebih pintar dan pantas. Kecuali sifatnya yang boleh dibilang 'tidak pantas'.

"Soal yixing, kau kan tinggal memperkerjakan dia di kedaimu! Sebentar lagi dia lulus bukan? itu artinya dia akan membutuhkan pekerjaan. Dan soal kesuksesan kedai, aku sudah pikirkan konsep yang akan mendobrak kepopuleran kedai dalam waktu singkat. Konsepnya disney, dimana tempatnya dihias seperti istana dan para pegawainya memakai setelan bak pangeran. Oh ya, pegawainya juga harus namja semua, karena akan lebih menarik banyak gadis. Waahh... aku tak sabar memakai setelan pangeran dan merayu gadis-gadis."

Dahi Yifan mengkerut sempurna.

"Kau?"

"Iya, Aku. Aku kan jago membuat waffle. Baekhyun saja mengakuinya. Selain itu, aku namja dan tampan. Pasti akan menarik perhatian."

Yifan memutar bola matanya jengah.

"Pertama, bukannya menarik gadis-gadis kau sih malah menarik om-om genit. Kedua, Kau kan sudah bekerja Lu. Mau kau kemanakan jabatan assdos mu itu?"

Awalnya Luhan melotot. Tapi setelahnya Ia menyeringai,

"Aku akan mengundurkan diri dan menjadi pangeran di ICE CREAM PRINCE!"

Yifan hanya bisa berdecak. Terserah apa kata rusa Lu saja. Yang penting, masalah Yifan menemukan titik terang karena 'ice cream'.

.

3. Recruitment

Setelah menyewa tempat di distrik Gangnam, mendekornya sesuai konsep disney seperti saran Luhan dan bolak-balik kesana kemari hunting perlengkapan dan bahan. Yifan mendapati tugas terakhirnya yaitu mencari para alien -coret- para pangeran. Yifan cukup pusing memikirkan yang satu ini. Ia sudah memprint-out pemberitahuan lowongan dan menempelnya di pintu kedai, Ia bahkan memposting lowongan di web pencari kerja dan tak ketinggalan di surat kabar. Tapi hingga hari ketiga semenjak lowongan itu di-publish, belum ada jobseeker yang menemuinya. Ia sedikit menyalahkan Luhan sebenarnya karena syarat-syarat yang dibuat mantan assdos itu. Bayangkan saja, kalau isi lowongannya seperti ini:

DICARI

-Pria

-Wajib tampan minimal manis

-Tinggi tidak kurang dari 170

-Punya fans

-Berdedikasi dan punya senyum menawan

-Unik, punya keahlian.

Temui Wu Yifan di Ice Cream Prince (gangnam)

Siapa yang akan cukup berani menemuinya dengan syarat berlebihan semacam itu?

Entah, Yifan harus mengutuk atau bersyukur karena untungnya Ia sudah memiliki tiga pegawai paten saat ini. Sebut saja Xi Luhan sebagai waffle maker, Park Chanyeol sebagai ice cream maker dan ehm- Zhang Yixing di bagian kasir. Semuanya adalah teman Yifan.

Pantas.

Bicara soal Park Chanyeol, sebelumnya Yifan harus mati-matian merayu sahabatnya yang satu ini untuk bergabung. Karena tidak seperti Luhan yang langsung mengikhlaskan jabatan assdosnya atau Yixing yang berkata iya karena butuh pekerjaan, Park Chanyeol harus disogok dulu agar mau meninggalkan tim basketnya. Ya, Chanyeol memang atlit basket profesional yang ajaibnya sangat jago membuat ice cream. Dan demi kesuksesan kedainya, Yifan terpaksa menyogok Chanyeol dengan 'Baekhyun'. Meskipun sebenarnya Chanyeol belum pernah bertemu Baekhyun (Ia terlalu sibuk dengan tim basket), tapi mendengar penjelasan Yifan kalau Baekhyun itu manis, ramah, penuh senyum (100% bohong), Chanyeol yang butuh calon pendamping hidup langsung meng-iyakan saja.

"Yifan ge, nanti temanku akan datang kemari untuk melamar kerja. Kau jangan kemana-mana dulu ya.."

Yifan yang tengah meneliti interior kedai miliknya langsung menoleh pada Yixing dengan tatapan senang.

"Benarkah? Jam berapa dia kemari?"

Yixing menghentikan aktivitas me-lap meja dan memasang wajah berfikir.

"Seingatku sih jam 3, tapi entahlah.. aku tidak ingat."

Chanyeol yang tadi sibuk membuat ice cream di dapur, menghampiri Yifan dan Yixing dengan empat gelas ice cream di nampan.

"Kalau kau tidak ingat, jangan pakai kalimat 'seingatku'." Sahut pria 24 tahun itu. Yang disindir cemberut, tapi tangannya terulur mengambil salah satu es krim di nampan Chanyeol.

"Apa ini?" Tanya Yixing berlanjut menyuap sesendok ice cream ke dalam mulutnya. "Enak sekali, seperti ada marsmellow yang meleleh di lidahku.."

Senyum Chanyeol mengembang mendengar pendapat Yixing itu.

"Itu rasa Choco Marsmellow, dan yang lainnya rasa Green Tea Mint, Banana Milky, dan Orange Oreo. Aku berniat mengajukan empat ice cream ini sebagai menu

utama Ice Cream Prince. Menurutmu bagaimana ge?"

Yang ditanya tersenyum sembari mengambil ice cream Green Tea Mint.

"Aku oke saja. Tapi kalau aku boleh meminta, tambah satu rasa ice cream lagi dari strawberry."

Mendengar 'strawberry' entah kenapa tiba-tiba Chanyeol melotot.

"Jangan bercanda,ge! Aku ini alergi strawberry. Sekujur tubuhku bisa merah menyentuh buah itu." Chanyeol begidik.

"Hmm.. sayang sekali. Padahal Baekhyun sangat menyukai rasa strawberry."

Chanyeol nampak acuh saja. Apapun yang terjadi Ia tidak akan pernah mendekati yang namanya Strawberry. Peduli amat adik Yifan suka buah itu. Lagipula Chanyeol belum bertemu Baekhyun dan belum tentu Ia tipenya.

"Yifan, adik tiriku ingin bekerja part time di sini. Terima dia ya."

Luhan yang baru kembali dari toilet langsung menyambar segelas ice cream Orange Oreo. "Tidak perlu khawatir, di tinggi dan tampak sepertiku kok."

Semua yang mendengar itu berdecak malas.

"Oh Sehun ya? Berapa usianya sekarang?" Tanya Yifan.

Tidak butuh waktu lama untuk Luhan menjawab '17 tahun'

"Nanti sore dia akan tiba di korea. Aku sudah mendaftarkannya di SMA yang sama dengan Baekhyun tadi. Aku benar-benar merindukannya. Tujuh tahun lamanya dan dia benar-benar tumbuh setampan diriku. Dia sangat mirip denganku! Kalian mau lihat fotonya?"

Semua yang mendengar itu menggeleng dan sibuk dengan es krim masing-masing. Luhanpun cemberut. Berlanjut melahap habis es krimnya.

KLING.

Dua orang pria memasuki kedai. Salah satu diantara mereka memakai masker hitam dan seorang lagi memakai pakaian yang sangat rapi. Melihat mereka, Yixing tiba-tiba memekik senang.

"Kai! Kemari!"

Yixing melambaikan tangannya.

Pria dengan masker dan pakaian serba hitam mempercepat langkahnya untuk menghampiri Yixing.

"Nah, gege. Ini temanku di universitas dan klub dance yang ingin melamar kerja itu."

Pria itu mengangguk dan membungkukkan badan. Setelahnya Ia membuka masker dan menunjukkan senyum menawan.

"Hallo, aku Kim Jongin, panggil saja Kai. Usiaku 17 tahun, teman Yixing hyung."

Luhan meneliti Kai dari bawah ke atas.

Tampan (ceklist)

Tinggi (ceklist)

Senyum menawan (ceklist)

Baiklah. Cukup memenuhi syarat juga. Kecuali kulit hitamnya.

"Kau bilang usiamu berapa? 17 tahun?" Kai mengangguk menanggapi pertanyaan Chanyeol.

"Ne, aku kelahiran 1998."

Semua yang ada di sana -kecuali Yixing- melongo tidak percaya.

"Bagaimana bisa?" Kali ini Yifan yang bertanya.

"Dia hanya 5 tahun di SD, ge. SMP hanya 2 tahun, SMA juga 2 tahun, dan S1 nya 3 tahun. Dia sangat jenius dan terkenal. Fans-nya juga banyak loh. Karena itu dia memakai masker."

Yifan dan Luhan tidak bisa tidak menganga Chanyeol sih biasa saja karena dia sendiri juga sangat terkenal dan punya banyak fans saat masih di tim basket. Mungkin hanya bagian 'jeniusnya' saja Chanyeol kalah.

"Kau diterima! Semoga kita bisa menjadi rekan kerja yang baik nanti!"

Luhan menjabat tangan Kai bangga.

Sebenarnya bos di sini itu Yifan atau Luhan? Yifan hanya bisa membatin.

"Terima kasih. Oh ya itu, ada seseorang yang ingin melamar kerja juga di sini. Aku bertemu dengannya di jalan tadi."

Mereka menoleh pada pemuda berpakaian rapi yang berdiri termenung sekitar 2 meter dari mereka. Luhanpun menghampiri pemuda itu dan menjabat tangannya.

"Siapa namamu?"

Tanya Luhan semangat.

"A-aku D-Do kyung-ssh-soo, Aku-"

"Kau diterima!"

Semuanya menatap terkejut pada Luhan. Semuanya.

Tapi si rusa itu mengabaikan tatapan terkejut yang diberikan padanya dan malah menghentak-hentakkan kakinya penuh semangat.

"Semua pangeran sudah terkumpul Yifan! Aku rasa kita tutup saja lowongannya!"

"Tapi, itu, anu, pemuda itu, syarat, interview, kita-"

Luhan menatap Yifan malas.

"Kau ini bicara apa sih? Ya sudah, sudah kuputuskan besok kita akan melaksanakan Grand Opening! YEEYY!"

Huft.

Luhan selalu seenaknya sendiri.

Sebenarnya apa Yifan benar-benar bosnya di sini? Lagi-lagi Yifan hanya bisa menghela nafas dan membatin.

.

4. When Yoda Meet B

Lima menit lagi Grand Opening Ice Cream prince akan dimulai. Pegawai bersetelan pangeran seperti Kyungsoo, Kai, dan Sehun menyapa dan memamerkan senyum menawan pada pengunjung. Di sudut lain ruangan, ada Yixing yang terlihat panik menjawab tamu khusus yang menanyakan keberadaan Wu Yifan. Mungkin hanya dapur saja yang bebas dari hiruk pikuk pengunjung yang kebanyakan remaja perempuan ini. Meskipun 2 makhluk di dalamnya tetap menarik perhatian, tapi dapur berdinding kaca -yang menampakkan objek di dalamnya- dibuat kedap suara sehingga keramaian di luar tidak mengganggu aktivitas koki di dalam.

Park Chanyeol -salah satu pangeran yang berada di dapur itu- sesekali mencuri pandang ke arah pintu masuk kedai sementara jemarinya menata rangkaian topping ice cream. Mata bulatnya menunggu kedatangan seseorang, Yifan -yang katanya menjemput Baekhyun- dengan cemas. Ini sudah hampir tiba waktunya, tapi entah dimana keberadaan sahabat sekaligus atasannya itu. Benar-benar mengkhawatirkan.

Tak berapa lama, sosok yang ditunggu semua orang itu akhirnya datang dan memasuki kedai. Chanyeol bersama Luhan pun segera keluar dari dapur dan bergabung dengan Kyungsoo, Kai, Sehun dalam satu baris.

"Selamat datang Lord!" Sahut Luhan.

Kalau para pegawai diibaratkan sosok pangeran, Luhan mengibaratkan Yifan sebagai seorang raja. (Dan memaksa semua pegawai memanggil Yifan Lord) walaupun tanpa sadar Luhan sering melangkahi kekuasaan Yifan.

Pria yang disapa Lord itu tidak membalas. Tidak juga tersenyum. Wajahnya nampak mencerminkan kekesalan saat ini. Dan oh, jangan lupakan ada lebam di sudut bibirnya.

"Lord, kau baik-baik saja?"

Sekarang Yixing yang bertanya.

Yifan mencoba tersenyum pada si unicorn itu tapi Ia lebih dulu memegangi sudut bibirnya karena kesakitan.

Semua orang yang memandang tampak bingung. Beberapa cemas.

"Ge, maaf."

Kali ini sebuah suara berasal dari pria mungil yang baru masuk kedai.

Pria itu memakai seragam bela diri berwarna merah yang sangat mencolok sehingga menarik perhatian semua orang. Wajahnya yang imut datar tanpa ekspresi bahkan saat ia berkata maaf tadi.

Chanyeol yang melihat pemuda itu awalnya hanya berkedip dua kali, sedikit menggelengkan kepala, lalu berdecak. Tapi setelahnya Ia terbelalak dengan mulut mengaga lebar-sangat idiot. Dan entah bagaimana caranya (mungkin dengan kekuatan bulan -_-) mendadak semua orang disekitar Chanyeol mematung seperti di film. Hanya pemuda itu saja yang di mata Chanyeol nampak bergerak dalam mode slow motion.

Dan Lihatlah,

Mata puppy nya yang berkedip dengan pelaaaaaaaaan sekali...

Bibir tipis kissablenya yang terlihat seperti gula-gula...

Rambut merah mudanya yang bergerak lembut tertiup angin kecil...

Dan cahaya yang seolah memancar di belakang pemuda itu sehingga membuat kulitnya mengkilap seksi..

Setiap inci dari pemuda itu tak luput dari mata Chanyeol dan itu membuatnya sulit menelan ludah, berkedip, bahkan bernafas. Jantung Chanyeol bahkan sudah tepar dari tadi, Dan jangan tanyakan apa pipi Chanyeol memerah atau tidak karena lebih dari itu, pipinya bahkan sudah gosong saking panasnya.

Rasanya Chanyeol seperti dibawa terbang melayang dengan perut dipenuhi kupu-kupu.

"Cantik sekali..." Komen nya.

Eomma, jodohku datang! -_-

PLAK!

Tiba-tiba Chanyeol merasa ditampar oleh tangan raksasa atau mungkin tangan iblis? entahlah.

Tapi yang Chanyeol lihat di depannya bukan raksasa atau iblis melainkan pria bermata puppy.

Tunggu.

Bermata puppy?

OH MY GOD!

Chanyeol pun tersadar dari lamunan konyolnya tadi.

"He. Kenapa kau diam disini seperti orang bodoh."

Seharusnya kalimat ini adalah kalimat tanya, tapi karena yang bertanya mengucapkannya dengan nada dan ekspresi yang datar. Ini lebih terdengar seperti pidato.

"Eh?"

Dengan bingung Chanyeolpun melihat sekelilingnya. Ternyata orang-orang sudah berkumpul di tengah ruangan mengelilingi Ice cream cake 4 tingkat yang dibuat khusus untuk Grand Opening kedai. Yifan dan pegawai lainnya juga sudah di sana. Tapi, sejak kapan? apa segitu lamanya chanyeol melamun?

"He. Kau sawan."

Kali ini kalimatnya lebih mengarah ke "kau pasti sawan" daripada pertanyaan "apa kau sawan?"

Chanyeol menggeleng seperti orang bodoh.

Pemuda itu hanya mengangkat bahu dan menuju ke Yifan, meninggalkan Chanyeol dengan senyum idiotnya yang terkembang.

"Dia bicara padaku..."

Gumam Chanyeol.

I meet him for the first time, I love him from the first time, We talk a bit at the first time, and I hope there is no ending.

.

.

.

.

TBC

Huft.

Maaf kalo chapter ini sangat selow seperti cara aku jalan. Mungkin adegan bacok-bacokannya di chap depan (-_-). Buat yang nanya Suho ama Umin kemana.. tenang, mereka saya simpen di saku untuk dibuat kejutan suatu saat nanti kok (entah kapan). Buat yang minta pairingnya ditambahin, Oke (tapi gak banyak ya). Kenapa Chan gak suka Strawberry? tunggu chap depan :V. Kristao muncul chap depan juga karena Tao muncul di chap depan. -_-

Chapter depan saya post sebulan lagi (APA!?) gak kok, maybe seminggu lagi ato bisa aja besok tergantung mood, kondisi, dan jejak kalian... #modus.

BIG THANKS TO:

Restikadena, Sora, Kyungsooyah, BubbleePororo, Guest, neli amelia, KyuminTaoris Shipper, VampireDPS, HyunBee, Rich L. Khalifa, Miku Onekawa, septiJOY, LVenge, SHINeexo, Majey Jannah 97.

Ada yang belum kesebut?

Thaks juga buat yang favorit, follow and buat silent reader juga deh.

BYE.