Get Married

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Rate : T

Warning : Sho-Ai

Seth Chaos: terimakasih senpai sudah mau membaca dan mereview fanfic gaje ini:D,

: terimakasih senpai sudah mau membaca dan mereview fanfic gaje ini:D maaf kalo agak ooc, tapi saya nggak niat ada ooc, jadi saya akan berusaha untuk nggak ooc:D,

heriyandi kurosaki: terimakasih senpai sudah mau membaca dan mereview fanfic gaje ini:D,

manize83: terimakasih senpai sudah mau membaca dan mereview fanfic gaje ini:D si sasuke belum nyadar aja, kadang dia emang suka kurang peka:D hehehe,

uzumakinamikazehaki: terimakasih senpai sudah mau membaca dan mereview fanfic gaje ini:D,

mifta cinya: terimakasih senpai sudah mau membaca dan mereview fanfic gaje ini:D saya juga bingung, mungkin masih bertengkar belum sayang-sayangan wkwkwkwk:D,

hanazawa kay: terimakasih senpai sudah mau membaca dan mereview fanfic gaje ini:D pairingnya sasunaru slight Itachi senpai:D,

Kim In Soo: terimakasih senpai sudah mau membaca dan mereview fanfic gaje ini:D,

URuRuBaek: terimakasih senpai sudah mau membaca dan mereview fanfic gaje ini:D saya juga kasian senpai wkwkwkwk:D ,

Inez Arimasen: terimakasih senpai sudah mau membaca dan mereview fanfic gaje ini:D naru nggak pekaan kali senpai wkwkwkwk:D mari kita buat dia peka! *exciting sendiri wkwkwkw,

Honami Fukushima: terimakasih senpai sudah mau membaca dan mereview fanfic gaje ini:D ,

fadlun-kun: thanks for read and review my fanfic:D,

miszshanty05: terimakasih senpai sudah mau membaca dan mereview fanfic gaje ini:D


~Itachi pergi, Naruto galau~

Naruto galau setengah mati. Hari ini, cowok pujaannya bakalan pergi ke California. Tanpa diminta pun, ia dengan senang hati mengantar cowok itu ke bandara ditemani Sasuke. Tapi, menit-menit kepergian Itachi, nggak ada satu patah kata pun yang mampu Naruto ucapkan.

"Hati-hati nii san"

"Kau juga, dengerin kata kakek, ayah dan ibu. Jangan bikin masalah" kata Itachi. Sasuke mengedikkan bahu cuek.

"Naruto, kenapa diam aja daritadi?" tegur Itachi melihat Naruto yang daritadi diam di balik punggung Sasuke.

"Ha-hati-hati Itachi," ucap Naruto dengan suara bergetar. Sasuke menaikkan satu alisnya, ia juga bisa melihat kedua bahunya berguncang

"Hm, iya. Kamu juga baik-baik sama Sasuke. Jangan sering berantem. Aku pergi dulu. Sampai jumpa"

Hening.

Naruto bisa mendengar suara langkah Itachi menjauh. Takut-takut ia mengintip punggung Itachi hilang di antara kerumunan orang yang lalu lalang.

"Harusnya kau bilang kalau kau itu suka sama Itachi" kata-kata itu keluar saat pesawat yang akan membawa Itachi ke California lepas landas. Naruto mengepal tangannya erat-erat.

"Hueeeee, Itachiiii!" isaknya sedih.

"Udah jangan nangis, dasar cengeng. Malu ini rame orang," kata Sasuke.

"Hueeee ITACHIIIIIII! TEGANYA KAU, TEGANYAAAAAAAAA!"

"Yaudah teriak aja sampe bengek."

"TEGANYA ITACHI SAMA AKU, SASUKE! HUEEEEE HIKS HIKS...!"

"Tega apaan, orang dia nggak ngapa-ngapainmu" kata Sasuke cuek sambil berjalan menuju pintu keluar bandara meskipun di belakangnya Naruto sambil nangis.

"Harusnya sebelum pergi tadi Itachi nyium aku, atau peluk aku gitu, huhuhueee."

"Ih, menjijikan. Dasar homo."

"SASUKE!"

"Hah, udah deh dobe kau mau pulang apa nggak? Kalo mau udahan nangisnya."

"Itachi, aku akan menunggumu sampe pulang. Bawa kembali hatiku yang ikut terbang bersamamu..."

Sasuke memutarkan bola matanya. Pasti Sasuke bete denger doanya Naruto itu.

xxxxxxx

"Itachi pulang tiga tahun lagi katanya. Pas kita tamat SMA nanti" kata Sasuke. Naruto mangap lebar, ia menahan gerakan Sasuke yang mau menghidupkan mesin motor.

"Tiga tahun lagi? Kok lama banget, sih?"

"Nggak tau." kata Sasuke cuek.

"Kira-kira kalo aku udah SMA, Itachi mau nggak ya sama aku?"

"Ngaca dulu deh." Kata Sasuke cuek

"Ish! Emang sih dia bakalan kaget kalo aku suka sama dia, tapi cinta kan gak pandang bulu. Liat aja, nanti kita bakalan jadian!"

Sasuke memutarkan kedua bola matanya lagi. Sebenernya Sasuke mau bilang, 'sampe mati gak bakal aku restuin'. Yah sayangnya Naruto itu sahabat Sasuke dari kecil, coba kalo gak, wih udah diceplosin kali.

Setengah perjalanan menuju rumah, Sasuke ngerasa motornya makin berat. Ia berhenti di pinggir jalan lalu menekan-nekan ban motornya bagian belakang.

"Chikuso. Kempes lagi" katanya. Naruto segera turun lalu menendang ban motor itu dengan kaki.

"Motor butut emang nyari masalah aja kerjanya! Udahlah dibuang aja! Gak guna!" kata Naruto tanpa mempedulikan Sasuke yang udah pasang muka bete.

"Bukan motornya yang salah. Kau berat banget makanya ban motorku kempes."

"O" Naruto menjawab dengan gaya menyebalkan. Sasuke menahan emosinya lalu berdiri di tepi trotoar dan menyetop taksi yang lewat.

"Kau pulangnya naik taksi aja" kata Sasuke sambil menunjuk taksi yang baru berhenti di depan Sasuke.

"Terus kau?"

"Aku nyari bengkel dulu. Nanti kau makin berisik kalo kelaperan." Kata Sasuke, kemudian Sasuke membuka pintu taksi

"Nggak mau. Aku temenin kamu aja. Lagian nggak tau juga mau ngapain di rumah," kata Naruto sambil menggesekan kedua telapak tangannya.

"Yaudah. Nggak jadi, pak" Sasuke beralih pada Babang taksi yang nggak berhenti ngeliatin Naruto.

"Baguslah! Ngeri juga aku liat orang yang mau kubonceng! Manis banget wajahnya!" kata si babang. Belum sempat Naruto mengeluarkan jurusnya Sasuke sudah menutup pintu taksi itu dan si babang taksi udah tancap gas.

"Ish! Minta dihajar rupanya!" kata Naruto sambil menggulung lengan bajunya. Sasuke tetap tenang lalu melepaskan jaketnya.

"Pake ini, dingin" kata Sasuke setelah melempar jaketnya pada Naruto yang langsung cemberut. Sasuke naik ke atas motor lalu menoleh pada Naruto dan berkata seenak jidatnya.

"Seperti biasa, kau yang dorong. Kau kan suka membantu orang."

"Ish!" Naruto lagi males ngebacot jadinya dengan sangat terpaksa ia mendorong motor itu sampe ke bengkel yang ntah ada dimana.

Sasuke melihat Naruto yang cemberut terus dari spion motornya. Sasuke tersenyum secara diam-diam tapi pikirannya bilang 'manisnya'

Langit mulai mendung. Naruto merana karna ditinggal pergi sang pujaan hati, sementara Sasuke menikmati penderitaan Naruto. Mereka berhenti di tempat bengkel waktu hujan turun deras.

"Wah, hujan! Asek asek asek hujan! Sasuke mandi hujan, yuk?!" ajak Naruto sambil menarik-narik lengan Sasuke sampe mau nyungsep. Sasuke mendengus kesal lalu duduk ala orang kece di kursi kayu yang ada di samping bengkel.

"Nggak."

"Yaudah kalo nggak mau, yang pasti aku mau mandi hujan! Udah lama aku nggak mandi hujan!" kata Naruto sambil melepas sepatunya. Ia berputar-putar di bawah hujan dengan wajah menengadah. Sasuke tersenyum tipis ngeliat Naruto sibuk sendiri, nggak peduli dengan orang-orang yang berteduh di toko kecil samping bengkel yang cekikikan ngeliat tarian aneh Naruto di tengah hujan.

"Cup, cup! Adek jangan nangis. Tuh liat ada orang stress mandi hujan," suara dari ibuk-ibuk yang duduk di depan Sasuke sambil memangku anaknya membuat Sasuke sebal. Enak aja bilangin Naruto orang stress.

"Mama nggak ikutan? Biar orang stressnya punya temen."

Ibuk-ibuk itu mengeluarkan tandan simpang empat di jidatnya

~Ketika Naruto dan Sasuke SMA~

Sasuke Uchiha. Bertubuh tinggi dengan bentuk tubuh yang kece parah ngebuat cewek-cewek di sekolah ngiler setiap ngeliat Sasuke keluar dari ruang ganti. Apalagi pas Sasuke keringatan, buset deh cewek-cewek berderet nyodorin tisu. Sasuke melepas jam tangannya, kulitnya yang putih mulus yang mulai masuk ke dalam ruangan.

"Sasukeeee!"

"Sasukeeee!" seperti biasa cewek-cewek teriak heboh sambil ngelebarin spanduk bertuliskan "WE LOVE SASUKE" yang norak abis. Apalagi ada foto karikatur Sasuke. Tapi sayang, Sasuke bukan cowok ramah kayak yang ada di novel-novel atau film atau drama gitu, ia cowok paling dingin dan cuek pada semua orang, gak peduli mereka adalah fans Sasuke.

"SASUKE AWAAAAS!" Sasuke lovers menunjuk-nunjuk ke belakang Sasuke.

Sasuke menoleh dan DUUUAAK! Bola basket melayang dan menyambar wajahnya yang terlalu ganteng.

"Narutoooo!" penggemar Sasuke meneriaki cowok pirang yang sedang berdiri di bawah ring basket sambil bergaya menikmati penderitaan Sasuke ke arah fans-fans Sasuke.

Dia siapa?

Naruto's POV

Namaku Naruto Uzumaki. Cowok paling tangguh yang ada di SMA KiyoKiyo. Manis keren dan tak kenal kata menyerah. Mampu berbicara dalam bahasa rubah dan ahli dalam bidang tinju meninju. Cowok yang aku lempar pake bola tadi adalah cowok yang paling aku benci sejak tanggal berapa aku lupa yang pasti dia mau aku musnahkan dari MUKAKU. Sasuke Uchiha.

Biar jelas, kita mundur sebentar.

~Perjodohan~

"Bangun udah pagi" kata Sasuke sedetik setelah aku buka jendela kamar yang dari tadi dia gedor-gedor. Aku menguap lalu cemberut.

"Kau tadi malam kemana sih aku tungguin gak datang-datang?" omelku.

"Tadi kakakku ajak aku nongkrong sama temen-temennya. Jadi baru pulang ke rumah sekitar jam satu" kata Sasuke yang cuek sambil pake kaos gaya seragam basketnya itu

Tunggu! Itachi pulang?

"ITACHI PULANG?"

"Hm."

"DEMI APA?"

"Serah kalo nggak percaya. Tuh dia lagi di bawah cerita-cerita sama kakek."

Itachi pulang? Seriusan? Cowok yang aku taksir dari SMP itu udah pulang? Setelah tiga tahun akhirnya Itachi pulang?

Cepat-cepat aku turun dari kamar lalu ngacir ke rumah Sasuke yang cuma lima langkah dari rumahku.

"Gimana ya sekarang Itachi? Pasti makin caaakeep!" gumamku sambil mengendap-endap masuk ke rumah Sasuke. Sepi. Mana sih? Katanya lagi ngobrol sama kakek? Di ruang tamu nggak ada, ruang keluarga juga. Ah! Di taman belakang nih pasti nih!

"Jadi, kamu setuju sama perjodohan itu?" samar-samar aku mendengar suara kakeknya Sasuke.

"Ya setuju aja, kan udah direncanain dari dulu."

Itu suara Itachi! Ih, dari suaranya aja udah keren parah! Ngomong-ngomong, mereka ngomongin perjodohan siapa, ya? Itachi mau dijodohin? Sama siapaaaaa?

"Tapi, emangnya Naruto setuju?"

Namaku. ITU NAMAKU!

"Pasti setuju!" sambung kakekku yang duduk di seberang kakeknya Sasuke.

"Seperti perjanjian awal juga, pertunangan ini kita adakan kalo kamu udah pulang."

"Iya aku ingat."

Grudak gruduk, aku langsung ngacir ke kamar Sasuke yang terbuka lebar. Dia lagi tiduran sambil dengerin musik pake headset. Tanpa babibu lagi, aku langsung melompat ke tempat tidurnya.

"Sasuke kamu tau nggak kalo aku mau dijodohin sama Itachi! Lobak mulus! Sasuke, aku seneng banget seneeeeeng tau gaaaaaaaaak!" kataku sambil mengguncang-guncang pundaknya. Sasuke menaikkan sebelah alis, melepas headsetnya

"Masa sih? Siapa yang bilang?"

"Ituuuuuuu tadi aku denger kakakmu ngomong sama kakek kita! Yeyeyeye!" Aku melompat-lompat di spring bednya serasa itu adalah milik sendiri.

"Eh, terus nih ya, ternyata perjodohan ini udah direncanain dari dulu sama kakek-kakek kita! Seneeeeeng banget aku tau nggak?!"

Sasuke memasang muka khasnya, dingin lalu kembali tiduran. Aku cemberut karna Sasuke nyuekin aku. Ish, nih anak!

"Halo, Gaara?"

Ya ampun, aku ngomong dia malah nelpon. Ish!

"Sasuke, ngap- eh?" Itachi nongol lalu nunjuk aku bingung. Aku buru-buru turun dari spring bed sambil nyengir manis.

"Itachi, apa kabar?"

Itachi membelakan matanya yang seksi tajam itu. "Naruto?"

"Hm, iya"

Itachi ngeliatin aku dari ujung jempol sampai ujung rambut. "Kamu… makin manis."

Aaa ya aampuuuun! Seneng bangeeeeeet!

"Tapi tetep berisik" ejek ketus dingin Sasuke. Ah, dasar Sasuke, sirik aja sih. Awas aja kalo nanti aku udah jadi kakak iparmu! Awas aja! Aku jadiin babu kau huahhaha!

Bersambung...


Mungkin kedepannya agak lama karena saya akan menghadapi 4 ulangan dalam satu minggu!T_T jadi mohon maaf jika lama senpaiT_T *curcol wkwkwkwkwk

Sampai jumpa di chap berikutnya senpai:D:D:D:D:D:D

Sekali lagi saya terimakasih cintaaaa, untuk segalanyaaaa, kau berikan lagiii...loh loh kenapa ini jadi nyanyi? Wkwkwk pokoknya saya terimakasih banget udah baca, review, fav sama followingnyaaa *nyodorin bunga. Arigato gonzaimasu!