Title : The Interrogation [Chaptered] 2/?

Cast : Kangin, Kyuhyun, Sungmin (girl!), other Super Junior members.

Pairing : Kangmin, Kanghyun (brothership), Kyumin (in law).

Genre : AU, Dark, Angst.

Rated : R (maybe not in this chapter but soon).

Warning : There is really dark and bloody scene, if you cannot accept those things please just don't read, i warned you already.

Note : The main idea of this story is truthfully inspired by a short indie movie video which I found on youtube while i'm hunting about short indie movie to my project, then i found this a short movie titled "The Interrogation (2011)/Boys Torture Scene" you can search it on youtube on channel: RebelWithoutaStage. (if you said that i was stealing his idea, i told you that i was inspired and i already credits him here). That was a really short movie, only 3 minutes, and only has one scene and 2 main cast. Then i just thought, "Dee, why don't you make it longer?" and here is it, the super longer version of that super short movie. (i suggest you to watch that video, so you will get the spoiler of this story and you will know that i'm not stealing anything from him ^_^).

Summary : Terhitung sudah 4 tahun, Kim Kangin dan Kim Kyuhyun tinggal bersama, hanya berdua, semenjak kematian kedua orang tua mereka dalam sebuah kecelakaan tunggal di tepian kota kecil jauh dari Seoul. Kangin, sebagai anak tertua, harus melanjutkan bisnis kecil milik orang tuanya untuk menghidupi kebutuhan hidup mereka berdua. Sayangnya, bisnis kecil semacam itu memiliki resiko yang sangat besar dan berbahaya. Dan apa yang selama ini dia takutkan dan berusaha dia hindari, akhirnya terjadi juga...

.


.

Terbaca sudah sedari tadi bahwa hujan memang akan bertambah deras, sangat deras umpama seisi lautan beranjak naik ke atas langit dan tumpah tanpa aba-aba. Kilatan blitz kamera dari tengah kerumunan awan hitam menghujami pengelihatan. Tetapi Kyuhyun masih berdiri di depan balkonnya, tidak peduli sudah sebasah apa rambut cokelatnya, toh dia memang menyukai hujan dan sensasi dingin yang hujan berikan pada setiap ichi bagian kulitnya.

Dan tidak hanya itu, dia menghkawatirkan Kangin.

Sejak kejadian 4 tahun yang lalu, hidup mereka berubah drastis, terutama Kangin yang harus menjadi tulang punggung keluarga. Sebuah kecelakaan tunggal di malam ketika hujan turun sangat deras, sederas malam ini, telah merenggut nyawa kedua orang tua Kangin dan Kyuhyun sekaligus.

Mobil yang mereka kendarai oleng dan terjatuh ke jurang sedalam lebih dari 100 meter.

4 tahun yang lalu keluarga Kim memang tidak tinggal di tengah kota Seoul seperti sekarang, namun lebih tepatnya di sebuah kota arah selatan Seoul yang memiliki kontur tanah yang berbukit dan sejuk. Mereka memang berkerja di Seoul, itulah mengapa mereka harus pulang pergi dari Seoul ke rumah mereka setiap hari. Hanya saja malam itu hujan turun sangat lebat. Dan keadaan di dalam mobil memang tidak seperti biasanya.

Memang ada sesuatu yang sedang terjadi disana saat itu.

Jenazah kedua orang tua mereka baru diketemukan 3 hari kemudian karena sulitnya medan yang harus ditempuh tim sar untuk mengevakuasi korban. Dan secara ajaib, tim sar menemukan secarik kertas yang digenggam erat di kepalan tangan ayah mereka, sebuah pesan. Entah bagaimana ayah Kyuhyun sempat menulis sebaris pesan kepada kedua putra yang akan segera dia tinggalkan untuk selamanya itu.

Dan pesan itulah yang entah terpaksa atau tidak, mengantarkan Kangin menjadi seorang pekerja keras siang dan malam demi menghidupi hidup mereka berdua secara mandiri.

Kangin meneruskan pekerjaan orang tuanya, lembaga penjamin barang kiriman. Sebuah tempat dimana barang-barang khusus yang dikirim melalui jasa mereka diperiksa, dilindungi dan diberi jaminan aman dengan masa pengantaran yang jauh lebih cepat dari kantor pos. Itulah mengapa, terkadang Kangin harus mengantarkan sendiri barang-barang itu kepada clientnya, apalagi jika mereka menggunakan jasa one night delivery.

"CTAAAR!"

Petir sepertinya baru saja menyambarkan apinya ke sebuah pohon di hutan kota Seoul di seberang sana. Terasa begitu dekat, namun Kyuhyun bukan seorang penggemar hujan yang takut petir, dia mencintai semua hal tentang hujan, sekalipun itu berarti basah atau... gosong?

"Tok tok tok"

Sepertinya Kyuhyun lupa menutup jendela di dekat dapur.

"Tok tok tok tok tok"

Dan sepertinya itu bukan suara jendela tertiup angin, melainkan suara pintu depan kamar apartement nya. Kyuhyun 100% yakin itu adalah orang yang dia tunggu kepulangannya, Kangin.

Kyuhyun bergegas menuju pintu sambil tidak lupa menyambar sebuah handuk kering yang tergantung di balik pintu, Kangin pasti basah kuyup pikirnya. Dan selembar handuk kering dari Kyuhyun pasti akan sangat membantu.

Kyuhyun membuka pintu dengan sangat excited, seperti seorang anak kecil kedatangan Kakeknya yang akan segera mengajaknya pergi ke taman hiburan, dan segera melemparkan handuk itu ke kepala seseorang yang berdiri di depannya.

Dia...

"Hyung! Aaa... aa!... Su.. Sungmin noona?"

Yang berdiri di depannya dan menerima lemparan handuk dari Kyuhyun bukanlah Kangin, melainkan Sungmin. Sungmin yang menggigil, tapi tubuhnya hanya basah sedikit pada bagian bahu dan rambutnya. Terlalu sedikit untuk membuat orang sekuat Sungmin menggigil.

"Sungmin noona?"

Sungmin tetap hanya menggigil dan memeluk badannya sendiri dengan erat, Kyuhyun melingkarkan handuk yang tadi mendarat di kepala Sungmin mengelilingi pundak dan bahu Sungmin yang basah.

"Noona... apa yang terjadi?" Kyuhyun tidak tahu apa yang terjadi pada Sungmin, dia bertanya dan berharap Sungmin segera bicara, apapun itu, sesuatu. Kyuhyun membuka pintu lebih lebar lagi, dia tau Sungmin butuh masuk ke dalam segera. Dan...

"Kyu..." Bukannya menjawab, Sungmin malah menabrak tubuh Kyuhyun dan memeluknya.

"Noo... Noona... Maaf... Ada apa? Noona..." Kyuhyun merasa agak sedikit risih dan salah, karena gadis yang memeluknya ini adalah kekasih kakaknya sendiri. Tapi dia tahu Sungmin membutuhkan rasa aman. Sesuatu telah terjadi padanya.

Kyuhyun mengantarkan Sungmin yang masih terus bersandar dipelukannya itu ke arah ruang tengah, dengan sebelumnya menyingkirkan kertas-kertas partitur musik yang berserakan di sofa, Kyuhyun membimbing Sungmin untuk duduk disana. Tapi Sungmin masih mencengkram erat tangan Kyuhyun dan terus tertunduk sambil gemetar.

Masih belum bicara.

"Noona, ada apa?"

Sungmin masih bergulat dengan pernafasannya sendiri, berusaha mengatur jalur udaranya yang berantakan, sehubungan dengan detak jantungnya yang juga masih berantakan.

"Aku... Aku hanya keluar sebentar untuk membeli... Aku.. Aku ingin menelepon Kangin... Aku tidak tahu... Aku hanya... Aku menggunakan payung dan... kopi hangat... lalu mereka..."

Sungmin meracau tidak jelas, kalimatnya tidak teratur, Kyuhyun yang memiliki IQ diatas rata-rata pun bahkan tidak tahu apa yang sebenarnya hendak diceritakan oleh Sungmin. Dia terus meracau tidak karuan. Mungkin Sungmin butuh air, itu yang ada dipikiran Kyuhyun. Kyuhyun melepaskan paksa tangan Sungmin yang terus menggenggam lengannya erat sejak tadi, -Sungmin tampaknya sedikit kecewa ketika Kyuhyun menyingkirkan tangganya dari lengan Kyuhyun- kemudian menuju ke dapur untuk menyeduh segelas teh hangat untuk Sungmin sambil berpikir "Haruskah aku menelepon Kangin hyung?"

Ah, tidak.

Dia hanya akan menambah beban kakaknya itu jika dia memberi tahu Kangin bahwa Sungmin sekarang sedang di apartemen mereka dalam keadaan... aneh.

"Lebih baik kau tidak usah menelpon Kangin." Ucap Sungmin tiba-tiba seolah-olah mengetaui apa yang Kyuhyun pikirkan ketika Kyuhyun sedang dalam perjalanan dari dapur menuju ruang tengah dengan segelas teh hangat untuk Sungmin.

"Tapi kau baik-baik saja kan? Apa yang terjadi padamu, apa yang bisa aku bantu?" Kyuhyun mengangsurkan mug hangat itu ke jemari-jemari lentik milik Sungmin yang ternyata sangat dingin.

"Aku hanya... sedikit shock, aku tidak akan merepotkanmu Kyu, jika kau merasa tidak nyaman, aku akan segera pulang ke apartement ku." Sungmin menghangatkan jemarinya di permukaan luar dinding gelas hangat itu. Tidak berniat meminumnya. Hanya menatap bayangannya sendiri pada air teh yang pekat.

"Noona, maaf aku tidak bermaksud... tapi kau bisa menginap disini jika kau benar-benar membutuhkannya.. Kau bisa tidur di kamar, aku akan tidur di sofa."

Kyuhyun berusaha mengatur pikirannya, ketika dia menyadari bahwa gadis kesayangan kakaknya ini terluka di bagian siku, bahu, leher, wajah dan terdapat noda-noda tanah yang mengotori beberapa bagian celana 3/4 nya dan jaket pink kelincinya.

Entah kenapa, gadis yang biasanya selalu terlihat kuat ini sekarang tertunduk mengkhawatirkan.

Perlahan Sungmin menarik nafasnya, dan mulai bercerita.

"Ada sekelompok orang... Mereka melukaiku..."
.

.

.

(to be continue..)


.

Dee's Note :

CLIFFHANGER YEAH! Sorry digantung dan kesannya pendek banget, soalnya kalo dijelasin sekarang chapter ini jadi kepanjangan. Kasian chapter lain jadi ga kebagian cerita:P

Anyway... ya sebenernya main character dari cerita ini memang Kyuhyun. dan Sungmin dan meskipun relationship pairingnya itu KANGMIN, tapi tetep aja.. yang muncul terus memang KYUMIN scene.


.

Review Reply :

- Sunghyunnie : link fb cek pm ya.

- iinx artie1 : buat para Kyumin Shipper tenang aja, meskipun relationship pairingnya Kangmin, tapi all over story isi Kyumin semua kok.

- Isnaeni love sungmin : cek pm.

- JOYeerrElpeu : chapter 2 ready ^^

- Miinalee : nggak akan ada MPREG di sini mau kamu tunggu sampe chapter berapapun, hehehhe.


.

Dee's Last Quote :

Oia, nanti akan ada 1 min-pairing keluar lagi di chapter 3. One of my favorite min-pairing juga. Hayo tebak siapa... ^^

Keep review and comment ya kawan-kawan, kalo viewersnya banyak tapi yang review dikit dan kebanyakan silent readernya bisa2 aku jadi males ngeupload cerita ini kesini dan akhirnya balik lagi ke note fb atau livejournal hehehe. moddy-an nih.
so, every comment for you means a lot for me.

Jangan lupa kalo mau ngobrol ke twitter aku aja : hismaroonsmile.