RIVAL OR LOVE?
CHAPTER 2
Cast :
Kim Yesung
Cho Kyuhyun
Lee Donghae
Lee Sungmin
Tan Hangeng
Kim Heechul
Kim Kibum
Park Jung Soo as Leeteuk
Kim Young Woon as Kangin
Lee Hyukjae as Eunhyuk
Siwon
Shindong
Kim Ryeowook
Zhoumi
Henry
Nichkhun 2PM
Chansung 2PM
Song Hye Kyo
Genre : Tentukan sendiri
Pairing : Antara Kyusung dengan SungHye (Tergantung permintaan)
.
.
.
.
Disebuah gang yang sempit dan gelap, terdapat 4 orang namja tampan. Mereka semua seperti tengah bersiap memasang kuda – kuda, mengamati setiap keadaan di lingkungan tersebut. Dan jangan lupakan sebuah rivolver pada tangan mereka dan juga berbagai senjata tajam lainnya yang mereka sembunyikan secara lihai dibalik jacket yang mereka kenakan.
"Sepertinya mereka tengah memperhatikan kita, Kyu." ujar seorang namja tampan namun memiliki tubuh yang sangat tinggi, yaitu Zhoumi.
"Dan sepertinya mereka banyak." ujar seorang namja tampan dengan logat mandarinnya, Hangeng.
"Perlu kita menyerang lebih dulu?" tanya seorang namja yang bernama Eunhyuk.
"Sepertinya akan lebih menyenangkan jika kita bermain – main lebih dulu." Ujar Kyuhyun yang menampilkan seringaiannya, membuat siapapun yang melihatnya bergedik ngeri.
"Aku suka dengan cara mu, tapi aku tidak suka dengan seringaian mu. Kau sungguh menakutkan, Kyu." ujar Hangeng.
"Kalau Kyu tidak menakutkan, mana mungkin kita mengangkatnya sebagai ketua kelompok?" ujar Eunhyuk yang kini menimpali.
"Sudah, tidak usah banyak bicara. Kita bergerak sekarang!" perintah Kyuhyun yang langsung diangguki oleh 3 hyungnya.
Mereka pun maju mendekati musuh mereka yang bersembunyi di berbagai tempat. Walau pun gang itu sungguh gelap, tapi dengan insting mereka yang tinggi tak sulit bagi mereka untuk mengetahui letak keberadaan musuh yang bersembunyi.
Cukup dengan satu kali tembakan yang jitu dari Kyuhyun, timah panas itu sudah langsung berada tepat di jantung musuh. Membuat setiap orang yang bersembunyi mau tak mau keluar dari persembunyiannya, termasuk bos mereka sendiri, Jung Yunho. Musuh bebuyutan kelompok gank Saphire.
.
.
.
Tak jauh dari gang yang menjadi tempat berseterunya kedua belah pihak genk, berjalan seorang diri namja manis yang kini memakai kemeja biru dongker polos dengan dipadukan celana jeans hitam. Namja manis itu menggenggam sebuah kotak. Tampak ekspresi kekecewaan diwajahnya yang manis rupawan. Sepertinya namja yang bernama Kim Yesung itu tengah kecewa dengan kejadian 1 jam yang lalu.
Awalnya Yesung ingin melamar sang yeojachingu dengan sebuah kalung. Hell, mungkin orang – orang akan berpikir Yesung adalah orang bodoh yang ingin melamar kekasihnya dengan sebuah kalung. Baiklah, Yesung tau jika ingin melamar pujaan hati harus dengan sebuah cincin. Tapi Yesung ingin membuat sebuah perbedaan. Akan sangat mengesankan jika dirinya melamar Hye Kyo dengan sebuah kalung. Kalung yang melegenda dan hanya ada sedikit didunia ini.
Tapi semua itu harus buyar tat kala Yesung melihat Hye Kyo yang diberikan sebuah cincin indah dari seorang namja lain yang dia ketahui bernama lengkapkan Rain. Awalnya Yesung berniat marah dan mencaci mereka berdua. Tapi Yesung sadar, hal seperti itu hanya akan memperkeruh keadaan. Dan lagi pula orang – orang akan bertanya tentang siapa dirinya. Yang semua orang ketahui selama ini, Song Hye Kyo tidak memiliki KEKASIH. Lalu, apa yang akan dikatakan orang – orang jika Yesung yang dilanda emosi tiba – tiba datang dengan marah, mencaci dan mengatakan bahwa dia adalah namjachingu Hye Kyo? Tentu semua orang akan menertawakan dirinya dan malah mencacinya karena dengan seenaknya mengaku sebagai namjachingu seorang aktris terkenal. Dan tentunya media yang akan berpuas hati bisa menjatuhkan Hye Kyo ditengah karirnya yang sedang melonjak.
Tidak, bukan itu yang Yesung inginkan. Yesung masih memiliki otak untuk berpikiran jauh sebelum bertindak. Yesung bukan orang bodoh yang akan bertindak tanpa berpikir lebih dulu. Dia tidak ingin semua menjadi hancur dan berantakan hanya karena dia menuruti semua amarahnya. Toh dia masih bisa meminta penjelasan akan hal ini dari sang kekasih. Mungkin saja cincin itu hanya lambang persahabatan. Kalau pun cincin itu karena rasa suka, itu wajar. Namja mana yang tak tertarik dengan gadis secantik Song Hye Kyo yang semua orang taunya dia masih lajang.
Dan dengan rasa kecewa itu lah Yesung lebih memilih untuk pergi dan menahan segala gejolak emosi yang membuncah dihatinya. Membiarkan rasa kegalauan menyelimuti dirinya, hingga dia harus terlonjak kaget karena mendengar sebuah tembakan dari gang yang sunyi dan sangat gelap.
Dengan perasaan penasaran, takut dan jantung yang berdebar kencang, Yesung pun melangkahkan kakinya masuk kedalam gang sempit tersebut. Yesung bodoh? Memang. Seharusnya dia lari pulang dan bukannya masuk kedalam gang itu. Salahkan saja rasa penasarannya yang tinggi hingga membuat dia lebih memilih masuk kedalam gang tersebut.
Begitu masuk, yang Yesung lihat tidak ada apapun selain kegelapan. Suara tembakan tadi pun telah menghilang. Namun sedetik kemudian dia merasakan kalau seseorang menarik lengannya dan menyanderanya dengan sebuah belati pada lehernya. Tentu saja hal ini membuat Yesung gemetaran dan takutnya semakin bertambah. Dia masih yakin bahwa sedetik yang lalu seperti tidak ada seorang pun didalam gang sempit dan gelap ini. Lalu kenapa sedetik kemudian seseorang menyandera dirinya, dengan sebuah belati pula? Kini Yesung benar – benar menyesali rasa penasarannya yang tinggi itu. Dan berjanji lain kali, jika mendengar suara tembakan dia akan langsung lari pulang. Dan bukannya menuruti keinginantahuannya yang tinggi.
"Lepaskan dia, Yunho. Dia tidak ada sangkut pautnya dengan kita." ujar sebuah suara yang Yesung yakin berasal dari depannya. Tunggu dulu, sepertinya Yesung kenal dengan suara ini.
"Hahaha... Kenapa? Kau takut?" tanya sebuah suara yang berasal dari belakangnya yang kini tengah menyaderanya yang Yesung ketahui bernama Yunho.
"Kita tidak pernah melibatkan orang lain dalam perseteruan kita." Ujar suara yang didepan Yesung lagi.
"Cho Kyuhyun..." ujar Yunho yang membuat Yesung terkejut.
Apa benar yang didepannya ini adalah Cho Kyuhyun yang merupakan ketua genk Saphire yang dilawannya 2 hari yang lalu? Kalau benar, matilah dia kini. Sudah melawan sang ketua dan kini dirinya terlibat pada perseteruan antar 2 genk. Kenapa hidup Yesung harus serumit ini? Yang dia inginkan hanya tenang dalam hidupnya. Kuliahnya lulus, diterima bekerja pada perusahaan ternama, menikah dengan sang kekasih, memiliki anak dan hidup bahagia selamanya. Keinginan yang simple, bukan? Tapi sepertinya takdir mengatakan lain.
"Bagaimana kalau aku merubahnya? Aku melibatkan namja ini." ujar Yunho yang membuat Yesung bergetar karena takut.
Yunho pun menarik Yesung keluar dari gang yang gelap itu dengan diikuti oleh Kyuhyun dan Eunhyuk disampingnya. Sedang Zhoumi dan Hangeng tengah bersiap ditempat mereka, menanti kesempatan untuk menyerang dan membebaskan orang yang tengah disandera Yunho.
Kini ditempat yang terang, Yesung bisa melihat kalau orang yang didepannya memang Kyuhyun dan Eunhyuk dari genk Saphire. Genk yang dia lawan 2 hari yang lalu. Dan tentu saja hal itu membuat kadar ketakutan Yesung meningkat. Peduli setan jika Kyuhyun akan menertawainya nanti karena wajah takutnya sekarang, padahal 2 hari yang lalu wajahnya terlihat datar dan menantang. Sedangkan Kyuhyun dan Eunhyuk terlihat biasa saja dengan kehadiran Yesung disana. Walau awalnya mereka terkejut, tapi mereka langsung dengan cepat merubah wajah mereka kembali datar. Walau mereka masih bertanya – tanya apa yang Yesung lakukan disekitar jalan yang sepi ini dan larut malam pula.
"Kau tahu Yunho, hanya pengecut yang melakukan hal seperti ini. Melibatkan orang lain yang tidak ada sangkut pautnya dengan kita." ujar Kyuhyun.
"Ya, dan ku pikir seorang yang terhormat seperti Jung Yunho tak akan melakukannya. Ternyata kau sama saja seperti pengecut lainnya yang berkedok sebagai ketua mafia." ujar Eunhyuk yang kali ini ikut menimpali, mencari kesempatan bagus untuk menyerang dan menyelamatkan Yesung juga tentunya.
"Kalian pikir aku tidak tahu bahwa kalian ingin menipu ku, membuat ku emosi dengan perkataan kalian dan mengambil tindakan bodoh? Jangan kalian pikir aku bisa terkecoh oleh tipuan kalian. Tidak akan pernah hal itu terjadi, sampai kapan pun." ujar Yunho dengan menekankan kalimat akhirnya.
"Kau sungguh terlalu percaya diri, Jung Yunho." desis Kyuhyun yang langsung mengeluarkan smirknya, menandakan bahwa Kyuhyun telah mempunyai ide yang sangat bagus untuk namja didepannya ini.
Eunhyuk yang melihat seringai itu tentu saja merinding, namun ditutupinya dengan senyuman palsunya, karena sebenarnya Eunhyuk mengerti arti dari seringaian sang ketua genk barusan.
"Kau tahu Yunho, kau bisa membunuhnya jika kau mau." ujar Kyuhyun seraya menunjuk Yesung yang tengah disandera oleh Yunho.
Mau tahu bagaimana reaksi Yesung? Terkejut, tentu saja. Yesung melebarkan matanya yang seperti bulan sabit itu tatkala ia mendengar penuturan Kyuhyun barusan.
Ah, Yesung baru ingat bahwa dia sudah melakukan kesalahan pada Kyuhyun. Kim Yesung telah melawan sang ketua genk Saphire, Cho Kyuhyun saat 2 hari yang lalu. Otak Yesung mulai berpikir bahwa Kyuhyun dendam padanya atas penentangannya kemarin dan berniat untuk menghabisi nyawa Yesung melalui tangan orang lain. Yaitu namja yang sedang menyanderanya saat ini.
Haruskah hidup Yesung berakhir tragis seperti ini? Mati ditangan namja yang sama sekali tak ia kenal karena hanya punya masalah pribadi bersama Kyuhyun?! Bisakah Yesung memilih jalan kematiannya sendiri? Setidaknya biarkan ia merasakan menikah, berbulan madu, dan punya anak. Cukup sampai disitu Yesung sudah merasa bahagia. Ah, sepertinya Yesung terlalu banyak mengkhayal sekarang.
Sementara itu ditempat persembunyian Zhoumi dan Hangeng, mereka terus saja memperhatikan adegan didepan mereka. Mereka masih belum menemukan titik yang pas untuk mereka menyerang, sampai suara Zhoumi memecahkan konsentrasi Hangeng dan juga keheningan diantara mereka.
"Ge, aku merasa menonton drama saja." ujar Zhoumi pelan, nyaris berbisik pada Hangeng yang berada disebelah kanannya.
"Aku juga merasa begitu, Zhou." ujar Hangeng yang juga nyaris berbisik, sama seperti Zhoumi.
"Gege sadar tidak, bahwa Kyuhyun terus memperhatikan namja manis itu?" tanya Zhoumi kembali.
"Bukankah Kyuhyun hanya menatap Yunho sedari tadi?"
"Jika Gege berpikir seperti itu, maka Gege salah. Kyuhyun hanya menatap sasaran manisnya dan tak berniat sedikit pun untuk menatap si brengsek Jung itu."
"Darimana kau tahu, Zhou?" tanya Hangeng bingung.
"Tentu saja aku tahu, Ge. Apa Gege lupa bahwa aku ini penembak jitu? Jadi aku sudah terlatih untuk melihat segala hal dari kejauhan dengan sangat jelas dan terperinci. Dan aku bisa melihat bahwa Kyuhyun hanya terus memperhatikan namja manis itu." ujar Zhoumi menjelaskan dengan nada bangga didalamnya.
"Ye, aku tahu. Tapi tidak usah sebangga itu. Apa kau tau namja itu siapa? Harusnya dengan 'penglihatan' mu itu, kau bisa tau, bukan?" tanya Hangeng kembali dengan menekankan kata penglihatan.
"Eum... Sebentar Ge." ujar Zhoumi yang berusaha menajamkan penglihatannya.
"Aku tau, Ge. Aku bisa mengenalinya sekarang." seru Zhoumi mengagetkan Hangeng karena berseru tiba-tiba dan mendapat hadiah geplakan sayang dari Hangeng pada kepalanya.
"Kau mengagetkan ku, pabbo." ujar Hangeng kalem.
"Mian, Ge." ujar Zhoumi sambil mengusap kepalanya.
"Jadi, siapa dia?" tanya Hangeng yang back to the first topic.
"Dia itu namja manis yang kemarin berani menentang Kyuhyun." ujar Zhoumi yang terkejut disaat yang bersamaan, setelah tahu siapa namja manis yang menjadi perbincangan mereka sedari tadi.
"Mwo? Jinjja?" tanya Hangeng yang juga sama terkejutnya setelah mendengar penuturan Zhoumi barusan.
"Benar, Ge. Itu benar namja itu."
"Dari sekian banyaknya namja, kenapa harus dia? Apa ini sudah menjadi takdirnya untuk berurusan dengan kita?"
"Entahlah, Ge. Takdir atau bukan, aku menyukai namja manis itu. Kalau saja Kyuhyun tidak menjadikannya sebagai target, pasti dia sudah aku kencani."
"Jangankan kau. Aku juga mau. Kau tahu, dia mampu menggetarkan hati ku waktu itu. Dan sebenarnya aku sangat salut padanya."
"Ya, kau benar Ge. Aku juga salut padanya yang berani menentang Kyuhyun. Tapi yang ku bingungkan, kenapa Kyuhyun masih membiarkannya hidup? Seingat ku terakhir kali ada yang berani menentang Kyuhyun dia berakhir di Rumah Sakit dalam keadaan patah tulang leher, tulang rusuk yang bergeser dan lebam yang mewarnai wajahnya. Tapi kenapa sekarang Kyuhyun masih belum berbuat apapun pada namja itu?"
"Mungkin Kyuhyun sudah punya rencana sendiri. Kita lihat saja nantinya akan bagaimana. Sekarang, kembali fokus untuk mencari celah bagi kita untuk menyerang. Jangan sampai namja manis itu terluka barang sedikitpun. Aku yang akan membunuh mu kalau sampai hal itu terjadi." ujar Hangeng yang serius dengan ucapannya kali ini.
"Arraseo, Ge. Aku juga akan bunuh diri jika sampai melukainya." ujar Zhoumi yang juga tak kalah serius. Dan mereka kembali fokus pada pekerjaan awal mereka.
.
.
.
.
"Apa aku tidak salah dengar, Kyuhyun-sshi? Setan mana yang merasuki diri mu hingga kau mau mengorbankan satu nyawa. Setahu ku, kau tidak akan mengorbankan nyawa orang lain hanya untuk kepentingan mu." ujar Yunho dengan sedikit terkekeh.
"Itu kan setahu mu. Dan kau, sama sekali tidak tahu siapa aku." ujar Kyuhyun dingin sambil menunjuk Yunho. Dan jangan lupakan tatapan tajam dari Kyuhyun.
"Kalau memang benar, baiklah. Akan ku habisi nyawa anak ini sekarang." ujar Yunho yang kali ini melihat wajah Yesung.
Dan seperti orang bodoh, Yunho hanya bisa terdiam memandang wajah manis Yesung. Biar ku deskripsikan bagaimana wajah Yesung saat ini hingga membuat Yunho menjadi terbodoh.
Saat ini wajah Yesung memerah karena rasa takutnya. Keringat dingin yang sudah membanjiri wajahnya sedari tadi hingga membuatnya terkesan sexy dimata Yunho. Air mata yang sudah mengumpul dipelupuk matanya. Hey, walau Yesung namja, namun jika hal ini menyangut nyawanya yang tak akan lama lagi tentu membuat dia ingin menangis saja.
Yunho menelan salivanya susah. Sepertinya dia bernafsu pada namja manis dihadapannya kini dan tak menyadari bahwa Kyuhyun sudah didepannya, menarik Yesung dengan cepat lalu mendorongnya kebelakang tubuhnya dan membogem mentah wajahnya dengan sangat kuat. Yesung yang terdorong kebelakang dengan cepat ditangkap oleh Eunhyuk hingga tubuhnya tidak terpelanting ke tanah.
Yunho yang ingin melawan terkejut saat menegakkan kepalanya dan melihat sebuah rivolver sudah menghadang wajahnya dengan sangat indah. Siapa lagi kalau bukan Kyuhyun pelakunya.
"Sepertinya waktu bermain sudah habis. Sekarang, bersiaplah." ujar Kyuhyun yang kini menarik pelatuk dari rivolver tersebut.
"Sampaikan salam ku pada penghuni neraka." lanjut Kyuhyun yang ingin langsung menembak, namun gagal saat tangannya ditendang oleh seseorang dan mengakibatkan rivolvernya melayang jauh.
Semua orang disana terkejut dengan kehadiran seorang namja cantik yang langsung membopong Yunho untuk mundur beberapa langkah dari Kyuhyun. Begitu tahu siapa yang mengganggu acaranya, Kyuhyun langsung tersenyum sinis pada dua orang didepannya.
"Harusnya aku memperhitungkan akan kehadiran diri mu. Harusnya aku tahu bahwa kau akan selalu ikut kemana pun Yunho pergi, termasuk malam ini. Bukan begitu Kim?" tanya Kyuhyun pada namja cantik didepannya ini.
"Kalau sudah tahu, kenapa terlambat untuk menyadari? Menyadari dan mengetahui itu berbeda tipis, Kyuhyun-sshi brengsek." ujar namja cantik itu dengan kilatan amarah yang terpancar pada doe eyes miliknya.
"Setidaknya aku menyadari bahwa marga mu telah berganti menjadi Jung. Jung Jaejoong." ujar Kyuhyun dengan senyuman mengejek miliknya.
"Pergi saja kau ke Neraka!" ujar Jaejoong yang langsung menerjang Kyuhyun begitu saja.
Kyuhyun yang mendapat serangan tiba-tiba dari Jaejoong tak sempat untuk menghindar. Hal ini terus dimanfaatkan Jaejoong untuk terus menyerang Kyuhyun. Pukulan bertubi-tubi dari Jaejoong mampu membuat Kyuhyun untuk mendapatkan lebam pada sudut bibirnya. Puas memberi pukulan pada Kyuhyun, Jaejoong pun berhenti dan mengatur nafasnya yang memburu.
"Hanya itu kemampuan mu? Aku pikir kau adalah namja yang sangat hebat, seperti yang dikatakan orang-orang. Tapi sepertinya remaja tetaplah remaja. Tak akan pernah berubah." ujar Jaejoong meremehkan.
"Aku pikir kau cukup pintar untuk mengetahui rencana apa yang ku pasang." ujar Kyuhyun menyeringai sambil memperlihatkan sebuah remot pengendali pada Jaejoong.
Dan Jaejoong cukup terkejut melihat remot yang saat ini dipegang oleh Kyuhyun. Dia tahu remot pengendali apa itu. Itu adalah remot pengendali bom. Dan Jaejoong yakin, Kyuhyun telah menyematkan sebuah bom pada tubuhnya. Dan dengan segera Jaejoong meraba-raba tubuhnya, mencari keberadaan bom yang diletakkan Kyuhyun pada tubuh rampingnya. Namun gagal, dia tidak menemukannya.
"Kau pikir aku bodoh, membiarkan tubuh ku untuk kau hajar tanpa melakukan apapun? Harusnya kau mempercayai semua perkataan orang-orang mengenai diri ku."
"Kau sungguh keterlaluan." ujar Jaejoong yang tampak pasrah pada keadaan.
"Ada kata-kata terakhir?" tanya Kyuhyun yang sudah bersiap dengan remot ditangannya.
"Seluruh penghuni neraka menunggu kehadiran mu." ucap Jaejoong lantang, dengan mata yang berkaca-kaca. Sedang Yunho yang dibelakang Jaejoong sudah menangis karena tak bisa berbuat apapun.
"Baiklah. Sampaikan pada penghuni neraka bahwa aku tak akan kesana dalam waktu dekat." ujar Kyuhyun dengan seringaiannya.
Sebenarnya semua orang yang berada disana sangat tegang dengan situasi kini. Zhoumi dan Hangeng yang berada dipersembunyian mereka hanya bisa menonton seperti orang bodoh. Sedang Eunhyuk sudah gemetar ketakutan dan melepas genggamannya pada Yesung. Dan namja manis itu, dia sudah menangis seraya menutup mulutnya dengan kedua tangan mungilnya.
Kyuhyun pun langsung bersiap untuk menekan tombol itu. Namun belum sampai jari telunjuknya menyentuh tombol itu, sebuah teriakan mengejutkannya, membuat dia enggan untuk melanjutkan aksinya.
"HENTIKAN! KU MOHON HENTIKAN!" seru Yesung yang kini sudah berlutut didepan Kyuhyun seraya menahan kedua tangan Kyuhyun.
Entah kekuatan dari mana, Yesung berlari dan berlutut dengan cepat dihadapan Kyuhyun. Memohon agar Kyuhyun tidak membunuh orang yang sama sekali tak dikenalnya ini.
"Ku mohon, jangan bunuh dia. Ku mohon, hentikan semua ini." ujar Yesung dengan sekali-kali sesenggukan karena menangis.
Semua orang disana hanya bisa cengo dengan pemandangannya. Bahkan sang ketua sekalipun dibuat bengong karena ulahnya. Bagaimana mungkin Yesung bisa membela mafia licik yang jelas-jelas musuh abadi bagi Kyuhyun?
Yesung memang tak mengenal orang-orang disekitarnya kini. Yang dia tahu, dia tak ingin ada yang namanya pembunuhan. Baik itu orang baik maupun orang jahat. Yesung sama sekali tidak menginginkan hal itu. Baginya, yang berhak menghukum seseorang itu hanya Tuhan. Bukan manusia lainnya. Dan itulah alasan Yesung berani untuk menghentikan aksi Kyuhyun untuk membunuh pria dibelakangnya ini, meskipun nyawa Yesung bisa melayang.
Kyuhyun pun tersadar dari keterkejutannya barusan. Dia pun memandang Yesung dengan sangat tajam.
"Apa-apaan kau ini? Sebaiknya kau minggir dan tak usah ikut campur." ujar Kyuhyun datar.
"Tidak. Aku tidak akan pergi sebelum kau berjanji untuk tidak membunuh dia. Sadarlah, dia juga manusia. Tak sepantasnya kau membunuhnya. Kau bukan Tuhan, yang berhak mengatur hidup dan matinya seseorang." ujar Yesung dengan nada bergetar.
"Kau..." desis Kyuhyun menahan amarahnya.
Melihat adanya kesempatan didepan matanya, Jaejoong langsung menarik Yesung dengan cepat dan menyanderanya dengan sebuah pistol yang dia sembunyikan dibalik jas mahalnya.
"Jaejoong. Kau benar-benar tak memiliki hati. Bahkan pada orang yang memohon untuk keselamatan mu pun, kau jadikan dia sandera mu." ujar Kyuhyun dingin.
"Aku tak peduli. Lagi pula aku tak meminta untuk dia memohon pada mu. Jadi jangan salahkan aku jika aku mengambil kesempatan yang ada. Sekarang, lemparkan remot itu atau namja manis ini akan mati."
Kyuhyun yang merasa tak ada pilihan segera melemparkan remot tersebut kesembarang tempat, membuat Jaejoong puas.
"Kau tahu Jae? Aku menuruti perkataan mu atau tidak, hal itu akan sama saja. Kau tetap tidak akan melepaskan namja itu." ujar Kyuhyun dengan seringai yang terus menghiasi bibirnya sedari tadi.
"Kau sangat hafal dengan hal itu." jawab Jaejoong dengan angkuhnya.
Yunho yang merasa bahwa mereka akan menang, segera mengambil langkah untuk mendekati Jaejoong yang kini berada tepat didepannya. Namun sayang, rasa peka seorang Jung Yunho lenyap begitu saja hingga dia tidak merasakan kehadiran seseorang dibelakangnya. Dan dengan gerakan sangat cepat, kini Yunho sudah didalam dekapan orang itu, lengkap dengan sebuah rivolver canggih yang kini bersarang dipelipisnya dan juga tangan kanan Yunho yang terpelintir kebelakang.
"Sekarang kau yang pilih, Jae. Namja mu ini atau bebaskan namja yang bersama mu itu." ujar orang tersebut yang membuat Jaejoong berbalik kebelakang dan terkejut dengan pemandangan yang ada.
Sang kekasih kini berada di tangan si penembak jitu, Zhoumi. Siapapun tahu bagaimana kemampuan Zhoumi dalam hal menembak. Zhoumi sangat mahir dalam urusan menembak dala jarak yang sangat terjauh. Apalagi sekarang yang hanya dalam kedipan mata saja. Sudah tidak akan diragukan lagi jika sampai Yunho tertembak, maka dia akan langsung bertemu dengan sang pencipta.
"Well, ku lihat kalian begitu menginginkan namja ini untuk lepas. Apa namja manis ini sangat penting bagi kalian? Aku curiga bahwa kalian sebenarnya mengenal namja ini." ujar Jaejoong yang seakan mengalihkan pembicaraan.
"Kami kenal ataupun tidak, itu sama sekali tidak ada urusannya dengan mu." ujar Eunhyuk yang kini bersuara.
"Bagaimana kalau aku pilih namja manis ini?"
"Mwo? Kau gila?" tanya Yunho yang seakan tak percaya dengan pilihan sang namjachingu.
"Sudah cukup bermainnya. Aku sungguh muak." ujar Kyuhyun yang langsung bersiap dengan sebuah pistol miliknya.
"Kau yang membuat keputusan." ujar Jaejoong yang semakin menekankan rivolvernya pada pelipis Yesung, membuatnya semakin merasa kesakitan.
Jaejoong pun bersiap untuk menarik pelatuk pada rivolvernya. Dan saat pelatuk itu sudah tertarik, smirk Kyuhyun semakin mengembang.
"It's show time." Gumam Kyuhyun.
DOR!
"Arrrgghhh..." teriak seorang namja...
TBC
Yuni digampar Chingudeul, hingga membuat Yuni gak jadi TBC. Cerita dilanjut...
"Arrrgghhh..." teriak seorang namja yang ternyata Jaejoong yang kini sedang merintih kesakitan dengan memegangi tangan kanannya. Rivolver yang digenggamnya pun telah terjatuh. Dan Yesung? Tentu saja pelukannya telah terlepas. Namun sepertinya Yesung tidak menyadarinya karena sedari dia hanya menutup matanya dan tubuhnya sangat gemetaran karena takut.
Kyuhyun pun mendekati Yesung dan memeluk namja manis itu dari belakang.
"Eh, kenapa tidak sakit?" tanya Yesung dalam hati.
Yesung pun mencoba membuka matanya sedikit demi sedikit. Dan yang dilihatnya adalah Jaejoong yang tengah berlutut sembari memegangi tangannya yang mengeluarkan darah. Dan tentu saja hal itu membuat Yesung terkejut dan tidak mengerti.
"Kalau dia disitu, lalu siapa yang memeluk ku?" gumam Yesung tak sadar, hingga membuat namja yang memeluknya menahan tawanya.
"Tentu saja aku." jawab sebuah suara bass dari belakang Yesung yang membuatnya terkejut dan segera menoleh kebelakang.
Yesung semakin melebarkan matanya saat melihat wajah tampan Kyuhyun dan dilengkapi dengan senyuman mautnya. Atau bisa kita bilang seringaiannya?
"Aku pikir aku salah sasaran." ujar sebuah suara yang membuat Yesung menoleh kearah kirinya dan mendapati 2 orang namja china yang dia kenal sebagai anggota genk Saphire.
"Kalian selesaikan dengan rapi. Tapi tetap biarkan hidup." Perintah Kyuhyun dingin pada ke-3 hyungdeulnya yang membuat Yesung tak mengerti.
Zhoumi, Hangeng dan Eunhyuk pun maju mendekati Jaejoong dan Yunho. Dan dengan segera mereka menghajar kedua orang itu. Yesung yang tak tahan melihat adegan didepannya berusaha berteriak sekuat tenaga agar mereka menghentikan semuanya dan juga berusaha untuk melepaskan diri dari pelukan Kyuhyun. Namun sayang, pelukan sangat erat. Semakin Yesung berontak, maka semakin erat pula Kyuhyun memeluknya.
Kini Yesung hanya bisa menutup matanya erat sembari menangis karena tidak tahan dengan adegan live didepan matanya kini. Sesungguhnya Yesung sangat benci dengan yang namanya kekerasan.
Kyuhyun yang merasa Yesung tidak memberontak lagi, dengan segera membalikkan badan mereka. Tak lama setelahnya ke-3hyungseulnya telah kembali kesisi Kyuhyun dan memperhatikan couple itu heran, terlebih Yesung.
"Sejak kapan Kyuhyun mau memeluk namja lemah seperti dia?" bisik Eunhyuk pada Hangeng.
"Molla. Tapi kalau ku lihat, sepertinya dia gemetar ketakutan." jawab Hangeng dengan bisikan pula.
"Dan sepertinya Kyuhyun memeluknya dengan posesif." ujar Zhoumi dengan berbisik juga.
"Bagaimana?" tanya Kyuhyun yang menghentikan acara berbisik mereka.
"Beres, Kyu. Setidaknya patah tulang pada paha dan rusuk lumayan untuk mereka." jawab Eunhyuk enteng.
"Butuh waktu 6 bulan untuk sembuh. Itu juga sembuh awal." ujar Zhoumi menambahkan.
Yesung yang mendengarnya semakin mengeluarkan air matanya.
"Hey, berhentilah menangis. Kau terlihat semakin lemah." bisik Kyuhyun pada Yesung, yang tentu saja membuat kadar ketakutan Yesung bertambah.
"Lepaskan aku." pinta Yesung lemah.
"Ani. Kau ikut dengan kami." ujar Kyuhyun yang membuat 3 hyungdeulnya terkejut.
"Mwo?!" teriak mereka bertiga kompak.
"Aku tidak mau. Lepaskan aku." ujar Yesung yang kini mulai kembali berontak.
Kyuhyun yang tidak tahan segera mengangkat Yesung dan menaruh tubuh rampingnya pada bahu Kyuhyun. Tentu saja hal itu membuat Yesung pusing karena secara tiba-tiba aliran darahnya dipaksa mengalir kebawah.
Tanpa memperdulikan rontaan dan pukulan Yesung yang menurut Kyuhyun tidak sakit pada punggungnya, Kyuhyun pun berjalan dengan santainya menuju mobil mewah yang terpakir diujung jalan ini.
"Hmm... Ringan." Gumam Kyuhyun.
Sementara itu Eunhyuk, Zhoumi dan Hangeng yang dari tadi terbengong mulai sadar dan berlari mengejar Kyuhyun. Mereka tahu dan sadar bahwa dongsaeng mereka kali ini benar-benar tidak waras. Tapi apa boleh buat? Kyuhyun adalah ketua. Dan segala sesuatu perkataan dan perintahnya adalah mutlak. Dan tak ada yang bisa mengubahnya, termasuk orang tuanya sekalipun!
REAL TBC...!
ANNYEONG CHINGUDEUL...!
Adakah yang masih menunggu FF ini?
Mian kalo Yuni telat banget updatenya dan mian juga karena ini singkat. Tapi Yuni janji...
Next Chapt, pasti Yuni bikin ceritanya panjang...
Pai-pai... ^_^
