Seminggu pun berlalu.

Aku mulai berusaha untuk melupakan yeoja yang dekat dengan sehun dan memikirkan cara untuk membuat sehun tertarik padaku. Setiap pagi aku masih tetap memberikannya surat kecil dan menyelipkannya di salah satu buku yang terdapat di lokernya.

Seperti saat ini, aku dan kyungsoo sedang berada di dekat lapangan basket karena kami baru saja berolahraga. Aku memakan sepotong roti yang dibawa oleh kyungsoo dan memakannya dengan lahap karena aku sudah dalam kondisi lapar.

Mataku tertuju pada seseorang yang cukup jauh dari keberadaanku saat ini. Tunggu siapa dia?

Wajahnya tidak asing. Bukankah dia? Aku menampilkan ekspresi terkejutku yang dianggap aneh oleh kyungsoo..

BIG EVENT HUNHAN INDONESIA

.

.

PRESENT

I WILL JUST LOVE YOU MYSELF BY OCTAAERIN

MAIN CAST:

OH SEHUN

XI LUHAN

CAST:

BYUN BAEKHYUN

PARK CHANYEOL

D.O KYUNGSOO

KIM JONGIN

PARK SUNHEE

SUPPORT CAST: OTHER EXO MEMBER

CATEGORY: GENDERSWTICH FOR ALL UKE

GENRE: HURT/COMFORT, ROMANCE, FRIENDSHIP

RATE : M (MATURE)

SUMMARY:

JANGAN PERGI, JANGAN TINGGALKAN AKU, KAU TIDAK PERLU MENCINTAI DIRIKU, BIARKAN AKU YANG MENCINTAIMU, BISAKAH WAKTU DIULANG KEMBALI, DISAAT DIRIMU MASIH MENCINTAIKU?

.

.

.

TYPO (S)

DONT BASH ME

DONT LIKE DONT READ

(SO, IF YOU DONT LIKE THIS FF JUST GO AWAY. I REMIND YOU)

CRITIC AND SUGGESTION ARE PERMITTED

HAPPY READING

...

Luhan mendudukkan dirinya dikursi miliknya seusai jam olahraga tadi.

Ia mencoba mengingat yeoja yang dilihatnya tadi. Wajahnya tidak asing. Luhan mencoba mengingat semakin dalam. Dan, oh ya itu dia. Sepertinya itu dia.

"kyungsoo ya, jam istirahat nanti maukah kau menemaniku?" tanya luhan.

"kemana?" balas kyungsoo.

"kau akan tau nanti"balas luhan.

...

Jam istirahat

"kyungsoo-ya kajja" kata luhan sambil menarik lengan kyungsoo.

Tapi satu hal yang tidak luhan tau. Dia berada dikelas mana. Kan tidak mungkin memasuki seluruh kelas yang mana tidak ada satupun yang respect padanya. Akhirnya mereka memutuskan untuk berjalan menuju kantin.

Saat mereka jalan menuju kantin, luhan menangkap sosok seorang yeoja yang sedari tadi dicarinya.

"sunhee-ya" teriak luhan.

Yang dipanggil pun membalikkan tubuhnya dan mencoba mencari asal suara. Di sisi lain, luhan terlihat melambaikan tangannya mencoba memberi kode ke sunhee.

Sunhee tersenyum dan berjalan kearah luhan. mereka berpelukan. Sepertinya sunhee juga sudah mengetahui luhan. kyungsoo yang tidak tau apa-apa tampak tersenyum kecil melihat kedua yeoja didepannya. Luhan pun melepaskan pelukannya dan mengenalkan kyungsoo ke sunhee.

"sunhee, ini kyungsoo. Dan kyungsoo, ini sunhee"kata luhan.

Sunhee pun mengulurkan tangannya yang mana langsung disambut hangat oleh kyungsoo.

"kau lapar?" Tanya luhan"

"tentu."balas sunhee.

"baiklah. Kalo begitu ayo kita ke kantin. Aku juga sudah lapar" tambah kyungsoo.

Mereka bertiga duduk disalah satu tempat yang sudah disediakan di kantin tersebut. Sambil berbincang-bincang mengenai sunhee. Ya teman lama luhan.

"sunhee kau berada di kelas yang mana?" tanya luhan.

"aku di kelas 3-3. Kalau kalian?" balas sunhee.

" kami di kelas 3-1."giliran kyungsoo yang membalas. "oh ya, sunhee bisa kau ceritakan apa hubungan mu dengan luhan?" "eh, maksudku seperti apa awal pertemuan kalian sehingga bisa sedekat ini?" tanya kyungsoo.

"oh, kalau itu. Kami adalah teman semasa di junior high school. Kami berada di sekolah yang sama dan sudah menjadi teman selama 3 tahun. Setelah kelulusan kami, orangtua ku memutuskan untuk memindahkanku dari korea ke amerika karena urusan pekerjaan mereka. Maka dari itu aku berpisah dari luhan. dulu, aku juga tidak mau pindah karena itu akan menyulitkanku untuk mendapatkan teman kembali, mengingat aku adalah anak yang tidak terlalu pandai dalam bergaul. Tapi saat ini aku tidak kesepian lagi karena aku kembali bertemu dengan luhan dan denganmu kyungsoo." Jelas sunhee.

Kyungsoo hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti dengan uraian dari sunhee.

Mereka menikmati jam istirahat dengan mengobrol dan bercanda tawa. Seketika luhan melupakan dunianya terhadap sehun. Apakah benar luhan sudah melupakan sehun?

Jam istirahat berakhir...

"aku harus kembali ke kelasku luhan-kyungsoo,"kata sunhee.

"ah, baiklah. Setelah ini mau pulang bersama?"kata kyungsoo.

"tentu. Tunggu aku di gerbang depan sekolah,"kata sunhee.

Hari ini mungkin hari baik buat luhan. karena apa? Yah karena ia bertemu kembali dengan teman lamanya yang ia anggap sebagai sahabatnya dulu. So, ia mempunyai satu orang sahabat yaitu sunhee dan satu orang teman yaitu kyungsoo yang akan ia jabat menjadi sahabatnya nanti. Ia pun semakin bersemangat bersekolah karena tidak seperti yang dulu-dulu disaat dirinya terpuruk dan tidak mempunyai teman sebagai tempat curahan hatinya. Ia bersyukur pada tuhan karena tuhan masih berbaik hati padanya.

Masih bisa merasakan kegembiraan bersama sahabatnya. Masih bisa merasakan kehangatan bersama dengan orangtuanya walaupun hanya seorang ibu. Dan masih bisa merasakan yang namanya menempuh masa-masa remaja yang memang seharunya ia rasakan. Tapi... satu hal yang tidak dapat ia rasakan. Cinta. Luhan belum dapat merasakan cinta diusianya.

Luhan kembali terdiam dan sedikit tersenyum miris. Tampak raut wajahnya yang mengulas kekecewaan didalamnya. Ia sedikit kecewa terhadap dirinya yang mencintai seseorang yang telah mencintai orang lain. Kenapa ia harus jatuh cinta pada sosok itu? Kenapa tidak yang lain. Itulah yang sedari tadi dipikirkan oleh yeoja manis itu sambil menatap punggung namja yang disukainnya – sehun- yang kini duduk didepannya tampak memperhatikan seorang seonsaengnim yang menjelaskan materi saat ini.

Bel terakhir... pertanda pulang sekolah.

Luhan tersentak dari lamunannya dan memilih untuk membereskan buku-bukunya yang tampak berantakan diatas mejanya. Wajar mengingat luhan adalah salah satu murid berprestasi dan murid beasiswa di sekolah itu. Saat luhan dan kyungsoo memasukkan buku dan barang-barang mereka kedalam tas tiba-tiba saja namja yang tadi duduk didepan luhan berdiri dan beranjak dengan tergesa-gesa membuat luhan kembali terkejut. Ia berjalan dan berlalu dari depan luhan yang akan beranjak dari tempatnya.

Luhan merasa waktu berhenti berputar. Sehun berjalan didepanku, batin luhan.

Kyungsoo menyadari luhan yang tiba-tiba terdiam dan sedikit mengulas senyuman tipis. Segera kyungsoo menarik tangan luhan dan luhan pun terkejut untuk yang ketiga kalinya. Kyungsoo menarik tangan luhan tergesa dan mendapat teriakan dari luhan.

"hei" "hei,kyungsoo" "kau benar-benar tidak mendengarku" teriak luhan yang mendapat tatapan aneh dari beberapa siswa yang melintasi koridor.

Tapi kyungsoo tidak berhenti. "aku bisa jatuh kalau seperti ini, hiks... lenganku sakit kyungsoo-ya" rengek luhan.

Kyungsoo pun akhirnya melepaskan genggaman tangannya pada luhan karena mendengar sedikit isakan dari mulut luhan. kyungsoo pun membalikkann tubuhnya dan meminta maaf pada luhan.

"oh, mianhae luhan-ah. Aku tidak bermaksud menyakitimu. Aku hanya tidak mau sunhee lama menunggu. Lagian tadi aku melihatmu aneh karena tersenyum sendiri." Jelas kyungsoo.

Luhan tersadar dari kata-kata kyungsoo barusan. Apa? Kyungsoo melihatku tersenyum karena sehun lewat didepanku? ah, aniya aniya. Luhan menggelengkan kepalanya. "ah, tidak apa-apa kyungsoo. Maaf" kata luhan gugup.

Akhirnya mereka pun berjalan menuju gerbang sekolah saat tiba-tiba luhan mendapati sunhee berada di dekat loker yang berada di dekat pintu masuk tengah bersama dengan,, sehun. Ah tidak lebih tepatnya kini memegang tangan sunhee. Apa ini? apakah sehun seorang playboy yang akan tergoda dengan semua wanita? Oh,, aku berharap tidak melihat ini tuhan, batin luhan.

Kyungsoo segera berjalan mendekati sunhee karena kini sunhee tengah jatuh terduduk dengan buku-buku yang berserakan. Yah mereka baru saja bertabrakan ketika sunhee membalikkan tubuhnya dan sehun berjalan dengan tergesa-gesa. Jika kau bertanya tentang luhan, dia kini terdiam dengan mata yang sedikit memerah dan jantung yang berdegup kencang. Bukan karena sesuatu yang mendebarkan tapi karena sesak dihatinya. Kepalanya pusing melihat ini.

Luhan memutuskan untuk berjalan menuju sunhee dan mencoba mengambil beberapa buku yang berada dilantai ketika tangannya tanpa sengaja dipegang oleh sehun ketika namja itu ingin mengambil buku itu juga. Sehun segera menyingkirkan tangannya dan membiarkan luhan untuk mengambil buku itu.

"ah, maafkan aku. Aku tidak melihatmu tadi karena aku berjalan tergesa-gesa" terang sehun.

Sunhee hanya mengangguk dan sedikit tersenyum kepada sehun. "tidak apa-apa. Aku juga tadi tidak melihat sekelilingku. Aku juga minta maaf" kata sunhee.

Suasana menjadi canggung setelah itu. Akhirnya sehun membuka suara "baiklah kalau begitu aku harus pergi" sambil sedikit menunduk.

Sunhee tidak menjawab dan hanya menunggingkan senyuman. Senyuman yang menurut luhan adalah senyum kebahagiaan.

Ketiga sahabat ini pun berjalan bersama karena tujuan pertama mereka yaitu pulang bersama. Mereka berjalan dan berhenti di suatu cafe dekat sekolah. Cafe yang merupakan tempat pertemuan luhan dengan baekhyun. Luhan sedikit gugup ketika sunhee mengatakan ingin ke cafe itu dan merayakan hari ini. kyungsoo dengan senang hati menerimanya dan berbeda dengan luhan. sunhee dan kyungsoo masuk terlebih dahulu meninggalkan luhan yang masih berada di depan pintu masuk. Luhan berdoa dalam hati berharap tidak akan ada lagi kejadian yang mengejutkan dirinya untuk hari ini dan saat ini. karena ia hanya ingin merasakan bebas dari yang namanya tekanan untuk setiap harinya. (kita doakan luhan ya gaess)

Mereka memesan minuman dan beberapa cake serta camilan kecil. Sunhee yang mentraktir.

Sunhee buka suara,"baiklah, aku ingin mengatakan kepada kalian kalau aku ingin kalian menjadi sahabatku."

Kyungsoo dan luhan tersenyum dan menanggapi bersamaan,"tentu saja"

"baiklah, untuk merayakan hari persahabatan kita, cheerss" kata sunhee sambil mengangkat gelas nya. Kyungsoo dan luhan sontak mengangkat gelasnya dan cheerss... ting. Bunyi ketiga gelas itu.

(SEHUN'S SIDE)

Sore itu sehun menjemput baekhyun dirumahnya berencana akan mengabiskan waktu mereka. Baekhyun sudah siap-siap sedari satu jam yang lalu. Ia memilih sebuah gaun hijau tosca lembut yang pas dengan warna kulitnya yang putih. Ia membiarkan rambutnya coklatnya tergerai yang mengenai tepat sepinggang. Baekhyun tampak manis sekali malam ini. ia memutuskan untuk menuruni tangga karena mendengar suara sehun diluar, eh lebih tepatnya suara klakson motornya.

"mau kemana baekhyun?" tanya tuan byun yang sedang duduk santai di ruang tengah.

"mau jalan dengan sehun, appa" balas baekhyun sambil berjalan menuju pintu masuk.

"kau tampak cantik sayang," kata nyonya byun.

"aaah, eomma. Kau membuatku malu"kata baekhyun.

Baekhyun membukakan pintu dan tampak namja tampan dengan setelah kemeja hitam namun tidak formal. Dengan rambut yang dibuat keatas dan menunjukkan dahinya yang menurut baekhyun menambah kesan perfect dan dapat menarik perhatian setiap yeoja. (termasuk gue, abaikan)

"sehun-ah, jaga baekhyun. Aku tidak mau melihatnya tersakiti. Dia putriku satu-satunya."kata tuan byun. Sehun pun hanya menanggapi dengan anggukan.

"dan, jangan pulang terlalu larut, aku tidak mau hal yang lain terjadi"tambah tuan byun.

"ne, aku mengerti paman", balas sehun dengan senyuman dan menunduk tanda hormat.

Baekhyun pun pamit dengan orangtuannya dan sedikit melambai pada orangtuanya dengan senyuman.

Tuan byun dan nyonya byun pun tersenyum melihat anaknya. "dia sudah beranjak dewasa"kata nyonya byun. Dan hanya dibalas dengan gumaman dari tuan byun.

Setelah berada tepat di dekat motor sehun, sehun pun membalikkan tubuhnya dan langsung meraih pinggang baekhyun. Merapatkannya ketubuhnya dan mencium dahi baekhyun. Turun ke pipinya dan sedikit berhenti tepat di depan bibir kissable milik baekhyun. "kau cantik malam ini," kata sehun, lalu mencium bibir cherry itu. Sedikit melumatnya namun tidak ada nafsu didalamnya. Hanya melumat hingga baekhyun memberikan akses kepada sehun untuk beradu lidah dan mengabsen satu per satu isi rongga mulut baekhyun. "cpkh" Sehun pun melepaskan pagutan mereka karena ia tidak ingin kelepasan apalagi ini masih berada di kawasan orangtua baekhyun.

Tatapan sayu baekhyun bertemu dengan onyx milik sehun. Sehun mengecup ringan bibir yang sedikit memerah itu dan melepaskan tangannya dari pinggang baekhyun.

Sehun menaiki motornya diikuti oleh baekhyun dibelakangnya. Baekhyung melingkarkan tangannya di pinggang sehun dan sedikit menyentuh perut milik namja itu... yang menurutnya sudah membentuk enam kotak coklat. Sehun pun membiarkan tangan baekhyun berada disana karena jujur ia menyukainya. Terlebih baekhyun adalah kekasihnya.

Sehun segera melesatkan motornya meninggalkan kediaman byun itu dan melajukan motornya menuju suatu tempat, tempat mereka menghabiskan malam ini.

(LUHAN'S SIDE)

Hari ini cukup baik tulis luhan di diary nya.

Ia merebahkan dirinya di kasur miliknya. Ia menutup kedua matanya dan membiarkan tangannya terentang. Ia sedikit mengerutkan keningnya dan memijit kepalanya perlahan. Ia kembali mendudukkan dirinya.

Lelah.

Satu kata itu berhasil diungkapkan oleh luhan. dimana luhan adalah orang yang tidak akan kenal lelah dengan kehidupan karena memang dia yakin akan bisa menghadapinya. Karena tuhan tidak akan membiarkan hambanya berada ditengah kesulitan yang tidak dapat ia selesaikan. (*eaa sok bijak banget sih gue)

Luhan memutuskan untuk membasuh dirinya setelah aktivitas padat hari ini, sebelum ia kembali berkutat dengan tugas-tugas sekolahnya yang sedikit melelahkan menurutnya akhir-akhir ini.

(SUNHEE'S SIDE)

Sunhee pulang dengan senyum sepanjang jalan. Hingga sampai dirumah dan kamar pun ia masih mengulas senyum manisnya. Ia duduk di sebuah sofa dekat dengan jendela kamarnya. Ia menatap lurus kedepan dan mulai membayangkan hari ini. dimana ia bertemu dengan sosok namja yang belum dikenalnya namun... err tampan. Ia mengingat ketika namja itu sedikit panik karena melihat dirinya terjatuh dengan buku yang berserakan disekitar sunhee. Namja itu langsung berjongkok dan mengambil buku-bukunya dan menarik lengan sunhee supaya kembali berdiri. Sunhee hampir saja berteriak kalau saja adiknya tidak menganggunya.

"eonni, makan malam hampir siap. Mandilah"

"ne, arrasseo. Keluarlah" balas sunhee ketus.

Adiknya menutup pintu kamarnya dan sunhee kembali tersenyum seperti orang gila saat ini hanya karena pertemua yang tidak disengaja itu. Sunhee melangkahkan kakinya hingga ia teringat sesuatu. Siapa nama namja itu,? Aku bahkan belum berkenalan dengannya. Ah,,, besok akan kutanyakan pada luhan dan kyungsoo mungkin saja mereka mengetahuinya.

Sunhee melangkahkan kakinya menuju kamarmandi untuk membasuh dirinya.

(LUHAN'S SIDE)

Luhan sudah selesai membasuh dirinya dan melangkah kebawah menuju ruang makan karena ibunya telah menunggunya untuk makan malam.

Luhan dapat menangkap ibunya tengah mempersiapkan makanan dimeja makan.

"eomma,"kata luhan.

"kesinilah, makan malam sudah siap" kata ibunya.

Luhan dan ibunya duduk berhadapan. Ibunya melihat raut wajah luhan yang semakin hari seperti tidak ada semangat.

"ada apa denganmu luhan-ah?"tanya ibunya.

"ne?" "aku tidak apa-apa eomma, memangnya aku terlihat tidak sehat?" balas luhan sambil tertawa kecil.

"tidak, ibu hanya melihat raut wajahmu yang tidak bersemangat akhir-akhir ini?" kata eommanya.

"oh, mungkin aku kecapean eomma. Wajar saja ini sudah tahun terakhir dan aku harus belajar lebih giat lagi." Balas luhan.

"jangan menutupi seperti itu luhan-ah. Ibu tau kalau sesuatu telah terjadi padamu."lanjut ibu luhan yang memberikan telak pada luhan. sontak luhan menghentikan pergerakan sendoknya.

Luhan nampak berpikir dan menimbang-nimbang apakah masalah ini harus diceritakan pada eommanya atau tidak. Bisa saja masalah ini dapat menjadi lebih besar dan aku akan mendapatkan tekanan. Tentu aku tidak ingin menyakiti eomma ku dengan keadaanku yang seperti itu. Haruskah kuceritakan?

"eomma, aku mau kembali kekamarku" kata luhan.

Ibunya sedikit terkejut dengan perlakuan luhan yang seperti ini. tidak pernah luhan bertindak seperti ini sebelumnya. Apa yang membuatnya seperti ini? tanya ibu luhan dalam hati.

Perlahan luhan berjalan menuju kamarnya dan menutup pintunya perlahan. Ia menyandarkan dirinya di pintu kamarnya dan mendudukkan dirinya tepat didepan pintu tersebut. Ia memegangi dada kirinya dan merasakan sakit disana. Luka itu kembali. ia menunduk dan memeluk lututnya. Ia sedikit terisak disana.

Luhan bangkit dan memutuskan untuk tidur bersama dengan eommanya. Mungkin itu lebih baik pikirnya.

Luhan melangkahkan kakinya menuju kamar ibunya yang berada disamping kamarnya. Tampak eommanya sedang bersiap-siap untuk tidur hingga beliau melihat luhan yang sudah membawa bantal kesayangannya dan melangkahkan kaki menuju kasurnya. Ibunya sedikit terkejut.

"eomma, boleh aku tidur disini?"kata luhan lirih.

"tentu."balas eommanya. "sudah lama sekali sejak kau memutuskan untuk tidur sendiri luhan-ah"tambah eommanya.

Luhan menaiki kasur tersebut dan segera merapatkan tubuhnya sembari memeluk eommanya. Luhan sedikit terisak disana. Eommanya yang menyadari hal itu langsung menggeser sedikit tubuhnya agar dapat melihat wajah putri kesayangannya. "kenapa kau menangis?" kata ibunya. Bukannya menjawab, luhan malah semakin gencar menangis. Ibunya mengecupi pucuk kepala luhan dan semakin memeluk luhan erat. Ibunya sedih melihat keadaan luhan seperti ini. apakah ia merindukan ayahnya? Pikir ibu luhan.

Setelah sedikit tenang, akhirnya luhan melepaskan pelukannya pada ibunya.

"eomma, pernahkan kau merasakan jatuh cinta?" tanya luhan tiba-tiba.

Ibunya yang mengerti pun sedikit mengulas senyum, dan berpikiran kalau ternyata luhan menangis karena cinta. "tentu saja pernah, kalau tidak karena cinta mana mungkin aku menikah dengan almarhum ayahmu dan mendapatkan dirimu" balas eommanya.

"kalau begitu, pernahkah eomma merasakan sakit hati atau lebih tepatnya patah hati?"tanya luhan lagi. Eommanya sempat terdiam.

"tidak sayang. Kenapa?" tanya ibu luhan penasaran.

"aku merasakan sakit eomma. Sakit sekali sambil memegang dada kirinya. Rasanya sesak ketika melihatnya bersama orang lain. Aku bahkan merasa tidak bernafas." Mata luhan kembali berair.

Ibu luhan yang merasakan akan adanya isakan kembali memilih untuk mengeratkan pelukan pada putrinya dan mengatakan ceritakanlah semua pada eomma.

"aku melihatnya langsung. Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri. Tatapan yang penuh cinta dari namja itu pada yeoja itu. Aku cemburu. Jujur aku merasakan sakit amat dalam. Aku sudah mengikutinya selama dua tahun terakhir dimana pertemuan kami hanya karena berada di kelompok yang sama ketika masa orientasi sekolah. Aku sudah mencintainya sejak saat itu. Namun dia tidak mengenalku lebih dalam eomma..."

"bahkan aku mengetahui alamatnya, hobby, makanan kesukaannya dan semua hal tentang dia. Aku sudah seperti seorang psikopat yang dapat menyerang sasarannya suatu saat."

"saat itu, kami berada dikelompok yang sama untuk project kami tahun ini. kami memutuskan untuk membicarakannya di cafe dekat sekolah. Namun, apa yang kulihat. Aku melihatnya membawa seorang yeoja yang menurutku sangat manis dan cocok jika bersama dengan namja itu, sehun."

Luhan menjelaskannya tanpa melihat kearah eommanya. Eommanya yang mengerti pun hanya menjadi pendengar setia.

Luhan kembali melanjukan," dan taukah eomma? Yeoja itu bahkan ramah padaku. Namun perlakuan mereka berdua sangat menyakitiku. Bagaimana tangan sehun terulur untuk membersihkan noda makanan pada sekitar bibir yeoja itu. Tatapan sehun sangat menyakitiku. Aku melihat orang yang kucintai bersama dengan orang yang dicintainya tepat didepan mataku. Saat itu aku hanya merasa mereka hanya teman. Hingga suatu saat aku menyadari kebenarannya"

"saat itu aku berada di coffee cafe tempat diriku biasanya menghabiskan waktu kalau kalau aku sedang sedih dan stress menghadapi hal-hal di sekolah. Niat awalku hanya untuk menjernihkan pikiranku dan mencoba melupakan namja itu karena dia sudah dimiliki orang lain. Tapi, semua perkiraanku diluar ekspektasiku. Aku melihat sehun dan yeoja itu berjalan dengan tangan mereka yang terpaut memasuki cafe tempat ku berada." Jeda luhan

Karena luhan belum melanjutkan perkataanya, eommanya bertanya"apakah ia melihatmu?"

"aniya. Aku berada di pojokan cafe dan dia tidak akan melihatku. Satu hal yang mengejutkanku adalah saat sehun menyatakan perasaannya terhadap baekhyun saat itu dimana ia melingkarkan sebuah cincin tepat di jari manis yeoja itu. Aku tidak tau itu akan terjadi. Karena aku pikir mereka akan mengobrol sambil menikmati hidangan cafe bahkan melihat tatapan sehun yang menyiratkan penuh arti disana. Dapat juga aku lihat bagaimana yeoja itu, tersenyum terharu terhadap sehun. Aku menangis eomma untuk kedua kalinya hanya karena namja itu."

Ibu luhan hanya mengelus kepalanya dan memberikan kalimat penenang buat luhan.

"eomma, apakah eomma ingat sunhee?"

"sunhee?"

"ya, temanku semasa junior high school dulu. Hanya dia temanku eomma"

"oh, ya eomma mengingatnya. Memangnya ada apa dengannya?" tanya eommanya

"kurasa dia juga menyukai sehun" jawaban final luhan membuat eommanya sedih. Luhan tidak mungkin menceritakan semuanya pada eommanya karena ia mengetahui kalau raut wajah ibunya sekarang sudah bercampur aduk mulai dari kecewa, khawatir dan sedih.

Apakah luhan akan terpuruk seperti ini terus? Pikir ibunya

"apakah kau memiliki bukti, kalau dia menyukai sehun?"

"belum eomma untuk saat ini. bahkan kami baru bertemu hari ini, karena dia kembali ke korea dan bersekolah denganku. Aku berharap dapat berteman dengannya selamanya dan tidak ada rasa cemburu karena keinginan kami masing-masing nantinya." Kata luhan.

"yasudah, tidurlah. Kau pasti lelah karena aktivitasmu hari ini.

Luhan pun menuju alam mimpinya karena ia juga sudah lelah menangis sedari tadi.

Satu hal yang luhan pelajari hari in "rasa cinta mengubah segalanya"

(SEHUN'S SIDE)

Saat ini mereka berada di salah satu taman kota yang biasanya digunakan para couple untuk berkencan. Mereka berjalan menuju salah satu bangku disana. Baekhyun berjalan sambil memegang tangan sehun dan sedikit menariknya. Keadaan taman saat ini lumayan ramai, karena tempat ini dipenuhi beberapa keluarga bersama dengan anak-anak mereka.

Sehun menawarkan ice cream ke baekhyun yang mana dibalas oleh anggukan oleh baekhyun. "strawberry" teriak baekhyun karena sehun kini berjalan menjauh darinya.

Baekhyun menatap cincin yang melingkar di jari manisnya sambil tersenyum miris. Ia mengelus cincin tersebut dan kembali menatap lurus kedepan. ia memikirkan akan hubungannya dengan sehun kedepannya. Apakah akan berjalan dengan baik dan sesuai dengan harapannya.

Lama baekhyun larut dalam lamunannya hingga sehun datang dan memberikan satu cup ice cream strawberry milik baekhyun. Baekhyun segera mengambilnya dan memakannya dengan hati-hati, takut ice cream itu mengenai gaun miliknya.

Baekhyun memakan ice creamnya dengan lahap seperti anak kecil yang baru tau akan rasa ice cream. Baekhyun berhenti sejenak karena merasa dipandangi oleh objek disampingnya.

"apa" kata baekhyun. Sehun tidak menjawab dan malah tersenyum dan membersihkan ice cream yang berada di sudut bibir baekhyun dengan ibu jarinya.

Baekhyun merasa hangat dengan perlakuan manis sehun dan mengecup ibu jari sehun. "Kau mau" kata baekhyun sambil memberikan sesendok ice cream ke mulut sehun.

Sehun menerimanya dengan senang hati. "ini indirect kiss" kata sehun. Baekhyun hanya tersenyum mendengar sehun mengatakan hal itu. "kau mau ciuman yang sesungguhnya?" tanya sehun.

Sontak baekhyun terkejut dan menampilkan tatapan seakan akan menerkam. Sehun yang mengerti pun memilih memeluk baekhyun dari samping dan menaruh kepalanya di bahu baekhyun.

"jangan tinggalkan aku baekhyun-ah" kata sehun tiba-tiba.

"aku tidak akan meninggalkanmu."balas baekhyun. "mau berjalan-jalan?" tanya baekhyun.

Sehun menegakkan dirinya dan mencium pipi baekhyun lalu menarik tangannya untuk berdiri. Baekhyun memukul perut sehun karena perlakuan sehun yang selalu tiba-tiba dan jujur baekhyun menyukainya.

Mereka pun menelusuri taman itu sambil berpagutan tangan. Cuaca yang bersahabat ditambah dengan hiasan lampu berwarna-warni menambah kesan melengkapi suasana berkencan sepasang kekasih ini. bercanda tawa dan sambil melemparkan senyuman membuat mereka merasakan dunia serasa milik berdua.

"FALLING IN LOVE AND HAVING A RELATIONSHIP

ARE TWO DIFFERENT THINGS"

.

.

.

.

.

.

.

TBC

HUWAAAA

MAAF BANGET KARENA LATE UPDATE, RENCANANYA AKU BAKAL UPDATE TIAP MALMING. TAPI...

OCTA, LAGI UNMOOD BANGET KEMAREN-KEMAREN KARENA KABAR DATING. TAU LAH YA SIAPA... GAK SAMPE LEAVE FANDOM CUMAN KAGET AJA. TAPI JUJUR SAKIT. OCTA NANGIS JEBALLL HUEEEEEE *CUKUP CURHATNYA

DI CHAP INI MAAF BANGET KALO READERS-NIM KURANG PUAS ATAU BAHKAN GAK PUAS SAMA HASILNYA. *BOW *BOW

DISINI ADANYA MOMEN HUNBAEK YA, LAGI SUKA SAMA MOMEN HUNBAEK YANG MANIS-MANIS. HEHEHE

NEXT, REVIEW JUSEYO

SARANGHAE

#YEHET #OHORAT