Minna-san! Fic Cinta Dunia Maya memasuki chapiie 2! Let's read!


Cinta Dunia Maya

Chapter 2

Disclaimer : Uda pasti Tite Kubo..

Attention! OOC, Gaje, bahasa-bahasa dunia maya inside!

Enjoy~

Rukia P.O.V

Kalau mata mempunyai energi listrik seperti lampu, maka mataku mungkin sudah tinggal 5 watt. Terlalu lama aku memandang komputer. Tapi bagaimanapun juga, aku harus bisa menahan kantuk ini saat pelajaran.

Aku, Rukia Kuchiki, sekarang tengah berjalan ke arah kelasku. Sampai sekarang, aku masih memikirkan kejadian yang berlangsung kemarin. Ya, kejadian dimana aku bertemu dengan orang menyebalkan bernama Kurosaki Ichigo itu. Sejak itu, pikiranku hanya dipenuhi oleh Ichigo saja. Aku tidak mengerti kenapa, tapi Ichigo terus mendatangi pikiranku.

Aku memasuki kelasku. Siswi di kelasku kini sedang mengerumuni Ichigo. Entah apa yang mereka bicarakan, tapi aku tidak peduli. Aku meletakkan tas punggungku di bangkuku. Kini aku bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.

"Kurosaki-kun sudah punya pacar?"

"Boleh kutau nomor Hpmu, Kurosaki-kun?" kata mereka. Sesungguhnya mereka sudah dibutakan oleh tampang aneh Ichigo. Lihat saja dia! Wajah biasa, rambut langka dan nyentrik, sikap yang menyebalkan, dan masih banyak lagi. Tapi yang membuatku heran, kenapa dia bisa mendapat penggemar dalam waktu 1 hari saja?

Siswi-siswi itu terus-menerus melemparkan Ichigo pertanyaan, walau Ichigo hanya mendiamkan pertanyaan-pertanyaan yang terus terlempar dari mulut siswi-siswi itu. Mereka terus bertanya sampai bel berbunyi dan pelajaran dimulai. Pelajaran pertama, pelajaran Kaien-sensei, guru favoritku. Dia selalu bisa membuat senang murid-muridnya, dan selalu tegas dalam mengambil keputusan.

Sekarang tengah berlangsung pelajaran matematika. Mataku berkonsentrasi melihat angka-angka yang sudah kuanggap sebagai musuh para murid. Oh tidak. Melihatnya saja dapat membuatku frustasi.

"Kurosaki! Coba kau kerjakan nomor 3!" panggil Kaien-sensei pada Ichigo. Aku bertaruh dia tidak bisa mengerjakan soal itu. Itu terlalu sulit bagi anak seumurannya!

Kulihat Ichigo tampak yakin dan maju ke depan. Ditulisnya rumus-rumus yang mampu membuat bulu kudukku berdiri. Bagaimana mungkin dia dapat mengerjakannya? Apakah tersimpan contekkan di balik tangannya?

"Bagus. Jawabannya semua tepat." na-nani? Di-dia bisa mengerjakannya?

Ichigo kembali duduk di sebelahku. Dengan tatapan penuh kecurigaan, aku memandanginya. Sepertinya dia bisa menyadari apa yang kulakukan dan balas menatapku.

"Kenapa menatapku seperti itu?" tanya Ichigo.

"Tidak. Aku hanya heran saja orang sepertimu bisa mengerjakan soal seperti itu." jawabku tidak percaya.

"Cih.. meremehkanku ya?"

"Pikir saja sendiri," jawabku angkuh.

"Kau ini dingin sekali sih!" kata Ichigo kesal.

"Hn.." kataku singkat. Tak lama kemudian, Ichigo tersenyum miring ke arahku. Senyumnya itu.. senyum licik. Entah apa yang akan dia perbuat.

"Jangan-jangan kau tidak bisa ya?" kata Ichigo.

"Siapa bilang? Aku bisa kok!" kataku tidak mau kalah. Aku tak sudi kalah oleh orang sepertinya.

"Mengaku saja. Bukan hanya kau seorang yang tidak bisa mengerjakan soal seperti ini." katanya dengan nada mengejek. Sial! Aku memang tidak bisa mengerjakannya!

"Kh.." jawabku singkat dan sambil membuang muka.

"Hihi.. wajahmu kalau sedang kesal manis juga ya," Ichigo menahan tawa. Berkat ucapan terakhir Ichigo, sedikit semburat merah tampak pada wajahku.

~Chappy~


Kini aku sedang berada di atap sekolah. Aku selalu berkumpul dengan teman-temanku disini, di atap. Seperti biasa, aku tidak sendiri di sini. Hitsugaya, Momo, Inoue, dan Ishida juga turut di sini. Seharusnya Renji dan Tatsuki juga ada di sini, tapi.. ada yang berbeda.

"Minna-san!" Tatsuki menghampiri kami. Dia turut bergabung dengan kami, berkumpul seperti biasa. Tak lama kemudian, Renji pun turut bergabung. Tapi, dia membawa seorang temannya.

"Moshi-moshi!" Renji mengajak Ichigo untuk turut bergabung dengan kami?!

BUK!

"Hei! Kenapa kau memukulku?!" protes Renji.

"Kenapa kau ajak dia kemari?!" balasku kesal.

"Apa salah kalau aku ada di sini?!" Ichigo turut bergabung dalam pertengkaranku.

"Pikir saja sendiri!" bentakku. Aku menggembungkan pipiku, dan menghabiskan bentoku cepat-cepat. Aku sudah terlanjur kesal dengan kehadiran seseorang disini!

"Mulai lagi," gumam teman-temanku.

"Keras kepala," kali ini Ichigo yang bergumam.

"Huh!"

~Chappii~


Bel pulang sekolah baru saja berdentang. Dentangannya sebanyak 13 kali, pertanda jam satu siang. Kelas pun bubar, dan semua anak mengemasi barangnya. Dari gerakan tiap anak, terlihat bahwa gerakanku yang paling cepat. Yaa... kalau bukan karena internet aku tidak seperti ini.

Kakiku bergegas berlari menuju ruang komputer, favoritku. Langsung kurebut komputer terdepan, dan langsung kuhidupkan komputernya. Hei! Aku jadi orang pertama yang akan bermain internet! Kugerakkan kursornya ke arah 'Mozilla Firefox'. KLIK! Aku kembali berinteraksi dengan internet.

Facebook, di sisi lain aku membuka Plurk. Yah.. bisa dibilang ini aktivitasku sehari-hari. Beginilah jadinya bila seseorang kecanduan internet.

Kulihat seseorang mulai memasuki ruang ini. Sebenarnya sih aku tak peduli. Toh orang itu juga ingin main. Aku tak punya hak untuk melarangnya bermain disini bukan? Tapi, seseorang yang baru masuk itu... adalah Ichigo. Apa mau dia kesini?! Dan.. dan dia menghampiriku? Ah bukan. Dia menghampiri meja komputer yang berada di sebelahku dan menduduki kursinya. Lalu dia memulai menggerakkan kursornya dan masuk ke alam internet. Tapi kenapa dia memilih bangku di sebelahku? Masih banyak bangku yang kosong.

"Kenapa kau kesini?" tanyaku.

"Karena aku mau bermain internet." jawabnya singkat dan tenang, tanpa mengalihkan pandangannya ke komputer.

"Kenapa kau duduk di sebelahku?" tanyaku lagi. Kali ini dia menatapku.

"Terserah aku mau duduk dimana," jawabnya.

"Hn..." kataku singkat. Aku menatap layar komputer Ichigo. Enter! Ichigo pun memasuki dunia Facebook.

"Kau punya Facebook?" tanyaku heran.

"Tentu saja," jawabnya singkat.

"Hei... boleh kutau alamat Facebookmu?" pertanyaan ini tiba-tiba terlempar dari mulutku.

"Heh? Memangnya orang sepertimu punya Facebook?" tanyanya sambil menatapku heran. Aku kesal dibilang begitu. Nyaris kulayangkan satu pukulan untuknya, tapi inner malaikatku menahan emosiku. Aku pun memasang wajah kesal.

"Tentu saja! Kau pikir aku ini gaptek?! Maaf saja ya! Tapi aku terlalu eksis di dunia maya!" omelku.

"Ya ampun... aku kan hanya bercanda. Jangan emosian begitu dong," katanya menatapku sedikit takut.

"Alamat Facebook ya? kurosaki_ichigo. Pastikan kau tidak salah add, dan jangan search dengan nama Kurosaki Ichigo. Bisa kau lihat ratusan results bila kau mencarinya dengan nama Kurosaki Ichigo." jawabnya santai.

"Berarti namamu pasaran," kataku singkat, tapi yang bersangkutan hanya mengacuhkan.

"Ah.. ketemu! Tolong confirm permintaan temanku ya!" jawabku riang.

"Waah! Friend di Facebookmu 1359? Sugoii! Padahal friendku saja baru 436," kataku takjub saat melihat jumlah friendnya.

"Tentu saja. Karena jarang ada orang yang mau berteman dengan orang emosian sepertimu. Orang-orang hanya mau berteman dengan pria tampan sepertiku tau," katanya santai tanpa memedulikan akibatnya.

BUK! Aku meninju kepala orangenya. Aku tidak terima atas kata-katanya! Apa-apaan itu! Padahal aku sudah mencoba bersikap baik padanya tadi!

"Aww... gomen!" katanya. Ichigo tak mau lagi merasakan pukulanku tampaknya.

Aku kembali tenggelam dalam dunia maya. Ichigo sudah menerima permintaan temanku. Kini friendku bertambah menjadi 437.

Aku kembali membuka tab Plurk. Kulihat karmaku sekarang. Waw! Sudah 74.5! Itu angka yang jarang bisa didapatkan! Lalu kubuka profil KuroIchi, ingin membandingkan mana karma yang lebih besar. Lalu... saat itu juga mataku membesar. Aku takjub akan karma yang sudah ia kumpulkan. Ya ampun! Karmanya 90.7! Angka yang benar-benar langka bagiku! Aku sampai melongo melihatnya.

Aku mencoba menenangkan diriku. Mencoba melupakan angka yang membuatku iri hati. Aku kembali pada profilku. Kucurahkan semua yang sedang ada di pikiranku saat ini.

'Bagaimana mungkin lelaki itu lebih pintar dariku?'' tulisku. Saat ini, aku memikirkan bagaimana Ichigo mengerjakan soal itu. Aku merenung sebentar dan meregangkan tanganku yang pegal. Tidak sampai 10 detik waktuku beristirahat, terdengar bunyi aneh. PUK! Aku kembali melihat Plurk. Lagi-lagi KuroIchi mengomentari statusku barusan.

'Jangan mau kalah dengannya! Kau pasti bisa lebih pintar dari lelaki itu!' katanya memberiku semangat. Aku tersenyum menatapi komentarnya. Lelaki yang baik, pikirku.

'Terima kasih atas dukungannya! Aku benar-benar terhibur!' balasku.

Aku kembali mencoba beristirahat. Sesekali, kutengok orang yang duduk di sebelahku, Ichigo. Dia sedang bermain Facebook. Ah! Maksudku bermain salah satu permainan di Facebook... Pet Society??

"Hahaha! Kau masih bermain game seperti itu?!" kataku.

"Ah.. memangnya kenapa?!! Wajar saja kok bermain yang seperti ini!" protesnya.

"Pfft... orang sepertimu? Rasanya tidak wajar." jawabku santai tanpa memedulikan perasaannya.

"Kh.. kau sendiri?!!" tanyanya.

"Aku? Kau bisa lihat sendiri kan?" kataku. Padahal sebenarnya hatiku menyembunyikan rahasia bahwa aku sendiri masih memainkan game-game semacam itu. Padahal aku sendiri masih sering memainkan game 'Chappy world'.

"Kh.. pfft... pfftt... hahaha! Iya, iya, kau menang! Puas?!!" katanya sedikit tertawa. Aku menatapnya heran. Bagaimana mungkin dia malah tertawa? Melihatnya tertawa... senyumnya itu.. ya ampun! Kenapa dia bisa mengeluarkan senyum seperti itu? Kawaii! Gumamku dalam hati. DEG! Tiba-tiba jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya saat menatapnya. Lalu aku menatapnya.

"Dasar aneh. Aku tidak tau alasanmu untuk tertawa di saat aku meledekmu, tapi kau sungguh orang aneh." kataku, namun yang dibicarakan malah menghiraukannya dan kembali memainkan dunia maya.

Aku menatap kembali layar komputer. Kulihat jam yang tertulis di pinggir komputer yang menunjukkan angka 14.16. Tak terasa sekitar satu jam lebih aku ada disini. Aku langsung melog-out semua aplikasi yang terbuka, dan mematikan komputer yang menyala. Aku pun mengemasi barang-barangku, dan bergegas pulang. Aku melirik Ichigo yang masih bermain. Sepertinya dia menyadari apa yang kulakukan dan balas menatapku.

"Kenapa melirikku seperti itu?" tanyanya dengan wajah heran. Aku terkejut dan menjadi sedikit gugup untuk membalasnya.

"Ah! Emm... aku pulang dulu." kataku.

"Oh.." responnya.

"Ja nee.." kataku. Tanpa sadar, sebuah senyum kutampakkan. Lalu aku berjalan keluar dan meninggalkan Ichigo di tempat.

Normal P.O.V

Rukia meninggalkan ruang komputer. Ichigo yang memandangnya menjadi agak gugup saat Rukia melayangkan senyumannya padanya. 'Manis' batinnya.

Ichigo kembali memandang komputernya. Sebuah senyum nampak seketika di bibirnya. Lalu ia bergumam kecil.

"Chappy-chan. Aku telah menemukanmu disini." gumamnya.

Ichigo melirik bangku yang saat ini kosong dan tidak ditempati. Bangku yang diduduki Rukia baru saja. Senyum simpul nampak di bibirnya, dan tiba-tiba dia mengingat hal yang baru saja ia ketahui.

Flashback...

Ichigo P.O.V

Aku tengah memainkan Facebookku. Mataku menatap serius akan apa yang kubuka sekarang. Di bagian search, aku mengetik sebuah nama. Rukia Kuchiki. Enter! Aku memasuki profil Rukia. Aku sudah menerima permintaan temannya kini. Aku mengeklik bagian infonya. Tatapan mataku serius memandanginya. Kulihat bagian websitenya. Disitu tertulis..

chappychan

Aku melongo melihatnya. Chappy-chan? Bukankah itu sahabat internetku? Langsung kubuka profil Plurknya, dan benar saja, orang itu memang sahabatku. Aku masih menatap tidak percaya. Langsung kulirik orang yang menduduki bangku di sebelahku, Rukia. Mataku melebar saat kulihat dia tengah asyik memainkan Plurk. Chappy-chan, nama profilnya. Itu berarti... sedari dulu orang ini sudah berteman denganku! Aku kembali melemparkan pandanganku pada layar komputerku. Sejenak kemudian, aku tersenyum. Ini.. pertanda bagus, gumamku dalam hati.

To Be Continue...


Halahh... pendek! Pendek! Saia lagi bener-bener kehabisan ide nih! Mungkin ada yang bisa ngasih saia ide buat chap 3?*Plaak!*. Nee.. gomen telat update. Emang author ini paling suka lemod kalo disuruh update kilat. Tapi gimanapun juga, saia tetep ngarep Review! Jadi... onegai reviewnya, minna... ;)

Seucap 'Verry Merry Berry Thanx You!' untuk...

-Zheone Quin

-ichiRuki NaruNata : Rukia waktu di animenya cuma pura-pura gak bisa kok!*Plak! Plak! Plak!*. Just kidding...

-Rin Oki Doki

-Ichikawa Ami

-sarsaraway20 : noh... Ichigo baru tau tuh. Iya.. saia emang ke inspirasi ama tuh anak penyendiri. Hmm.. siapa ya namanya?*Pikun*. Intinya nama blognya Himawari.

-Aya-na Byakkun

-Micon : Hyaa.. Gomen kalo pendek...

-'Ruki-chan' pipy

-zangetsuichigo13 : emang bener... gak mungkin ada orang yang gak bisa kecanduan internet. Saia juga jadi kecanduan berat nih!

Well... segitu aja. REVIEW!