Disclaimer : Bleach © Tite Kubo

.

Chapter 2

Akibat Mau Memasak Natto Pakai Anko


.

Malam ini hujan turun lumayan deras, hawa menjadi dingin, terasa semakin dingin karena Orihime tinggal sendiri di apartemennya. Ia menatap layar TV yang sekarang memutar film robot walau ia sebenarnya ia tak menontonnya. Lamunannya melayang kemana-mana. Mulai dari keputusannya menyerah atas Kurosaki-kun sampai kejadian Saya-dikira-mau-bunuh-diri dengan orang yang baru saja dia temui.

"Ah.. aku jadi berpikir macam-macam.. Payah Himeee, robotnya jadi tak kutonton." Ia mengetuk kepalanya sendiri.

Kruyuuk~

Perutnya berbunyi pertanda lapar, ia pun pergi membuka kulkasnya waktu kartunnya iklan. Ia mengambil bahan untuk membuat natto, tapi tertanya selai kacang merahnya habis! Mana bisa ia makan natto tanpa selai kacang merah! Aah~ ini artinya harus beli ke minimarket dulu. Ia mengambil payungnya kemudian berangkat menuju tempat tujuan.

Di perjalanan tak banyak orang lalu lalang -tentu saja, karena cuacanya hujan deras dan dingin. Malam yang menakutkan jadi makin menakutkan saja. Belum lagi kalau tidak cepat-cepat bisa-bisa serial robotnya keburu mulai. Ia memutuskan untuk berlari supaya cepat sampai, termasuk waktu menyebrang,

TIIIIIIIIIIIIIIIN! CKIIIIT

Suara klakson dan rem mobil di saat bersamaan, Orihime yang kaget sampai nyawanya hampir lepas setengah cuma bisa terdiam. Mau teriak atau lari pun tak bisa karena terlalu kaget. Tapi beruntung mobil itu banting setir. Saat sedikit lagi menabrak pembatas jalan, mobil itu berhenti, akibat f =m . v , terima kasih hukum fisika.

Ya ampun! Apa yang kulakukan! Aku kira aku akan mati ,Orihime menjerit dalam hatinya sementara tubuhnya masih tak bisa bergerak. Pengendara mobil tersebut keluar dari mobilnya, menutup pintu mobil dengan agak keras kemudian menarik Orihime ke tepian. Orihime memandang wajahnya, dan dia..?

"Kau?" ucap laki-laki bermata emerald itu, nada bicaranya agak tinggi. Matanya menyiratkan keterkejutan-juga kekesalan, "Kau memang mau bunuh diri ya? Dua kali dihadapanku."

"A-aku..", Orihime berusaha bicara, tak tau apa yang akan dia katakan. Ia memang lari tadi, Ia tak mendengar suara mobil karena hujannya deras dan Ia terlalu sibuk berlari untuk memedulikan sekitar. Orihime berusaha bicara, sepatah kata maaf atau penjelasan atau apapun juga tapi suaranya tak keluar, jantungnya berdebar kencang sekali. Sekarang hujan membasahi tubuh mereka karena payung yang Hime pegang terjatuh saat akan tertabrak, sekujur tubuhnya mati rasa. Sekarang semuanya gelap.

.

.

Tiba-tiba gelap.

.

.

Orihime membuka matanya, ia menatap langit-langit. Langit-langit yang tak ia kenal. Dan seorang gadis dengan mata emas yang menatapnya terkejut.

"HARRIBEL! Dia bangun Harribel!" gadis itu berteriak kencang sekali.

"EH!" Orihime terlonjak dari posisi tidurnya, ia secara refleks duduk menjauh dan menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya, "Di.. Dimana ini! Kemana pakaianku?" karena saat ini Hime hanya pakai pakaian dalam saja. Gadis berambut hijau itu tertawa melihat reaksi polos Orihime.

"Tenang Orihime, tadi kau pingsan lalu dibawa kesini. Bajumu basah, jadi kulepas supaya kau tidak kedinginan!" Ucap gadis itu ceria

"O-ooh.. iya, tadi aku hampir tertabrak.." Orihime mengangguk tanda mengerti. Kalau mengingat kejadian itu lagi tangannya terasa dingin.

"Bagaimana kau tau namaku?" tanya Orihime

"Ulquiorra. Namaku Neliel, tapi kau boleh panggil aku Nel, salam kenal Orihime!" Orihime tersenyum mendengarnya lalu mengulurkan tangannya untuk menjabat Nel.

"Orihime Inoue, salam kenal Nel." Ia terdiam sejenak sebelum bertanya, "Ulquiorra itu.."

"Bagaimana kondisimu sekarang?" Kata-kata Orihime terpotong karena pertanyaan seorang wanita bertubuh tinggi, berkulit coklat eksotis, berambut pirang panjang, dan cup-C. Ia berjalan dari pintu mendekati ranjang Orihime.

"Aku- merasa lebih baik, terima kasih." Orihime tersenyum

"Nampaknya kau mengalami shock." Harribel menatapnya sebelum melanjutkan kata-katanya, "kau tau.. mengakhiri hidup itu bukan keputusan tepat." Orihime menutup wajahnya dengan telapak tangannya a.k.a facepalming. Wajahnya panas sekarang, pasti mulai memerah lagi, pikirnya.

"Aku minta maaf, aku bisa menjelaskannya tapi mungkin lebih baik menjelaskannya pada laki-laki yang hampir menabrakku tadi dulu." rasa bersalah dapat terdengar dari suara Orihime. Harribel tersenyum tipis dan berdiri dari tempatnya duduk ujung kasur.

"Dia ada di ruang kamarnya, pakai baju yang nel pinjamkan lalu ikut aku."

.

.

Ulquiorra berdiri menatap jendela dikamarnya, menatap hujan yang tak kunjung reda saat seseorang mengetuk pintu kamarnya,

"Ulquiorra, ada yang mau bicara padamu." ucap Harribel dari balik pintu. Ulquiorra berjalan membuka pintu, dan gadis berambut senja panjang dengan pipi yang sangat memerah menyambut pandangannya. Sedangkan Harribel dan Nel berdiri disebelah kanan kirinya.

"Se-Selamat malam." Ucap Orihime, wajahnya panaas sekali. Ulquiorra memandangnya sejenak,

"Tak baik bicara disini, bicara di ruang tengah saja." ia berkata datar, mengalihkan pandangannya. Dan hal berikutnya yang Orihime ingat, Ia berada di ruangan serba putih yang luas dengan banyak sofa dan TV LCD yang besar. Orihime duduk di salah satu sofa, dan beberapa orang yang tak Hime kenal berada disana juga, menatapnya penasaran. Ada seseorang berambut panjang hitam bertubuh kurus, disebelahnya berdiri seseorang beramput pirang pendek. Ada yang sedang tidur juga berambut coklat sepundak.

"Heh, Ulquiorra menculik seorang gadis." Ucap sesosok biru menyeringai

"Grimmjow, diam dulu, Orihime baru akan mengatakan sesuatu." Nel memukul pundak grimmjow. Situasi ini terlalu aneh, rasanya orihime kikuk sekali.

"Sebelumnya maaf merepotkan, semuanya!", Orihime membungkukkan badannya walau sedang duduk, "Tadi, aku bukannya mau bunuh diri.. Aku mau membeli selai kacang merah ke minimarket, tapi aku terburu-buru karena dingin dan takut serial robotnya keburu.. SERIAL ROBOTNYA! YA AMPUN APA SUDAH SELESAI?" Orihime refleks berdiri,

Sunyi

"GYAHAHAHAHAHAHA" tawa Grimmjow meledak, "Jangan-jangan kau yang membuat ulquiorra suka nonton.. UGH!" kata-kata grimmjow terpotong karena Nel melempar bantal ke wajah Grimmjow.

Orihime cepat-cepat duduk lagi, wajahnya lagi-lagi memerah. Ulquiorra bersyukur karena Nel menghentikan kelanjutan kata-kata Grimmjow, kalau ketahuan pasti memalukan bagi seorang ul-qui-or-ra. Walau begitu Nel juga tertawa,

"Orihime lucu sekali!" ucap Nel

"Sekarang jam setengah sebelas, acaranya pasti sudah beres." Harribel menimpali

"Sekarang kamu mau bunuh diri lagi karena kelewatan serial robot?" tanya Ulquiorra

"So.. soal itu aku serius.." wajah Orihime terasa sangat panas, "Hujannya deras, aku terlalu sibuk berlari.. Ini kecerobohanku.. Maafkan aku Ulquiorra-kun…"

"Tadi kecepatanku sekitar 80km/jam. Kalau tertabrak kau bisa benar-benar mati." semuanya terdiam, situasinya serius, " Tapi kecerobohanku juga mengendarai mobil dengan kecepatan begitu." Orihime agak kaget mendengarnya, tapi ia merasa sedikit lega karena Ulquiorra tak ambil pusing soal itu.

"Siapa namamu tadi?" Lelaki kurus yang daritadi memperhatikan Orihime angkat bicara juga.

"Ah- Orihime Inoue. Salam kenal, semuanya." Orihime tersenyum

"Aku Tesla Lindocruz, dan ini Nnoitra Gilga-sama." Laki-laki pirang itu memperkenalkan dirinya, dan menunjuk lelaki kurus disebelahnya.

"Aku belum memperkenalkan diriku dengan resmi ya, namaku Tia Harribel-Starrk. Dan yang sedang tertidur disana itu suamiku, Starrk." Harribel tersenyum tipis

"Grimmjow, Ulquiorra, perkenalkan dirimu" desak Nel

"Grimmjow Jaggerjaquez." Ucap Grimmjow

"Ulquiorra Schiffer."

Orihime terkejut, memang aneh, kalau sebagai keluarnya mereka secara fisik berbeda, tapi kalau marga mereka berbeda-beda sih..

"Ano.. sebenarnya aku ada dimana?"

Ulquiorra menatapnya lekat-lekat beberapa saat sebelum menjawabnya,

"Rumah Sousuke Aizen."

Mata Orihime terbelalak kaget, kedua tangannya menutup mulutnya tak percaya

Sousuke Aizen? Yakuza itu kan!

.

.


Re : Ya ampun.. Puji Tuhan! Fic-ku ada yang baca juga, ahahah.. BALAS REVIEW!

Dijah-hime, yoroshiku ne~ makasih banget buat crit-nyaa! Itulah crit yang kubutuhkan bgt saat ini. Maafkan atas kesalahan fatalnya, haha.. tapi sudah kuperbaiki, dan smoga masih ga ada salah lagi.. makasih smangatnya! 3

Sasusakurocks321, check PM ;)

Beladelante, hello! Makasih sambutannya! *hore* hehehe yoroshiku~

Hehe, iya, ulquihime bagian dari jiwaku *plak* jadi waktu mau bkin fic pertama yg duluan kepikiran ulquihime XD

Ya ampun kakha makasih banget crit-nya! Membangun banget, sbg author baru masih harus bnyak belajar, apalagi poin (dua) sumpah baru NGEH ternyata itu SALAH BESAR T^T ngerti banget kok kakha makasihh ya khaka, smoga chapter ini udah banyak perbaikan.. maaf ulqui OOC berlebihan.. aduh ojan aduh

Hyou Hyouichiffer, ahaha, ini dia update-annyaaa XD

tapi fic yg skrg panjang ya ^^; semoga ada yg baca.. sekarang Hime kasian ya, ahaha, maaf ya hime.

Orihime : *masuk mendobrak pintu* a-author! keadaanku sekarang gawat kan!

Ulquiorra : Apa chapter depan Onna ini bakal coba bunuh diri lagi?

Orihime : N- nggak kok! Ulquiorra-kun!

Re : Ups! Baca kelanjutan fic-nya! Kasih selamat dulu dong buat Harribel sama Starrk atas pernikahannya! (dan ke-OOCannya disini)

*horee horee, confetti meledak-ledak begitu juga tiburon*