An Interesting Yet Dangerous World

A/N: Uh...akhir-akhir ini kakak saya aneh. Dari kemarin saya mulai nulis cerita ini, bukannya ngeliatin hasil ketikan cerita saya, malah ngeliatin muka saya sambil terus minta buatin fic LenxRin. Brr...it's kind of creepy! Anyway, this is the second chapter of 'A/G Adventure' project (That's How I Called it) and i will let you know the first world that will mention in this story will be 'Naruverse A.K.A Naruto Universe', Followed by 'Bleach, 'Kingdom Hearts', Etcetera. So, Take a seat, bring your favorite food or drink, and enjoy this story . P.S. balasan buat para reviewers ada dibawah (Bahasanya kok gado-gado, ya?)

-Chapter 2: What The Hell Is Going On!?-

"Tehee~ Mokona sudah sampai~"

Percaya atau tidak, yang jatuh barusan adalah Bakpau yang bisa bicara! Sungguh aneh tapi nyata saudara-saudara dan para Reader sekalian! Sebagai Author saya sangat bangga *Apa Hubungannya Coba?*

"Enak saja! Mokona bukan Bakpau! Mokona adalah Mokona~!"

.

.

.

.

.

.

Diem...

.

.

.

Tapi, tetap mirip bakpau. Iya gak? Iya gak? *AuthorDilemparinSendal*

"Ah~ Lebih baik Mokona cari Dimmension Travelers dulu deh~ Jaa Ne, Author-puu~" dan Mokona-pun melayang pergi dari atap. Lagi-lagi Author ditinggalin sendiri. Tunggu...Intro-nya bahkan gak dibuat, malah ngutip dari bagian akhir cerita chapter 1!

"Ah...seandainya kreatifku gak hilang," Author mulai masuk Depressed Mode dan mulai mojok sendiri. Udah deh, saya ambil alih sebagai Narator. kita pergi dan lihat apa yang dilakukan Miku dkk, dsb, dst - *kena lempar jeruk bali* RIIIIN!

Class (:3)

Normal POV

"Yess! Kena Narator!" ujar Rin sambil BerHigh-Four dengan Miku soalnya High-Five udah biasa alias Mainstream.

"Kalian tadi ngapain?" tanya si Kaito, masih berkutat dengan es krim-nya. Gak sakit perut tuh makan es krim terus?

"Ntuh, Nimpuk si Narator diatap pake Jeruk," jawab Rin santai sesantainya orang yang paling santai *Wut?*. Kaito memproses ulang perkataan Rin, maklum, otaknya konslet karena es krim yang dimakannya bukan pergi ke perutnya, melainkan ke kepalanya. So that's why he never had a Stomacche!

Setelah Update Maintenance Brainware-nya, Kaito akhirnya sadar apa yang dikatakan Rin.

"Tapi Narator-nya kan lagi diatas atap, tepat diatas kelas kita! Bagaimana kau melempar jeruknya sampai bisa kena Narator!?"

Rin hanya mengangkat kedua bahunya.

"Ya, dibelokkan kearah Narator lah! gitu aja kok gak tahu," ...Rin, kau mengatakannya seakan semua orang bisa melakukan itu.

"Hebatkan? Padahal Aku saja Cuma bisa belokkin Negi," sambung Miku dan membuat teman sekelas mereka yang mendengar hal itu hanya bisa Sweatdrop dan memikirkan hal yang sama.

'Yang jadi permasalahan sekarang, Bagaimana Kalian Membelokkan benda-benda itu!?' Batin teman-teman sekelas Miku dan Rin. Author sendiri sampe curiga, jangan-jangan mereka ini Fruit and Veggie Bender? *ada ya?*

Baru saja Mikuo dan Len mau memberikan komentar mereka, tiba-tiba saya Kiyo-sensei masuk kekelas.

"Tolong semuanya duduk ditempat masing-masing, kita akan segera memulai pelajaran," semua murid di kelas itu hanya bisa menghela napas dan dengan berat hati mengeluarkan buku pelajaran MTK mereka.

Pelajaran pun dimulai dengan mulus dan tenang. Saking tenangnya sampai-sampai saat ditanya oleh Kiyo-sensei, gak ada satu murid pun yang jawab. Ini gak tahu jawabannya atau emang gak niat belajar sih?

Kita lihat salah satu dari set Kagamine Twins, Len Kagamine, yang saat ini tengah memandang lurus kedepan dengan tatapan kosong. Belum ada 2 menit, pandangannya mengarah keluar jendela dan mulai memikirkan hal yang sama seperti yang mereka diskusikan di atap tadi.

Rin yang sadar 'Kondisi' Len mengambil secarik kertas, menuliskan sesuatu didalamnya, dan melemparkan kertas itu pada Len. Kaget, Len pun mengalihkan pandangannya pada Rin yang menunjuk-nunjuk kertas yang barusan di lemparnya pada Len.

Len membuka kertas itu yang isinya:

'Melamun terus, mikirin apa :/?'.

Len hanya tersenyum licik, sebelum akhirnya membalas pesan singkat Rin.

'Mikirin kamu :3,' dan Len melemparkan kembali kertas itu pada Rin. Sesaat kemudian, Len berani bersumpah kalau dia dapat melihat wajah Rin memerah dan ada asap keluar dari telinga kakaknya itu. Tentu saja, Len tertawa penuh kemenangan.

Tak lama, secarik kertas mendarat di mejanya lagi dan kali ini ia mendapatkannya dari Miku. Dibukanya kertas itu dan membaca isinya.

'Len, kenapa wajah Rin-chan merah sekali? Sakit ya?'

Len terkekeh membaca pertanyaan Miku. Dengan cepat Len menjawab 'Tenang saja, dia gak apa-apa,' dikertas itu dan melemparkannya kembali pada Miku.

BLETAK! Tak lama kemudian, secarik kertas yang diikat pada sebuah pensil mendarat dengan indahnya tepat dikepala Len. Len yang mengusap kepalanya clingukan mencari siapa pelaku tindak kriminal itu dan menyadari siapa pelakunya setelah membaca isi kertas itu.

'Len, kau tadi nulis apa di kertas buat Miku? P.S. ntar pas pulang bantu aku nyari es krim yuk'

Lagi-lagi Len tersenyum licik untuk kedua kalinya hari itu dan mulai membalas pesan Kaito. Memangnya siapa lagi yang identik dengan es krim?

'Woah, Easy Dude, I Will Not Take Your Girlfriend from You :3' dan untuk yang ketiga kalinya melemparkan balasan pesan kembali kepada si pengirim. Sekarang, pertanyaan dari saya: warna apa yang muncul kalau warna biru dan merah disatukan? Soalnya seperti itulah warna wajah Kaito saat mendapat surat balasan dari Len.

DUG! Kali ini, satu surat yang disertai buku Filsafat setebal kamus bahasa inggris mendarat di wajah Len. Dengan kesal, ia membuka pesan tadi yang berisi: 'Jangan lempar-lemparan kertas. P.S. Balikin buku Filsafat-ku' dan menjawab: 'Kau juga sama! Lemparnya pake buku tebal begini lagi!'.

Setelah selesai, segera ia lempar kembali buku beserta balasan suratnya kepada Mikuo. Tanpa perlu berpikir keras pun, semua juga tahu kalau Cuma Mikuo yang bawa-bawa buku kayak gitu.

Akhirnya, setelah melihat Len saling melempar kertas pada Miku dkk, teman-teman sekelasnya yang lain juga ikut lempar-lemparan kertas. Ada yang disertai pensil kayak Kaito, atau buku kayak Mikuo, bahkan yang paling ekstrim, ada yang pake lempar tas-nya segala!

Kelas-pun jadi gaduh, tapi Kiyo-sensei malah tetap menjelaskan pelajarannya tanpa ada sedikitpun kemauan untuk menghentikan kegaduhan di kelas ini. Ini guru niat jadi guru gak sih? Lihat! Sampe ada yang lempar-lempar kursi tapi dia tetap adem-adem aja di mejanya.

"Kayaknya besok aku harus minta surat pengunduran diri dari Master deh," gumam Kiyo-sensei sambil menyebut Nickname Kepala Sekolah Miku dkk.

Meanwhile,

Outside the Class

Mokona tampak masih mondar-mandir disekeliling sekolah. Sesekali mahluk berbentuk Bakpau bertelinga kelinci ini berhenti sesaat untuk mendeteksi para...apa namanya tadi...Dimmension Travelers, itu dia.

Mokona menaikkan kedua telinganya dan mulai mencari keberadaan Dimmension Travelers. Setelah sekian detik, Mokona menurunkan kembali kedua telinganya dan memasang wajah sedih.

"Huh...Mokona tidak dapat merasakan keberadaan mereka...Apa jangan-jangan mereka tidak ada didunia ini ya?" gumam mahluk itu dan mulai terbang kembali. Kali ini ia akan mulai memeriksa bagian dalam sekolah Miku dkk.

Tiba-tiba saja, kedua telinganya terangkat lagi dan wajahnya tampak ketakutan.

"Gawat! White Zetsu-Akatsuki sudah ada disini!" ujarnya dengan panik.

Saking paniknya, ia terbang ke sembarang arah dan sampai di ruangan kelas (:3). Tentu saja karena panik, ia tanpa sengaja terbang dan menabrak wajah seseorang.

"UPH! SIAPA NIH YANG NGELEMPAR BAKPAU!?" ujar seorang murid berambut Biru. Gak perlu dikenalin udah kenal kan? Semua yang ada di kelas itu berhenti lempar-melempar alat tulis dan properti kelas. Semuanya melihat satu sama lain.

"Miku, kau ya yang lempar?" tanya Kaito pada Miku. Miku hanya menggelengkan kepalanya.

"Enggak Kok! Aku Cuma ngelempar Negi!" jawab Miku sambil memperlihatkan barang bukti berupa satu set Negi-Gattling Gun *Wut?*. Mikuo melirik Len, Rin, dan Mikuo hanya untuk mendapatkan jawaban yang hampir sama seperti Miku.

"Trus, yang ngelempar ini siapa?" tanya Kaito sambil memegang Bakpau itu (Baca: Mokona). Yang lainnya memperhatikan Bakpau itu.

"Er...sejak kapan Bakpau punya telinga?" ucap Len yang pertama kali mulai bicara.

"Ya, lalu sejak kapan pula Bakpau punya tangan dan kaki? Belum lagi punya mata dan mulut," sambung Mikuo.

Tiba-tiba saja, jendela kelas mereka pecah entah karena apa dan tanpa mereka sadari beberapa orang asing ada di dalam kelas itu. Seluruh murid menjadi panik dan mereka mulai berhamburan keluar.

"Ap- ," Miku yang paling dekat jendela, tangannya langsung dipelintir oleh seseorang dengan wajah yang ditutupi cadar.

"Miku! – " Kaito yang baru saja akan menolong Miku terlempar ke dinding karena kekuatan yang tak tampak dari seorang laki-laki berambut merah.

"Apa yang – " hal yang sama terjadi pada Len, dia saat ini tak dapat bergerak maupun bicara karena beberapa kertas origami mulai melilit dan menahan pergerakkannya.

Rin dan Mikuo yang memegang Mokona, ditahan oleh seorang laki-laki bermata aneh yang membuat mereka tidak dapat bergerak. Mokona yang melihat ini langsung melayang dan menepuk-nepuk wajah Rin dan Mikuo.

"Tidak akan ada gunanya, Mokona," ucap sebuah suara yang tiba-tiba saja terdengar di dalam kelas itu. Mokona mencari sumber suara dan mendapati sosok seseorang yang memakai Topeng dengan satu lubang.

Len mengenali orang-orang asing itu dan bahkan tidak percaya pada apa yang dilihatnya. saat ini ia hanya memikirkan satu hal: 'Apa yang sebenarnya terjadi!?'.

To Be Continued

Soo, ada yang tahu siapa saja anggota Akatsuki yang muncul di cerita ini? Oh! Balasan Review:

Chloe Cyasesa: Ha'i! Sebenarnya Bukan Saya yang mau nulis Voca Fic, tapi kakak saya minta saya nulis cerita Vocaloid. Like I Said Before, It's Still Fun To Write This Story. Yang Benar? Saya kira cerita saya gak lucu, ternyata ada juga yang suka . Hm, saya juga kebayang tuh kalo benar-benar Dunia Anime itu Exist. Saya maunya nyoba sistem sekolah Akihisa dkk XD. Terima kasih sudah baca ya :3

Shiroi Karen: SAYA JUGA MAU IKUTAN! Hehe, yup saya juga Main KH tapi sekarang udah lupa karena software punya saya udah kehapus(saya mainnya di PC). Saya baru main KH: Chain of Memories, KH: Birth By Sleep (meski gak tamat-tamat), dan KH: 358-2 Days (juga gak tamat-tamat). Sip deh! Nanti bakal saya masukkin KH (tentu kalau 'Naruto' Arc udah selesai). Ok! Update cepat, datang! Thank's udah baca :3

Chalice07: (ini saya balas sama kakak saya) Hai Chalice-san! Terima kasih banget sudah baca fic ini! Pertama si baka ini (nunjuk TVP) gak mau bikin fic Voca, alasannya karena gak bisa. Buktinya, tuh, dia malah suka bikin cerita ini. (giliran TVP) ampun Chalice-san! Kakak saya udah serem, kalau dibantuin dia malah tambah serem T.T. Yup, Pairing KaitoMiku dan LenRin (Request kakak saya), Mikuo...saya bingung mau Pair dengan siapa. Sip deh, pasti bakal update.