Rewind the Past and Start Over Again

Warning: YAOI, mpreg, gaje, membingungkan, typos, alur kecepatan, EYD berantakan.

Rated: T

Length: Chaptered

Disclaimer: Idea and story ARE MINE, no plagiarism is allowed.

Happy reading \(•ˆoˆ•)/

DON'T BE SILENT PLEASE^^

# Epilog

Akan kukabulkan permintaanmu..

Tapi ada satu syarat yang harus kaujalani..

Aku telah menanamkan bibit kehidupan di dalam kandunganmu...

Itulah harga yang harus kau bayar.

.

.

.

# CHAPTER 1 STARTS!

Suho menjatuhkan test pack yang dipegangnya dengan tangan bergetar lalu terduduk lemas di atas lantai kamar mandi tersebut dengan wajah pucat pasi. Ia mengingatnya sekarang, bagaimana besar keinginannya untuk kembali ke masa lalu hingga arwah perempuan di kehidupan masa depannya mengantarkannya ke masa kini, tiga tahun yang lalu, yang seharusnya dijalaninya dengan baik di kehidupan remajanya yang sebelumnya tanpa seorang bayi dalam rahimnya.

Kilasan-kilasan buram beberapa minggu yang lalu masih terus berputar-putar di kepala Suho, ia melihat bagaimana dirinya mulai mengalami morning sick beberapa minggu kemudian setelah menyerahkan kesuciannya pada namja asing itu hingga berakhir pada kemarin malam saat Suho dengan penuh kekhawatiran membeli test pack yang ia curi-curi beli dari sebuah apotik kecil di seberang sekolahnya dan mengecek urinenya, positif.

"jadi ini anak dari ayah yang tidak kukenal wajahnya itu? Tapi siapa? Dan bagaimana aku mencarinya? Aish.. ottokae.." batin Suho khawatir, tanpa sadar ia meremas pelan perutnya yang masih rata dengan kedua tangannya.

Ia benar-benar tidak siap untuk menjadi seorang ibu.

Raut wajahnya menampakkan kegelisahan yang sangat dalam, berhubung Suho hampir tidak mempunyai ingatan mengenai seberapa jauh perbedaaan kehidupan SMA nya di masa ini dengan masa sebelumnya.

Juga tentang keadaan dirinya di masa depan dengan kasus pembunuhan Siwon.

apakah diriku di masa depan akan menghilang?

Atau sebenarnya cuma arwahku saja yang kembali ke masa lalu dan tubuhku yang asli sedang koma di rumah sakit?

apakah aku dapat kembali lagi ke masa depan suatu saat nanti?

kalau tidak bisa kembali, aku harus tetap menjalani kehidupan SMA ku yang sekarang kan? Tapi bukankah ini akan mempengaruhi masa depanku?

Lalu juga ketakutan bila dikeluarkan dari sekolah bila suatu saat nanti kepala sekolahnya mengetahui anak didiknya yang masih SMA2 itu hamil. Suho jelas tidak ingin mengecewakan eommanya karena diblacklist dari sekolah hanya karena kasus PBA (Pregnant By Accident).

Bagaimana juga reaksi kedua orang tuaku kalau tau aku hamil?

Apakah mereka masih mau mengakui aku sebagai anak kandungnya? yang seorang namja namun mengandung anak yang bahkan masih diragukan identitas ayahnya.

Belum tentu juga namja yang menghamili ku mau mengakui keberadaan anaknya.

Kalau ia tidak mau bertanggung jawab? Aku harus bagaimana?

Dan masih ada ribuan pertanyaan yang terus bermunculan di otak Suho yang tidak mampu dipecahkannya, beruntunglah namja mungil itu memiliki jidat yang cukup lebar dengan otak yang cerdas, kalau tidak mungkin sebentar lagi Suho akan gila dan dilarikan di RSJ sebagai anak autis dan amnesia.

" Suho yaa.. kalau tidak cepat mandi nanti terlambat!" jerit eomma Suho dari luar, wanita itu sudah hampir siap menyiapkan sarapannya.

" N..ne eomma! Chamkamman" balas Suho yang sudah terbebas dari dunia imajinernya, namja mungil itu tergesa-gesa menyiram air hangat pada tubuhnya, tidak ada waktu lagi untuk berpikir, nanti ia akan mencoba bertanya pada beberapa teman-teman sekelasnya, yang sejauh ini masih mampu diingatnya.

#######GROWL SENIOR HIGH SCHOOL######

" Umm.. kalau tidak salah XI-S, XI-S…" gumam Suho dengan hati bercampur aduk, antara rindu dengan sekolahnya dan didominasi ketakutan, hatinya bahkan berdebar dengan sangat kencang. Ia berjalan pelan sekali di koridor lantai lima tersebut, ia masih ingat letak ruang kelasnya dan tempat duduknya, hanya saja ia tidak yakin segalanya masih serupa dengan masa sebelumnya mengingat begitu banyak perbedaan yang dicermatinya dari kilasan tak jelas tadi pagi.

" Yo! Selamat pagi Suho ya, kenapa kau lemas sekali hari ini?" Suho hampir terpekik ketika seseorang mengkagetkannya dari belakang, ia menoleh dengan ragu hanya untuk menemukan namja cantik, Luhan, yang dulunya merupakan sahabat terdekatnya itu menaruh lengan kanannya agak keras ke punggung mungil Suho dan merangkulnya ke kelas XI-S. Suho diam-diam menghembuskan nafasnya lega, setidaknya kelas dan sahabatnya masih tetap sama.

" ya.. Suho, tempat dudukmu disini.. itu tempat duduk Yeollie" Suho yang sudah meletakkan tas ranselnya pada meja terdepan baris keempat dari meja guru itu pun sedikit tersentak kaget, tempat duduknya berubah, ia dengan malu mengaruk kepalanya lalu mengambil kembali tasnya dan menaruhnya di atas meja yang ditunjuk Xiumin tadi, membuat anak rusa itu menyergit bingung.

" apa kau sakit Suho a? kenapa kau jadi diam seperti itu.. dan kau terlihat… ummm.. bodoh?" tanya Jongdae blak-blakan yang langsung dihadiahi tawa dari beberapa teman sekelasnya. Tidak biasanya namja berkulit terputih di kelas itu membisu, biasanya Suho adalah seseorang yang paling ceria dan suaranya langsung membahana hingga ke ujung koridor bila namja mungil itu mulai menginjakan kedua kaki mungilnya di dalam kelas.

" j..jeongmal? hahaa.. aku hanya sedang lapar saja Dae ie" jawab Suho dengan tawanya yang sedikit awkward, ia bingung mendapat sedikit pukulan candaan dari beberapa teman yang berada di dekatnya, bahkan ada yang mengacak-acakkan surai merahnya dan memberinya beberapa buah roti dan susu kotak. Seingat Suho dulu ia bukanlah orang yang popular dan banyak teman seperti ini, mungkin kepribadiannya yang sekarang juga disetting berbeda hingga ia perlu mengadaptasikan dirinya.

Well, hari pertama selalu yang terberat kan?

#############################

" lu… a..aku mau berbicara sesuatu yang penting.. boleh?" Rusa cantik yang sedang memakan chicken tonkatsunya hanya berkedip-kedip imut lalu menunjukkan jempulnya tanda setuju.

Keduanya sedang berada di kantin yang penuh dengan siswa-siswi, jadi Suho tidak perlu takut suaranya akan terdengar karena teredam oleh suara kantin yang ricuh. Namja manis itu hanya memakan beberapa sendok dari curry chicken spagettinya, tidak nafsu mengingat banyak hal yang membingungkan terjadi padanya hari ini.

Suho menghela nafasnya pelan, ia melihat Luhan menatapnya dalam dengan santai sambil menyeruput Rose milk tea nya. " umm… i..itu.. aku.. aku lupa ingatan" aku Suho seadanya.

Luhan menjatuhkan sumpitnya dan menatap sahabatnya bengong, sedetik kemudian ia tertawa terbahak-bahak lantas memukul-mukul meja kantin seraya memegang kedua perutnya yang kebas.

" AHAHAHA! Actingmu lucu Suho! Faill! Failll!" air mata sampai melapisi permukaan mata rusa tersebut sampai ia harus membekap mulutnya sendiri untuk menahan ledakan tawanya yang tidak kunjung usai saat ia menangkap beberapa siswa melihatnya dengan wajah bingung, terlebih wajah Suho yang di depannya ini menunjukkan ekspresi betenya.

" Lu aku serius, mungkin kau tidak percaya.. tapi aku mau membagi ceritaku padamu karena kau satu-satunya sahabatku sejak SD, dan aku sangat berharap kau bisa membantuku Xi Luhan" Namja cantik itu perlahan berhenti ketawa ketika ia menangkap nada keseriusan dari seorang Suho, selama ini suho tidak pernah seserius ini dan itu membuat Luhan mulai percaya kalau apa yang dikatakan sahabatnya ini tidak main-main.

" kau amnesia?" tembak Luhan langsung, tapi bukankah kemarin ia masih menemukan Suho baik-baik saja, namja manis itu bahkan bisa bertanding sepak bola dengannya menggantikan Daehyun yang izin DBD melawan sekolah lain.

" bisa dibilang seperti itu, tapi sebenarnya aku mengalami time slip… aku seharusnya sudah kuliah tahun kedua dan karena sesuatu masalah besar yang menimpaku, aku terlempar kembali ke tiga tahun yang lalu, yaitu sekarang, dan aku sama sekali tidak ingat apapun tentang kejadian sebelum ini, parahnya ini sama sekali berbeda dengan masa SMAku dulu, aku bingung Lu…aku harus bagaimana…"

dan sekali lagi mulut rusa itu menganga, otaknya yang cuma Pentium 1 itu agak lambat mencerna kalimat-kalimat Suho yang menurutnya susah dimengerti itu.

" ba..bagaimana bisa?"

Time slip? Apakah hal itu benar-benar ada, Luhan sungguh tidak dapat mempercayainya, namun melihat sifat Suho yang 360 derajat berbeda dari biasanya itu mau tidak mau memaksa Luhan untuk menelan mentah-mentah alasan tidak masuk akal sahabat baiknya itu.

Suho mencoba tuk mengingat-ingat, ia bahkan hampir melupakan masa depannya seolah itu hanya potongan dari mimpi-mimpi buruknya yang mudah untuk dilupakan " aku juga tidak yakin, yang aku ingat, aku hanya bersembunyi di dalam sebuah rumah kosong, dan tiba-tiba seorang perempuan memperlihatkan wujudnya padaku, keesokan paginya aku sudah berada di masa ini"

Luhan menangguk-angguk paham " jadi sekarang kau sedang mencari cara untuk kembali ke masa depan begitu?"

Suho mengerjap-ngerjap polos, sedetik kemudian ia menggeleng keras " aku tidak mau… kalau aku kembali aku pasti akan dijebloskan ke penjara selama bertahun-tahun"

" eh.. penjara? Kau memangnya melakukan apa Suho ya?" Luhan sepertinya mulai tertarik dengan perbincangan ini.

Suho menoleh ke kiri dan kanan meyakinkan dirinya kalau tidak ada seseorang yang mendengar pembicaraannya selain Luhan, lalu menatap mata rusa itu dalam " a..aku membunuh Lu… kekasihku sendiri"

" MWOO—MNGGGHHH!" Suho langsung membekap mulut Luhan yang reflek menjerit itu, sekali lagi beberapa siswa menatap mereka jengah yang dibalas dengan cengiran minta maaf khas Suho.

" aishh! Jangan berisik!" hardik Suho geram sedangkan luhan terkekeh garing.

" jadi sekarang apa yang akan kaulakukan Suho ya?" Namja manis itu terdiam, ia menatap ke bawah dan tanpa sadar mengelus-elus perutnya yang rata, oh.. ia hampir melupakan aegyanya.

" molla… eh Lu.. apakah aku punya pacar?" tanya Suho tidak nyambung dengan nada antusias, membuat Luhan menyerngit menatap anak semangat dengan mata angelic yang berbinar-binar itu.

Namja cantik itu perlahan mengangguk, memberi harapan bagi Suho yang hampir sirna " tentu… kau memacari seniormu selama satu setengah tahun lamanya, namanya Sehun.. Oh Sehun.. kau tahu sunbae itu?"

Suho menggeleng tidak yakin, oh.. apakah ia appa dari baby yang dikandungnya?

" a.. aku ingin menemuinya… dia di kelas berapa?"

" akan kuantarkan… kelasnya XII-C, tapi harusnya sekarang dia berada di ruang osis sih" jawab Luhan mengingat namja tampan itu bahkan tidak meluangkan waktu untuk bertemu dengan sang kekasih hari ini, Suho, pastinya sekarang ia sedang sibuk mengurus berkas-berkas dan laporan keuangannya.

" osis?"

" ne.. pacarmu ketua osis Suho ya.. dia orang yang sangat ramah, tampan, murah senyum, beribawa, dan yang pasti dia sangat menyayangimu Suho.. namun sayangnya ia orangnya workaholic, jadi kau pasti akan dilupakan kalau sudah berhadapan dengan laptopnya" mau tidak mau Suho pun terkekeh, ia membayangkan kekasihnya itu seseorang dengan muka datar dengan pakaian super rapi, bertubuh tegap dan memakai kacamata tebal.

" sepertinya kau sangat mengenalnya.." kedua namja itu sudah hampir dekat dengan kantor yang ditujunya, perlahan Luhan menepuk pundak Suho lembut mengarahkannya ke ruangan tersebut.

" tentu saja karena kalian suka sekali mengumbar kemesraan di depanku membuat mataku iritasi.. sana pergi.. aku yakin kekasihmu sudah sangat menunggu kedatanganmu…"

Suho menunduk sopan sekilas pada Luhan yang perlahan berjalan menjauhinya sambil melambaikan tangan, namja manis itu menengadah melihat papan petak bertuliskan KANTOR OSIS tercetak rapi di permukaannya.

Belum sempat namja manis itu mengetuk pintunya, pintu di hadapannya bergerak, tergeser ke samping menandakan seseorang membuka pintu tersebut duluan hingga wajah Suho langsung berhadapan dengan dada namja yang hendak keluar tersebut.

" ehh… Honnie.. kau datang juga… merindukanku ya?"

Suho perlahan menengadah, mata hazelnya yang bulat menatap wajah seseorang yang jauh lebih tinggi darinya itu tersenyum lembut kepadanya, sekitar 186 cm dengan rambut coklatnya yang poninya dinaikkan, Suho sedikit melirik name tag yang terpampang di hadapannya.

OH SEHUN

"oh rupanya dia pacarku?" batin Suho yang tidak menyangka kekasihnya akan se-mempesona itu.

" kenapa diam saja hmmm? Apa kau marah karena aku tidak menjenguk kelasmu baby.. mianhae… aku tadi terlalu sibuk untuk me-revisi ulang proposal untuk festival sekolah" diacaknya surai kemerahan Suho dengan penuh kasih sayang seraya menyatukan bibirnya pada permukaan dahi Suho yang tertutup poni, tanda minta maaf.

" a. aniyo.. aku tidak marah sunbae" jawab Suho setengah terbata-bata, ia merutuki dirinya yang sedikit berdebar-debar dengan kelakuan manis Sehun, yang entah kenapa mengingatkannya kembali pada Siwon nya saat pertama kali ia berkencan.

" sunbae? Sejak kapan kau mau memanggilku begitu?" Sehun tertawa lebar hingga memperlihatkan sudut bibirnya yang tidak terlalu tajam namun khas, ditambah dengna kedua mata sipitnya yang berbentuk sabit. " bukankah biasanya kau memanggilku Hunnie, bahkan selama ini kau tidak mau memanggilku hyung"

Suho membulatkan kedua mata angelicnya, sebegitu tidak sopannya kah dirinya pada seniornya sendiri. Rasanya ia ingin menggali lubang dan menyembunyikan dirinya ketika ditegur oleh sang ketua osis.

" m..mian.. aku tidak.. bermaksud…" jawab Suho serba salah, ia merasa malu atas ketidaksopanannya hingga kedua pipi tembamnya bersemburat kemerahan.

" kau ini kenapa baby? Seperti bukan kamu saja.. apa kau mempunyai masalah? Atau ada yang ingin kau tanyakan padaku?" tanya Sehun sabar, ia sudah sangat mengenal gelagat kekasihnya yang cenderung berbeda atau manja bila ada sesuatu yang ia inginkan atau berbuat salah hingga takut Sehun memarahinya, dan tentu saja namja albino itu akan langsung memaafkan tiap kesalahan yang dilakukan namjachingunya, seperti tidak sengaja menghilangkan data penting di ipodnya.

" u..uhh.." Suho menunduk, ia tidak tahu bagaimana menjelaskan baby yang ada di kandungannya pada Sehun, lagi pula ia masih tidak yakin Sehun adalah ayah dari anak yang berada di dalam rahimnya, meskipun keperawakannya cukup mirip dengan namja asing yang ada di bayangannya.

" apa.. beberapa minggu yang lalu.. uhh.." cicit Suho, ia perlahan menengadah seraya memanjatkan doa dalam hatinya, berharap Sehun adalah namja yang dicarinya, namja yang akan menjadi appa bagi anaknya. "..su.. sunbae menyentuhku?" tanya Suho memberanikan dirinya menatap kedua mata datar di hadapannya ini.

" huh?"

" mak..maksudku..se..bagai sepasang kekasih.. apakah.. kita pernah ..melakukan..hubungan..intim sebelumnya?"

Dan Suho tidak mampu membaca ekspresi dari wajah datar yang menatapnya dalam.

TBCehhh

AUTHOR MASIH BELUM BILANG INI PAIR APA YAH… XD sepertinya bakal KrisHo lagi deh, itu reviewnya banyak yang minta Krisho -.- ngga lari dari papa mamah… cckkkc! Buat yang minta Chanho dan Hunho maaf ya.. peminatnya cuma 1… :/

Makasihh uda mau review ff gaje bin ajaib ini… mohon reviewnya lagi buat chap ini yah.. #bow saranghae reviewers, followers dan fav nyaaa :*

SPECIAL THANKS TO: chanbaekyu, littleXbetweenEO, poriansweet, ling ling pandabear, Zahra, hamsterXiumin, Pikachuu, Park Sang Rae, EDP KHS, kimtaehyung vsii, Shim Sung Rin, pingping, DashyatNyaff, mitchi, akiko achie, dhearagil, 13613, saranghaekrisho, krisho wonkyu, kyungiexx, DD, lilfoxie, myfancycar2, suho kim 5011, emmasuho, amalia 1993, babydeer940412.