I Think U Know
Chapter 2
"Don't Care"
~o~
Cast : Minkyu couple, Changmin x Kyuhyun
.
Author : Shania9ranger
.
Disclaimer:Super Junior-TVXQ belong to SME, God, and them selves, but this story is mine.
.
.
.
Tek! Tek! Tek! Tek! Tek! Tek!
"Changmin-ah."
"Emmm?"
"Berhenti main gamenya!"
"Waeyo?"
"Aku bosan mendengar suara berisik dari gamemu itu."
"Tanggung hyung, sebentar lagi."
"Aish… Kau sudah main game sejak bangun tidur tadi pagi sampai matahari tenggelam, babo!"
Aku hanya diam, malas menanggapi pertanyaannya dikala sedang serius menghadapi musuh-musuhku seperti saat ini.
Tek! Tek! Tek! Tek! Tek! Tek!
Jari-jariku terus bergerak dengan lincah, menekan segala tombol yang ada di Joystick dengan brutal dan tidak perduli jika benda itu akan hancur di tanganku dalam sekejap.
"13 jam terus bergulat dengan benda bodoh itu, apa tidak membuat matamu sakit hah?" Tanya Yunho hyung lagi.
Sebagai jawaban ku gelengkan kepala dengan cepat tanpa menoleh ke arahnya.
"Aigo~ terserahmu lah! Sebaiknya aku pergi dari sini sebelum kepalaku yang pecah." Yunho hyung tampak mengambil jaketnya lalu pergi keluar dorm kami entah kemana.
Huuuft… disinilah aku, melampiaskan segala amarahku dengan membunuh seluruh musuh virtual yang ada didalam game tanpa ampun sejak pagi tadi. Jika kalian bertanya apa aku ini masih marah pada Kyuhyun karena dia membatalkan kencan kemarin? Jawabannya 'Ya' aku masih marah, sangat MARAH. Terserah kalian mau menganggapku kekanak-kanakkan atau apa, aku tidak peduli. Dan aku rasa kemarahanku itu wajar. Siapa yang tidak akan marah jika kekasihmu tiba-tiba membatalkan kencan demi namja lain? Apalagi kekasihmu sangat dekat dengan namja itu. Aish… benar-benar membuatku jengkel.
"Uuuggh… capek juga main game seharian." Ujarku pelan kemudian ku renggangkan jari-jari tanganku ke udara berusaha menghilangkan sedikit rasa pegal yang menjalar ke seluruh tubuh. Segera ku matikan game beserta layar tv, lalu beranjak menuju dapur. Ah… bahkan hari ini aku lupa untuk makan.
Ku buka lemari es kesayanganku, mengambil sekotak susu dan meneguknya hingga habis. Rasa lapar yang sebenarnya sudah menderaku dari tadi akhirnya berkurang. Perutku sudah tidak berbunyi meminta di isi lagi. Entahlah, sejak kemarin hawa nafsu makanku tiba-tiba lenyap seolah tertiup angin tanpa bekas. Padahal biasanya aku bisa memakan makanan dengan porsi melebihin orang pada umumnya, tapi sekarang melihat ayam goreng yang tersaji di atas meja makan pun aku malas menyentuhnya. Sebaiknya aku kembali ke kamar dan istirahat, mataku rasanya sudah lelah.
Sekembalinya di kamar, penglihatanku langsung tertuju pada benda hancur yang terogok begitu saja di lantai. Kasihan juga ponselku…
Ku ambil ponsel itu lalu menyusunnya kembali, memasukkan kartu SIM, battery, dan penutup belakang. "Semoga masih bisa hidup…"
Bip!
Ah… syukurlah masih menyala. Biar bagaimana pun ponsel ini aku beli dengan uang hasil jerih payahku sendiri, jadi rasanya sayang juga jika rusak begitu saja.
Drrrrt… Drrrrt… Drrrrt… Drrrrt… Drrrrt… Drrrrt…
Drrrrt… Drrrrt… Drrrrt… Drrrrt… Drrrrt… Drrrrt…
Drrrrt… Drrrrt… Drrrrt… Drrrrt… Drrrrt… Drrrrt…
Drrrrt… Drrrrt… Drrrrt… Drrrrt… Drrrrt… Drrrrt…
Tiba-tiba ponselku bergetar. "Heh… banyak sekali sms yang masuk." Ujarku ke heranan. Bagaimana tidak heran, ponselku tak juga berhenti bergetar. Entah ada berapa puluh sms yang masuk inbox-ku. Sambil menunggu getarannya berhenti lebih baik aku menggati baju dengan piyama terlebih dulu.
Superstar… Superstar… Superstar~
"Aish… siapa lagi yang menelpon?" Gerutuku kesal. Buru-buru ku pakai piyama berwarna baby blue yang di berikan Jaejoong hyung dulu. Setelah itu mengambil posel yang ku letakkan di atas ranjang.
"Yeob…"
Belum sempat aku menyelesaikan sapaanku, orang yang berada di seberang sana sudah memotongnya terlebih dahulu. "Ya! Changminnie, kenapa kau tidak mengaktifkan ponselmu sejak kemarin hah?" Ujar orang tersebut dengan nada yang agak tinggi.
Sepertinya aku tau siapa pemilik suara merdu itu. Jujur, aku sangat rindu mendengar suaranya, namun aku juga tidak mau kalah dan berkesan lemah begitu saja di hadapannya. Ya, suara itu milik Cho Kyuhyun kekasihku. Sekilas bayang-bayang akan video Wonkyu terlintas di dalam benakku. Emosi yang sempat memudar kini meningkat lagi.
"Mau apa kau menelponku?" Tanyaku ketus.
"A-aku…"
Sebelum ia melanjutkan ucapannya, aku memotong ucapannya lebih dulu. "Maaf, tapi aku sudah capek Kyuhyun-ssi, mau tidur. Selamat malam."
Pip!
Ku putuskan sambungan telepon tanpa menunggunya bicara lebih banyak lagi. Siapa suruh membuatku semarah ini padanya. Ini adalah hukuman pertama dariku! Perlahan ku hempaskan tubuhku ke atas ranjang. Ponselku bergetar lagi, tapi ini hanya sekali getaran. Wow, layar ponselku memberitahu ada 132 pesan. Ku buka inbox, dan melihat seluruh pesan tersebut.
Kyunnie
Kyunnie
Kyunnie
Kyunnie
Kyunnie
Kyunnie
Kyunnie
Kyunnie
Kyunnie
Kyunnie
Aigo~ sebagian besar pengirim pesan itu ternyata dia, sisanya hanya ada beberapa dari eomma, manager, dan Minho. Akhirnya ku buka salah satu pesan dari Kyuhyun yang baru saja masuk sekitar 2 menit yang lalu.
From : Kyunnie
Minnie, kau kenapa? Marah padaku ya? T~T
Cih… dia masih bertanya lagi. Sudahlah, lebih baik aku tidur saja.
~to be countinue~
.
.
.
A/N
Maaf… maaf… maaf… update lama.
Terimakasih banyak yang udah review, maaf juga ngga bisa bales review-review kalian satu-satu.
Oh ya special thanks for 0609Prince untuk koment di Changmin Story chapter 4.
Hehehe… Deskripsi keren apanya sayang? Orang pembawaannya berkesan kaku gitu. Gw tuh paling ngga bisa membuat pendeskripsian situasi mendetail dengan kata-kata yang indah. Iya, Minnie pernah mengalami trauma berat dulu saat usianya 7 tahun gara-gara si Soo Man. Sampe-sampe nanti dia jadi takut melakukan "this and that" sama Kyunnie. Oops keterusan! Lebih jelasnya nanti ada di beberapa chapter ke depan Changmin Story.
Ngga apa-apa kok, aku malah berterimakasih padamu, dari sekian banyaknya koment hanya dirimu yang mengkoreksi typo. Berangkat pagi pulang malem, kerjaan numpuk. Apalagi akhir-akhir ini sering deadline + lebur, jadi kurang tidur. Buat ngetik FF aja aku susah nyari waktunya. Alhasil setiap sebelum tidur aku selalu menyempatkan diri untuk buka laptop buat ngetik FF, itu pun kalau mood. Ngetik FF dengan mata yang tinggal 5 watt bawaannya pingin buru-buru, "karena" jadi "karna", "menyita" jadi "mecita", bahkan parahnya hurufnya bertukar posisi dari "kepala" jadi "kelapa". Kadang-kadang aku sering loh kata berulang seperti "masing-masing" rasanya pingin di tulis kaya begini aja "masing2". Kacau kan? Mau di cek lagi juga udah males. Sekali lagi maaf dan harap di maklumi ya.
