Title : Search

Disclaimer : Amano-sensei

Summary : Pencarian Squalo pun dimulai! Lalu Setelah dua bulan berlalu bisakah cowok ini ditemukan?

Warning : OOC, gaje

A/N : Terkutuklah wahai Xanxus!


BRAK!

Pintu terbuka dengan nista. Tapi nggak hancur?

Bel dan Mammon yang sudah berada di depan pintu langsung memandang ke arah makhluk yang baru datang itu.

"Hi, kora!"sapanya. Colonello, yap! Hitman itu langsung berjalan ke arah mereka berdua yang kini melongo.

"Siapa?"tanya Lavi sembari turun dari tangga. Wajahnya bonyok semua. Bel plus Mammon langsung sujud syukur terlepas dari KDRT Xanxus. Ada korban baru!

"Ngomong-ngomong kamu kok disini?"bingung Mammon yang udah sadar dari kelakuan sintingnya. Si Bel malah siap-siap cari tumbal buat selamatan mereka.

"Aku dititipi pesan, kepala keluarga Cavallone dan Vongola yang baru akan membantu kalian membantu mencari Squalo. Jadi jangan cemas, kora!"

"Kalian benar-benar mencarinya?"tanya Lavi sparkling, yang laen langsung pake kacamata hitam. Eneg banget.

"Kalau keluarga yang lain kesusahan, kita harus saling membantu. Itulah artinya saudara, kora."

Mammon, Bel plus Lavi langsung make obat tetes mata banyak-banyak biar kayak menitihkan airmata gitu. Persaudaraan itu memang indah.

*v*

Dua bulan kemudian…

"Seren, bagamana hasilnya?"tanya seorang gads berambut pirang. Dia memakai terusan dengan bando berhias pita putih.

"Sedikit membaik tapi aku harus kembali lagi,"jawab cowok berambut hitam lurus itu.

"Kalau begitu sekarang kita beli bahan makanan!"ajaknya. Cowok itu mengangguk. Mereka berjalan berdampingan.

"Oi Shiren bagaimana keadaanmu?"sapa seorang pemilik kios sayuran dan buah saat mereka berdua tiba. Seren langsung memberikan death glare.

"Paman, sudah kubilang Seren sensitive kalau dipanggil Shiren!"tegurnya.

"Tenang, untukmu dan Lisa sudah aku persiapkan bahkan ada bonus dariku."

"Terima kasih, paman!"senang gadis bernama Lisa itu. Seren bergerumbel nggak jelas. Lisa melototinya. "Seren, bilang terima kasih!"paksanya. Seren melihat pemilik kios itu.

"Terima kasih,"ucapnya ogah-ogahan. Paman itu tertawa.

"Maaf ya, paman. Seren memang begitu."

"Aku sudah biasa. Rupanya dia memang belum terbiasa disini."

"Yaa…" Lisa menatap wajah Seren yang menerawang. Seren yang sadar Lisa sedang menatapnya langsung berjalan menjauh. "Ah? Seren! Ini uangnya paman, terima kasih. Seren, tunggu!"seru Lisa lalu mengejar cowok itu.

*v*

"Selamat pagi, Juudaime,"sapa Gokudera lemas. Dini hari tadi dia baru saja pulang dari Italy. Badannya capek sekali.

"Selamat pagi, Gokudera. Bagaimana hasil penyelidikannya?"tanya Tsuna. Sudah dua bulan mereka memulai penyelidikkan untuk mencari keberadaan Squalo, namun jejaknya sepertinya lenyap setelah menyelesaikan misi itu.

"Siang ini ada pertemuan harian di salah satu kota. Jadi aku pulang sementara. Minggu depan aku akan berangkat lagi."

"Tidak usah, aku percaya pada Dino-san."

"Kau bisa sakit Gokudera. Ujian memang suda lewat. Tapi kau terlalu banyak membolos."

"Yamamoto benar." Tsuna mengiyakan, membuat storm guaridian itu agak kesal. Sebenarnya dia mengaku kalau yang dikatakan orang itu benar, tapi karena yang mengataknnya baseball freak dia jadi ksal sendiri.

"Ah, bagaimana kalau sebagai ganti Gokudera aku yang akan berangkat?"tanya Yamamoto.

"Itu tidak mungkin!"tolak Gokudera keras.

"Kenapa?"tanya Yamamoto yang menurut Gokudera sekarang sedang menampilkan tampang orang idiot.

"Lihat sekelilingmu, baseball idiot!" Tsuna dan Yamamoto langsung celingukkan. Cewek-cewek yang keliatan jelas lagi nguping langsung ngacir. "Kau lupa punya banyak penggemar Baseball idiot!" Yamamato kaget. Dia sama sekali tidak menyangka bahwa pada akhirnya perhatian padanya. Tolong digaris bawahin pada kata pada akhirnya! Padahal niat Gokudera nggak gitu. Yamamoto-nya aja yang kepedean.

"Goku…" Yamamoto siap-siap meluk pinggang Gokudera. Cowok itu langsung memandangnya, SHOCK!

DUAK!

Yamamoto pingsan.

*v*

"Dasar bodoh! Kenapa aku kembali saat semuanya sedang menjalankan misi?" Lussuria mulai mengutuki diri sendiri. Soalnya Xanxus lagi kumat PMS-nya.

DAK! DAK! DAK!

Lussuria langsung nyari-nyari botol wine. Biasanya yang naruh Lavi, dia jadi kesulitan nyari.

"Lussuria, steak!"perintahnya

"Silakan!"saji Lussuria. Besok dia mau minggat dari rumah ini. Dia heran banget, kok bisa ya Squalo tahan ama bos mereka yang lagi kumat PMS? Pasca Masa Stresss

"Wine,"lirih Xanxus tapi Lussuria yang udah melatih pendengarannya semenjak ditinggal ama Squalo bisa mendengarnya. Pertama kali sih dia nggak tahu bos Varia itu mo apa jadi langsung dilempar gelas ama Xanxus.

"Ada hadiah sake dari kepala keluarga Cavallone, bos mau coba?"tawarnya. Sial, dia sama sekali nggak bisa nemuin wine satu pun. Jangan-jangan dibawa kabut ama Lavi? Lussuria mulai berpikiran buruk.

"Aku bilang wine." Bos mereka udah mulai melototin ntuh kepala ayam.

"Tapi, tapi wine-nya…"

"Jangan bilang aku harus mengulangi kalimatku, Scum!"

"Akan aku beli dulu"

"KAU MAU BUAT AKU MENUNGGU?" Lussuria benar-benar berdoa semoga si hiu itu cepat pulang

*v*

"Lho, Seren?"kaget paman langganan mereka itu saat Seren mendekat ke arah kiosnya sendirian. "Dimana Lisa?"bingungnya. Jarang banget Seren jalan-jalan sendiri. Seren kan termasuk penganut ajaran Anti Sociality Bastard.

"Tugas luar,"jawabnya cuek.

"Mau yang biasanya?"tanyanya. Seren terlihat berpikir, tapi kalau orang yang nggak kenal ama cowok itu pasti deh ngira kalau dia bakal nyincang paman itu lewat tatapan.

"Apel dua."

"Kemarilah aku akan memasukkannya dalam tas!"suruhnya. Seren mendekat. Dia tersenyum rupanya Seren sudah sedikit melunak, dulu sih dia pasti bakal marah-marah nggak karuan. Pengaruh jitakkan Lisa benar-benar hebat!

"Vo… Ngapain mereka?"tanya Seren saat melihat kerumunan orang-orang tak jauh dari mereka.

"Kepala keluarga Cavallone datang. Ini agenda tahunan, jadi semua orang menantikannya." Seren memincingkan mata, sekarang dia baru mengerti kenapa seluruh kota dihiasin padahal natal ama tahun baru udah lewat. Ulang tahun kota juga masih lama. Kalau festival? "Beliau orang yang sopan, karena itu kami semua menyukainya." Terdengar Seren mengucapkan 'Cih' pelan. Setelah paman itu menutup kembali tasnya dia langsung pergi menjauh.

"Lho, mau kemana? Tidak mau melihat kepala keluarga Cavallone dulu?"tanyanya. Biasanya orang-orang malah penasaran tapi Seren malah nampangin tampang it's-piss-me-off.

Di lain pihak Dino yang nggak sengaja melihat pemandangan itu bingung. Seorang cewek (Dino ngeliatnya kayak gitu) berambut hitam panjang nan lurus yang dia yakin banget bisa jadi model iklan shampoo tuh, sedang cekcok ama lelaki tua di sebuah kios.

"Permisi,"ucap Dino sopan. Paman itu melihat ke arahnya.

"? Kepala eluarga Cavallone?"

"Maaf, tapi gadis tadi itu…"

"Gadis yang mana?"bingungnya. Kalau yang baru dari tempatnya kan cowok.

"Gadis berambut hitam yang baru saja dari kios paman."

"Oh, Shiren."

"Shiren?"

"Ups, Seren. Dia cowok. Yaa memang banyak yang salah sangka melihat sosoknya dari belakang."

"Dia orang baru?"

"Sepupu Lisa. Dia sedang menjalani rehabilitasi di kota ini. Kecelakaan. Sampai saat ini tangannya belum bisa digerakkan seperti biasa." Kalimat itu berputar-putar di kepala Dino 'tangannya belum bisa digerakkan seperti biasa.'

"Paman tahu sejak kapan dia kecelakaan?"

"Maaf, saya kurang tahu. Tapi Seren tinggal dengan Lisa kurang lebih sebulan yang lalu."

"Bos, ada masalah?"tanya Romario sembari mendekati Dino.

"Tidak ada apa-apa. Terima kasih, permisi." Pembicaraan tadi berputar-putar di kepalanya. Dia memutuskan bakal nelpon Mammon atau Bel nanti.


Syn : mo bunuh? Mo bunuh? Mo bunuh Xancus silakan! Mo bunuh gue? Gue mnghindar!

Tsuna : Syntia-san sudah gila

Syn : Biarin! Gue lagi stress mo bikin XS kok malah nyerempet ke 8059. Belum lagi ada ujian.

Squ : Voi! Kapan gue muncul?

Syn : ntar Squ, kan Dino lagi nyari loe. Eniwey by the way busway kejepit di door way, halah ketularan nih abiz baca Beautifull Babu. Semua tokoh yang muncul di atas belongs to Amano-sensei selain Lisa, Seren, plus Paman penjual buah dan sayur. CIEL I'M COMING!

Tsuna : Lho? Jangan tinggalin aku sendiri! Ah, sebelum pergi PLEASE REVIEW!