Why Must You? Chap 2
Cast: - Byun BaekHyun
- Park ChanYeol
- Kim MinSeok
- Xi LuHan
Other Cast : - Wu Yi Fan
- Kim JongDae
Genre : Romance , School Life , Friendship
Rating : T-M
Author Pov
Baekhyun menghela nafasnya sesampainya didepan rumahnya diantar chanyeol , namja mungil itu turun dari motor chanyeol dan langsung menatap namja jangkung itu tajam sedangkan yang ditatap masih menaiki motornya.
"Inilah akibatnya" bentak baekhyun
"Ini sudah biasa , baek" ucap chanyeol disertai senyum bodohnya
"Kau semakin terlihat bodoh dengan luka diwajahmu"
Luka? Biar author jelaskan jadi saat chanyeol sudah berhasil mengambil dompet yang pencopet itu ambil chanyeol dihadiahi sebuah bogem mentah dari pencopet itu disudut bibirnya dan jadilah baekhyun memarahinya.
"Hey , tapi bukankah seharusnya kau bangga mempunyai seorang namjachingu yang baik sepertiku?" Pede chanyeol , baekhyun hanya menatapnya malas.
"Tapi tonjokannya itu benar-benar kuat , sudut bibirku masih sakit" nyerin chanyeol , tangannya mengusap sudut bibirnya pelan
Baekhyun menatap chanyeol sebentar dan entah setan darimana merasuki tubuhnya sehingga dengan berani ia mendekati chanyeol menarik kerah bajunya sehingga namja jangkung itu setara dengannya dan yang paling akhir adalah baekhyun mengecup sudut bibir chanyeol ... hanya mengecupnya tapi itu cukup lama.
Chanyeol? Namja itu hanya membulatkan matanya saat merasakan bibir lembut baekhyun mengecup sudut bibirnya , hanya mengecup tapi itu cukup untuk membuat jantung seorang park chanyeol berdetak lebih kencang.
Baekhyun menjauhkan wajahnya dan langsung menunduk , mungkin ia baru menyadari kebodohannya.
"Mu-mungkin besok kau sudah bisa lebih baik , gomawo untuk hari ini" ucapnya pelan lalu berlari kecil memasuki rumahnya tampa menatap chanyeol.
"Aku akan segera mendapatkan hatimu , byunbaek" gumam chanyeol sambil tersenyum
Baekhyun Pov
Aku berlari kecil menuju kamarku .
"Baekhyunnie , kau sudah makan nak?" Tanya eommaku saat aku melewati dapur
"Sudah eomma" jawabku cepat dan segera berlari kekamarku meninggalkan eomma dan appaku yang mungkin kebingungan.
Brakkk
Aku menutup pintu kamarku kencang dan segera merebahkan tubuhku dikasur menginggat apa yang baru saja aku lakukan.
"Aishh ... mengapa aku melakukan itu?" Gumamku
"Pasti dia mengira aku menyukainya" tebakku dan entah mengapa aku meraskan pipiku memanas
"Sadarlah byunbaek! Ingat kris hyung" aku memukul-mukul kedua pipiku
Drtttt Drttt
Kuambil handphoneku yang terdapat di saku celanaku , kris hyung? Segera kuangkat panggilannya.
"Yeoboseyo? Hyung?" Sapaku berusaha terdengar seperti biasanya.
"Baby , kenapa kau tidak menjemputku?" Jawab kris hyung to the point
"Aa... itu hyung , aku banyak sekali pr dan besok harus dikumpulkan jadi aku tidak bisa menjemputmu" jelasku yang tentunya bohong
"Jinjja? Kau sedang tidak berbohong padaku kan?"
Deg
Pertanyaan itu tepat sekali , rasanya seperti ada yang memukul dadaku.
"A-anio , menurut hyung aku berbohong?" Rajukku dan kudengar ia tertawa dari sebrang sana.
"Tentu saja tidak baby , tapi saat kai dan kyungsoo menjemputku mereka bilang kau sedang ada urusan keluarga sehingga tidak bisa menjemputku"
Pasangan bodoh itu!
"Haha ... i-itu benar hyung maksudku setelah urusanku dengan keluarga aku masih harus mengerjakan banyak pr" aku buru-buru meralat perkataanku tadi
"Arraseo , aku percaya padamu ... ngomong-ngomong aku meeindukanmu" aku hanya bisa tertawa mendegar suara kris hyung yang semanja ini
"Aku juga hyung , sangat" kataku
"Aku akan mulai masuk sekolah besok jadi bersiaplah"
"Be-benarkah? Aku sudah tidak sabar bertemu denganmu hyung" balasku , sebisa mungkin tidak terdengar panik
"Ne, ini sudah malam baby kau harus tidur" ucap kris hyung
"Ne hyung , kau juga"
"Hm, saranghae"
"Nado hyung"
Author Pov
Keesokan harinya di koridor-koridor sekolah yang selalu ramai , hari ini bertambah ramai karna sunbae mereka yakni kris sudah pulang dari pertukaran pelajarnya , kris memang namja populer yang diidolakan yeoja maupun namja.
"Arghh ... kris oppa"
"Oppa , kau semakin tampan saja"
"Oppa aku mencintaimu sampai akhir hidupku" -_-
Itulah berbagai jeritan-jeritan siswi tentang kris sedangkan disudut koridor ada 3 namja khususnya seorang namja dari 3 itu yang menatap sang idola dengan tatapan bingung.
"Memangnya dia itu siapa sih?" Tanya chanyeol bingung kepada luhan dan minho.
"Kau tidak mengenalnya?" Tanya minho dan chanyeol menggeleng
"Ck , dia itu sunbae kita bodoh! Murid yang pintar juga disayangi semua guru" jelas luhan sambil memainkan handphonenya
"Jinjja?" Chanyeol mengeryitkan dahinya
"Sepertinya aku tidak pernah bertemu dengannya disekolah" tambahnya
"Itu karna kau jarang masuk kelas" ledek minho
"Dia juga kapten basket sekolah kita , tidak heran banyak yang mengidolakannya" ujar luhan
"Cihh ... sepertinya orang seperti itu sombong" cibir chanyeol
"Kau itu selalu menilai orang dari tampangnya" timpal minho seraya menjitak kepala chanyeol
"Dan kudengar-dengar ... " luhan menggantungkan kalimatnya , mata rusanya menatap chanyeol datar
"Mwo?"
"Dia itu tunangannya byu-"
Kringgg!
Dan bel pun berbunyi sebelum luhan menyelesaikan perkataannya.
"Tunangannya siapa?" Tanya chanyeol lagi
"Sudahlah nanti saja , aku mau masuk kelas" luhan memasukan handphonenya lalu berniat masuk kekelas
"Ya! Kau tidak ingin ikut membolos? Tumben sekali" gumam minho
"Annio , aku sudah berjanji pada seseorang untuk masuk kelas"
Xiumin Pov
Bel sudah berdering tapi hanya satu bangku yang kosong , dimana lagi selain dibelakang oh sehun. Apa dia mwmboloa lagi? Aku menghela nafasku berat.
"Baiklah , kita akan me-"
Kriett
"Maaf saem , saya terlambat"
Aku hanya balas tersenyum saat luhan tersenyum kearahku , meskipun sedikit terlambat tapi setidaknya ia sudah menepati janjinya untuk tidak membolos dan aku suka itu.
"Gwechanha, kau bisa duduk" suruhku
"Baiklah , karna sekarang tanggal 9 .. absen no 9 yang harus membaca"
Author Pov
Xiumin membereskan bukunya sesudah bel berdering untuk pergantian pelajaran , namja chubby itu agak kesusahan membawa buku-bukunya karna ia juga harus membawa gitar yang mana pelajaran musik kali ini mengenai gitar.
Tep
"Eh?!"
"Kau terlihat kesusahan saem , biar saya bantu"
Xiumin tersenyum senang karna salah satu muridnya mau membantu untuk membawa gitar tersebut , mata sipitnya membaca nametag murid itu 'kim jongdae'.
"Gomawo , jongdae-ah" ucap xiumin sambil tersenyum.
"Panggil saya chen saja , saem"
"Arraseo , chen"
"Kajja"
Xiumin dan chen berjalan keluar bersamaan , sedangkan seorang namja menatap pemandangan itu tidak suka.
"Apa kau seusiku saem?" Tanya chen saat mereka dalam perjalan menuju gudang.
"Ne" jawab xiumin
"Wah .. padahal kau terlihat lebih mudah daripada kami tapi ternyata kita seumuran"
"Hehehe ... banyak yang bilang begitu tapi aku hanya mengikuti keinginanku saja sebagai guru" jelas xiumin
Chen menaruh gitar itu di gudang lalu menutup pintunya dan menguncinya.
"Ini kuncinya saem" chen memberikan kunci itu
"Sekali lagi gomawo chen" balas xiumin
"Kau benar-benar berbeda" kata chen tiba-tiba
"Maksudmu?" Bingung xiumin
"Ini hanya menurutku tapi semenjak 3 guru yang dulu berhenti mengajar sebagai guru musik kurasa kau yang paling hebat karna bisa membuat xi luhan tidak membolos selama pelajaran" cerita chen panjang lebar
"Benarkah? Apa dia seburuk itu?"
"Tidak juga sebelum ayahnya yang noteben seorang kepsek di smpnya mengalami bangkrut sehingga harus mengurangi semua gaji guru dan akibatnya semua guru memilimpahkan kekesalan mereka kepada luhan , dia seeing di marahi , bully , bahkan ada seorang guru yang selalu memberikan berbagai soal-soal sulit hanya untuk luhan dan akhirnya begini selesai sekolah ia meneruskan masa SMAnya menjadi berandalan , membolos , berkelahi dengan sekolah lain ia bahkan membenci guru-guru disini , yang terakhir kudengar ia membenci ayahnya dan kabur dari rumah" jelas chen panjang lebar
Xiumin terdiam mencerna cerita chen tentang luhan . Akhirnya ia tau kenapa luhan membenci semua tentang sekolah.
"Terima kasih atas informasimu , chen" kata xiumin lalu berjalan kedalam ruangan guru.
Kris Pov
Bel istirahat sudah berbunyi dengan senyum yang setia dibibirku aku melesat menuju kelas baekhyun yang ada dilantai satu.
Sesampainya disana aku mencari-cari dimana kekasih kecilku itu berada tapi aku tidak menemukannya dan akhirnya aku mendapat jawab dari teman sekelasnya bahwa baekhyun ada di ruang osis , segera saja aku menujur ruangan itu.
Tok Tok
"Kalian terlam-"
Aku hanya tersenyum jail saat baekhyun yang mungkin mengiraku kai atau kyungsoo membukakan pintu dan melihatku berdiri didepannya.
"Hyung?!" Gumamnya
"Heum? Kau tidak ingin memelukku?" Tanyaku seraya merentangakan kedua tangannku
"Bogoshipeo" lirihnya lalu memelukku dan aku balas memeluknya
"Nado , mencarimu dikelas baby" kataku lalu berjalan masuk keruang osis masih sambil memeluknya
"Mian, aku tadi ada urusan" jawab baekhyun
"Aku tau , kekasihku ini memang selalu sibuk kan" aku melepas pelukanku dan mencubit pipinya gemas
"Annio~ , kau yang terlalu lama di china dan melupakanku" gerutunya imut , aku segera mengecup pipi baekhyun dan itu membuat pipi putihnya memerah
"Aku tidak akan pernah melupakanmu baby" bisikku
"Aku sibuk dengan tugas-tugas dari sekolah china itu" tambahku dan baekhyun langsung menatapku
"Apa ada namja atau yeoja china yang menarik jadi kau melupakanku hyung?" Selidik baekhyun dan aku suka jika ia cemburu seperti ini
"Haha ... kau ini" aku mencubit hidung mancungnya
"Dihatiku hanya ada satu orang namja mungil yang sangat cerewet , ceroboh , selalu bisa membuatku kesal dan marah" ujarku dan baekhyun langsung mengerucutkan bibirnya
"Tapi aku mencintai namja itu" lanjutku lalu mencium keningnya.
"Kau gombal hyung" balas baekhyun meninju dadaku
"Hanya padamu baby"
Kriett
Author POV
kriett
Kris dan baekhyun menoleh bersamaan kearah pintu yang baru saja terbuka itu.
"Hehe ... mian, apa kami menganggu?" Tanya orang yang membuka pintu itu , kai dan kyungsoo
"Tidak , tapi sangat menganggu" jawab kris enteng yang langsung dihadiahi baekhyun pukulan sayang di lengannya
"Wae? Bukankah itu benar?" Gerutu kris
"Ada apa?" Tanya baekhyun tanpa menjawab pertanyaan kris
"Begini baek , bagaimana kalau pulang sekolah kita makan-makan sekalian merayakan kepulangan kris hyung?" Tanya kyungsoo
" bukankah itu ide yang bagus?" Tambah kai
"Boleh juga" ucap baekhyun setuju
"Aku tidak setuju" sergah kris dan semua yang ada disana langsung menatapnya
"Waeyoo?" Baekhyun mempout bibirnya kesal , kris mengalihkan pandanganya tidak kuat melihat keimutan tunqngannya tersebut
"Aishh rencanaku hari ini adalah menghabiskan waktu denganmu sampai malam baek" jelas kris membuat kai dan kyungsoo sweatdrop
"Itu kan bisa kita lakukan besok hyung" kekeuh baekhyun
"Arraseo arraseo , aku memang tidak akan pernah melawanmu baby" ucap kris yg akhirnya menyerah
"Baiklah , pulang sekolah kita bertemu di parkiran" kyungsoo mengeluarkan handphonenya
"Sekalian aku sms tao" ucap namja bermata bulat itu
"Ohh iya , aku tidak melihatnya dari kemarin " kata kris
"Dia kemana saja?" Lanjutnya
"Seperti kau tidak tau dia hyung , berlatih wushu" jelas kai memberi tau
"Nanti kau juga bertemu dengannya hyung" tambah kyungsoo
Baekhyung hanya mengangguk meng-iyakan perkataan kyungsoo lalu tiba-tiba ia teringat sesuatu.
"Ah iya" teriaknya
"Mwo?" Tanya kyungsoo , kai , dan kris bersamaan
"Aku harus menemui songsaenim baru" baekhyun memukul dahinya pelan
"Maksudmu xiumin saem?" Tanya kai
"Ne, kepsek menyuruhku menemuinya untuk membantunya mengoreksi soal" jawab baekhyun
"Lalu kau selesai kapan?" Tanya kris
"Tidak lama hyung" jawab baekhyun
"Yasudah , kau kesana cepat" suruh kai yang lebih terdengar seperti mengusir.
"Aishh .. arraseo" baekhyun berjinjit untuk sekedar mengecup pipi kris
"Aku pergi dulu hyung" pamitnya yang langsung berlari keluar ruangan.
"Namja itu" gumam kris disertai senyuman
Baekhyun bersenandung ria berjalan melewati koridor-koridor kelas menuju ruangan guru , sepi? Tentu saja karna ini masih jam pelajaran.
Sesampainya didepan pintu ruangan guru baekhyung tersenyum sambil merapikan bajunya bagaimana pun juga ia ketua osis.
"Kau tampak senang sekali"
"Ya! Kau mengagetkanku bodoh" baekhyun mengontrol nafasnya saat tiba-tiba chanyeol berdiri disampingnya
"Apa yang kau lakukan disini?" Tanya chanyeol
"Seharusnya aku yang bertanya" cibir baekhyun
"Aku disuruh xiumin saem untuk membantunya mengoreksi" jawab chanyeol santai
"Mwo?! Kau bercandakan?" Baekhyun membulatkan mata sipitnya
"Ne ne , kajja kita masuk saja" chanyeol menarik lengan baekhyun
"Ngomong-ngomong , bagaimana dengan lukamu?" Baekhyung menundukan wajahnya malu
"Luka apa? Oh itu , sudah sembuh" jawab chanyeol
"Jinjja? Secepat itu?" Baekhyun menatap chanyeol kagum
"Ne , itu karna obat khusus darimu" chanyeol mengacak surai baekhyung gemas , sedangkan baekhyun hanya menunduk malu
"Su-sudahlah , cepat masuk" ssuruh baekhyun seraya mendorong tubuh tinggi chanyeol kedalam ruangan guru
"Annyeong saem" sapa baekhyun saat mereka berdua sudah ada didalam
Diruangan itu hanya ada xiumin yang tengah mengetik sesuatu di laptopnya lalu pandangannya beralih kearah chanbaek.
"Ohh annyeong , maaf aku tidak melihat kalian" sapa balik xiumin lalu ia mengeluarkan setumpuk kertas yang harua dikoreksi chanyeol dan baekhyun.
"Maaf aku menganggu waktu belajar kalian"
"Gwechanha , saem" balas chanyeol santai lalu mulai duduk disalah satu bangku yang sudah disiapkan begtu juga baekhyun.
"Aku harus mengambil beberapa berkas lagi diperpustakaan , jadi tidak apa kan jika kutinggal kalian berdua?" Tanya xiumin
'Andwee' batin baekhyun
"Kami tidak keberatan saem" lagi-lagi chanyeol yang menjawab
Xiumin hanya tersenyum lalu berjalan keluat meninggalkan kedua orang itu.
"Aishh ... kenapa aku bisa terjebak disini bersamamu" lirih baekhyun
"Ayolah , anggap saja sebagai kencan kedua kita" komentar chanyeol
Baekhyun hanya mempout bibirnya lalu mulai mengoreksi soal-soal tersebut.
Author Pov
Xiumin melangkahkan kakinya kedalam perpustakaan , cukup ngeri juga karna sekarang jam pelajaran yang otomatis murid sedang dikelas dan guru-guru mengajar jadi dia hanya sendirian di perpustakaan ini.
"Dimana berkasnya?" Gumamnya sembari membuka laci-laci disana.
"Kau mencari berkas ini?" Xiumin berbalik dan mendapati si mata rusa tengah memengang sebuah map berwarna biru.
"Y-ya , kenapa kau bisa ada disini?" Tanya xiumin gugup
"Aku membolos" jawab luhan sAngat santai
"Mwo? Bukankah kau sudah berjanji padaku?" Xiumin menatap luhan kecewa
"Jangan menatapku seperti itu" luhan menyerahkan map itu ke xiumin
"Aku berjanji hanya padamu otomatis aku akan masuk kelas hanya untuk pelajaranmu" jelas luhan
"Kenapa begitu?" Tanya xiumin penasaran
"Mwo?"
"Kenapa hanya berjanji padaku?" Xiumin menatap mata luhan dalam
Luhan mengalihkan pandangannya lalu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Kau tidak perlu tau" ucap luhan dingin
Kemudian suasan diperpustakaan hening , tidak ada percakapan lagi antara keduanya . Mereka tenggelam dalam pikiran masing-masing.
"Luhan-ah" panggil xiumin , luhan menatapnya
"Eum ... bisakah sepulang sekolah nanti aku berkunjung kerumahmu?" Tanya xiumin ragu
Hening sampai akhirnya terdengar luhan menghela nafasnya.
"Untuk apa?" Tanyanya
"Aku ingin menemui orang tuamu" jawab xiumin
"Orang tuaku sudah meninggal" sahut luhan cepat
'Bohong' batin xiumin
"Be-benarkah? Maaf , kalau begitu aku ingin berbicara serius denganmu soal sekolah" ungkap xiumin
"Kenapa tidak disini saja?" Luhan memasukan kedua tangannya kedalam saku celana
"Ini pembicaraan serius , jadi kumohon" xiumin mengigit bibirnya takut-takut luhan akan menolak
"Boleh saja"
"Jinjja?" Xiumin mendongakan wajahnya namun seketika pipinya memerah mendapati wajah luhan yang hanya berjarak beberapa centi dari wajahnya.
"Ne , tapi aku ingin hadiahku dulu"
Xiumin memenjamkan matanya saat merasakan luhan menangkup kedua pipinya dan mengecup keningnya lumayan lama.
Deg!
Luhan menjauhkan wajahnya lalu tersenyum tipis saat melihat wajah xiumin yang memerah karna perlakuannya .
"Pulang sekolah , aku menunggumu diparkiran"
Baekhyun POV
"Ayolah park chanyeol , setidaknya koreksilah satu lembar" lirihku yang rasanya ingin menangis saja
"Aku malas byunbaek " jawab jerapah bodoh itu
"Hiks ... kumohon , nanti aku bisa dimarahi kepsek lagi jika tugasku belum selesai"
Dan inilah kelemahanku , selalu menangis disaat aku sudah tidak kuat menanggung beban.
"Hey .. kenapa kau menangis?" Chanyeol jadi panik sendiri saat aku mulai menangis
"Koreksilah .. hiks" aku menghentak-hentakan kakiku kesal
"Oke oke , aku koreksi kau senang?" Chanyeol buru-buru mengambil selembar kertas lalu berusaha mengoreksinya
Aku kembali duduk dan memperhtikanya , di terlihat kesusahan tapi aku tidak peduli dia sudah membuatku menangis.
Drtt drtt
Aku mengeluarkan handphoneku lalu membaca sms yang masuk dari kris hyung.
'Baby , kenapa kau lama sekali?'
Aku hanya tersenyum membaca sms darinya , sepertinya dia merindukanku kekeke
'Kertasnya sangat banyak hyung'
Lalu kukirim , tak lebih dari 1 menit kris hyung membalas lagi.
'Aku kesana saja ya , membantumu'
Aku langsung membulatkan mataku , kris hyung tidak boleh kesini.
'Jangan , aku bisa menyelesaikanya kok'
Lalu aku menunggu balasan darinya , handphoneku bergetar itu pasti balasab dari kris hyung
'Tapi aku sudah didepan ruang guru'
MWO?!
Baekhyun Pov
'Tapi aku sudah didepan ruang guru'
MWO?!
Aku reflek berdiri dari tempat dudukku dengan mata yang membulat melihat isi balasan dari kris hyung.
'Dia ada didepan?!" Batinku bertanya
"Ada apa?" Tanya chanyeol yang melihatku aneh
"A-anni , aku keluar sebentar" pamitku lalu bergegas membuka knop pintu sebelum akhirnya aku keduluan oleh ... kris hyung.
"Terkejut?" Tanyanya dan bodohnya aku mengangguk
"Hyung , lebih baik kita bicara diluar" ucapku mencegah kris hyung untuk memasuki ruang guru dan bertemu dengan si bodoh itu.
"Wae? Bukankah tugasmu ada didalam?" Apadaya kekuatannya lebih besar daripadaku lantas aku langsung ikut memasuki ruang guru saat ia dengan santai menerobos masuk.
"Hey byunbaek , yang ini bagaimana?" Terdengar suara chanyeol dari dalam ruangan.
"Kau tidak sendirian?" Tanya kris hyung
"Di-dia temanku hyung" jawabku gugup
"Kalau begitu kita kerjakan bertiga saja biar cepat selesai" usul kris hyung dan aku langsung menahan tubuh tingginga saat ia ingin masuk kedalam ruang guru yang ditempati chanyeol
"Andwe , biar aku dan temanku saja yang mengerjakan" larangku dan ia langsung menatapku bingung
"Maksudku , hyung kan tidak disuruh untuk mengoreksi jadi lebih baik kita berdua saja" lanjutku
"Arraseo , tapi biarkan hyung menemanimu oke?" Pinta kris hyung seraya mengacak rambutku
"Eumm ... ak-"
"Ya~ kenapa kau lam- , nuguya?" Tanya chanyeol yanga tiba-tiba datang setelah memotong perkataanku
"Dia senior kita bodoh" jawabku kesal
"Ohh ... aku pernah melihatnya sedang digromboli/? Para yeoja" ucap chanyeol
Author POV
"Ohh ... aku pernah melihatnya sedang digromboli/? Para yeoja" ucap chanyeol
"Ne , lebih baik kalian berkenalan dulu" suruh baekhyun dengan senyum yang dipaksakan
Kris terlebih dulu mengulurkan tangannya lalu disambut oleh chanyeol.
"Wu yi fan tapi kau bisa memanggilku kris" ucap kris dengan senyumnya
"Park chanyeol dan disebelahku ini adalah pac-"
Baekhyun buru-buru menutup mulut chanyeol dengan tangannya lalu tertawa kikuk.
"Hahaha jangan didengarkan hyung , temanku ini memang suka bercanda" kata baekhyun
"Siapa yang bercanda" gerutu chanyeol setelah baekhyun melepaskan tangannya
"Chanyeol kau kerjakan ini semua dahulu ya" ucap baekhyun yang langsung menarik kris keluar ruangan
"Ya! Apa maksudmu byunbaek" teriak chanyeol namun tak dihiraukan
"Sebenarnya siapa namja itu?" Pikirnya.
Luhan POV
Aku berjalan kearah parkiran sambil bersiul senang , entahlah tapi hanya dengan memikirkan bahwa namja chubby itu akan mengunjungi rumahku bisa membuatku senang seperti ini.
Aku mengeluarkan motorku dari parkiran lalu menunggunya .
"Kenapa dia lama sekali" pikirku
Sampai akhirnya mataku melihat postur tubuhnya yang sangat kukenal ia ada di depan pintu keluar bersama ... kim jongdae?
Sepertinya mereka sedang mengobrol sesuatu yang seru sehingga mereka tertawa seperti itu dan tidak tau kenapa
Aku tidak suka.
Segera saja aku melajukan motorku menuju mereka lalu membuka helmku.
"Hyung , kau masih lama? Karna aku sudah setengah jam menunggumu di parkiran" ucapku penuh penekanan , xiumin membulatkan matanya lalu menepuk dahinya pelan.
"Aigoo, aku lupa! Mianhae luhan" katanya menyesal , aku hanya menatapnya datar.
"Cepat naik" suruhku lalu ia pamit kepada jongdae.
"Chen-ah , aku pulang duluan ne" katanya lembut dan chen hanya tersenyum
"Ne, sampai bertemu besok" namja itu mengacak rambut xiumin lalu pergi
Aku tidak suka.
"Lu~ luhan-ah!" Teriak xiumin yang membuyarkan pikiranku dan ternyata ia sudah menaiki motorku
"Ah mian, pegangan yang erat hyung"
"Mwo? Shireo , ini masih daerah sekolah bagaimana jika ada yang melihat?" Tanyanya ragu
Aku hanya menghela nafas lalu menjalankan motorku dengan kecepatan penuh sehingga membuat xiumin mau tidak mau langsung memelukku dan
Aku suka itu.
"Ya~ pelankan kecepatannya luhan" pintanya dengan suara yang dibesarkan.
"Aku tidak mau , jika aku pelankan kecepatannyaa kau tidak akan memeluku seperti ini hyung" kataku dengan senyum jail , aku yakin wajah manisnya tengah memerah saat aku berkata seperti tadi.
Author POV
Saat ini kris , kai , kyungsoo dan baekhyun tengah berada di sebuah resorant kimbap. Baekhyun? Anak itu sudah menyelesaikan tugasnya yang sebenarnya hanya chanyeol uang mengerjakan sedangkan ia pulang sekolah langsung menghindar dari namja tinggi itu.
"Huwahh ... keliatannya enak" ucap baekhyun dan kyungsoo saat kimbap yang mereka pesan datang.
"Makanlah sepuasmu baby" ujar kris yang membuat mata baekhyun bersinar
"Jinjja hyung?" Tanyanya tak percaya
"Ne , hyung yang traktir"
"Huwahh ... sarangheyo hyung" baekhyun langsung menghambur kepelukan kris
"Hey kalian , ini tempat umum" celetuk kai
"Bilang saja kau iri jongin" sahut kris
Dan kemudian mereka berempat tertawa bersama .
"Wah wah ... tega sekali kalian melupakanku"
Semua mata tertuju kepada pemilik suara tersebut.
"Tao!" Teriak baekhyun dan kyungsoo lagi
"Akhirnya kau datang juga" lanjut baekhyun lalu menyuruh tao duduk disebelahnya.
"Oh.. kris hyung? Kau sudah pulang?" Kaget tao yang tiba-tiba melihat kris disamping baekhyun
"Ne , kau kemana saja sampai tidak ikut menjemputku?" Kometar kris
"Maaf hyung , akhir-akhir ini aku sibuk untuk pertandingan wushu" jawab tao lalu meneguk minuman baekhyun
"Ya~! Itu jus strawberryku , pesan sendiri sana"
"Oke oke , lebih baik kita pesan lagi" kai menegahi
"Setuju" sahut tao
"Aishh kalian ini , mentang-mentang hyung yang mentraktir" frustasi kris
Yang lain hanya tertawa lalu beberapa menit kemudian setelah pesanan datang mereka langsung makan bersama yang diiringi dengan gelak tawa.
Drtt drtt
Handphone baekhyun bergetar ada 1 sms masuk dan baekhyub langsung membacanya.
From: chanyeol bodoh
'Kau dimana? Aku mencarimu byunbaek'
Baekhyun hanya tertawa kecil membaca sms chanyeol lalu membalasnya.
To: chanyeol bodoh
'Aku sudah pulang bodoh'
Lalu sms balasan diterimanya
From: chanyeol bodoh
'Aishh .. perlakuan apa itu terhadap pacarmu sendiri eoh? Aku akan kerumahmu'
Baekhyun menghela nafasnya lalu membalas.
'Aku tidak ada dirumah , nanti malam saja'
Lalu ia segera memasukan handphone kedalan saku celana dan melanjutkan makannya.
Author POV
Xiumin memandang kagum kearah bangunan apertement luhan yang tidak bisa dibilang kecil itu karna sebenarnya apertement itu sangat besar dan mewah.
"Kenapa diam saja? Ayo masuk" luhan menggandeng tangan xiumin untuk masuk dan demi apapun juga jantung xiumib saat ini terasa ingin pecah.
"Kau duduk dulu disana , aku ganti baju terlebih dulu" ucap luhan lalu meninggalkan xiumin di ruang tengahnya.
Xiumin mendudukan tubuhnya disebuah sofa berwarna hitam namun pandangannya tertuju pada beberapa bingkai foto yang tertata rapi disuatu meja , perlaha ia berdiri lalu mengambil satu bingkai yang memperlihatkan sepasang suami istri dan seorang anak laki-laki yang xiumin yakini itu luhan.
Lalu matanya mengarah kepada satu bingkai yang memperlihatkan luhan saat SMP dengan ibunya , difoto itu luhan terlihat enggan untuk difoto.
"Apa yang kau lakukan?"
Tuk
Sontak xiumin segera menaruh bingkai foto itu dan berbalik menghadap luhan yang tengah menyenderkan bahunya ketembok dengan tangannya yang ia lipat.
"Ha-hanya melihat lihat" jawab xiumin gugup
Hening menyelimuti mereka berdua beberapa detik sampai akhirnya luhan bersuara kembali.
"Apa yang ingin kau bicarakan? Kemarilah" suruhnya yang sudah duduk disofa hitam itu.
"Eumm ... hanya tentang sekolah" xiumin mendudukan dirinya disamping luhan.
"Lanjutkan" suruh luhan lagi
"Aku hanya ingin bertanya kenapa kau selalu membolos dalam pelajaran lainnya juga kenapa kau selalu berkelahi?" Tanya xiumin panjang lebar
"Kalau tentang membolos itu bukankah aku sudah menjawabnya saat kita berada di perpustakaan?"
Deg
Tiba-tiba ingatan xiumin saat berada di perpustakaan bersama luhan kembali berputar terutama saat luhan mencium keningnya , sontak saja pipinya memerah.
"Pipimu memerah hyung , memikirkan sesuatu?" Tanya luhan dengan senyum jailnya
"A-anniyo , kalau begitu kenapa kau selalu berkelahi?"
"Bagus juga kan? Karna jika aku tidak bisa berkelahi aku tidak bisa menolongmu saat itu" jawab luhan santai
"Aishh ... kau ini" gerutu xiumin kesal , pasalnya namja chubby itu ingin memancing luhan untuk menceritakan tentang keluarganya.
"Kau berbohong padaku" kata xiumin tiba-tiba
"Tentang apa?"
"Keluargamu , katamu mereka sudah meninggal tapi kenapa ada foto-foto mereka?" Tanya xiumin
"Hanya foto kan? Mereka sudah meninggal" jawab luhan dingin entah mengapa pandangannya menjadi berbeda
"Tetapi kata chen kau kabur dari rumah dan-"
"Apa? Kata chen?"
Xiumin terdiam dan membungkam bibirnya , dalam hatinya ia meruntuki kebodohannya yang terang-terangan berkata seperti itu.
"Bukan begitu , maksudku-"
"Apa yang namja itu katakan padamu tentangku?" Luhan memotong perkataan xiumin lagi , kedua matanya menatap xiumin tajam.
"Kau jangan menyalahkan chen karna aku sendiri yang bertanya" ujar xiumin
"APA YANG DIA KATAKAN?!" Bentak luhan dan xiumin hanya bisa menutup kedua matanya takut
"Ka-katanya kau membenci sekolah karna salah ayahmu saat menjadi kepsek dulu" lirih xiumin.
Luhan terdiam begitu pula dengan xiumin sampai akhirnya luhan berhasil meredakan amarahnya ia menatap xiumin yang masih menundukan wajahnya.
"Hey" luhan menarik dagu xiumin agar xiumin mau melihatnya , mata itu memerah dan juga hidungnya mungkin xiumin berusaha menahan tangisnya pikir luhan.
"Maaf ... aku membentakmu" lirih luhan
"Gwe-gwechanha" balas xiumin
"Kau takut padaku?" Tanya luhan datar , tangannya yang ada didagu xiumin beralih menagkup kedua pipi chubby itu.
"U-untuk apa aku takut padamu?"
"Aku bisa membunuh seseorang jika aku mau"
"Eh?!"
Tawa luhan meledak saat melihat ekspresi xiumin yang ketakutan.
"Kenapa tertawa?" Tanya xiumin mempout bibirnya kesal
"Kau lucu hyung"
Xiumin masih mempoutkan bibirnya kesal sampai tangan luhan menepuk pucuk kepalanya.
"Jika kau tetap mempout-kan bibirmu seperti itu , aku akan menciummu" ujar luhan serius , xiumin menjauhkan tangan luhan
"Arra arra , tidak lagi"
Kryukkk~
Kedua mata mereka saling bertatapan lalu xiumin tekekeh.
"Kau lapar?" Tanyanya
"Kau dengar sendirikan?" Tanya balik luhan
"Ayo kita kedapurmu , aku bisa memasak loh" sahut xiumin bangga
"Jinjja? Mari kita lihat" dan luhan segera menarik xiumin menuju dapurnya.
TBC
or
END?
