겁도 없이 (No Matter What) Chapter I
Author : Ahn Chan Jae
Genre : Fantasy,Romance
Cast : Do Yijung (OC) , Sehun, Kyungsoo, Taeyeon
Rating : T
Length : Part 1/?
Disclaimer : Segiat apapun saya berdoa, untuk saat ini Exo milik Tuhan Yang Maha Esa, kontraknya dengan SMent dan keluarganya masing masing. Tapi kris punya saya HAHAHA /evil laugh/ original characternya juga punya saya.
Warning : typo stadium lanjut,semoga kalian tidak bosan bacanyaa
.
.
.
Seorang yeoja cantik tak henti hentinya mengoceh diikuti seorang namja berkulit putih susu yang setia mengekornya menjelajah seluruh inci istana megah diatas bukit itu.
"jadi,apa yang membuatmu sangat special sampai mendapat perhatian penguasa Selatan,Tuan Oh?" ucap si yeoja,kini berhenti dan berbalik menatap intens namja senga yang sedari tadi masih belum menyunggingkan senyumnya.
" Aku juga tidak mengerti. Tersesat dalam hutan dan muncul di perbatasan Selatan,dan disanalah dia dengan pengawal pengawalnya," yeoja itu hanya manggut manggut tanda mengerti. Aneh memang kalau dipikir pikir. Tapi apa boleh buat,keanehan dalam keluarga penguasa selatan memang turun temurun,menurut pekerja-pekerja yang lain.
"begitu," guman si yeoja sambil berhenti tepat didepan sebuah lukisan yang terpampang dengan megahnya di dinding hall bagian kiri. Sepasang yang anggun dan berwibawa dengan seorang anak perempuan duduk di pangkuan si namja dalam lukisan. "jadi,kau mau ambil posisi apa,Oh Sehun?"
Namja pucat yang tadi dipanggil Sehun itu membelalakkan matanya. "eh? Bukankah kau yang bertugas memilihkan pekerjaan untukku?"
"well,sebenarnya memang seperti itu jalannya. Tapi aku tidak pernah melihat yang mulia sendiri yang membawa seseorang kembali dari perjalanannya dan memperbolehkan mereka tinggal," jelas Taeyeon—si yeoja sambil kembali memandang Sehun. "jadi,aku juga tak mengerti. Kau ingin ambil posisi apa saja,aku percayakan padamu. Tapi jangan ambil posisiku," canda Taeyeon,tak ditanggapi oleh Sehun yang masih sibuk melayangkan pandangannya pada lukisan besar dihadapannya.
"tenang,aku sama sekali tak tahu cara menjadi seorang pengasuh. Aku bersedia ditempatkan dimanapun,selama aku boleh menumpang setidaknya untuk berteduh. Aku datang benar benar tanpa bekal," ucap Sehun,masih memandang lukisan itu lekat lekat.
"kalau begitu..,"
"ya?" kini Sehun menoleh semangat. Sedangkan Taeyeon merenyitkan dahinya bingung. Mungkinkah dia bisa melepaskan putri asuhan yang sangat ia sayangi pada orang asing? Apalagi kecurigaan kecurigaan yang langsung muncul bergitu mereka berdua dikenalkan. Untuk seorang yang berhasil lari dari kota yang sudah mati 10 tahun yang lalu tanpa luka atau bekas corengan tanah sedikitpun? Mungkinkah? Apakah ini mata mata yang dikirim untuk menculik putri asuhnya yang kebetulan anak dari penguasa selatan? Sang putri memang pasti bisa melindungi dirinya sendiri,tapi kalau tidak? Siapa yang akan disalahkan?
"agasshi?" panggil sehun yang sadar taeyeon seketika melamun.
"eh? Oh ya. Erng.. aku mungkin menemukan tugas yang cocok untukmu,tapi aku tak yakin..,"
"tugas apa? Apapun. Apapun akan kulakukan,"
"eh? Tugas ini cukup berat,Tuan Oh. Tidak sedikit orang yang terpaksa dihilangkan karena gagal,"
"aku kurang mengerti,"
"belum lama 10 gagal. Kau mau menjalankan tugas ini? Dia membutuhkannya,"
"se..sepuluh?" ulang Sehun tak percaya. Tugas ini... ia tahu persis apa tugasnya. Bahkan tanpa pengetahuan yang tinggi,banyak rumor yang beredar di masyarakat desa.
"bersediakah kau—" belum sepenuhnya memberi tahu namja penerobos hutan Selatan ini apa tugasnya,sebuah suara melengking namun masih merdu untuk didengar bergema di lorong panjang dibalik pintu tak jauh dari tempat Taeyeon dan sehun berdiri.
"TAEYEON UNNIE! LUHANNIE! LAAYY! SUNGJONGIEE! MINNIEE SIAPAPUN!" dengan langkah berat menahan malu,Taeyeon memutar badannya menghadap pintu yang kini sudah terbuka lebar. Sesosok yeoja bermata bulat dengan dress peach berbahan ciffon berlapis-lapis dan ikatan rambut yang longgar berdiri dengan wajah memelas. "unniya! Aku lapar—eh,siapa dia?!" yeoja itu menghentikan kalimatnya dan menunjuk Sehun dengan tatapan tajam yang menyelidik. "apa yang dia lakukan disini? Appa tahu dia disini?! Apa peraturan konyol itu akan dihapus?"
"Yijung,tenangkan dirimu. Seorang putri tak boleh berteriak teriak,apalagi menunjuk orang! Dan tidak,peraturan yang melindungimu itu tidak akan dihapus," ucap Taeyeon lembut namun penuh penekanan.
"untuk apa dia disini?"
"dia.. dia pengawalmu yang baru," Sehun kembali membelalakkan mata sipitnya. Ia belum menyetujui apapun,sekarang ia menaruhkan nyawanya untuk hal yang belum jelas?
"Tuan Putri," ucap Sehun pelan sambil membungkuk 90 derajat. Anehnya,tangan yeoja yang baru datang tadi malah mengepal dan melemparkan tatapan penuh kebenciannya pada namja pucat dibelakang Taeyeon.
"apa...kau bilang tadi," geram si yeoja sambil melangkah maju,membuat taeyeon menepuk dahinya pelan. "Unnie! Darimana kau mendapatkannya?! Aku tak peduli! Aku tak mau dia jadi apapun yang berhubungan denganku!"
"Yijung,tenanglah. Dia memanggilmu tuan putri karena memang aku yang belum memberi tahunya," yeoja yang tadi hampir menerbangkan Sehun ke hutan tengah negeri Derslindra kini menatap Taeyeon dengan kepingan berapi api. Namun langsung padam melihat Taeyeon yang balik menatapnya tajam. "sekarang kenalkan,Do Yi Jung,ini pengawalmu yang baru, Oh Sehun. Oh Sehun,putri penguasa wilayah selatan,Do Yi Jung,"
.
.
.
.
"appa! Yijung harus bilang berapa kali? Berhentilah mencari pengawal pribadi untukku! Aku bisa menjaga diriku sendiri!" ucap seorang yeoja cantik bermata bulat dengan nada berapi-api. Naasnya hanya ditanggapi kekehan kecil dari seorang namja yang tampak 15 atau 20 tahun lebih tua darinya.
"Yijung-ah,anda sedang berbicara pada penguasa tertinggi di wilayah selatan. Jaga nada bicaramu dan bertingkahlah seperti seorang putri penguasa," protes seorang namja pendek yang sedari tadi setia berdiri disisi namja yang terduduk manis di singgasana—yang menurutnya—sederhana itu.
"tak apa,suho-ya. Yijung,appa melakukan ini semata mata karena appa peduli padamu," ucap si namja yang bisa dibilang cukup mirip dengan Yijung. Mari kita panggil Kyungsoo,si penguasa wilayah selatan.
"dengan menyuruh mereka mengikutiku kemanapun aku pergi? Appa! Aku serius disini,"
"appa juga tak kalah seriusnya dengan dirimu,yijungie,"
"tapi aku sudah punya tiga! Untuk apa tambah satulagi?"
"kau sudah menggagalkan sepuluh,Yijung," Yijung kini terdiam. Ya,ia berhasil menyingkirkan sepuluh,tapi kenapa malah ditambah lagi? dan kenapa tiga orang itu selalu bertahan?! "sekarang kembali beraktifitas didalam istana. Ingat,di dalam istana. Selama kemampuanmu belum keluar,aku takkan mengurangi pengamanan dari segimanapun," Yijung berdecak sebal dan melangkah gontai keluar dari ruangan sang ayah,disambut oleh tiga—salah, empat pengawal pribadinya yang dalam keadaan siap diluar pintu. Yijung hanya mendengus sebal sebelum berlari sekuat tenaga untuk kabur dari ketiga—salah, keempat pengawalnya. Biasanya berhasil,tapi kali ini tidak. Baru sekali ia menoleh kebelakang,matanya menangkap Sehun yang berlari secepat kilat hampir menyusulnya.
"orang ini?!" batin Yijung sambil menambah kecepatan larinya. Beruntung ia tidak menggunakan sepatu hak tingginya tadi pagi.
Merasa lelah,Yijung menggunakan sisa kekuatannya dan melesat ke belakang kandang kuda dan melompat menaiki seekor kuda putih yang sudah siap tak terikat namun tak kabur. Yijung melesatkan kudanya masuk kedalam hutan selatan.
15 menit si kuda berlari dengan kecepatan bak cahaya,Yijung pun berhenti ketika menemukan tempat yang selalu menjadi tujuan kaburnya selama 18 tahun dia disembunyikan dalam istana.
Sebuah lapangan luas dengan hamparan bunga kuning yang mengeluarkan bau khas. Yijung sendiri tak mengerti bagaimana kumpulan bunga biasa bisa sewangi itu. Tanpa ragu, Yijung melangkah turun dari kuda dan menghempaskan dirinya di atas bunga-bunga yang siap menjadi bantal yang akan mengantarnya ke alam mimpi.
Tapi semuanya hancur berkeping keping dengan suara derap langkah kuda menghampirinya.
"anda lumayan cepat untuk seorang putri penguasa,Yijung-ssi," suara asing yang terdengar menyebalkan ditelinga Yijung itu yang menghancurkan segalanya. Kedua kepingan yang tadi terpejam kini terbuka lebar. Sehun berdiri disisi kuda putih yang tadi Yijung bawa dengan wajah datar tanpa ekspresi. "pilihan tempatmu untuk kabur lumayan juga,"
"katakan apa maumu,"
"tentu melindungimu,tuan putri," tangan Yijung kembali terkepal. Ia bangkit dari posisi tidurnya dan memandang sehun dengan pandangan khas pembunuh berdarah dingin.
"ulangi sekali lagi,"
"tuan putri," GREP. Sehun pun mendarat di atas bunga bunga kuning dengan Yijung yang menindihnya,sepasang tangan Yijung juga siap menekan leher Sehun sampai pemuda itu kehilangan nafasnya. "silahkan bunuh aku,"
Mata kiri yijung kini berkedut. Ini pertama kalinya ada orang yang masih berani dengannya setelah ia bertingkah seperti ini.
"silahkan,mumpung tak ada pengawal pengawal yang lain,"
"kau!" geram Yijung,mengeratkan cekikannya pada leher sehun. Tapi masih memberi pemuda itu kesempatan untuk bernafas. "tunggu,kau kesini sendirian?"
"ne," secara otomatis Yijung melepas tangannya dari leher sehun.
"mwoya.. bohong!" ucapnya menyelidik,memunculkan seringaian di wajah datar Sehun.
"ani. Mereka bertiga tidak kuat berlari. Hanya kau dan aku disini," entah kenapa,Yijung merinding mendengar penuturan Sehun. 'hanya kau dan aku disini'? apa maksudnya? Ambigu. "kau tahu,kau tak perlu berlari dari pengawalmu,"
"eh?"
"iya. Kau tak perlu hidup seperti ini. Mengemis kebebasan dengan kabur dan membodohi pegawalmu yang lain," Yijung yang tanpa sadar masih duduk di perut Sehun kini menerjap-nerjapkan matanya lucu.
"apa maksudmu?"
"aku akan memberimu izin kesini setiap sore,tapi aku masih akan mengikutimu. Akan kupastikan pengawalmu yang lain tak ikut," Yijung kini tersenyum lima jari mendengar tawaran Sehun. "tapi..,"
"tapi apa?"
Senyuman itupun perlahan memudar. Sehun yang masih tidak mengubah raut wajahnya yang datar sejak pertama kali ia melangkahkan kaki di istana selatan kini tersenyum tipis dan mengacungkan 3 jari.
"aku mita 3 permintaan darimu,"
"mwo... Igemwoya!? Kau memerasku?"
"bukan memeras. Ini namanya kesepakatan," Yijung terdiam. 3 permintaan untuk kebebasan? Siapa yang tidak mau?
"arraseo. 3 permintaan. Dengan syarat,kau tidak boleh memintaku untuk membunuh orang dan meminta permintaan lagi," Sehun kini terseyum penuh kemenangan. Memang tampak mengerikan,tapi apa boleh buat. Mungkin memang wajahnya seperti itu.
"cepat,permintaan satu," ucap Yijung ketus. Air wajah Sehun kini berubah bingung.
"baiklah. Aku ingin kita berteman," mata bulat Yijung membesar,entah bagaimana caranya. "dan sebagai teman,kau harus berjanji untuk saling bertukar cerita. Sekarang,ceritakan apa saja yang sudah terjadi dalam hidupmu,"
"eh?!"
"mulai dari saat kau kecil sampai impianmu di masa depan. Keberatan? Tidak mau? Yasud—"
"BAIKLAH! Aku tak bisa ceritakan semua. Kau tanya aku akan jawab," wajah Sehun kembali mendatar.
"arra. Aku akan mulai dari dasar. Kapan kau lahir dan berapa umurmu,"
.
.
.
.
Sehun menarik nafasnya dalam dalam dan mulai menggoreskan penanya pada sebuah kertas kecil yang ia temukan didalam kamarnya.
'Noona,sehun menemukannya. Dia disini,noona. Di Selatan. Sehun akan mencari cara untuk memancingnya keluar,tapi Sehun ingin minta sesuatu. Tapi Sehun sendiri belum yakin.
Noona izinkan Sehun tinggal disini untuk sementara,ne? Ada sesuatu yang Sehun ingin lakukan sekalian Sehun ingin memastikan semuanya. Sehun janji akan pulang secepat mungkin. Sehun tidak akan mengecewakan noona.
Oh Sehun'
Sehun melipat kertas itu dan melangkah menuju jendela kamarnya,dimana seekor merpati putih tengah bertengger dengan santainya. Sehun menyelipkan kertas kecil tadi di kalung si merpati dan menerbangkannya keluar jendela.
Merasa si merpati sudah hilang tertelan gelapnya malam,Sehun menghemaskan dirinya diatas kasur empuk dan memejamkan matanya. Otaknya kembali memutarkan gambaran gambaran yang tadi terjadi di tengah hutan. Seketika pipinya terasa memanas,senyumnya mengembang. Benarkah ini Oh Sehun?
"Do Yi Jung.. gadis yang unik," Sehun terkikik seperti orang gila mengingat selama mereka bercerita selama kurang lebih 4 jam,Yijung sama sekali tidak bergerak seincipun dari perut Sehun. Pekikkanya yang melengking,kebiasaan memainkan alisnya saat kebingungan,geramannnya yang terdengar lebih seperti ngeogan kucing,ah! Untuk pertama kalinya Sehun merasakan sensasi aneh mengelitik perutnya setiap melihat,mendengar suara yeoja itu,bahkan hanya sekedar mengingatnya.
TOK. TOK. TOK
Sontak sehun bangkit dan meluruskan ekspresi wajahnya. "masuk," seorang yeoja cantik yang terkesan anggun bahkan hanya dalam balutan gaun tidur pink pucat dan rambut yang terjuntai bergelombang ia biarkan tanpa penghias apapun. "agasshi,"
"noona,kalau boleh? Semua orang diistana memanggilku noona dan unnie,"
"Taeyeon noona?"
"begitu lebih baik," yeoja itu melangkah masuk dan menutup pintu dibelakangnya. Dahi sehun merenyit,apa maksudnya ini semua? Bolehkah orang orang berkeliaran diistana selarut ini? "tenang,aku disini bukan untuk berbuat macam macam,"
Sehun hanya terdiam,memperhatikan gerak gerik Taeyeon yang melangkah anggun menuju kursi di dekat jendela.
"kemana kau tadi sore?" Sehun terbelalak. Siapa lagi yang sadar tadi sore Yijung dan dirinya hilang? "aku takkan memarahimu. Aku hanya ingin tau apa kau melaksanakan tugasmu atau tidak,"
"aku menemani Yijung berkuda,noona,"
"benarkah?" Sehun mengangguk mantap. Jantungnya berdegup puluhan kali lebih cepat melihat reaksi Taeyeon yang sangat minim. "dia tidak keberatan?"
"tidak. Sama sekali tidak," Taeyeon mengangkat sebelah alisnya mendengar jawaban Sehun. "mungkin sedikit,tapi dia tidak mengajakku duel setelahnya," Taeyeon terkekeh pelan mendengar jawaban Sehun yag terkesan asal tapi tetap tersirat keseriusan di wajahnya.
"baiklah kalau begitu. Bagus kalau kalian cepat akrab. Semoga kau bertahan lama Tuan Oh. Kudengar para pelayan mulai banyak yang mengagumimu," Taeyeon terkekeh dan bangkit dari kursinya,melangkah melewati Sehun yang berdiri mematung. "oh ya,Tuan Oh. Apa kau mahir dengan pedang atau panah?" dahi Sehun kembali merenyit mendengar pertanyaan Taeyeon.
"pedang. Aku belum pernah menyentuh panah,"
"baiklah. Besok selama Yijung belajar kau juga harus belajar tentang Yijung dan aktifitasnya oke? aku mempercayakan putri kesayanganku padamu,Oh Sehun," bohong. Sampai kapanpun,Taeyeon takkan melepas Yijung yang sudah ia rawat sejak kecil pada siapapun. "satu lagi,bisa kau ajarkan cara menggunakan pedang pada Yijung? Kami warga istana menyayanginya lebih dari apapun. Aku hanya ingin ia bisa melindungi dirinya,karena apa yang seharusna dimiliki setiap turunan selatan belum juga muncul. Terutama ayahnya,kami semua khawatir,"
"ne,saya mengerti," Taeyeon kembali melanjutkan langkahnya,benar benar meninggalkan Sehun yang mematung. "aku juga harus belajar?!" batin Sehun frustasi sambil mengacak acak rambut kecoklatannya dan memutuskan untuk terjun bebas ke alam mimpinya.
.
.
.
"dimana pengawal baru itu? Apa dia menyerah?" tanya Yijung kepada dua pengawal lainnya yang setia berdiri di depan pintu kamarnya.
"Taeyeon tidak mengizinkan sehun menjaga pintu,Yijung-ssi. Tugas tugas kami sudah disusun rapi sejak kedatangan sehun kemarin," ucap seorang yeoja yang dikenal sebagai pengawal yang mahir menggunakan samurai dan kunai. Terlihat dari tas pinggang yang selalu ia bawa.
"unnie melakukan apa?!"
"Taeyeon agasshi menugaskanku dan Yuri untuk menjagamu setiap malam. Hyoyeon dipindah tugaskan untuk menjaga yang mulia penguasa selatan. Sehun yang akan menjagamu dari pagi sampai sore,"
"un..apa!?" pekik Yijung,mencegah rahangnya terbuka lebih lebar lagi. "Sehun... Sehun bocah gila itu?!"
.
.
To Be Continued
.
.
Saya rookie di ffn tapi saya udah sering numpuk ff di laptop sampe mesti beli harddisk baru /nangis/ /curhat/
Reviewnya di tunggu!^^ jangan jadi silent reader... /keluar tanduk/
