PERNYATAAN CINTA KABEYAMA
Author : Miyura Kazeyuri
Rated : K+
Genre : Romance
Main Chara : Kabeyama Heigorou, Kino Aki
Other Chara : Fubuki Shirou, Endou Mamoru, Goenji Shuuya, Kidou Yuuto, Tachimukai Yuuki, Raimon Natsumi, Megane Kakeru, Otonashi Haruna
Disclaimer : Makasih, makasih banyak udah menganggap saia adalah pemilik InaIre.. ditendang Seandainya aja saia emank bener-bener pemilik InaIre... Wkwkwk... tapi minna-san, cobalah dipikir lagi apa jadinya kalo InaIre kesayangan kita semua ini punya Miyura Kazeyuri... Saia yang main sepak bola ama anak tk aja kalah, masa' mau jadi pemilik InaIre? Mustahil kan? Makanya, InaIre itu bukan punya saia.. Ntar bukan jadi anime sepak bola, malah jadi anime shounen-ai dan super gaje.. Tapi, doakan saja saia supaya bisa segera jadi pemilik sahnya, okeh? ^w^ dilempar ke TPA
Ohayou Minna-san, come back with me, Miyura Kazeyuri ! Welcome back, doozo yoroshiku! Akhirnya, fic super gaje ini bisa juga saia update.. Tetap dengan trademark kebanggaan saia, GAJE! Saia masih tetap dan akan selalu berusaha untuk membuat fanfic yang tidak OOC, supaya lebih realistis dan lebih mudah dimengerti.. Kali ini... NO SHOUNEN-AI! Ayo kita buat yang sedikit lebih realistis... pair boyxgirl! ^w^
Fanfic ini saia persembahkan untuk Nika-nee, yang selama ini selalu mensupport dan sudah mendidik saia untuk mengetik fanfic dengan penulisan yang baik dan benar, arigatou.. makasih banyak karena selama ini udah mau diganggu... Support anda sangat berarti buat saia! Untuk Minna-san, sekali lagi Yuri hanyalah author newbie yang banyak sekali kekurangan, jadi mohon supportnya lewat kritik dan saran membangun minna-san dalam setiap review yang kalian tulis... Untuk minna-san especially para author entah yang udah senpai atau masih newbie, mohon bantuannya.. mohon didikannya dari kalian semua... jangan ragu-ragu untuk menyampaikan kritik dan saran, saia terima dengan senang hati! ^w^ Singkat kata, semoga fanfic ini bisa menghibur minna-san...
HAPPY READING, PLEASE ENJOY IT! ^w^
WARNING : SEMI CANON, SEMI AU
PERNYATAAN CINTA HEIGOROU
CH. 2
"CINTA ITU APA ADANYA"
CHAPTER 1 FLASHBACK :
HEIGOROU, DEFENDER RAIMON YANG BERTUBUH BESAR NAMUN PEMALU TERNYATA MENYUKAI MANAGER TIMNYA, KINO AKI. AKHIRNYA, SETELAH SEKUAT TENAGA BERUSAHA MELAWAN RASA MALU DAN TAKUTNYA, HEIGOROU MEMULAI USAHANYA UNTUK MENDAPATKAN CINTA AKI. AKAN TETAPI, KETIKA HEIGOROU MENGUNGKAPKAN PERASAANNYA, AKI MALAH PERGI TANPA MEMBERIKAN JAWABAN.. DAN SEKARANG, HEIGOROU MALAH BERNIAT UNTUK DIET KARENA BERPIKIR BAHWA PENYEBAB DARI SEMUA ITU ADALAH TUBUHNYA YANG GENDUT..
"Apa? Diet ketat? Begitu ya... Apa kau yakin, ini akan bekerja?" tanya Yuuki ragu. "Kenapa tidak? Bukankah aku belum mencobanya? Aku yakin, kalau aku berusaha keras aku pasti bisa diet... seperti yang pernah Aki katakan padaku, yang penting adalah berusaha keras! Dengan begitu, segala hal yang kita inginkan akan bisa terwujud..." kata Heigorou dengan tekad yang bulat. Yuuki tersenyum senang melihat tekad bulat dalam hati sahabatnya itu. "Baikklah, itu bagus! Aku akan mendukungmu!" kata Yuuki mendukung Heigorou. "Terima kasih Yuuki! Kau memang sahabatku.." kata Heigorou dengan senang.
Keesokan harinya...
"Wah, hari ini akan jadi hari yang sangat sibuk! Aku harus segera menyiapkan beberapa dokumen untuk mengurus pertukaran pelajarku, dan juga menyiapkan barang-barang.." gumam Aki dalam hati. Ketika Aki sudah meraih tasnya dan bergegas menuju ke rumah untuk menyiapkan barang, Heigorou datang menemuinya. "Heigorou?" Heigorou berusaha untuk yakin pada tekadnya, lalu berkata, "Aki.. kumohon, jangan lagi menghindar dariku.." Aki segera terdiam mendengar perkataan Heigorou. "Aku tahu, dengan tubuhku yang gendut dan jelek ini tidak mungkin ada orang yang akan menyukaiku.. Tapi Aki, maukah kau memberiku waktu 3 bulan untuk memperbaiki semuanya ini? Aku akan berusaha keras untuk menguruskan badan, sehingga nanti ketika kau kembali aku akan menjadi orang yang lebih pantas untuk kau sukai.. Kau mau kan, bersabar sebentar untukku?" pinta Heigorou setulus hati. Aki menjadi semakin tersentuh melihat betapa teguhnya tekad Heigorou, betapa besar perasaan Heigorou padanya. "Tentu Heigorou, aku.. aku akan bersabar... Tapi, aku.. aku masih takut jika nanti aku masih tidak bisa menjawab perasaanmu.." kata Aki ragu. Heigorou tersenyum, lalu berkata, "Aki.. terima kasih karena mau bersabar.. Mengenai jawabanmu, itu adalah urusan nanti... Aku janji, aku akan berusaha keras! Tunggulah aku di sana.." Aki hanya mengangguk. "Baikklah, sampai jumpa Aki.." Heigorou memberikan salam perpisahannya pada Aki. Aki membalasnya dengan sebuah lambaian tangan. "Heigorou, sebesar itukah perasaanmu hingga kau melakukan hal itu?" Aki menghela napasnya.
Keesokan harinya, Aki, Haruna, dan Natsumi pergi ke Amerika untuk mengikuti pertukaran pelajar. Heigorou pun membulatkan tekadnya. "Aki, sampai jumpa.. aku tidak akan mengecewakanmu.." batin Heigorou.
Kakeru menyemburkan teh yang diminumnya. "Bweh, apa kau bilang? Kau.. mau diet ketat? Program 3 bulan turun 60 kilogram? Yang bener aja..." kata Kakeru tak percaya. Shirou bahkan sampai menjatuhkan sandwich yang hendak dimakannya karena sangat terkejut. "Iya, itu benar sekali! Karena itu, aku mohon kalian membantuku... Kalian mau kan, membantuku?" pinta Heigorou. "Tapi masalahnya, mengurangi berat badan sebesar 60 kilogram hanya dalam 3 bulan itu sangat mustahil.. Itu terlalu sulit, Heigorou.." kata Yuuto menerangkan. "Tidak, itu salah! Tidak ada yang tidak mungkin kalau mau berusaha keras. Tolonglah, bantu aku.." Heigorou memohon dengan sangat. "Aku rasa itu benar juga, tidak ada salahnya dicoba. Apalagi, kemauan Heigorou untuk kurus begitu besar, kalau berusaha keras aku yakin Heigorou bisa." Sambung Ichirouta.
"Ya, apalagi Heigorou sudah bertekad melakukannya demi Aki, itu mungkin saja terjadi kan?" komentar Ichinose. "Ya, baikklah kalau kalian berpikir seperti itu.. Kalau begitu, aku akan membantumu untuk diet! 3 bulan 60 kilogram, tidak masalah! Aku akan jadi konsultan dietmu!"kata Kakeru. "Ya, aku juga akan membantumu. Aku tahu pola makan yang bagus untuk diet, aku akan membantu sebisaku." Sambung Shirou. "Aku juga, ayahku 'kan seorang dokter, dia pasti bisa membantumu untuk konsultasi gizi diet.." kata Shuuya tak mau kalah. "Aku juga akan membantumu menyusun jadwal diet yang sehat.."kata Yuuto dengan senang. "Kalau aku sich.. aku bisa membantumu untuk mengatur jadwal olahraga, aku kan juga atlet.." Ichirouta menawarkan bantuan. "Kalau aku.. aku sich ga ngerti apa-apa soal diet, tapi aku bisa jadi penyemangatmu Heigorou!" kata Mamoru menyemangati. "Aku juga, aku akan menyemangatimu Heigorou!" Yuuki tersenyum manis pada Heigorou. Heigorou merasa terharu sekaligus bahagia, lalu ia memeluk semua teman-temannya.
"Waa, kalian adalah teman-teman yang sangat baik.. Aku tidak tahu bagaimana caranya membalas kebaikan hati kalian.." Heigorou mempererat pelukannya. "Ee, iya iya.. tapi, lepaskan dulu pelukanmu.. kau membuat kami tidak bisa bernapas!" Shirou meringis karena dipeluk Heigorou. Heigorou segera melepas pelukannya sambil tersipu malu.
"Dalam program diet ini, selain harus meningkatkan porsi olahragamu, kau juga harus mengontrol asupan makananmu.. Dan untuk hal ini, aku punya sebuah motto yang harus selalu kau ingat selama kau menjalani program diet ini." kata Kakeru menjelaskan. "Motto itu adalah:
SARAPANLAH SEPERTI SEORANG PANGERAN, MAKAN SIANGLAH SEPERTI SEORANG MURID SMP BIASA, DAN MAKAN MALAMLAH SEPERTI SEORANG PENGEMIS."
Kakeru menjelaskan mottonya pada Heigorou. "Apa maksudnya itu? Apakah itu berarti aku harus makan makanan yang mahal untuk sarapan, lalu makan makanan seperti biasa untuk makan siang, lalu mengais-ngais sisa makanan di dapur untuk makan malam?" tanya Heigorou. "Aduh, sungguh tak kusangka dia lebih bodoh dari yang kukira.." keluh Yuuto. Shuuya segera menyenggol Yuuto, mengisyaratkan agar jangan mengejek Heigorou.
"Maksudnya adalah, kau harus sarapan dengan makanan yang bergizi seimbang, proporsional tapi tidak berlebihan.. Itulah yang dimaksud sarapan seperti raja, makanannya adalah makanan dengan gizi terbaik dan takaran yang sangat seimbang.. Makan siang seperti murid SMP, itu artinya kau harus makan seperti biasa, tapi bukan berarti makan gila-gilaan seperti yang biasanya kau lakukan, kau harus memperhatikan porsinya, pastikan porsinya cukup dan tidak berlebih.. Makan malam seperti seorang pengemis, maksudnya adalah kau harus benar-benar mengurangi jatah makanmu, bahkan untuk hasil terbaik ganti porsi nasimu dengan buah-buahan. Seperti pengemis begitu, makannya sedikit, malah kurang.."jawab Kakeru sambil nyengir.
"Oh, jadi begitu.." Heigorou mengangguk-angguk mengerti. "Karena itu, aku sudah minta Shirou asistenku untuk membuatkan sebuah program diet untukmu.." kata Kakeru berlagak bak seorang bos kepada asistennya. "Ya, ini dia programnya Heigorou.." Shirou menyodorkan beberapa lembar kertas berisi keterangan program diet yang akan dijalani Heigorou. Mata Heigorou membelalak serasa mau keluar dari rongga matanya ketika melihat program diet yang harus dijalaninya. "Apa? Sarapan.. salad kentang, roti gandum dengan susu rendah lemak? Makan siang.. 5 sendok nasi dengan dada ayam tanpa lemak yang ditim, lalu sup? Makan malam.. 1 set buah-buahan lengkap? Ini.. sama sekali tidak enak.." keluh Heigorou. "Ah, jangan begitu.. Ingat, demi Aki.." Shirou berusaha menyemangati Heigorou. Heigorou langsung mendapatkan sebuah semangat baru ketika ia mengingat bahwa semua ini ia lakukan demi Aki. "Iya, demi Aki!"
"Baikklah, makanan sudah diurus.. sekarang, olahraga!" kata Kakeru. Kakeru segera bergegas menuju gudang, lalu mengambil sebuah alat olahraga yaitu tali skipping. "Ini, mulai sekarang aku mau kau berlatih skipping minimal 1 jam setiap harinya." Kakeru menyodorkan tali skipping pada Heigorou. "Dengan bermain skipping selama 30 menit, kau sudah membakar 300-400 kalori di dalam tubuhmu, itu artinya dengan bermain skipping 1 jam, kau sudah membakar 600-700 kalori di dalam tubuhmu.." kata Kakeru. Heigorou mulai mencoba untuk bermain skipping. Diayunkannya tali itu, lalu dilompatinya tali itu.
"GUBRAAK!" sebelum sempat mencetak lompatan pertamanya, entah karena tubuhnya yang terlalu berat atau karena tidak pernah bermain skipping, Heigorou terjatuh dan berhasil menciptakan gempa yang cukup untuk meruntuhkan atap rumah Kakeru. "Argh, Heigorou! Apa yang kau lakukan, bermainlah dengan benar!" omel Kakeru. "Maafkan aku, Kakeru..." Heigorou berusaha meminta maaf. "Hah, ya sudahlah! Kalau begitu, kau main skipping di luar sana! Jangan main di dalam, kau tidak lihat atap rumahku sudah hancur sampai seperti itu?" Kakeru menyuruh Heigorou untuk berlatih skipping di luar. Heigorou segera mengikuti perintah Kakeru, dan bermain skipping di halaman Kakeru. Tapi tubuh Heigorou yang besar tetap saja membuat gempa di rumahnya. Dan kali ini, bonsai kesayangan Kakeru-lah yang menjadi korbannya. Bonsai kesayangan Kakeru hancur karena terrimpa oleh Heigorou.
"Aduh, bagaimana ini? Kakeru pasti marah sekali kalau sampai tahu bonsai kesayangannya rusak.." Heigorou meringis melihat bonsai Kakeru yang rusak. Kakeru mulai curiga, lalu akhirnya keluar dan betapa terkejutnya ia melihat bonsai kesayangannya rusak. "Kau.. Kau keterlaluan Heigorou! Lihat apa yang sudah kau lakukan pada bonsaiku, hah! Kau tahu, ini adalah bonsai kesayanganku, dan kau merusaknya begitu saja!" Kakeru menangis meratapi bonsai kesayangannya rusak. "Aduh, Kakeru.. maafkan aku, aku benar-benar tidak sengaja.." kata Heigorou menyesal. "Argh, iya iya! Hari ini, aku sedang tidak ingin marah-marah! Kali ini, kumaafkan kau!" kata Kakeru berusaha menahan amarah. "Gw kan lagi puasa, ntar batal lagi puasa gw.." gumam Kakeru dalam hati. Kakeru, sejak kapan dikau jadi muslim? "Terima kasih, Kakeru! Kau benar-benar baik.." kata Heigorou. "Tapi, aku tidak akan begitu saja memaafkanmu.. Kau tahu kan, setiap perbuatan itu ada ganjarannya.." kata Kakeru smirk. "Karena kau sudah merusak bonsai kesayanganku, kau harus membayarnya juga.." sambung Kakeru. "Apa? E-eh.. Kakeru, t-tapi aku tidak punya uang saat ini.. Bagaimana caranya aku bisa mengganti bonsaimu yang mahal itu?" tanya Heigorou ketakutan.
"Ah, mudah saja.. aku tidak akan minta uangmu. Kau bisa membayarnya, cukup dengan tenagamu.." jawab Kakeru nyengir. "Bagaimana caranya? Apa yang harus kulakukan?" tanya Heigorou. "Kau bisa mengantar galon ke rumahku.." jawab Kakeru. "Hanya itu? Baikklah, akan kulakukan.." kata Heigorou mengiyakan. "Lagipula, ini juga akan membantumu untuk menurunkan berat badan.. itu juga bisa membakar kalori berlebih dalam perut gendutmu itu tau!" kata Kakeru sambil menggelitiki perut gendut Heigorou. Heigorou hanya tertawa terpingkal-pingkal karena merasa geli.
3 hari setelah diet berjalan... Heigorou mulai berlatih skipping dan menjalani menu dietnya. "Iya, bagus! Skipping 50 kali, rekor terbaru! Ayo, tingkatkan lagi!" Puji Kakeru. "Kau hebat, Heigorou! Go Heigorou, Go!" kata Mamoru menyemangati sambil membawa spanduk bertuliskan "Ayo Heigorou! Kau Pasti Bisa!" itu. Heigorou menjadi semakin bersemangat, dan meneruskan latihannya. Dengan lahap, disantapnya menu diet dan diangkutnya galon Kakeru dengan semangat. Skipping tidak lagi jadi masalah baginya. Heigorou juga menjadi semakin rajin berolahraga. Bahkan, ia juga selalu bangun pagi dan ikut jogging bersama Ichirouta. Dia juga ikut berenang bersama Shirou dan Shuuya, lalu bermain tennis bersama Yuuto dan Ichinose. Segala olahraga dilahapnya dengan senang hati. Dan bahkan, dalam 1 minggu dietnya sudah mulai menunjukkan sebuah hasil yang mengesankan.
"Yeah, turun 5 kilogram!" Heigorou melonjak kegirangan. "Wah, itu hebat sekali! Ayo, lebih semangat lagi Heigorou!" kata Ichinose tak kalah senang. "Ini semua berkat dukungan kalian, terima kasih ya! Kakeru, kau pahlawanku! Shirou, Shuuya, Yuuto, Ichinose, Ichirouta, Yuuki, kalian semua pahlawanku!" Kata Heigorou dengan senang. "Sama-sama.." jawab Kakeru dengan santainya. "Aku akan lebih bersemangat dan bersungguh-sungguh lagi dalam menjalankan dietku!" tekad Heigorou dalam hati.
Akhirnya, 1 bulan berlalu. Tak terasa, sudah 17 kilogram berkurang. Celananya mulai terasa sedikit kedodoran. 2 bulan berlalu, 20 kilogram berkurang. Sudah 37 kilogram terkuras. Tubuhnya terlihat lebih segar dan bugar. Dan 3 bulan kemudian...
"Oh My God.. Heigorou, itukah kau..." kata Ichinose tak percaya. "Heigorou, dia benar-benar.. awesome!" Kata Yuuki kagum. "Waa, dia bahkan lebih kurus daripada aku.." kata Mamoru lebay. "Heigorou memang hebat.." kata Shirou dengan senang. "Waa, inikah aku yang sekarang.." batin Heigorou yang masih tidak percaya pada penampilannya sekarang ini. Bahkan dia sempat berpikir, bahwa bayangan yang ada di cermin itu bukanlah dia. Tapi.. ya, memang benar. Itu adalah Heigorou, Heigorou yang sangat jauh berbeda dari sebelumnya. Heigorou yang gendut dan besar, kini telah tergantikan oleh sosok Heigorou yang kurus tinggi. Tentu saja, ini bagaikan mimpi jadi kenyataan bagi Heigorou...
"Wah, kalau begini.. Aki pasti tidak akan menolak! Bahkan akupun mau kok 'jadi' sama Heigorou.." otak Mamoru mulai bereaksi dengan hal-hal yang tidak-tidak. Tentu saja, perkataan Mamoru itu ditanggapi dengan deathglare tajam dari Shuuya, sebagai tanda 'awas kau mikir yang maca-macam'. "Heigorou, besok Haruna, Natsumi, dan Aki akan puulang. Aku baru saja dapat telepon dari Haruna.. Jadi, bersiaplah.." kata Yuuto mengabari. Dengan wajah yang berseri-seri, Heigorou berterima kasih pada semua teman-temannya. "Huwaa, teman-teman terima kasih banyak.. aku tidak tahu lagi bagaimana caranya aku berterima kasih pada kalian.. kalian begitu baik padaku!" Heigorou tak henti-hentinya mengucapkan banyak terima kasih pada teman-temannya, teristimewa pada Kakeru. "Kakeru, kau adalah penyelamatku! Aku berhutang padamu..." kata Heigorou pada Kakeru. "Ah, kau ini.. kau membuatku malu saja.. Aku, Megane Kakeru ini memang pahlawan yang selalu bisa diandalkan.. Tapi, kau tidak usah juga seperti itu. Dapatkanlah cinta Aki, itulah caramu membalas semua perjuangan kami.." kata Kakeru bergaya cool meniru Shuuya. "Baik, arigatou minna!" Heigorou memberikan salam khas ala Raimon, lalu membungkuk pada teman-temannya.
Sementara itu, dalam perjalanan Aki kembali ke Jepang..
"Hmm, Heigorou.. Aku kembali.. Sudahkah kau menepati janjimu? Aku ragu, aku tidak yakin akan semua ini Heigorou.." Aki meneguk teh aromanya. "Aku tidak yakin, aku bisa membalas semua pengorbananmu... Aku harap, keputusanku ini benar.."
Keesokan harinya, setelah Aki sampai di Jepang, di bandara Narita..
"Hari ini, Heigorou dan Yuuto-nii yang akan menjemput kita.. Mamoru, Shuuya dan yang lain sedang ada urusan, jadi tidak bisa ikut menjemput kita." Kata Haruna sambil menarik koper ungunya. Aki hanya terdiam mendengar perkataan Haruna. Perlahan-lahan, akhirnya Aki tiba di ruang lobby. Matanya berusaha untuk mencari Heigorou di antara kerumunan orang, tapi ia masih saja tidak bisa menemukan Heigorou. Sampai akhirnya, ia melihat sosok yang sudah sangat akrab di matanya, Yuuto dan seseorang yang memegang kertas bertuliskan 'Kino Aki, Raimon Natsumi, dan Otonashi Haruna dari SMP Raimon'. "Mungkinkah.. itu Heigorou?" gumamnya dalam hati.
"Onii-chan! I miss you.." kata Haruna berlogat american english. "Ah, kau ini.. mentang-mentang 3 bulan di Amrik, jadi logat amrik segala.." kata Yuuto. Haruna hanya nyengir mendengar ucapan kakaknya. "Wah, Aki, Haruna, Natsumi.. Apa kabar? Amerika pasti menyenangkan, ya?" tanya sosok yang berada di samping Yuuto. Haruna yang merasa asing dengan sosok itu berbisik pada sang kakak, "Onii-chan, siapa dia? Kok, aku ga pernah lihat ya?" Yuuto balas berbisik, "Kau ini masa' 3 bulan di Amrik aja langsung lupa gitu, dia itu Heigorou you know?" "What? My.. Heigorou.. Is that you? You are so awesome.." kata Haruna. "Heigorou? Itukah kau?" tanya Aki tak percaya. Heigorou segera tersenyum lalu mengangguk. "Ya, ini aku. Aku sudah menepati janjiku kan?" Natsumi yang tak percaya ikut-ikutan komentar dengan berkata, "Oh My, that's really Heigorou! You are so awesome.." Aki tersenyum lalu menjawab, "Ya Heigorou.. bahkan lebih dari yang kau janjikan.."
Sepanjang perjalanan di taksi, Aki hanya terdiam. Dia masih tidak percaya, bahwa Heigorou yang berada di sampingnya adalah benar-benar Heigorou yang dulu dia kenal sebagai seorang defender bertubuh besar yang pemalu. Kini, dia sudah menjadi seorang defender bertubuh normal, dan sikapnya jauh lebih dewasa. Bagaikan sebuah mimpi di siang bolong, Aki tidak percaya bahwa waktu 3 bulan dapat mengubah drastis seorang Heigorou. Sesampainya di apartment Aki, Heigorou langsung membantu Aki mengangkat koper dan beberapa barang lainnya. "Heigorou, aku.." belum sempat Aki meneruskan perkataannya, Heigorou langsung mengatakan, "Tidak usah terburu-buru, kita bicarakan lagi besok."
Keesokan harinya, di tempat yang sama seperti 3 bulan lalu, Heigorou dan Aki kembali bertemu untuk kedua kalinya. Kali ini, Aki telah menemukan jawaban yang akan menjawab perasaan Heigorou. Walau sesungguhnya enggan untuk melakukan hal ini, Aki tidak bisa diam lebih lama lagi dan membuat Heigorou jauh lebih kecewa lagi. "Baikklah, jawabanmu Aki.." kata Heigorou sembari berharap. "Heigorou, aku.. aku.." ucap Aki terbata-bata. Dia tahu, ini akan menyakiti hati Heigorou, tapi akan jauh lebih menyakitkan lagi jika ia terus berbohong dan menghindar dari Heigorou.
"Aku tahu, ini pasti akan melukai hatimu.. maafkan aku kalau aku sudah egois.. Aku hanya ingin mengungkapkan perasaanku yang sesungguhnya, sebelum semuanya menjadi jauh lebih buruk dan semua terluka lebih dalam lagi.. Aku, aku memang menyukaimu Heigorou.." ucap Aki. Tapi rupanya, kata-kata Aki belum selesai. Aki menghela napas, lalu melanjutkan perkataannya. "Aku memang menyukaimu, tapi.. hanya sebagai teman, bukan sebagai seorang kekasih..." Seketika itu juga, jantung Heigorou terasa berhenti berdetak. Hatinya hancur berkeping-keping, ia seakan-akan tidak bisa bernapas lagi.
"Jadi begitu ya.. Iya, aku mengerti." Heigorou segera berlari meninggalkan Aki. "Heigorou, tunggu!" kini, Aki-lah yang gagal menahan Heigorou. Aki segera menjatuhkan tubuhnya di lapangan, lalu menangis. "Heigorou.. aku tidak bermaksud begitu.." isaknya.
Begitulah hari itu berlalu, meninggalkan sejuta pertanyaan yang tak terjawab. Semenjak kejadian itu, entah mengapa Heigorou tidak pernah lagi menampakkan dirinya, terlebih-lebih di hadapan Aki. "Wah, di mana Heigorou? Sudah berapa minggu dia tidak ikut latihan.." Mamoru tak henti-hentinya menanyakan Heigorou. "Bahkan, Heigorou juga sudah seminggu ini tidak masuk sekolah.." sambung Yuuki. "Teman-teman, ini.. ini gawat!" Natsumi berlari dengan wajah yang panik. "Apa yang gawat, natsumi?" tanya Shirou. "Aku.. aku baru saja mendapatkan kabar, bahwa katanya Heigorou mau pindah sekolah.. dia tadi sempat datang ke kantor guru.." Natsumi memperjelas keadaan. "Dia memutuskan untuk kembali saja ke kampung halamannya, dan bersekolah di sana.." sambung Haruna. Kabar itu membuat Aki merasa semakin bersalah. Karena dia, Heigorou menjadi begitu tertekan dan sampai mau pindah sekolah. "Haduh, sekarang bagaimana ini? Padahal, dia sudah didaftarkan untuk ikut pertandingan antar sekolah 2 minggu lagi.." kata Mamoru mengacak-acak rambutnya.
"Biar aku yang mencarinya!" ucapan Aki membuat semua terkejut. "Kau mau mencarinya Aki? Kau mau pergi ke kampung halamannya?" tanya Yuuki tak percaya. "Iya, ini semua salahku.. Gara-gara aku, Heigorou sampai jadi begini.. Aku menolaknya, sehingga akhirnya dia sampai jadi begini.. Aku akan mencarinya.." kata Aki. "Begitukah? Kalau begitu, ini alamatnya. Kampungnya ada di pinggir kota Tokyo, jadi tidak terlalu jauh. Hati-hati ya.." kata Natsumi pada Aki. Aki mengangguk, lalu buru-buru untuk berangkat.
Sepanjang perjalanan, Aki terus merenung. "Ya Tuhan, salahkah aku jika aku menolak perasaannya? Aku benar-benar tidak memahami perasaanku.." di bayangannya, seakan-akan ada mesin waktu yang membawanya berkeliling melewati kembali setiap rentetan peristiwa yang dialaminya bersama Heigorou. Ada bahagia, sedih, lucu, menyebalkan, dan juga mengharukan. Aki menjadi semakin gelisah. "Sebenarnya, apa perasaanku padanya? Aku merasakan ada sesuatu yang salah saat ini.." dalam renungannya, tiba-tiba Aki mendengar bisikan lembut dari hati kecilnya.
"Cinta tidak memandang penampilan seseorang..."
"Cinta tidak memandang kepintaran seseorang.."
"Cinta, juga tidak memandang harta seseorang..."
"Cinta memandang hati.."
"Cinta memandang ketulusan seseorang.."
"Untuk itulah cinta ada, untuk saling melengkapi satu sama lain..."
"Ketika kau bisa menerima seseorang apa adanya, di sanalah kau akan menemukan
Cintamu.."
"Karena cinta itu apa adanya.."
"Cinta menghargai setiap kelemahan dan kelebihan manusia.."
"Dengan mencintai seseorang apa adanya,"
"Kau akan menemukan arti cinta yang sesungguhnya.."
"Yaitu,"
"Untuk saling melengkapi dan menerima.."
"Ya, itu dia.. Aku, aku telah menemukannya!" Aki mulai merasakan titik terang dari permasalahannya. "Cinta sejati.. apa adanya.. iya, itu dia!" Aki kini merasa sangat lega, dan dengan tenang dia duduk di dalam mobil selama perjalanan menuju kampung Heigorou.
Sesampainya di kampung Heigorou..
"Heigorou, ada yang mencarimu!" sahut seorang wanita yang rupanya adalah ibu Heigorou. "Siapa, okaa-san?" tanya Heigorou. "Entahlah, tapi dia bilang dia temanmu dari SMP Raimon!" jawab ibu Heigorou. Heigorou segera bergegas menuju ruang tamu, dan betapa terkejutnya dia ketika melihat yang bertamu adalah Aki. "Aki?" Heigorou memanggil nama Aki. "Heigorou.. Bagaimana kabarmu?" tanya Aki dengan lembut. Aki yang melihat sosok Heigorou yang kini sudah kembali seperti sedia kala dengan tubuh besarnya sangat terkejut melihat perubahan drastis Heigorou. Bayangkan saja, dalam 1 bulan Heigorou yang lebih kurus dari Mamoru bisa kembali menjadi gendut seperti sebelum diet.
"Aku baik-baik saja kok.." ucap Heigorou lemah. "Kau masih marah padaku ya?" tanya Aki dengan wajah sedikit sedih. Heigorou yang melihat ekspresi Aki menjawab, "Ah tidak.. untuk apa aku marah padamu, kau tidak bersalah kok.." jawab Heigorou. "Lalu, kenapa kau pergi meninggalkan tim? Dan bahkan, katanya kau mau pindah sekolah.." Aki melanjutkan pertanyaannya. "Itu.. itu karena aku sudah bosan hidup di pusat kota yang ramai, aku ingin kembali ke desaku yang tenang dan tinggal bersama ibuku.." jawab Heigorou setengah mengarang. "Oh ya? Begitu ya.. Tapi, kenapa mendadak begitu Heigorou? Dan, kenapa kau tidak bilang pada kami semua? Itukah caramu untuk berpisah dari kami?" Laki-laki bertubuh besar itu hanya diam tertunduk.
Aki menghela napas, lalu dengan lembut memandang Heigorou. "Heigorou.. Maafkan aku.." kata Aki menyesal. "Seharusnya, aku mengenali perasaanku sejak dulu.. Seharusnya, aku tahu bagaimana perasaanku yang sesungguhnya padamu sejak awal.." Aki melanjutkan perkataannya. Heigorou yang tertunduk segera menoleh pada Aki. "Aki.." ucapnya lemah. "Maafkan aku, seharusnya kau tidak usah sampai melakukan diet mati-matian seperti itu.. Bodohnya aku ini, karena tidak bisa melakukan apapun saat itu..."
"Aku.. Aku menyukaimu Heigorou, itulah perasaan yang selama ini tidak pernah kuketahui.. Aku sangat menyukaimu, lebih dari sekedar sahabat.. Aku suka dirimu apa adanya. Tanpa menjadi seorang laki-laki kuruspun, aku telah menyukaimu Heigorou.. Maafkan aku, karena aku tidak pernah bisa jujur pada perasaanku, aku tidak pernah mengenali perasaanku dengan baik.." Aki menyatakan perasaannya setulus hati. Seketika itu pula, jiwa Heigorou terasa kembali lagi. Ia merasakan semangat yang sempat menghilang kembali ke dalam dirinya, ia merasakan seakan-akan hidup kembali. Betapa senangnya ia, walau masih merasa tidak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan Aki. "B-benarkah itu?" tanya Heigorou ragu. Aki tersenyum, lalu menjawab, "Tentu saja Heigorou.. Aku menyukaimu, apa adanya.. Itulah arti cinta yang sesungguhnya, untuk saling melengkapi dan menerima satu sama lain.." Aki melakukan sesuatu yang tak pernah diduga oleh Heigorou.
Aki mendekati pipi Heigorou, perlahan-lahan didekatkannya bibir merah merekahnya yang mungil ke pipi gembul Heigorou. Dengan tulus dari lubuk hati terdalam, Aki mengecup pipi Heigorou. Ya, kecupan pertama dari Aki untuk Heigorou. Aki bisa merasakan, meningkatnya suhu di pipi Heigorou yang memerah. Heigorou menjadi semakin berdebar-debar, karena begitu dekatnya jaraknya dengan Aki. Dihirupnya dalam-dalam aroma lembut dari tubuh Aki yang begitu menggetarkan hatinya. Setelah bibir indah Aki bersentuhan dengan pipi Heigorou selama beberapa detik, Aki pun melepaskan kecupannya lalu tersenyum. Muka Heigorou langsung merah padam. Ia pun mengelus-elus pipinya yang baru saja dicium Aki. "Aki.. kenapa kau lakukan itu.." tanya Heigorou tersipu malu. Aki hanya tersenyum saja melihat Heigorou yang jadi salah tingkah.
"Sekarang, kumohon pulanglah bersamaku.. Kau mau kan?" tanya Aki penuh harap. Tanpa disuruh, Heigorou segera mengambil kopernya dan mengambil semua barangnya. "Tentu saja, Aki.. Aku akan pulang bersamamu.." jawab Heigorou dengan koper di tangannya. "Okaa-san, aku mau pulang ke Tokyo ya! Temanku menjemputku!" sahut Heigorou pada ibunya. Sang ibu yang keheranan melihat sang anak tiba-tiba bersemangat kembali ke Tokyo bertanya, "Katanya kau mau di sini bersama okaa-san, kok tiba-tiba jadi berubah begitu?" "Setelah kupikir-pikir, akan lebih baik jika aku mengenyam pendidikan yang tinggi di pusat kota.. Itu akan jauh lebih baik karena ada lebih banyak ilmu dan pengalaman yang bisa kudapat. Aku pergi dulu ya okaa-san, sayoonara!" Heigorou tampak sangat tak sabar untuk segera kembali segera berpamitan pada ibunya. Sang ibu hanya melihat Heigorou pergi dengan keheranan. "Apa dia salah makan?" gumamnya dalam hati.
Keesokan harinya, setelah kembali ke Tokyo..
Dengan bahagia, Heigorou menggandeng tangan Aki menuju sekolah. Akhirnya perjuangan cintanya berakhir dengan indah. Sang bidadari impian sudah ada dalam genggaman tangannya, dan siap untuk menempuh lembaran baru hari-hari yang indah bersama. Hidup Heigorou terasa lengkap sudah. Teman-teman yang melihat Heigorou dan Aki bergandengan tangan menjadi terkejut. "Ehem, kayaknya ada yang baru aja 'jadian' nich.." goda Mamoru usil. Aki hanya tersenyum sambil melihat teman-temannya. Natsumi dan Haruna tercengang, tak dapat berkata-kata. "Aki.. benarkah kau.." belum sempat Natsumi melanjutkan pertanyaannya, Aki segera mengangguk lalu menjawab, "Ya itu benar sekali. Aku menyukai Heigorou dengan segala kekurangan dan kelebihannya, dia istimewa untukku.. Dari sosok Heigorou, aku telah belajar bahwa manusia memang menilai berdasarkan apa yang dilihat mata, tapi cinta menilai berdasarkan ketulusan hati seseorang.. Itulah cinta sesungguhnya, untuk saling menerima apa adanya.. Itulah yang membuat cinta berharga." Semuanya berdecak kagum melihat Aki dan Heigorou yang tampak sangat serasi dan saling menyayangi.
"Hiks, Aki.. tak kusangka, kau lebih dari sekedar baik hati.." ucap Haruna terharu. "Ya, memang begitulah seharusnya cinta, bukan untuk memandang penampilan tetapi memandang ketulusan hati seseorang.. Dengan begitu, hidup seseorang akan jauh lebih berarti.." komentar Yuuto. Dengan demikian, berakhirlah perjuangan cinta Kabeyama. Kini semuanya telah mendapat pelajaran berharga, bahwa cinta menerima segala hal apa adanya...
THE END
Bagaimana, minna-san? Gaje? Aneh? Lebay? Saia ngerasa banget kalo fic ini aneh dan gaje kok.. Pokoknya, makna dari fic ini: CINTA ITU TIDAK MEMANDANG PENAMPILAN, KEPINTARAN, ATAU KEKAYAAN SESEORANG, TETAPI CINTA MEMANDANG KETULUSAN HATI SESEORANG DAN DENGAN MENERIMA SESEORANG APA ADANYA DENGAN SEGALA KELEBIHAN DAN KEKURANGANNYA, MAKA DI SITULAH KAU AKAN MENGERTI ARTI CINTA YANG SESUNGGUHNYA, YAITU UNTUK SALING MENERIMA DAN MELENGKAPI.
Sebelum itu, mari kita balas review dulu..
The Fallen Kuriboh :
Oh The Fallen Kuriboh! Anda memang readers yang paling setia.. Oh ya? Benarkah? Seru? Ahaha, arigatou.. Setting ficnya ini.. Wah, saia sendiri juga bingung.. Ga mikir ampe segitunya... Sebenarnya, ini gabungan dari Canon dan AU.. Karena, saia berusaha membuat sifatnya tidak OOC, jadi bisa dibilang canon. Tapi, saia membuat settingan latar dan plotnya memang berbeda dengan animenya, jadi ini bisa juga dibilang AU. Jadi, ini Semi canon dan Semi AU.. Hehe... Saia yang jadi author juga belum dapat feelnya kok.. Saia aja masih linglung ama cerita ini. Semoga fic ini endingnya cukup memuaskan ya... Pmnya.. Gomennasai! Saia belum balas.. e-mailnya udah saia coba kirim, tapi kok e-mailnya ga bisa terkirim? Oh ya, fb saia namanya Miyura Kazeyuri.. Sekali lagi, Arigatou untuk reviewnya!
Ya, semoga aja maknanya bisa tersampaikan.. Overall, thanks so much buat semua yang udah mensupport Yuri hingga fanfic gaje yang super ga sempurna ini bisa terselesaikan, buat Nika-nee yang udah berjasa dalam mengajari Yuri untuk mengetik dengan baik.. Arigatou gozaimasu, i'm so sorry if i was annoying.. Untuk Tsubaki-san, yang udah membantu saia untuk membuat supaya dialog ga kepanjangan dengan membuatnya menjadi beberapa paragraf.. Arigatou, terima kasih untuk bantuannya.. Dan buat minna-san yang sudah membaca dan aktif mereview fanfic Yuri sampai saat ini, terima kasih banyak untuk segala bentuk supportnya.. Sekali lagi, Yuri ini author yang banyak kekurangan dan kesalahan, jadi mohon didikan, kritik dan sarannya.. Reviewnya, minna-san? Ditunggu selalu oleh Yuri... ^w^
