Jika kau membenciku katakanlah, jika kau mencintaiku datanglah padaku. Aku akan menunggumu sampai kau mau.
Disclaimer: Masashi Kishimoto-sensei
Warning: OOC (parah), Maybe Typo, selalu saja Gaje dan Abal.
Summary: Inooo.. Tolong aku! Dia mendekatiku, aku jijik melihatnya! Bawa dia pergi dari sinii! Siapa dia? Sasuke si botak menggelikan dan si mesum itu.
Hn:
Untuk yang udah ripiuw fic aku, kalian bilang pulang dari Otogakure rambutnya jadi panjang kan? Panjang semana nih? Gondrong maksudnya *plak* hehe, gak ko' pastinya kayak emo model pantat kingkong eh, maksudnya model pantat ayam! Karena aku memang udah rencanakan dari chapter pertama, kalian bisa membaca pikiranku?
Nah, kalian bilang jangan buat pair SasuHina-kan? Pasti dong! Aku bikin Hinata sama si Naruto deh, mungkin bakal ada NaruHina dikiiiiiiiiitttttttt bangeett *kepanjangan?*.
Eh, thanks yang udah ngasih komen dan kritiknya! Satu lagi, Sasuke disini som.. *Reader: Ah, banyak bacot lo!*
Ya sudah! dari pada lama-lama lebih baik,
~Happy Reading~
Chapter 2
-3 minggu berlalu-
Aha! Listen boy my first love story,
My angel and my girls my sunshine. Oh! Oh! Let's go!
Sasuke menyanyi lagu kesukaannya Gee sekaligus band cewek favoritnya Girl's Generation *Author juga suka loh*
Saat ini Sasuke ada didalam mobil menuju ke Konoha karena sudah 3 minggu ia lewati di Otogakure,
kau tahu? Saat ini Sasuke begitu sangat senang karena...
Rambutnya telah tumbuh dan bermodel emo yang sangat keren dan ia sudah menjadi sangat tampan dan kelihatan keren, siapapun wanita melihatnya pasti akan naksir!
Oh ya, satu lagi! Sasuke sekarang bukanlah orang miskin lagi, melainkan orang yang sederhana dan bisa dibilang lebih dari sederhana. Karena saat Sasuke di Otagakure sana, Sasuke mendapat warisan dari kakeknya yang cukup kaya tapi pelit, Sasuke mendapat warisan karena kakeknya juga sudah meninggal.
Sekarang Sasuke telah pindah lokasi di rumah yang cukup besar juga tidak buruk dan sekarang Sasuke tidak akan berjualan lagi didekat sekolahnya karena ibunya telah membuat usaha yaitu usaha membuka toko baju yang tempatnya lumayan besar.
'Apa kalian masih membenciku para wanita? Apa kalian masih memanggilku dengan sebutan Bogumis? Buktikanlah! Aku akan balas dendam pada kalian!' batin Sasuke sambil sekilas tersenyum.
Ssiitt!
''Sasuke, kita sudah sampai! Turunkan barang-barang!' perintah Mikoto pada Sasuke ketika sampai di rumah baru mereka.
''Hn.'' Sasuke mengangkat barang-barang miliknya dan ibunya lalu mereka segera menuju rumah mereka.
''Bu, ini rumah kita?'' tanya Sasuke sedikit senang.
''Ya, kau suka?'' senyum Mikoto.
''Hn, tentu saja.'' jawab Sasuke.
Sejak saat itu Sasuke mulai pendiam, sombong dan selalu tampil keren setiap wanita melihat Sasuke pasti akan tergila-gila.
.
Esok harinya Sasuke pergi ke sekolah dengan motor barunya. Saat di jalan semua melototi Sasuke dan tidak tahu bahwa itu adalah si Bogumis alias Sasuke.
''Waw, siapa tuh? Murid baru yah?''
''Ya ampun, lihat deh gayanya dan body-nya!''
''Aku harus minta kenalan!''
Bisik-bisik para wanita ketika melihat Sasuke sudah sampai di depan gerbang sekolah.
'Hn, sudah kuduga. Pasti mereka akan tergila-gila denganku!' ucap Sasuke sombong.
Setiap Sasuke jalan pasti semua memandanginya dan mengira kalau Sasuke itu anak baru. Sampai seketika seorang anak perempuan menghampiri Sasuke karena ingin berkenalan, namanya Tayuya.
''Hai cowok, boleh kenalan gak? Aku Tayuya, wanita paling cantik di sekolah ini!'' goda Tayuya sambil menjulurkan tangannya pada Sasuke.
''Hn, benarkah? Aku tidak peduli!'' jawab Sasuke singkat, jelas dan padat.
''Uh, sombong banget sih! Eit, tunggu dulu!'' kata Tayuya sambil mengingat sesuatu.
''Hn?''
''Kenapa suaramu begitu mirip dengan si Bogumis itu?'' tanya Tayuya yakin.
''Hn, akulah orang itu!'' ucap Sasuke santai.
''Ma..maksudmu?'' tanya Tayuya lagi sambil heran dan sedikit tidak percaya.
''Akulah si Bogumis!''
''Huapa? Si Bogumis: botak, gundul, miskin itu?'' ucap Tayuya keheranan.
''Hn,'' balas Sasuke lalu melanjutkan jalannya sampai kedalam kelas.
''Wah, ada anak baru yah? Perkenalkan namaku Rock Lee, cowok terganteng di sekolah ini!'' sapa Lee lalu tersenyum dengan gaya khasnya.
''Hn, Sasuke.''
''Appaa? Sasuke? Bo..bogumis?'' tanya Lee tidak percaya.
''Bukan Bogumis lagi! Tapi, Sasuke. Ingat itu!'' ucap Sasuke lalu duduk di bangkunya.
''Ini tidak mungkin! Pasti dia bercanda! Hey teman-teman, coba kalian lihat!'' panggil Lee pada lainnya.
''Apa?'' tanya mereka lalu menghampiri Lee.
''Apa kalian percaya kalau itu adalah... Bogumis?'' tanya Lee sambil menunjuk Sasuke yang sedang bermain hp.
''Hahahahaha, itu tidak mungkin! Mana mungkin Bogumis botak, miskin bisa jadi gitu! Hahaha, kau pasti berbohong Lee!'' tawa para murid yang tidak percaya.
''Hah, kalian tidak percaya? Ya sudah! Lama-kelamaan kalian pasti akan tahu sendiri, awalnya aku juga memang tidak percaya tapi setelah dia...'' ucap Lee tiba-tiba saja terpotong karena Tayuya yang baru datang langsung berteriak.
''Hey teman-teman, Bogumis jadi cowok super duper Keren! Kalian percaya tidak?'' tanya Tayuya dan terus berhosa-hosa karena berlari untuk memberitahukan bahwa penampilan Sasuke sudah sangat lain.
''Wah, ternyata Lee benar! Tayuya, maksudmu dia?'' tunjuk salah satu murid pada Sasuke.
''Eh? Iya benar!'' kata Tayuya yakin.
''Tidak mungkin!''
Saat ini di kelas Sasuke sangat ribut karena menceritakan Sasuke yang baru datang tiba-tiba saja sudah tidak menjadi miskin, ganteng, sangat keren, dan sudah tidak botak. Semua wanita tiba-tiba saja mengerumuni Sasuke dan berteriak-teriak histeri. Setelah sekian lama bercerita tentang Sasuke, Sakura pun datang.
''Ohayou Ino, Tenten,'' sapa Sakura pada Ino dan Tenten.
''Sakuraaa!'' Teriak Ino lalu mendatangi Sakura dengan cepat.
''Apaan sih lo Ino! Aku dekat kok, teriak-teriak!'' bentak Sakura sambil menggoyang-goyangkan telinganya.
''Aduh, iya deh maap! Tapi ini penting banget!'' kata Ino yang sudah mulai gelisah.
''Apaan sih?'' tanya Sakura bingung.
''Anu, si Bogumis itu udah gak miskin, ganteng, keren dan gak botak lagi!''
''Hahaha, mimpi apa lo semalam Ino? Sasuke aja masih di Otogakure! Eh, tapi kok banyak cewek kerumun disana?'' tunjuk Sakura.
''Nah, itu dia! Mereka lagi ngerumunin Sasuke! Coba lu lihat sendiri aja deh, dari pada lu gak percaya lagi!'' ujar Ino menyerah.
''Iya deh,'' ucap Sakura lalu menuju ke kerumunan cewek-cewek.
''Hey, minggir dong!'' usir Sakura pada perempuan yang berteriak sambil mengucapkan nama Sasuke-kun.
Mata Sakura membulat ketika melihat Sasuke yang begitu tampan dan keren, entah kenapa hati Sakura tiba-tiba saja menjadi berbunga-bunga ketika melihat Sasuke.
SAKURA POV:
Aduh, kok aku jadi blush gini kalau lihat Sasuke. Sasuke ganteng banget, lain dari pada yang dulu. Loh, kok aku jadi mikirin Sasuke sih? Tapi, aku malu kalau melihatnya dan...
Aku tidak suka kalau cewek-cewek lainnya mendekati Sasuke!
NORMAL POV.
Setelah berpikir panjang Sakura segera menghampiri Ino dan Tenten.
''Ino, Tenten! Iya benar, Sasuke ganteng banget!'' ucap Sakura kegirangan.
''Eh, Sak! Lu suka sama Sasuke yah? Wah, gak biasanya lu suka sama laki-laki?'' goda Tenten pada Sakura.
''Eh, eng..gak kok!'' kata Sakura sambil blush.
''Hahaha, lu lucu deh kalau lagi marah! Oh iya, Sasuke pasti benci banget sama kamu Sak, karena kamu kan sering bilang gini:
Inooo.. Tolong aku! Dia mendekatiku, aku jijik melihatnya! Bawa dia pergi dari sini!
Trus aku tanya:
Siapa dia?
Lu jawab:
Sasuke si botak menggelikan dan si mesum itu!
Bwuahahaha...'' ucap Ino tertawa Tenten pun juga ikut tertawa.
''Ih, apaan sih kalian!'' marah Sakura sambil sedikit malu.
Jika kau membenciku katakanlah, jika kau mencintaiku datanglah padaku. Aku akan menunggumu sampai kau mau.
''Pelajaran cukup sampai disini, saya harap kalian bisa mempelajarinya di rumah. Oke, kalian bisa pulang, selamat siang semuanya!'' ucap Kakashi lalu bergegas pulang.
''Selamat siang senseiii...'' jawab murid-murid serempak.
''Ssttt..sstt.. Ino!'' panggil Sakura pada Ino.
''Apa?'' tanya Ino lalu mendekati Sakura.
''Eng, sebenarnya aku mau jujur, aku memang suka Sasuke. Tapi jangan kasih tau siapa-siapa yah! Janji?'' kata Sakura sambil menjulurkan jari kelingkingnya.
''Iya, eh ayo kita pulang!'' ajak Ino lalu menarik tangan Sakura.
''I..ino, aku mau minta tolong nih. Lu mau bantu gak?''
''Bantu apaan?''
''Er, kita dua tunggu Sasuke di depan gerbang sekolah yah? Aku mau bicara padanya.'' mohon Sakura.
''Ya ampun Sak, gak ah! Aku harus cepat-cepat nih, soalnya ibuku tidak ada di rumah! Lu sendiri aja deh!'' tolak Ino.
''Yah Ino, lu gak setia kawan banget sih! Cuma bentar aja!'' paksa Sakura dengan puppy eyesnya.
''Pokoknya enggak! Bukannya gak setia kawan, cuman aku takut dimarahin sama ibuku. Ya sudah, aku duluan balik yah? Bye..'' kata Ino sambil pergi meninggalkan Sakura.
''Huh, dasar Ino! Sebaiknya aku harus cepat-cepat, kalau tidak Sasuke akan pulang duluan!'' keluh Sakura lalu bangkit dari kursinya dan segera pergi ke depan gerbang Sekolah untuk menemui Sasuke.
Dengan hati gugup dan senang akhirnya Sakura menghampiri Sasuke dan membawa sebuah coklat manis. Sakura terus menghapal ucapan yang akan dia ucapkan pada Sasuke sampai-sampai Sakura tidak sadar bahwa Sasuke ada di depannya.
Buukk!
''Ah,'' ucap Sakura ketika merasa ada yang dia tabraki.
''Eh? Lu punya mata gak?'' Bentak Sasuke.
''Punya lah! Eh... Sa..sasuke?'' kata Sakura menjadi malu.
''Hn,'' Sasuke tidak mengubris dan segera pergi dari Sakura.
''Sasuke, tunggu dulu!'' panggil Sakura.
''Hn?''
''Eh..engg..itu..anu.. Ini, aku ingin memberikanmu ini.'' kata Sakura sedikit gugup lalu memberikan sebatang coklat chunky bar.
''Hn? Apa-apaan kau, aku tidak suka coklat!'' bentak Sasuke sambil melempar coklat yang diberikan Sakura.
''Sa..sasuke, aku hanya...'' ucap Sakura terputus karena Sasuke langsung menyambungnya.
''Akh, sudahlah! Kau jangan sok perhatian padaku, saat aku miskin dan jelek apa kau sering memperhatikanku hah? Kau bodoh!'' bentak Sasuke lagi.
'' aku Sasuke, tapi aku...''
''Sudahlah, aku tidak perlu berdebat denganmu lagi!'' kata Sasuke kasar lalu meninggalkan Sakura yang mematung.
''Sa..sasuke..'' gumam Sakura dan perlahan namun pasti akhirnya Sakura mengeluarkan air mata sedih.
'Ah, buat apa aku menangis! Sasuke benar, aku memang bodoh, aku terlalu sombong padanya. Saat dia miskin dan jelek aku tidak suka padanya dan..
Masih banyak laki-laki lain selain Sasuke, tapi.. Aku, aku tidak bisa mencari laki-laki yang menurutku sifatnya baik!' batin Sakura kesal.
.
Saat ini Sasuke telah sampai dirumahnya, sesampai dirumahnya Hinata datang menghampiri Sasuke dan berkata.
''Sasuke-kun, baru datang yah? Kenapa Sasuke-kun gak bilang kalau pergi ke Otogakure? Ih, Sasuke-kun jahat!'' manja Hinata.
''Maaf,'' hanya kata itu yang terlontar dari mulut Sasuke membuat Hinata sedikit kaget tapi tetap senang karena melihat penampilan Sasuke yang begitu keren.
''Sasuke-kun tambah ganteng deh!'' puji Hinata sambil tersenyum.
''Hn, sebaiknya kau pulang Hinata! Aku masih banyak pekerjaan,'' perintah Sasuke yang merasa terganggu karena kedatangan Hinata.
''Uh, Sasuke-kun kok marah sih! Aku kan kesini cuma mau bilang kalau aku suka Sasuke...ups,'' ucap Hinata yang keceplosan membuat Sasuke kaget.
''Apa tadi kau bilang Hinata? Eh, Hinata dengar yah. Kau terlalu manja! Aku tak suka padamu, aku menganggapmu sebagai adik kandungku sendiri. Jangan bilang kata-kata itu lagi!'' bentak Sasuke lalu menutup pintu rumahnya dengan kasar.
Brrakk!
'Apa-apaan aku ini, kenapa aku keceplosan! Ternyata dari dulu sampai sekarang Sasuke hanya menganggapku sebagai adik kandungnya padahal aku mencintanya. Dan, akh hati ini sakit rasanya! Kenapa tiba-tiba saja kau menjadi sombong Sasuke-kun?' batin Hinata sedih dan segera pergi dari rumah Sasuke.
Saat ini Sasuke ada didalam kamarnya Sasuke mengingat kejadian-kejadian sebelumnya yang telah ia perbuat pada wanita yang ia cintai dan Hinata yang dia sudah anggap sebagai adiknya.
SASUKE POV:
Maafkan aku Sakura, aku terpaksa memarahimu karena mengingat semua yang telah kau lakukan padaku waktu aku miskin dan tak berdaya. kau sombong padaku dan kau sama sekali tidak memperhatikanku saat di sekolah, aku sengaja melakukan hal ini karena sebelumnya aku akan membalas perbuatan yang telah kau perbuat padaku.
Hinata, kenapa kau menyukaiku hah? Padahal aku menganggapmu sebagai adik terdekatku. Aku mulai tidak suka dengan sifatmu Hinata, kau terlalu manja dan berlebihan. Semoga ada laki-laki lain yang bisa kau sukai.
NORMAL POV
.
Sore hari seperti biasanya, Sasuke ingin pergi ke cafè untuk bersantai setelah mengingat kejadian-kejadian barusan.
Saat ini Sasuke sedang duduk di sebuah bangku kosong sambil meminum minumannya. Tiba-tiba saja Sasuke mendengar suara yang mungkin ia kenal, Sakura. Ya, suara itu yang Sasuke dengar sekarang dan sepertinya Sakura ada disekitar cafè ini.
''Haha, iya Sasori-kun. Eh, beli minuman dulu yuk!'' ajak Sakura yang begitu terdengar jelas ditelinga Sasuke dan sekarang Sasuke telah melihat Sakura bersama seorang pria yang bisa dibilang cukup tampan.
Sasuke memilih untuk bersembunyi di bawah meja sambil mengawasi Sakura dan pria asing itu.
''Sasori-kun, beli minuman apa nih?'' tanya Sakura pada Sasori? Ya, nama dia Sasori sambil memamakai -kun dibelakangnya?.
''Chocolate coffe saja,'' jawab Sasori dingin sama seperti Sasuke.
'Dia mengikuti gayaku!' batin Sasuke kesal.
Setelah Sakura dan Sasori memesan minuman, mereka lalu duduk di meja kosong sambil bercakap-cakap cukup lama dan kelihatannya mereka terlihat sangat akrab, membuat Sasuke seperti ingin meledak.
Sasori dan Sakura sudah menghabiskan minumannya, mereka langsung lanjut ke luar cafè dan pergi entah kemana. Sasuke ingin memata-matai mereka lagi tap imelihat hari sudah mulai malam terpaksa Sasuke kembali kerumahnya dengan hati panas.
Jika kau membenciku katakanlah, jika kau mencintaiku datanglah padaku. Aku akan menunggumu sampai kau mau.
.
Hari sabtu, Sasuke sudah sampai di sekolahnya dan pasang muka melas. Kemarin baru-baru saja Sasuke melihat Sakura jalan dengan laki-laki lain yang bernama Sasuke juga salah karena Sasuke telah memarahi Sakura dengan kasar, mungkin juga Sakura sedih dan marah akhirnya dia pergi dengan laki-laki lain.
''Hai, Sasuke-kun''
''Pagi Sasuke,''
''Sasuke-kun, hati-hati jalannya!''
Argh, ingin rasanya Sasuke menjambak rambut wanita centil yang ada di dekatnya, apalagi yang bernama Karin.
Menjadi miskin dan jelek sangatlah menjengkelkan, menjadi orang ganteng dan tampan enak sih, tapi terlalu merepotkan, Pikir Sasuke.
''Sasuke-kuunn!'' panggil Karin manja yang hampir memeluk Sasuke, dengan cepat kaki Sasuke menyemburkan air kotor pada wajah Karin.
''Aphk,'' kata Karin ketika air kotor itu masuk kedalam mulut Karin.
Sasuke tidak peduli, Sasuke pun lari meninggalkan Karin.
Sampainya di kelas Sasuke melihat Hinata lagi sendirian duduk di mejanya, Sasuke segera menghampirinya.
''Hinata,'' panggil Sasuke.
''Iya, Sasuke?'' jawab Hinata dan mengurangkan nada manjanya.
'Tumben dia tidak pakai -kun dibelakang namaku.' ucap Sasuke dalam hati.
''Hm, soal yang kemarin maafkan aku,'' kata Sasuke.
''Tidak apa-apa Sasuke, aku juga kok yang salah karena aku menyukaimu padahal kau sama sekali tidak menyukaiku,'' balas Hinata tersenyum.
''Em, tapi kita masih bisa menjadi sepasang adik-kakak kan?'' mohon Sasuke.
''Iya dong,'' jawab Hinata tertawa kecil.
Aku dan Sasuke memang cocok sebagai kakak dan adik, sepertinya rasa sukaku pada Sasuke sudah mulai hilang aku lebih suka kalau Sasuke dan aku menjadi sepasang saudara dan rasa cinta sudah berpindah ke... Naruto-kun,' kata Hinata dalam hati ketika melihat Naruto lewat dan menyapanya.
''Hay Hinata-chan! Hehehe, kau masih terlihat cantik hari ini, aku makin suka padamu!'' cengir Naruto pada Hinata.
''Ah, Na..naruto-kun, a..aku ju.. Eh?'' ucap Hinata menjadi malu.
''Huahaha, ayo ikut aku! Aku ingin bicara padamu sebentar saja, Sasuke boleh kan kalau Hinata aku pinjam sebentar? Hehe,'' tanya Naruto pada Sasuke.
''Hn, cepat! Hinata sudah tidak sabar!'' senyum Sasuke.
''Ih, Kak Sasuke!''
Hinata dan Naruto segera pergi dari Sasuke menuju ke belakang sekolah, *author tidak tahu mereka sedang bikin apa*
Melihat tingkah Naruto dan Hinata membuat Sasuke sedikit cemburu.
''Naruto dan Hinata begitu mesra. Kapan aku dan Sakura bisa begitu?'' gumam Sasuke sambil melihat Naruto dan Hinata yang sedang tertawa ceria.
''Sakura,'' panggil Sasuke ketika melihat Sakura datang bersama Ino.
''...haha, iya benar Ino!'' ketika Sakura mendengar Sasuke memanggil namanya Sakura berpura-pura tertawa pada Ino.
''Hn, dia mencuekiku!'' kata Sasuke pasrah dan merasa bersalah.
Jika kau membenciku katakanlah, jika kau mencintaiku datanglah padaku. Aku akan menunggumu sampai kau mau.
.
Hey! aku mau lanjutkan kalau Sasuke itu sombong! Kenapa kalian langsung memotong pembicaraanku! *gaje sendiri*
Haloha, bolehkah saya meminta:
R
I
P
I
U
W
?
?
