"Dari lubuk hatiku ini
Aku menyanyikan lagu
Terinspirasi dari mimpi
Lagu ini hanya untukmu…"
Kakak Kaito telah selesai menyanyikan bait terakhir dari lagu karangannya Untukmu dengan suara dan petikan gitarnya yang saling berkait dengan harmonis. Dari pintu adiknya Miku dengan penasaran masuk ke kamar sang kakak dan dirampaslah kertas nada lagu tersebut dari pandangan Kaito dengan rasa penasaran karena ia tidak pernah mendengar lagu itu sebelumnya.
"Apa ini?" tanya Miku sambil memperhatikan chord-chord pada kertas tersebut.
"Kembalikan lagu baruku!" sahut Kaito dengan nada meninggi dengan rasa terganggu.
"Lagu?" tanya Miku lagi. "Kok bikin lagu?"
Kaito menjawab dengan detil, "Aku ingin menjadi penyanyi sekaligus menjadi komponis, makanya aku akan membuat lagu-lagu untuk berlatih menjadi komponis yang baik. Tahu tidak, bahwa komponis dapat membuat lagu apa saja sesuai keinginannya, dan banyak komponis yang terkenal dengan lagu-lagunya."
Mendengar kata "terkenal", Miku langsung termotivasi untuk membuat lagunya sendiri. Lagu pertama seorang yang bercita-cita sebagai diva telah dipikirkan olehnya.
Tapi… Miku belum mempunyai inspirasi yang muncul di dalam kepalanya.
Pada sebuah bangku di sekolah yang diduduki Miku saat waktu istirahat terdapat beberapa remasan kertas yang tertulis beberapa lirik yang dianggap "tidak sempurna" olehnya. Remasan kertas tersebut terus bertambah, sampai terbentuk sebuah bukit kecil. Kepala Miku seakan-akan mencoba keluar dari sebuah kurungan tembus pandang beratus-ratus kali.
Melihat Miku merasa kesal, temannya berrambut merah keriting Teto menjenguknya.
"Mik!" panggil Teto sambil menarik salah satu kuncir rambutnya. "ADUH!" teriak Miku dalam kesakitan. "Rambutku, Teto! Lepaskan!"
"Habis malah tiduran seperti itu, bukannya makan bekal." Teto merespon setelah melepaskan kuncir rambutnya. "Kamu ngapai sih, kayak begitu?"
"Aku mencoba untuk membuat lagu yang bagus…" jawab Miku sambil kembali ke posisi tidurnya.
"Bukannya bikin lagu gampang ya? 'Kan cuma mengeluarkan isi dari hatimu aja!" kata Teto.
"Bikin lagu sih, gampang. Tapi yang susah itu membuat lagu bagus!" Miku menjelaskan. "Aku belum punya inspirasi bagus! Gimana dong?"
Setelah berpikir-pikir, Teto menyarankan Miku, "Masuk alamat ini aja!" sambil menulis beberapa kata di atas satu remesan lirik Miku yang gagal. Miku bangun lagi dan mengambil kertas yang ditawarkan oleh Teto tersebut. Yang dituliskannya itu adalah sebuah alamat situs internet.
"Situs music?" tebak Miku.
"Lagu-lagunya bagus loh!" seru Teto. "Yang baru aku dengar adalah lagu-lagu BlueCool. Dia anggota baru di situs tersebut tapi lagunya mantap! Dengerin deh, pas pulang!" gadis sekolah itu kemudian mengeluarkan jempol yang mengiringi pernyataanya itu.
Tidak terasa bel sekolah sudah berbunyi untuk menandakan bahwa waktu istirahat sudah selesai. "Wah, mau pelajaran Penjas di kelasku! Dah, rambut tengik!" sambut Teto dengan muka yang mengejek, Miku melihatnya sambil menggerutu.
Sepulang dari sekolah bareng Kaito, Miku memakan nasi dengan kari daging masakan ibunya yang manis. Habis makan sore Miku masuk ke kamar tidurnya, membuka laptopnya kemudian membrowsing alamat situs yang telah diberikan oleh Teto. Ternyata nama situs tersebut adalah Indies Vocal Sounds. Kemudian Miku mencari user bernama "BlueCool" yang telah direkomendasikan juga oleh teman jahilnya. Di situlah terdapat beberapa lagu, di antaranya adalah lagu Bunga.
Banyak bunga di dunia ini
Yang berwarna warni
Bunga yang aku miliki
Ada di dalam hati
Aku ingin apakah dengan bunga ini
Aku berikan bunga ini padamu
"Suara si BlueCool pernah kudengar deh…" pikir Miku sambil mendengarkan lagu yang telah mendapatkan lagu yang telah mendapat 50 kunjungan dalam seminggu.
"Kamu ngapain lihat-lihat akunku?" tanya seseorang di belakang Miku yang asik didepan komputer.
Miku menoleh ke belakang… eh! Ternyata Kaito sedang memeriksanya setelah dia mendengar lagunya disetel. "Jadi ini Kakak?" tanya Miku.
"Iya, itu benar." jawab Kaito singkat. "Bagaimana kamu tahu tentang situs itu?"
"Dikasih tau teman sih!" jawab Miku.
"Oh, begitu?" Kaito menyatakan, "Kalau begitu urusanku denganmu selesai!"
Kaito gegas pergi untuk belajar, kemudian…
"Tunggu!"
Kaito berhenti mendengar teriakan Miku, kemudian memutar agar bisa menghadap ke adiknya.
"Ada apa lagi?" tanya Kaito.
"Aku ingin bertanya." kata Miku. "Apa inspirasimu dalam membuat lagu?"
"Inspirasi?" Kaito memegang dagunya. "Bentar…"
Dalam beberapa detik, Kaito menemukan jawaban yang tepat. "Aku mendapat sebagian besar inspirasi dari orang-orang yang aku sayangi." Ia kemudian senyum dan keluar dari kamar Miku. "Orang yang aku sayangi?" tanya Miku dalam hati.
Seminggu kemudian, Kaito memeriksa akunnya di situs musik untuk mengetahui jika ada kritik dan saran untuk BlueCool atau tidak. Di antara komentar-komentar yang diterimanya, salah satu komentarnya berasal dari user yang bernama "mikuchan". Isinya adalah sebagai berikut.
Kakak, lagu pertamaku sudah selesai! Semoga bisa menikmati!
mikuchan
mikuchan juga menaruh link di komentar tersebut, yang akhirnya diklik juga oleh Kaito dengan rasa penasaran. Saat lagunya mikuchan disetel, BGM pianonya semerdu cara adiknya memainkan instrument tersebut.
Kakak…
jika tidak punya sangat rugi
Kakak…
orang yang aku sayangi
Kakak…
aku selalu bersamamu.
Kakak…
Karenamu, aku bikin lagu.
Kakak…
Kira suka bertengkar
Sampai hatiku memar
Kakak…
Aku sayang padamu
Ku senang kita bertemu
Kaito tertawa dengan rasa senang terhadap lagu adiknya itu. Tidak ia sangka adiknya Miku ternyata sangat sayang padanya. Ia akhirnya memberikan sebuah komentar untuk lagu tersebut.
"Liriknya agak aneh, tapi bagus. Tingkatkan!"
Kemudian Kaito tekan "Enter".
