Ok! Thanks untuk yg Review beserta isinya ^^;

Aku mau lanjutin Ch 2 nya. Masih ragu juga..

dan Penting nih aku ada bnyk kesalahan..

WARNING! : Maaf jika typo(s) atau lain sebagainya, kalau gasuka jangan dibaca.. kalau suka ya RnR saja ^^

Disclaimer : Nama character sebagian kepunyaan Bunda JK. Rowling dan sebagian karangan saya.

Ada Hal yang harus kalian perhatikan sebelumnya di Ch. 1 : Aku menyeting Tahun ketujuh Draco dan Hermione ini dengan adanya Prof. Snape dan Prof. Dumbledore yang tidak tewas dalam perperangan. Jadi anggap saja bahwa 'Voldemort' dan perang itu tidak ada ^.^

Enjoy~


Chapter 2 is Update!

.

.

.

-Ruang Rekreasi Ketua Murid Pagi hari-

Draco POV

Granger. Kini gadis yang kusebut marganya tersebut sedang asik membaca sebuah buku di Ruang Rekreasi Ketua Murid. Selesai aku menyusun semua pakaian dan barang-barang di kamar yang tentunya bersebelahan dengan kamar di Mud... Granger maksudku. Sebuah ide terlintas dipikiranku, mungkin mengerjainya dipagi hari begini akan menambah mood-ku menjadi lebih baik.

"Pagi Nona Granger," Sapaku dengan suara dibuat-buat.

Kulihat ia menoleh kearahku dengan tatapan yang sangat...err kalian tahu sendiri. Tatapan Death-Glare. Yikes!

"Apa mau kau, Musang?" Jawabnya dengan ketus.

"Hey! aku hanya menyapamu saja. Sudah dibalas dengan nada 'Ketus' mu itu," aku menekankan kata 'Ketus' di setiap kalimat. "Kau tidak asik sekali Beaver," Lanjutku.

"Heh... diamlah kau, Ferret-tak-tahu-diri!" Ketusnya lagi. Ah aku senang jika mengerjainya pagi-pagi begini.

"Sedang membaca, eh? tak ada aktifitas lain selain M-e-m-b-a-c-a?" Tanyaku menggoda. Kulihat ia menahan amarah yang membuat pipinya sedikit merona.

"Kau buta, eh? tentu saja aku sedang Membaca! memangnya kau pikir aku sedang menaiki sapu terbang?" Jawabnya.

"Yeahh.. up to you Nona-tahu-segala," Kemudian aku berjalan meninggalkannya.

Hermione POV

Hmm... kalian tahu sendiri bukan, aku sangat sebal jika ada seseorang yang menggangguku ketika sedang melakukan aktifitas. Ya tentu saja aktifitas yang sering kulakukan adalah MEMBACA. Membaca yang paling menyenangkan itu adalah dalam keadaan sunyi sepi seperti perpustakaan, tapi aku sedang tak ingin keluar dari Ruang rekreasi ketua murid. Kenapa? karena aku sedang menghindar dari beberapa pertanyaan yang tidak bisa kujawab sekarang. Dan yang aku tidak kusukai saat ini adalah si-musang-pirang-albino-Malfoy kini mengganggu ku dengan cara yang ia bisa. Huffftt!

Kulihat Malfoy pergi meninggalkan ruang rekreasi, ada rasa amarah yang kupendam. Beraninya ia pagi-pagi begini membuatku ingin meledak! ARGHH! Malfoy! Lihat saja kau!

Author POV

Draco yang meninggalkan ruang rekreasi, ia pergi untuk sarapan dan menemui teman-teman asramanya. Sementara Hermione masih sibuk berkutat dengan buku-buku yang ia baca.

-Great Hall-

"Hey, Mate!" Teriak Blaise dari meja Slytherin. Draco yang melihatnya sedikit merasa ilfeel melihat temannya yang bersikap errr... begitulah.

"Hey!" Sapa Draco singkat dan ia langsung duduk di sebelah sebelah Blaise dan Theodore.

"Bagaimana malam pertamamu dengan si Granger?" Tanya Theodore dengan suara menggoda. Draco yang hampir tersedak saat meminum jus labu-pun langsung menoleh pada Theo dengan tatapan 'Ucapkan sekali lagi dan aku akan meng-crucio mu'

"Errr.. Santai saja, Draco. Maksudku bagaimana rasanya tinggal di Asrama Ketua Murid bersama Granger," Jawab Theo yang setengah terkekeh.

"Flat, tak ada yang perlu kau ketahui." Jawab Draco ketus.

"Whoaa, Drake. Tidak perlu ketus juga. Maafkan kami ya," Blaise berbicara dengan garpu yang mengacung di depan Draco.

"Cih.. Turunkan Garpu-mu itu bodoh!" Jawab Draco pelan namun sarkastik.

"Drake! Aku punya ide!" Teriak Theo yang hampir mengagetkan Draco dan Blaise.

"Apa?" Jawab keduanya bersamaan.

"Bagaimana kalau kau kerjai si Granger-sok-tahu itu dengar cara buat ia jatuh cinta padamu?"

"Aku? Hmm.. Ide bagus!" Draco menyeringai.

Draco POV

Mengerjai Granger dengan cara membuatnya jatuh cinta padaku? Membuat seluruh gadis di Hogwarts-pun aku bisa melakukannya, It's Easy. Tapi untuk membuat Granger jatuh cinta padaku? sebercik rasa keraguanku muncul. Bagaimanapun caranya aku harus berhasil. Aku tidak ingin jika Blaise dan Theo menertawakanku jika aku gagal dalam hal ini. Cih...!

Sangat beruntungnya hari ini tidak ada kelas atau yang bisa dikatakan hari Libur. Hahaha... seharian bisa kukerjai si Granger-Sok-Tahu itu. Akupun pamit pada Blaise dan Theo, mereka sempat mengatakan Good Luck, Draco! dan aku hanya tersenyum tipis saja. Segera saja aku menuju Ruang Rekreasi Ketua Murid.

Saat aku sampai dan telah mengucap kata sandi, akupun masuk dan melihat sesuatu. Bagaimana tidak, Aku yang ingin bersantai di ruang rekreasi harus tertunda dengan...Granger yang tertidur dengan tidak elitnya. Lihat saja.. posisi tidur dengan buku diatas wajahnya. Ckckck ada-ada saja, langsung ku hampiri dia. Kutatap ia yang masih sama posisinya, kuambil dan menyingkirkan bukunya keasal arah. Lama terdiam aku melihatnya tertidur, seperti gadis tak berdosa dan wajahnya yang cantik. WHAT?! Sadar Draco! Dia musuhmu sejak kecil. INGAT! Jangan sampai kau terhanyut dengan wajahnya yang damai itu.

Author POV

Karena Draco merasa kasian pada Hermione karena tidurnya dirasanya tidak nyaman. Langsung tanpa aba-aba Draco menggendongnya ala Bridal-Style tanpa sepengetahuan Hermione. Pelan namun pasti, Draco membawanya ke kamar Hermione.

"Cih... berat sekali kau Granger! tahu begini aku tak jadi menggendongmu, biar saja kau kubangunkan!" Draco membatin.

Sampai didepan kamar Hermione, langsung saja Draco masuk dan membaringkan tubuh Hermione di ranjangnya. Draco pun duduk di tepi ranjang dengan merenggangkan otot yang merasa tidak nyaman tiba-tiba membuka matanya perlahan. Dilihatnya Ia berada ditas ranjang dan bersama Draco. Hermione pun langsung berubah posisi menjadi duduk diatas ranjang sambil menatap horor kearah Draco.

"MALFOYY! APA YANG KAU LAKUKAN DI KAMARKU, HAH?!" Teriak sang Ketua murid Perempuan. Hermione yang menunjuk baju Draco yang ternyata ada 3 kancing diatas yang tidak dikancingnya pun menatap horor.

"Rileks, Granger! jangan berpikiran negatif begitu! aku tidak melakukan apapun denganmu. Aku hanya memindahkanmu kesini karena aku terganggu oleh tidurmu di Ruang Rekreasi. Kau pikir aku tidak butuh ruang rekreasi, huh?" Jawab Draco sedikit emosi.

"Hah...! benarkah? Mungkin saja yang ada di otakmu itu adalah mencari kesempatan saat aku tertidur, eh?" Hermione menyipitkan mata.

Draco yang sedikit kesal mendapat ide, Ia pun mendekati Hermione. Hermione yang menyadarinya langsung mundur sedikit diatas ranjangnya.

"Jangan mendekat, Musang!" ancam Hermione.

"Kenapa? Kau takut, eh Hermione~" Godanya semakin mendekat.

"Diam ditempat atau aku akan-"

"Atau apa, Granger?"

Dan kini mereka hanya berjarak 10cm. Draco ataupun Hermione dapat merasakan nafas mereka yang menerpa kulit wajah mereka masing-masing.

Draco semakin mendekat...

Hampir dekat...

Dan Hermione pikir Draco akan menciumnya, kemudian Hermione menutup matanya...

1...

2...

3...

Tidak ada yang dirasa oleh gadis itu. Terlebih ia mendengar suara seorang laki-laki yang terbahak-bahak.

"Hahahahahaha... Lihat! siapa yang mau menciummu, Granger? Hahahahaha," Tawa Draco memenuhi seisi kamar Ketua murid putri.

Hermione yang tersadar langsung membuka mata. Dilihatnya Draco menertawainya, Ia pun merona antara kesal, malu, dan marah menjadi satu.

Hermione POV

"Hell Malfoy! kau membuatku marah disiang hari begini! Rasa kantuk-ku hilang seketika olehmu!" Akupun membatin marah.

"MALFOY! PERGI KAU DARI KAMAR KU SEKARANG JUGA!" Perintahku sembari mengacungkan wandku yang kuambil dari saku rok-ku.

"Hahahaha baiklah, Granger! Hey! santai saja tak perlu kau acungkan wand-mu itu, Beaver!" Kulihat ia berhenti tertawa dan keluar dari kamarku dengan santai.

Draco POV

Akupun keluar dari kamar si nona singa itu.

Hahahaha rasanya senang sekali menggangunnya hari ini. Puas! satu kata yang menyiratkan kegembiraanku saat ini. Tunggu saatnya Granger! aku pasti akan membuatmu jatuh cinta padaku. Hahaha... Lihat nanti!

Hari ini... Success!

Author POV

Hermione yang tidak bisa melanjutkan tidurnya tadi sudah terbawa emosi sampai ubun-ubun langsung keluar dari kamarnya dan berencana untuk menuju Asrama tercintanya, yaitu Gryffindor.

Ia pun bergegas keluar dari asrama Ketua murid. Dengan raut wajah yang sedang kesal membuat hampir seluruh siswa yang bertemu dengannya tidak jadi menyapanya, hanya senyum kikuk.

Ketika mengucap kata sandi asrama gryffindor, Beruntungnya ia karena menemuka 2 sahabatnya sedang asik duduk santai tanpa berbicara. Seketika Hermione berjalan dan duduk ditengah-tengah sahabatnya itu, dan keduanya langsung bergeser untuk memberi perluasan tempat duduk.

"Hmmm.. sepertinya ada yang sedang kesal," Harry mulai berbicara. Tanpa melihat Hermione ataupun Ron.

"Um... yeah Harry. Kurasa memang sedang ada masalah." Balas Ron yang melirik Hermione tanpa menoleh.

"Apakah kalian akan terus-terusan berbicara tanpa melihat lawan bicara kalian, hah?!" Hermione menjawab dengan sedikit ketus.

Ron dan Harry dengan serempak langsung menoleh kearah Hermione dengan menaikkan satu alis mereka.

"Apa yang sedang terjadi padamu, Nona? Kau terlihat buruk sekali hari ini," Jawab Harry dengan tenang.

"Kalian tahu apa yang terjadi padaku. Tak usah bertanya kalian sudah tahu." Jawabnya dengan rolling eyes-nya.

"Well... Tidak salah lagi, pasti Malfoy," Ron yang menepuk pundak sahabatnya dengn senyum tipis.

"Yasudah daripada kau terus menerus begini kau disini saja dulu untuk sementara." Harry mengelus pundaknya.

Teringat akan sesuatu Harry pun mengeluarkan perkamen yang disalinnya bersama Ron milik Hermione dan ingin mengembalikannya.

"Mione, aku hampir lupa, Ini..." Harry memberinya perkamennya. "Aku dan Ron sudah menyalinya. Terimakasih banyak! kau sangat membantu sekali!" Dan Hermione hanya membalas dengan senyuman dan mengambilnya.

-TBC-


Hahh...selesai chapter 2-_-

Kayaknya masih ada yg salah nih.. duh =.="

hehehe RnR thanks!