"CHOCOLATE STRAWBERRY"

Author: Yuki Lovegood

Genre: Drama-Romance

Cast : Yamada Ryosuke, Nakajima Yuto, Chinen Yuri, Shida Mirai, and Nishiuchi Mariya

Chapter 2

[Yamada's POV]

Sekarang semuanya sudah berjalan seperti seharusnya. Mirai-chan dan Yuto-kun jadian. Tapi kenapa tiba-tiba aku merasa suatu perasaan yang aneh setiap kali melihat Mirai-chan berdua dengan Yuto-kun? Perasaan perih dan menyakitkan. Dan ini tidak pernah terjadi padaku sebelumnya. Aneh.

Aku membuka bungkusan coklat yang baru saja kubeli. Menggigitnya perlahan sambil menatap Mirai-chan dan Yuto-kun yang sedang duduk berdua didepanku. Kenapa saat melihat Mirai-chan dan Yuto-kun, coklat ini tidak terasa manis sama sekali ya? Hanya pahit yang terasa.

Aku mencoba memalingkan pandanganku keluar jendela. Berusaha untuk tidak menghiraukan keberadaan Mirai-chan dan Yuto-kun yang ada didepanku. Namun, tak beberapa lama kemudian, sensei pun masuk kekelas. Dan dia mengatakan bahwa ada murid pindahan baru yang akan masuk kekelas kami. Aku sama sekali tidak tertarik.

Tak beberapa lama kemudian, muncul seorang gadis memasuki kelas. Tubuhnya mungil dengan rambutnya yang tergerai indah.

"Hajimemashite, Nishiuchi Mariyadesu" ujarnya sambil sedikit membungkukkan badan.

Tak ada yang berkesan. Tak ada yang menarik. Aku kembali menatap keluar jendela. Namun, aku segera menatap tak percaya pada sensei saat kudengar sensei menyuruh anak pindahan itu duduk disampingku!

" baiklah. Kamu bisa duduk disamping Yamada Ryosuke. Ia duduk disana, dideretan kiri nomor dua dari belakang. Tepatnya disamping jendela."

Apa? APAA?

Ini tidak mungkin. Pasti ini tidak nyata. Bagaimana ini? Gadis itu sedang berjalan menuju kearahku.

Ia tersenyum padaku dan kembali mengenalkan dirinya padaku. Namun aku membuang muka. Aku sebenarnya sangat tidak senang dengan keberadaannya disampingku. Tapi aku bisa apa. Sensei yang menginginkannya begitu.

[Mariya's POV]

Aku senang sekali saat memperkenalkan diri didepan teman-teman baruku. Mereka terlihat ramah-ramah. Dan semua mendengarkan aku dengan serius sewaktu aku memperkenalkan diri. Ngg..tapi ada satu orang yang sama sekali tak memperdulikan aku, bahkan dia hanya memandang keluar jendela selama aku memperkenalkan diri. Sombong sekali! Tapi yang membuatku sangat kaget, sensei malah menyuruhku duduk disamping manusia sombong itu! Bayangkan! Ini adalah sesuatu yang begitu menyebalkan!

Pelan, aku melangkah kearah mejanya. Ia tetap tak memperdulikan kedatanganku. Bahkan ia tak memalingkan sedikitpun wajahnya untuk melihatku ketika aku memperkenalkan namaku padanya. Ini benar-benar keterlaluan!

Saat istirahat,seorang gadis manis mendekatiku. ia begitu ramah. Mengajakku berbincang-bincang dan memberitauku banyak informasi tentang sekolah baruku ini. Shida Mirai namanya.

"ano…,Mirai-chan, aku ingin menanyakan sesuatu padamu" ujarku pada Mirai-chan ketika kami sedang makan siang dikantin.

"oh,boleh. Tanya aja."

"tentang anak yang duduk disampingku"

Aneh. Tiba-tiba wajah Mirai-chan menjadi berubah. Kenapa ya?

"ngg… Yamada Ryosuke ya. Kamu pasti pengen nanya kenapa dia dingin banget kan?"

"Un. Kenapa dia bersikap seperti itu? Kenapa dia seperti tidak menyukaiku?"

Aku lihat Mirai-chan semakin salah tingkah. Aku semakin penasaran menunggu jawabannya.

"kalau itu aku juga tidak tau Mariya-chan. Dia memang orang yang seperti itu. Tapi sikapnya memang berubah makin dingin akhir-akhir ini"

Aneh. Bahkan teman-temannya sendiri pun tidak tau kenapa cowok itu bersikap demikian.

[Mariya's POV]

Aku sangat bersemangat datang kesekolah baruku. Makanya pagi-pagi sekali aku sudah datang kesekolah. Tapi rupanya kelas masih kosong. Aku merupakan orang pertama yang tiba dikelas. Segera aku duduk dan membuka stroberi coklat yang kubawa. Nyam..nyam. benar-benar lezat sekali. Tunggu. Sepertinya ada yang datang. Siapa ya?

Dia berjalan mendekatiku. Si manusia sombong itu! Huh! Kenapa dia datang secepat ini sih? aku kan jadi nggak leluasa.

Dia menatapku. Dia menatapku! Kenapa sih? aku jadi risih. Dengan gugup, aku melanjutkan memakan stroberi coklatku. Tapi kenapa manusia sombong itu semakin duduk mendekatiku? apa sih maunya?

[Yamada's POV]

Aku kaget saat melihat telah ada orang yang tiba dikelas duluan daripada aku. Padahal biasanya akulah orang pertama yang tiba dikelas setiap harinya. Rupanya dia. Si anak baru itu. Dengan malas aku berjalan menuju meja kami. Namun, aku melihat dia sedang memakan stroberi coklat. Iya, aku tak salah lihat lagi. Itu benar stroberi coklat. Aku segera duduk disampingnya dan menatap lekat stroberi coklat digenggamannya.

Stroberi coklat…

Aku begitu ingin mencicipinya. Mengobati rindu yang selama ini kurasakan. Aku saat ini hanya ingin stroberi coklat…

[Mariya's POV]

Kenapa sih anak itu? Kenapa dia begitu dekat denganku? Aku jadi salah tingkah. Aku akhirnya memandangnya yang hanya berjarak beberapa centi lagi dariku. Ternyata aku salah. Ia bukannya sedang menatapku. Aneh. Tapi tatapannya terfokus pada stroberi coklat yang kupegang.

"Kau mau stroberi coklat ini?" tanyaku sedikit ragu.

Si sombong itu dengan cepat menganggukkan kepalanya. Aku benar-benar kaget. Bagaimana ini? Aku kan cuma bawa kue sroberi coklatnya satu.

"tapi, stroberi coklatnya cuma tinggal segini" ujarku menunjuk stroberi coklat bekas gigitanku.

Namun, si sombong itu dengan cepat mengambil stroberi coklat dari tanganku yang sisa setengah bagian itu dan segera melahapnya.

Aku kaget setengah mati. Dan terpaku menatap si sombong yang asyik menikmati stroberi coklatku. Wajahnya aneh. Seperti ada kesedihan disana.

"aku nggak nyangka loh kamu begitu suka stroberi coklat itu." Ujarku member i senyum termanisku padanya. Ia tak memperdulikan perkataanku. Masih asyik menikmati stroberi coklat itu.

"Baiklah. Aku akan bawakan stroberi coklat untukmu setiap hari,ya." Ujarku lagi.

Kali ini dia berhenti memakan stroberi coklat itu . menatapku lekat, dan…tersenyum! Senyum. Aku akhirnya lega mengetahui manusia sombong ini juga bisa tersenyum. Kawaii. Aku begitu menikmati senyum itu. Senyum yang mahal. Wajar saja. Ternyata begitu mempesona. Manis. Senyumnya semanis stroberi coklat yang baru saja kumakan. Aku suka senyum itu. Bagaimana ini?

[Shida's POV]

Aku kaget saat melihat semua itu. Aku cuma bisa mematung didepan pintu kelas. Yama-chan dan Mariya-chan. Mereka sedang berdua! Dan Yama-chan tersenyum pada Mariya-chan! Aku benar-benar bodoh. Aku pikir Yama-chan hanya akan memberikan senyum termanisnya untukku.

Tapi sebenarnya aku kenapa? Kenapa aku jadi begini? Aku bukan siapa-siapa Yama-chan. Seharusnya aku ingat dengan baik bahwa statusku sekarang adalah kekasih Nakajima Yuto. Iya, seharusnya aku sadar betul akan hal itu. Bukankah dari awal aku hanya menginginkan Yuto-kun?

Iya, aku hanya suka Yuto-kun. Dan ini pasti perasaanku saja yang sedang tak menentu. Aku yakin perasaan ini hanya sesaat.

[Yamada's POV]

Kaget. Itulah yang aku rasakan saat mendengar anak baru itu berjanji untuk membawakanku stroberi coklat setiap hari. Aku benar-benar gembira dan tanpa sadar tersenyum kearahnya. Akhirnya rinduku akan segera terobati. Melalui stroberi coklat itu aku dapat merasakan kelembutannya . membelaiku. Mendekapku erat. Aku akan dapat selalu menemuinya. Merasakan segala hal manis yang telah diberikannya selama ini padaku melalui stroberi coklat.

Tapi, aku melihat bayangan seseorang berdiri didepan pintu kelas. Ia sedang menatapku dan anak baru itu. Mirai-chan. Dadaku berdebar. Aku melihat ada kesedihan diraut wajahnya. Kenapa dia? Apa bertengkar dengan Yuto-kun? Kenapa dia seperti ingin menangis?

Aku ingin menghampirinya. Aku paling tidak bisa melihat Mirai-chan bersedih. Karena dia sangat tidak cocok dengan tampang seperti itu. Mirai-chan hanya cocok jika tersenyum senang. Karena senyum Mirai-chan selama ini mampu menguatkanku.

Namun, aku mengurungkan niatku untuk menghampiri Mirai-chan saat melihat Yuto-kun datang dan menepuk lembut pundak Mirai-chan. Ia segera menggenggam jemari kanan Mirai-chan dan mengajak Mirai-chan berjalan memasuki kelas. Lagi-lagi perasaan perih itu datang. Aneh. Mataku tak berhenti menatap Mirai-chan dan Yuto-kun yang sedang bergenggaman tangan. Mirai-chan tampaknya memang bahagia bersama Yuto-kun. Seharusnya sekarang aku juga ikut bahagia. Tapi kenapa seperti ada yang hilang. Aku kangen Mirai-chan yang selalu menggodaku. Kangen Mirai-chan yang menertawakanku. Aku kangen semuanya. Tiba-tiba saja aku begitu menyukai panggilan 'gendut' Mirai-chan. Entah kenapa sekarang aku benar-benar merindukan dan menginginkan dia memanggilku seperti itu lagi. Tapi, itu semua tak mungkin. Ayolah, Yama-chan. Sudah saatnya kau sadar. Dia itu kekasih sahabat kecilmu sendiri! Jadi, mulailah melupakan dia. Kau pasti bisa!

Aku berusaha meyakinkan diriku sendiri. Walaupun semuanya terasa begitu sulit.