Discalimer : Masashi Kishimoto

Until You Know

by : CheZaHana-chan

Chapter : 2

Tetes-tetes air itu mulai turun semakin deras. Awan hitam mulai berarak memenuhi seisi langit yang bahkan belum tersentuh oleh rembulan. Dedaunan yang semula kering mulai ikut basah karenanya. Angin pun tak tanggung-tanggung membuat dunia seakan mau hancur.

GLUDUK

GLUDUK

CTARR

Sasuke masih saja memandangi alam sekitarnya lewat jendela kamarnya. Rambutnya seakan ikut menari kala angin perlahan mulai datang berhembus di sekitarnya. Hatinya tetap gelisah. Pikirannya masih saja terpaku pada sosok yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Sosok itu kini begitu kuat melekat di memorinya, menggeser semua pemikirannya tentang ninja, Uchiha, Konoha, dan hal-hal lain semacam itu. Sekarang dia tinggal menunggu waktu untuk menyingkap semua misteri yang membuatnya mengingat gadis itu. Gadis yang bernama Sakura.

"Aku mencintaimu Sasuke..."

CTAARR

GLUDUK

GLUDUK

CTAARR

Sasuke merasakan sebuah tangan melingkar di perutnya. Seseorang memeluk tubuhnya dari belakang sambil bersandar di punggungnya. KARIN. Perempuan itu tetap tak berubah. Dia masih saja berharap Sasuke mau menerimanya sebagai pendamping hidupnya, walaupun harus mengorbankan harga dirinya.

"Aku akan menunggumu, sampai kau bisa mencintaiku," ujar wanita itu dengan suaranya yang begitu lembut. Suara itu membuat jantung Sasuke berdegup kencang, terasa perih dan sesak

Dia mengatupkan matanya perlahan dan tetap membiarkan angin yang membawa hujan itu menerpa dirinya. Dia juga tetap membiarkan wanita itu memeluknya dan berharap dia bisa melupakan gadis itu.

"Menikahlah denganku!" kata Sasuke tegas dengan tatapan matanya yang amat dalam. Gadis itu tersentak kaget mendengar pemuda itu tengah melamarnya.

"A-APA! Me-me-menikah denganmu!" tanya gadis itu tergagap tak percaya. Pemuda itu mengerjapkan matanya satu kali tanda dia mengiyakan pertanyaan gadis itu.

Gadis itu masih tak bisa percaya. Dia mencubit lengannya sendiri untuk membuktikan bahwa dia tidak bermimpi. "Auw... Sakit..." ujarnya pelan sambil memasang ekspresi kesakitan. Onyx yang menatapnya hanya tersenyum tipis. "Dasar bodoh."

Gadis itu kembali menatap pemuda itu— pemuda yang teramat dicintainya. Betapa sempurnanya pemuda itu baginya, dan betapa beruntungnya dia dilamar oleh pemuda itu. "Apa kau serius?" tanyanya lagi tak percaya. "Hn," jawab pemuda itu dalam artian 'ya'. Dan tak lama setelah itu, gadis itu mengangguk pelan. "Ya, aku mau menikah denganmu."

"Oeeekk...oeek..oeekk..." Bayi itu masih saja terus menangis. Mungkin dia haus atau mungkin dia ingin digendong ibunya. Ya, seorang perempuan menggendongnya. "Cup, cup, cup. Diam ya anak manis." Ternyata seorang suster. Namun sentuhan kasih sayang dari suster itu tetap disambut tangisan sang bayi. "Oeekk... Oeeekk..."

ZRRSSHH

Akhirnya langit menumpahkan seluruh air itu. Hujan telah turun tak henti-hentinya dengan sangat deras. Angin pun semakin berhembus kencang hingga membawa air itu membasahi wajah Sasuke. Pemuda itu membuka matanya. Perasaan takut yang semakin besar mulai memasuki hatinya. Dia memegang tangan Karin dan melepaskan pelukan wanita itu. Karin kaget. "Ada apa?" tanyanya cemas. Sasuke langsung menutup jendela kamarnya dan berbalik menatap Karin. Sebuah tatapan yang penuh luka, namun tetap hangat.

"Karin..." sebut Sasuke lembut. Suaranya benar-benar membuat wanita di hadapannya itu merinding. Detak jantung Karin berdegup lebih kencang. "Ya," jawab Karin dengan tatapannya yang lembut sekali. Dia seakan tahu apa yang akan dilakukan pemuda itu padanya. Dan dugaannya benar. Pemuda itu mendekati Karin, terutama wajahnya, dan wanita itu memejamkan matanya agar lebih bisa menikmati sensasi yang akan diberikan oleh pemuda itu. Dia pun sedikit memajukan bibirnya yang disambut hati-hati oleh Sasuke. Pemuda itu juga memejamkan matanya sambil mengepalkan erat tangan kanannya. Wajahnya terlihat penuh luka.

GLUDUK

GLUDUK

CTAAARR

Mereka berdua terlelap dalam keadaan tanpa busana. Tapi setengah jam kemudian pemuda itu bangun dari mimpinya. Dia menolehkan kepalanya dan disambut oleh wajah gadis yang amat manis yang tengah tertidur di sampingnya. Sasuke menyampingkan tubuhnya dan mulai memandangi wajah gadis itu. Dia begitu cantik, manis, namun kekanak-kanakan. Setidaknya itulah yang Sasuke pikirkan tentang gadis di hadapannya itu. Namun tak ada yang bisa memikat hatinya selain gadis itu. Mata hitam pekat Sasuke menatap dalam dan penuh kelembutan. Terlihat sekali dia sangat mencintainya.

Satu-persatu jemari Sasuke mulai menyentuh wajah gadis itu. Kulit itu begitu lembut dan membuat Sasuke semakin ingin menyentuhnya. Dia juga menyibakkan helai demi helai rambut gadis itu yang terlihat sedikit berantakan. Dia tersenyum tipis namun penuh ketulusan. Kelihatannya dia sangat menikmati apa yang tengah dilakukannya itu. "Ngg..." Gadis itu menggeliat pelan dan Sasuke langsung menyingkirkan tangannya. "Hampir saja," ujarnya dalam hati. Tapi dia masih ingin melakukannya. Daia masih ingin menikmati moment itu. Yup, benar sekali. Dia kembali memainkan jemari tangannya di wajah gadis itu. Hingga pada akhirnya semua itu memuncak. Dia mencium bibir gadis itu sambil memejamkan matanya. Ciumannya begitu lembut dan penuh kehangatan, seolah tak ingin dilepaskannya.

"Sasuke..." Karin benar-benar heran. Dia tidak menyangka Sasuke akan melakukan hal itu padanya.

"Tidurlah, sudah malam," perintah Sasuke halus. Pemuda itu pun berjalan meninggalkan Karin tanpa menatapnya sedikit pun. Hati Karin seakan remuk, hancur berkeping-keping. Rasanya sangat sakit sampai dia meremas dadanya sendiri. Dia terjatuh di lantai dengan hanya ditemani cahaya lampu yang sinarnya mulai redup.

"Ya Tuhan, kenapa rasanya sakit sekali?" ujarnya sambil menahan sakit. Matanya mulai memanas, dan tak lama kemudian airmata mengalir pelan di pipinya. "Sasuke..." sebutnya sedih.

To Be Continued

Terima kasih buat semua yang udah review. Maaf reviewnya belum dibales. Soalnya ini buru-buru banget...