Sekali kau masuk, maka kau tak bisa keluar
.
Sekali kau memohon, maka kau akan terikat
.
Sekali kau melakukan perjanjian ini, maka kau tak akan pernah bisa terlepas
.
Walau kau berteriak
.
Meski hatimu memberontak
.
Dan kau ingin terlepas
.
"Aku sangat mencintaimu, Haruno Sakura," ucap pria itu memandang lembut gadis di bawahnya. Tatapan matanya yang telah memerah itu begitu lembut, tatapan mata yang begitu di penuhi aura cinta. Hey? Bukankah seorang iblis itu di larang jatuh cinta pada manusia biasa apalagi manusia yang telah menjadi pengikut dirinya?
Saat itu Sasuke —nama pria itu— mulai menciumi bibir merah muda milik Sakura. Sasuke terus melumatkannya seperti sebelumnya, bedanya kali ini... Dengan hasrat cinta yang menghias permainannya. Dengan tatapan penuh arti yang menjadi motivasinya.
Sedangkan Sakura yang telah terkendali hanya diam dengan sesekali melenguh, ia benar-benar telah kehilangan kesadarannya hanya oleh mata merah milik Sasuke.
Sasuke terus melumatkannya hingga perlahan bibirnya menuju leher Sakura —lagi. Membiarkan suara decitan kasur dan nafas yang beradu menjadi musik simfoni kala itu.
Membiarkan cinta yang terpadu semakin indah. Membuat beberapa kupu-kupu berterbangan menyambut sang kegelapan yang absolut.
—tess
Mata Sasukepun membulat ketika merasakan adanya air yang menetes ke tangan kanannya. Karena itu ia pun menghentikan aksinya dan memperhatikan gadis berambut soft pink di bawahnya. Mata hijau yang memerah itulah sang pelaku penetes air itu.
—tess
Lagi, air itu menetes lebih banyak dari mata Sakura yang sudah memerah. Akhirnya Sasukepun mengigit bibir bawahnya dan menyentuh kening tengah Sakura dengan gemetaran. Membuat beberapa mantra penenang untuk Sakura.
"Tidurlah," ucap bibir itu ketika matanya berubah menjadi obsidian lagi. Dan dengan itu, Sakurapun tertidur. Tenggelam dalam alam mimpinya sendiri, satu-satunya tempat ia bisa lari dari kenyataan di sana. Pada saat itu juga, Sasuke menghapus air mata yang menetes di mata Sakura yang telah kembali menjadi hijau. Air mata itu benar-benar selalu sukses membuat Sasuke luluh. Membuat hati Sasuke perih. Inikah cinta yang harus dijalaninya? Kenapa harus pada Sakura? Sakura pengikutnya sendiri?
Sasukepun bangkit. Menyelimuti Sakura dengan begitu lembut. Setelah itu ia pun menatap gadis bermarga Haruno itu dengan begitu penuh arti. Membiarkan Sakura semakin damai dalam alamnya sendiri.
"Kau... Benar-benar belum bisa menyerahkan dirimu pada kegelapan—" ucap bibir itu dengan sedikit gemetar dan nada yang begitu sedih. Mata obsidian itu begitu gelap, membuat Sasuke tampak begitu terluka.
"—ataupun membuka hatimu untukku," bersamaan dengan itu, Sasukepun menghilang dalam kegelapan yang absolut. Kegelapan yang dulu sangat ia sukai—
—tetapi tidak sekarang.
.
Kau tak akan bisa kabur dalam kubangan takdir yang menyedihkan
.
Walau kau menangis dan memohon sekalipun
.
Kau tetap tidak dapat memutuskan tali perjanjian
.
.
.
Naruto © Masashi Kishimoto
.
Obscurité (Kegelapan) © Kiyuchire
.
warning(s) : banyak keabalan dalam cerita ! adanya ooc-ness yang merajalela! adanya kelebayan kata dalam setiap lantunan kata. Tapi hey! bagaimanapun ini murni dari imajinasiku TANPA MEMPLAGIAT! karena itu, aku tidak akan pernah mengatai hasil karyaku sendiri :D hanya saja, ya mungkin... beberapa kata-kata di fic ini berasal dari kata-kata favorit saya dari beberapa fic yang indah :D
.
Don't Like?
.
Don'tRead!
.
Silakan tekan tanda X di pojok kanan atas
.
Jadi, Flame alay yang gak membangun (are) not allowed! I've warning you before!
.
.
.
Sakurapun bangun dengan mengucek-ucek matanya. Membiarkan beberapa keremangan di lensanya pergi tanpa jejak. Tetapi, berapa kalipun keremangan itu pergi, yang di sembunyikannya tetap sama. Emerald yang menyimpan begitu banyak kegelapan, kedengkian, dan— kesepian. Sejenak, iapun terdiam. Membiarkan otaknya berputar dan berusaha mengingat apa yang terjadi semalam. Membiarka ingatannya membuatnya bertambah sesak dalam nafas yang mengalir.
"Benar-benar iblis brengsek... Lagi-lagi ia memerkosaku ketika aku tertidur," ucap bibir merah muda itu dengan nada yang begitu kasar. Hey Haruno, apa kau tidak benar-benar tahu apa yang sebenarnya terjadi semalam?
Sakurapun terdiam sejenak —lagi. Akhirnya iapun bangkit dan membersihkan tubuhnya.
Ini adalah hari Sabtu, ia tak perlu pergi ke sekolah yang menyedihkan itu. Ia bisa berjalan-jalan sejenak di luar sekaligus mencari tumbal lainnya —menurutnya.
Ya, bagaimanapun juga Sakura sudah terikat, dan tali itu tak bisa dengan mudahnya terlepas. Ada kalanya Sakura ingin mengakhiri hidupnya. Baginya, mati sekarang atau nanti sama saja ia akan masuk neraka —mengingat beberapa dosanya yang sudah membukit. Tetapi, kini Sakura telah menjadi bagian dari iblis, dimana ia tak bisa mati dengan begitu mudahnya.
Bagi Sakura... Sebenarnya hidup lebih lama di dunia inilah yang menjadikannya berada di neraka absolut. Hidup di neraka JAUH lebih baik daripada di sini —baginya.
.
Sakurapun berjalan-jalan singkat di tengah perkotaan. Dengan pakaian yang sangat manis dan kalung bintang enam yang menghias lehernya. Kalung itulah yang akan membuat pria-pria yang memang harus menjadi tumbal tertarik dan melirik Sakura. Dan ketika saat itu terjadi, Sakura harus melakukan hubungan yang begitu menjijikkan baginya. Tapi mau bagaimana lagi? Ia sudah terikat. Ia tak bisa kabur walau ke ujung dunia sekalipun
Sakurapun menundukkan kepalanya sambil berjalan-jalan kecil. Ah... Benar, lagipula juga nanti pria brengsek sendiri yang akan mengajaknya berbicara untuk apa ia terlalu memperhatikan jalan?
Ia terus menerawang masa lalu, masa-masa yang telah di lewatinya 2 tahun belakangan ini. Tepatnya saat ia masih duduk di bangku kelas 3 SMP.
.
Saat itu ia memiliki sahabat laki-laki yang begitu dekat dengannya. Pada saat itu juga Sakura begitu ramah dan ceria, tidak di penuhi aura kegelapan seperti ini.
Namun tiba-tiba hal yang tak di inginkan menimpanya ketika ia tak sengaja melihat iblis yang sedang membunuh seorang gurunya di loteng. Saat itu Sakura hanya gemetaran dan berteriak hingga pingsan. Dan saat itu juga semua orang menyalahkan dan menuduh Sakura. Saat itu Sakura merasa terpojok, sikap teman-temannya dan guru-gurunya jadi begitu kejam padanya. Karena merasa tak kuat, Sakura melompat dari loteng sekolahnya. Namun ia di tolong oleh iblis yang membunuh gurunya di loteng itu juga.
"Kau telah melihatku, maka mau tak mau kau harus mengikat perjanjian denganku,"ucap iblis itu ketika sudah menurunkan Sakura di atas loteng —lagi.
"Dan kau belum boleh mati sekarang," lanjutnya lagi lagi membuat Sakura mulai menitikkan air matanya.
Sakurapun berlari meninggalkan iblis bersayap hitam itu dan tak sengaja menabrak sahabat dekatnya. Sakurapun langsung memeluknya begitu saja seraya berkata, "Kau percaya kalau bukan aku yang membunuhnya, 'kan?" Tetapi saat itu Sasori —Nama sahabat Sakura— tidak bergeming. Sasori terdiam sejenak dan kemudian mengelus-elus pucuk kepala Sakura —sahabatnya.
Hanya dengan perlakuan itupun Sakura tersenyum. Benar... Sakura tidak benar-benar sendirian.
Ia tak menyangka ketika pulang, kedua orangtuanya mati terbunuh begitu saja. Saat itu Sakura hanya melemas dan menangis. Betapa air mata tak kuasa menjuntai dari bola emeraldnya. Rasa sayatan yang menghujam tepat pada hatinya. Luka itu telah terbentuk, yang tertoreh dari sebuah pedang yang membelah hatinya.
Hujanpun turun begitu saja saat itu, membuat beberapa butir hujan itu terjatuh ke bumi, menyelinap masuk ke dalam rumah hangat yang menyesakkan itu. Rumah yang penuh dengan aura merah darah. Saat itupun air mata Sakura bercampur ke dalam tetesan langit itu. Membiarkannya teraduk menjadi air yang suci.
Akhirnya Sakurapun berlari keluar dengan tenaga yang secukupnya. Saat itu ia menuju rumah Sasori —sahabat yang ia cintai bukan dalam ukuran sahabat, membiarkan Sakura menjadi berfikir ia tidak sepenuhnya sendirian. Namun ia tak menyangka, Sasori juga telah tiada. Hanya lautan darah yang menjadi penghiasnya.
Sasori hanya hidup sendirian di rumah ini. Ayah dan ibunya bekerja. Lantas, apa yang sebenarnya terjadi?
Saat itu Sakura hanya menangis dengan sangat keras, keras-sekeras-kerasnya. Sakura jadi merasa hanya sendirian.
Dalam perasaan yang campur aduk dan beberapa sambaran petir Sakura mulai kehilangan kendali. Di ambilnya sebilah pisau dekat sana untuk mengakhiri hidupnya. Benar... Apa gunanya hidup dalam kesendirian dan tak ada yang bisa mempercayai atau di percaya? Kenapa ini semua harus terjadi! Hey, Apakah Tuhan tidak memiliki mata? Apakah Tuhan kini juga sudah muak mengurusi urusan ciptaannya? Hingga ia tak tahu bahwa ada umatnya yang tenggelam dalam penderitaan?
Saat itu juga Sasuke datang... Dan perjanjian itupun terbuat ketika Sakura meminta menghidupkan Sasori seorang —mengingat Sasori tiada tidak terlalu lama. Dan setelah itu, di sinilah Sakura sekarang. Berada dalam kegelapan absolut. Awalnya ia berfikir semua akan baik-baik saja karena ia masih memiliki Sasori. Tapi ternyata, Sasori menyukai gadis lain. Saat itu Sakura benar-benar merasakan kegelapan yang semakin absolut.
.
"Hey, Sakura?" Mendengar suara yang rasanya tak asing itupun membuat Sakura menoleh ke belakangnya. Betapa terkejut ketika ia melihat seorang laki-laki dengan rambut merah sedang bergandengan tangan dengan seorang gadis.
"Ternyata memang benar kau!" ucap orang itu lagi. Sakurapun hanya tersenyum simpul yang menyimpan beberapa luka sayatan yang begitu dalam melihat Sasori —nama laki-laki itu. "Bagaimana kabarmu?" ucap Sasori dan Sakura hanya mengangguk pelan.
"Aku baik, dan kau... Hey! Ini pacarmu?" ucap Sakura dengan sedikit tersenyum. Ia terus berusaha memasang topeng berpura-pura senang itu. Walau sebenarnya, saat itu hati Sakura bagai tergores lebih dalam oleh pedang yang jauh lebih tajam. Sasori hanya mengangguk dan tersenyum malu. Hanya melihat itu, Sakura tahu. Sakura tahu, dari awal ia memang tidak bisa mendapat kebahagiaan. Ia tahu bahwa ia hanyalah sendiri, berteriak dan menangis dalam lubang gelap tanpa ada uluran tangan sama sekali.
"Sakura... Aku senang bersahabat denganmu..."
"Karena itu maukan kau membantuku untuk mendekatkan aku dengannya?"
"I-iya... a—ku... beru—saha"
'Tidak... Jangan sekarang!' teriak batin Sakura dengan memegang kepalanya. "Kau baik-baik saja Sakura?" tanya Sasori.
Saat itupun Sakura berlari begitu saja, membiarkan kakinya menjauh dari keadaan ini. Tapi percuma! Semua yang sudah terjadi tak bisa terulang. Hanya rundungan sesal lah yang menjadi penghias.
'Kenapa penyakit ini harus datang saat ini?' teriak batinnya lagi. Sakura tak pernah menyangka, menjadi pengikut setan itu berarti ia harus berusaha melawan serangan batinnya. Pada saat itu ia membutuh Sasuke atau Sakura akan menjadi gila —yaa... walau sebenarnya mungkin Sakura mengira dirinya sudah gila. Tapi rasanya begitu menyakitkan mendapatkan serangan batin seperti saat itu. Rasanya begitu menyakitkan.
Tiba-tiba hujanpun mengguyurnya. Padahal beberapa saat yang lalu, cuaca masih begitu cerah.
Melihat hujan di tambah serangan batin membuat Sakura semakin tersiksa. Akhirnya kaki Sakurapun melumpuh, membuat ia tersujud sambil memeluk dirinya sendiri. Matanya nyaris keluar, beberapa tetes air mata bahkan telah bersatu dengan sang hujan.
Apakah Tuhan memang benar-benar tak memiliki mata? Apakah ia kini telah tidak peduli? Bahkan ia membiarkan seorang umatnya tenggelam pula dalam kubangan kegelapan.
Sang hujan kini mulai menggila dalam guyurannya. Membuat suhu semakin merendah dan membeku. Membuat Sakura terselimuti oleh selendang hujan.
Hey, Sepertinya Sakura melupakan sesuatu. Hari ini tepat tahun kedua ia mengikat perjanjian. Bahkan waktunya juga sangat teramat persis.
Dan itu berarti—
—serangan batin Sakura akan semakin memarah.
—membuatnya semakin sulit berbicara sekedar memanggil Sasuke dan membuatnya dengan mudah kehilangan akal sehatnya
—atau juga bisa membuat jantungnya berhenti begitu saja karena berdetak terlalu keras karena takut. Dan itu berarti, Sakurapun akan mati.
Suara gunturpun mengelegar, membuat mata Sakura terbelalak kaget—
—dan kemudian pingsan dalam keadaan hujan yang menangisinya.
.
Menjadi seorang pengikut setan memang menyedihkan
.
Tetapi aku tak boleh menangis!
.
Aku tak boleh menunjukkan kelemahanku dengan bulir air mata ini pada setan dan dunia
.
Tidak boleh!
.
Aku tidak lemah
.
Aku tahu, aku memang tak mungkin lepas dari janji kegelapan ini
.
Tapi, apakah aku boleh hanya berharap?
.
Berharap agar dapat meraih cahaya di dalam kegelapan ini?
.
.
.
A/N : sebelumnya aku mau kasih tahu kalau UNku SUKSES BESAR dan aku optimis bisa dapet nem 36 ke atas TwT (tappi kalau bulatan sama kunci komputernya bener XD) kalian belum tahu kan ya? Aku pernah bikin janji kalau aku bisa dapet nem di atas 36 aku terima 10 request fic jenis apa aja dan ku selesaikan semua dalam waktu sebulan! XD (mengingat aku sampai sekarang belum pernah mau menerima request apapun OwO) Kalian pasti tak percaya apa saja yang terjadi pada ku 2 minggu ini... ahhh~ rasanya begitu menyenangkan~ XD
Yo! Saatnya membalas review :D
BlueHaruchi Uchiha :Salam kenal juga! :D sip! tuh udah update :D makasih! X3
Morkrets Furste : wah makasih! :D itu tuh udah update XD
Chaos Seth :Ah Ria-san! Akhirnya kamu flame fic ku juga! *hug* kangen banget tahu sama kamu! DX aih! kamu manis banget! untung kamu cewek! *cubit pipi Ria*
Oh iya buat semuanya, jangan ada yang suruhChaos Seth-san buat publish fic lagi, katanya dia gak mau nanti di report abuse terus mesti bikin akun baru. Lagipula boleh jujur? saya senang loh dengan kehadirannya flamer... itu jadi "dorongan keras" tersendiri. Lagipula aku sedih juga pas liat ficnyaac1ddi flame. Lol... Katanya benci flamer, tapi ngeflame juga. Bales dendam? Jangan membuatku tertawa dengan sikap ke kanak-kanakkan gitu! XP Lagipula Ac1d sama Chaos Seth itu manis loh =') *pendapat pribadii*
Sweety :*garuk garuk kepala* sebenarnya aku bingung apa yang lucu *dooorrr* XD tentu saja! :D tuh udah update :D XD
Lyana Boci-Moci :Ini bukan VamPic DX semangat buat UNnya juga deh ya kak! :D silakan silakan~ makasih ya! :D
Tsukiyomi Aori Hotori :Tuh tuh ada yang lebih parah dari aku! , XD Ya jadi udah di jampi"in gitu kalau ada yang memasuki lubang kecuali Sasuke, dia langsung pingsan dan saat itu BATCHA! Sakura harus cepat nusuk jantung orang itu :D nih udah update XD
Crown THE Empire :Wah! Semangat ya kakak! , Iya aku masih SMP XDD
Karasu Uchiha :janji deh ya chapter depan aku bikin lemon yang hot *_* *dooorrr* (tapi gak janji juga deh XD)
Wakamiya Hikaru No login :udah update tuh :D
Kikyo Fujikazu :Benar! dia sangat cocok! XD Yang di tolong Sakura? tuh udah ada di atas! XD
Violet-0101 :Udah update tuh :D
uchiharuno phorepeerr :waduh! *mundur beberapa langkah* tuh tuh tuh udah ku update DX jangan apa-apakan aku! *doorr* iya bener... Aku suka cowok yang bergerak duluan *doorrr*
Aoi Ciel :Salam kenal juga! :D makasih ya makasih! , bener banget! XD
angel dark :Sama! Aku juga suka banget! , iya iya! :D makasih ya! tuh *nunjuk atas* udah update XD
uchiha dea ryoma gak login :gak papa kok! :D Amin amin amin! , Kuroshitsuji? Aku belum pernah baca manga itu tapi tahu nama itu! XD *dooorrr* jadi ini sebenarnya gara" aku baca biografi orang yang ngikat perjanjian ama setan XD *kisah nyata loh yang ku baca itu!* *nunjuk atas* udah update tuh! XD
Chadeschan :Ah! aku mau baca mau baca mau baca! , gimana cerita nya? *nunjuk ke atas* tuh udah ada XD iya! makasih dan ganbatte untukmu! :D
Youra :Sama! Aku juga sangat suka! Apa lagi kalau di animanga kan cowok yang di selubungi kegelapan keren-keren *_* *doooorrr* XD Tuh *nunjuk atas* udah update :D
Boleh jujur? ._. sedih banget gak ada yang nge concrit aku sama sekali... padahal chappy kemaren ada yang aku sengaja typo-in =( ayo sekarang coba tebak di chappy ini di mana typo ku? XD kalau tahu aku kasih hadiah cium peluk dariku *eh? XDD
Sebenarnya tadi aku lagi badmood buat lanjutin... tapi kalau ngebales-balesin review gini emang bener-bener jadi semangat tersendiri ya! :D
well, review?
