Huuuaaa… T.T *nangis guling-guling* maaf di Chap 1 Q'ssa sudah buat salah. Kali ini pasti Q'ssa perbaiki sebaik-baiknya. Untuk yang sudah ngasi tahu Q'ssa terima kasih banyak iya? *meluk-meluk nggak jelas*.
Jadi para readers yang terhormat *lebay .com* silahkan membaca.
Dislaimer:
Masashi Kishimoto
Rated :
T
Gendre :
Drama, roman, comedy
Pair :
SasuXfemNaru
Warning :
OOC, LIME.
Sumari :
Apa jadinya kalau orang super beruntung bertemu dengan orang yang sangat sial sepanjang hidupnya.
SUKA TIDAK SUKA HARAP BACA. ^^
Chapter 2- Meet you
"Huh, awal semester yang buruk. Seharusnya awal semester itu matahari yang hangat, awan biru, langit cerah. Bukannya badai seperti ini." Kata Naruto menggerutu sambil menahan payungnya agar tidak di terbangkan angin.
"Sepertinya ini akan menjadi hari yang buruk." Batin Naruto.
Baru beberapa saat setelah Naruto berbicara seperti itu, payung yang sedari tadi bertarung melawan badai *jiah gayanya* akhirnya dapat di kalahkan angin dan terbang.
Kontan Naruto lansung mengejar payungnya yang terbang tersebut. Dengan beberapa kali lompatan akhirnya Naruto berhasil menggapainya. Ia mendapatkannya persis di sebelah lelaki dengan rambut mirip pantat ayam.
"Yosh. Berhasil" katanya sambil tersenyum. Tepat saat ia selesai berkata demikian sebuah mobil melaju dengan kencang dan menabrak *yang benar menabrak atau menggilas ya?*genangan air. Dan, Naruto mandi lumpur.
"…" Naruto diam. Ia sangat terkejut.
*beberapa detik kemudian*
"Waaaaa…. Bajuku basah!." Katanya menjerit sambil melihat kesebelahnya.
"Ah, kau tidak apa-apa?" katanya pada lelaki bermata onyx tersebut.
"Aku baik-baik saja." Jawabnya dengan bingung.
"Haah syukurlah." Kata Naruto dengan nada lega.
"Hn, aneh. Seharusnya dia mengkhawatirkan dirinya sendiri dari pada aku." Batin Sasuke.
"Haaaahhhh! *harap membaca ini dalam hati agar bau mulut anda tidak menyebar .Di tampar readers* sudah dulu, aku terlambat kesekolah. Sekali lagi aku minta maaf karena telah melibatkanmu dalam kegadian ini." Kata naruto sambil berlalu pergi.
"Dasar orang aneh. Padahal aku tidak basah sama sekali. Eh, tapi aku juga harus cepat-cepat ke sekolah sebelum terlambat." Kata Sasuke dalam hati.
Di sekolah.
"Selamat pagi semua. Hari ini bapak akan memperkenalkan seorang siswa baru. Silahkan masuk." Kata guru dengan torehan bekas luka memanjang di bagian hidungnya yang bernama Iruka.
Semua siswa sibuk menebak siswa seperti apa yang pindah rada terlambat ini.
"Selamat pagi semuanya." Ia berkata sambil memasuki kelas.
"Aku Sasuke Uchiha, mulai saat ini aku adalah bagian dari kelas ini. Mohon bantuiannya
Kontan serentak semua siswa di kelasku diam seribu bahasa.
Aku yang sedari tadi sibuk mengeringkan seragamku, ikut melihat ke arah sumber orang yang membuat semua siswa khususnya wanita diam dan meneteskan air liur yang kalau di tampung bisa sampai satu ember perorangnya*plak di gebukin siswi sekelas*.
"Kaaaaaaaaaaauuuuuuuuu!" kataku sepontan sambil menunjuk ke arahnya.
Tanpa perlu di komando seluruh siswa yang tadinya sibuk melihat Sasuke yang dengan berbagai macam jenis *sudah macam, jenis lagi. Bener-bener nggak efisien kalimatnya* pandangan, langsung kompak melihat ke arah dengan satu arti pandangan, yaitu. "Kau kenal dengannya ya?"
Aku menunduk malu karena tatapan penasaran seluruh siswa kelasku.
"Sepertinya kau sudah mengenal Sasuke iya? Kalau begitu, Sasuke akan duduk sebelahmu. Ayo silahkan ke bangkumu." Kata Iruka mempersilahakn Sasuke duduk.
Dengan santai, Sasuke berjalan ke arah bangku yang terletak di pojok kelas tersebut. Saat ia lewat, ia menangkap pembicaraan siswi yang sedang ia lewati.
"Kasian, sepertinya ia akan terkena sial terus menerus." Kata siswi berambut merah muda dengan teman yang duduk di depannya.
"Apa maksudnya dengan aku akan sial? Dasar aneh." Kata sasuke dalam hati.
Tepat di sebelah Naruto.
"Mohon bantuannya, hnn?"
"Naruto, Naruto Uzumaki."
"Oh, nama yang bagus. Mohon bantuanya Naruto." Kata Sasuke mengulurkan tangan.
"Sama-sama." Kata Naruto yang terlihat ragu-ragu menjabat tangan Sasuke.
Dan saat tangan mereka masih dalam pose berjabat tangan. Tiba-tiba kaca di dekat Naruto pecah.
Refleks aku langsung melindungi kepalaku. Saat kuanggkat tngan dari kepalaku, aku melihat Naruto dengan tangan berdarah.
"Ka…." Belum selesai aku berbicara. Naruto sudah langsub memotong kata-kataku.
"Kau tidak apa-apa?" kata Naruto panik.
"Aku baik-baik saja." Kataku dengan heran.
"Baguslah." Katanya dengan lega.
"Hei, bukannya kau yang harus di khawatirkan?" tanyaku pada Naruto.
"Kalian, ini saatnya untuk belajar. Kalau mau berkenalan nanti saja. Waktu istirahat." Kata guru Iruka yang di iringi oleh suara tawa tertahan.
"Ma-maaf pak." Kata Sasuke sembari duduk.
Sasuke's POV
Ini aneh dan sangat tidak wajar. Mengapa tiba-tiba kaca pecah dan mereka menganggap ini adalah hal yang biasa? Lalu mengapa mereka bilang bahwa aku akan sial. Memang ini adalah sekolah baruku. Tidak ada yang tahu bahwa aku anak yang sangat beruntung. Tapi tetap saja ini sangat aneh. Akan kutanyakan ini pada Naruto, aku harap ia bisa menjelaskan.
End of Sasuke's POV
"Hei, Naruto?" kataku berbisik.
"…" Narito tidak menjawab, ia hanya menoleh. Tapi dari pandangannya aku tahu bahwa ia berkata ada apa.
"Naruto aku ingin bertanya, mengapa…"
"Hem, Sasuke Uchiha. Tadi sudah bapak ingatkan jangan berbicara di kelas. Kamu siswa baru di sini. Jadi jaga kelakuanmu." Kata guru Iruka memotong pembicaraan Sasuke *sepertinya adegan kali ini banyak ada adengan sela-mensela pembicaraan orang ya? Hn. Anak baik jangan menyela pembicaraan orang ya? Pesan Author aneh*
Teguran kali ini di ikuti tawa jail seluruh kelas.
"Jangan pacaran saat pelajaran dong." Kata seorang siswa dengan tanda merah di pipinya *hihihi Kiba harus mucul. Walau sedikit.*
Riuh tawa semakin keras.
"Tok tok tok." Terdengan suara aneh dari meja guru.
Ternyata guru Iruka sedang memukulkan penggaris besi ke meja guru dengan tampang menakutkan. Tanpa perintah seluruh siswa kembali diam. Kelas langsung sepi layaknya kuburan tanpa penghuni.
"Kita lanjutkan pelajarannya."
"Jam istirahat aku harus menanyakan ini pada Naruto." Batin Sasuke.
"Jam istirahat aku harus segera menjauh dari Sasuke agar ia tidak banyak bertanya." Batin Naruto.
TBC.
Telolelolet… Chap 2 selesai. Maaf up datenya lama. Huhuhuhu. Q'ssa selama liburan main terus. Inilah jadinya, readers harap maklum iya? *pupy eye's*
Satu lagi, Q'ssa minta maaf kalau banyak typonya karena tukang cek ficnya Q'ssa ngga ada. Hehehe. Q'ssa memang rada sembrono sih. Eh, rada atau memang sembrono ya?
Ya sudahlah. Makin di pikirin makin bingung.
Tolong reviewnya iya? ^^
