Halo kembali lagi dengan makhluk terkutuk dari galaksi andromeda dengan fanficnya yang ada di website planet bumi
Pertama-tama saya akan mengucapkan "Selamat membaca"
Kedua saya akan mengucapkan "Ngapain baca tulisan ini cepet baca!"
This Day is Worse Enough
"ELSSS! Ngomongmu jadi sopan" Kata semua orang yang ada di sana
"Tunggu, kata-kata anda sekalian tepat. Mengapa saya berbicara dengan santun?" Kata Elsword
"Berarti efek obat Joaquin buat si Elsword jadi sopan dong" Kata Aisha
"Ahaha!" Raven dan Add tertawa kepada Elsword
"Enak juga efeknya si Elsword, menguntungkan bagi orang lain" Kata Rena
"Jika anda bermaksud untuk merendahkan saya, saya dapat sangat merasa terhina. Tetapi kakakku, ada apa ini? Mengapa kakak berteriak?" Kata Elsword
"Eh, oh iya. Kenapa ya?" Kata Elesis yang juga terlihat bingung
"Jika begitu, saya sepertinya tidak akan berbicara lagi untuk satu hari ini" Kata Elsword lalu pergi meninggalkan sekumpulan orang lainnya
"Eh, iya kita juga ngapain ke sini, udah balik lagi aja" Kata Aisha dan mereka semua akan kembali ke kegiatan masing-masing
"Oh, iya Chung kamu kan perlu baju baru" Kata Rena
"Bener juga tuh" Kata Chung
"Kalo soal itu biar aku aja yang urus" Kata Eve sambil menepukkan tangannya dua kali dan Ophelia pun muncul di sebelahnya
"Ratuku ingin sesuatu?" Tanya Ophelia
"Aku ingin kau membantuku memilihkan bahan dan design baju yang cocok untuk Chung" Eve memerintahkan Ophelia lalu pergi menuju kamarnya sambil memberi isyarat agar Chung mengikutinya
"Sesuai titah" Kata Ophelia yang lalu menyusul ratunya
"Tunggu, aku ikut" Kata Rena yang juga mengikuti Eve
"Aku juga" Kata Aisha yang mengikuti Rena
Elsword, Raven, Ara, Elesis, dan Add tetap menetap di ruang keluarga. Elsword diam seribu bahasa sambil entah memikirkan apa. Raven, Sedang browsing acara TV. Ara, dia lagi mau nyiram tanaman di luar. Elesis, lagi baca majalah. Add, dia lagi entah ngotak-ngatik alat-alat dari kantong ajaibnya(?)
"Beberapa potongan kapal BC (Black Crow) 370-200 telah di temukan di teluk yang menghubungkan Velder dan Hamel akan ada pemeriksaan lebih lanjut, tapi sebelumnya diduga kapal ini di bajak oleh mantan kapten Black Crow, Raven. Tetapi setelah dikonf-" Kata-kata orang itu terputus karena Raven telah mengganti salurannya
"Cih, berita sampah" Raven berkata pada dirinya sendiri
"Sama kayak tersangkanya, sampah" Timpal Add
"Masih ngajak berantem" Kata Raven
"Haha, ada yang ga nyadar badannya yang m-" kata-kata Add terputus oleh nada dering handphonenya, Add pun mengambilnya dan melihat pesan di handphonenya yang ternyata dari Lowe
"Oi, Add. Futsal yok, gw kurang 2 org nih. Ajak si Raven kalo terpaksa. Gw tunggu di Ruben." Setelah Add membaca pesan tersebut, dia pun membalasnya
"Ok, gw ke sana. Si Raven ga bisa ikut dia lg galau. Gw kenal satu orang lagi yang bisa main, gw ajak ok!" Add membalas. Lalu Add pun pergi
"Eh, Add mau ke mana?" Tanya si Raven
"Gue mau main" Balas Add lalu menghilang
(12.51)
'Treneng, Tronong' Bel rumah itu berbunyi (itu bel atau apa?)
"Aku aja" Kata Elesis yang langsung pergi, untuk mengecek siapa yang datang.
Halaman (12.52)
Elesis melihat dari jendela orang yang membunyikan bel adalah Lowe, dia sedang merangkul Add disampingnya. Elesis pun keluar.
"Hei, Elesis." Sapa Lowe
"Apa?" Jawab Elesis
"Enggak, gue Cuma bawa si Add" Kata Lowe, Elesis pun melihat si Add yang kayaknya berdiri sempoyongan
"Dia kenapa?" Tanya Elesis
"Dia mabok, gak tau kenapa pas lagi pulang gue ngeliat dia udah mabok. Lagi teriak-teriak ke patung, jadi gue anterin pulang" Jawab Lowe
"Oh,gitu. Ya udah, makasih Lowe udah nganterin anak ini" Kata Elesis sambil nyeret si Add lalu masuk ke dalam rumah
"Jujur aja gue ga pernah ngerti sama orang-orang di rumah ini" Lowe berbicara sendiri lalu pergi
Ruang keluarga (12.58)
"Eh, Els tolong angkatin nih anak ke kamarnya" Kata Elesis, Elsword mengikuti perintah tanpa berkata (dan memang tidak mau)
"Emangnya si Add kenapa?" Tanya Raven
"Mabok-mabokan"
"Dasar anak itu, untung ga ditangkep polisi" Raven berkata
"Aku pulang" Kata Ara yang langsung menuju ke ruang keluarga
"Oh, dari mana aja Ra?" Tanya Elesis
"Cuman jalan-jalan ke taman" Balas Ara "Oh iya, Elesis. Kan yang ngebuat obat berefek aneh itu Joaquin, kenapa ga tangkep aja Joaquin buat bikin penawarnya" Kata Ara, Raven dan Elesis pun kayaknya baru nyadar
"IITTTTUUUUU DDDIIIIAAAAA!" Kata Elesis dan Raven bersamaan
"Kenapa aku bisa lupa" Kata Raven
"Aku panggil yang lain dulu" Kara Elesis dan langsung menuju kamar Eve
Kamar Eve (13.01)
"Chung, kalo modelnya gini juga bagus" Kata Aisha sambil memperlihatkan sebuah gambar baju di majalah yang modelnya sulit untuk dideskripsikan
"Hahh... Aisha udah aku bilang aku peduli gak peduli sama baju yang aku pake"
"Enggak boleh, kamu itu udah jadi perempuan. Kamu harus peduli sama penampilan" Protes Aisha, Chung hanya bisa pasrah dan merasa pusing setelah melihat beberapa baju yang dibuatkan Eve (sama Ophelia maksudnya)
"Oh, iya. Aku harus ngirim surat ke ayahku. Kalo gak nanti aku balik ke Hamel gimana" Chung baru teringat
"Bener juga tuh" Kata Rena
"Ya udah aku mau kirim surat dulu" Kata Chung, yang akan keluar, sekalian kabur. Saat dia membuka pintu Elesis juga membukanya
"Oh, halo Chung" Kata Elesis lalu melihat apa kah perempuan lainnya dikamar Eve dan semuanya lengkap
"Kenapa Sis?" Kata Rena
"Kenapa kita gak tangkep si Joaquin terus suruh dia buat obat penawarnya" Kata-kata Elesis menyadarkan orang lainnya yang kayaknya memang semuanya pikun atau otaknya kurang lancar kaya Authornya.
"Oh, ada harapan" Kata Chung dalam hati, sementara yang lainnya kayaknya depresi karena gak kepikiran sama ide tersebut
"Ya udah siap-siap aja kita berangkat langsung sekarang juga"
Kamar Elesis (13.05)
"Ok mana claymoreku" Elesis membatin, dan dia pun menemukannya, mengambilnya lalu melemparnya seperti melihat setan
Ruang keluarga (13.06)
"Sudah siap kakak?" Tanya Elsword yang melihat kakanya turun dari tangga
"Si Add mana?" Tanya Chung
"Dia mabok-mabokan" Jawab Raven
"Elesis, pedangmu mana" Tanya Rena
"Apa?" Tanya Elesis sedikit gugup, Elsword pun mengangkat pedangnya dan memperlihatkan pada kakaknya. Elesis pun kaget dan terlompat kebelakang sampai terduduk dan mukanya pucat
"Kenapa?" Tanya Ara
"Ga, itu kalo.." Kata Elesis terputus-putus
"Takut ngeliat pedang" Kata Aisha straight-to-the-point dan yang lainnya pun kaget
"Elesis, orang yang 'mungkin' paling kuat se-antero negeri takut sama pedang" Semua orang berpikir (kecuali Elesis sendiri)
"Tenang aja Elesis. Pasti cuma efek obat Joaquin" Kata Eve sambil memegang tangan Elesis dan membantunya berdiri, Elesis pun mendapat ketenangan kembali
"Baiklah, aku tinggal di rumah. Sekalian ngejagain anak mabok itu"
"Oke kita berangkat" Kata Raven
"Ven, masa kamu ikut" Kata Aisha
"Ya iyalah" Balas Raven, tiba-tiba pedang Raven diambil dengan mudahnya oleh Elsword
"Seperti mengambil sebatang permen dari seorang bayi" Kata Elsword
"Lho, Els ngomongmu normal" Kata Chung
"Dikarenakan tadi tidak ada perkataan yang perlu dibenarkan" Balas Elsword
"Ooh..." Kata Chung, Elsword pun mengangkat Raven seperti anak kucing (diangkat lewat kerah belakangnya) lalu menaruhnya di sofa, Raven hanya duduk pasrah
"Baiklah, kami pergi dulu" Kata Chung
"Ya. Eh, tunggu dulu" Kata Elesis spontan, para pasukan penangkap Joaquin pun berhenti
"Ada apa?" Tanya Elsword
"Eve tanganmu hangat. Kamu manusia" Kata Elesis
"APAAAA!" Teriak orang lainnya
Chapter 2 selesai
Ya! segini aja. Terima kasih sudah membaca.
Saya udah ga ada ide lagi bua lanjutin chapter ini dan saya juga heran sendiri sama efek-efek samping untuk para makhluk lainnya XD
Balas Review :
The-Flame-lord617 :
Hahaha! iya juga ya nasod-arm Raven jadi gimana ya?
Anggap saja nasod-armnya ikut mengecil.
Ya, disinilah lanjutannya silahkan membaca, tekan ctrl+w untuk kembali membaca XDDDD (haha!)
Dark-knight219 :
Elsword jadi sopan itu tanda-tanda dunia ko'id XDDD
RainNight10715 :
Ahahaha!
APTX4869 aku udah lama ga baca Conan jadi udah lupa XDDDD (aku pikun)
Ya, ya. Bisa juga Aisha telinga kucing tapi aku maunya yang efeknya merugikan walaupun akhirnya ada menguntungkannya. Aku stress di rumah mikirin efeknya buat Aisha T_T tolong bantu aku...
the girl writer :
Add ngancurin rumah, dia bakal jadi pekerja buat bangun rumah seumur hidupnya lagi XDDDD
Ya! sekian saja dari saya silahkan baca chapter selanjutnya (pake mesin waktu dora*mon ke setahun kemudian trus baca fanfic ini)
