Kapal wisata Life Friends. Kapal wisata bercat putih yang memiliki dua lantai. Kedua lantai memiliki bangku-bangku penumpang yang cukup nyaman. Kapal tersebut mampu mengangkut sekitar tiga puluh orang penumpang. Sebagian penumpang lebih memilih mengambil posisi di lantai atas, karena bisa menikmati pemandangan laut biru dengan lebih jelas dan menghirup udara yang menyegarkan.
"Mengapa kau lama sekali?" tanya Izuki.
"Maafkan aku, senpai. Sekarang aku sudah di sini kan?" sahut Kagami.
Dari dalam kapal, Kuroko melambai-lambaikan tangannya. Kagami pun membalasnya dengan senyuman. Ia langsung menaiki kapal wisata itu dan duduk di samping Kuroko. Mereka semua mengambil bangku di lantai dasar, karena lantai atas sudah penuh dengan penumpang lainnya.
Melihat Kuroko dan Kagami yang duduk berdekatan, membuat Kiyoshi sedikit merasa cemburu. Karena antara Kagami dan Kiyoshi sempat terjadi jalinan asmara. Kiyoshi adalah pacar Kagami sebelum Kagami berhubungan dengan Kuroko. Semantara itu, Hyuuga, Izuki dan Mitobe dari tadi hanya memandangi keindahan laut meskipun kapal wisata itu belum bergerak. Begitu pula dengan penumpang lainnya, seperti Kasamatsu dan Kise yang tampak sedang bermesraan, Sakurai yang sedang membaca brosur tempat wisata di Cancun, Momoi yang sedang memegang cangkir minuman dan Aomine yang sedang santai, serta beberapa penumpang lainnya yang sudah tidak sabar untuk melihat keindahan laut Cancun lebih dekat.
Anak buah kapal sudah selesai mengisi bahan bakar. Kemudian ia meletakkan tabung jerigen berisi bahan bakar tersebut di bawah kemudi kapal. Tanpa ia sadari, jerigen itu belum tertutup rapat. Selanjutnya tali pengikat kapal pun dilepaskan oleh anak buah kapal lainnya. Dan akhirnya kapal tersebut pun mulai bergerak meninggalkan dermaga.
Di tempat lainnya, di dekat dermaga, Himuro, Murasakibara dan Akashi sedang menaiki boat mereka sendiri, yang mereka sewa dari jasa penyedia kapal boat. Himuro dan Murasakibara tampak kecewa, karena rencananya mereka akan mengadakan adu selancar, namun hingga saat itu, mereka sama sekali tidak melihat adanya ombak.
"Benar-benar payah. Hari ini tidak terlihat adanya ombak." ujar Himuro.
"Ya sudah, kalau begitu kita berjemur saja di laut, bukan kah boat ini punya matras pelampung?" kata Akashi.
"Idemu boleh juga." sahut Murasakibara sambil tersenyum dan melingkarkan tangannya di pinggang atletis Akashi.
Lain lagi dengan Midorima, saat itu ia sedang bersiap untuk melakukan parasailing dengan boat lainnya.
.
.
Kapal wisata Life Friends semakin melaju ke tengah menjauhi pantai. Para penumpang sangat terkagum-kagum melihat keindahan alam laut ditambah penjelasan dari seorang pemandu wisata yang menceritakan beberapa hal tentang kota Cancun tersebut.
Sementara itu sang anak buah kapal yang berjaga di bagian belakang, tidak sengaja menyenggol tali pengikat kapal dengan kakinya. Tali tersebut terjatuh ke dalam air. Karena pengaruh gelombang dalam laut dan tarikan baling-baling kapal, tali tersebut ketarik dan tersangkut ke salah satu baling-baling, sehingga kapal tersebut tersendat tiba-tiba. Akibat gerakan yang tiba-tiba itu, jerigen bahan bakar tadi terguling. Karena tutupnya tidak rapat, bahan bakar tersebut tertumpah dan mengalir ke seisi lantai di ruang kemudi. Saat itu sang pengemudi kapal tidak menyadari hal tersebut, karena ia sedang sibuk mengamati mesin kendali kapal wisata tersebut.
"Apa, yang terjadi?" tanya Riko.
Semua penumpang saling pandang dan bertanya-tanya, apa yang menyebabkan kapal tersendat tiba-tiba.
"Semua penumpang harap tenang, sepertinya tali pengikat kapal tersangkut di baling-baling." ujar sang pemandu.
Sang pengemudi memerintahkan anak buahnya via walkie talkie untuk melepaskan tali tersebut dari baling-baling kapal. Kemudian ia menyalakan sebuah pemutar musik yang melantunkan lagu dari sebuah band terkenal bernama Jack's Manequin, yang berjudul "Swim".
You gotta swim.
Swim for your life.
Swim for the music that saves you when you're not so sure you'll survive.
You gotta swim and swim when it hurts.
The whole world is watching.
You haven't come this far to fall off the earth.
Wajah Kagami terlihat keheranan setelah mendengar alunan lagu tersebut.
"Kagami-kun, kau kenapa? Mengapa kau terlihat gelisah?" tanya Kuroko.
"Entahlah, hanya saja aku merasa aneh." jawab Kagami.
"Aneh kenapa?" tanya Riko yang juga mendengar ucapan Kagami.
"Tadi sewaktu di hotel, aku juga mendengar lagu ini. Entah kenapa mendengar lagu ini bulu kudukku jadi merinding." ujar Kagami.
"Kagami.. ini hanyalah sebuah lagu, jangan kau anggap sesuatu yang aneh." sahut Izuki yang ternyata juga mendengarkan ucapan Kagami tadi.
.
.
Seorang anak buah kapal terjun menyelam ke dalam air untuk melepaskan tali yang tersangkut di baling-baling kapal.
Di ruang kendali, sang pengemudi kapal berdiri di antara genangan bahan bakar, sampai akhirnya ia menginjakkan kaki kirinya, yang di bawah sepatunya menempel sebuah puntung rokok yang masih sedikit menyala, di genangan bahan bakar tersebut.
BYUUSSSHHHH!
Api langsung menyambar kaki kirinya. Awalnya nyala api cukup kecil, namun jadi membesar akibat bahan bakar yang sudah menggenangi lantai. Pria tersebut mulai panik dan kelabakan akibat api yang membakar dirinya dan ruang kemudi tersebut.
"Aaaaaaa!"
Suara teriakan terdengar dari ruang kemudi, sehingga menyita perhatian para penumpang, yang terlihat semakin khawatir. Semua bertanya-tanya apa yang terjadi di dalam ruang kendali.
Pria itu berteriak dan sambil berusaha mencari pemadam api untuk meredam api tersebut. Namun usahanya semakin sulit, ketika api mulai mengganggu sistem kendali. Sistem kendali kapal tersebut menjadi malfungsi, sehingga kapal bergerak sendiri dengan kecepatan melebihi kecepatan standar.
Anak buah kapal yang sedang melepaskan tali yang tersangkut di baling-baling, terseret arus dan terhisap ke baling-baling, membuatnya terlihat seperti daging giling.
Kapal wisata itu melaju kencang, membuat para penumpang panik dan berteriak. Menyadari keadaan yang tidak baik, Hyuuga, Mitobe dan Izuki berinisiatif untuk memasuki ruang kendali dan melihat apa yang terjadi.
"Apa yang terjadi di ruang kemudi?" tanya Izuki.
"Aku akan melihat ke dalam." ujar Hyuuga.
"Aku ikut." sahut Mitobe.
Namun apa yang terjadi ketika Hyuuga membuka pintu ruangan kemudi? Sebuah ledakan api langsung menyambar dan membakar tubuh ketiga remaja tersebut. Api pun langsung menjalar ke bangku-bangku penumpang, baik di lantai dasar maupun dilantai atas. Beberapa penumpang mulai tersambar api, sehingga mengakibatkan penumpang lain panik dan berdesak-desakan untuk menyelamatkan diri mereka.
Akan tetapi kapal wisata itu terus melaju kencang, dan berlayar mengarah ke sebuah boat yang sedang berhenti di tengah laut. Boat tersebut ternyata adalah milik Himuro, Murasakibara dan Akashi. Karena ketiganya sedang berjemur di matras pelampung sambil tertidur, maka mereka tidak menyadari sebuah kapal wisata yang sedang terbakar dan melaju kencang, sedang menuju ke arah mereka.
Tapi sayang, mereka menyadari hal tersebut ketika kapal wisata sudah mendekati boat mereka, dan akhirnya kapal wisata dan boat yang berisi tiga orang remaja itu pun bertabrakan dan meledak.
Ledakan itu membuat lantai atas kapal wisata runtuh sebagian, dan menimpa para penumpang yang ada di bawahnya, termasuk Aomine, Momoi, Sakurai, Pasangan Kasamatsu dan Kise, serta Riko dan Kiyoshi.
"Tidaaaakk!"
Teriakan Kuroko histeris melihat teman-temannya tewas tertimpa langit-langit kapal yang terbuat dari batu.
Ledakan itu juga mengakibatkan beberapa penumpang yang ada di lantai atas terlempar ke laut. Hal itu juga terjadi pada Kagami. Ia terlempar ke laut sementara kakinya tidak sengaja terikat (terlilit, whatever) pada tali yang sebelumnya tersangkut pada baling-baling kapal. Sehingga tubuh Kagami terseret-seret di dalam air.
Melihat kejadian yang menimpa pacarnya, Kuroko pun berteriak memanggil nama Kagami sambil berusaha menarik tali yang mengikat kaki Kagami tersebut.
Namun usahanya ternyata sia-sia ketika kapal boat lain yang membawa Midorima berparasailing mulai menjadi sasaran tabrakan dengan kapal wisata Life Friend yang sudah kehilangan kendali. Pengemudi boat yang membawa Midorima berparasailing, melompat ke laut untuk menyelamatkan dirinya. Sementara Midorima yang berada di udara mulai kebingungan. Ia berusaha melepaskan tali penghubung tubuhnya ke kapal boat tersebut. Tak bisa di hindari lagi, kapal wisata Life Friend bertabrakan untuk kedua kalinya. Ledakan besar terjadi sekali lagi, dan membuat Kuroko menjadi korbannya. Melihat hal itu, Kagami mencoba berteriak, namun suaranya tidak bisa keluar sama sekali akibat kesulitan bernafas.
Saat itu juga, tali yang menghubungkan Midorima untuk berparasailing pun terputus. Karena tekanan udara yang cukup besar, membuat parasut Midorima tidak mau mengembang, sehingga tubuhnya melayang di udara dan terlempar jauh, lalu ia menyaksikan dadanya sendiri menancap pada tiang layar kapal lain yang berada tidak jauh dari kapal wisata Life Friend. Ia pun langsung tewas tak bergerak.
Akibat tabrakan yang kedua kalinya, kapal wisata Life Friend menjadi lamban dan perlahan mulai tenggelam. Kagami merasa sudah sangat letih akibat terseret-seret dan kesulitan bernafas di dalam air. Sementara kakinya masih terikat dan terhubung ke puing-puing kapal yang terbuat dari besi. Puing-puing itu pun makin lama makin tenggelam membawa tubuh Kagami semakin dalam dan dalam dasar lautan.
.
.
.
Mengapa kau lama sekali?" tanya Izuki.
Kagami terkejut, seperti baru tersadar dari mimpi. Matanya melihat ke sekelilingnya kemudian melihat ke arah Kuroko berada.
Dari dalam kapal, Kuroko melambai-lambaikan tangannya.
Kagami semakin kebingungan, karena ia seperti baru mengalami peristiwa de-ja-vu. Semua keadaan benar-benar persis sama dengan apa yang ia lihat di dalam penglihatannya.
"Oi, Kagami, ada apa dengan dirimu? Kau seperti ketakutan sampai-sampai berkeringatan seperti itu" tanya Izuki.
"Kapal ini…KAPAL INI AKAN MENGALAMI KECELAKAAN!" Teriak Kagami sekeras-kerasnya.
Reaksinya yang panik dan kebingungan seperti itu, kontan menarik perhatian teman-temannya dan para penumpangan lainnya.
Melihat kekasihnya bersikap aneh seperti itu, Kuroko pun bergegas turun dari kapal wisata itu dan menghampiri Kagami.
"Kagami-kun, tenanglah. Kau kenapa?" tanya Kuroko yang khawatir.
"Kalian semua harus tahu, kapal ini akan mengalami kecelakaan. Dan kita semua akan tewas di dalamnya!" kata Kagami yang masih panik.
"Apa dia sudah gila?" kata Aomine.
"Senpai, aku mulai tidak suka di sini ssu. Lebih baik kita pergi ke pantai saja." ujar Kise kepada kekasihnya.
"Kau benar juga. Kalau begitu, ayo kita berjemur di pantai saja." sahut Kasamatsu.
"Kagami, kau benar-benar merusak semuanya." ujar Izuki.
"Aku juga tidak jadi. Lebih baik aku kembali ke hotel dan membaca buku saja." ujar Sakurai.
"Sakurai-kun, Aomine-kun…aku ikut…" ujar Momoi.
Mereka pun turun dari kapal wisata itu, mengurungkan niat mereka untuk melihat pemandangan laut Cancun.
"Apa yang kau lakukan? Kau sudah membuat beberapa penumpang ketakutan dan tidak jadi menaiki kapal ini." ucap seorang anak buah kapal.
"Tapi aku yakin, kalau kapal ini benar-benar akan…"
Belum sempat Kagami menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba sebuah kepalan tinju mendarat di wajahnya.
"Hentikan kegilaanmu ini, Kagami!" ujar Hyuuga yang baru saja memukul wajah Kagami.
"Hyuuga-senpai, hentikan!" teriak Kuroko yang mencegah perkelahian lebih lanjut di bantu oleh sang anak buah kapal.
"Lebih baik kalian pergi dari sini, sebelum aku memanggil keamanan." kata sang pengemudi kapal yang mencoba membantu menyelesaikan keributan itu.
"Sudah biarkan saja mereka! Jalankan saja kapal ini!" teriak seorang penumpang dari dalam kapal.
Keributan itu juga menarik perhatian Akashi dan Himuro. Mereka mendatangi keributan tersebut dan membiarkan Murasakibara pergi dengan boatnya sendirian.
"Ada apa dengan mereka? Mengapa mereka berteriak-teriak seperti itu?" tanya Himuro.
"Entahlah, aku juga tidak tahu." jawab Akashi.
"Oh...Sialan! Atsushi meninggalkan kita berdua." ujar Himuro.
"Dia memang selalu saja bercanda." sahut Akashi sambil melambaikan tangannya pada Murasakibara yang sedang mengemudikan kapal boatnya.
Sementara itu, Midorima juga tidak jadi melakukan parasailing karena ingin melihat keributan yang terjadi tidak jauh dari tempatnya berada.
"Ada-ada saja. Di saat liburan seperti ini harus membuat keributan nanodayo." gerutunya.
"Bagaimana? Apa kau jadi berparasailling?" tanya pengemudi kapal boat yang rencananya akan mengantar Midorima berparasailing.
"Hmmm…mungkin nanti saja." jawab Midorima.
Kuroko mengajak Kagami duduk di sebuah bangku yang ada di dekat dermaga. Sementara itu kapal pun mulai bergerak. Kagami masih tampak stress dan kebingungan. Lalu ia melihat kepada teman-temannya yang menyesal tidak jadi naik kapal wisata tersebut.
Lalu ia tidak mendapati Mitobe dan Riko yang tidak berada bersama teman-temannya yang lain.
"Eto...Di mana Mitobe dan Pelatih?" tanyanya.
"Tentu saja mereka ada di kapal itu. Mereka tetap ingin melihat keindahan laut Cancun. Kalau saja kau tidak membuat kekacauan, sudah pasti kita juga sedang bersenang-senang menikmati tempat ini." ujar Hyuuga kesal.
"Hyuuga, jangan mulai pertengkaran lagi." ujar Izuki.
"Tapi kapal itu akan mengalami kecelakaan."
"Kagami-kun, sudahlah." ujar Kuroko yang berusaha menenangkan Kagami.
"Kagami, tenanglah." ucap Kiyoshi yang juga ikut menenangkan Kagami.
"Sudahlah Kagami, aku semakin muak melihat oce-"
DUAAARRRRR!
Percekcokan mereka terhenti ketika sebuah ledakan terjadi di tengah laut. Kapal wisata Life Friend meledak dan menabrak sebuah boat yang juga sedang berada di sekitar laut.
"Apa yang…" ucap Hyuuga yang melihat kapal wisata itu meledak.
Aomine, Momoi dan Sakurai yang sedang berjalan menuju hotel, menoleh ke arah suara ledakan yang keras itu.
Semua orang, termasuk Kasamatsu dan Kise yang sedang berjemur di pinggir pantai juga terkejut melihat kejadian itu. Midorima yang tidak jadi berparasailing juga tak luput dari keterkejutan.
"Oh Tuhanku…" ucap Midorima.
Apalagi Himuro dan Akashi yang tak kalah terkejut, ketika mengetahui kalau boat yang tertabrak oleh kapal wisata Life Friend adalah boat yang di kemudikan oleh Murasakibara. Mengetahui hal itu, tentu saja Akashi berteriak histeris memanggil nama kekasihnya itu.
"ATSUSHI…!"
Himuro yang kaget, memeluk temannya tersebut, mencoba menenangkannya setelah melihat Murasakibara, sahabatnya sekaligus pacar Akashi menjadi korban di kecelakaan itu.
Hal itu juga di rasakan Kagami, Kuroko, Izuki, Kiyoshi dan Hyuuga, karena teman baik mereka, Mitobe dan Riko berada di kapal yang kini sudah menjadi puing-puing akibat ledakan besar itu. Hyuuga, Izuki, Kiyoshi serta Kuroko menatap Kagami dengan pandangan aneh. Karena mereka tidak menduga kalau kecelakaan yang dikatakan Kagami sebelumnya, kini benar-benar terjadi. Mereka tidak habis fikir mengapa Kagami bisa mengetahui kejadian yang sama sekali belum terjadi.
"Kagami-kun, bagaimana kau bisa…?" tanya Kuroko.
Kagami hanya diam tidak menjawab, karena ia sendiri juga tidak tahu jawaban atas pertanyaan tersebut.
To...Be...Continued...
Author penasaran apakah cerita ini memang pantas masuk ke rate M._.
Tolong review-nya, ya! Thank you...
