Warning : Gaje, abal, aneh, g mutu, Ooc, minim deskripsi, Rush, dll.
Naruto ® Masashi Kishimoto
Rate : T
Genre : Romance/Drama/Little bit Humor
Who's this Baby's Father ® Q kyu
(Judul Q ganti sesuai saran dari Annonymous99-senpai *makasih atas sarannya y Senpai*)
Py Reading
"Semuanya karena kalian!" Sakura merajuk, kedua tangannya dia silangkan di depan dada dengan bibir yang mengerucut kedepan. "Sekarang aku harus bagaimana?"
"Bagaimana apanya? sudah jelaskan, kita bertiga akan tinggal di sini sampai salah satu dari kita menikah denganmu. Ayahmu sudah mengatakan itu sepanjang hari," kata Sasuke, si Onyx yang duduk di karpet di bawah Sakura tanpa mengalihkan perhatiannya sedikitpun dari bukunya.
"Sasuke, aku tahu itu… masalahnya, aku nggak mau tinggal hanya bertiga dengan kalian, aku nggak mau repot dan aku nggak yakin Sasori bakal tenang kalau tahu—"
"Sakura-chan, kau harus putus dengan si Merah itu," Naruto datang dari arah dapur dengan cup ramen yang mengepulkan asap panasnya, menyumpit ramennya tanpa mengacuhkan delikan dari Sakura, tapi gadis itu diam tak menjawab.
"Dobe benar, kau akan menikah dengan kami— maksudku dengan salah satu dari kami— jadi kau harus putus dengannya." Sasuke masih belum beralih dari bukunya, dia kembali membalik halaman baru buku itu.
"Kalian menyebalkan, aku mau tidur saja," Sakura merengut, dia bangkit dari duduknya disofa, sedikit menyenggol Sasuke dengan sengaja.
"Argh!" erang Sasuke. Dan…
'Dug'
"Aww~!" erang Naruto
"Baka!" dia menjitak Naruto yang berpas-pasan denganya disisi sofa.
"Kenapa dia?" bisik Naruto, si Blonde itu pun duduk di tempat Sakura, di sofa
di atas Sasuke yan duduk di karpet. Sasuke hanya mengangkat bahu, sama sekali tak berniat meninggalkan bukunya. Ck, dasar kutu maniak.
~Q~
Sakura kembali meruntuk pagi ini, benarkan apa yang di khawatirkannya semalam. Pagi ini, ketika gadis itu bangun dari tempat tidurnya, berjalan gontai menuju meja makan dan akhirnya harus melongo ketika meja itu kosong!. Meruntuk Sakura berjalan gontai kearah dapur dan kembali melongo melihat dapur yang kotor dengan bungkus kosong bumbu ramen instant, tumpahan air serta bubuk kopi dan gula. Terpaksa Sakura harus membersihkannya terlebih dulu sebelum mengambil roti dan selai dari kulkas dan sarapan pagi sendirian.
Lalu sekarang, matanya kembali di suguhi kumpulan cup ramen kosong yang bersanding dengan dua cangkir kopi kosong diatas meja di depan televisi dan pagi itu pun Sakura mulai dengan beres-beres rumah. Dia geram dengan hal ini, dan dia memutuskan bahwa dia harus sesegera mungkin membicarakan tentang seorang pengurus rumah tangga dengan Sasuke dan Naruto.
.
"Apa yang kau pakai, Sakura?"
Sakura menengadah, memandang pemuda yang berdiri di pertengahan tangga dan memandangnya dengan alis bertaut seakan Sakura adalah jerami yang memakai gaun. Sakura pun mau-tak- mau mengecek dirinya dari bawah sampai atas. Tidak ada yang salah, dia baru saja mandi dan tak mungkin memakai make up yang salah pula. "Ada yang salah?"
Tanpa menjawab pertanyaan Sakura, Sasuke meraih lengan gadis itu dan kembali membawanya masuk kedalam kamar. Sasuke, pemuda berambut hitam kebiruan yang tampak baru bangun itu langsung mengobrak-abrik lemari pakaian Sakura tanpa mengidahkan protes dari gadis itu.
"Ganti bajumu dengan ini," Sasuke menyodorkan sebuah terusan selutut berwarna biru ke tangan Sakura.
"Kau ini kenapa Sasuke?"
Sasuke tak menghiraukan, pemuda itu kemudian berjalan kearah rak sepatu Sakura, mengambil flat shoes biru muda Sakura dan kembali menjejalkannya di tangan Sakura
"Kau sedang hamil Sakura, tidak seharusnya kau memakai jeans ketat seperti itu, cepat ganti bajumu."
Sakura masih belum mengerti, memangnya apa hubungannya antara hamil dan celana jeans? Meski begitu, mendengar nada final yang cukup mengancam dari Sasuke, gadis itu pun masuk kedalam kamar mandi di kamarnya.
Sakura terpaksa membelalakkan matanya begitu dia keluar dari kamar mandinya. Sebagian besar isi lemarinya telah berpindah ke atas tempat tidurnya dan semua sepatu berhak tingginya telah tergeletak acak dilantai.
"Sasuke apa yang kau lakukan!" pekik Sakura.
"Mensortir pakaianmu Sakura, kau tidak akan memakai semua itu lagi, pakaian-pakaian itu tidak cocok untuk wanita hamil, terlalu ketat dan terlalu berat, dan semua sepatu-sepatu itu terlalu berbahaya untukmu Sakura," jawab Sasuke tenang, pemuda itu kini sedang memilih-milih pakaian dalam Sakura, membuat gadis itu terpaksa harus meronakan wajahnya.
"Kami-sama Sasuke, usia kandunganku baru dua minggu. Aku masih bisa menggunakannya sampai—"
"Lebih awal lebih baik Sakura! sepulang kuliah aku akan mengantarmu belanja pakaian yang cocok untukmu, oke?"
Sakura menghela nafas tak menjawab, percuma saja berdebat dengan pemuda keras kepala itu.
"Kita juga akan mencari dokter yang cocok untukmu, sekarang ayo ku antar kau ke kampus."
"Dokter?" Tanya Sakura tak mengerti, gadis itu mengabaikan uluran tangan Sasuke hingga membuat pemuda itu meraihnya dengan paksa.
"Aku mau perkembangan bayiku di pantau oleh dokter yang terbaik, Sakura."
"Aaa." Sakura mencelos, dokter kandungan? Dan wajah gadis itu memerah lagi. Untung saja kali ini Sasuke telah berjalan di depannya meski Sakura sedikit takut pemuda itu merasakan suhu tubuhnya yang meningkat dari genggaman tangannya.
"Oi, Sasuke! Kenapa kau keluar dari kamar Sakura-chan? bukannya seharusnya kamarmu juga di atas? Disamping kamarku?"
Sakura dan Sasuke mengengadah, memandang pemuda blonde yang berdiri di pertengahan tangga dan memandangnya dengan alis bertaut curiga. Sasuke berdecak, kemudian tanpa menjawab pertanyaan Naruto, pemuda itu kembali menarik Sakura mengikuti jalannya.
"Sasuke! Kau tidak… Hey paman Jiraiya melarang kita—"
"Diam kau Dobe! Dari pada banyak omong mending kau bereskan kamar Sakura sementara aku mengantarnya ke kampus," kata Sasuke tanpa memandang pemuda yang kedua kakinya masih terpaku di anak tangga ke tujuh dengan dada yang berdenyut-denyut tak nyaman. "Dan jangan lupa untuk mencari seorang pengurus rumah tangga, Dobe."
Ah! Kalimat Sasuke barusan membuat Sakura menelan kembali niat protesnya. Sepertinya dia tak perlu repot-repot membicarakan hal ini pada keduanya, Sasuke meman jenius! Tahu banget apa yang diinginkan Sakura.
Tanpa alasan yang pasti kedua tangan si Blonde pun mengepal erat, tiba-tiba saja dia merasa kalah. Dengan langkah kaku Naruto mendekat pada pintu kamar Sakura yang berada di ujung bawah tangga. Hatinya berharap bahwa dia akan menemukan kamar itu rapi dan hanya di pemuhi aroma tubuh Sakura yang menenagkan walau sering kali menggilakan.
Hatinya mencelos saat menemukan kamar itu benar-benar berantakan, namun bukan berantakan yang ditakutinya. Bodoh memang, tapi setidaknya Naruto bisa menebak apa yang baru saja Sasuke lakukan pada gadis itu, tepatnya pada lemari gadis itu. Meski begitu, pemuda itu tetap saja merasa kalah.
~Q~
Sasuke benar-benar melakukan niatnya, Sakura baru saja keluar dari pintu laboratorium komputer saat Sasuke langsung menarik tangannya dan membawanya pergi meninggalkan sasori yang telah menunggu gadis itu sejak sepuluh menit yang lalu. Sasuke tak memperdulikan protes Sakura mau pun sasori yang berusaha menegaskan keberadaannya disana.
Mulai dari dress pendek hingga panjang, mulai dari yang berbahan sutra hingga katun, semuanya Sasuke yang memilihkannya untuk Sakura. sepatu-sepatu tanpa hak berbahan tingan, lentur dan lembut, sampai susu khusus ibu hamil yang komposisinya di baca satu per satu oleh Sasuke hingga akhirnya pemuda itu puas memilih satu yang menurutnya paling mendekati sempurna.
Sakura tak tahu kecelakaan apa yang baru saja menimpa pemuda itu, atau obat mana yang berhasil merusak otak jenius si Uchiha muda hingga membuatnya bertranformasi menjadi sosok yang –begitu– peduli. Tapi Sakura menikmatinya, tak perduli dengan perihal apa yang membuat pemuda itu berubah Sakura tak perduli selama rasa nyamanlah yang muncul sebagai akibat dari semua itu.
Sasuke dengan terpaksa menunda niatnya membawa Sakura ke rumah sakit konoha karena ternyata sesi belanja menghabiskan waktu dan tenaga yang cukup banyak. Setelah membeli makan malam di sebuah restaurant keluarga dengan menu andalan Yakiniku, Sasuke membawa Sakura pulang kerumah.
"DARI MANA SAJA KALIAN!" teriakan murka si Namikaze muda menyambut Sakura dan Sasuke begitu keduanya tiba di rumah mereka,
~TBC~
Wow Q gag yakin dengan jumlah ini! Makasih atas semua rifyu dari kalian, Arigatou Gozaimazu :
Gieyoungkyu, J0e, Vytachi W.F, OraRi HinaRa, Pocha-chan, Shaika, Ryu Akino-kun Yamato Aizawa, Riku Aida, Hoshi Yamashita, Lucy121, Mieko luna-chan sasori, NaruSaku Lovers, Annonymous 99, Kirara Yuukansa *Makasih untuk masukan judulnya Senpai, tapi Q ambil yang dari Annonymous99, tapi Q tetep menghargai banget masukan dari Senpai * , akasuna no hataruno teng tong, Ellechi, wintter sky blossom, 4ntk4-ch4n, Midori Kumiko, Maemi Ayabito *makasih masukannya, sudah saya Edit lagi qo, Arigatou(bungkuk2)*, CherryBlossom Sasuke, mayu akira, vvvv, Artwing san, Uzuchiharu 'vee'love blossom, Hana, .crane, Haza Haruno, staacha, Aizawa shiron, Risuki Taka, Hikari Meiko EunJo, DaRuma Chi TsuToSuke, darknies, Sora Hinase, Yuuki d'gray girl, Yue Heartphilia, siapa aja boleh.
WOW, angka yang menakjubkan… Kyu amat sangat berterimakasih untuk angka ini dan semoga bisa Kyu pertahanin *maunya sih naek*… maaf g bisa bales satu persatu, tapi Kyu sangat menghargai setiap 1 angka yg Kyu dapet. *sujud syukur* tapi ada satu yang bikin Kyu g enak ati, Kyu sepertinya fic ini menjurus k Humor y? padahal Kyu g maksud bikin Humor, untuk itu Kyu takut kalo Readers kecewa ama kelanjutannya… mudah2 gda yang kecewa ya? *amin*
Maaf banyak bacot
Next cep waktunya Naruto yang bergerak, Yang mau lanjut jangan lupa Rifyu y?
