Untuk chapter 2 sampai chapter terakhir tidak akan ada teks lagunya, jadi maaf ya~~

Disclaimer: HarvestMoon punya Natsume! Fic ini punya saya!

Yume's Pov (Adult Version):

"Bosannya~" Kataku sambil memainkan boneka alice pertama yang saat ini ada dikurungan.

"Aku ingin yang lebih asik lagi. Masa alice pertamaku ini gagal menjadi alice sepenuhnya dalam waktu singkat. Cape deh~! Cantik- cantik kok bodoh. Hahh~" Kataku lagi sambil menghela nafasku saking bosannya.

"…lay me to sleep"

"umm? Suara siapa itu?"

"Kiss my eyes and lay me to..Akh! Aku lupa apa lagi!" Teriak seseorang sehingga membuatku kaget selama 3 detik.

Aku segera melihat melalui bola cahaya yang kubuat agar bisa melihat orang yang tadi berteriak tersebut.

"Itu ya orangnya?" Pikirku sambil melihat seorang laki-laki berambut coklat dikuncir yang saat ini sedang berdiri di pantai.

"Baiklah, aku harus menyanyi lagi.." Kata pria berkuncir tersebut, dan dia mulai bernyanyi lagi.

Selama beberapa menit, aku mendengar laki- laki tersebut bernyanyi, dan aku langsung tersenyum licik saat melihat dia bernyanyi.

"Sepertinya, aku menemukan boneka yang baru nih~ khukhukhu.." Kataku sambil menahan tawa, dan segera mengubah wujudku menjadi anak kecil.

"Nah, sekarang ayo pergi ke dunia pria itu~ hihihi…" Kataku dengan suara anak kecil dan segera menghilang dari ruanganku.

2nd Alice/ Cliff's POV:

"This is what I brought you, this you can keep. This is what I brought, you may..May..Akh! Damn it!" Teriakku kesal karena lupa teks selanjutnya.

"Kenapa aku ini selalu lupa sih! Padahal sudah kuhafal 150 kali! Tapi kenapa masih lupa! Mau gimana aku tampil nanti di Mineral Square!" Kataku kesal sampai membanting kertas teks laguku ke pasir.

"Hihihi…"

"Hah? Siapa disitu?" Tanyaku sambil menengok kearah belakang dan sadar ada anak kecil berambut coklat sedang tertawa kecil sambil melihatku.

"Apa yang kamu tertawakan?" Tanyaku dengan muka merah dan mendekati anak kecil tersebut.

"Menertawakan sikap kakak yang marah- marah sendiri itu. Hihihi…." Kata anak kecil tersebut dengan wajah tersenyum lebar, dan aku langsung menjitak anak tersebut.

"Kenapa aku dijitak? Kan sakit~" Kata anak tersebut sambil memegang kepalanya yang benjol.

"Tidak sopan menertawakan orang dewasa tau. Sana pergi. Sekarang sudah waktu bagi anak kecil untuk pulang ke rumah. Syuh, syuh.." Kataku sambil mengusir anak tersebut.

"Dasar, kakak yang aneh." Kata anak tersebut, dan segera pergi dari tempatku berlatih.

Aku hanya cuek bebek, dan berlatih lagi. Belum sempat aku mengeluarkan suaraku, ada seseorang yang melempar sesuatu ke kepalaku.

"Siapa lagi sih!" Kataku kesal setengah mati.

"Ini aku lagi, kak." Kata anak kecil yang pernah kujitak itu, dan saat ini dia berdiri didepanku.

"Kamu lagi~, ada apa lagi hah~?" Tanyaku sambil menahan amarah.

"Ini.." Kata anak tersebut sambil menempelkan kertas kemukaku.

"Aduh! Apaan nih!" Kataku sebal sambil meliat kertas tersebut.

"Dilihat juga tau kan. Dasar kakak bodoh." Kata anak kecil tersebut meledek.

Aku yang kesal langsung menjitaknya lagi, dan melihat isi kertas tersebut tanpa mempedulikan anak kecil itu.

"Eh? Ini kan lagu? Umm…nibanme.. arisu wa..Huh?" Aku yang melihat isi teks tersebut hanya bingung karena bahasanya.

"Ini lagu apaan sih, anak ke..Eh!" Kata- kataku langsung terpotong saat mengetahui anak kecil tersebut telah menghilang tanpa jejak.

"Hah? Dia hilang? Kok bisa ya? Apa dia hantu? Masa sih dia hantu? Kalau dia hantu…"

"Hiii! Seram- seram!" Kataku ngomong sendiri setelah berpikir yang tidak- tidak dan segera lari pulang ke inn, karena takut.

Yume-sama's POV:

"Hah~ Sungguh menderitanya aku dijitak, oleh mainanku yang baru itu." Kataku sambil mengubah wujudku seperti semula.

"Nah sekarang, ayo buat bonekanya. Hehehe~" Kataku dengan mata berbinar dan senyum licik atau nafsu.

"Setan Senen, setan Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu, datanglah kemari disini ada pesta, pestanya Mbah Surip, Cang kacang panjang yang pendek jaga..." Aku mengucapkan berbagai mantra yang gak jelas dari mana asalnya, yang penting ini dari author yang sarap, dan mantra ini selalu ampuh untuk membuat boneka.

Tanpa Babibubebo gak jelas, aku langsung meneriakan mantra terakhir untuk hasil terbaik dan juga mempersingkat waktu pembacaan mantra yang ribet itu.

"Alakazam!" Teriakku dan JRENG, jadilah boneka Alice yang ke-2.

"Akhirnya jadi juga! Yey, yey!" Kataku kegirangan sambil memutar- mutar boneka tersebut.

"Tapi, mudah- mudahan saja mainanku yang satu ini berhasil sesuai harapanku. Fufufu~" Kataku dengan tawa kecil dan segera memainkan bonekaku yang baru. Dan menunggu hari esok tiba untuk melihat hasilnya.

Malam hari, di kamar bagian laki- laki.

2nd Alice/ Cliff's POV:

Di kamar bagian pria, aku membaca teks lagu yang diberikan oleh anak kecil tersebut sambil berpikir keras.

Entah mengapa, aku merasa tertarik saat membacanya semalam dan ingin mencoba menyanyikan lagu tersebut.

"Ni-banme…Umm.. Arisu wa otona…"

"BRAKK!"

"AYAM! EH AYAM KFC, CFC!" Teriakku latah karena ada yang mendobrak pintu yang tidak lain adalah temanku Jack.

"Nape cuy? Laper? Sampai sebut- sebut ayam KFC, dan CFC." Tanya Jack dengan wajah innocent.

"Gak, aku gak laper. Terus, By the way, Busway. Tumben kesini, ngapain?" Tanyaku padanya sambil tiduran di ranjang.

"Lagi bosen nih~ Cliff nyanyi dong~!" Kata Jack sambil menggoyang- goyangkan badanku.

"Ogah ah. Lagi males." Kataku singkat, padat, dan jelas.

"Kenapa! Masa gak mau nyanyi~ Nyanyi dong~~ Please, please!" Kata Jack maksa dengan mata Puppy eyes andalannya itu.

Aku yang merasa tidak tahan bukan karena Puppy eyesnya Jack, tapi karena aku tidak tahan digoncangin- goncangin terus kaya lagi gempa bumi di Jogja sama si Jack bodoh ini. Aku langsung menghentikan tindakannya itu sebelum aku benar- benar mati kejeduk tembok.

"Oke- oke! Tapi, hanya sekali ini saja ya! Aku mau tidur habisnya!" Kataku sewot dan segera mengeluarkan teks lagu yang pernah diberi oleh si anak kecil itu.

"Ni-banme Arisu wa otonashiku

utawo utatte fushigi no kuni

ironna.." Aku langsung berhenti bernyanyi karena merasakan perasaan yang aneh menyelimutiku.

"Umm? Kenapa Cliff?" Tanya Jack bingung.

"Uh.. Aku merasa perasaan yang aneh saat menyanyikan lagu ini Jack." Kataku agak ketakutan.

"Oh..Mungkin saja itu perasaan pesimismu! Sudah jangan dipikirkan, ayo lanjutkan lagunya!" Kata Jack menyemangatiku.

Aku ragu untuk melanjutkannya atau tidak, dan tiba- tiba saja terdengar suara dari kepalaku sehingga aku merasa kesakitan.

"UAKKHH….!"

"CLIFF! KAMU KENAPA!" Teriak Jack mendekatiku dan berusaha menenagkan aku.

"UKKHHH..!" Aku terus merasa kesakitan sehingga aku tidak bisa mendengar suara Jack.

"Cepatlah lanjutkan nyanyianmu itu… Sebab, dengan nyanyianmu itu, mereka akan memujamu. Ayo cepat… Karena, dengan lagu tersebut kamu akan menjadi bunga mawar diantara mereka…"

Suara itu terus terngiang- ngiang dikepalaku, sampai kepalaku merasa ingin meledak. Aku terus merasa kesakitan yang luar biasa, sehingga aku tidak dapat menahannya lagi.

"Jack..To..Long.."

"Bruk!"

"CLIFF!" Teriak Jack histeris dan segera memanggil Pak Doug untuk menolongku yang pingsan.

Yume's POV:

"Plok, plok, plok.." Aku bertepuk tangan karena kagum dengan bonekaku itu.

"Yak, bagus- bagus..Ternyata dia kuat juga menghadapi godaanku. Tapi, tetap saja kemampuannya itu akan membuat dia berubah besok pagi. Fufufu…" Kataku sambil tertawa kecil.

Aku pun melihat dia yang saat ini tertidur alias pingsan karena godaanku itu, aku hanya tertawa kecil melihat penderitaan dia itu melalui bola cahaya yang kubuat.

"Nah~ besok gimana ya, hasilnya~ mati atau hidup ya? Tidak sabar untuk melihat kelanjutan hidupnya~" Kataku bertanya sendiri sambil melihat bonekaku yang baru itu dengan senyum lebar seperti iblis.

2nd Alice/ Cliff's POV:

"Cli..Cliff...!"

"Ukh...Aku..Dimana..?" Tanyaku lemah dan berusaha tersadar 100%.

"Cliff! Syukurlah kamu sudah sadar!" Teriak Jack dan langsung memelukku erat.

"Ukh~! Astaga! Jack, lepaskan aku! Jijik tau! Aku tidak mau jadi homo sepertimu!" Teriakku, berusaha melepaskan diri dari pelukan Jack.

"Jahat~! Aku kan gak homo! Aku masih normal!"

"Nah, terus pada saat musim summer tanggal 10, ngapain kamu tidur disamping aku Cuma pakai boxer doang hah!" Tanyaku dengan nada interogasi sambil menatap Jack dengan jijik.

"Itukan, gara- gara aku mabuk minum wine, Cliff! Jangan salah sangka dong! Aku kira tuh, aku sudah ada di ranjang sebelahmu! Yah, langsung saja aku tidur dengan nyenyak!" Jawab Jack kesal sambil menatapku balik.

"Ohh… Gitu toh.. " Jawabku datar, sedangkan Jack hanya keki melihatku.

"Oh iya, Jack.. Sekarang tanggal berapa?" Tanyaku pada Jack, karena aku teringat sesuatu yang tidak boleh aku lewatkan.

"Eh? Kalau tidak salah, hari ini tanggal... 4 fall. Napa mangnya?" Tanya Jack setelah member tahu tanggal padaku.

Aku yang mendengar hal itu langsung lompat dari ranjang dan segera ke kamar mandi dengan waktu 0.05 detik.

"Oh my god! Cliff, kamu kenapa?" Tanya Jack sambil menuju kearah kamar mandi.

"BRAK!"

"OUCH!"

"Jack, ayo kita pergi ke mineral square sekarang!" Teriakku sambil menyeret Jack yang mimisan dengan wajah merah karena terkena pintu yang aku buka secara tiba- tiba.

"Kenapa sih emangnya? Kok buru- buru? Aduh~" Kata Jack sambil mengelap mimisannya.

"Masa kamu lupa sih, dasar bodoh! Hari ini kan aku harus menyanyi di mineral square tau!" Kataku keki sambil berlari kearah mineral square dan masih menyeret Jack.

"Oh iya... Aku lupa..Hahahaha!" Kata Jack dan langsung tertawa terbahak- bahak.

Aku yang kesal setengah mati langsung memukulnya sampai pingsan dan benjol, dan melanjutkan perjalanan ke mineral square.

Mineral Square...

Normal's POV:

"Dimana si Cliff? Kenapa dia belum juga datang?" Tanya si Mayor Thomas sambil memutar- mutar kumisnya.

"Mungkin dia sedang diare, Mayor. Makanya dia telat datang." Kata Popuri dengan senyum lebar dan polos.

"Masa diare sampai 1 jam sih?" Tanya Kai yang entah sejak kapan bisa datang dimusim Fall.

"Ya iyalah bisa, Kai bodoh. Buktinya kakakku, Rick bisa diare sampai 2 jam dan bisa juga bolak balik ke wc 30 kali. Hebat gak tuh." Kata Popuri lagi dan segera dijitak oleh Rick karena aibnya dibuka.

"Sudah- sudah, kalian ini seperti anak kecil saja. Sebaiknya kita tunggu 5 menit lagi, Kalau dia tetap tidak datang makan acara akan ditutup tanpa ada nyanyian." Kata Mayor tegas.

Tidak sampai 10 detik, Cliff langsung datang dan secara tidak sengaja atau emang segaja melindas Mayor sampai gepeng gak karuan.

"Maaf, aku terlambat datang!" Kata Cliff terengah- engah dan masih tidak menyadari keadaan Mayor yang sekarang.

"Tuan Cliff! Berani sekali anda melindas saya dengan kakimu itu ditambah dengan tubuh Jack yang kamu seret itu!" Marah Mayor pada Cliff dan membuat Cliff agak ciut.

"Maafkan saya tuan Mayor, Janji deh gak bakal kaya gitu lagi." Kata Cliff sambil mengancungkan jarinya yang bertanda "Peace man."

"Ya sudahlah, yang penting kamu sudah datang. Sekarang masih ada waktu bagimu untuk menyanyi dipanggung sebagai acara penutupan."

"Oke bos. Oh iya, Popuri tolong rawat Jack ya!" kata Cliff dan langsung melempar Jack ke arah Popuri.

Cliff segera naik panggung, dan dia baru menyadari kalau dia lupa membawa teks lagu yang akan dia nyanyikan itu.

"Oh my f*ck god!(maaf kata kasar) Aku lupa bawa teksnya lagi!" Kata Cliff dalam hati saat merogoh sakunya.

Saat dia merogoh sakunya, tiba- tiba saja ada anak kecil yang pernah dia temui memberikan kertas berisi teks lagu.

"Nih, jangan lupa lagi ya." Kata anak kecil tersebut dengan senyum.

"Makasih, aku tertolong sekarang." Kata Cliff dengan nafas lega dan segera mengambil kertas tersebut.

"Kalau begitu, selamat bernyanyi di hari penutupanmu ini ya, fufufu~" Kata anak kecil tersebut dan dia segera pergi turun dari panggung.

Cliff yang bingung kenapa dibilang hari penutupannya oleh anak kecil tersebut, segera bernyanyi

"Ni-banme Alice wa otonashiku
utawo utatte fushigi no kuni..
"

Cliff baru ingat, saat dia menyanyikan lagu itu semalam langsung berhenti bernyanyi.

"Hmm? Ada apa Cliff? Kenapa tidak dilanjutkan?" Tanya Popuri bingung melihat Cliff yang berhenti bernyanyi diatas panggung.

"Aku..Aku.." Cliff ragu- ragu untuk menyanyikan kembali lagu tersebut, karena dia tidak ingin ada suara asing lagi dikepalanya.

"Hey! Cepat lanjutkan nyanyianmu! Bagus kok!" Kata Kai setengah berteriak ke Cliff.

"Iya, bagus kok lagunya. Ayo lanjutkan Cliff! Kamu pasti bisa." Kata Mary mendukung Cliff untuk menyanyi.

Cliff yang bingung, karena orang- orang menyuruhnya untuk melanjutkan lagu tersebut. Tapi dia takut untuk melanjutkannya.

"Turutilah kata- kata mereka. Mereka sangat menyukai lagumu."

"Siapa kau? Mengapa kau muncul lagi!" Kata Cliff pada suara asing tersebut melalui pikiran.

"Aku adalah pemilik wonderland, pengabul impian. Aku tahu kalau kamu ingin sekali menjadi bukan?"

"Ba..Bagaimana kamu tahu!" Kata Cliff lagi dalam pikiran tanpa mempedulikan suara oran- orang yang di bawah panggung.

"Tentu saja. Aku ini kan pengabul impian, jadi aku bisa tahu kesusahan orang- orang yang impiannya tidak terkabul. Seperti kamu .." Kata suara asing tersebut tertawa kecil.

Cliff yang mendengar kata- kata tersebut hanya terdiam dan segera berteriak.

"TOLONG KABULKAN IMPIANKU ITU!" Teriak Cliff sampai membuat orang- orang kaget.

"Fufufu~ Baiklah, kukabulkan impianmu itu... Menyanyilah maka impianmu akan terkabul..." Kata suara asing tersebut dan segera menghilang dari dalam kepala Cliff.

"Oi, Cliff! Kamu kenapa! Sakit jiwa ya!" Kata Kai agak marah dan membuat Cliff sadar.

"Ah..Umm..Maaf- maaf, tadi aku hanya berhalusinasi..Hehehehe..." Kata Cliff mencari alasan.

"Hah~ sudahlah, sekarang lanjutkan nyanyianmu itu. Mengerti?" Kata Mayor sambil memutar- mutar kumisnya.

Cliff hanya mengangguk dan segera mengulang lagu tersebut.

"Ni-banme Alice wa otonashiku
utawo utatte fushigi no kuni
ironna otowo afure sasete
kurutta sekaiwo umidasita..."

Saat Cliff menyanyi, dia melihat dan sedikit terkejut karena orang- orang yang menonton dia bernyanyi tersenyum dengan senyum yang mengerikan dan mata mereka seperti terhipnotis.

"A..Ada apa dengan mereka?" Pikir Cliff dan agak takut dengan tatapan tersebut.

"Hey, kenapa berhenti lagi! Ayo lanjutkan!" Kata Kai dan disusul oleh semua.

Cliff yang agak takut, tiba- tiba saja merasakan perasaan yang aneh, dan dia langsung tersenyum juga seperti orang- orang yang lain.

"Beginikah rasanya menjadi orang yang terpandang? Sungguh menyenangkan sekali.." Pikir Cliff dalam hati dan dia melanjutkan lagi lagu tersebut sambil tersenyum dengan senyuman yang mengerikan.

"sonna Alice wa barano hana
ikareta otoko ni uchi korosarete
makkana hanawo ichi-rin sakase
minnani mederare karete-yuku
"

Cliff yang selesai menyanyikan lagu tersebut langsung membungkuk hormat, tapi orang- orang tersebut merasa tidak puas langsung berteriak.

"Nyanyikan ulang! Kami ingin mendengarnya lagi! Ulang lagi!" Teriak orang- orang tersebut.

Cliff yang mendengar teriakan orang- orang tersebut untuk menyanyi lagi langsung tersenyum psycho dan bernyanyi sekali lagi dengan suara lantang, dan orang- orang yang mendengar lagu tersebut menjadi memuja dia dan itu membuat Cliff makin merasa senang.

"Kamu adalah mawar merah yang paling indah Cliff! Kami semua memujamu!" Teriak orang- orang tersebut sampai ada yang berlutut dan juga ada yang membungkuk hormat.

Tapi di satu sisi, Harris seorang polisi di Mineral Town. Membenci lagu tersebut dan mengeluh.

"Lagunya bikin aku pusing banget~! Kenapa sih gak selesai- selesai, dia nyanyinya! Padahal Cuma diulang- ulang lagunya, tapi kenapa orang- orang pada suka!" Kata Harris kesal.

Saat dia megeluh- ngeluh, dia menyadari kalau ada anak kecil yang menarik- narik baju seragamnya, dan anak kecil tersebut tersenyum.

"Paman, kenapa? Kok ngeluh- ngeluh gak jelas gitu?" Tanya Anak kecil tersebut.

"Aku tidak suka dengan Cliff, karena dia menyanyi dengan lagu yang sama dan itu membuatku muak mendengarnya!" Kata Harris marah- marah.

"Aku juga begitu sih paman. Aku sudah bosan mendengar lagunya itu..." Kata anak kecil tersebut, dan anak tersebut langsung menyadari sesuatu.

"Oh iya! Kenapa paman tidak tembak saja? Kan kalau ditembak dia bakal berhenti bernyanyi~ Hihihi~" Kata anak kecil tersebut tertawa kecil.

"Apa! Anak kecil, kenapa kamu bisa berbicara seperti i…!"

Kata- kata Harris terpotong karena dia melihat mata anak kecil tersebut yang berwarna kuning keemasan yang saat ini tersenyum psycho.

"Sudahlah, tembak saja dia paman... Lagi pula aku sudah bosan bermain dengan bonekaku ini...Jadi tembak ya~" Kata anak kecil tersebut sambil tersenyum lebar.

Harris yang sudah terhipnotis hanya mengangguk, langung mengeluarkan pistolnya dan mengarahkan pistol tersebut ke kepala Cliff.

Cliff, yang saat ini sedang menyanyi dengan suara lantang sambil tersenyum lebar tidak menyadari kalau dia dalam bahaya.

"1!" Teriak anak kecil tersebut sambil tersenyum kecil.

"2!" Lanjut anak tersebut dan Harris sudah menarik kunci pistol tersebut yang berada di bagian belakang pistol dan bersiap untuk menembak.

Anak tersebut langsung memunculkan senyum mengerikan dan langsung berteriak.

"3!"

"DOR!"

Suara tembakan tersebut membuat Cliff sadar, tapi terlambat baginya karena peluru tersebut telah mengenai jantungnya.

"Fufufu~ Paman berhasil membunuhnya~ Hahaha..Hahaha!" Kata anak kecil tersebut dan langsung tertawa terbahak- bahak.

Cliff yang tertembak itu langsung terjatuh dari panggung dengan baju bersimbah darah. Orang- orang yang memujanya berteriak dan membunuh Harris yang saat itu masih terhipnotis.

"Ukh..Uhuk! Sa..Sakit..!" Kata Cliff terbatuk- batuk sambil memegang jantungnya itu.

"Kakak~ bagaimana impianmu? Sudah terkabulkan?" Tanya anak kecil tersebut dengan senyum sambil menatap Cliff.

"A..Apa maksudmu..? Uhuk..Uhuk..!" Kata Cliff lemah dengan nafas tersengal- sengal dan batuk darah.

"Loh? Kakak tidak sadar ya? Impian kakak sudah terkabul loh~ lagi pula kan aku yang membantu kakak mewujudkan mimpi tersebut fufufu~" Kata anak kecil tersebut lagi.

Cliff yang terkejut Karena ternyata anak kecil itulah yang mengabulkan keinginannya hanya tersenyum.

"Hehehe... Hei, anak kecil... Siapa namamu?" Tanya Cliff dengan sisa tenaganya.

"Namaku…Namaku adalah Yume..Aku adalah pemilik Wonderland. Hehehe..." Kata anak yang bernama Yume tersebut dengan senyum lebar.

"Yume ya...Huh.. Terima kasih ya, telah mewujudkan mimpiku itu...Sekarang aku bisa tidur dengan tenang..." Kata Cliff dengan senyum kecil dan dia segera mati. Di luka bagian jantung itu keluarlah bunga mawar berwarna merah darah beserta dengan duri- durinya.

"Tenang saja, bonekaku sayang... Meskipun kamu mati, orang- orang tersebut masih memujamu loh...Jadi bersyukurlah kamu tidak sendirian...Sampai Jumpa..." Kata Yume dan dia langsung pergi meninggalkan tubuh Cliff yang sudah tidak berdaya yang saat itu dikerubungi oleh orang- orang yang memberi bunga mawar biru di sekeliling mayatnya.

Akhirnya, setelah menelantarkan fic saya ini selama 2 bulan lebih... Aku sudah menyelesaikan chapter ke-2! Hore!

Cliff: Lama amat sih updatenya!

Author: Yah..Namanya juga uda sibuk cari tempat magang saya~

Cliff: Tapi jangan kelamaan dong! Kasihan tuh para readers uda gondok nunggunya!

Author: Iya, iya~ Uda sana, mati lagi di mineral Square.*tendang Cliff*

Maaf banget ya untuk para readers~ tapi tetaplah enjoy membaca fic saya ini~ XD

Maaf kalau gaje, ada typo, alur kecepatan, dll!

Pokoknya baca deh yang berminat, okay! XD

RnR?