Summary : "hei, kufikir kita harus tidur berpisah kook"... "jadi? Bukannya itu malah menjadi alasan kuat untuk kita tidur ber—sama?" dan kalimatnya ditutup oleh Jungkook yang mengecup leher putih Jimin, dan erangan erotis Jimin , lalu setelahnya Jimin merasakan bulu kuduknya meremang sesaat setelah dia merasakan sesuatu yang keras dibawah bokongnya. BAD SUMMARY . KOOKMIN . JUNGKOOK X JIMIN . JIMIN AS UKE . JIMIN BOTTOM. Yaoi. Boyslove.
Pair : JUNGKOOK X JIMIN
RATED: M RATED. WAAAH I CANT BELIEVE MYSELF FOR WRITING THIS
Warning : dont read if u hate yaoi and hate me ^^ , dont copas and plagiat! This story belong to me.
ini No edit. jadi ya kalo banyak kesalahan maapken
.
.
HAPPY READING
SIAPKAN TISSU DAN KIPAS ANGIN
.
.
.
Dengan sekali angkat, Jungkook memutar tubuh Jimin menghadapnya dengan masih menempatkan Jimin diatas pangkuannya, hal itu sangat sukses membuat kebanggannya makin keras.
"Jimin.. kau cantik" Jungkook ganti mengelus pipi lembut Jimin yang sudah berubah warna menjadi sangat merah muda.
"saranghae" setelah Jungkook mengucapkan kata terindah yang Jimin dengar seumur hidupnya, Jungkook kembali menciumnya kali ini sangat lembut, namun kemudian lumatannya bertambah kasar, Jimin melenguh dan membuat akses pada lidah Jungkook untuk bermain didalamnnya.
"eeunghhh" Jimin melenguh keras saat Jungkook menghisap lidahnya kuat, Jungkook menyeringai setelahnya, menatap Jimin yang masih terengah dengan lelehan saliva dibawah bibirnya.
Kemudian dia beralih pada titik sensitive Jimin selanjutnya, leher putihnya. Dia menghembuskan nafas keras disana. "eeunghh hah.." Jimin sudah mengalungkan tangannya pada leher Jungkook.
Jungkook mengecupnya, menjilatnya, dan menggigitnya kecil kemudian menghisapnya, dan kegiatan tersbut diulang secara urut, berhasil mencetak beberapa kissmark dibeberapa leher Jimin, dia tidak bisa berfikir bahwa mark tadi akan menyulitkannya. "eeuuh juuung.." lenguhan panjangnya dan remasannya pada rambut Jungkook hanya disebabkan saat Jungkook kembali mengesap kuat dibekas kissmarknya.
"waaah, Jiminiee hyuuung aku sudah tidak tahan".
Dan setelahnya Jungkook mengangkat Jimin dan hal tersebut sukses membuat si kecil yang sudah lemas memekik terkejut dan segera mengeratkan pegangannya pada leher si dominan dan kakinya melingkari pinggang Jungkook.
"ka—kau memanggilku hyuung? Huaaa senangnya"
"tentu, dan sekarang, boleh aku melakukannya HYUNG?" Jimin baru sadar dia sekarang sudah terlentang dikasur besar tempatnya menginap, dengan tatapan Jungkook yang sangat mendominasi, Jimin hanya bisa menganggukkan kepalanya lemas dan menelan ludahnya kasar. You're in danger Jimin . ./huahahahaha/ abaikan.
Jimin tidak tau kenapa dia sudah tidak berbaju sekarang, seingatnya dia sedang sibuk berciuman dan melenguh lalu meremas rambut Jungkook.
"ja—jangan melihatku kook" Jimin memohon dengan wajahnya yang sudah merah, matanya yang sayu, bibirnya yang bengkak dan beberapa kissmark dilehernya .
"tentu tidak, aku sedang melihat pemandangan sayang. Dan kau sudah sangat keras dan basah dibawah sana" setelahnya Jungkook menggengam lembut milik Jimin.
"aaahh, jung—Jungkook apa aaah hah yang kau lakukan?"
"diam dan nikmati, tapi mendesahlah sekeras-kerasnya." Jungkook kembali meraup bibir bengkak Jimin, dengan tangannya yang masih dibawah sana, mengerut lembut kemudian mengocoknya seirama, tangannya yang kiri tak dia anggurkan, mencari tonjolan kecil didada sang bottom, dia menemukannya dan segera memainkannya menghasilkan erangan indah dan badan mengejang "hyaaah, aah". Jimin orgasme.
"waah cepat sekali."
" sekarang giliranku." Jimin sedikit takut sekarang, setelah Jungkook melepas kemeja, celana, dan mengeluarkan sesuatu yang besar. Jimin mulai berpikir, apakah benda itu bisa masuk dengan lubanghnya yang sangat sempit?.
"kook—kook itu sangat besaar" Jimin menunduk malu, wajahnya kembali memperlihatkan semburaat malu,
"kemarilah, tolong bantu adikku" setelahnya Jungkook menarik Jimin untuk duduk dan berhadapan langsung dengan kebanggaan miliknya.
"kulum hyuung" Jimin masih menatapnya takjub, bagaimana bisa, kebanggaanya sangat berbeda dengan miliknya, sangat besar dan berurat.
Saat merasa Jimin masih belum mau memberikannya service dia menusuk nusukkan juniornya pada mulut dan pipi Jimin.
"cepat hyung, lakukan" dengan suaranya yang sangat mendominasi, Jimin kira dia akan klimaks lagi. Awalnya hanya mengecup, kemudian dia melumaat kepala junior Jungkook, memasukkannya lebih dalam dan memainkan lidahnya pada lubang kebanggaan Jungkook, dengan hisapan yang lembut, Jungkook mngeram pelan "mmmhh kau sangat pintar," saat mendapaty pujian itu Jimin semakin bersemangat, seingatnya di film porno pertamanya dia melihat blowjob itu dengan memaju mundurkan kepala , dan setelah Jimin menirunya, ada umpatan dan erangan pada bibir Jungkook. Dan sebelum dia klimaks, Jungkook segera menarik kebanggaannya dan merebahkan Jimin lagi kemudian menindihnya.
"cukup. Sekarang kulum " Jungkook memberikan ketiga jarinya yang sudah sedikit basah terkena cairan Jimin.
Jimin hanya menurut, dia mengulum dan menghisap jari panjang Jungkook, mencoba menggodanya Jimin memainkan jarinya diatas dada Jungkook, menarikan jarinya diatasnya dan menatap seduktif Jungkook. "mmmhh" dan setelanya Jungkook mengeram rendah.
"shit. Kau nakal jim"
Jungkook mengeluarkan jarinya buru-buru dan meraup kembali bibir Jimin yang sudah sangat bengkak, ditengah ciumannya, Jungkook memasukkan satu jarinya pada hole Jimin, Jimin melenguh dan merasa aneh setelahnya, dia mencoba menggerakkan jarinya diidalam sana.
Setelahnya dia menambahkan lagi jarinya, Jimin masih melenguh dan belum mengerang kesakitan, dia mencoba membuat bentukan gunting dan membuka lebar hole Jimin, karena dia tau kebanggannya cukup ah sangat besar untuk masuk pada luband sekecil itu.
Kemudian saat ketiga jarinya dia masukkan. "aargh sa—sakit kook" Jimin sudah terbebas dari ciuman Jungkook dan mengerang sakit saat merasa ketiga jari panjang Jungkook memasukinya.
"ssst ttahan hyung, ini untuk mempersiapkanmu" Jungkook kembali mencoba menggerakkan jarinya membiasakan hole Jimin untuk sesuatu yang besar nantinya. Menggerakkan, mengorek dan menusuk-nusuk hole Jimin dan setelahnya Jimin mengerang keras dengan suara sangat erotis
" aaah nyaaah ap-aapa itu" selamat . sudah menemukan sweet spot Jimin.
"kenapa? Enak? " Jungkook kembali menggencar titik tadi, dengan tusukan keras dan cepat.
"aah aaah hyaah eummh iyaa haah kook aku mauu" saat Jungkook merasa junior sudah sangat basah dengan precum diujungnya, dan berkedut keras, dia segera mencabut jari-jarinya dan menutup lubang junior Jimin.
"hah a—apa yang kau . sakit kook"
"tidak, kau sudah klimaks tadi. Sekarang inti" setelahnya Jungkook membuka botol lube yang entah kapan sudah berada ditangnya dia kemudian memberikan lube sebanyaknya pada hole Jimin yang sudah berkedut minta diisi.
"ini akan sakit, kau bisa mengigitku atau mencakarku" perlahan kebanggan Jungkook menyentuh hole pink yang basah karena lube dan ludah Jimin, sedikit ingin menggoda Jimin dia hanya menggesekkan kepala penisnya pada pintuk masuk Jimin.
"sssh..aah kook ce—cepaaat..ah" Jimin mencoba berinisiatif dengan mendorong sendiri pantatnya, sukses membuat erangan pada Jungkook.
"anak nakal" dengan begitu Jungkook langsung memasukkannya sekali hentak, dia tau dia agak sadis, dan inilah alasannya dia begitu lama berforplay, agar sisi buasny tidak terlalu menyakiti cintanya.
"aaaaaargggggh! Kau gila! Ini sakiit! Aaarghh" Jimin sontak mencengkram lengan Jungkook, mungkin ada sedikit darah keluar akibat kukunya, tapi Jungkook tak peduli Jimin lebih sakit.
"sssst, maaf sayang, tahan , ini akan nikmat nanti ssh" Jungkook mencoba bersabar lagi, dia hanya mendiamkan kebanggannya untuk membiasakan Jimin.
Jimin merasa sangat sangat sakit saat sesuatu memaksa masuk pada lubang perawannya, dia seperti dia belah dua, namun dengan Jungkook yang diam terlalu lama, dia makin gatal,panas dan penuh, dia mencoba bergerak karena rasa yang sangat tidak nyaman ini.
"ssssh... kau sangat nakal jim, maaf , tolong tahan" sebenarnya bukan salah Jimin memang, tapi dengan gerakan Jimin tadi Jungkook sudah sangat tidak tahan, dia menarik kembali penisnya sampai kepala kemudian menghantamnya kembali kedalam.
"aaaargggggh, appo!" Jimin kembali berteriak diselingi tangisan kecil.
Jungkook mencoba menghiraukan Jimin, dia bergerak pelan memaju mundurkan penisnya pelan dan itu sangat mengganggunya dimana nafsu sudah di ubun-ubun namun dia mencoba untuk gentle.
"aaaaahhh j-juung" saat tusukan Jungkook berhasil bertemu dengan sweet spot Jimin remasan pada dinding rektumnya semakin mengerat.
"disana?hmm baby? Kau mau aku menusuknya lagi disana?" Jungkook mencoba diam bertaruh dengan nafsunya dan ingin menggoda Jimin lagi.
"hhhyaaah aah" Jimin tidak bisa menjawab, dia mencoba merespon dengan menggoyangkan sendri pantatnya mencari kenikmatan itu lagi.
"sssh ah, tunggu baby, jawab aku" Jungkook menahan gerakan Jimin, memegan pahanya dengan gemas.
"hhhh, a—ayolah juung, aah" Jimin dan gengsinya.
"anak nakal! Jawab daddy , kau mau daddy menusuknya lagi? Hmm baby?"
Whaaat really? Daddy kink? Kookie ku benar2 . aku tidak mengenalnya lagi.
Jimin masih mencoba diam dan menggeram, mana sudi dia panggil Jungkook daddy. Tapi salahkan nafsu, saat Jungkook kembali menggerakkan punyanya didalam Jimin dengan perlahan dan tidak mengenai spot yang diinginkan , disanalah setan Jimin bangkit.
"aaah , yes daddy, Jimin mau daddy menusuknya lagi, dengan keras daddy, please?aaah"
Sudah cukup Jungkook sudah lewat dari batasnya. Dengan wajah Jimin yang penuh peluh, bibir bengkak, rambut berantakan, keadaan telanjang, mata indahnya yang berair dan wajah memohonnya.
"fuck, good boy jim"
Jungkook menghantamnya keras, tanpa ampun , tepat di spot itu.
"hyaaaaahhh, aarghhh, terlalu keras daddy, aaaah aku bisa gila..ahh ahhh"
Derit king size itu menggema, suara kecipak antara paha dalam Jungkook dan pantat Jimin sangat kentara, suara erangan Jimin dan desahan Jungkook menjadikannya semakin panas tak terkendali.
Dengan hantaman yang keras, Jungkook melepaskan sisi buasnya, dia menyentak Jimin dan membalikkan badan Jimin, aah doggy style. Dengan penis masih bersarang indah dalam hole Jimin.
"ass up baby" Jimin menurutinya, memasang pantatnya sedikit keatas, dengan kepala didalm bantal yang sudah basah karena keringat , dia merasakan tangisannya meleleh, ini terlalu banyak buat Jimin, dia bisa gila karena penis Jungkook.
"aaaaaah, daddy fas—ter daddy tolong" Jungkook mencoba perlahan lagi dia fikir untuk mengistirahatkan Jimin , tapi ternyata dia sama nafsunya dengan Jungkook. Dengan begitu dia hentakkan lagi kecintaanya.
"haaaaaah. Aaah aah. Daddy terlalu ... ah aku maau"
"tidak baby, tidak sebelum daddy datang" dia kembali meraih penis Jimin dan menutup lubangnya yang sudah penuh precum.
"hyaaah, tidaak, aah pl—please dadddy, I need cum" dengan Jungkook yang selalu tepat menusuk sweet spotnya dan dengan posisi ini, Jimin sudah tidak kuat, dia semakin mengeratkan rektumnya berharap daddynya mau datang agar dia juga bisa datang.
"sssh. No. Be good boy, Jimin." Jungkook juga sudah berkedut didalam sana, tapi dia ingin membuat Jimin lebih gila lagi.
"aaaaah, tidaaak daddy..kau terlalu kuat, "
"aku ingin keluar daddy, aaaah ah . pleasee" dan dengan Jungkook yang sudah tidak kuat, dia menyemburkan benih cintanya dengan keras dan banyak tepat pada spot Jimin.
Dan dengan itu saat tangan Jungkook melepaskan lubang penis Jimin, dia orgasme lagi dengan tidak kalah hebat dari yang pertama.
Setelah ebeberapa menit mereka masih diam dengan posisi Jungkook menindih punggung Jimin dan penisnya yang masih bersarang pada hole Jimin yang sudah penuh.
"sssh, jungg. Sanaa, kau berat." Jimin bergerak dan itu salah.
"oh . shit. Kau masih bisa keras?! Aku sudah lelah!"
"salahmu bergerak, salahmu terlalu sempit, lagipula kau sudah orgasme dua kali dan aku baru sekali. Jaaa baby. Lets go to round 2." Dengan itu Jungkook bangkit, mencabut kebanggannya dan membalikkan badan Jimin, dan sekali hentak dia masukkan penisnya lagi.
"hyaaaaah aaah, dasar kelinci mesum gilaa!"
"yess , I love u so much babe"
.
.
Jimin kira dia bisa langsung tidur, tapi maaf ya. Kau berurusan dengan si muscle bunny Jungkook. Semoga selamat bokong indahmu jim.
.
.
.
.
FIN
END
TAMAT
.
.
.
Makasih udah mau baca salah satu epep gajeku lagi.
INI DIA RATED M PERTAMAKU. AKU GAK NYANTAI. AKU TAU ITU. FAK
FAK MATIIIN CAPSLOCKNYA WOYYY! Oh okey sorry
Makasih buat semua yang udah baca first chap.
Untuk setlahnya aku MUNGKIN akan melanjutkan cerita-ceritaku
Dan big thanks for all my lovely readers even silent readers keke.
/Deep bow./ Jimin selalu milikku hyayayahahaha
