CHAPTER 2
Saat pulang sekolah, pikiran Sasuke belum juga tenang. Dia terus memikirkan sang gadis yang terus membuatnya seperti ini. Terutama karena Saso-nii yang memberikan kontaknya pada Naruto tanpa memberitahunya, Sasuke semakin gelisah. Dia pun mendekati sahabat kuning yang berada disampingnya (mereka masih berada di kelas)
"Dobe, berikan aku kontaknya !" ucapnya
"Apa ?! kau benar-benar menginginkannya ?" ucap Naruto sambil menggodanya
"berhenti menggodaku, DOBE ! cepat berikan padaku" ucapnya memaksa
"Baiklah, ini" ucap Naruto sambil memberikan ponselnya
"Baiklah, kau tidak memalsukan kontaknya kan ?"
"Tentu saja tidak" ucap Naruto yang tampak tenang
"Baiklah, arigatou. Ini" ucap Sasuke sambil mengembalikan ponsel milik Naruto setelah memasukkan kontak Saso-nii dalam ponselnya. Setelah itu, dia segera keluar dari kelas dan melihat kontak Saso-nii di ponselnya. Dia merasa bingung, apakah dia harus menelepon sang kakak dari gadis itu. Setelah beberapa lama berpikir, dia memutuskan untuk meneleponnya.
'CALLING
SASO-NII '
"Moshi-moshi, Haruno Sasori disini" ucap sang penerima telepon
"Sa.. Sasori-niichan ?"
"Eh ? kau... Sasuke kan ?"
"Hn, bisakah aku bicara dengan Sakura ?"
"Gomen, Sakura.. Sedang tidak bersamaku. Aku sedang diluar rumah."
"Baiklah, aku akan menghubungimu lain waktu. Sampai jumpa" ucap Sasuke dengan nada datarnya namun nampak raut kesal diwajahnya. Sasuke pun memutuskan untuk pergi ke suatu tempat.
'Hn, toko buku ya ?' ucapnya dalam hati. Setiap pergi ke toko buku, pasti Sasuke akan ditemani oleh gadis musim semi yang dia rindukan. Namun, sekarang Sasuke harus pergi sendiri tanpanya. Sesampainya di dalam toko buku, Sasuke segera menuju ke bagian sastra. Dan, Sasuke menemukan buku sastra yang sangat ia dan Sakura sukai. Ketika Sasuke ingin mengambil buku tersebut.. Terjadilah peristiwa yang tidak terduga, yaitu ada seorang gadis yang berambut merah muda yang sedang mengambil buku sastra itu juga.. Dan, gadis itu adalah gadis yang sangat mirip dengan Sakura !
Saat itu juga, Sasuke terpaku pada gadis yang berada di depannya. Sasuke tidak dapat mengeluarkan sepatah kata pun karena dia terlalu terkejut pada apa yang sedang ia alami
"Sumimasen, apa kau menyukai buku ini juga ?" tanya sang gadis itu
Sasuke pun tidak dapat menutupi rasa keterkejutannya akan pertanyaan gadis itu, 'kenapa ?! kenapa kau bertanya padaku hal itu, Saki ?!' ucap Sasuke dalam hatinya
"Sumimasen, apa kau baik-baik saja ?" tanya gadis itu lagi
"..." gadis itu pun bingung karena pemuda didepannya tidak menjawab pertanyaannya. Gadis itu pun menyentuh bahu Sasuke, dan berusaha menatap matanya. Betapa terkejutnya gadis itu saat Sasuke justru memeluknya dengan erat di tempat keramaian, gadis itu berusaha untuk melepaskan diri namun Sasuke terus memeluk gadis itu seakan ia enggan untuk kehilangan sang gadis itu lagi.
"Sumimasen, sebenarnya kau siapa ? Kenapa kau memelukku seperti ini ?"
DEG
Betapa terkejutnya Sasuke saat mendengar ucapan gadis yang sedang ia peluk itu. Sasuke pikir gadis yang dia kira adalah Sakura itu hanya bercanda, namun saat Sasuke melepaskan pelukannya, dia melihat wajah gadis itu dengan detail. Ternyata benar, gadis itu bukan Sakura. Memang gadis itu memiliki wajah yang sama dengan Sakura namun Sasuke menyadari perbedaan pada keduanya, yaitu rona di wajahnya. Gadis di depan Sasuke ini tidak memiliki rona merah di wajahnya, sangat berbeda dengan Sakura yang akan merona hebat jika disentuh sedikit saja oleh Sasuke. Dan Sasuke hanya dapat menelan saliva nya dengan rasa sakit hati yang mendalam saat melihat wajah gadis di depannya yang memandangnya dengan wajah tanpa rona merah.
"Kenapa ?! Kenapa aku bisa salah ?! Apa yang telah aku lakukan padamu, Saki ?!"
"Eh ? Apa kau mengenalku ?"
"Tentu saja, karena kau adalah kekasihku.." ucap Sasuke lirih
"Kekasih ? Tapi.. Aku tidak memiliki kekasih. Apa kau tahu namaku ?"
"Haruno.. Sakura" ucap Sasuke dengan mata yang meredup seperti merindukan sesuatu
"Eh ? Apa kau.. adalah teman masa kecilku ?" sang gadis yang ternyata adalah Sakura, tidak bisa menutupi rasa terkejut sekaligus rasa penasarannya pada pemuda yang berada di depannya itu.
"Iya, aku adalah teman masa kecilmu sekaligus kekasihmu. Apa kau tidak mengenaliku, Saki ?"
"Sumimasen, aku tidak mengenalmu. Ah, aku harus segera pulang. Sampai jumpa, buku ini telah menjadi milikmu. Arigatou" ucap Sakura sambil memberikan novel itu dan langsung meninggalkan Sasuke yang masih terdiam di tempatnya.
"Sakura... Kenapa ?" Sasuke hanya bergumam sendiri dengan suara lirih, dan terus menatap buku yang berada di tangannya. Sasuke tidak percaya kalau Sakura tidak mengenalinya sama sekali, dan dia juga tidak tahu kapan bertemu dengan gadis yang dicintainya itu lagi..
-TO BE CONTINUED-
