Makasih yang udah feedback! Mungkin kalau sempat akan kuperbaiki, and makasih yang udah nyempetin waktunya buat ngebaca~ tanpa banyak bacot.. Happy reading !
Chapter : 2
Fall For You
Desclaimer : I hope Naruto Is Mine, Then the story line 'll end up with Naruto and sasuke being Together hahahhaha! *kicked* but it's still belong to Masashi Kishimoto T_T
Rate : still T
Pairing : Narusasu , Dont like it ? just go back and dont read!
Summary : sasuke seorang anti social yang mengidap penyakit Self injury juga OCD, bagaimana ketika ada seorang pemuda berambut pirang yang menganggu kehidupannya, Naru/sasu, DLDR, a bit Bloody
Warning : typo ? OOC ? bad plot and another mistaken i hope u can bear with it
Sasuke tak pernah mengerti mengapa takdir selalu menyeretnya untuk terjebak di antara orang-orang yang Aneh! Ia juga tak tahu mengapa ia tak menolak saat kakaknya mengusulkan untuk pergi bersama ke taman bermain. Sebenarnya tidak jadi masalah kalau hanya Itachi, Neji maupun Gaara, . Tapi KENAPA SI DOBE ITU JUGA IKUT? Hell no~ ia lebih suka bermalas-malasan di apartemennya sekarang ketimbang harus pergi bersama mereka, tapi Apa daya ia sudah terlanjur terjebak. Sasuke memandang kakak dan teman-temannya yang baru saja turun dari salah satu wahana, memang sedari tadi ia hanya menonton. Ia tak tertarik sama sekali dengan wahana-wahana yang ada disini. Dan satu lagi yang aneh, Neji dan Gaara ? Kenapa melihat mereka berdua seperti melihat sepasang kekasih yang sedang kencan ? dan lagi sejak kapan Neji dan Gaara selalu berpegangan tangan. Ok Mungkin kini otaknya memang sedang kacau sehingga memikirkan sesuatu yang tidak-tidak.
"kenapa tidak naik?"tanya Naruto dengan Senyum khasnya
"malas"
"malas atau takut...?" Naruto mulai memancingnya lagi
"..."
"takut ketinggian?"
"i'm not!"
"kalau begitu ayo naik itu!" ajak Naruto sambil menunjuk wahana Rollercoster, namun terdengar seperti menantang menantangnya !Sasuke menyunggingkan senyum seringainya, ia memang tak pernah naik wahana itu, tapi tak terlalu mengerikan juga melihatnya?*what, belum tahu dia!* dan lagi-lagi Sasuke tak menyadari kalau baru saja terpancing oleh Naruto. Itachi tersenyum, ia menyadari sesuatu yang berbeda dari sorot oniks tersebut . matanya terlihat menghangat ketika memandang tajam ke arah Naruto, dan nada bicara Sasuke yang selalu tinggi ketika membentak Naruto membuat Sasuke terlihat 'lebih hidup'. Tanpa Sasuke sadari Naruto sudah seperti matahari bagi sisi gelap Sasuke , Sisi gelap yang selama ini dipertahankannya.
"kalau takut teriak saja seperti yang lainnya, tak perlu menggenggam tanganku seerat itu.." ledek Naruto ketika rollercoster itu berhenti,Naruto menyeringai puas karena saat ini ia menang telak. Ia memang tak mendengar Sasuke berteriak histeris seperti yang lainnya, tapi ia dapat merasakan bahwa tangan mungil itu menggenggam tanganya erat sejak tanjakan pertama yang dilewati rollercoster itu. Sasuke melepaskan genggamannya dan memalingkan wajahnya yang sudah merah sempurna! Ingin rasanya ia memukul wajah Naruto agar tidak mengeluarkan seringai khas-nya.
"Ayoo.. ada yang ingin aku tunjukan". Ajak naruto tangannya menarik tangan Sasuke , namun pemuda itu sama sekali tak bergerak dari tempatnya berdiri, justru degup jantungnya entah kenapa semakin kencang, hell no! jangan sampai! Sasuke yakin ia masih normal, yah.. meskipun sampai saat ini belum ada satupun wanita yang menarik perhatiannya. Degupan jantung ini hanya efek sehabis naik rollercoaster tadi, yah ia yakin itu.
"lepaskan tangnku!". Naruto mengerutkan dahinya.
"hei, tadi pun aku tak keberatan saat kau pegang tanganku.."Ujar Naruto, Sasuke melotot mengisyaratkan agar Naruto segera melepaskan tangannya ok.. "fine, tapi ikut aku."
Sasuke pun mengikuti Naruto berjalan ke arah kerumunan orang ditengah taman, ternyata ada pentas musik yang sedang berlangsung, ia pun tak peduli saat Naruto menyuruhnya diam di tempat dan meninggalkannya entah kemana, yang ia tahu selang beberapa lama kemudian ia melihat sosok Naruto sudah berada di atas panggung sambil memegang gitar. Sasuke mengerutkan dahi, kapan bocah itu akan berhenti bertindak bodoh?
"hai guys..." sapa Naruto pada seluruh penonton, termasuk Sasuke yang sedang berdiri di belakang.
"Tak perlu banyak kata, aku hanya ingin menyanyikan lagu ini untuk seseorang yang sedang berdiri di belakang sana" ujar Naruto sambil mengarahkan pandangannya ke arah Sasuke dan tersenyum manis...seluruh mata pun menuju kearah Sasuke, seketika itu pula terdengar bisikan dari seluruh penonton. Dan beberapa teriakan histeris dari para wanita yang dapat ia pastikan seorang Fujoshi. Shit! Si dobe itu memang tak punya otak, bagaimana bisa ia sangat terbuka dengan Orientasi sexsualnya ! memang tak ada peraturan khusus di negara ini yang melarangnya, tapi ia juga nggak bias menutup mata begitu saja kalau nggak semua orang dapat menerima orang-orang sepertinya dan memandangnya dengan jijik. Apa dia pikir dengan begitu dapat mengubah pendirian Sasuke yang ia yakin masih Straight (setidaknya untuk saat ini) . memangnya sasuke seorang gadis yang dapat luluh begitu saja dengan rayuan semacam itu ?
" Naruto itu menarik ya?" ujar Itachi yang entah sejak kapan sudah berdiri dibelakangnya, Neji dan Gaara juga tak ketinggalan.
"i . hate. Him. MUCH!"
"bagi Sasuke itu Artinya sangat suka ya?" ledek Itachi .
"YOU! IDIOT! Sejak kapan kata 'Hate' berubah arti menjadi kata 'suka' hah?", teriak Sasuke Mereka bertiga tertawa, memang kalau sudah menyangkut Naruto, Sasuke bisa hilang kendali.
"Sasu – chan it's for ya...!" ucap Naruto , ia mulai memetik gitanya.
(buat reader yang punya lagu fall for you nya S.S. tolong puter ya.. biar feelnya dapet..hahahaha)
"The best thing about tonight's that we're not fighting
Could it be that we have been this way before
I know you don't think that I am trying
I know you're wearing thin down to the core"
"But hold your breath
Because tonight will be the night that I will fall for you
Over again
Don't make me change my mind
Or I wont live to see another day
I swear it's true"
Naruto mengarahkan pandangannya kepada Sasuke sambil tersenyum
"Because a boy like you is impossible to find
You're impossible to find"
"Kyaaaaaa...!"
"Coooollllllllllll"
"Soooo SWEEEEEETTTT!" teriak para penonton, terutama kaum hawa yang dapat di pastikan seorang Fujoshi
"This is not what I intended
I always swore to you I'd never fall apart
You always thought that I was stronger
I may have failed
But I have loved you from the start
Oh.."
"But hold your breath
Because tonight will be the night that I will fall for you
Over again
Don't make me change my mind
Or I wont live to see another day
I swear it's true
Because a boy like you is impossible to find
It's impossible"
"So breathe in so deep
Breathe me in
I'm yours to keep
And hold onto your words
Cause talk is cheap
And remember me tonight
When your asleep
Suara Naruto melembut pandangnya mengarah ke arah Sasuke dengan pandangan intens
Because tonight will be the night that I will fall for you
Over again
Don't make me change my mind
Or I wont live to see another day
I swear it's true
Because aboy like you is impossible to find
Youurrr...imposible to find..!"
"Ayo pulang!" aja sasuke
"lho?Naruto ?" tanya neji
"dia bukan anak kecil yang akan tersesat jika di tinggal sendirian.."
"AYOO! Sebelum aku muntah melihat tingkah bodohnya..!"
Itachi menghela nafas melihat kelakuan adiknya,' kalo emang gak suka kenapa gak dari tadi ngajak pulang, ini malah nonton ampe selesai' isal membatin.
oOo
"yo, sasuke "
"..."Sasuke tetap melanjutkan langkahnya ke arah perpustakaan, tanpa memperdulikan naruto
"ehhh,, tunggu.."naruto mecoba mensejajari langkahnya dengan Sasuke
"kemaren ko pulang duluan sih, aku cari kalian kemana-mana,, untung Gaara sms kalau kalian pulang duluan.."
"..."
"oh, ya.. gimana penampilanku kemarin? Suaraku tak buruk kan? Ah, coba kau tak langsung pulang.. kau bisa lihat bagaimana para gadis-gadis itu menyerbuku ketika turun dari panggung.."
"..."Sasuke tak peduli sampai Naruto menghalangi langkahnya.
"berhenti bersikap bodoh, idiot".
"berhenti bersikap dingin, princess!"
Twitch!
"minggirr"
"tak akan..."
"aku benci melihatmu.."
"aku suka memandangmu.."
Twitchh...twitchhh..!
"kau menyebalkan!"
"kau mengagumkan.."
Twitchh...!Sasuke makin geramm..
"I HATE YOU, FAGGOT!"
" i love you to"
"FUCK YOU!"
"with pleasure.. sasu-chan".
" IDIOT!"
"Thankss"
" itu bukan pujian.."
"Itachi bilang kau tak akan berkata sebenarnya ,,, iya kan?"
Sasuke benar-benar tak tahu harus membalas apa lagi, laki-laki di hadapannya saat ini benar-benar menyebalkan.
"i attracted to you.. would you go out with me?"
"just in your dream dude..!". Sasuke mengambil langkah lain, Naruto tak menghalanginya namun tetap mengikutinya menuju perpustakaan. Sebenarnya ini bukan pertama kalinya Naruto menyatakan perasaanya dan mengajak Sasuke untuk menjalin sebuah hubungan, bahkan sejak pertama kali bertemu pun saat ospek mahasiswa baru naruto sudah menyatakan perasaannya. Bukankah itu suatu hal yang tak waras menyatakan cinta saat pertama kali berkenalan? Sesama laki-laki pula?.
Sasuke berjinjit, tangannya mengulur ke atas untuk meraih buku yang berada di rak atas, tanpa ia sadari tangannya tersingkap saat hendak meraih buku, karena kaos lengan panjangnya yang ia kenakan saat ini sedikit longgar sehingga Naruto dapat melihat jelas luka-luka itu. Luka sayatan yang selama ini dibuatnya. Pandangan Naruto berubah menjadi horor seketika. Ia menarik pergelangan tangan Sasuke sehingga buku yang dipegang Sasuke terjatuh, Sasuke terkejut saat Naruto menyingkap kain yang menutupi lenganya, memperlihatkan semua luka yang ada di tangan
"jadi ini alasan mengapa kau selalu memakai lengan panjang?"tanya Naruto dengan nada yang sangat mengintimidasi, pandangan hangat yang selalu ia berikan kepada Sasuke kini berubah menjadi tajam dan mengerikan, sungguh ini pertamakalinya ia melihat ekspresi Naruto yang seperti ini, matanya benar-benar menakutkan, bahkan bagi seorang Uchiha sepertinya . Sasuke meringis kesakitan karena Naruto menggenggam pergelangan tangannya terlalu kuat.
Sasuke mencoba melepaskan pergelangan tanganya tapi sia-sia saja, ia memalingkan mukanya saat Naruto memandangnya lekat penuh intimidasi! Sungguh ia benci dalam keadaan seperti ini, ia benci ketika seseorang tahu apa yang selalu dilakukannya, lalu mengasihaninya, ia benci dikasihani. Ia benci terlihat lemah, ia benci saat sadar bahwa ia melakukannya karena ia LEMAH, karena ia SEORANG PENGECUT yang melarikan diri dari kenyataan, kenyataan bahwa dirinya adalah seorang Pembunuh!
"lihat aku Sasuke !" seketika Sasuke menatap mata Naruto nyalang,
"It's none of your bussines!" teriak Sasuke
"ALL ABOUT YOU IS MY BUSSINESS!bentak Naruto genggaman tangannya di pergelangan tangan Sasuke semakin kuat, Naruto sudah kehabisan akal memahami segala perkataan dan bahasa tubuh Sasuke ternyata banyak sisi lain yang belum diketahuinya dari diri pemuda raven yang dicintainya itu . tubuh Sasuke bergetar, tak berani lagi menatap Naruto , pergelangan tangannya benar-benar terasa sakit.
"hurt..!"desis Sasuke , meskipun tak menangis, wajah Sasuke terlihat sangat menderita.
"my hand... it's hurt..!" desis Sasuke sekali lagi, ekspresi wajahnya terlihat semakin menderita, dan itu membuat Naruto sadar bahwa ia terlalu kuat mencengkram tangan pergelangan tangan Sasuke . Ia dapat melihat pergelangan tangan itu memerah saat melepaskannya. Pandangannya kembali melembut, bukan melembut tapi sorot matanya menandakan sebuah penyesalan. Ia benar-benar meyesal karena bertindak di luar kendali. Naruto tak sedikitpun bermaksud menyakiti orang yang disayanginya itu. Ia hanya kalap Saat melihat luka itu.. ia merasa tak berguna. Ia pikir dirinya sudah sangat mengenal Sasuke , tapi ternyata tidak! Bahkan ia tak bisa melindungi orang yang disayanginya itu.
~oOo~
"non suicidal self injury..!" ucap Neji , saat ini Naruto sedang makan siang bersama Gaara dan Neji untuk membicarakan Sasuke tentu saja, karena Sasukelah yang menjadi pokok pembicaraan mereka.
"perusakan jaringan tubuh dengan sengaja tanpa maksud untuk bunuh diri, ini diakibatkan karena kekurangan opioid semacam kelenjar endorphin yang berfungsi untuk menghilangkan rasa sakit dan menciptakan euforia atau perasaan senang, tenang ,dan bahagia. Jadi mereka melakukan self injury untuk meningkatkan opioid mereka.. pernah dengarkan seorang melukai dirinya sendiri untuk merasakan ketenangan dan menghilangkan segala pikiran negative mereka. mereka akan semakin merasa tenang jika mereka makin melukai dirinya sendiri..".
"jadi bukan masochist?" tanya Naruto
" bisa dibilang masochist, tapi istilah masochist lebih digunakan terhadap tindakan yang suka melukai itu sendiri., entah terhadap diri sendiri maupun orang lain.. terutama sih saat melakukan hubungan seksual!".
"lalu apa yang menyebabkan Sasuke melakukannya?"tanya Naruto
"ku pikir karena perasaan bersalah, juga rasa tak percayanya terhadap orang lain yang begitu tinggi..!".
"rasa bersalah...?"
"dia di temukan tengah memegang pisau bersama ibunya sedangkan ibunya yang sudah belumuran darah dan tak bernyawa..sejak saat itu Sasuke mulai melukai dirinya sendiri" ujar Gaara
"sasuke membunuh ibunya sendiri.. tapi kenapa...?"
" kami dan Itachipun pun tak mempercayainya. tapi semua bukti mengarah kesana. rasa-rasanya tak mungkin Sasuke yang begitu mencintai kedua orang tuanya melakukan hal semacam itu.. apalagi setelah kecelakaan yang membuat ayahnya meninggal, sasuke semakin memperhatikan ibunya, khawatir terhadap keadaan ibunya.. ia merasa bertanggung jawab karena ayahnya meninggal saat Sasuke memaksa ayahnya untuk menjemputnya..."
"kalau bukan karena perlindungan Itachi, Sasuke sudah diseret kepenjara oleh keluarga dari ibu, Itachi sengaja menjauhkan Sasuke dari keluarga besarnya karena keadaan psikologis semakin mengkhawatirkan.". tambah Gaara
Naruto tak dapat mengeluarkan sepatah katapun, ia benar-benar terkejut mendapati kenyataan seorang Sasuke . Seperti ada yang menekan rongga dadanya kuat-kuat, Sasuke pasti sangat menderita, Sasuke tak mungkin melakukannya. Meski Sasuke terlihat keras dan dingin tapi ia bisa merasakan bahwa Sasuke memiliki perasaan yang sensitif, rapuh namun sangat penyayang.
"apa Sasuke tak cerita apa yang sebenarnya terjadi saat itu?"
"Sasuke tak pernah menceritakannya, iapun menjadi sangat sensitif jika ada yang membahasnya.. kami takut kebiasaanya jadi kambuh saat pikirannya tertekan lalu mencari ketenangan dengan melukai dirinya sendiri..oleh karena itu kami selalu memperhatikannya, tapi syukurlah setahun belakangan ini ia terlihat membaik ,Sasuke dapat mengeluarkan banyak ekspresi.. apalagi didekatmu.. ia terlihat lebih Hidup".
"well, aku tak akan membiarkan Sasuke melakukannya lagi..."
oOo
bukan Naruto namanya kalo tak bisa membuat Sasuke marah, bukan Naruto namanya yang tetap bisa berada disamping sasuke sekeras apapun Sasuke tak memperdulikan keberadaanya. Bukan Naruto namanya kalau tak bisa membuat Sasuke teriak-teriak seperti orang bodoh, Sasuke sendiripun tak dapat mengerti sejak kapan Naruto mengambil bagian dalam hidupnya, selalu mengikuti kemanapun ia pergi,bahkan kadang ikut menginap saat malam minggu bersama Neji dan Gaara. itu membuat apartemennya menjadi sempit, apalagi kalau saat itu bertepatan dengan jadwal Itachi menginap, sekarang Itachi sudah tak sesering dulu mengunjunginya, mungkin ia sudah mulai disibukkan oleh perusahan keluarga yang saat ini di kelolanya. Ia sadar, Naruto semakin mendekatinya setelah peristiwa di perpustakaan, semuanya memang sama saja, ia hanya tahu Naruto hanya kasihan padanya. Semua orang hanya mengasihaninya, tak benar-benar menginginkan keberadaanya. Ia benci dikasihani!
"sampai kapan kita menyembunyikannya dari, Gaa-chan ?" ujar seseorang, Sasuke sangat kenal dengan suara itu, Sasuke mencoba mencari dari mana arah suara itu, dan ternyata benar. Matanya menemukan kedua sahabatnya sedang berdiri berhadapan satu sama lain di pelataran kampus, tepatnya di depan taman utama kampus.
"sedikit lagi, tunggu sampai Sasuke benar-benar sembuh.. kita tak mungkin memberi tahu Sasuke tentang hubungan kita saat ini,kau tau sendiri bagaimana Reaksinya terhadap Naruto .."
DEG! Jantung Sasuke berdetak kencang saat mendengarnya Neji dan gaara menjalin hubungan? mereka berdua, sesama laki-laki menjalin hubungan .. sejak kapan ? kedua sahabatnya itu ternyata sama saja, sama –sama tidak Normal seperti pemuda bodoh berambut pirang yang selalu mengejarnya, Sasuke sekarang bahkan nggak tahu bagaimana perasaannya saat ini, Jijik ? bukan . bukan Jijik.. ia masih bisa menerima orang-orang seperti mereka, ada yang lebih membuat dadanya sesak.. sudah berapa lama mereka menyembunyikannya ? kenapa ia tak diberi tahu..? takut ia tak bias menerima hubungan mereka berdua? Sejahat itukah Sasuke yang ada dipikiran mereka berdua .
"kamu terlalu khawatir Gaa-chan aku tak mau jika terus-terusan seperti ini.. apa kamu tak lelah jika terus-terusan bersikap seakan-akan kita tak ada hubungan apa-apa di depan Sasuke bagaimana jika Sasuke mengetahui ini dari orang lain..bukankah itu akan menjadi lebih buruk?" ujar Neji, sejak awal ia memang tak mau hubunganya dengan Gaara ditutupi, siapa yang ingin disembunyikan statusnya padahal ia sudah memiliki kekasih. bukankah akan jauh lebih buruk jika Sasuke mengetahui ini dari orang lain. itu terdengar seperti mereka tak mempercayai Sasuke
"bukan begitu, Neji aku hanya takut.. takut Sasuke tak menyukai hubungan kita.. aku takuuttt.."belum sempat Gaara melanjutkan perkataanya ada suara lain yang sudah memotong.
"Takut kalau aku akan menghalangi hubungan kalian berdua!" Bentak Sasuke , dadanya sesak saat mengetahui bahwa teman-temanya itu hanya menganggapnya sebagai penghalang hubungan mereka. Neji dan Gaara menoleh ke arah suara itu, mata mereka membelalak kaget.
"Sas, .." Neji buka suara
"sejak kapan..?"
"Sasuke , kami tak bermaksud.." ungkap Gaara
"SEJAK KAPAN?" bentak Sasuke
"setahun yang lalu.."
" aku memang hanya jadi penghalang saja ya... ternyata aku memang bukan siapa-siapa ya." Sasuke menggenggam tangannya erat, sesak...benar-benar sesak didadanya.. selama ini memang tak ada yang benar-benar menginginkan keberadaanya..tak ada yang mempercayainya..
"Sas, kau teman kami "ujar Gaara
"tak perlu berbohong seperti itu, sejak awal kalian hanya kasihan, kan? Karena merasa bertanggung jawab pada Itachi kan? Aku memang menyedihkan ya.. tak ada yang benar-benar mempercayaiku, keberadanku hanya sebagai penghalang saja..".
"Sasuke , kamu salah mengerti.. kami tidak bermaksud..".
"sudahlah aku memang tak perlu tahu, ko.. sejak awal memang begitu kan? Mulai besok tak perlu mengantarku lagi, tak perlu mengunjungiku lagi, jangan buang-buang waktu kalian.. " ujar Sasuke lalu pergi meninggalkan kedua temannya, Neji dan Gaara dapat melihat dengan jelas sorot mata Sasuke yang sangat menyedihkan itu, Neji Memeluknya dari beelakang.
"Sasuke.."gumam Neji, sejak awal ia memang sudah menduga hal seperti ini akan terjadi, ia jadi sangat takut, ia tahu sorot mata Sasuke saat ini.. begitu terluka. Sama seperti waktu itu, ketika ia ditemukan bersama ibunya yang sudah tak berusaha membebaskan dirinya dari pelukan Gaara
"Lepas..".
"LEPAS... KENAPA KALIAN SELALU BERPURA-PURA HAH?BUKANKAH SEJAK AWAL SUDAH KUKATAKAN? JANGAN BERPURA-PURA PEDULI KALAU KALIAN MEMANG TAK PERNAH PEDULI!". Sasuke berlari dan ,meninggalkan kedua temannya.
"BRRAAAAKKKKKK!"terdengar bunyi sebuah tabrakan, Sasuke menoleh, dilihatnya Gaara sudah tergeletak berlumuran darah, ternyata tadi Gaara mengejarnya tanpa tahu kalau ada kendaraan yang melintas, Sasuke bergetar hebat, ia berlari sekencang-kencangnya, lagi-lagi ia membunuh seseorang, ia benar-benar seorang pembunuh!
Naruto mempercepat langkahnya menuju Apartement Sasuke , tangannya memegang kunci cadangan yang ia minta secara paksa dari petugas apartement. barusan ia mendapat telefon dari Neji kalau Sasuke sedang dalam keadaan yang mengkhawatirkan, Neji sendiri sedang berada di rumah sakit menemani kekasihnya yang baru saja kecelakaan.
"brakkk!" pintu terbuka dengan kencang, Naruto memandang sekelilingnya, tak ditemuinya siapapun, lalu ia menuju kamar Sasuke . ia membuka pintu, keadaan ruangan itu benar –benar sangat gelap, ia dapat mendengar dengan jelas suara mendesis dikamar itu, dengan cepat ia mencari saklar dan menyalakan lampu. Matanya terbelalak tak percaya, melihat Sasuke sedang memeluk kedua lututnya dan menunduk dalam, ia juga dapat melihat darah segar yang masih mengalir dari kedua tangan Sasuke Hatinya seperti diiris-iris melihat orang yang dicintainya itu menderita, tak ada yang lebih menyakitkan dari melihat orang yang kita sayangi terluka, bukan? Ia merengkuh tubuh sang raven dan memeluknya Erat!
"kumohon... jangan melakukannya lagii... tolong berhentilahh... aku tak sanggup melihatnya.."
"aku membunuhnya... meraka.. mereka membenciku.. mereka semua hanya berpura-pura.. mereka sebenarnya membenciku..." desis Sasuke berkali-kali, bibirnya bergetar, wajahnya terlihat sangat tertekan dan menderita,
"mereka membenciku... aku membunuhnya... aku pembunuh".
Naruto makin mengeratkan pelukannya
"tak ada yang membencimu.. kau bukan pembunuhh..disini ada aku yang menyayangimu Sasuke , aishiteru.." tak henti-hentinya naruto merapalkan kata itu bagaikan mantra hingga Sasuke tertidur, bahkan dalam tidurnya pun ekspresi wajah sasuke terlihat sangat tertekan.
oOo
"jangan panggil aku Ibu !"wanita itu tersenyum tidak! Lebih tepatnya menyeringai sangat menyeramkan, kedua tangannya pun memegang sebilah pisau yang siap untuk dihunuskan.
"kau bukan anakku!"
'Deg'
"karena seorang anak tak akan membunuh ayahnya, benarkan..?" wanita itu tersenyum lagi, senyum yang paling mengerikan yang pernaah dilihatnya.
"Ibu .."
" cukup, aku lelah berpura-pura anak manis. Aku bosan jika harus memasang senyum setiap kali berhadapan denganmu yang aku benci dan mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja, padahal tidak! Ini buruk.. KAU MEMBUNUHNYA! KAU PEMBUNUH! " teriak wanita itu. Si anak bergetar hebat, terkejut dengan apa yang didengarnya, ingin rasanya ia menutup kedua telinganya dan berlari sekencang-kencangnya dari sini. Namun seluruh tubuhnya membeku, syaraf-syaraf di otaknya tak mampu memberi impuls pada tubuhnya untuk bergerak, hanya mulutnya yang tak henti-hentinya merapalkan sesuatu.
"aku bukan pembunuh, aku tidak membunuhnya.. aku tidak membunuh ayah.."
"yah, kau membunuhnya...". wanita itu mendekati si anak lalu membelai wajah si anak dengan tangan kirinya, si anak tak henti-hentinya merapal kalimat itu.
"aku bukan pembunuh!"
"SRRAAATTTT"
hangat, ada sesuatu yang hangay mengalir di tangannya, juga sensasi perih, periiihh sekali. Ia meringis kesakitan ketika mata indahnya menemui tangannya tergores, tergores pisau yang di pegang wanita itu. Si Wanita menyeringai.
"kenapa? Sakit bukan? Bagaimana kalau begini?" wanita itu membuat goresan goresan selanjutnya di tangan yang tadi juga di tangan yang satunya. Hingga satu-persatu darah segar itu mulai menetes dan berceceran di lantai. Anak itu masih bergetar, tubuhnya tak dapat digerakkan. ia ingin lari, namun seperti ada sesuatu yang menahannya. Otaknya masih belum mencerna apa yang terjadi, yang ia rasakan hanya rasa perih dan sakit yang hebat pada kedua tangannya.
"sakit ya.."
"cih, sakit yang kau rasakan ini belum seberapa di bandingkan aku, kau Membunuhnya.. kau membunuh orang yang paling berarti bagiku.. kenapa tak kau bunuh saja aku sekalian agar aku bisa bersamanya... biar kau senang!"
"JLEB...!"
Hangat...basah... itulah yang dirasakan oleh kedua tangan si anak.. ia terkejut saat mendapati kedua tangannya mengenggam pisau yang tengah tertancap di perut wanita itu..wanita itu meringis menahan sakit.. kedua tangannya memegang tangan si anak..menuntun tangan si anak untuk menarik pisau yang tertancap.
"Bbbbaa..gai..ma..naa? kaauu...se..nnnnaaang?"
"JLEEBB!" si anak tak dapat mencerna apapun, ia masih Shock. Tak dapat menolak ketika wanita itu menuntun tangannya untuk menusukkan kembali pisau itu ke tubuhnya sendiri..
"JLEEBB!" "BBUUKK!" tepat pada tusukan ketiga wanita itu terjatuh menindih si anak dengan perut yang sudah robek sehingga si anak terjatuh duduk darah mengalir deras dari perutnya membasahi kedua tangannya yang menggenggam tangan si anak. Si anak gemetaran, matanya memandang ketakutan ke arah tangannya yang masih menggenggam pisau yang berlumuran darah.. sangat mengerikan..!
"UGH..uhh..uhh..!"Sasuke terbangun dan duduk di atas ranjangnya dengan nafas yang tak beraturan, ia melihat kedua tangannya yang sudah penuh dengan perban. Seprai di kasurnya pun sudah di ganti, tak ada noda darah kembali teringat seseorang yang semalam datang dan memeluknya dengan erat. Rupanya dia yang telah membereskan semuanya dan mengobati luka-luka di tangannya. Tiba-tiba ada perasaan hangat menyelimuti hatinya saat mengingat betapa orang itu memeluknya dengan erat dan mengucapkan sesuatu yang membuatnya merasa sedikit lebih baik.
"sudah bangun?" seseorang yang baru saja dipikirkannya sudah berdiri di pintu kamarnya membawa semangkuk bubur.
"apa aku terlihat sedang tidur?"
"Ck... sudah jutek lagi ya.. wah.. padahal semalam kau tertidur dalam pelukanku loh.."
"brakkkk!" sebuah jam weker melayang ke arah Naruto , untung Naruto berhasil menghindar. Naruto jadi horor sendiri, lain kali sebelum menggodanya pastikan dulu tak ada barang-barang berbahaya didekatnya.
"ini aku buatkan bubur.." Naruto menaruh mangkuk bubur itu di atas meja di samping ranjang Sasuke.
"hei mau kemana...? :"Tanya Naruto .
"cuci tangan.."
"kan ada sendok.. aku jamin ini bebas dari kumann!".
"tetap saja harus cuci tangan!"
"OCD!"
"I'M NOT!"
"setelah ini kita akan kerumah sakit menjenguk Gaara , sekalian memeriksa luka-luka di tanganmu, semalam aku hanya membersihkannya dan menutupinya dengan perban,..".ujar Naruto saat Sasuke menyelesaikan suapan terakhirnya. Ia dapat melihat perubahan raut wajah Sasuke saat mengucapkan kata-kata barusan.
"Gaara baik-baik saja, hanya luka sedikit di bagian kepalanya.. itupun tak terlalu parah..." ucap Naruto yang mencoba menghilangkan rasa cemas Sasuke .
"mereka pasti membenciku.. semua orang membenciku.. wanita itu juga... wanita itu sebenarnya membenciku.. ia hanya pura-pura.. semua orang hanya pura-pura... aku tidak membunuhnya... bukan aku yang membunuhnyaa...wanita itu yang membunuh dirinya sendiri.. aku.." ucap Sasuke sambil menunduk menatap mangkuk yang sudah kosong, suaranya terdengar parau..
"cukupp... tak perlu di lanjutkan jika menyakitkan... cukup.. aku sakit melihatmu seperti ini.." namun Sasuke tak menghentikan ucapannya, cerita tentang hari itu mengalir begitu saja dari mulutnya dengan mata yang tetap memandang ke bawah, seperti sedang bicara pada dirinya mendengarkannya dengan baik Sasuke memang perlu seseorang untuk di ajak bicara, seseorang yang mempercayainya sepenuhnya. Ia merengkuh tubuh Sasuke membawanya dalam pelukan hangat.
"berjanjilah... berjanjilahh untuk tidak melakukannya lagi.. demi aku...".
"pagi yang panas ya...". terdengar suara menyebalkan milik Itachi dari arah pintu,Sasuke segera melepaskan dirinya dan beranjak dari kasur keluar kamar melewati Itachi dengan wajah tanpa ekspresi. Naruto mengusap tengkuknya grogi.
"wah, pasang tampang sok cuek begitu padahal mukanya sudah merah..!"
"DUAGGHHH!" sebuah sapu mendarat persis di kepala belakang milik Itachi.
oOo
beberapa bulan berlalu sejak kejadian hari itu, setiap hari Naruto mengunjunginya, menemani Sasuke hingga mengantuk dan tertidur, setelah itu baru pulang ke kos-anya. Keadaan Sasuke sangat menghawatirkan terutama beberapa minggu setelah kejadian itu, saat itu Sasuke tak boleh di tinggalkan sendiri, terutama ketika malam. Meski sulit bagi Sasuke meninggalkan kebiasaanya tapi kini mereka semua berusaha menghilangkannya bersama-bersama-sama. Kini Naruto memegang kunci duplikat yang tak ia kembalikan ke petugas saat mencoba memasuki apartement Sasuke . Tak lupa ia juga selalu mengucapkan mantra andalannya yang berakhir pada beberapa benjolan pada kepalanya. Meskipun Sasuke tak pernah mengucapkannya, tak pernah menunjukkan bagaimana perasaanya terhadap Naruto , dan selalu mengabaikannya, Naruto tak peduli. Ia mengerti jauh dari setiap tatapan tajam yang selalu di terimanya, dari setiap makian yang selalu di tujukan kepadanya itu adalah bukti kalo sasuke pun sebenarnya peduli. Jika tidak ? Mengapa Sasuke selalu membiarkannya bebas keluar masuk apartemennya, mengapa sasuke selalu meneriakinya bodoh untuk setiap hal yang dilakukannya dan terlebih mengapa Sasuke dapat menceritakan semuanya yang terjadi saat itu kepada prasta yang bahkan kakak dan kedua sahabatnya pun tak mengetahuinya.
Sasuke mamakai kaosnya , ia tetap mempertahankan Trademarknya dengan memakai lengan panjang, keadaanya jauh lebih baik, meskipun kadang kadang perasaan ingin melakukannya lagi datang namun kali ini ia juga berusaha mengatasinya, ia tahu semua orang menginginkannya sembuh. Ia tahu teman-temannya, Itachi juga Naruto mempercayainya, di apartementnya pun sudah tak di pasang CCTV lagi. Oleh karena itu ia tak mau menghancurkan kepercayaan orang-orang di dekatnya. Ketika Naruto tak dapat menemaninya, maka Neji atau Gaara yang akan datang atau Naruto akan menelponnya berjam-jam mengajaknya berbicara sampai ia tertidur. Kini ia benar-benar berusaha. Ia memandang pintu kamarnya dan tersenyum saat melihat foto-foto mereka saat pergi ke taman bermain, Naruto yang memasangnya, juga tulisan besar yang menempel di pintu itu yang berbunyi "kami menyayangimu" Naruto bilang ia sengaja memasangnya di pintu kamarnya itu agar setiap hari Sasuke dapat membacanya dan mengingatnya bahwa ia tak sendiri bahwa semua orang menyayanginya.
"siap berangkat..?" tanya Itachi , saat ini mereka akan mengunjungi makam kedua orang tua mereka, dan untuk pertama kalinya bagi Sasuke sejak ibunya meninggal.
"apakah wanita itu mau aku mengunjunginya...? ia membenciku.." ucap Sasuke pelan, Itachi merengkuh pundak Sasuke ..
"bukan wanita itu tapi 'ibu ' ia tak membencimu Sasuke, ibu hanya terlalu mencintai ayah"
Drrrrtttttt….! Ponsel sasuke bergetar menandakan ada pesan yang masuk, seketika wajahnya seketika memerah..
"Sasu-chaaaann… aku bingung memilih rasa apa ? tak ada pelumas dengan rasa Tomat tahu.. aku suka yang rasa jeruk.. tak pa yaa..?aku juga membeli beberapa mainan yang ukurannya pas buatmu XD~ ku pastikan kau tak akan sanggup berjalan selama seminggu teme..!"
"pervert". Gumamnya, ia sedikit merinding membacanya, mereka merencanakan akan melakukannya untuk pertama kali malam ini. Kali ini masih kah sasuke memikirkan dirinya masih Straight? Lupakan… kalian pasti tau jawabannya..!
FIN
ありがとうごぜいました , dan jangan lupa untuk meninggalkan review..!
