"Apa kalian juga merasakannya?" Yoongi berucap sembari menopang dagunya dengan sebelah tangan,
Dua orang dalam Kubu yang sama, menoleh sejenak, lalu mulai menarik kursi mereka mendekat kearah Yoongi. "Aku juga merasakannya. Benar-benar sangat kuat." Hoseok menanggapi dengan manik ikut menatap apa yang Yoongi perhatikan sejak tadi.
"Aku sebenarnya sudah merasakannya sejak awal pindah ke kelas ini, dan Peri Buku membisikkan untuk lebih jelasnya." Jimin ikut menyahut dengan kaki kanan yang ditopangkan pada kaki kiri.
"Peri Buku juga membisikku, ini adalah kekuatan Soulmate."
"Ya. Taehyung dan Jungkook, si Otaku biadab dan si Movie Mania sombong. Ikatan Soulmate mereka terus menguat."
Jimin menoleh, menatap kedua teman satu Kubu nya, "Tapi, keduanya sama-sama keras kepala dan memiliki gengsi yang tinggi. Aku berani bertaruh, mereka tak akan menyadari ikatan itu."
Hening sejenak menguasai sekeliling bangku mereka.
Hanya sekeliling bangku, karena mau bagaimana pun suasana kelas unggulan itu tetap lah ramai.
"Peri Buku baru saja kembali berbisik padaku.." Yoongi lebih dulu membuka suara setelah tersentak sedikit. Dua rekannya yang lain ikut saling pandang dengan isyarat mata seakan mendapat bisikan yang sama seperti Pemuda berkacamata itu.
"..bahwa kita yang harus turun tangan untuk masalah ini."
~oOo~
Otaku VS Movie Mania
By VKchu137
Pair: Top! Kim Taehyung
Bott! Jeon Jungkook
Warning!: BoysLove, Typo(s), penuh dengan fantasy aneh
Desclimer: Fanfiksi ini asli milik saya, saya yang buat, dari otak laknat fujoshi saya! Hanya meminjam nama karakter tanpa dapat memiliki aslinya *lah?— Tapi menurut saya, Tae tetep cinta Kookie kok
Harry Potter J.K Rowling
Selamat membaca..
~oOo~
Jungkook tak kunjung berkedip sejak tadi, dirinya masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang.
Di depannya —tepatnya sepuluh meter dari tempatnya sekarang, dirinya melihat karakter berkacamata bulat favoritenya. Ini keren! Harry Potter ada di depan matanya sekarang!
"Siapa kalian?" Suara itu berasal dari arah belakang Jungkook dan mampu membuat pemuda manis itu menengokkan kepalanya, hingga maniknya menangkap keberadaan sosok pria tampan dengan rambut pirang dari balik punggung seseorang. Draco Malfoy.. otaknya benar-benar tak bisa melupakan sosok karakter keturunan bangsawan sombong itu.
Dahinya berkerut saat hidung itu mengendus aroma maskulin yang tak asing baginya. Tak puas dengan hanya mencium aroma, Jungkook mencoba membalik paksa tubuh tegap seorang pemuda yang memunggunginya sejak tadi.
"K-kau... Bagaimana bisa?"
Pemuda yang sejak tadi memunggunginya itu... Kim Taehyung, si Otaku brengsek yang sialnya terlihat sempurna dengan balutan jubah khas sekolah sihir Hogwarts dan dasi kuning bergaris hitam yang menggantung apik di leher panjangnya.
Sibuk dengan pikirannya yang menilai penampilan Kim Taehyung, tanpa sadar bahwa dirinya juga kini tengah mengenakan jas yang sama dengan dasi berwarna hijau bergaris keperakan. Ini dasi khas asrama Gryffindor! Jungkook tau akan hal itu.
"Stupe—"
"Stop, Malfoy! Jangan sembarang lempar mantra." Pria dengan kacamata bulat yang diketahui bernama Harry Potter itu memotong lontaran mantra sihir yang akan diucapkan oleh rivalnya diseberang sana.
"Kau yang tutup mulut, Potter! Mereka berbahaya! Bahkan kau sendiri melihat bagaimana mereka muncul tiba-tiba dengan cahaya menyilaukan ditengah peperangan kita."
Jungkook menutup mulutnya rapat, menahan pekikan tertahan yang tak bisa dikendalikan saat maniknya menyaksikan secara langsung kejadian adu mulut sakral itu.
Ini nyata! Dirinya berada di dunia Harry Potter sekarang!
"Ini... dimana?" Taehyung yang sejak tadi masih tak mengerti dengan keadaan sekitar pun mulai membuka suara.
Jungkook sendiri menatap sinis kearah pemuda itu. Tidak mungkin si Kim itu tak tahu Harry Potter! Ini bahkan sangat terkenal dikalangan pemuda seusia mereka.
"Ini dunia sihir Harry Potter, Kim Idiot! Kau tak tau?"
"Persetan dengan dunia sihir yang kau gilai! Seharusnya aku berada di dunia Attack On Titan sekarang, bukannya terjebak di dunia aneh ini bersamamu."
"Oh ya? Persetan juga dengan dunia dua dimensi tak jelasmu itu. Yang penting, aku sudah berada di dunia yang kuiinginkan sekarang!"
Adu argumen itu terus berlanjut diantara mereka. Dua pemuda dengan perbedaan kontras yang sejak tadi mengacungkan tongkat hanya memandang heran.
"Excuse me.." Harry membuka suara dengan nada pelan, Jungkook benar-benar kagum dengan suara lembut pemuda itu, "...sebenarnya, siapa kalian?"
"Bukan seperti itu, Potter." Draco memotong sembari melangkahkan kakinya kearah Harry yang sejak tadi mendapat perhatian lebih dari dua pemuda asing di depan. "Biar aku yang bertanya. Berada di aliansi mana kalian? Dumbledore atau penyihir gelap?"
Harry memandang sinis kearah pemuda yang kini tengah berada disampingnya, "Apa alasanmu mengatakan itu, Malfoy? Matamu tak melihat jubah yang mereka kenakan?"
"Diamlah, Potty. Kau lihat sendiri tadi, mereka sudah jelas menggunakan Portkey. Dan kau tahu apa artinya?" Draco menyeringai saat melihat Harry mengatupkan bibirnya rapat, "Hogwarts dilindungi oleh sihir kuat Dumbledore, tak sembarang orang bisa menembusnya begitu saja. Dan barusaja di depan mataku, dua orang menembus pertahanan Hogwarts dengan Portkey yang entah darimana asalnya."
Jungkook akui, Draco Malfoy itu benar-benar cerdas. Dirinya juga merasa aneh, bukan karena hal seperti yang dilontarkan oleh Draco tadi. Melainkan penampilan dirinya dan si Taehyung ini, bagaimana bisa mereka muncul begitu saja dengan jubah khas Hogwarts? Bahkan asrama mereka sudah ditentukan, dilihat dari warna dasi yang mereka kenakan sejak awal muncul di dunia sihir ini.
Pemuda Jeon itu melirik singkat kearah Kim Taehyung. Dan seperti dugaannya, pemuda bersurai coklat madu itu sepertinya benar-benar tak bisa diandalkan terkait masalah ini.
"Maaf sebelumnya, aku akan mewakili untuk menjelaskan semuanya. Jadi, apa ada tempat pribadi?" Jungkook melirik takut kearah Draco yang sejak tadi menampilkan ekspresi tak suka nya.
"Tentu, ikut aku"
Berterimkasihlah karena masih ada malaikat pelindung seperti Harry Potter di dunia sihir ini.
.
.
"Kau.. pasti becanda."
Jungkook melambai-lambaikan tangannya, berusaha membantah dengan panik saat Draco mulai kembali mengacungkan tongkat sihirnya. Dirinya baru saja menjelaskan semuanya —benar-benar semuanya, dimulai dengan darimana asal mereka yang sebenarnya, Portkey yang diberikan oleh Para anggota Kubu Kutu Buku, sampai dengan bagaimana mereka bisa ada di dunia sihir ini.
"Tidak tidak. Aku serius..." Jungkook melirik kearah Taehyung yang sedari tadi masih diam saat mereka tengah sampai di ruang kebutuhan, "Hei! Setidaknya, katakan sesuatu untuk membantuku!" berucap kesal dengan manik mendelik,
Taehyung menghela napas berat. Jujur, dirinya juga bingung ingin menjelaskan seperti apa. Pasalnya, semua ini benar-benar sesuatu yang tak masuk akal. "Jadi begini, ini memang tidak masuk akal seperti dunia sihir kalian ini—"
Taehyung meringis saat Jungkook menginjak keras kaki kanannya, "Baiklah, itu hanya candaan garingku. Jadi, kami ini memang benar-benar bukan berasal dari dunia sihir ini. Kami berasal dari dunia nyata, yang benar-benar nyata. Dan dalam dunia kami, Ini semua —maksudku, dunia kalian ini hanyalah sebuah fiksi yang dibukukan dan dijadikan sebuah movie. Hmm.. kira-kira seperti itu."
"Tolong jangan berbelit, kami tak mengerti apa yang kau katakan sejak tadi." Harry Potter membuka suara dengan dahi berkerut, mencoba merangkai inti dari kalimat berbelit tadi.
"Kau benar-benar tak membantu sama sekali!" Jungkook mengalihkan pandangannya kearah dua rival Hogwarts di depannya. "Intinya, kami tak berasal dari dunia ini. Semuanya karena portkey penemuan teman sekelas kami. Dan untuk jubah Hogwarts ini, aku benar-benar tak tahu bagaimana bisa terpasang ditubuh begitu saja."
"Baiklah, Kami akan mencoba percaya. Kita akan lihat reaksi dari orang Hogwarts yang lain dulu."
"Jangan sembarang menggunakan kata 'Kami', Potter. Karena, aku tak ingin mencoba untuk percaya."
Jungkook mendengus, "Menyesal sekali bertemu orang Slytherin ini." Menggumam dengan nada kecil, sebelum mengeluarkan cengiran polosnya, "Apa kami boleh minta bantuan kalian?" Jungkook tersenyum saat melihat kerutan bertanya dari Harry, "Bisakah kalian menyembunyikan identitas asli kami? Seperti yang kalian ketahui, ini dunia sihir. Dan kami tak tahu sama sekali kebenaran dari dunia ini."
Hening sejenak mengasai sekeliling mereka.
"Aku akan mencoba, asal kalian tak berbuat macam-macam."
"Ingat! Aku akan terus mengawasi kalian!"
~oOo~
Jungkook tak hentinya menatap kagum sekeliling koridor menuju aula Hogwarts. Harry mengatakan, akan ada acara penting disana, dan semuanya diharuskan untuk hadir.
Taehyung yang sedari tadi jengah melihat tingkah pemuda di sampingnya, tak hentinya menggerutu. "Hei, Jeon!"
"Apa?!"
"Tak perlu muncrat begitu, bodoh! Bagaimana kalau Dumblendorse—"
"Dumbledore, idiot!"
Taehyung memutar matanya tak peduli, "Oke, terserah. Bagaimana kalau orang yang barusaja kau sebut namanya itu mengetahui segala tentang kita? Bukankah dia penyihir yang hebat?"
Jungkook sebenarnya juga berpikir begitu, tapi sepertinya tidak mungkin. Karena dunia mereka benar-benar berbeda! Mungkin kekuatan sihir hebat Dumbledore itu akan bekerja jika mereka dari dunia yang sama. "Entahlah.. Bagaimana kalau kita buktikan dulu?"
Keduanya melangkah memasuki pintu utama aula luas yang sudah di design sesuai tema itu. Jungkook melangkah kearah meja panjang khusus asrama Gryffindor, dirinya langsung saja ditawari untuk duduk di samping Harry Potter dan dua teman akrabnya.
Taehyung sendiri melangkah kearah meja panjang khusus asrama Hufflepuff —Jungkook yang memberitahu nama dan ciri khas asrama ini, karena Taehyung tak tahu apapun—, dirinya langsung saja mendapati salaman bersahabat dari beberapa orang disana. Pemuda bermarga Kim itu hanya membalas dengan cengiran canggungnya, apa orang-orang ini mengenalnya? —itu menjadi pertanyaan besar dipikirannya.
Seorang pria tua memulai pidatonya dengan nada tinggi, mungkin agar dapat didengar semua orang. Taehyung bisa menebak kalau pria tua itulah orang yang bernama Dumbledore, hanya menebak.
"Jadi, Hogwarts telah ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggara even legendaris: Turnamen Triwizard. Untuk informasi bagi kalian, Turnamen Triwizard mengadu tiga sekolah dalam serangkaian kontes sihir. Dari tiap sekolah, seorang siswa akan dipilih untuk bertanding. Ingat! Kau bertanding sendirian, dan ini bukan untuk orang yang lemah."
"Hebat! Ini adalah Harry Potter and The Goblet of Fire!" Jungkook bergumam antusias, membuat Harry yang tengah duduk disampingnya menatap tajam.
"Mari kita sambut para gadis dari akademi sihir Beauxbatons dan kepala sekolah mereka, Madame Maxime."
Taehyung menatap tanpa minat para gadis yang masuk dari pintu besar aula beserta seorang wanita bertubuh sangat tinggi. "Wow! Ada Titan di dunia sihir." Taehyung bergumam takjub melihat Manusia raksasa dengan ukuran tubuh seperti Titan pada salah satu Anime favorite nya.
Setelahnya, masuk beberapa pria bertubuh kekar yang katanya dari Durmstrang, atau entahlah.. Taehyung tak ingin ambil pusing. Pandangannya diarahkan pada Jungkook yang berbeda meja dengannya, pemuda itu terlihat menatap antusias persembahan yang disuguhkan. Norak sekali!
Taehyung tak peduli dengan bisik-bisik para murid setelah seorang pria dengan mata aneh muncul, bahkan dirinya juga tak peduli sama sekali dengan pidato seorang pria tua yang menjelaskan mengenai Turnamen tersebut. Ia masih meratapi nasib nya yang gagal menuju dunia Anime favorite nya, beruntung sekali si Jeon itu.
Taehyung baru tersadar dari lamunannya saat semua orang mulai beranjak meninggalkan aula, dan ia tak tahu harus melakukan apa sekarang!
Apa dirinya harus mengikuti para murid berdasi kuning dengan garis hitam ini? Atau mengikuti Jungkook dan memaksa untuk menjelaskan semua mengenai Movie Harry Potter ini?
Belum sempat dirinya memutuskan, bahunya lebih dulu dipukul keras oleh seseorang, "Hei, Kim! Kau terlihat akrab sekali dengan anak-anak Hufflepuff."
Itu Jungkook, yang datang berdua bersama Harry Potter. "Jangan asal pukul! Aku juga tak tahu, tiba-tiba saja mereka menyapa akrab diriku."
"Itu cukup aneh, karena Jungkook tak mendapat perlakuan sama sepertimu." Harry berucap dengan nada bingung, "Reaksi anak-anak Gryffindor terhadap Jungkook seperti reaksi biasa pada seorang murid baru, tak seperti anak-anak Hufflepuff yang bereaksi seolah kau adalah murid lama."
Jungkook mengangguk menyetujui, "Benar, aku bahkan baru sadar."
"Mungkin itu karena si Jeon memang murid baru setelah muncul ke dunia ini, dan Kim Taehyung bisa jadi menggantikan peran seseorang di dunia sihir ini." Suara khas Draco Malfoy terdengar mendekati mereka, "Setidaknya, itu hipotesa awalku setelah mengamati sekitar." Melanjutkan setelah berhenti dihadapan dua pemuda lainnya,
"Tunggu, jika ini tentang piala api, berarti Harry akan terpilih sebagai pemenang keempat untuk mengikuti Turnament ini." Jungkook berucap setengah berbisik, berusaha mengingat jelas setiap kejadian penting yang terjadi pada Movie ini.
"Huh? Apa maksudmu? Bahkan umurku belum cukup 17 tahun untuk sekedar memasukkan nama ke piala besar itu." Harry Potter mengeluarkan protesannya tak terima,
"Aku juga tak tahu. Menurut apa yang ku tonton, namamu keluar secara misterius dari sana."
Hening kembali melanda sekitar mereka, "Sudahlah.. setidaknya sekarang kau tahu bahwa dirimu akan terpilih, dan ku harap kau tak memalukan Hogwarts dengan tingkah bodohmu"
.
.
Taehyung dan Jungkook berjalan berdampingan di koridor sepi menuju Asrama Hufflepuff, "Tsk! Apa kau tak bisa pergi sendiri saja? Harry bahkan telah memberikan peta perampok ini untuk membantumu menemukan asrama Hufflepuff."
"Diamlah! Koridor ini membuatku pusing, aku bahkan tak pernah membayangkan ada tangga yang dapat berpindah." Taehyung berucap sembari maniknya terus memperhatikan peta perampok digenggamannya, "Dan sejak kapan kau begitu akrab dengan Harry Potter?"
"Apa maksudmu dengan akrab?"
"Iya, kau baru saja memanggil dengan nama depannya."
Jungkook mendengus sembari merebut paksa peta tersebut dari Taehyung, "Kami seasrama, dan itu wajar."
"Terserah."
Sejujurnya, Jungkook sangat nyaman di dunia sihir ini. Dirinya bahkan menemukan tongkat sihir dibalik jubahnya, dan berniat akan mencobanya secepat mungkin! Banyak macam kutukan yang dihapalkan oleh Jungkook sebelumnya, dan tak akan mungkin bisa bekerja di dunia asalnya. Oleh sebab itu, dirinya akan mencoba semuanya di dunia ini.
Langkah kaki mereka telah mencapai sisi gelap koridor, "Ini gila! Bagaimana cara kita menemukan bola naga di tempat seluas ini? Aku ingin cepat-cepat keluar dari dunia bodoh ini." Taehyung kembali membuka suara,
"Benar, bahkan aku lupa dengan bola naga itu. Pasti tersembunyi disuatu tempat, kau tenang saja."
Taehyung menghela napas, dan melangkah lebih dulu untuk menghalangi jalan Jungkook. Tubuhnya berbalik saat merasakan kening si Pemuda Jeon yang menabrak punggungnya. "Sekarang, bisa kau ceritakan apa saja yang kau tonton dari Movie ini? Jangan salah paham, aku hanya tak ingin terjebak seperti orang idiot di tempat ini."
"Aku akan menceritakannya besok setelah pengumuman juara—" Taehyung mengerutkan dahinya saat Jungkook tak kunjung melanjutkan kalimatnya, melainkan menatap dengan manik membulat dari atas bahu Taehyung.
Merasa ada yang tak beres, si Pemuda Kim pun mengikuti arah pandang Jungkook, "Itu— Harry dan Malfoy.."
Taehyung menarik paksa lengan Jungkook untuk bersembunyi dibalik belokan tembok koridor, "Apa yang kau lakukan? Bagaimana kalau Malfoy mengutuk Harry? Kita harus menyelamatkannya!"
"Jangan keras-keras, bodoh! Kita lihat dulu apa yang akan terjadi, karena mereka sama sekali tak mengeluarkan tongkat"
"Apa yang kau lakukan, Malfoy!" Kedua pemuda yang tengah bersembunyi itu menyembulkan kepala masing-masing saat mendengar teriakan tertahan Harry.
Terlihat di depan sana Harry tengah menatap marah kearah Draco, "Aku yang seharusnya mengatakan itu, Potter! Jangan bertingkah murahan di depan gadis Asia itu! Dia sudah menolakmu berkali-kali, bodoh!"
"Aku menyukainya! Jadi, apa pedulimu, Ferr— hmmpphh.."
Taehyung dengan refleks menutup mulut Jungkook, sekedar mencegah teriakan pemuda itu saat manik mereka menangkap kejadian yang benar-benar tak terduga.
Di depan sana, Draco Malfoy menarik paksa tengkuk Harry dan menempelkan dengan keras bibir mereka. Terdengar sangat jelas ringisan Harry saat Draco melumat rakus bibir tipis itu dan terus menekan tengkuknya memperdalam ciuman. Kepala pemuda berambut pirang terus berpindah mencari posisi nyaman dalam ciuman panas sepihak itu.
Harry yang merasa dipermainkan, berusaha mengumpulkan kembali tenaganya untuk mendorong keras tubuh Draco. Maniknya menatap tajam pemuda yang tengah mencoba mengambil lebih banyak oksigen itu, "Kau.. Homo sialan!" Mengumpat dengan nada penuh kebencian, sebelum pergi meninggalkan tempat itu,
Jungkook sendiri benar-benar tak pernah membayangkan ada kejadian seperti ini pada Movie Harry Potter!
"A-apa itu tadi?" Berbisik dengan manik yang tak kunjung berkedip, bahkan Jungkook terus menatap sampai Draco yang berlari dan menghilang dibalik tikungan koridor seberang.
"Seharusnya aku yang bertanya, apa Harry Potter itu salah satu Movie Gay?"
"Tentu tidak, bodoh! Tapi, yang tadi itu benar-benar manis."
Taehyung menatap Jungkook dengan seringaian lebar saat mendengar gumaman pemuda itu, "Kau juga ingin merasakannya, Jeon? Aku sangat sering menonton hal yang lebih dari itu, jadi bisa dibilang aku sangat berpengalaman."
"Kimesum brengsek!"
~oOo~
Suasana ramai Aula berubah hening seketika begitu Dumbledore membuka suara. Para murid mulai mengambil tempat duduk masing-masing, sekedar untuk menyaksikan para Juara yang berhasil mengikuti Turnament bergengsi itu.
Jungkook menarik jubah Taehyung begitu maniknya manangkap kehadiran pemuda yang sejak tadi dicarinya itu, membawanya untuk ikut duduk dipojok ruangan tempat beberapa murid yang tak mendaftarkan diri berada.
"Apa yang kau lakukan? Aku harus bersama teman-temanku."
"Aku adalah satu-satunya temanmu disini, Kim" Jungkook berucap tak perduli sembari tangan melambai mengisyaratkan pada Harry dan dua temannya untuk bergabung duduk.
Harry mendekat, dan berbisik palan pada Jungkook, "Apa benar namaku akan keluar dari piala api itu?"
Yang dibisik hanya tersenyum dan mengangguk singkat sebagai balasan, yang membuat Taehyung mendengus melihatnya.
"Jangan terlalu percaya padanya, bisajadi semuanya berubah karena kehadiran kami di dunia ini." Taehyung berucap meremehkan, sekedar mengingatkan Jungkook tentang kejadian semalam.
'Benar. Sejauh ini, hanya itu yang berubah dari Movie ini.' Jungkook membatin membenarkan, tanpa sadar Taehyung yang mendekat mencoba berbisik pada sisi kanan telinganya,
"Lihat diseberangmu, Draco Malfoy sedari tadi tak kunjung melepaskan pandangan khawatirnya pada Harry Potter." Jujur, bulu leher Jungkook sedikit meremang merasakan sapuan napas Taehyung ditengkuknya. Tapi tetap saja pandangannya diarahkan kedepan, bertepatan dengan meredupnya api yang menerangi ruang aula itu. Menyisakan cahaya terang api biru yang keluar dari piala besar di depan sana.
Semua murid mulai memperhatikan saat api biru itu berubah warna menjadi merah sejenak, dan memuntahkan lembaran kertas kecil gosong yang langsung ditangkap oleh Dumbledore.
Pria tua itu membalik lembaran itu, dan membaca satu nama lengkap yang tertulis. "Juara dari Durmstrang adalah Viktor Krum."
Teriakan itu disambut sorakan semangat dari tempat perkumpulan para Murid Durmstrang. Seorang pemuda berbadan kekar yang namanya baru saja disebut, mulai berdiri dengan gagah dan langsung diarahkan ke ruangan dimana para pemenang berkumpul.
Piala api itu kembali memuntahkan selembar kertas kecil gosong, yang kembali ditangkap gesit oleh Dumbledore, "Juara dari Beauxbatons ialah Fleur Delacour."
Reaksi yang sama dengan teriakab feminim di tunjukan oleh para murid sekolah sihir Beauxbatons, dengan seorang gadis yang langsung berdiri dan melakukan hal yang sama seperti sebelumnya.
Piala api memuntahkan lembar kertas ketiga, yang sudah dipastikan merupakan nama dari pemenang Hogwarts, "Juara Hogwarts adalah... Kim Taehyung!"
Suara sorakan terdengar dari sepenjuru ruangan, semua murid terlihat mengucapkan selamat pada Taehyung yang kini menampilkan ekspresi tak percayanya. Jungkook yang duduk disampingnya pun menampilkan ekspresi yang sama, "Kau... idiot! Kenapa kau mendaftarkan diri, bodoh?"
"Aku tak tahu apa-apa, sungguh! Bahkan aku sama sekali tak mengerti tentang Turnament aneh ini!" Taehyung menyangkal dengan suara kecil,
"Hei, Kim! Majulah, Dumbledore menunggumu."
Jungkook menatap panik Taehyung yang kini melangkah maju, dan mendapat tepukan pelan di bahu dari Dumbledore. Pemuda itu mencoba berpikir keras, perasaannya mengatakan ada yang tak beres disini, ada yang kurang dan dirinya harus mengingat apa itu!
Maniknya memperhatikan sekitar, dimana para murid terlihat bertepuk tangan bahagia menyambut para Juara Turnament, "Benar! Sedari awal, aku tak pernah melihat kehadiran Cedric Diggory disini." Harry yang mendengar gumaman Jungkook, menatap cepat kearah pemuda itu
"Kau benar, aku juga tak pernah melihatnya semenjak kemunculan kalian di Hogwarts."
"Cedric Diggory? Siapa itu?" Ronald Weasley membuka suara, merasa asing dengan nama yang didengarnya.
"Kau tak tahu? Tunggu... Jangan bilang—"
"Ya, sepertinya Kim Taehyung menggantikan karakter Cedric Diggory disini." Ucapan Jungkook dipotong oleh Draco yang tiba-tiba muncul dan berucap pelan.
"Jangan bercanda! Di Movie yang ku tonton, Cedric Diggory akan meninggal pada babak akhir Turnament!"
"Tunggu dulu, sebenarnya apa yang sedari tadi kalian bicarakan? Dan kenapa kau berada disini, Malfoy?" Hermione mengungkapkan apa yang sangat mengganjal diotak jeniusnya,
"Ini hanya sebuah cerita, mione. Jangan terlalu diambil pusing."
Hermione yang ingin menyanggah teralihkan perhatiannya kearah Piala api yang kembali menyala ganas, dan memuntahkan kembali lembaran kertas keempatnya.
Bisik-bisik terdengar di sepenjuru aula, karena memang pada dasarnya, hanya tiga orang juara lah yang seharusnya terpilih.
"Harry Potter?" Dumbledore membaca tulisan pada kertas dengan dahi berkerut, "Harry Potter."
Semuanya terdiam, mendengarkan nama yang baru saja terucap dari bibir pria tua itu. "Ini sudah ku katakan padamu sebelumnya, Harry. Sekarang majulah." Jungkook berbisik pelan sembari menepuk singkat bahu Harry menenangkan.
Pemuda Jeon itu menatap kepergian Harry dengan perasaan khawatirnya yang tak kunjung mereda. "Si Taehyung idiot itu.. bagaimana kalau dia benar-benar mati? Dia bahkan tak tahu apapun."
~oOo~
TBC
Chapter 1 Up yeyy..
Maaf banget updatenya telat... akun ku bermasalah, semua cerita di Draft wattpad ku sempat hilang dan aku simpen semuaya disana, gk ada back up-an di laptop. Kira-kira kenapa ya?
Makasih atas responnya, sampai ketemu di chapter selanjutnya~
Senin, 15 Mei 2017
Di Kamar Tercinta
VKchu137
