PREVIOUS STORIES

ANEH...

Pakai ilmu pelet atau jampi-jampi apa tuh cowok? Sehingga sakura yang kesinggung ole omongan tuh cowok, bukannya nyetusin kekeselan ama kekekianya. Tapi justru malah nurutin ajakan tuh cowok, duduk disampingnya?

"Hai..."

Sakura enngak nyahut

"kalau boleh jujur untuk sesuatu ama lo..."kata tuh cowok seakan berusaha mencari reksi positif si cewek

Sakura menoleh.

Tuh cowok ngerasa lega karena pancinganya kena.

"Lo tau...? kata sasuke

"CHAPTER 2"

.

"MASASHI KISHIMOTO (nie paman gue) hahahahah"

bercanda

.

~SASUSAKU~

Sakura tetap enggak nyahut.

Dengan seolah tidak memperdulikan gimana reaksi sakura, tuh cowok nerusin ucapanya,"Lo akan terlihat cantik kalau kau tersenyum."

"...?!"

Sakura melotot.

Saking lebarnya tuh mata melotot, sampai-sampai bagai hendak melompat keluar untuk menonjok wajah sasuke. Namun, begitu hatinya terus berteriak girang. Entah mengapa, dipuji cowok sableng itu, sakura merasa tersanjung. Padahal, selama ini sudah banyak cowok yang miji dan menyanjung dirinya. Namun, selama ini sakura enggak merasa yang seperti yang kini dia rasain.

"Kalau tidak percaya, buktiin saja sendiri. Tersenyumlah, kalau lo enggak merasa sakit gigi. Ayo tersenyum saja, enggak usah malu-malu."

"Lo yang keenakan!" sergah sakura sebel.

"Emang letak enaknya dimana?"

"Bisa nikmatin senyum gue dengan gratis, sementara cowok lain harus bayar dulu."

"...?!"

Giliran tuh cowok bengong. Tampangnya yang tampan menjadi lucu. Ditambah dengan gaya yang kayak monyet ling-lung, pakai garuk-garuk kepala segala, makin membuatnya tampak tambah lucu. dan itu membuat sakura enggak tahan melihatnya. Senyum yang manis pun akhirnya mengembang, menghias bibirnya yang indah.

"Nah, begitu lebih bagus!" tembak tuh cowok

Sakura kembali melotot, namun tuh cowok tetap tersenyum.

"Loh tau? Dengan lo tersenyum, setidaknya gue bisa mastiin lo enggak dilanda sakit hati gara-gara sakit gigi."

"Hati siapa yang patah? Gigi siapa yang sakit?!" sertak sakura

"Hati gue, gigi gue," sahut tuh cowok dengan wajah dengan menunjukan kekonyolan. Kemudian sikap konyolnya dia bertanya," Lo tahu kenapa?"

Sakura tidak menjawab.

"Karena lo gak tersenyum."

Nyebelin! Ngeselin! Ngekiin!

Tapi juga nyenengin!

Itulah gambaran yang ditangkap oleh sakura dari sikap dan tingkah laku tuh cowok. Dan itu pula yang membuat sakura tidak bisa berbuat apa-apa. kecuali hanya menarik napas panjang dan terus berusaha masang muka kesel dan sebel.

"Ahhh...kenapa cemberut lagi?" keluh tuh cowok.

"Kalau lo cemberut lagi, nanti hati juga gigi gue sakit lagi."

"Apa peduli gue?"

"Jelas lo mesti peduli."

"Kenapa memangnya?"

"Ya, karena gue ngerasa lo gak bakalan tega ngebiarin gue sakit hati plus sakit gigi, kan?"

"HUHHH... GE ER...!" sangut sakura, namun kemudian dia pun akhirnya kembali tersenyum

"Nah, gitu dong," kata tuh cowok sambil tersenyum.

Dengan masih tersenyum sakura mencibir.

"Loh pasti tau kan kalau senyum itu adalah ibadah. Dan banyak senyum itu..."

"SINTING...!" potong sakura. Lalu... "HA HA HAAA...! sakura tertawa lepas.

Keduanya pun tertawa.

Giliran pemilik kantin ama pembantu- pembantunya yang melongo bengong, untuk kemudian dengan wajah menunjukan rasa heran, keduanya berpandangan satu sama lain.

"Thank's atas keakraban lo," kata sasuke kemudian setelah berhenti ketawanya. "Nah, nama gue sasuke, terusanya kebetulan gue tinggal di rumah. Enggak muat disetempel di OSIS yang sempit itu. Lo sendiri siapa? Itu pun kalau lo gak ngerasa sakit gigi lagi untuk ngomong, ngasih tau akan siapa nsms lo ke ge."

"lo gak kenal gue...?" tanyasakura kening plus jidat yang lebarnya mengkerut.

NAH SIAPA SAKURA SEBENARNYA

TUNGGU DI CHAPTER SELANJUTNYA YA

THANK'S TELAH MEMBACA

BERSAMBUNG

TO BE CONTINUE