~oXXo~ ..The Love Story Of Omega.. ~oXXo~
...
'Oh Sehun'
Tubuh kecil Luhan terasa pas saat Sehun mengangkatnya. Sehun mencoba fokus saat aroma Pheromones yang mengguar dari tubuh Luhan membuat tubuhnya terasa panas. Walau aroma Pheromones Luhan telah sedikit tersamar dengan aroma tubuhnya. Berjalan dengan tergesa-gesa melewati kerumunan orang menuju ruang kesehatan. Antara memilih logika dan nafsunya Sehun semakin berjalan pelan menuju ruang kesehatan dengan Luhan dalam gendongannya. Tubuh Luhan yang terus bergerak gelisah dalam gendongannya, membuat Sehun hampir tak bisa menahan nafsunya.
"Enghh.. hahh.. ahh.."
"Arghh.."
Geraman kecil yang dikeluarkan Sehun saat dia tetap mempertahankan akal sehatnya. Sehun sedikit mencekram tubuh dalam gendongannya itu, nafsu yang mulai menguasainya membuat Sehun kembali berjalan dengan cepat meuju ruang kesehatan. Suara gebrakan keras yang keluar dari pintu yang Sehun tendang membuat seluruh mata tertuju pada mereka
"Saem.." Sehun berucap lirih sambil berjalan ke arah kasur rawat ruang kesehatan. Membaringkan tubuh Luhan yang terus bergerak gelisah dengan erangan dan lenguhan kecil yang dikeluarkannya. Sehun perlahan berjalan mundur, ia bersandar pada tembok dibelakangnya.
"Dia sedang dalam masa in heat-nya, syukurlah kau dapat membawanya kesini dan kau masih bisa mempertahankan akal sehatmu ketimbang nafsumu." Dan Sehun hanya memperhatikan bagaimana saem penjaga ruang kesehatan dengan cekatan memeriksa Luhan. Tubuh Luhan mulai lumayan tenang saat saem menyuntikan sesuatu entah apa itu ke tubuh Luhan. Dia masih memperhatikan bagaimana wajah berpeluh itu hampir membuat nafsunya meraung, bagaimana tubuh yang mulai berhenti bergerak gelisah itu adalah tubuh yang tadi dijamahnya, tubuh yang hampir membuat nafsu menutupi seluruh akal sehatnya. Dia memperhatikan tubuh Luhan yang di pindahkan ke ruangan khusus.
~oXo~ Lyca ~oXo~
...
The Love Story Of Omega
...
~oXo~ Lyca ~oXo~
Sudah satu minggu berlalu semejak kejadian itu, keadaan Luhan mulai membaik. Masa in heat-nya sudah selesai, hari ini ia kembali berangkat ke sekolah dengan sedikit petuah dari ibunya tentang ini itu, ibunya masih merasa takut dengan keadaan Luhan. Ibunya masih takut masa in heat Luhan kembali terjadi tiba-tiba. Ck, ayolah masa in heat tak akan terjadi kembali begitu cepat kan? Yang ia hawatirkan sekarang ialah bagaimana jika ia bertemu Oh Sehun. Orang yang entah bisa disebut menyelamatkan—atau memanaatkan, yang jelas ia pasti akan gugup berat jika ia berpapasan dengan makhluk satu itu, mau ditaruh dimana wajahnya jika dalam ingatan Luhan dengan jelas ia meminta Sehun untuk menjamah tubuhnya—yah walau tidak secara gamblang. Jika ia bertemu dengan Sehun sekarang, ia pasti akan merasa ma—oh fuck, bagaimana mungkin orang yang sedari tadi iya fikirkan di otaknya tiba-tiba muncul 5 meter di depannya.
"Putar arah Luhan!" Luhan bergumam kecil pada dirinya sendiri, sebari membalikan badanya. Berjalan dengan langkah sedikit tergesa-gesa
"Yo!" sapaan kecil yang berhasil menghentikan langkah tergesa-gesa Luhan. Ia terus berdoa dalam hati supaya Sehun tidak membahas soal masa in heat-nya yang—ya tuhan itu memalukan.
"O-oh, ha-hai Sehun-ssi!?" Luhan membalas sapaan Sehun dengan keadaan gugup luar biasa.
Sehun berjalan pelan mendekat ke arah tepat Luhan berdiri. Dia bisa melihat bagaimana ekspresi Luhan yang ia rasa lucu. Tubuh yang bergerak gelisan dengan wajah yang sedikit memerah. Ia tahu, Luhan sedang dalam keadaan gugup. Menggodanya sedikit tak apa kan. Pemikiran jahil terlintas di otaknya. Perlahan Sehun mencondongkan tubuhnya ke arah Luhan yang berdiri tepat di depannya. Luhan secara refleks bergerak mundur menjauhi Sehun.
"Aromaku masih tertinngal di tubuhmu. Dengan begini, tak akan ada Alpha lain yang berani mendekatimu" Bisikan kecil yang dikeluarkan Sehun tepat di telinga Luhan, dengan sedikit hembuhsan kecil diakhir, yang membuat tubuh Luhan merinding geli. Seringaian kecil tercipta di bibir tipis Sehun. Luhan berjalan mundur dengan cepat. Wajahnya sudah benar-benar memerah. Tanpa menjawab ucapan Sehun, Luhan pergi dengan tergesa-gesa meninggalkan Sehun.
...
Luhan tengah uring-uringan sekarang, maslahnya ia belum tahu letak kelasnya dimana. Ugh, ini karena ia tak mengikuti hari penutupan pelaksanaan pengenalan sekolah.
"Hei..! kau mencari sesuatu?" Luhan menghentikan kegiatannya—yang sejak tadi berjalan mondar-mandir tak tentu—saat sebuah tangan menyentuh bahunya. Luhan menolehkan pandangannya ke belakang tubuhnya. Menemukan laki-laki bertubuh lebih tinggi dari tubuhnya, tengah menatapnya dengan senyum yang ramah—tampan. Senyumnya mulai meluntur saat dengan samar laki-laki itu mencium sesuatu
"Oh Sehun" Gumaman kecil yang diucapkannya membuat Luhan bertanya
"Kau mengucapkan sesuatu?" Luhan bertanya dengan heran.
"Tidak. Kau mencari kelasmu? Mari aku antar" Luhan dengan sedikit ragu mengikuti langkah laki-laki di depannya. "Kau pasti tidak masuk saat acara penutupan. Itu adalah hal yang lumayan seru jika kau ingin tahu." Luhan hanya membalas ucapan laki-laki itu dengan sebuah senyum tipis. "Oh ya, kita melupakan satu hal. Kita belum berkenalan. Namaku Kim Jongin. Kau?" dengan ragu Luhan menerima uluran tangan laki-laki di depannya.
"Xi Luhan"
...
"Luhan-ah gwenchana?" Luhan yang baru saja memasuki kelasnya langsung ditarik paksa oleh Kyungsoo menuju bangkun kosong di belakang. Berbagai pertanyaan terlontar dengan cepat. Luhan hanya memandangnya dengan senyum maklum. Tapi eh, Kyungsoo sekelas dengannya, berarti..
"Kau juga seorang Omega?" bukannya menjawab pertanyaan Kyungsoo, ia malah balik bertanya dengan wajah penuh harap
"Tak mungkin kan jika aku seorang Alpha dan masuk kelas Omega?" Luhan dengan cepat memeluk tubuh Kyungsoo. Huh, akhirnya di hari pertama ia masuk ke kelas Omega, Kyungsoo kembali menjadi teman pertama untuknya.
"Hallo, aku masih di sini" Luhan memandang ke arah samping tubuhnya. Memandang heran seorang namja mungil lainnya yang memasang senyum kelewat semangat.
"Ah ya, aku lupa. Luhan-ah ini Baekhyun, Byun Baekhyun. Baekhyun ini Luhan, Xi Luhan." Luhan menerima uluran tangan Baekhyun. Senyum manis tersampir di bibir tipis Luhan. Baekhyun adalah seorang namja manis pecinta musik, dai banyak bercerita tentang pengalaman dirinya dalam hal musik, dan berakhir dengan mereka yang saling bertukar cerita. Termasuk Luhan yang menceritakan pengalaman in heat pertamanya, termasuk kejadian yang bersangkutan dengan Oh Sehun.
"Waa, jadi benar dengan gosip yang beredar itu, bahwa Oh Sehun memangku seseorang yang hampir telajang menuju ruang kesehatan." Baekhyun dengan antusias menceritakan tentang gosip yang ia dengar. Dan Luhan menanggapinya dengan syok. Apalagi Oh Sehun itu orang paling berpengaruh di sekolah ini. Ugh, bisa mati dia jika satu sekolah tahu bahwa yang dipangku Oh Sehun itu dirinya. Mau ditaruh dimana wajahnya ini.
"Eh Luhan-ah, minggu depan sekolah mengadakan karya wisata di Pulau Jeju. Berhubung kita masih kelas tahu pertama, sekolah mengadakan karya wisata ini sebagai ajang mendekatkan diri" Luhan menanggapinya dengan sebuah anggukan kecil.
~oXo~ Lyca ~oXo~
...
The Love Story Of Omega
...
~oXo~ Lyca ~oXo~
"Hwaa.. Pulau Jejuuuu.." Luhan berseru senang saat bis mereka tiba di Pulau Jeju. Perjalan yang melelahkan terbayar dengan pemandangan indah yang dilihatnya, karena penginapan mereka dekat dengan pantai. Luhan berjalan riang dengan koper kecil yan ditariknya. "Kyungsoo-ah! Baekhyun-ah! Kita harus ke pantai nanti sore, bukan kah jadwal kegiatan sekoalh dimulai besok?" Dengan antusias Luhan bertanya penuh harap ke arah dua temannya yang memandangya dengan senyum riang.
"Um, tapi kita harus berkumpul dulu di lobi untuk pembagian kunci kamar" Kyungsoo berseru sembari berjalan mendahului kedua temannya
"Eh kalian tahu, bahwa urutan kamar kita dipilih secara acak!?" Luhan dan Kyungsoo memandang bingung ke arah Baekhyun.
"Emm.. maksudnya?"
"Maksudnya kita bisa saja memiliki kamar bersebelahan dengan kamar para Alpha. Jadi kita tidak selalu berkumpul dengan para Omega lain." Baekhyun berseru dengan sedikit giramg. Yang haya di angguki kecil oleh kedua sahabatnya
...
"Ini kamar kita, 1213." Kyungsoo berseru sembari menggesek kartu kunci kamar.
"Hah, aku tak sabar untuk mandi dan pergi ke pantai" Baekhyun berseru semangat yang diangguki Luhan dengan tak kalah semangatnya
"Aku akan mandi terlebih dahulu" Luhan berseru sembari membenarkan letak tas selempangannya
"Ya! Aku yang akan mandi lebih dulu!" Baekhyun menyahuti sebari menatap tajam Luhan
"Kau harus mengalah kepada yang lebih tua, jadi biarkan aku mandi terlebih dulu yah dongsaeng..!" Luhan berucap dengan tawa kecil sembari mengusap pucuk kepala Baekhyun
"Hei, kita hanya berbeda bulan saja. Jadi aku akan mandi terlebih dahulu" Baekhyun menjawab dengan tegas
"Aku!"
"Aku!"
"Ak—matilah akuu!" Luhan berseru panik sebari membalikan badanya dentergesa-gesa, membuat kedua sahabatnya memandangya heran. Dari tadi Luhan masih ribut mempermasalahkan siapa yang akan mandi terlebih dulu, tapi sekarang ia berseru panik sambil membalik tubuhnya dan seakan berusaha untuk laari dari seseuatu
"Lu—"
"Luhan!" Perkataan Kyungsoo terpotong oleh suara lain di belakang mereka. Dengn serempak Kyungsoo dan Baekhyun membalikan tubuh mereka tapi tidak dengan Luhan. Kyungsoo yang memandang heran ke arah tiga orang laki-laki tinggi beberapa meter di depan mereka. Tidak dengan Baekhyun yang seakan berusaha untuk tidak teriak karena melihat seorang laki-laki tinggi berambut coklat di hadapannya. Berbeda dengan Luhan yang bergeming ditempatnya tanpa menjawab sapaan orang dibelakangnya
"Luhan-ah gwenchana?" Kyungsoo menepuk pundak Luhan lembut dan seakan menyuruh Luhan untuk berbalik dan menyapa balik pria tinggi berambut hitan dan berkulit tan di deapn mereka
"O-oh, hai Jongin" Luhan dengan gugup berbalik badan dan membalas sapaan Jongin sembari melambaikan tangannya kaku. Luhan berusaah untuk mengabaikan laki-laki lain di sebelah Jongin yang entah mengapa ia rasa laki-laki itu terus memandannya dengan intens.
"Oh, ini kamar kalian? 1213? Kebetulan ini kamar kami 1212." Jongin berseru ramah sembari menunjuk pintu tepat di sampingnya.
"Hehe.. iya, kebetulan sekali" Luhan menjawabnya dengan tawa garing yang sarat akan kesan gugup.
"Baiklah, kami duluan" Jongin berseru sembari melambaikan tangannya dan berlalu pergi memasuki kamarnya. Luhan juga buru-buru masuk kedalam kamar saat Kyungsoo membuka kamar mereka.
"Hei, ada apa dengan mu Lu? Kau seperti menghindari sesuatu tadi?" Baekhyun bertanya dengan rasa penasaran luar biasa. Tapi tak beberapa lama senyum tipis terlukis di bibirnya saat memandang Luhan yang tak hentinya terus berguling di atas ranjang single miliknya. "Kau takut bertemu Sehun yahh!?" Baekhyun bertanya dengan nada menggodanya. Membuat Luhan menghentikan kegiatannya dan memandang kesal ke arah Baekhyun. "Apa kau tadi lihat bagaimana Sehun memandangmu!?" Baekhyun kembali berseru menggoda Luhan yang dihadiahi lemparan bantal oleh Luhan.
"Yak! Baekhyun centil, berhenti memasang wajah itu!" dan Baekhyun berakhir dengan tertawa terbahak-bahak melihat Luhan yang uring-uringan sendiri. Sedangkan Kyungsoo hanya diam dengan senyum kecil memandang kelakuan dua sahabatnya
...
"Hahh.. kenyangnyaa.. setelah bermain di pantai berjam-jam lalu makan malam, energiku langsung terisi penuh. Huh tapi kenapa sekarang kita harus tidur, bukankah ini masih terlalu dini untuk tidur, ini masih pukul 9.23" Baekhyun berseru sembari memandang kedua sahabatnya yang tengah berbaring di atas kasur masing-masing. Sebuah ide terlintas begitu saja di atas kepala Baekhyun. Dengan cepat ia membawa sebuah botol kong ke arah lantai kamar. "Hei, ayo bermain 'Dare or Dare'."
"Ha? Dare or Dare, bukannya Truth or Dare?" Kyungsoo berseru heran dengan ide yang dilontarkan Baekhyun. Dan hanya dijawab dengan seringaian kecil dari Baekhyun
"Emm, supaya lebih menantang. Jadi kita main DoD, yang menolak perintah harus memakai rok seharian penuh esok hari, bagaimna?." Baekhyun memandang Luhan yang menatap horor ke arahnya. "Wae? Kau takut Luhanie?" Baekhyun bertanya dengan nada manja seakan mengejek ke arah Luhan yang mulai menatap geram ke arahnya
"Baik aku ikut" dengan tegas Luhan mengiyakan ajakan Baekhyun, dan turun dari ranjangnya dengan cepat. Kyungsoo yang tak bisa menolaknya juga turun dari ranjangnya menghampiri kedua sahabatnya. Permainan pun dimuali dimana mereka terus melakukan kegilaan-kegilaan. Sampai akhirnya saat Baekhyun memutar botol dan mengarah pada Luhan, ia memandang Luhan dengan seringaian kecilnya. Memandang ke arah jam dinding yang tergantung rapih di dekat meja nakas. 10.09. Luhan yang melihat seringaian Baekhyun mulai resah pasti anak ini merencanakan sesuatu yang licik.
"Luhanie, pergi ke kamar Sehun dan ambil salah satu boxernya!"
"KAU GILA?"
TBC
~oXo~ Lyca ~oXo~
...
The Love Story Of Omega
...
~oXo~ Lyca ~oXo~
Sebelumnya saya minta maaf karena update-nya telat. Ada beberapa hal yang terjadi yang ngak bisa saja jelaskan, jadi saya mohon maaf. Ini sudah saya buat lumayan panjang untuk permintaan maaf saya. Dan saya mau minta saran kalian apa saya harus memperjelas bagian KaiSoo dan ChanBaek, yah bisa dibilang mereka juga mendapat bagian penting dari ff ini atau mereka cuma sekedar tambahan? Mohon saran kalian. Dan terima kasih juga untuk yang sudah review/follow/fav fic ini, terima kasih juga untuk saran kalian. Maaf saya ngak bisa bales review kalian, ini saya ketik terburu-buru. Maaf juga jiga banyak typo. Akhir kata..
Silahkan review!
