-Leeteuk POV.-

"Kangin… Aku benar-benar merindukanmu. Mengapa kau sama sekali tidak memberikan kabar padaku?" tanyaku pada langit di balkon. Entah maksudku apa. Tapi aku benar-benar kesal pada Kangin. Seenaknya saja ia pergi tanpa memberi kabar untukku. Tapi mereka hanya menitip salam pada Kyuhyun dan Ryeowook saja. Apa maksud dia?

"Sedang apa kau disana, Kangin? Beribu-ribu cerita yang ingin ku adukan ke kamu. Tapi sekarang kau dimana? Aku membutuhkanmu. Tolong pulanglah.. Aku benar-benar merindukanmu.."

-Leeteuk -

-Eunhyuk POV-

"Mwo?! Apa kau bohong?" kataku kaget. Aku benar-benar tidak percaya yang dikatakan Kyuhyun. Betapa hebatnya Kyuhyun dan Ryeowook yang mampu mengubur ini semua agar Leeteuk hyung tidak kecewa.

"Ne, hyung.. Benar. Ini benar. Aku tidak bohong. Ini nyata." Kata Kyuhyun yang ingin meyakinkanku.

"Lalu sekarang dia dimana?" tanya Donghae.

"Di rumah sakit dekat sini, hyung.." jawab Ryeowook.

"Baiklah, besok kita menjenguknya." Kataku mencoba mengajak semua penduduk di kamarku ini.

"Aku tidak ikut ya hyung, aku ingin menjaga Leeteuk hyung." Kata Kyuhyun tiba-tiba. "Ryeowook hyung, kau masih ingat jalannya kan?"

"Ne.." jawab Ryeowook.

"Aku keluar dulu ya, aku ingin menemui Leeteuk hyung." Kata Kyuhyun. Kali ini ia terlihat lebih dewasa. Ia terlihat lebih menyayangi Leeteuk hyung.

"Baiklah.."

-Eunhyuk -

-Kyuhyun POV-

Sedang apa Leeteuk hyung disini malam-malam gini? Ah lebih baik aku ambilkan selimut untuknya. "Hyung… Masuklah, di luar begitu dingin. Nanti kau sakit lagi.." kataku sambil melingkarinya dengan selimut. Dan aku memeluknya dari belakang. "Masuk ya hyung?"

"Aku mau menunggu Kangin… Di Jepang, pasti Kangin melihat bulan ini juga. Dan kita akan bertemu di bulan yang sama. Di langit yang sama. Aku harap seperti itu." Jawab Leeteuk hyung.

"Hyung sudahlah…" kataku coba menenangkannya. "Hyung, apakah kau tau? Kangin sangat menyayangimu.. Dia pasti juga merindukanmu disana. Namun saudaranya sedang sakit.."

"Tapi apakah sekedar memberi kabar saja tidak bisa?" tanyanya yang bisa membuatku bingung akan menjawab apa.

"Bukannya tidak bisa hyung, kau kan tau handphonenya tertinggal di bengkel. Besok handphone itu akan aku ambil. Untukmu.." kataku dengan memeluk Leeteuk hyung mencoba membuat tubuhnya lebih hangat.

"Percayalah Leeteuk hyung, ia akan kembali.." kataku. Jujur, aku menahan air mata ini agar tidak jatuh. Aku terlalu berdosa, aku banyak berbohong pada Leeteuk hyung. Mianhae hyung, aku membohongimu. Aku hanya tak ingin kau sedih nanti.

"Sudahlah hyung, ayo masuk hyung.." kataku dengan mendorong pelan tubuh Leeteuk hyung untuk masuk ke dorm. Dan membawanya ke kamarnya. Dengan cemberut ia melihat tempat tidur Kangin. Ia benar-benar terlihat merindukan Kangin hyung.

"Hyung, ayolah… Tunjukkan semangatmu pada dongsaengmu… Kita juga membutuhkan semangat darimu hyung.. Bantu kita.." kataku, yaa sebenarnya aku tau ini bukan perkataan yang pas. Tapi aku hanya ingin Leeteuk hyung kembali semangat.

Leeteuk hyung menghembuskan nafasnya. Mencoba membuat dirinya menjadi semangat. "Baiklah!" serunya.

-Kyuhyun -

-Kangin POV.-

Leeteuk hyung, aku juga merindukanmu. Aku disini Leeteuk hyung.. Aku disini… Aku selalu bersamamu. Hey? Kyuhyun? Sedang apa dia? Mwo? Dia memberikan selimut untuk Leeteuk hyung? Waaah, keren sekali dia. Dia jadi lebih dewasa begitu aku sedang koma. Mwo? Jepang? Kok Jepang? Aah, aku kagum sekali dengan Kyuhyun-ah. Dia berbohong demi Leeteuk agar tidak sakit lagi. Aku kagum padamu.

-Kangin -

-Leeteuk POV-

Sudah pagi.. Lho.. Kangin mana? Oh iya… lalu aku menghembuskan nafasku. Dan aku keluar kamarku untuk membangunkan para dongsaengku. "Kangin?" kataku. Aku melihatnya-aku melihatnya di jendela kamarku sekarang. Aku melihatnya.

Kangin menoleh padaku ia tersenyum. "Mianhae" katanya. Apa maksudnya? Lalu ia menghilang begitu saja. Aah, manamungkin itu Kangin. Mungkin aku hanya berhalusinasi saja.

"Kyuhyuuuunn.. Sungminn… Bangun… Sudah pagi…" teriakku begitu masuk kamar Kyumin. Jujur, aku tak sesemangat hari-hari sebelum ini. "Kangin?" kataku lagi. Aku melihatnya di kamar Kyumin. Ia berjalan keluar dari kamar Kyumin. Aku mencoba mengejarnya, namun ia menghilang begitu saja.

"Hyung, ada apa?" tanya Kyuhyun padaku.

"Tadi aku melihat Kangin disini.." jawabku.

"Manamungkin hyung? Dia sedang di Jepang. Mungkin hyung hanya berhalusinasi?" kata Kyuhyun mencoba menenangkanku. Namun mengapa matanya seperti berkaca-kaca.

"Kyuhyun-ah? Kau kenapa?" tanyaku.

"Tidak apa-apa hyung. Sudahlah, mungkin itu hanya halusinasimu.."

"Ya, mungkin.."

-Leeteuk -

-Kangin POV.-

Aku sangat merindukanmu, Leeteuk hyung. Mengapa kau tak pernah menjengukku? Apa mungkin kau belum tahu? Baiklah, aku akan ke dorm. Sekedar untuk menemuimu, melihat wajahmu.

Leeteuk hyung… Aku merindukanmu. Benar-benar merindukanmu. Aku ingin memelukmu, namun apa aku bisa? Selamat tidur, Leeteuk hyung. Dan aku menarik selimutnya lebih ke atas. Aku melihatnya sedang banyak fikiran. Mungkinkah yang kau fikirkan itu aku? Maafkan aku hyung, aku tidak dapat memberitahukan kau. Maafkan aku tidak dapat memberikan kau kabar. Mianhae hyung..

-Kangin -