(+)
Balasan untuk yang nge-review 0.0
Kuro: "Ayo baca balesan review balesannya!"
77: "Oke pertama. Buat, chiiGhina7, ngeflame itu apa? 7=Nana kalo 77 = Nana ju nana, kayaknya. Tapi 77 Cuma angaka favorit"
Dino: "buat Kurea Cavallone , soal Kyoya berubah jadi orang yah… tepatnya bukan 100%"
Hiba: "Buat bhiblu21, *kertas yang harusnya di baca di buang*, Kamikorosu!"
Dino: "Kyoya, baca yang di tulis di kertas dong, terus kok bisa berlogat manusia sih?"
Hiba: "Nya!"
77: "Pada belom sadar ya? Dino belom ngenalin dirinya ke Kyoya lho"
Kuro: "Allen~, TT^TT"
Dino: "Kuro kenapa? Kok gak nyambung"
77: "dia di kasih tau temennya yang demen -Man seumur hidup. Terus Kuro coba nonton tuh kasetnya ada 6 langsung tamat. Dan baru nonton sampe season 2."
Kuro: "Allen~, Moe Allen~~"
77: "Begitu juga pairing yaoi nya bertambah"
Dino: "*sweat drop*"
Allen: "Ano… ini kan fanfic KHR kok muncul -Man?"
Kuro: "Aha! Gw bakal bikin TykixAllen!"
Allen: "JANGAN!
Kuro: "ah, ternyata maih hidup. YEY! Bisa bikin Laven~"
Lavi: "yey~"
Allen: "La lavi"
Hiba: "Nyauw (oi, kenapa jadi -Man?)"
77: "Ah gomen, disclaimber kalo gak salah"
Dino: "KHR berserta semua karakternya punya Amano Akira"
Kuro: "STARTO!"
77: "Gomen kalo ada kata-kata yang salah"
(-)


V 0.o capter 2. Kalung

Pagi hari di Namimori berbeda dengan kota lain, tidak ada polusi, tidak ada suara klakson mobil maupun motor, udaranya sangat lah sejuk. Angin menghembus pohon, menjatuhkan beberapa lembar daun dan mendarat ke ranjang di mana Hibari Kyoya tertidur dengan tuan. Satu lembar daun mendarat di atas kepala Hibari, dan terbangun lah dia dari dunia mimpinya. Begitu terbangun dia langsung menghampiri tuannya untuk membangunkannya, Hibari menggosok-gosokkan kepalanya ke pipi tuannya, "emh, tunggu, sebentar lagi," kata tuannya yang masih berada di dalam mimpi. Secara tiba-tiba tuannya yang bermimpi itu memeluk kucingnya, secara reflex Hibari langsung mencakar tangan tuannya dan membuat tuannya terbangun.

Di ruang makan keluarga Cavalone
"Gomen Kyoya, tadi itu gak sengaja" kata sang Dino Cavallone, "Nya!" tapi kata-kata itu tidak merubah apa pun, melihat kucing peliharaannya ngambek dia pun menghelakan nafas. Hibari memang melirik ke tuannya sedikit, "Kyoya, hari ini kita akan ke dokter hewan." Kata Dino sambil mendekati kucingnya. "Nyauw" jawab Hibari yang juga mulai mendekat ke Dino, melihat kucingnya sudah mau mendekat lagi Dino tersenyum, mengelus kepala Hibari dengan lembut, dan mencium jidatnya. Lagi-lagi terkejut akan apa yang tuannya lakukan kali ini kucing ini memukul pipi Dino menyebabkan beberapa tetes darah keluar dari pipinya yang lukanya tidak terlihat. Dino memang kesakitan, tapi dia hanya memegangi pipinya, "Gomen Kyoya, kayaknya," tiba-tiba Hibari merasa sedikit cemas, "kamu tidak suka dengan kelakuanku ya? Sepertinya kamu," belum selesai Dino berkata, Hibari menjilat luka-luka yang ia buat. Dino terkejut dengan ap yang kucingnya lakukan dan menggendongnya "kalau begitu ayo siap-siap" kata Dino yang kembali ceria.

Di tempat menunggu di rumah sakit hewan
Dino menaruh Hibari di tempat khusus untuk para hewan, begini lah kejadiannya… "Ah, Gokuderan-kun! Dino-san ternyata punya kucing!" Kata Tsunan seekor kucing coklat. "yup, ah, oi! Yakyu o baka! Jangan bengong dengarkan apa yang Jyudaicat (?)!" kata Gokuderan seekor kucing putih belah coklat. Yamamoton seekor anjing shiba inu yang bisa akrab dengan kucing pun membalas "moe~". Baru kali Tsunan & Gokuderan melihat sifat temannya yang satu ini seperti ini. "Ah~ pagar ini, bisa ku lewati tidak ya?" tanya Yamamoton yang penasarn. "Ya yamamoton-kun" kata Tsuna yang sudah mulai panik. "Jyudaicat, sepertinya dia jatuh cinta terhadap kucing itu" kata Gokudera untuk membuat Tsuna tidak panik. Tiba-tiba mereka bertiga meraskan sesuatu yang membuat mereka merinding, Hibari Kyoya sedang men-death glare mereka bertiga. Karena hari itu masih pagi dan baru ada merek berempat kemungkinan apa pun bisa terjadi.

"Dino Cavallone" sahut seorang pekerja di sana, "ah baik. Kalau begitu ntaran lagi ya." Kata Dino kepada tiga temannya yaitu, Sawada Tsunayoshi pemilik Gokuderan, Gokudera Hayato pemilik Tsunan, dan Yamamoto Takeshi pemilik Yamamoton. Dino kemudian menghampiri Hibari, menggendongnya, dan membawanya ke ruang pengecekan kesehatan. Di sana ada banyak sekali mainan untuk kucing dan pastinya seorang dokter, Gioto, kedudukannya adalah yang tertinggi di rumah sakit hewan tersebut. "oh, Dino Cavallone akhirnya kau memelihar seekor kucing" kata Gioto, Dino menaruh Hibari di meja dan menjawab "yup, aku jat-" belum selesai Dino menjawab Hibari langsng meng-headbut perut Dino. "Ah, Gomen Kyoya" sekali lagi Dino meminta maaf, Gioto kemudian menaruh telapak tangannya di atas kepala Hibari, Hibari memang ingin mencakarnya tapi seperti gerakkannya itu dilarang. "Ah, Dino, berita bagus. Kucing ini sehat-sehat saja dan jenisnya KHR Cat sama seperti milik temanmu. Kucing ini dapat membantu mu Cavallone dalam misi-misi dan pertandingan" kata Gioto, Hibari memperhatikan wajah Dino sebentar terlihat ada expresi senang karena jenis dan kesehatannya mungkin dan telihat kesdihan atau ketakutan biegitu ada kata-kata 'misi-misi dan pertandingan'. "sekarang ini semua tergantung kepada kucing mu. Apakah dia ingin membantu tuannya atau hanya ingin di manjakan" kata Gioto denga serius berserta dying will flame yang berkobaran di dahinya.

Di perjalanan Hibari terus memperhatikan wajah Dino, cemas, dia merasa cemas. Mobil pun terhenti di depan toko hewan bertulis 'EXTREME PET SHOP', mereka pun langsung turun dari mobil dan memasuki toko tersebut. Hewan yang ada di sana adalah seekor Kangguru yang sedang berlatih tinju dengan tuannya atau pemilik toko tersebut, Sasagawa Ryohei. "Ah, Dino. Kapan mulai memelihara?" tanya seorang perempuan yang lebih tepatnnya adik dari pemilik toko yang over protektif terhadap adiknya, Sasagawa Kyoko. "Baru kemarin, barang-barang buat ngerawat kucing di daerah mana?" tanya Dino, Kyoko pun menjawab sambil mununjuk ke daerah yang bertulis 'Cat Zone' "Di daerah sana biarkan kucingnya saja yang memilih." Dino pun langsung pergi ke daerah yang bertulis cat zone. Saat sedang memilih kalung untuk Hibari Dino melihat Hibari yang sedang memperhatikan kalung yang bermerek Vongola. Dino bertanya "Kyoya mau yang itu?" Hibari hanya mengangguk kecil, Dino menaruh kalung tersebut ke dalam keranjang belanja, beberapa lama kemudian Hibari telah selesai memilih barang-barang. Saat di kasir Hibari masih terus memperhatikan kalung tersebut, ada sesuatu yang telah menarik perhatiannya kepada kalung tersebut.

Kembali di rumah kediama Cavallone…
Hari sudah malam semua yang mereka beli telah di taruh di tempat yang cocok. Waktu sudah menjadi malam hari, Dino sudah tertidur, sementara Hibari belum, dia memperhatikan kalung yang ia pakai, bunyi loncengnya terdengar sangat nyaman dan tenang, kalung tersebut telah menjadi barang yang berharga untuk dirinya, mungkin kah karena dia merasa ada sesuatu yang kuat berada di dalam kalung tersebut, kalung yang berwarna ungu denga corak awan. Hibari mulai merasa mengantuk, dia pun menghampiri Dino dan menjilat lukanya, luka-luka yang ia buat. "Gomennasai" kata Hibari yang kemudian tertidur.

Dulu, zaman dulu seorang ibu kadng memberikan kalung yang ia pakai kepada putrinya jika ia sudah merasa waktu telah tiba. Atau seorang mendapat kalung dari kekasihnya yang tercinta, selama apa pun mereka saling mencintai. Tapi akan ada waktu di mana mereka berpisah. Benda-benda yang kita dapat dari orang yang kita sayangi, orang yang kita cintai, orang yang berharga, pastinya barang tersebut sangat berharga. Seperti kalung hati yang terbelah milik sepasang kekasih, jika mereka bertemu kalung tersebut akan membentuk hati yang utuh, tidak terpisah.

Bersambung o.0 V


(+)
Kuro: "STRIKE!"
Lavi: "DOUBLE STRIKE!"
Hiba: "Nya! (cih!)"
77: "masih pada belom balik toh"
Allen: "Gomen lagi nyari jalan keluar terus…"
77: "Lavi udah mulai terkontaminasi"
Dino: "He~, jadi malem-malem kalo aku udah tidur Kyoya begitu?"
Hiba: "Nya! Ernyauw miauw! (bukan! Itu Cuma khaylan!)"
Kuro: "Capter seterusnya mungkin jadinya cross-over lho"
77: "Tapi kali ini panjang ya ampe 5 lembar"
Kuro: "hooh, ah. Laven lanjutin dulu, gw mau nonton lagi."
Lavi: "Review ya~ *pelok Allen*"
Allen: "La la lavi! *muka merah X3* "
Lavi: "hehe, kawai~"
Kuro: "yosh, jadi bersemangat lagi deh!"
Dino: "Cara yang aneh…"
Hiba: "Nya! *nyakar!*"
Kuro: "Mati lagi~"
77: "… review ya"
(-)