Lotus © Riz Riz 21

Story © Riz Riz 21

Disclamer Naruto © Masashi Kishimoto-jii

Inspirasi © Katekyo Hitman Reborn – Akira Amano

Warning: AU, TYPO, OOC, Gak kreatif, Ide pasaran, OC and many more.

.

.

.

~Ingat.. Riz udah me-Warning'kan~

.

.

.

Ц(◊д◊Ц)│└(σꞈσ)┐

Entah kenapa Sasuke memiliki firasat yang menyenangkan jika ia pergi kerumah sakit. Karena itu, sekarang ia berada dirumah sakit dan berusaha acuh dari pandangan genit para perawat yang ia lewati.

Saat melewati beberapa perawat, tanpa sadar Sasuke curi dengar obrolan dua orang perawat yang tidak sadar kedatangan akan dirinya yang juga semakin mendekat dengan kedua perawat itu.

'Kasian sekali gadis itu…'

'Iya, mungkin didepresi karna hidup sendiri hingga bunuh diri'

'Tapi, bukan itu masalahnya.. kecelakaan itu membuat beberapa organnya cacat'

'Hah.. benarkah? Padahal aku dengar hari ini ia akan diusir dari rumah sakit ini'

'Heh?! Dia'kan belum sadar?'

'Dia juga tidak punya uang—KYAA!'

Salah satu perawat tersebut sudah sadar akan kedatangan Sasuke kerumah sakit itu. Sasuke hanya acuh tapi mencoba mencari tahu siapa gadis yang mereka sebutkan.

Sasuke duduk ditaman rumah sakit, tiba-tiba matanya tertarik pada seorang perawat yang mendorong sebuah kursi roda dengan seorang pasien dengan mata kiri yang ditutupi perban dan duduk dikursi roda itu. Pasien itu tidak diberi infuse, tapi tidak juga sadar terlihat belum bangun tapi bukan tidur.

Sasuke mendekati objek yang ia amati tadi.

"Permisi…" sapa Sasuke

Sasuke baru sadar gadis ini adalah Yumeko, serigai khasnya pun terhias diwajahnya

"KYAAA! Ah, iya a-ada yang bisa saya bantu?" perawat itu tersenyum genit

"Apa gadis itu sudah sembuh dari sakitnya?" tanya Sasuke

"Ah, tidak. Ia diusir.. dia kecelakan tapi tak ada satu pun keluarganya yang bisa dihubungi" jelas perawat itu

"Lalu? Bagaimana kesehatannya?"

"Dia'kan tidak punya uang, semua dokter dikota seperti itu. Tidak mau melayani jika tak punya uang"

"Ohh, bolehkah saya membawanya untuk dirawat?" tanya Sasuke

"E-eeh?! Boleh saja… tapi pihak rumah sakit tidak mau bertanggung jawab"

"Terima kasih" Sasuke tersenyum tipis membuat perawat itu tak kuasa untuk tidak menatapnya.

Sasuke membawa kursi roda itu, saat sang perawat itu ingin menanyakan berapa number handphone Sasuke. Sasuke sudah menghilang dan tiba-tiba ada sebuah kabut hitam ditaman itu.

Perawat itu terkejut dan langsung buru-buru kembali masuk kerumah sakit.

┌(Oˆo)┐│(#ꞋˉꞋ#)

Yumeko membuka matanya, tapi hanya mata kirinya yang berhasil. Saat itu dia melihat dua orang laki-laki, satunya bertato segitiga terbalik dan satunya lagi mengenakan jaket dan berkacamata.

"Kau sudah sadar Hinata-chan!" laki-laki bertato segitiga terbalik itu tersenyum dan memperlihatkan gigi taringnya.

"Kau membuatnya takut" ucap laki-laki berkacamata

"Gomen, aku bukan Hinata. Aku Yumeko" Yumeko menatap kedua laki-laki itu bingung

Si tato segitiga tertawa dan si berkacamata tersenyum.

"Kau itu Hinata! Hinata Hyuchiha!"

"E-ehh?"

"Kenalkan Kiba Inuzuka" laki-laki bertato segitiga terbalik itu tersenyum

"Shino Aburame"

"Dia itu Shino Abumushi!" canda Kiba

"Cih…" Shino menatap tajam Kiba

"Bisa kalian jelaskan yang terjadi? Namaku itu Yumeko Furama" jelas Yumeko

"Kau itu Hinata Hyuchiha, ayahmu sendiri sudah membuangmu dengan cara membuatmu tertabrak" jelas Shino

"Me-membuangku? Ke-kenapa?" tanya Yumeko

"Kami kurang tahu, tapi sepertinya berhubungan dengan hak waris. Keluarga Furama'kan merupakan salah satu keluarga yang kaya di Konoha" Kiba terlihat berpikir

"Hak waris.. ah, Sou ka... ayahku pasti lebih memilih adikku sebagai penerusnya" Yumeko berbisik "apakah badanku tidak terluka akibat tabrakan itu?" tanyanya

"Iie, kau memiliki banyak luka. Tapi, sudah berhasil sembuh dengan cepat" ucap Shino

"Organmu juga banyak yang cacat, jadi Sasuke-sama membuatkanmu organ baru dengan ilusinya. Menipu tubuhmu dengan ilusinya dan kau itu satu jiwa dengan Sasuke-sama" tambah Kiba "aku iri, lho" candanya

"Sa-satu jiwa?" Yumeko menatap Kiba heran

"Yups! Kau Hinata Hyuchiha! Bukan Yemeko apalah itu" Kiba nyengir

"Tapi, sayangnya Sasuke-sama tidak bisa membuatkan ilusi pada organ mata kananmu. Jadi matamu buta sebelah karna benturan tabrakan itu terlalu keras" jelas Shino lagi.

"Soalnya bagian matamu tidak bisa ditipu dengan ilusi~~" sambung Kiba

"Aku masih belum mengerti, apa si Sasuke-sama itu penyihir hingga bisa membuatkan organ ilusi padaku? Kenapa dia baik sekali?"

"Tepat sekali! Dan kau harus mematuhi Sasuke-sama! Ah, dia tidak sebaik itu. Hanya saja tumben sekali dia mau membantu orang. Karena itu kau harus bersyukur dan mematuhi semua perintahnya" jelas Kiba panjang lebar

Hinata menatap kedua laki-laki itu bimbang, antara percaya dan tidak percaya. Kiba hanya tersenyum dan Shino menatap Hinata tajam.

"Hinata, coba kau memperkenalkan dirimu" pinta Shino tiba-tiba

"Aku Yu—Hinata Hyuchiha!" ucap Hinata saat melihat mata Kiba yang memaksannya mengucapkan 'Hinata Hyuchiha'.

Ya, Yumeko Furama sudah mati dan Hinata Hyuchiha terlahir.

"Bagus sekali!" Kiba mengangkul Hinata "Mau bercermin?" Kiba memberikan Hinata sebuah cermin kecil.

Hinata mengambil cermin itu dan sedikit terkejut saat melihat mata kirinya, sedangkan mata kanannya ditutupi dengan sebuah perban yang tebalut dikepalanya. "Sejak kapan mataku berwarna Lavender?"

"Sejak kau menjadi bagian dari Sasuke-sama" jawab Shino pendek

"Kau juga bisa melakukan ilusi dengan mata Lavender-mu, tapi tidak sekuat Sasuke-sama" ucap Kiba

"Aku benar-benar harus berterima kasih pada Sasuke-sama"

"Terima kasih kembali" ucap seseorang didekat pintu masuk ruangan itu

"Hoooo! Sasuke-sama! Kau sudah pulang" Kiba nyengir

"Ya, Hai Hinata" Sasuke masuk kedalam ruang itu

"U-uchiha-san?" Hinata tidak percaya

"Ehem…" Sasuke menatap tajam Hinata

"Ah, Sasuke-sama maksudku" Hinata menunduk

Kiba dan Shino tersenyum senang, Sasuke menyeringai dan Hinata masing menunduk malu. Tidak percaya ternyata orang yang ia tolong malah juga menolongnya balik.

"Aauuuoooofff!" Kiba mengaung senang

"Heh?!" Hinata mendongkak menatap Kiba syok

"Selamat datang keluarga baru" Shino tersenyum

"Hn." Sasuke acuh

Malamnya adalah malam yang ramai digedung bekas teater itu yang sudah menjadi rumah untuk Sasuke, Kiba, Shino dan Hinata.

o(≥□≤)o│(◊Δ◊)┘

Konoha High School.

Saat ini kelas 2-B mendapatkan dua murid baru, laki-laki dan perempuan. Untuk murid perempuan mereka semua senyum-senyum sendiri menatap sang murid baru laki-laki yang berwajah tampan rupawan bagai pengeran dinengeri dongeng.

Lain lagi bagi murid laki-laki, mereka serasa didunia anime melihat murid baru perempuan yang sangat moe. Semua laki-laki disana berguman 'Cute~~' saat melihat murid baru perempuan itu masuk kelas –Minus Kiba dan Shino.

"Baiklah, silahkan memperkenalkan diri" ucap sensei yang mengajar saat itu dan bernama Kakashi.

"Sasuke Uchiha" Sasuke acuh

"Hi-Hinata Hyuchiha" Hinata menunduk karena takut tatapan para anak laki-laki yang sepertinya akan menirkamnya dan memakannya.

"Silahkan jika kalian ingin bertanya" Kakashi-sensei mempersilahkan "Ya, Uzumaki-san"

"Ne, Hinata-chan.. kenapa kamu menutup mata kananmu?" tanya Uzumaki blak-blakan

"A-ano.. ini karena kornea mataku rusak saat aku kecelakan" Hinata menunduk lagi. Ya, mata Hinata diberi sebuah penutup mata berwarna hitam.

"Moe~~~" para murid laki-laki –minus Kiba dan Shino— yang rata-rata otaku itu langsung memberikan pendapat masing-masing

"Baiklah, siapa lagi? Ya, kau Haruno-san" tunjuk Kakashi-sensei

"Ne, Sasu-kun… kenapa kau pindah kemari?" Sakura menatap genit Sasuke

"Karena aku menjadi para buronan mafia Italia dan terpaksa bersembunyi ke Jepang, tepatnya Konoha" ucap Sasuke santai

"HEEH?!" seluruh kelas itu syok —minus Kiba, Shino dan Hinata

Kiba dan Shino memang sudah tahu dari dulu, sedangkan Hinata baru kemarin malam dijelaskan semuanya meski ia tidak terlalu paham setidaknya ia mengerti inti maksudnya.

"Hahaha… candaan yang cukup bagus Uchiha-san" Kakashi-sensei tertawa sedikit dibuat-buat "kau boleh duduk dibangku belakang bersama Hyuchiha-san"

Sasuke langsung melangkah kebangku yang paling belakang dekat jendela, sedangkan Hinata membungkuk hormat terlebih dahulu pada Kakashi-sensei.

Setelah duduk dibangkunya, Hinata sesekali mencuri pandang pada Sasuke sambil tersenyum. Sedangkan Sasuke sibuk mengawati luar jendela yang ada disampingnya. Saat Sasuke merasa ada yang mengamatinya ia menengok kearah Hinata, dan Hinata memberikan senyum terbaiknya.

Sasuke langsung kembali menatap luar jendela. Menyembunyikan rona merah diwajahnya, Hinata menatap Sasuke bingung.

'Setidaknya dia sudah menjadi patnerku. akh, bukan. Dia bagian dari diriku' Sasuke mengeluarkan seringai khas-nya

~THE END~

Sasuke ×(●ꞈ●)│(׸°)× Hinata


Cuap-Cuap Author :

I. Emmm... GOMENNASAI! *Bungkuk 90 Derajat*

II. Gomen kalau Ending-nya MAKSA banget *Hiks* Gomen Riz hampir melupakan FF ini sekitar 1 bulan *Hiks*

III. OK, Riz sangat merasa bersalah,, Riz siap menerima semua kritik pedas... Riz siap! *Kembali kesikap asli-BERANI*

IV. Sekian... Mohon Review! *PLAKK! Ceritanya aja maksa banget...

V. Arigatou, yang telah RnR dichapter kemari.. Bye Minna-san~~~