Waaaa… Masi sedikit yg review.. Tapi gapapa… Aku orang yg sabar og… xDDD
Makasi buat 'aki kadaoga' sama 'sharaemon' yg udah nge-review…
Ini dia chapter 2 dari keluarga amburadul itu.. Selamat membaca! Jangan lupa reviewnya! Review kalian sangat berarti (tp tolong jangan flame yah)..
-Jenova's family series-
Chapt 2 : Kadaj's school
"Cloud-nii chan? Apa kamu ditangkap suster ngesot?" Kadaj teriak2 sendirian persis orang gila. Untung aja hujan, jadi ga ada yg liat.
Kadaj terus berjalan sambil ngomel2 tentang 'suster ngesot' sampai akhirnya dia menemukan sepedamotor kakaknya yg tergeletak di tengah jalan. "Fenrir! Ya ampun! Bagaimana kau bisa begini?" tampaknya Kadaj lebih mementingkan motor kakaknya dari pada nasib kakaknya. Di samping fenrir, seekor kucing duduk manis sambil melihat ke arah selokan. "Apa Cloud-nii chan ada di sana?" pikir Kadaj. Dengan hati2 dia melihat ke bawah selokan. Dilihatnya sesosok manusia berlumur lumpur bergerak-gerak lemah. Orang itu sepenuhnya tertutupi lumpur. Kadaj melangkah lebih dekat lagi untuk memastikan kalau orang itu bukan suster ngesot. Tapi kakinya kehilangan pijakan dan kaki kanannya masuk ke selokan. Orang itu menarik kaki Kadaj dan menggumamkan sesuatu seperti 'tolong aku', tapi Kadaj ga bisa mendengarnya karena suara hujan. "Uwaaa! Jangan makan aku suster!" Kadaj yg merasa kakinya ditarikpun triak triak kayak orang gila (lagi). Air menetes dari pipi Kadaj (ga jelas tuw air mata ato hujan). Tarikan orang itu (yang padahal adalah Cloud) lebih kuat dari kegilaan Kadaj, yg justru membuat Kadaj ikut2an jatuh ke selokan.
-J's F-
Pagi harinya, Kadaj terbangun di sebuah kamar yg asing. Dia dapat mencium aroma parfum cewe di kamar itu. Dia ingin bangun, tapi kepalanya berat, Serasa habis dijatuhi (atau jatuh di) selokan. "Jangan dipaksa. Tidur lagi saja.." terdengar suara cewe di sampingnya. Dia menoleh kesamping. Dia dapat melihat Cloud dan Tifa, pacar baru Could di SMA barunya, sedang bermesraan disitu. "Ya ampun" dengus Kadaj. "Nii-chan! Ayo pulang" rengek Kadaj. Cloud langsung memasang muka masam ke adiknya itu. "Kamu ga liat apa aku lagi sibuk. Kalau mau pulang ya pulang sana!" jawab Cloud. Cloudpun mencium Tifa. Kadaj sangat tidak suka dibentak, apalagi tidak diperdulikan. Diapun memilih keluar meskipun kepalanya pusing.
Diluar masih sepi, mungkin baru jam 6 pagi. Dia mempercepat langkahnya agar cepat sampai rumah. Di tengah jalan, dia bertemu dgn Saphiroth dengan mobil Ferarri (?)nya. "Masuk! Ganti baju di mobil." kata Sepheroth singkat tp cool. Kadaj segera ganti baju seragam (ga pake mandi karena tadi malem uda kehujanan lama bgt). Kadaj turun di SDnya. Sephiroth pergi ke edge untuk kerja, lebih tepatnya, mengantar Jenova kerja. Sephiroth yg udah lulus kuliah belum dapet kerjaan sampe sekarang. Karena dia cuma mau satu pekerjaan : jadi bos. Kadaj jalan sempoyongan dan lemas ke kelasnya. Anak2 yg biasa menjahilinya melihatnya dgn heran. "Hey! Lihat! Si 'Silver Queen' sudah datang. Hahaha" terdengar ejekan dan tawa Sora, sang ketua geng. Dia mengejek Kadaj silver queen krna rambut silvernya (he?) Anak buahnya pun ikut tertawa. Kalau tidak, bisa2 mereka di gampar oleh Sora. Salah satu anak buah Sora, Riku, menarik kerah Kadaj ke atas "Hey, silver queen, kenapa kau diam saja? Kau menantangku?" katanya sambil menggoncangkan badan Kadaj. Kadaj tidak ingin melawan, tidak untuk saat ini. Kondisinya sekarang tidak menguntungkan. Dia memang biasa di ganggu, itu terjadi sejak dia bilang dia ingin jadi samurai hebat seperti kakak2nya waktu disuruh presentasi tentang cita2. Awalnya dia mau bilang mau jadi pembasmi suster ngesot, tapi Sephiroth melarangnya. Malu2-in katanya. Entah karena iri punya kakak hebat atau rambut silver (tp kayaknya bukan deh), mereka jadi nggangguin Kadaj mulu. Biasanya Kadaj ngelawan dan berakhir di ruang BK. Tp tidak kali ini. Dia memilih diam. "sudah, habisi saja, Riku!" kata anak buah Sora yg lain, Kairi. 'Bukk!' kepalan tangan Riku melesat ke perut Kadaj. Kadaj hanya terkulai lemas tidak berdaya. "Ah! Tidak seru! Mana triakanmu, bocah aneh!" Sora meninju wajah Kadaj tapi Kadaj tetap tidak bereaksi. "Dia benar2 mempermainkan kita. Rasakan ini!" Kairi menjambak rambut Kadaj. "Aaaaggh!" Anak2 itu tersenyum sinis mendengar triakan Kadaj. "Aagh! Lepa-s-kan!" Sora yg belum puas mencekik leher Kadaj. Sora menjadi semakin bersemanat dan mengangkat Kadaj lebih tinggi. Kadaj menangis kesakitan. Tepat pada saat itu, datang ibu guru mereka. Rambutnya yg dikepang dengan pita pink membuatnya tampak lebih cantik. "Sora! Lepaskan Kadaj! Apa kau mau membunuhnya!" triak wanita yg biasanya lembut itu. Sora yang kaget langsung menjatuhkan Kadaj hingga kepalanya menghantam meja. "Sora! Kelakuanmu kali ini sudah keterlaluan! Pergi ke ruang BK! SEKARANG!" wajah wanita itu kini berubah bak rubah berekor 9. (Nah, lho?) Ia melihat Sora dgn tatapan murka sekali lagi "maafkan aku, Aerith-sensei" Sora menunduk dan meninggalkan kelas "Kadaj, apa kau baik-baik saja?" Aerith mengecek muridnya yg diam tak bergerak di bangkunya itu. "Astaga! Dia ga bernafas!" Aerith bingung hendak melakukan apa. Murid2 lainnya sudah mempersiapkan hape berkameranya masing2, siapa tau sensei mereka mau ngasi Kadaj napas buatan (sungguh murid kurang ajar). Akhirnya, Aerith mendapat ide. "Kadaj! AWAS! Ada SUSTER NGESOT MASUK SELOKAN WAKTU HUJAN!" triak Aerith. Kadaj pun bernafas saking kagetnya "UWAA! Dimana?" entah dapat kekuatan dari mana, Kadaj sanggup loncat dan langsung lari ke belakang Aerith. Ternyata Cloud telah banyak cerita ke Aerith."Sialan" Kadaj berkata dgn lemah dan roboh. Aerith segera menggendongnya ke UKS.
Chapt 2 segini dulu. Di sini tokoh utamanya Kadaj soalnya aku fans bgt ma Kadaj. Wakakak.. Ga tau kenapa di chapter ini ada Sora, Riku, ama Kairi dari Kingdom Hearts. Kekurangan ide. Wakakak.. Chapter berikutnya dijamin lebih seru… Ikutin terus ya *ngarep*. Thanx 4 reading.. Review pleaseeeeeeeeeeeee!
