V. Alat

Sebagai calon polisi yang baik, Aomine ingin membeli peralatan polisi. Seperti borgol, dan lain-lain. Setelah mencari kesana-kemari, seorang kerabat Aomine berjanji akan mengirimkan peralatan yang diminta. Namun saat paket itu datang...

Kise: Aominecchi! Tak kusangka kau suka beginian...

Kuroko: Aomine-kun mesum.

Akashi: Daiki, apa ini benar punyamu? *ckris*

Midorima: Aomine! Bersihkan pikiranmu dengan lucky item hari ini, tasbih.

Murasakibara: Mine-chin *munch**munch*

Yah, sepertinya Aomine tidak bisa berkata apa-apa saat paket yang dia terima adalah paket yang salah. Paket yang berisi alat-alat BD*M. Bukan peralatan polisi.


VI. Cacing

"Happy Halloween, minna!" Kise, yang hari ini menggunakan pakaian seperti drakula, masuk dengan senyum di wajahnya, dan sekotak permen berbentuk jari tangan di tangan kanannya.

"Happy Halloween!" balas semua anak Kisedai. Mereka sedang merayakan Hari Halloween dengan berpesta di taman dekat SMP Teiko.

"Berarti tinggal Kuroko dan Kagami ya, yang belum datang?" Tanya Momoi.

"Kau sendiri yang menyuruh Kagami untuk memasak yang aneh-aneh. Tadi dia bilang agak datang telat karena membuat makanan yang diminta." Balas Aomine yang duduk di samping Momoi, sambil mengambil kue berbentuk sarang laba-laba.

"Momoi-san ini pesanannya."

"Huaah! Tetsu jangan mengagetkanku dong!"

"Maaf Aomine-kun, ini makanan penutup buatan Kagami-kun." Kuroko yang tiba-tiba muncul, menyerahkan kotak makan berwarna coklat

"Pasti enak-ssu!" Tanpa persetujuan siapapun, Kise merebut kotak tersebut. Tapi, tiba-tiba muka Kise berubah pucat, dan... *bruk* Kise pingsan dengan jeli berbentuk cacing di sekitarnya.


VII. Biru

"Kenapa ya, Aominecchi suka nonton film 'biru'?" pertanyaan random dari Kise seusai latihan, membuat anak Kisedai -kecuali Aomine yang sedang ke toilet- mengalihkan pandangan mereka.

"Hmm... Mungkin ada hubungannya dengan nama 'Aomine'," tebak Kuroko. Dan mereka -anak Kisedai- memutuskan untuk memberi nama anak yang tidak menggunakan kata 'biru' atau semacamnya.


VIII. Penampilan

"Oi, Kuroko, kadang aku berpikir hidup itu tidak adil."

Kagami mencoba membuka pembicaraan dengan Kuroko saat mereka nongkrong di Maji Burger.

"Maksud Kagami-kun?"

"Maksudku, lihat, Kise itu sangat terang. Badannya putih, rambutnya pirang, suka pakai baju putih. Bikin silau kalau siang-siang. Sementara Aomine itu gelap. Gelap banget! Kulitnya hitam, rambutnya biru tua, suka pakai baju hitam lagi. Itu kalau malam yang kelihatan cuma mata sama giginya aja. Untung aku gak kayak gitu yah."

Good job, Kagami! Kau telah membawa penyakit idiot-mu ke tahap yang lebih serius, dan Kuroko benar-benar harus membawamu ke Rumah Sakit terdekat sekarang.


A/N: Maaf, saya baru update. Kelamaan ya? (kayak ada yang nungguin aja).

Yang Biru itu diambil dari obrolannya Authorjelek sama Anonymous Log-in.

dan yang lainnya adalah karena otak saya yang terguncang di kereta pas balik ke jakarta setelah bertapa di Magelang /shot

Saya tahu, masih banyak yang garing dan kurang disini. so, mind to review?