Boys Love, Sex, No Children Ok NO CHILDREN, Bad writing
Saya menambah sedikit cerita dari karangan Kayoru sensei, dan judulpun tetap sama.
THIS FANFIC IS MINE.
Rate T - M
.
.
.
Provious:
Yunho tersenyum melihat Jaejoong yang imut marah-marah itu. "Boojae ga berubah ya, masih sama seperti waktu itu" Yunho tersenyum semakin lebar menatap Boojae-nya.
Jaejoong kaget dengan perkataan Yunho. Ia melihat mata musang Yunho "Waktu itu?" Tatapnya bingung.
"Dulu…."
.
.
.
Chapter 2:
"Dulu… aku ikut ayahku mengunjungi perusahaan ayahmu, saat pulang, ayahku berkata 'Yunho, kelak kau akan memimpin perusahaan ini, perhatikan baik-baik' aku menjawab 'iya'. Aku berjalan menuju mobilku dan menyenggol bahu kakek tua. Kakek itu meminta maaf padaku, tapi aku hanya diam, melihatnya pun tidak. Aku melanjutkan langkah kakiku hendak ke mobil dengan sombongnya. Tetapi ada seorang anak yang meneriaki aku. Aku kaget sekali, Ia berlari kearah ku, dan langsung berkata padaku. 'Harus minta maaf kalau menabrak orang,kan?! Begitupun kau tidak bisa?' anak itu membentakku. Pelayanku lalu menjauhkan anak itu dariku. 'Cih! Mentang-mentang punya ayah hebat!' cibirnya lalu pergi meninggalkan aku yang pucat dan memikirkan perkataan anak itu. Anak itu adalah kau, Boo"
"Aku… Masih kecil sudah bilang begitu?!" Jaejoong menatap Yunho kaget.
"Kau benar. Karena orang-orang disekitarku menghormatiku, aku jadi merasa hebat. Sejak itu, aku belajar mati-matian, hingga akhirnya mendirikan perusahaan…. Aku berharap bisa bertemu lagi denganmu.." Yunho menatap Jaejoong dengan mata musangnya, sedikit senyuman melihat wajah Jaejoong yang rambutnya terkena angin malam, terlihat sangat cantik.
"Eh?" Jaejoong menatap senyuman Yunho yang sangat lembut dimatanya 'Deg' serasa ia dihipnotis.
"Saat tahu perusahaan keluargamu akan jatuh, aku ingin menolong. Tapi sebenarnya… aku hanya ingin mendapatkanmu, sekalipun dengan paksa begini." Yunho menyentuh poni Jaejoong yang bergerak-gerak tertiup angin menutup matanya, dielusnya rambut Jaejoong dengan pelan.
Yunho mulai menatap Jaejoong mendekat dengan wajahnya, hidung mereka tersentuh. Nafas hangat Yunho menyapu wajah Jaejoong yang memerah. ".. Sejak dulu….. Aku menyukaimu, Jung Jaejoong"
'DEG'
"Ah…" Bibir pink sexy itu terbuka sedikit. Jaejoong merasa tercekat untuk berbicara, dadanya berdebar sungguh hebat, tubuhnya memanas, ia meremas ujung jasnya. Jaejoong tidak dapat berpikir, ia hanya menatap Yunho, tubuhnya tidak bisa bergerak. Hanya dengan satu kalimat itu, ia serasa tidak bernyawa.
Krek
"Mau minum tuan?" Seorang pelayan wanita membawa beberapa gelas wine yang menawarkan para tamu datang menghampiri Yunjae.
Kehadiran pelayan itu membuat Jaejoong langsung tersadar jaraknya dan Yunho sangat dekat, ia langsung mundur salah tingkah dan mengambil gelas yang ditawarkan oleh pelayan yang lewat tadi, salah tingkah. Jaejoong tidak berani menatap Yunho lagi.
"Boojae, itu anggur!..."
'Glek… eh?... Pusing….' Mata Jaejoong berkunang-kunang, matanya sangat berat untuk dibuka, ia tidak dapat berdiri tegak. Jaejoong pingsan. Yunho langsung menangkap pinggangnya sebelum tubuh Jaejoong jatuh kelantai.
"Boo? Boojae?"
.
.
.
'Yunho selama ini menyukaiku?! 'Sekalipun dengan paksa, sejak dulu ia menyu…'
"WAAAAA"
"hosh..hosh… oh… Cuma mimpi, ya.." Jaejoong terbangun dari tidurnya, tubuhnya bergetar. Ia duduk diatas kasur mengambil nafas dalam-dalam.
'ng? Mimpi?... Mulai bagian mana?' Jaejoong masih tidak bisa berpikir jernih. Ia melihat seseorang disampingnya sedang tertidur pulas. Jaejoong terdiam melihat Yunho berada disampingnya.
"Ng…. Pagi, Boojae.." Yunho terbangun dari tidurnya, dan menatap Jaejoong yang melihatnya.
Jaejoong masih terdiam.
Jaejoong melihat tubuhnya.
Jaejoong masih terdiam.
TERDIAM.
"GYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!" Teriakan Jaejoong sangat memekikkan telinga. Ia langsung melihat tubuhnya sendiri yang naked hanya tinggal celana boksernya saja yang ia kenakan, dan segera menutupnya dengan selimut dan menjauh dari Yunho ke ujung kasur.
Yunho langsung duduk menatap Jaejoong yang kaget dan menggigil melihatnya.
'brrrr' "K….Kau…" Jaejoong pucat, meremas selimut hingga ke dadanya yang menutupi tubuh mulusnya.
"Tunggu! Aku tidak melakukan apa-apa. Aku cuma menanggalkan pakaianmu karena kau kelihatan sesak." Yunho langsung menjelaskan melihat Jaejoong yang pucat menatapnya.
"Be.. Benar? Kau tidak macam-macam padaku yang mabuk dan pingsankan?" Jaejoong mengkerutkan keningnya dan mempoutkan bibirnya bertanya menyelidiki Yunho, wajahnya memerah.
Yunho hanya mengangguk menatap Jaejoong yang terlihat sangat sangat imut.
"Tapi sempat berpikir begitu?" Jaejoong makin mempoutkan bibirnya bertanya pada Yunho.
"Ah… Itu…" Yunho mengalihkan pandangannya dari mata indah Jaejoong. Wajahnya sedikit memerah.
Jaejoong melototi sikap Yunho yang baru pertama kali ia melihatnya
'Kupingnya sampai merah…. Dasar' Jaejoong tersenyum manis. "Hi..hi..hi… Yunnie benar-benar menyukaiku,ya" Jaejoong tersenyum melihat Yunho.
Yunho menjauhi dirinya pada Jaejoong, dan mengalihkan wajahnya.
"Lho? Yunnie marah?" Jaejoong berhenti tertawa melihat Yunho menjauhinya.
"Bukan. Sebaliknya….." Yunho kembali menatap Jaejoong. "Kau terlalu manis, sampai-sampai….. Membahayakan" Yunho mendekati Jaejoong dan memegang kedua bahunya.
"Boleh…. Aku menciummu?" Yunho memegang bahu Jaejoong erat, dan menatapnya lembut.
"HA?! Kau bilang tidak akan menyentuhku, kan?!" Jaejoong memundurkan kepalanya. Ia tidak bisa bergerak karena bahunya yang dipegang oleh Yunho. Jantungnya berdetak cepat, wajahnya semakin memerah.
"Takkan kulakukan kalau kau keberatan.." Yunho berbicara dengan suara rendahnya yang sexy, dan mendekati wajah mereka, sangat dekat.
'Eh? Tunggu….' Batin Jaejoong melihat bibir Yunho makin medekat. 'Tung…' Jaejoong menutup matanya.
Chup~
'Eh?...' Jaejoong membuka matanya. Ditatapnya Yunho yang tersenyum lembut menciumnya.
'Eh… Dikening?' Jaejoong hanya terdiam dan wajahnya yang imut tetap memerah.
Tok Tok Tok
Tiba-tiba pintu kamar mereka berbunyi. "Tuan, sudah waktunya.." Seorang pelayan memberitahu Yunho untuk segera bersiap-siap.
"Sudah waktunya, ya…" Yunho melepaskan genggamannya dibahu Jaejoong dan berdiri meninggalkan Jaejoong ke kamar mandi.
Di pintu hendak memasuki kamar mandi, Yunho melihat Jaejoong yang masih terduduk dikasur. "Boojae juga, cepat ganti pakaian dan pergi ke sekolah" Yunho berkata pada Jaejoong yang termenung dan masuk ke kamar mandi menutup pintunya.
"Aku tahu!" Jaejoong segera bersiap-siap setelah mengganti bajunya dan membereskan buku-bukunya yang dimasukkan ke dalam tas sekolahnya.
Jaejoong melihat kaca untuk menyisir rambutnya yang halus. Ia tersenyum melihat dirinya dikaca, mengingat Yunho yang mencium keningnya, wajahnya kembali memerah.
'Kenapa aku…. Tidak bilang tidak mau dicium….' Ia mengusap keningnya pelan dan menatap jendela ketika melihat Yunho yang telah siap diikuti pelayan-pelayannya menuju mobil mewahnya.
'Lho… itu kan…' Jaejoong yang dari jendela atas melihat seseorang dibalik tembok disekitar Yunho berada, seseorang itu berdiri bersembunyi yang tampak familiar dimatanya.
Orang itu berada dibalik tembok yang mengkerutkan keningnya dan berwajah pucat itu melirik-lirik Yunho yang hendak memasuki mobilnya dengan panik. Sepertinya ada niat buruk pada lelaki itu. 'Dia… lelaki yang ada dipesta kemarin?' Batin Jaejoong melihat cowok itu mencurigakan.
Mata Jaejoong melebar terkejut. Ia langsung berdiri dan berlari melihat cowok bersembunyi dibalik tembok itu yang sedang memegang sebuah pisau.
'Yunho banyak musuhnya, sih..' Jaejoong berlari kearah Yunho teringat perkataan teman-temannya disekolah kemarin. Ia takut jika Yunho terluka.
"GARA-GARA KAU! PERUSAHAAN KU…." Teriak lelaki yang memegang pisau tadi langsung berlari dari balik tembok ke arah Yunho mengarahkan pisau tajamnya.
BRAK!
JLEB!
'Klang….' Bunyi pisau terjatuh.
"TU…. TUAN MUDA!" Teriak pelayan yang terdiam melihat Jaejoong yang melindungi Yunho dan terjatuh diatas tubuh Yunho. Jaejoong berdarah, ia tertusuk.
Mata Yunho melotot melihat darah diatas tubuhnya, Yunho tidak bergerak. Yunho terdiam serasa ia telah mati melihat tubuh indah dan rapuh yang tergeletak diatas tubuhnya.
"SEGERA TANGKAP ORANG ITU!" "CEPAT PANGGIL POLISI DAN DOKTER!" Para pelayan langsung mengejar lelaki yang menusuk Jaejoong dan memanggil polisi.
.
.
.
"Ngh…" Jaejoong membuka matanya perlahan menatap seseorang yang juga menatapnya dengan cemas. Jaejoong mengkedip-kedipkan matanya menyesuaikan cahaya yang menusuk matanya, ia masih merasa pusing.
"Boojaejoong!" Yunho yang cemas melihat Jaejoong tersadar dari pingsannya langsung menatap Jaejoong dengan mata musangnya yang tajam. Yunho menggenggam tangan Jaejoong.
"Yunn..nie?" Jaejoong menatap Yunho yang duduk disamping kasurnya.
"Syukurlah… lukanya tidak dalam." Yunho makin erat menggenggam tangan Jaejoong, ia menggenggam dengan kedua tangannya. "Aku minta maaf.. membuatmu mengalami hal ini.."
'Ah iya…. Aku melindungi Yunnie.' Jaejoong yang ditatap Yunho dan tangannya yang digenggam oleh Yunho langsung melepaskan tangan Yunho, dan membalikkan badannya kesamping. Ia menutup tubuhnya dengan selimut, dan menutup wajah imutnya dengan kedua tangannya.
Yunho yang terheran melihat Jaejoong membalikkan badannya dan melepaskan genggamannya berdiri mendekati Jaejoong untuk melihat wajah Jaejoong yang tidak mau melihatnya. "Boojae? Sakit?" Tanya Yunho.
"….Hat" Suara Jaejoong bergetar, "Jahat… Jangan lihat wajahku" Jaejoong menyembunyikan wajahnya dengan bantal.
'Saat itu… tahu-tahu tubuhku bergerak sendiri' Batin Jaejoong mengingat ia tertusuk dan terjatuh diatas tubuh Yunho.
Yunho yang mendengar suara Jaejoong yang bergetar mendekat ke punggung Jaejoong, ia tidak mau Jaejoongnya menangis, ia akan benar-benar meminta maaf pada Jaejoong-nya.
"Sebal! Entah sejak kapan….. Aku… Jadi begini menyukai Yunnie" Gumam Jaejoong sangat pelan menutup wajahnya dibantal.
GYUT
Yunho langsung menarik tubuh Jaejoong untuk menatapnya. Menggenggam kedua tangan Jaejoong.
"Ja…" Jaejoong yang kaget karena Yunho menarik tubuhnya sehingga jaraknya dengan Yunho sangat dekat, langsung menundukkan wajahnya yang sangat merah didada Yunho.
"Jangan sembunyikan, perlihatkan wajahmu" Ucap Yunho ditelinga Jaejoong dengan suara dan nafasnya yang rendah. Yunho menindih Jaejoong.
Jaejoong menatap Yunho.
'DEG'
'DEG'
Mereka terdiam saling menatap. Jaejoong melihat wajah Yunho yang tampan berada sangat dekat dengan wajahnya, mata musangnya, hidung mancungnya, bibirnya. Jaejoong menatap Yunho lekat. Yunho yang juga menatap Jaejoong dengan matanya yang besar, kulitnya yang putih mulus, bibirnya yang kecil dan sexy itu langsung mengkaitkan jarinya dengan jari Jaejoong yang digenggamnya.
Yunho mendekatkan bibir mereka hampir tersentuh. "Maukah kau… menjadi istriku?"
"Ya…" Jaejoong menjawab tanpa berpikir lagi.
Yunho langsung mengecup bibir yang selama ini ingin dicicipinya, mengecupnya pelan. Lalu mengemut bibir pink itu merasakan kelembutannya. Melumat dan mulai menjilatnya. Jaejoong yang merasakan lidah Yunho menjilat bibirnya, membuka kecil bibirnya.
"engh…" Desahan Jaejoong terdengar saat Yunho memasukkan lidahnya kemulut Jaejoong. Menyentuh lidah Jaejoong yang basah, memutar dan memainkan lidah Jaejoong dengan penuh saliva yang dirasakannya manis. Jaejoong mulai membalas ciuman Yunho memainkan lidahnya dengan mencampurkan saliva mereka dimulut Jaejoong, membuat saliva yang entah milik siapa mengalir disudut bibir Jaejoong hingga ke dagunya.
Yunho mulai melumat bibir Jaejoong dengan cepat, terus merasakan saliva yang basah dan mengisap-isap lidah Jaejoong. "Mmmh… ennhh….." Desahan Jaejoong terus keluar merasakan Yunho yang menciumnya semakin ganas. Tubuh Jaejoong hanya terdiam yang ditindih oleh Yunho, dan meremas tangan yang digenggam oleh Yunho.
Sekian menit mereka berciuman panas hingga akhirnya melepaskan ciuman itu karena Jaejoong meremas kuat tangan Yunho yang nafasnya telah sesak. Jaejoong mengambil nafas banyak-banyak, dadanya turun naik, wajahnya memerah. Yunho tersenyum hanya melihat wajah Jaejoong dengan lembut dan sangat dekat.
"Hosh.. hosh…. Yunnieh… mau membunuhkuh eoh… Hosh.." Jaejoong mengkerutkan keningnya dan mempoutkan bibirnya sebal menatap mata musang itu.
"Kau milikku Jung Jaejoong… aku mencintaimu, sangat mencintaimu" Yunho mengelus rambut Jaejoong dan mencium kening Jaejoong dengan lama.
Jaejoong hanya meremas bahu Yunho dan menutup matanya merasakan bibir Yunho yang mencium keningnya dengan lembut. Jaejoong tersenyum.
Yunho kembali menatap mata Jaejoong-nya. Jaejoong langsung menangkup kedua pipi Yunho dan mengecup sekilas bibir berbentuk hati milik Yunho itu. "Aku sudah milikmu, Yunnie… Selamanya milikmu" Jaejoong melingkarkan tangannya dileher Yunho, memeluk Yunho dengan erat.
Mereka saling tersenyum, perasaan bahagia dan berdebar terlihat dari mata mereka yang saling mencintai. Yunho mengecup berkali-kali wajah Jaejoong dengan sayang, dan membuat satu kissmark dibawah tanda lahir Jaejoong dilehernya.
"emmmh Yunnieh.." Jaejoong menyentuh hasil kissmark pertama ditubuhnya yang dibuat oleh suaminya.
"Haha… cute~ Nah, sekarang istirahatlah, aku mau mandi dulu, setelah mandi kita akan makan malam dan ada sesuatu yang ingin aku sampaikan padamu" Yunho tersenyum lembut mengelus rambut Jaejoong dan duduk dikasurnya.
"eum! Yunnie jangan lama-lama mandinya, yang bersih yah…" Jaejoong mengangguk imut dan mendudukkan dirinya menyandar dikasur dengan bantalnya.
"Iya sayang, ditinggal mandi sebentar saja bikin kangen eoh? Haha kalau boojae kangen, silahkan masuk saja ke kamar mandi, pintunya tidak ku kunci kok" Yunho tersenyum mesum dan mencubit pelan pipi Boojae-nya.
"Ish… Apaan sih! Udah sana mandi!" Jaejoong mempoutkan bibirnya, mendorong Yunho untuk berdiri.
"Arraseo~" Yunho segera berjalan ke kamar mandi dan menutup pintunya.
.
.
.
Sreet
Pintu kamar mandi terbuka dan terlihat sosok namja tinggi tampan dengan kulit coklat basahnya yang sexy berjalan ke arah lemari pakaian. Jung Yunho, ia hanya menggunakan handuk yang melilit pinggangnya.
"Boojae, kenapa dimatikan lampunya?" Yunho bertanya kepada Jaejoong yang baru saja ditatapnya, Jaejoong langsung menyelimuti seluruh tubuhnya dengan selimut dan tidak ada jawaban.
Lampu kamar mereka dimatikan oleh Jaejoong dan hanya lampu kecil dikanan-kiri kasur yang diatas meja nakas saja yang hidup. Sehingga hanya cahaya remang-remang yang memperlihatkan tubuh sexy Yunho yang menggoda dan mengkilat karena basah. Yunho yang tidak mendapat jawaban dari Boojae-nya segera memakai pakaiannya tanpa mengeringkan rambutnya yang sedikit basah dan menetes ke lehernya. Yunho menghampiri Jaejoong.
"Boo? Waeyo? Kau tidak menjawab pertanyaanku.." Tanya Yunho mendudukkan dirinya disamping Jaejoong yang menyelimuti seluruh badannya.
Jaejoong mengintip dari balik slimutnya, dan melihat Yunho sekilas "ah… Anniyo, yunnie.." jaejoong berbicara pelan, menutup lagi dirinya dengan selimut.
Yunho yang gemas dengan sikap Jaejoong, menarik selimut yang menutupi Jaejoong. Yunho menatap Jaejoong dan langsung memegang pinggang Jaejoong, menggeser Jaejoong untuk duduk dipangkuannya. Dipeluknya pinggang Jaejoong dengan erat.
"emmh… Yunnie wangi~" Jaejoong yang dipangku Yunho membalikkan tubuhnya menghadap Yunho, melingkarkan tangannya dileher Yunho dan mengendus-ngendus dada Yunho.
"haha iya dong, Boojae kenapa mematikan lampunya dan tadi tidak mau melihat ku?" Yunho bertanya pada Jaejoong dan mengelus kepala Jaejoong dengan sayang.
Jaejoong mengeratkan pelukannya dileher Yunho, menundukkan wajahnya didada Yunho "a…aku tadi hanya…. Ingin tidur menunggu Yunnie selesai mandi, tapi Yunnie sudah selesai cepat, ga kayak biasanya lama ampe berjam-jam… Jadi.. emm…"
"Jadi apa boo?" Yunho menangkup pipi Jaejoong agar bisa menatapnya.
"emm… Yu..yunnie keluar dari kamar mandi ga pake baju sih!" Jaejoong mencubit perut Yunho.
"Aduh.." Yunho mengelus perutnya yang dicubit Jaejoong. "Hahahaha begitu saja kau malu" Yunho mengecup pout Jaejoong dan pipi Jaejoong yang menggembung imut.
Tok Tok Tok
"Tuan, makan malam sudah siap" Seorang pelayan mengetuk pintu.
"Baiklah, bawa kedalam saja." Ucap Yunho yang membalas perkataan pelayan tadi.
Cklek
Pelayan wanita itu membuka pintu dan kaget melihat ruangan itu gelap, hanya cahaya remang-remang saja agar bisa melihat. Pelayan itu terus berjalan membawa bermacam-macam makanan kedalam kamar Yunjae, betapa terkejutnya pelayan itu melihat Yunjae yang saling berpelukan diatas kasur dengan posisi yang sangat dekat membuat pelayan itu salah tingkah tidak berani menatap Yunjae dan menyusun makanan itu dimeja samping kasur Yunjae.
Setelah selesai menyusun makanan itu, pelayan itu menundukkan kepalanya bertanya, "Apa perlu saya hidupkan lampunya, Tuan?"
"Tidak perlu, terimakasih, pergilah" Yunho menjawab pelayan itu.
"Baik, Tuan" Pelayan itu segera pergi dan menutup kembali pintu kamar Yunjae.
"Yunnie nakal, lihat bagaimana pelayan itu menatap kita" Jaejoong menggembungkan pipinya sebal menatap Yunnie-nya.
"Biarkan saja, bukankah semua orang sudah tahu kau milikku. Aku hanya ingin memelukmu, boo…" Yunho memeluk pinggang Jaejoong semakin erat, benar-benar tidak ada jarak diantara mereka. Kaki Jaejoong semakin melebar melingkar dipinggang Yunho.
"Heung…~" Jaejoong mengelus dada Yunho, ia menggigit bibir bawahnya "Oh iya, Yunnie tadi mau bilang sesuatu apa?" Jaejoong menatap Yunho berkedip-kedip imut.
"Em….. "
.
.
.
TBC
